Kapolres Pessel Gelar Forum Konsultasi Publik untuk Evaluasi dan Penyusunan Standar Pelayanan Tahun 2026

Pesisir Selatan – Polres Pesisir Selatan menggelar Forum Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan peninjauan ulang dan analisis evaluasi (Anev) Standar Pelayanan Publik Polres Pessel Tahun 2026, yang berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta elemen masyarakat lainnya, Kamis 18/6/2026

Kapolres Pessel AKBP Derry Indra, SIK, MH, yang berhalangan hadir karena sedang berada di kampung halaman akibat suasana duka keluarga, diwakili oleh Wakapolres Pessel Kompol H. Syafrizen, SH, Dt. Rang Batuah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Pejabat Utama Polres Pessel, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pessel Ahmat Hidayat, S.STP, M.Si, perwakilan Inspektorat, Kesbangpol Pessel, Ketua LKAAM Pessel H. Syafrizal Ucok, MM, Dt. Nan Batuah, PDM Pessel Elpinas, S.Kom, Adril Maiyanto, M.Pd dari NU Pessel, para narasumber, niniak mamak, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kompol H. Syafrizen terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Kapolres Pessel yang tidak dapat hadir secara langsung karena masih berada di kampung halaman.

Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dapat diminimalisir melalui sinergi seluruh elemen masyarakat dengan mengedepankan filosofi Minangkabau “Tigo Tungku Sajarangan”, yakni kebersamaan antara unsur adat, agama, dan pemerintah.

“Permasalahan yang terjadi di masyarakat tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada kepolisian. Peran niniak mamak sangat penting dalam memberikan nasihat dan pembinaan kepada anak dan kemenakan agar tidak terjerumus ke dalam perilaku menyimpang,” ujar Wakapolres.

Selain itu, Wakapolres juga mengajak pemerintah nagari untuk lebih aktif menyusun dan menerapkan Peraturan Nagari (Perna) yang dapat mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Ketua LKAAM Pessel H. Syafrizal Ucok, MM, Dt. Nan Batuah, dalam sambutannya menyoroti berbagai penyakit masyarakat yang saat ini menjadi perhatian bersama di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menurutnya, fenomena seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, tindak kekerasan, LGBT, serta berbagai bentuk penyakit masyarakat lainnya perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak.

“Permasalahan sosial yang berkembang saat ini membutuhkan keterlibatan semua unsur, baik pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama maupun masyarakat. Jika tidak ditangani secara bersama-sama, maka dampaknya akan semakin luas,” ungkapnya.

Lebih lanjut  acara  dilanjutkan  dengan  pemaparan dari   subbidang  yang ada di Polres Pessel  dalam rangka pelayanan kepada masyarakat seperti halnya  Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat lantas dan Kasat Narkoba dan dilanjutkan dengan tanya jawab serta  masukan  dan saran yang kotruktif  dari para peserta konsultasi public.

Lebih menarik lagi  terobosan dari Kasat Narkoba Pessel AKP. Andi Yasman, SH membentuk Kampung anti Narkoba yang akan dibentuk pernagari terobosan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua LKAAM Pessel  H. Syafrizal Ucok  datuak Nan Batuah serta para hadirin yang hadir.

Forum Konsultasi Publik ini menjadi wadah bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap pelayanan yang diberikan Polres Pessel. Diharapkan melalui kegiatan ini, kualitas pelayanan publik di lingkungan Polres Pesisir Selatan semakin meningkat dan mampu menjawab harapan masyarakat pada tahun  mendatang.(Alpin)