Category: Nasional


  • Tim Pergerakan Masyarakat Pesisir Selatan untuk Pemenangan Calon Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi – Vasco Terus Menyala

    Tim Pergerakan Masyarakat Pesisir Selatan merupakan suatu organisasi yang dibentuk untuk mendukung pencalonan Buya Mahyeldi – Vasco dalam pemilihan gubernur Sumatera Barat. Tim ini dipimpin oleh Novridol Rahman, Hardimen, Alpin, Afrianto, Suhardiman, Rahmito Azhari  dan Ruzi D dan teman – teman lainnya. Keberadaan tim ini sangat penting untuk mobilisasi dan konsolidasi dukungan dari masyarakat Pesisir Selatan. Dengan komposisi yang beragam, setiap anggota tim berperan aktif dalam menjangkau suara masyarakat. Mereka berkomitmen untuk memenangkan Buya Mahyeldi – Vasco melalui strategi yang terkoordinasi dan sistematis.

    Strategi Posko Pemenangan di Kota Painan

    Posko pemenangan yang dibangun di depan Bundaran masuk Kota Painan memiliki posisi yang sangat strategis. Tempat ini dipilih karena mudah diakses oleh relawan dan masyarakat. Posko ini bertujuan untuk menjadi pusat koordinasi bagi semua simpul relawan dalam mendukung pemenangan Buya Mahyeldi – Vasco. Dengan lokasi yang strategis, diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat yang melintas. Hal ini akan meningkatkan kesadaran pemilih terhadap keberadaan tim dan program yang diusung.

    Peran Koordinasi Relawan dalam Pilkada Gubernur Sumbar

    Koordinasi antar relawan sangat vital dalam proses pemilihan kepala daerah. Tim Pergerakan Masyarakat Pesisir Selatan berfungsi untuk memastikan setiap relawan memahami peran dan tanggung jawab mereka. Melalui komunikasi yang efektif, relawan dapat bekerja sama untuk memaksimalkan strategi kampanye. Program pelatihan dan orientasi juga diselenggarakan untuk mempersiapkan relawan dalam menghadapi dinamika pemilihan. Dengan koordinasi yang baik, harapan untuk memenangkan suara masyarakat semakin besar.

    Signifikansi Suara Pesisir Selatan

    Pesisir Selatan memiliki potensi suara yang signifikan dalam pemilihan umum. Dengan panjang wilayah sekitar 270 Km dan menjadi daerah dengan suara terbanyak kedua di Sumatera Barat, mobilisasi dukungan di daerah ini sangat penting. Tim Pergerakan Masyarakat Pesisir Selatan menyadari bahwa dukungan dari daerah ini dapat mempengaruhi hasil pemilihan secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap suara dihargai dan dijadikan prioritas dalam strategi kampanye. Upaya untuk menjangkau setiap lapisan masyarakat dilakukan agar suara Pesisir Selatan optimal.

    Tantangan dalam Mobilisasi Dukungan

    Tentunya, mobilisasi dukungan tidak tanpa tantangan. Salah satu isu yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran politik di kalangan sebagian masyarakat. Selain itu, dinamika sosial dan budaya daerah juga mempengaruhi tingkat partisipasi. Tim harus menghadapi tantangan ini dengan pendekatan yang adaptif dan persuasif. Dengan memahami konteks lokal, tim bisa merancang strategi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

    Visi dan Misi Buya Mahyeldi – Vasco

    Visi dan misi calon gubernur Buya Mahyeldi – Vasco sangat jelas yakni mengedepankan pembangunan yang adil dan merata. Mereka berkomitmen untuk memajukan daerah dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dalam kampanye ini, sangat penting bagi tim untuk menyampaikan visi tersebut secara efektif. Misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan menjadi pendorong utama untuk menggugah semangat dukungan. Dengan menjalankan visi dan misi ini, diharapkan masyarakat Pesisir Selatan mendukung penuh Buya Mahyeldi – Vasco dalam pemilihan mendatang.(Alpin)



  • Masyarakat Pesisir Selatan saat ini tengah heboh menyusul terjadinya kelangkaan BBM Pertalite yang melanda hampir seluruh Pom Bensin yang ada di Pesisir Selatan

    Kejadian ini bukan hanya sekadar masalah distribusi, tetapi juga telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk aktivitas sehari-hari mereka, Kamis 26/12/2024.

