Pilu di Usia 14 Tahun, Akbar Siswa MTsN Salido Berjuang Melawan Tumor Mediastinum di RSUP M. Jamil Padang

PESISIR SELATAN — nrtvnews.info Di usia yang seharusnya dipenuhi semangat belajar dan bermain bersama teman-teman sekolah, Akbar (14), siswa kelas 10 MTsN Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, kini hanya bisa terbaring lemah di ruang perawatan intensif RSUP M. Jamil Padang. Remaja asal Sungai Salak, Nagari Koto Rawang itu tengah berjuang melawan penyakit Tumor Mediastinum yang dideritanya sejak satu tahun terakhir.

Akbar merupakan anak pertama dari dua bersaudara, buah hati pasangan Muja dan Ratnawilis. Di balik senyum polosnya, tersimpan perjuangan panjang yang menguras tenaga, air mata, dan harapan kedua orang tuanya.

Menurut penuturan Ratnawilis, gejala sakit awalnya dirasakan Akbar berupa nyeri di bagian perut. Namun, seiring waktu kondisi kesehatannya terus memburuk. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan keluarga demi kesembuhan sang anak.

“Sebelum dirujuk ke M. Jamil Padang, Akbar sudah beberapa kali keluar masuk dirawat di RSUD M. Zein Painan dan RS BKM Sago. Tapi kondisinya belum juga membaik,” ujar Ratnawilis dengan suara lirih saat dihubungi pada Minggu (24/5/2026).

Satu minggu setelah Lebaran lalu, Akbar akhirnya dirujuk ke RSUP M. Jamil Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kini sudah dua bulan lamanya Akbar menjalani perawatan intensif di rumah sakit terbesar di Sumatera Barat itu.

Selama mendampingi putranya menjalani pengobatan, Ratnawilis dan suaminya tinggal di Rumah Singgah milik Lisda Hendrajoni, anggota DPR RI sekaligus istri Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.

“Alhamdulillah biaya pengobatan ditanggung BPJS. Tapi untuk biaya hidup sehari-hari selama di Padang sangat berat bagi kami,” tutur Ratnawilis sambil menahan tangis.

Muja, ayah Akbar, hanyalah seorang buruh tani di kampungnya. Penghasilan yang tidak menentu membuat keluarga kecil itu kini harus berjuang lebih keras demi bertahan hidup selama proses pengobatan Akbar berlangsung.

Kesedihan keluarga semakin terasa ketika Muja mengaku hingga kini belum ada kunjungan dari pihak sekolah sejak Akbar dirawat di RSUP M. Jamil Padang. Menurutnya, terakhir kali pihak sekolah datang menjenguk adalah saat Akbar sakit di rumah pada Desember 2025 lalu.

“Belum ada lagi datang sejak Akbar dirawat di Padang,” kata Muja pelan.

“Sementara itu, Kepala MTsN Salido, Suardi Nasution, saat dikonfirmasi mengenai kondisi siswanya tersebut mengaku baru menerima informasi terbaru tentang keadaan Akbar.

“Terima kasih atas informasinya, kami akan segera menindaklanjuti kondisi Akbar,” ujarnya singkat.

Di tengah keterbatasan ekonomi dan perjuangan panjang melawan penyakit ganas yang dideritanya, Akbar masih menyimpan harapan untuk sembuh dan kembali mengenakan seragam sekolahnya. Namun kini, yang paling dibutuhkan keluarga sederhana itu bukan hanya doa, melainkan juga perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak agar perjuangan Akbar tidak dilalui sendirian.(DAM)

[19.42, 24/5/2026] Alpin: “Sementara itu, Kepala MTsN Salido, Suardi Nasution, saat dikonfirmasi mengenai kondisi siswanya tersebut mengaku baru menerima informasi terbaru tentang keadaan Akbar.

“Terima kasih atas informasinya, kami akan segera menindaklanjuti kondisi Akbar,” ujarnya singkat.

Di tengah keterbatasan ekonomi dan perjuangan panjang melawan penyakit ganas yang dideritanya, Akbar masih menyimpan harapan untuk sembuh dan kembali mengenakan seragam sekolahnya. Namun kini, yang paling dibutuhkan keluarga sederhana itu bukan hanya doa, melainkan juga perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak agar perjuangan Akbar tidak dilalui sendirian.(Dam)