Doni Yusra TKS Kecamatan Ranah Pesisir Asesmen Dua Penyandang Disabilitas demi Alat Bantu dan Kemandirian

RANAH PESISIR – nrtvnews.info Senyum tipis dan tatapan penuh harap terpancar dari wajah Witri Santi. Harapan seorang ibu agar kedua buah hatinya mendapatkan hak dan kemandirian, kini terasa lebih dekat setelah Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui TKS Kecamatan Ranah Pesisir turun langsung ke kediamannya di Nagari Sungai Tunu Utara, Kecamatan Ranah Pesisir, Selasa (30/6/2026).

Kunjungan ini merupakan rangkaian asesmen data disabilitas yang dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kecamatan Ranah Pesisir, Doni Yusra, didampingi langsung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) Kemensos, Cendra Nilawati. Asesmen ini digelar dalam rangka pengusulan program Atensi (Atensi Rehabilitasi Sosial) Kemensos RI.

Fokus utama kunjungan kali ini tertuju pada dua bersaudara, Pelia Ulandari (23) yang menyandang disabilitas tuna wicara, dan Desraju Putra (17) dengan disabilitas intelektual. Meski memiliki keterbatasan, semangat keduanya untuk terus belajar patut diapresiasi. Kedua remaja ini diketahui masih aktif menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Ranah Pesisir.

Doni Yusra menjelaskan bahwa asesmen ini bukan sekadar pendataan administratif, melainkan langkah konkret jemput bola untuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan hak dasarnya.

“Kunjungan asesmen ini kami upayakan semaksimal mungkin agar Pelia dan Desraju segera mendapatkan alat bantu disabilitas. Hal ini merupakan bagian dari program Atensi Kementerian Sosial yang bekerja sama dengan Yayasan Intan Soeweno Bogor,” jelas Doni di sela-sela kegiatan asesmen.

Bagi Witri Santi, kehadiran tim Kemensos dan TKS Kecamatan bagai oase di tengah perjuangannya mendampingi kedua anak tercintanya. Dengan suara bergetar menahan haru, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian negara ini.

“Kami sangat mengharapakan anak-anak kami bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial. Kami butuh alat bantu agar mereka lebih mudah beraktivitas. Tapi lebih dari itu, kami juga sangat berharap ada bentuk pelatihan keahlian lainnya,” ungkap Witri.

Witri menambahkan, keahlian dan pelatihan sangat ia nantikan guna menunjang produktivitas kedua anaknya di masa depan. “Agar nanti mereka punya skill, bisa berkarya, dan tidak selamanya bergantung pada orang lain,” tambahnya penuh harap.

Respon cepat dan kolaborasi sinergis antara TKS Kecamatan setempat dan SDM Kemensos ini menjadi bukti nyata hadirnya negara bagi warga yang paling rentan. Ke depan, diharapkan melalui program Atensi ini, Pelia dan Desraju tidak hanya mendapatkan alat bantu fisik, tetapi juga bekal keterampilan untuk menyongsong masa depan yang lebih mandiri, berdaya, dan sejahtera. (Red)