    Dari hasil pantauan yang dilakukan oleh nrtvnews.live hampir di semua SPBU di Pesisir Selatan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan, mengalami kelangkaan Pertalite yang cukup signifikan.

    Yang paling mencolok terlihat di SPBU Batang Kapas, Ujung Aie Surantih, Lagan, Nagari Koto VIII Pelangai, Sago, dan Tarusan, di mana antrean panjang kendaraan sudah menjadi pemandangan yang biasa. Kelangkaan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, bahkan sudah berlangsung selama berbulan-bulan, menyisakan frustrasi dan kebingungan bagi para pengguna kendaraan.

    Dalam kondisi yang semakin mencekik ini, presepsi masyarakat pun mulai muncul. Banyak dari mereka yang kini terpaksa beralih menggunakan jerigen untuk membeli Pertalite, dengan harapan bisa mendapatkan sedikit pasokan yang tersedia. Namun, dari informasi yang beredar, mereka yang membeli dengan jerigen justru diutamakan lebih dulu, karena adanya fee yang didapatkan per jerigen oleh petugas SPBU.

    Kondisi ini telah menambah keruh suasana, meningkatkan ketidakpuasan di antara mereka yang menunggu dalam antrean panjang tanpa kepastian. “Kondisi ini membuat masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, merasa kecewa dan dirugikan oleh tingkah laku para petugas SPBU,” keluh Khorim, seorang pengemudi mobil pribadi yang sudah lebih  sejam menanti. Ia menuturkan bahwa setelah menunggu dengan penuh harapan, tiba-tiba saja Pertalite yang ia incar habis tanpa peringatan. “Kami meminta kepada petugas keamanan untuk dapat menertibkan pembelian menggunakan jerigen, agar semua orang mendapatkan hak yang sama,” tambahnya, mencerminkan kekesalan yang dialami oleh seluruh pengguna jalan di Pesisir Selatan.

    Situasi ini menjadi cermin akan pentingnya pengelolaan yang lebih baik dalam distribusi BBM, demi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Alpin)



  • Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Barat Lakukan Penilaian Administrasi di Pesisir Selatan

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Tim Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat turun langsung ke Kabupaten Pesisir Selatan dalam rangka kegiatan penilaian administrasi serta pembinaan terhadap Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pesisir Selatan dan seluruh amal usaha yang berada di bawah naungan PDA setempat, Senin 26/5/2025

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja PWA Sumatera Barat dalam memperkuat tata kelola administrasi dan pembinaan organisasi di tingkat daerah. Tim penilai yang hadir terdiri dari Sekretaris PWA, Delvina, dan Bendahara PWA, Ermawati.

    Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan evaluasi terhadap sistem administrasi PDA Kabupaten Pesisir Selatan, termasuk pengelolaan dokumen dan pelaporan organisasi, serta administrasi amal usaha seperti sekolah, panti asuhan, dan amal usaha lainnya milik ‘Aisyiyah.

    Selain penilaian, tim juga memberikan pembinaan terkait penguatan organisasi, peningkatan kapasitas SDM, serta mendorong sinergi antara PDA dan amal usaha agar lebih optimal dalam melayani masyarakat.

