Dosen Univesitas Taman Siswa Padang Serahkan Buku “Ekonomi Perkotaan” sebagai Wujud Pengabdian Ilmu untuk Negeri

Padang — Sumatera Barat nrtvnews.live  Dr. Yuni Candra, S.E., M.M., dosen Universitas Taman Siswa Padang, secara resmi menyerahkan buku terbarunya berjudul Ekonomi Perkotaan kepada Promotor, Prof. Dr. Yasri, MS, dan Ko-Promotor, Bapak Abror, S.E., M.E., Ph.D. Penyerahan yang penuh makna ini dilangsungkan dalam suasana khidmat, menjadi simbol puncak dari perjalanan akademik panjang yang dijalani Yuni Candra selama bertahun-tahun. Baginya, buku ini bukan sekadar karya akademik, melainkan persembahan ilmu untuk negeri, Selasa 12/8/2025

Buku Ekonomi Perkotaan merupakan hasil kolaborasi tiga akademisi lintas keilmuan: Dr. Yuni Candra, S.E., M.M, Dr. Mardianton, S.E.I., M.Pd., dan Dr. Edo Andrefson, S.E., M.M. Dalam karyanya, mereka menggabungkan teori ekonomi perkotaan modern dengan studi kasus lokal di Indonesia, mengupas tantangan kota-kota besar yang tumbuh cepat namun kerap dihadapkan pada masalah kemacetan, ketimpangan sosial, banjir, dan tata ruang yang tidak terencana dengan baik. Buku ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pengambil kebijakan, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum dalam memahami pentingnya pembangunan kota yang berkelanjutan dan inklusif.

Dalam pernyataannya, Yuni Candra menekankan bahwa buku ini lahir dari kegelisahan terhadap realitas perkotaan di Indonesia yang dinamis namun rentan terhadap disfungsi sistem. “Kota adalah motor ekonomi nasional, tapi tanpa tata kelola yang baik, ia bisa menjadi sumber masalah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak boleh diukur hanya dari pertumbuhan ekonomi semata, melainkan dari kualitas hidup warganya.

Buku ini juga menyentuh isu mutakhir seperti konsep smart city, di mana teknologi digital, big data, dan kecerdasan buatan diharapkan bisa menjadi solusi bagi efisiensi pelayanan publik dan pengelolaan kota. Namun, penulis mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat—keberhasilan smart city sangat bergantung pada tata kelola yang transparan, partisipasi masyarakat, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Penyerahan buku ini kepada promotor dan ko-promotor bukan hanya formalitas akademik, tetapi bentuk penghargaan mendalam terhadap peran mereka sebagai mentor, kritikus, dan inspirator. “Ini adalah ucapan terima kasih dalam bentuk karya,” kata Yuni. Kolaborasi multidisiplin dalam penulisan buku juga menjadi bukti bahwa permasalahan kota tidak bisa dipecahkan oleh satu disiplin ilmu saja, melainkan membutuhkan sinergi antara ekonomi, perencanaan, sosiologi, dan lingkungan.

Dengan diterbitkannya Ekonomi Perkotaan, para penulis berharap ilmu yang selama ini berada di ruang akademik dapat mengalir ke masyarakat luas dan menjadi kekuatan perubahan. “Ilmu yang tidak dipraktikkan hanyalah teks di rak perpustakaan. Tapi ilmu yang disebarluaskan, bisa menjadi dasar kebijakan yang berpihak pada rakyat,” pungkas Yuni. Buku ini diharapkan menjadi bagian dari upaya kolektif menata kota-kota Indonesia agar lebih adil, layak huni, dan berdaya saing di masa depan (Alpin)