Menyingkap Pesona Teluk Sikulo, “Sorga Tersembunyi” di Pesisir Selatan dan PR Besar untuk Ekowisata Sumatera Barat
Oleh: Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd

Menyingkap Pesona Teluk Sikulo, “Sorga Tersembunyi” di Pesisir Selatan dan PR Besar untuk Ekowisata Sumatera Barat
Oleh: Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd
PESISIR SELATAN – Tidak bisa dipungkiri, pesona Pesisir Selatan Sumatera Barat telah lama memikat hati banyak traveler. Namun, di balik kemasyhuran Kawasan Mandeh, tersembunyi sebuah permata eksotis yang membuat siapa pun yang pernah ke sana rela menjadi “marketing gratis” untuk mengajak kerabatnya kembali, Painan 13 Juli 2026
Teluk Sikulo, adalah sebuah destinasi wisata bahari berupa teluk kecil yang terletak di Kampung Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan. Saking mempesona nya, pengunjung yang telah menaklukkan perjalanannya tak pelak menjulukinya sebagai “Bali-nya Pesisir Selatan” atau bahkan “Raja Ampat-nya Sumatera Barat”.

Foto Keindahan Original Teluak Sikulo Kenagarian Ampang Pulai Kecamatan Koto XI Tarusan
Perjalanan menuju Teluk Sikulo memang bukan sekadar wisata, melainkan sebuah petualangan. Pengunjung disuguhkan sensasi berayun di atas kapal membelah ombak, diiringi angin laut yang menyegarkan.
Namun, segala lelah dan durasi perjalanan yang dihabiskan seketika terbayar lunas saat mata disuguhkan panorama gugusan batu karang yang menjulang dan air laut yang begitu jernih. Nuansa alam yang masih asri di lokasi ini seolah mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kota, menyatu dengan alam, dan menemukan ketenangan.
Kendatipun memiliki panorama yang luar biasa, Teluk Sikulo masih menyimpan “pekerjaan rumah” (PR) besar terkait aksesibilitas dan kenyamanan. Alam memang menciptakan tantangan tersendiri: siklus pasang surut air laut.
Saat air surut, kapal tidak bisa merapat. Pengunjung terpaksa harus turun dan berjalan kaki menembus air, menginjak dasar laut yang berkarang. Bagi sebagian orang ini mungkin terasa mengasyikkan, namun bagi wisatawan keluarga atau lansia, ini adalah kendala besar. Lebih dari itu, dari kacamata ekowisata, menginjak terumbu karang secara langsung sangat merusak ekosistem laut yang justru menjadi daya tarik utama tempat ini.
“Kondisi ini baru akan berubah ketika air pasang, di mana kapal baru bisa masuk mendekati bibir teluk”.
Kondisi alam yang menantang ini sejatinya bisa disulap menjadi lebih elegan dengan sentuhan tangan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Pesisir Selatan. Solusi paling mendesak dan ramah lingkungan adalah pembangunan dermaga terapung (floating dock).
Dengan adanya dermaga terapung, kapal penumpang bisa bersandar dengan aman dan nyaman tanpa harus menunggu pasang tertinggi. Lebih penting lagi, dermaga ini akan melindungi terumbu karang dari kerusakan akibat injakan kaki pengunjung, sejalan dengan prinsip ekowisata yang berkelanjutan. Perbaikan infrastruktur jalan darat menuju titik keberangkatan kapal juga mutlak diperlukan agar akses menuju lokasi semakin mudah.
Tantangan lain yang tak kalah penting adalah adaptasi masyarakat setempat terhadap budaya wisata. Saat ini, masih beredar praktik pemungutan “uang kebersihan pulau”. Meskipun jika dirupiahkan hanya terbilang ribuan, konotasi dari istilah “uang kebersihan” di area alam liar terasa kurang profesional dan seringkali membuat pengunjung merasa kurang nyaman.
Di sinilah peran pendampingan masyarakat sangat dibutuhkan. Pemerintah dan pelaku wisata lokal perlu berkolaborasi untuk mengubah mindset dan sistem pemungutan. Ubahlah istilah tersebut menjadi “Tiket Konservasi” atau “Retribusi Pelestarian Lingkungan”.
Dengan perubahan narasi ini, pengunjung tidak akan merasa dipungut biaya liar, melainkan merasa berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian Teluk Sikulo. Dana tersebut pun bisa dikelola secara transparan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat untuk perawatan lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan harga diri destinasi, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat lokal secara bermartabat.

Foto Keindahan Original Teluak Sikulo Kenagarian Ampang Pulai Kecamatan Koto XI Tarusan
Pada akhirnya, kekayaan alam Pesisir Selatan adalah anugerah yang harus dijaga keseimbangannya. Harapan terbesar dari para pelaku wisata lokal, akademisi, dan pencinta alam sangat sederhana,
menciptakan repeat visitors—wisatawan yang datang kembali karena memperoleh pengalaman yang berkesan.
Wisatawan yang berkunjung hari ini diharapkan pulang dengan membawa kenangan indah, lalu kembali di kemudian hari bersama keluarga, sahabat, rekan kerja, bahkan rombongan wisata lainnya. Efek berantai seperti inilah yang akan menjadi promosi paling efektif bagi sebuah destinasi
Apabila Teluk Sikulo memperoleh dukungan infrastruktur yang memadai, dermaga yang ramah lingkungan, tata kelola destinasi yang profesional, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, bukan tidak mungkin kawasan ini akan tumbuh menjadi salah satu primadona ekowisata bahari di Sumatera Barat, bahkan di tingkat nasional maupun internasional.
Saat itu, Pesisir Selatan tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena keberhasilannya menghadirkan sebuah model pariwisata yang memadukan pesona alam, kearifan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