    Kegiatan ini disambut antusias oleh ketua PDA Dra.Hj.Nasrida beserta  jajaran PDA Kabupaten Pesisir Selatan dan diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi ‘Aisyiyah di daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Alpin)



  • Paparan Capaian Program 100 Hari Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pessel

    Fokus pada Perbaikan Tata Kelola dan Kesejahteraan Masyarakat

    Painan – nrtvnews.live Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menggelar acara Paparan Capaian Perjalanan Program 100 Hari Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pessel, yang diadakan di Gedung Painan Convention Center (PCC) secara terbuka dan dihadiri berbagai elemen penting pemerintahan dan masyarakat, Kamis 5/6/2025

    Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni dan Wakil Bupati H. Risnaldi Ibrahim, serta Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Darmansyah, S.Ag, unsur Forkopimda, para Kepala OPD, pejabat eselon III dan IV, Camat se-Pessel, Wali Nagari, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Bupati H. Hendrajoni menyampaikan berbagai capaian awal yang telah dan sedang dijalankan oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa program-program yang dilaksanakan sejauh ini diarahkan sesuai dengan visi dan misi kepemimpinan periode ini, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

    Sementara itu, Wakil Bupati H. Risnaldi Ibrahim menekankan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan yang berbasis data dan fakta, bukan sekadar retorika. “Tata kelola pemerintahan tidak bisa hanya sekadar janji. Harus ada data yang konkret untuk dijadikan dasar kebijakan,” tegasnya.

    Ia juga mengangkat kondisi riil Kabupaten Pesisir Selatan, yang tengah berada dalam masa transisi dan menghadapi berbagai tantangan. “Kita harus jujur, saat ini kemiskinan masih sangat tinggi, pendapatan masyarakat tergolong rendah, bahkan moralitas sosial mengalami kemunduran. Ini tugas besar kita bersama,” ujar Wakil Bupati.

    Lebih lanjut H.Risnaldi menyampaikan  kabar yang menyedihkan dari sisi indikator makro. Berdasarkan data tahun 2024, Kabupaten Pesisir Selatan menempati urutan kedua setelah Kepulauan Mentawai dalam sejumlah indikator pembangunan daerah se-Sumatera Barat. Hal ini menunjukkan ketertinggalan kita dari kabupaten dan kota se Sumatera Barat oleh karena itu mari kita kejar  ketertinggalan itu dan memperbaiki kondisi daerah secara bersama – sama.

    Dari data yang dipaparkan oleh H.Risnaldi Ibrahim target 100 hari kerja  Bupati dan Wakil bupati sudah tercapai 87,3 parsen, target yang luar biasa dan mudah – mudahan  terget kedepannya berjalan dengan baik.

    Acara ini juga menjadi momentum refleksi dan komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus berbenah dan bekerja keras dalam mewujudkan Pessel yang lebih baik, adil, dan sejahtera (Alpin)



  • Kemenag Kabupaten Pessel Gelar FGD Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan

    Painan – nrtvnews.live

    Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, bertempat di Aula Raudhah Kantor Kemenag Kabupaten Pessel, Selasa (24/6/2025).

    Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kemenag Pessel, H. Yufrizal, S.Ag., M.H., dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lintas organisasi keagamaan serta pejabat struktural di lingkungan Kemenag Pessel.

    Turut hadir dalam FGD ini, Kasi Bimas Islam Drs. H. Firdaus,   Ketua Tim Bina  Paham Agama Kanwil  Provinsi Sumatera Barat Ahmad Muzani, MH, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pessel, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pessel yang diwakili oleh Elpinas, S.Kom.,Hirdamli, M.Ag., dan Dra. Hj. Betra Bothi

    Selain itu, juga hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pessel diwakili oleh Adril Maiyanto,M.Pd, akademisi Dr. Lukman Hakim, M.Pd., serta Ermawan, S.Ag. Dari Nahdlatul Ulama (NU), Ketua NU Pessel Subiyanto turut ambil bagian dalam diskusi tersebut.

    Seksi Bimas Islam Usri dan perwakilan Humas, Lisa Arischa, S.Sos., juga aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.

    H. Firdaus ketua panitia kegiatan  menyampaikan, kegiatan ini dipantau langsung oleh pusat  dalam rangka penguatan deteksi dini konflik berdimensi keagamaan.

