Muhammadiyah Sumbar Gelar Pengkajian Pendidikan Berbasis ABS-SBK di Istana Gubernur

Padang – Sumatera Barat nrtvnews.live Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat menggelar Pengkajian Muhammadiyah Tingkat Wilayah di Auditorium Istana Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (23/8). Acara ini mengangkat tema sentral seputar “Strategi Pengembangan Pengelolaan Pendidikan Berbasis Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)”.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang pendidikan dan keislaman, yaitu

Drs. Barlius, MM, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, yang membawakan materi bertema “Pengembangan Pengelolaan Pendidikan Berbasis ABS-SBK”.

Prof. Dr. Jamaris Dewan Pakar dari Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PWM Sumbar, yang memaparkan “Strategi Pengembangan Pengelolaan Pendidikan Berbasis ABS-SBK di Sumbar”. Sumatera Barat mempunyai  nilai – nilai yang unik  yang tidak dimiliki oleh provinsi lain yaitu Kemuhammadiyahan, Keminangkabauan dan ke Islaman,” Ujar Prof. Jamaris.

Prof. M. Zaim, M.Hum, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Sumbar, dengan materi “Pandangan Muhammadiyah dalam Menyusun Strategi Pengembangan Pengelolaan Pendidikan Berbasis ABS-SBK”.

Acara ini dipandu oleh moderator Nuraini, M.Ag, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting Muhammadiyah dan unsur pemerintahan daerah, termasuk

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, S.KM, M.KM yang mewakili Gubernur Sumbar,

Ketua PWM Sumbar Dr. Bakhtiar, M.Ag, Wakil Ketua  Buya Yosmeri, Buya Ki Jal Tanjung, buya Yusnipar,

Ketua LHKP PWM Sumbar Drs. Mansastri, MM, serta Pimpinan Daerah Se Sumatera Barat,  PDM Pessel diwakili oleh Elpinas, S.Kom dan Fakhrial Amir, Bsc.

Dalam sambutannya, Ketua PWM Sumbar Dr. Bakhtiar menegaskan pentingnya pembaruan sistem pendidikan di Sumatera Barat. “Sistem pendidikan di Sumbar harus terus dimodifikasi sesuai perkembangan zaman. Dulu, pendidikan di Sumbar menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan negara tetangga. Kini, justru kita yang harus belajar ke negara lain,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Provinsi Sumbar Arry Yuswandi yang membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan. “Muhammadiyah selalu hadir dengan solusi nyata dalam dunia pendidikan. Kami mengapresiasi inisiatif ini sebagai bagian dari pembangunan karakter dan budaya berbasis lokal yang Islami,” ucapnya.

Pengkajian ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah Sumatera Barat untuk meneguhkan komitmen dalam memperkuat sistem pendidikan yang berakar pada kearifan lokal dan nilai-nilai Islam, sejalan dengan filosofi ABS-SBK yang telah lama menjadi fondasi budaya masyarakat Minangkabau (Alpin)