
MTsS Babussalam Air Haji Tuan Rumah Workshop Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning
Air Haji – Pesisir Selatan nrtvnews.info Sebuah langkah progresif ditunjukkan oleh enam madrasah swasta di Kabupaten Pesisir Selatan. Mereka berkumpul di MTsS Babussalam Air Haji untuk mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pengembangan Deep Learning, Selasa (23/9).
Kegiatan ini diikuti oleh 90 guru dari berbagai madrasah, yang datang dengan semangat untuk merevolusi cara mengajar di ruang kelas.
Workshop ini diinisiasi oleh MTsS Babussalam Air Haji bersama lima madrasah lainnya, MTsS Al Ma’ruf Pasar Kambang, MTsS Bahrul Ulum Sungai Tunu, MTsS Talang Sari Lunang, MTsS TI Nurul Yaqin Lunang, dan MAS Al-Kasyaf Salido.
Mengusung konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), kegiatan ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang tidak hanya bersandar pada transfer ilmu, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan spiritual peserta didik.

“Kami merasa terhormat dapat memfasilitasi kegiatan ini. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah swasta Pesisir Selatan,” ungkap Pandra Wandi, Kepala MTsS Babussalam Air Haji, selaku tuan rumah acara.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Sumardi, S.Ag., M.Pd., serta pengawas madrasah, Srianita Zauja, M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan workshop.
“Kurikulum Cinta ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menjadikan madrasah sebagai tempat belajar yang ramah, menyenangkan, dan penuh makna,” ujar Sumardi dalam sambutannya.
Belajar dengan Hati, Bukan Sekadar Hafalan
Kurikulum Berbasis Cinta mendorong para guru untuk menciptakan ruang kelas yang aman secara emosional, membangun relasi yang hangat dengan siswa, serta menanamkan nilai-nilai kasih sayang dalam proses belajar-mengajar.

Dengan pendekatan ini, siswa diajak belajar tidak hanya dengan otak, tetapi juga dengan hati—sebuah kombinasi yang dipercaya mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Selain KBC, workshop juga membahas pemanfaatan deep learning dalam proses pengajaran. Teknologi ini membuka peluang baru bagi guru untuk memahami pola belajar siswa secara lebih mendalam dan personal.
Menuju Transformasi Pendidikan Madrasah
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang makin kompleks, kehadiran Kurikulum Berbasis Cinta menjadi angin segar. Para guru yang hadir berharap workshop ini menjadi awal dari transformasi pendidikan madrasah di Kabupaten Pesisir Selatan.
Dengan semangat kolaboratif dan komitmen yang kuat, para pendidik ini siap melangkah lebih jauh mewujudkan madrasah sebagai tempat yang bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kasih dan karakter (Alpin/ICP)