    Dalam sambutannya, H. Yufrizal menyampaikan pentingnya sinergi antara Kemenag dan tokoh lintas agama dalam mengidentifikasi serta merespons potensi konflik sosial yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan. Cerita agama tidak terlepas dari upaya masyarakat dalam memahami agama itu sendiri.

    Kemajuan global harus kita desain selaras dengan perkembangan zaman, acara dibuka secara resmi oleh Kementerian Agama Pesisir Selatan.

    Ketua tim Bina  Paham Agama Kanwil Provinsi Sumatera Barat Ahmad Muzani, MH  menyampaikan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama perlu ada pengawasan kegiatan, Pengawasan kegiatan keagamaan dan memastikan kesesuaian dengan ajaran agama serta  memberikan  bimbingan dan nasihat kepada masyarakat tentang ajaran agama

    “FGD ini menjadi ruang strategis untuk mendengarkan pandangan dari berbagai unsur, agar kita mampu membangun sistem deteksi dini yang efektif dalam menjaga harmoni antarumat beragama di Pesisir Selatan,” ujarnya.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan diskusi yang konstruktif, membahas berbagai dinamika sosial-keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan.

    Melalui kegiatan ini, Kemenag Pessel berharap terciptanya kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial berbasis nilai-nilai keagamaan (Alpin)



  • Hamdanus Bagindo Rajo Intens Bangun Komunikasi dengan Tokoh Senior Olahraga Sumbar

    Padang – Calon Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus Bagindo Rajo, terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun olahraga di Ranah Minang. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh senior olahraga Sumatera Barat, Jumat 27/6/2025

    Baru-baru ini, Hamdanus bertemu dengan dua tokoh penting dunia olahraga Sumbar, yakni Prof. Syahrial Bakhtiar dan H. Sengaja Budi Syukur. Pertemuan berlangsung di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

    Menurut Hamdanus, komunikasi yang dibangun ini menjadi bagian penting dalam menyerap masukan, pengalaman, dan pandangan dari para tokoh senior. Ia meyakini, baik Prof. Syahrial maupun H. Sengaja Budi Syukur memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan olahraga Sumatera Barat di masa lalu dan dapat terus berperan strategis ke depan.

    “Kita tidak bisa membangun olahraga tanpa kolaborasi. Kehadiran tokoh-tokoh senior seperti Prof. Syahrial dan Pak Budi Syukur sangat berarti. Mereka punya pengalaman panjang dan wawasan luas yang bisa menjadi fondasi kuat untuk kemajuan olahraga di Sumatera Barat,” ujar Hamdanus.

    Pertemuan tersebut juga membahas berbagai tantangan dan potensi pengembangan olahraga di daerah, termasuk strategi pembinaan atlet muda dan penguatan organisasi olahraga di tingkat provinsi.

    Hamdanus menegaskan bahwa jika dipercaya memimpin KONI Sumbar, ia berkomitmen membangun KONI yang inklusif, kolaboratif, dan terbuka terhadap semua pihak demi kejayaan olahraga Sumatera Barat di kancah nasional maupun internasional (Alpin)



  • Membongkar Kasus PNPM Bayang Utara, Mengapa Hanya PGL yang Jadi Tersangka?

    Bayang Utara – nrtvnews.live Kasus dugaan penyalahgunaan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, mulai terang benderang. Banyak nama disebut-sebut meminjam uang dari dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok perempuan, namun ironi terjadi, hanya satu orang yang dijerat hukum, yakni PGL, sang bendahara.

    PGL telah divonis 4 tahun penjara serta denda Rp200 juta. Padahal, berdasarkan fakta-fakta penyidikan, sejumlah pejabat diketahui juga ikut menikmati dana bergulir tersebut. Di antaranya,

    Mantan Wali Nagari Muara Aie, inisial J, meminjam Rp200 juta

    Camat Bayang Utara, inisial RB, meminjam Rp115 juta

    Camat pengganti RB, inisial R, meminjam Rp8 juta

    Camat sebelumnya pada tahun 2017 yang ikut meng-ACC pinjaman wali nagari, juga disebut-sebut terlibat

    Individu lain seperti inisial Dt. RK (Rp4 juta), AVA (Rp2,5 juta), dan RS (Rp4 juta) dan banyak lagi yang  belum disebutkan.

