Author: alpin


  • RDP PPNI dengan DPRD Pessel Berlangsung Tegang, DPRD Tegaskan Bangunan Mirip Klenteng Harus Disikapi

    Pesisir Selatan — nertvnews.info Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PPNI dengan DPRD Kabupaten Pesisir Selatan berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Pessel, Senin (18/5). Pertemuan tersebut membahas polemik bangunan yang disebut masyarakat menyerupai klenteng dan dinilai tidak sesuai dengan kearifan lokal.

    RDP dihadiri perwakilan PPNI, Rafi Ariansyah, bersama niniak mamak Datuk Ice, Ketua  Aliansi Peduli Masyarakat Nagari Simon Tanjung dan sejumlah rekan lainnya. Turut hadir Penasehat Hukum PPNI, Nof Erika.

    Dari unsur DPRD hadir Ketua DPRD Pessel Darmasyah, Wakil Ketua Dani Syofian dan Ermizen, serta sejumlah anggota DPRD lainnya.

    Sementara dari pihak Pemerintah Daerah hadir Asisten I Setdakab Pessel H. Syarial Antoni bersama Kepala Dinas PUPR, Kadispora Ronal, Kadis Perizinan Hidayat, Kepala Kesbangpol Marzan, Kadis Satpol PP, serta perwakilan Kapolres Pessel yang diwakili Kabag Ops dan sejumlah undangan lainnya.

    Sempat Terjadi Ketegangan

    Sebelum rapat dimulai, suasana sempat memanas antara Ketua DPRD dengan Ketua PPNI. Ketegangan terjadi setelah Ketua PPNI menyinggung ketidakkonsistenan jadwal rapat yang sebelumnya ditetapkan pukul 10.00 WIB, namun baru dimulai hampir pukul 11.10 WIB.

    Sejumlah awak media yang mengikuti jalannya rapat menilai DPRD Pessel belum siap menerima kritik terkait pelaksanaan tugas dan fungsi mereka.

    DPRD Bangunan Itu Memang Klenteng

    Dalam kesimpulan RDP, anggota DPRD dari Komisi IV Nasrul menegaskan bahwa bangunan yang dipersoalkan masyarakat memang merupakan klenteng dan harus segera disikapi oleh pemerintah daerah.

    Ketua DPRD Pessel menyatakan pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap bangunan tersebut.

    “Kalau bangunan itu tidak sesuai dengan kearifan lokal dan tidak diterima masyarakat, maka harus segera dirubah,” tegas Ketua DPRD.

    Ketua DPRD Kecewa dengan Jawaban Investor

    Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Pessel juga mengaku kecewa terhadap jawaban dari pihak investor yang dinilai tidak mampu memberikan kepastian terkait tenggang waktu perubahan bangunan tersebut.

    “Kalau investor tidak bisa menjawab kapan bangunan klenteng itu dirubah, kenapa saudara datang ke sini?” ucap Ketua DPRD dengan nada tegas.

    Ia juga menegaskan bahwa dirinya sebagai wakil rakyat harus berpihak kepada masyarakat.

    “Saya ini perwakilan rakyat dan harus berpihak kepada rakyat,” tutupnya ( Alpin)



  • Imral Adenansi Terpilih Aklamasi Pimpin DPD IKADIN Sumbar, Musda Berlangsung Dinamis

    Ikatan Advokat Indonesia atau IKADIN Sumatera Barat resmi menetapkan Imral Adenansi sebagai Ketua DPD IKADIN Sumatera Barat periode terbaru melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Ballroom Hotel Basko Padang, Minggu (17/05).

    Pemilihan berlangsung secara aklamasi setelah forum Musda melewati empat sesi pleno yang berjalan cukup dinamis. Sejumlah interupsi dari peserta yang berasal dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Sumatera Barat serta jajaran pengurus DPD mewarnai jalannya sidang, terutama terkait tata tertib Musda dan kriteria pencalonan bakal calon ketua.

    Sidang Musda dipimpin oleh presidium yang diketuai Dudung Abdul Razak dengan anggota presidium Widya Sulastri dan Trisno Waldi.

    Meski berlangsung alot, forum akhirnya mencapai mufakat dan menetapkan Imral Adenansi sebagai nahkoda baru organisasi advokat tersebut di Sumatera Barat.

