Rakik Maco Pesisir Selatan Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

PESISIR SELATAN –nrtvnews.info Sekretaris Jenderal PKPS, Bakri Maulana, SE., M.P, mengaku heran sekaligus mendapat protes dari seorang temannya setelah membeli oleh-oleh Rakik Maco di Bandara Internasional Minangkabau. Yang membuatnya terkejut, produk tersebut ternyata diproduksi di Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, bukan dari Pesisir Selatan yang dikenal sebagai daerah penghasil ikan maco.

“Teman saya bertanya, bukankah ikan maco berasal dari laut Pesisir Selatan? Lalu kenapa yang mengolah dan memasarkannya justru daerah lain?” ujar Bakri.

Foto Sekjend PKPS Bakri Maulana, SE,M.P bersama Istri Tercinta

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bakri menjelaskan bahwa masyarakat Pesisir Selatan selama ini lebih banyak berperan sebagai penangkap ikan. Setelah hasil tangkapan dijual, ikan tersebut dibeli oleh pelaku usaha dari daerah lain yang kemudian mengolahnya menjadi Rakik Maco dengan cita rasa yang lezat, kemasan yang rapi, dan tampilan yang menarik hingga layak menjadi oleh-oleh khas.

“Kita memiliki bahan baku yang luar biasa. Namun nilai tambahnya justru dinikmati oleh daerah lain karena mereka mengolah, mengemas, dan memasarkannya dengan baik,” katanya.

Foto Sekjend PKPS bermain Jet Ski Bersama Istri Tercinta

Menurut Bakri, kondisi ini seharusnya menjadi motivasi bagi pelaku UMKM Pesisir Selatan untuk mulai berani naik kelas. Potensi daerah tidak cukup hanya berhenti pada hasil tangkapan laut, tetapi harus mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang dapat bersaing di pasar modern, pusat oleh-oleh, hingga bandara.

“Kalau orang lain bisa membuat Rakik Maco yang berkualitas dari ikan yang berasal dari laut kita, maka masyarakat Pesisir Selatan tentu lebih mampu melakukannya. Yang dibutuhkan adalah kemauan untuk berinovasi, meningkatkan kualitas produksi, memperbaiki kemasan, serta memperkuat strategi pemasaran,” tegasnya.

Foto Sekjend PKPS Bakri Maulana, SE, M.P berfose ditengah laut bersama Jet Ski yang di kendarainya

Bakri berharap pemerintah daerah, perantau, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama membina UMKM agar produk-produk khas Pesisir Selatan menjadi kebanggaan daerah dan mampu menguasai pasar.

“Sudah saatnya produk olahan dari hasil laut Pesisir Selatan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan hanya menjual bahan baku, tetapi juga menjual kreativitas, kualitas, dan nilai tambah. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat dan nama Pesisir Selatan semakin dikenal melalui produk-produk unggulannya,” pungkasnya.(Alpin)