    Sebagian dari mereka mengembalikan uang saat proses penyidikan berlangsung. Namun ironisnya, masih ada yang belum melunasi hingga putusan pengadilan, termasuk mantan Wali Nagari Muara Aie (inisial J) yang tersisa Rp60 juta belum dikembalikan.

    Pertanyaan Besar, Mengapa Hanya PGL?

    Padahal menurut informasi, PGL dalam kapasitasnya sebagai bendahara hanya menjalankan instruksi dan seluruh proses pinjam-meminjam diketahui oleh ketua PNPM dan anggota lainnya. Namun justru PGL seorang diri yang dijadikan tersangka dan dijatuhi vonis berat.

    Tak hanya itu, PGL bahkan di tuntut harus dan di putuskan untuk mengganti seluruh kerugian negara sebesar Rp1.186.686.000, sebuah langkah yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam putusan hukum.

    Yang lebih mengejutkan lagi bukti kwitansi pengembalian dari peminjam yg sudah di perlihatkan di persidangan dan bukti bahwasanya PGL telah mencicil sebagian hutangnya yang di bayarkan berupa Operasional yang di bayarkan lebih  kurang Rp.300 juta lebih dengan bukti  dan kwintasi yang ada untuk operasional  PNPM dan didukung dengan surat pernyataan oleh semua anggota PNPM  namun di persidangan  tidak di akui oleh jaksa dan tidak di pertimbangkan oleh hakim.

    Banding Demi Keadilan

    Kini PGL mengajukan banding untuk mencari keadilan. Ia mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang dimintai pertanggungjawaban, sementara aktor-aktor lain yang memiliki jabatan publik dan turut menerima manfaat dana PNPM luput dari jerat hukum.

    Yang lebih menyedihkan, dana PNPM sejatinya ditujukan untuk pemberdayaan kelompok perempuan. Namun kenyataannya, para peminjam justru didominasi oleh para pejabat pria, termasuk wali nagari dan camat.

    Kasus ini menjadi cermin suram praktik pengelolaan dana pemberdayaan yang menyimpang jauh dari tujuan semula. Jika hukum ingin ditegakkan dengan adil, seharusnya semua pihak yang turut menikmati dana tersebut ikut dimintai pertanggungjawaban. Masyarakat kini menunggu, apakah keadilan hanya milik mereka yang kuat?(Alpin)



  • Diskusi Santai Bersama Ketua Cabor Terkait Musyorda Koni Kabupaten Pessel

    Painan – nrtvnews.live Sejak penunjukan M. Adli sebagai Plt. Ketua Koni Kabupaten Pessel oleh Bupati Pessel, langkah ini dianggap sebagai terobosan penting untuk meningkatkan prestasi olahraga di Pesisir Selatan. M. Adli diberikan tanggung jawab besar untuk menyukseskan Musyawarah Olahraga Daerah (Musyorda) yang rencananya akan digelar pada bulan November mendatang, Senin 21/7/2025

    Dalam rangka mempersiapkan acara tersebut, sebuah diskusi santai digelar antara Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Dayung Caul, Ketua Cabor Forki Yulman, serta Epaldi Bahar yang pernah menyandang sabuk hitam dalam cabang olahraga karate. Diskusi ini juga dihadiri oleh David, seorang pemerhati olahraga, serta mantan atlet taekwondo-in, Alpin.

