RDP PPNI dengan DPRD Pessel Berlangsung Tegang, DPRD Tegaskan Bangunan Mirip Klenteng Harus Disikapi

Pesisir Selatan — nertvnews.info Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PPNI dengan DPRD Kabupaten Pesisir Selatan berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Pessel, Senin (18/5). Pertemuan tersebut membahas polemik bangunan yang disebut masyarakat menyerupai klenteng dan dinilai tidak sesuai dengan kearifan lokal.

RDP dihadiri perwakilan PPNI, Rafi Ariansyah, bersama niniak mamak Datuk Ice, Ketua  Aliansi Peduli Masyarakat Nagari Simon Tanjung dan sejumlah rekan lainnya. Turut hadir Penasehat Hukum PPNI, Nof Erika.

Dari unsur DPRD hadir Ketua DPRD Pessel Darmasyah, Wakil Ketua Dani Syofian dan Ermizen, serta sejumlah anggota DPRD lainnya.

Sementara dari pihak Pemerintah Daerah hadir Asisten I Setdakab Pessel H. Syarial Antoni bersama Kepala Dinas PUPR, Kadispora Ronal, Kadis Perizinan Hidayat, Kepala Kesbangpol Marzan, Kadis Satpol PP, serta perwakilan Kapolres Pessel yang diwakili Kabag Ops dan sejumlah undangan lainnya.

Sempat Terjadi Ketegangan

Sebelum rapat dimulai, suasana sempat memanas antara Ketua DPRD dengan Ketua PPNI. Ketegangan terjadi setelah Ketua PPNI menyinggung ketidakkonsistenan jadwal rapat yang sebelumnya ditetapkan pukul 10.00 WIB, namun baru dimulai hampir pukul 11.10 WIB.

Sejumlah awak media yang mengikuti jalannya rapat menilai DPRD Pessel belum siap menerima kritik terkait pelaksanaan tugas dan fungsi mereka.

DPRD Bangunan Itu Memang Klenteng

Dalam kesimpulan RDP, anggota DPRD dari Komisi IV Nasrul menegaskan bahwa bangunan yang dipersoalkan masyarakat memang merupakan klenteng dan harus segera disikapi oleh pemerintah daerah.

Ketua DPRD Pessel menyatakan pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap bangunan tersebut.

“Kalau bangunan itu tidak sesuai dengan kearifan lokal dan tidak diterima masyarakat, maka harus segera dirubah,” tegas Ketua DPRD.

Ketua DPRD Kecewa dengan Jawaban Investor

Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Pessel juga mengaku kecewa terhadap jawaban dari pihak investor yang dinilai tidak mampu memberikan kepastian terkait tenggang waktu perubahan bangunan tersebut.

“Kalau investor tidak bisa menjawab kapan bangunan klenteng itu dirubah, kenapa saudara datang ke sini?” ucap Ketua DPRD dengan nada tegas.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya sebagai wakil rakyat harus berpihak kepada masyarakat.

“Saya ini perwakilan rakyat dan harus berpihak kepada rakyat,” tutupnya ( Alpin)