
Pengkajian Muhammadiyah Wilayah Sumatera Barat Susun Kebijakan Partisipatif untuk Sumatera Barat yang Berkemajuan
Padang Sumatera Barat – nrtvnews.live Pengkajian Muhammadiyah tingkat wilayah Sumatera Barat yang digelar pada Sabtu (26/7) di Auditorium Gubernur Sumbar berhasil menarik perhatian berbagai kalangan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan dunia akademik.
Mengusung tema “Konstruksi ABS-SBK Pasca UU Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat Strategi Pembentukan Kebijakan Partisipatif untuk Sumatera Barat yang Berkemajuan,” pengkajian ini berfokus pada pembahasan bagaimana nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dapat berperan dalam menyusun kebijakan untuk kemajuan provinsi Sumatera Barat.
Acara dibuka oleh Sekretaris PWM Sumatera Barat, Drs. H. Apris, MM, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, termasuk Muhammadiyah, untuk mewujudkan Sumatera Barat yang lebih maju. H. Apris juga mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.
Tokoh Muhammadiyah dan Akademisi Memperkuat Diskusi
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah dan akademisi, di antaranya Sekretaris PWM Sumatera Barat Drs. H. Apris, MM, Bendahara PWM Dr. Murisal, M.Pd, dan Ketua LKHP PWM Drs. Hansastri, MM. Mereka turut memeriahkan diskusi mengenai bagaimana filosofi ABS-SBK yang mengedepankan kearifan lokal, adat, dan agama bisa diintegrasikan dengan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan partisipatif.
Diskusi dipandu oleh moderator, Rozidateno Putri Hanida, S.IP, M.PA, yang berhasil mengarahkan jalannya acara dengan lancar. Sejumlah pembicara lainnya, seperti Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd, SH, MH yang menyampaikan tentang Prespektif hukum serta Tenaga Ahli DPRD Sumbar Prof. H. M. Syayuti Dt. Rajo Pangulu, M.Pd, dan Prof. Dr. Ir. Puti Reno Raudha Thaib, M.P, menyampaikan wawasan tentang pentingnya kebijakan berbasis riset dan teknologi serta perlunya partisipasi masyarakat dalam setiap tahap pembangunan. Partisipasi Muhammadiyah dalam Pembangunan Sumatera Barat

Hadir pula perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan, Elpinas, S.Kom, yang menyampaikan aspirasi dari tingkat daerah mengenai peran aktif Muhammadiyah dalam pembangunan Sumatera Barat yang berkemajuan.
Diskusi dalam pengkajian ini menegaskan pentingnya kebijakan yang partisipatif sebagai kunci untuk menciptakan perubahan yang lebih baik. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan diharapkan dapat mewujudkan Sumatera Barat sebagai provinsi yang lebih maju dan berkeadilan, selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh Muhammadiyah dan masyarakat setempat.
Pentingnya Pembelajaran Filsafat ABS-SBK untuk Anak-Anak

Setelah pemaparan materi dari para pembicara, sesi tanya jawab pun berlangsung. Salah satu peserta, Dr. Murisal, M.Pd, mengangkat isu terkait kesenjangan informasi tentang filosofi ABS-SBK di kalangan anak-anak. Menurut Dr. Murisal, perlu ada upaya untuk mengenalkan filosofi ABS-SBK kepada anak-anak melalui media yang lebih menarik, seperti video singkat, agar mereka dapat dengan mudah memahami dan menyenangi materi tersebut.
Dengan semangat kebersamaan, pengkajian Muhammadiyah kali ini menjadi titik tolak yang penting untuk membangun Sumatera Barat yang berkemajuan. Melalui kolaborasi, pemikiran kritis, dan tindakan nyata, Sumatera Barat diharapkan dapat mencapai tujuannya sebagai provinsi yang makmur dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.(Alpin)