    Tujuan dari diskusi ini adalah untuk saling berbagi pemikiran guna membawa suasana baru dalam pengembangan olahraga di Kabupaten Pessel. Pada kesempatan tersebut, Caul mengungkapkan bahwa siapa pun yang nantinya akan duduk di kepengurusan Koni haruslah orang yang memiliki pemahaman mendalam tentang cabang olahraga yang mereka urus. Ia menegaskan, “Jangan sampai ada yang ditunjuk untuk mengurus Cabor, tetapi mereka tidak paham dengan olahraga itu sendiri.”

    Senada dengan itu, Epaldi Bahar menambahkan bahwa untuk mencapai kemajuan dan prestasi olahraga yang lebih baik, intrik politik harus dijauhkan. “Olahraga harus berjalan dengan lancar seperti air yang mengalir, tanpa ada intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan,” tegasnya.

    Epaldi juga menyoroti sikap pemerintah yang tidak terlalu ikut campur dalam pemilihan ketua Koni, asalkan keputusan tersebut bisa membawa kemajuan dan keselarasan dengan visi pembangunan olahraga di Pessel. “Tidak ada intervensi dari pemerintah terkait siapa yang akan menjadi ketua Koni. Yang terpenting adalah ketua Koni terpilih bisa bekerja sejalan dengan pemerintah dan membawa olahraga Pessel ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

    David, yang hadir dalam diskusi tersebut, memberikan beberapa masukan terkait peran serta masyarakat dalam mendukung kemajuan olahraga. Menurutnya, keberhasilan olahraga Pessel tidak hanya bergantung pada pengurus Koni saja, tetapi juga perlu adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.

    Sebagai penutup, Alpin, mantan atlet taekwondo-in, menegaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk mencetak atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Pessel di ajang nasional dan internasional.

    Diskusi santai ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam memajukan dunia olahraga di Kabupaten Pessel. Dengan komitmen bersama, harapan besar ditujukan untuk membawa Pessel menuju prestasi yang lebih gemilang di masa depan (Alpin)



  • Kecelakaan lalu lintas  Tunggal  merenggut Maut,  Mobil Sigra di Gurun Panjang Kapuh, Dua Orang Tewas di Tempat

    Tarusan – Pesisir Selatan  nrtvnews.live Kecelakaan maut terjadi di Gurun Panjang Kapuh, Kenagarian Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pada pukul 01.30 WIB. Sebuah mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi BH 1634 NY yang melaju dari arah Padang menuju Painan menabrak sebuah pohon kayu di pinggir jalan, Kamis 31/7/2025

    Dalam kejadian tragis ini, dua orang penumpang yang berada di dalam mobil dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, mobil tersebut mengalami kecelakaan akibat kehilangan kendali hingga menabrak pohon yang berada di tepi jalan.

    Kapolsek Tarusan, AKP. Donny Putra, SH, MH, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi secara mendadak, dan upaya penyelamatan dilakukan oleh  pihak kepolisian dan masyarakat setempat  Namun, sayangnya kedua korban tidak bisa diselamatkan. “Kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia di tempat, dan identitas korban sedang dalam proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Kapolsek Donny Putra.

    Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan ini. Kendati demikian, dugaan sementara adalah adanya faktor kelalaian pengemudi yang diduga mengantuk atau kondisi jalan yang licin akibat hujan.

    IDENTITAS KORBAN

    1. Nama  M. Rusli, Umur 53 Tahun,  Pekerjaan Swasta, Alamat Pemayung Kabupaten  Batang hari – Jambi. ( Pengemudi ).

    2. Nama  Wahyu Jumardi, Umur 54 Tahun,  pekerjaan Swasta,  Aamat Pematang Sulur  Jambi Kecamatan  Telanai Pura – Jambi.( Penumpang ).

    Kapolsek Tarusan AKP. Donny Putra, Sh, MH  juga  juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama, terlebih pada kondisi jalan yang licin dan rawan kecelakaan.(Alpin)



  • Cerint Iralloza Tasya Dorong Warga Padang Jaga Persatuan Lewat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

    Padang – nrtvnews.info Dalam upaya memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan, Anggota DPD RI Cerint Iralloza Tasya kembali menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kota Padang, Sumatera Barat, baru-baru ini. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Dalam pemaparannya, Cerint menekankan bahwa Empat Pilar—yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi utama yang harus dipegang teguh seluruh elemen bangsa.

