
Cerint Iralloza Tasya Dokter Muda dan Senator Termuda dari Ranah Minang yang Teruji dalam Aksi
Padang – nrtvnews.info di tengah dominasi figur-figur senior dalam politik nasional, nama Cerint Iralloza Tasya mencuat sebagai representasi generasi baru. Di usia 23 tahun, putri asal Sumatera Barat ini resmi tercatat sebagai anggota DPD RI termuda, sebuah pencapaian yang tidak hanya mencerminkan keberanian anak muda, tetapi juga kepercayaan besar dari masyarakat.
Tak sekadar politisi muda, Cerint juga menyandang gelar Sarjana Kedokteran, latar belakang yang membentuk cara pandangnya dalam melihat persoalan bangsa. Baginya, politik adalah perpanjangan tangan dari pengabdian bukan sekadar kekuasaan.
Dari Dunia Medis Menuju Panggung Politik
Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai pelayanan, Cerint memilih pendidikan kedokteran sebagai jalan awal pengabdian. Interaksi langsung dengan pasien semasa kuliah membuka matanya bahwa banyak persoalan kesehatan masyarakat bersumber dari kebijakan yang belum berpihak pada rakyat.
Kesadaran itu mendorong Cerint melangkah ke dunia politik. Ia meyakini bahwa perubahan sistemik hanya dapat diwujudkan melalui kebijakan di tingkat pusat, tanpa meninggalkan nilai empati yang ia pelajari sebagai calon dokter.
Tetap Kokoh di Tengah PSU Sumbar
Perjalanan politik Cerint tidak selalu mulus. Ketika Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Sumatera Barat, ia kembali turun langsung ke akar rumput. Dari pasar tradisional, surau, hingga nagari-nagari, Cerint menyerap aspirasi warga secara langsung.
Hasilnya terbilang fenomenal. Ia kembali meraih suara signifikan dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu peraih suara terbanyak.
Capaian ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan kedekatan dengan rakyat berbuah kepercayaan.
Terjun Langsung Saat Bencana Melanda
Komitmen Cerint tak berhenti pada janji kampanye. Saat banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, ia hadir langsung di lokasi terdampak. Tanpa protokoler berlebihan, Cerint membantu penyaluran bantuan sekaligus memantau kondisi kesehatan para pengungsi.
Dengan latar belakang medis, kehadirannya bukan hanya simbolik. Ia memastikan kelompok rentan mendapatkan perhatian, mulai dari anak-anak hingga lansia. Aksi tersebut memperlihatkan bahwa mandat politik baginya adalah tanggung jawab nyata, terutama di masa krisis.
Tiga Fokus Perjuangan di DPD RI
Kini duduk di Komite IV DPD RI yang membidangi keuangan negara dan pengawasan APBN, Cerint merumuskan perjuangannya dalam tiga fokus utama:
Pemerataan Layanan Kesehatan, termasuk pembenahan sistem BPJS dan peningkatan fasilitas medis hingga ke pelosok nagari.
Percepatan Pembangunan Daerah, agar Sumatera Barat memperoleh porsi pembangunan publik yang adil dan berkelanjutan.
Penguatan Ekonomi Kerakyatan, melalui pemberdayaan UMKM dan koperasi untuk melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal.
Simbol Harapan Generasi Muda
Kehadiran Cerint Iralloza Tasya di Senayan menjadi simbol bahwa politik dapat dijalani dengan hati nurani dan semangat pengabdian. Ia mematahkan anggapan bahwa usia muda identik dengan minim pengalaman.
Sebagai senator termuda, Cerint membawa harapan baru bagi generasi Minang dan anak muda Indonesia, bahwa perubahan dapat dimulai sejak dini, dengan keberanian, integritas, dan komitmen untuk melayani (Alpin)