    Dibuka DPP IKADIN Secara Daring

    Musda IKADIN Sumatera Barat tahun 2026 dibuka langsung oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKADIN secara daring yang disaksikan seluruh peserta di Ballroom Hotel Basko Padang.

    Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal DPP IKADIN, M. Rasyid Ridho menegaskan bahwa Musda merupakan proses penting dalam regenerasi kepemimpinan organisasi.

    “Musyawarah Daerah adalah prosesi suksesi kepemimpinan organisasi. Karena itu, azas musyawarah dan mufakat harus menjadi jalan utama yang ditempuh,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada peserta Musda yang tetap menjunjung nilai demokrasi dan kebersamaan dalam forum organisasi.

    “Kami bangga, masyarakat Minangkabau yang identik dengan budaya musyawarah mufakat mampu melahirkan kepemimpinan DPD IKADIN yang bijak dan visioner demi kemajuan organisasi ke depan,” tambahnya.

    Siap Mengabdi untuk Kemajuan IKADIN

    Usai ditetapkan secara aklamasi, Imral Adenansi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin IKADIN Sumatera Barat.

    Dalam sambutannya, Imral menegaskan komitmennya untuk mengabdikan diri secara penuh demi membesarkan organisasi advokat tersebut di Ranah Minang.

    “Saya ucapkan terima kasih atas amanah ini. Semoga saya diberi kekuatan untuk memimpin IKADIN satu periode ke depan. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin IKADIN akan tumbuh dan semakin besar di Sumatera Barat,” ungkapnya.

    Terpilihnya Imral Adenansi diharapkan menjadi momentum baru bagi IKADIN Sumatera Barat untuk semakin solid, profesional, dan aktif dalam memperjuangkan peran advokat serta penegakan hukum di daerah.(Alpin)



  • Kacabdin Wilayah VII Sumbar dan Kajari Pessel Bahas Sinergi Membangun Pendidikan Lebih Baik

    Pesisir Selatan – Painan  nrtvnews.info Muslim Arif menggelar diskusi ringan bersama Mohd Radyan di Kantor Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Kamis (14/5). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi demi mendorong kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak membahas berbagai langkah strategis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, transparan, dan berkualitas di masa mendatang. Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum dalam mendukung pembinaan generasi muda.

    Kacabdin Wilayah VII Sumbar, Muslim Arif, menyampaikan bahwa pendidikan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen, termasuk institusi penegak hukum, agar tercipta sistem pendidikan yang sehat dan berintegritas.

    Sementara itu, Kajari Pesisir Selatan, Mohd Radyan, S.H., M.H., menegaskan komitmen Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan untuk terus mendukung program-program pendidikan yang berdampak positif bagi masyarakat dan pelajar.

    Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumbar dan Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan dalam menghadirkan pendidikan yang maju, aman, dan berdaya saing di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • PWM Sumbar dan PDM Pessel Matangkan Rencana SMP Muhammadiyah Bayang Jadi Boarding School

    Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti hasil Putusan Pleno ke-163 PWM Sumbar terkait pengembangan SMP Muhammadiyah Bayang menjadi sekolah berbasis Boarding School.

    Rapat tersebut dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumbar pada Rabu, 13 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan sistem pendidikan berasrama yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Hadir dalam rapat tersebut sejumlah pimpinan PWM Sumbar, di antaranya Buya Dr. Bakhtiar, Buya  Ir. Yosmeri Yusuf, Buya H.Drs. Jon Misfar, serta Buya Mahardi.

    Sementara dari PDM Pesisir Selatan turut hadir Adril Maiyanto, Elpinas, H. Mardani, Hj. Nasrida, dan Yuliandri.

    Dalam rapat tersebut, peserta membahas berbagai aspek penting terkait persiapan Boarding School, mulai dari persoalan teknis, kesiapan sarana dan prasarana, hingga proses perizinan sekolah. Selain itu, dibahas pula strategi penerimaan peserta didik baru yang direncanakan mulai dibuka pada tahun ajaran ini.

    Sebagai bentuk penguatan tata kelola sekolah, rapat juga menetapkan susunan Badan Pengawas Sekolah (BPS) SMP Muhammadiyah Bayang. Jabatan Ketua dipercayakan kepada Buya Emilzon Taslim. Sementara posisi Wakil Ketua diamanahkan kepada Elpinas, Sekretaris kepada H. Mardani, Wakil Sekretaris kepada Adril Maiyanto, serta Bendahara kepada Hj. Nasrida.

    Untuk mempersiapkan operasional sekolah, Yuliandri ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah.