    “Empat Pilar ini adalah pondasi yang membuat kita tetap berdiri sebagai bangsa yang berdaulat dan berkarakter. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memahami dan mengamalkan nilai-nilai ini agar tidak mudah tergerus oleh arus globalisasi,” tegas Cerint dalam acara tersebut.

    Menurutnya, keempat pilar tersebut tidak hanya sekadar konsep normatif, tetapi juga harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

    Acara sosialisasi berlangsung dengan antusias dan partisipatif. Peserta diberikan ruang untuk berdialog secara interaktif, menyampaikan pandangan, serta mengajukan pertanyaan seputar tantangan kebangsaan di era modern.

    Cerint  berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu semangat masyarakat Padang dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendorong peran aktif warga dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global ( Alpin)



  • Pilkada Pesisir Selatan 2024: Dua Paslon Berkompetisi

    Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan 2024 menandai perubahan signifikan dalam konteks pemilihan kepala daerah di wilayah ini. Untuk pertama kalinya, pemilihan ini hanya diikuti oleh dua pasangan calon (Paslon), yaitu Hendra Joni – Risnaldi Ibrahim dengan nomor urut 2, dan Rusmayul Anwar – Nasta dengan nomor urut 1. Keberadaan hanya dua Paslon ini menunjukkan bahwa Pesisir Selatan memiliki putra-putra terbaik yang bersedia mendedikasikan diri untuk kemajuan daerah, sebuah indikasi yang positif bagi masyarakat Pessel. Adanya dua Paslon ini juga memberikan peluang bagi pemilih untuk lebih fokus dalam memilih pemimpin yang tepat tanpa kebingungan dari calon lainnya yang biasa hadir dalam pemilihan sebelumnya.

    Profil Calon Paslon 

    Hendra Joni dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pengembangan masyarakat.  

    Risnaldi Ibrahim memiliki pengalaman dalam bidang pemerintahan dan pembangunan infrastruktur.

    Rusmayul Anwar sebelumnya menjabat di posisi strategis yang mendukung pembangunan daerah.

    Nasta dipercaya mampu mengurangi kesenjangan sosial dengan program-program inovatif.

    Keunikan Pilkada Pesisir Selatan 2024

    Keunikan Pilkada Pesisir Selatan 2024 terletak pada kehadiran hanya dua Paslon, yang memungkinkan pemilih untuk dengan lebih mudah membandingkan visi dan misi masing-masing. Pilihan ini memberikan kesempatan untuk membangun dialog yang konstruktif di antara pendukung kedua Paslon. Dalam konteks ini, diharapkan masyarakat dapat mengevaluasi program yang ditawarkan tanpa adanya distraksi dari jumlah calon yang berlebih. Dengan semangat ini, diharapkan proses demokrasi menjadi lebih sehat dan produktif.

    Pendekatan Pilkada Badunsanak dan Pentingnya Silaturahim

    Pilkada ini diharapkan mengusung konsep “Pilkada Badunsanak,” yang menekankan pentingnya hubungan kekeluargaan dan silaturahim antarwarga. Dengan pendekatan ini, masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam pemilihan dengan cara yang lebih harmonis dan saling menghargai. Silaturahim yang baik antar warga diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam menjaga kesatuan dan kebersamaan. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk tetap menjaga komunikasi dan hubungan baik meskipun memiliki pilihan yang berbeda.

    Etika Kampanye

    Penting untuk menghindari konflik dan serangan pribadi selama masa kampanye.

    Setiap calon diminta untuk fokus pada program dan visi misi masing-masing. 

    Etika dalam berkompetisi menjadi kunci untuk menjaga suasana kondusif di masyarakat.

    Masyarakat diharapkan untuk turut menjaga martabat dan kehormatan Paslon yang berkompetisi.

