
HMI Pessel Gelar Orasi Damai di Depan Kantor DPRD Pessel
Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pesisir Selatan menggelar aksi orasi di depan Kantor DPRD Pessel pada Senin, 01/9/ 2025.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi mereka terkait sejumlah isu nasional dan lokal yang dinilai penting untuk diperjuangkan.
Aksi orasi yang dimulai sejak siang hari tersebut, kemudian membawa mahasiswa untuk diterima di ruang rapat paripurna oleh Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, S.Ag, guna menyampaikan tuntutannya. Selain Ketua DPRD, hadir juga dalam ruang rapat Wakil Bupati Pessel, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, Kapolres Pessel AKBP. Derry Indra, SIK, Dandim 0311 Pessel Letkol. Czi Theodorus Sambua, S.T, M.Han yang baru saja menepati tugas baru di Pessel sebelumnya bertugas di Denzibang 5/l Padang, serta sejumlah anggota DPRD Pessel lainnya.

Orasi yang disampaikan oleh juru bicara HMI Pessel, Aldiansyah, menyoroti beberapa isu yang tengah menjadi perhatian publik. Beberapa tuntutan utama yang disampaikan oleh para mahasiswa adalah sebagai berikut,
Sahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, HMI Pessel mendesak agar rancangan undang-undang yang berkaitan dengan perampasan aset dari koruptor dapat segera disahkan sebagai upaya menanggulangi praktik korupsi yang marak terjadi.

Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati untuk Koruptor, Tuntutan ini bertujuan agar hukuman mati dapat diterapkan sebagai bentuk sanksi tegas terhadap pelaku tindak pidana korupsi, demi memberikan efek jera.
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan kritik terhadap beberapa kebijakan dan tindakan anggota DPRD Pessel, yang dinilai tidak mencerminkan integritas mereka. Salah satunya adalah soal pelaksanaan paripurna di hotel berbintang yang dilakukan oleh beberapa anggota DPRD Pessel di luar daerah, yang dinilai sebagai pemborosan anggaran dan ketidakseriusan dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Aldiansyah juga mengkritisi absensi kehadiran anggota DPRD Pessel dalam mengikuti rapat paripurna di kantor DPRD Pessel, yang dianggap tidak konsisten dengan kewajiban mereka sebagai pejabat publik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, S.Ag, menyatakan akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dengan mengadakan pembahasan lebih lanjut terkait isu-isu yang diangkat. Namun, Darmansyah juga mengimbau agar mahasiswa dapat terus menjaga dialog yang konstruktif dan mendukung langkah-langkah yang diambil untuk kemajuan Pesisir Selatan.

Aksi ini berakhir dengan ketenangan, meskipun ada beberapa ketegangan yang terjadi di awal orasi. Mahasiswa mengharapkan agar tuntutan mereka mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan anggota DPRD, sebagai bentuk komitmen untuk memberantas korupsi dan meningkatkan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan (Alpin)

