Dr. Mardianton “Pergerakan Mahasiswa IMM Harus Jadi Manifestasi Trilogi Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas”

Balai Selasa – Pesisir Selatan nrtvnews.info Di tengah semangat kaderisasi yang menggelora, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pesisir Selatan menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) di Aula STAI Balaiselasa, Sabtu (1/11/2025).

Sebagai bagian inti dari rangkaian acara, Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd., CHt. tokoh muda Muhammadiyah yang kini menjabat sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesisir Selatan bidang Ekonomi dan Pariwisata hadir sebagai pemateri utama dengan tema sentral “Pergerakan Mahasiswa.”

Dengan latar belakang pengalaman organisasi yang mumpuni pernah menjabat Ketua Pemuda Muhammadiyah Pesisir Selatan dan aktif sebagai kader IMM, Dr. Mardianton menyampaikan materi yang tidak hanya berisi analisis historis, tetapi juga relevansi gerakan mahasiswa dalam konteks kekinian dan nilai-nilai gerakan Muhammadiyah.

“Mahasiswa bukan sekadar pelajar, melainkan agent of change, moral force, dan social control,” tegasnya di hadapan puluhan peserta DAD yang penuh antusias. Ia menekankan bahwa dalam perspektif IMM, pergerakan mahasiswa harus menjadi wujud nyata dari Trilogi IMM religiusitas yang kokoh berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, intelektualitas kritis yang solutif, serta humanitas yang peduli pada keadilan sosial.

Mengulas sejarah panjang gerakan mahasiswa di Indonesia mulai dari Sumpah Pemuda 1928 hingga peran sentral dalam Reformasi 1998, Dr. Mardianton mengingatkan bahwa setiap generasi mahasiswa memiliki tantangan dan panggilan zamannya. Namun, esensi gerakan tetap sama mengembangkan diri, mengawal kebijakan publik, membela yang terpinggirkan, dan turut membangun peradaban.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa IMM tidak hanya bergerak di ruang kampus, tetapi juga di tengah masyarakat melalui dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang berbasis ilmu, dialog, dan aksi nyata. “Gerakan IMM adalah gerakan kader. Kita tidak hanya mencetak aktivis, tapi pemimpin umat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Menyikapi tantangan zaman seperti individualisme, disinformasi digital, dan krisis kepemimpinan, Dr. Mardianton menegaskan bahwa Darul Arqam Dasar bukan akhir, melainkan awal dari komitmen seumur hidup. “DAD adalah fondasi spiritual-intelektual untuk membangun kesadaran gerakan yang militan namun visioner,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk tidak berhenti di pelatihan ini. “Aktiflah dalam diskusi, pengabdian, dan advokasi. Jadilah teladan akhlak di kampus dan masyarakat. Teruslah belajar melalui Darul Arqam Lanjutan dan pendidikan kader tingkat lanjut,” pesannya.

Di penghujung materi, Dr. Mardianton menutup dengan seruan penuh semangat,

“Tidaklah suatu kaum meninggalkan perjuangan, lalu Allah memberikan kemuliaan kepada mereka.”

Baginya, pergerakan mahasiswa IMM adalah amanah sejarah dan di tangan generasi muda inilah masa depan umat, bangsa, dan peradaban Islam berkemajuan akan ditentukan (Alpin)