    Visi dan Misi Paslon untuk Pembangunan Pessel

    Kedua Paslon telah mengemukakan visi dan misi yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan Pesisir Selatan. Mereka berkomitmen untuk menciptakan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, dan peningkatan infrastruktur. Visi yang ditawarkan bertujuan untuk membawa Pessel menuju arah yang lebih baik, dengan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap program. Adalah penting bagi pemilih untuk memahami dan mempertimbangkan dengan baik visi yang ditawarkan sebelum memberikan hak suara.

    Ajakan untuk Mempertahankan Kebersamaan Pasca-Pilkada

    Setelah pilkada berlangsung, diharapkan masyarakat tetap saling menjaga kebersamaan dan kerukunan meskipun hasil pemilihan mungkin tidak sesuai dengan harapan. Saling menghormati setiap pilihan merupakan bagian integral dari budaya Minangkabau. Kebersamaan dan silaturahim yang telah terjalin tidak boleh hancur akibat perbedaan pilihan dalam pilkada. Masyarakat diharapkan dapat bersikap dewasa dalam menyikapi setiap hasil pemilihan dan tetap berkontribusi positif bagi pembangunan Pesisir Selatan ke depan.(Alpin)



  • Rang Pasisia NTB Bersatu Lagi! Empi Muslion Bawa Misi Kebangkitan dan Serahkan AD/ART dan Hasil Rakernas

    Mataram — Semangat kebangkitan Rang Pasisia di perantauan kembali menggema. Warga Persatuan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan siap bangkit dan mengaktifkan kembali roda organisasi.

    Hal itu mengemuka dalam kunjungan silaturahmi Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKPS, Empi Muslion ke DPW PKPS NTB, pada Kamis (16/7/2026).

    Dalam silaturahmi tersebut, Empi Muslion bertemu langsung dengan jajaran pengurus DPW PKPS NTB, di antaranya Wakil Ketua DPW PKPS NTB Mardanil, anggota PKPS Era Sukmawati, serta Riki partisan PKPS.

    Empi Muslion menyebutkan, kunjungan ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi DPP PKPS ke seluruh wilayah pasca Rakernas PKPS 2026 di Painan.

    Foto Empi Muslion

    “Kami bersilaturahmi untuk memastikan soliditas Rang Pasisia di NTB tetap terjaga. Kami mendapat informasi bahwa sejak Ketua PKPS NTB, Bapak Jamuris berpulang pada tahun 2024 lalu, kegiatan organisasi agak menurun. Karena itu kita dorong untuk bangkit kembali,” ujar Empi Muslion.

    Dalam pertemuan tersebut, DPP PKPS meminta agar keluarga besar PKPS NTB segera menggelar musyawarah untuk memilih kepengurusan baru yang definitif sesuai dengan AD/ART PKPS.

    Permintaan tersebut disambut antusias oleh pengurus NTB. Mardanil dan Era Sukmawati menyatakan siap dan bersemangat untuk segera memfasilitasi pertemuan musyawarah pemilihan pengurus baru. Hasil musyawarah nantinya akan dilaporkan langsung kepada DPP PKPS.

    Sebagai bentuk komitmen, pada kesempatan itu Waketum DPP PKPS Empi Muslion juga menyerahkan secara resmi dokumen AD/ART dan Program Kerja PKPS hasil Rakernas PKPS Tahun 2026 di Painan kepada pengurus DPW PKPS NTB.

    “Kami sudah serahkan AD/ART dan program kerja hasil Rakernas. Ini menjadi pedoman bagi kawan-kawan di NTB untuk kembali menjalankan kegiatan organisasi, baik kegiatan sosial, kekeluargaan, maupun pemberdayaan Rang Pasisia di rantau,” tambahnya.

    Dengan adanya silaturahmi ini, diharapkan PKPS NTB kembali aktif dan menjadi wadah pemersatu bagi seluruh perantau asal Pesisir Selatan yang ada di NTB.(Alp/Agm)