
Asisten I Buka Seminar Mediator LAKAM, Bahas Penyelesaian Sengketa Sako dan Pusako di Minangkabau
Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Bupati Pesisir Selatan yang diwakili oleh Asisten I, dr. Syahrizal Antoni, secara resmi membuka Seminar Mediator dengan tema “Peran Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) sebagai Mediator dalam Menyelesaikan Sengketa Sako dan Pusako di Minangkabau”, di Caffe Dena Carocok Painan Minggu, 4/1/2026
Dalam sambutannya, dr. Syahrizal Antoni menyampaikan bahwa keberadaan LAKAM sangat strategis dalam menjaga kelestarian adat Minangkabau, khususnya dalam penyelesaian konflik adat seperti sengketa sako dan pusako. Menurutnya, penyelesaian melalui jalur adat dan mediasi merupakan langkah bijak untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

Seminar ini menghadirkan Adv. Azwar Siri, SH, Med, CPL sebagai narasumber utama. Ia juga merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LAKAM. Dalam pemaparannya, Azwar Siri menjelaskan pentingnya peran mediator adat yang memahami nilai-nilai budaya Minangkabau, hukum adat, serta pendekatan keadilan restoratif dalam menyelesaikan sengketa warisan adat.
“Kunci penyelesaian sengketa sako dan pusako adalah musyawarah, pemahaman adat, serta keadilan yang berlandaskan nilai-nilai Minangkabau,” ujar Azwar Siri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendahara DPP LAKAM, Ibu Sari Wulandari, CPK, Ketua Umum LAKAM Pessel dr. H. Misri Hasanto, M.Kes, Ketua Harian H. Ikhlas Razuki, Sekretaris Ir. Febrianes, Wakil Sekretaris Elpinas, S.Kom serta Bendahara Liliy Karlina, SH, CAPLA, bersama jajaran pengurus LAKAM lainnya.
Seminar ini dipandu oleh Kasril, SH sebagai moderator dan diikuti oleh peserta dari berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, serta pemerhati hukum dan budaya.

Melalui seminar ini, diharapkan para mediator LAKAM semakin memiliki kapasitas dan pemahaman yang kuat dalam menyelesaikan sengketa adat secara damai, adil, dan bermartabat, demi menjaga keutuhan nilai-nilai adat Minangkabau di Pesisir Selatan.(Alpin)

