
Silaturahim Menyambut Bulan Ramadhan KPM PKH Ranah Pesisir Bukti Nyata “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya”
PESISIR SELATAN – nrtvnews.info di bawah langit biru yang cerah dan deburan ombak Samudera Hindia yang menenangkan, ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Ranah Pesisir berkumpul dalam silaturahim penuh makna di SJW Beach, Kamis (12/2/2026). Bertajuk “Halal Bihalal dan Penguatan Graduasi Mandiri KPM PKH dalam Menyongsong Ramadhan 1447 H”, acara ini menjadi bukti nyata transformasi keluarga miskin menjadi keluarga mandiri yang berdaya.
Meski istilah “halal bihalal” lazimnya digelar pasca-Idulfitri, kegiatan ini sengaja dirancang sebagai silaturahim spiritual menjelang Ramadhan untuk memperkuat ikatan ukhuwah sekaligus memantapkan tekad KPM binaan Kemensos RI dalam meraih kemandirian ekonomi.

Momen paling mengharukan terjadi saat Izen Maryono, S.Sos.I selaku Kepala Tim Kecamatan (KatimCam) SDM PKH Ranah Pesisir menyampaikan laporan capaian program. Di hadapan ratusan peserta terdiri atas Kabid Limjamsos Dinas Sosial Kab. Pesisir Selatan, Kasi Kesos Kecamatan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), SDM PKH, wali nagari, kepala kampung, dan tokoh masyarakat, ia mengungkap fakta membanggakan: 45 KPM di Kecamatan Ranah Pesisir telah dinyatakan lulus graduasi mandiri pada tahun 2025.
“Satu per satu mereka keluar dari daftar penerima bansos bukan karena dipaksa, tapi karena telah memiliki usaha yang stabil, anak-anaknya tetap sekolah, dan keluarga mampu memenuhi kebutuhan dasar tanpa bergantung pada bantuan,” ujar Izen dengan suara bergetar.

Dengan langkah mantap dan senyum yang menyiratkan perjalanan panjang perjuangan, Ibu Asnidar dari Kampung Padang Laban, Nagari Pasir Pelangai, maju ke depan panggung sebagai wajah nyata keberhasilan graduasi mandiri PKH. Di hadapan ratusan KPM dan stakeholder yang terpaku, ia bercerita bagaimana dulu harus menghitung butiran beras untuk makan anak-anaknya , kini ia harus keluar dari PKH. Suaranya bergetar namun penuh keyakinan: “Dulu saya malu menerima bantuan, kini saya bangga bisa berbagi rezeki dengan yang lebih membutuhkan”.
Semangat kebersamaan kian menghangat saat Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd., CHt membagikan doorprize kepada peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab. Namun inti acara justru terletak pada sosialisasi graduasi mandiri yang dipandu langsung oleh Syarefa, S.Sos.I selaku KatimKab SDM PKH Pesisir Selatan.
“Target kami jelas, minimal 10 KPM per SDM PKH harus lulus graduasi setiap tahun. Tapi target angka bukan segalanya. Yang terpenting adalah perubahan perilaku dari mentalitas ‘minta-minta’ menjadi ‘berusaha’,” tegas Syarefa.
Puncaknya, terjadi penyatuan visi antara Nagari Operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation) tingkat nagari dengan operator kabupaten dan SDM PKH. Kolaborasi ini dipandang krusial untuk memastikan data KPM akurat, transparan, dan terintegrasi sehingga intervensi sosial tepat sasaran.
Sanusi, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Pesisir Selatan yang hadir mewakili Kepala Dinas, menyampaikan apresiasi tinggi. “Kegiatan seperti ini langka. Kami bisa bertatap muka langsung dengan KPM, mendengar curahan hati mereka, sekaligus memastikan program berjalan sesuai koridor. Ini adalah wajah kemanusiaan dari birokrasi yang sering dianggap kaku,” katanya.

Sebelum ditutup dengan ceramah agama oleh Ustadz Darusman, SH., seluruh peserta diajak merenung Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum membersihkan jiwa dari ketergantungan termasuk ketergantungan pada bansos.
“Ketika nanti Anda berzakat di bulan Ramadhan, ingatlah dulu Anda penerima zakat. Kini Anda pemberi zakat. Itulah makna sejati graduasi mandiri,” pesan Ustadz Darusman menggema di tepi pantai.
Di bawah terik matahari pagi yang perlahan berubah menjadi senja, acara ditutup dengan jabat tangan dan pelukan erat antar-KPM, pendamping, dan stakeholder. Bukan sekadar silaturahmi ini adalah janji kolektif, bansos memang sementara, tapi kemandirian adalah warisan abadi untuk generasi mendatang.(Alpin)