    PWM Sumbar berharap perubahan SMP Muhammadiyah Bayang menjadi Boarding School dapat menjadi pusat pendidikan Islam modern yang unggul, berkarakter, dan mampu mencetak generasi berakhlak mulia serta berprestasi di Sumatera Barat.(Alpin)



  • IPSI Pessel Bentuk Panitia Seleksi Porprov 2026, Targetkan Emas di Semua Kelas

    Painan — nrtvnews.info Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar rapat pembentukan panitia seleksi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kacabdin Painan, Jumat (8/5/2026).

    Rapat dipimpin langsung oleh Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif, S.Pd.I, bersama jajaran pengurus dan unsur pimpinan IPSI Pessel lainnya.

    Dalam pertemuan itu, dibahas langkah strategis persiapan atlet, pembinaan, hingga target prestasi pada ajang Porprov mendatang.

    Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris IPSI Pessel Syafridon, SHI, K.Ka, Bendahara  Zicrie Ramadhan, Spd,  Ketua I Afdalia Melico, S.Si,  M.Pd, Ketua II Rino Yuhanda, SHI, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Dudi Mauludin, M.Pd.Kons, Bimpres Nofitri Ariani, S.Si, Anggota Pembibitan dan Pemasalan Fatmawati, S.Pd, Ketua Lembaga Wasit Juri Dodi Eka Putra, S.Pd, Ketua Lembaga Pelatih Joni Hendra, serta unsur pimpinan lainnya.

    Ketua IPSI Pessel Muslim Arif menyampaikan bahwa pembentukan panitia ini menjadi langkah awal dalam memperkuat persiapan menuju Porprov Sumbar 2026. Ia menegaskan, IPSI Pessel menargetkan prestasi maksimal dengan meraih medali emas di seluruh kelas yang dipertandingkan.

    “Target kita jelas, bagaimana atlet-atlet IPSI Pessel mampu tampil maksimal dan membawa pulang medali emas dari semua kelas yang diikuti pada Porprov nanti,” ujar Muslim Arif.

    Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pengurus, pelatih, official, dan atlet melalui pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan.

    Selain membahas pembentukan panitia, rapat juga menyoroti program pembibitan atlet, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta kesiapan teknis menghadapi agenda kejuaraan tingkat provinsi tersebut.

    Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pengurus, IPSI Pessel optimistis mampu menjadi salah satu kekuatan utama cabang pencak silat pada Porprov Sumatera Barat 2026.(Alpin)



  • Oleh : Arry Yuswandi

    [Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat]

    Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Menguat di Awal 2026

    Oleh : Arry Yuswandi

    [Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat]

    Perekonomian Provinsi Sumatera Barat menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan pada awal tahun 2026. Di tengah dinamika global dan proses pemulihan pascabencana, ekonomi daerah ini mampu tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan I 2026.  Data ini berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik Sumatera Barat, 5 Mei 2026.

    Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi daerah relatif stabil dan mulai kembali menemukan momentumnya. Tidak hanya secara tahunan, secara triwulanan (quarter-to-quarter) ekonomi Sumatera Barat juga tumbuh sebesar 3,15 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya akselerasi aktivitas ekonomi setelah sempat mengalami tekanan pada periode akhir 2025.

    Struktur ekonomi Sumatera Barat masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 22,03 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hal ini menegaskan bahwa karakter ekonomi daerah ini masih sangat berbasis sumber daya alam dan sektor primer.

    Namun demikian, sektor-sektor lain juga menunjukkan kontribusi yang semakin signifikan, terutama perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, konstruksi, serta industri pengolahan. Kelima sektor ini menjadi leading sectors yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara simultan dan memperlihatkan adanya dinamika ekonomi yang semakin beragam.

    Jika ditelusuri lebih dalam, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan ini ditopang oleh beberapa faktor utama. Dari sisi lapangan usaha, sektor perdagangan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kontribusi sekitar 1,02 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi.

    Peningkatan ini didorong oleh naiknya aktivitas konsumsi masyarakat, terutama selama momentum Ramadhan dan Idul Fitri, serta lonjakan transaksi perdagangan elektronik yang tumbuh lebih dari 50 persen.

    Dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi sekitar 1,99 persen. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya impor barang modal hingga 143,50 persen, termasuk mesin, alat berat, dan peralatan industri.

    Investasi tersebut berkaitan erat dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi pascabencana yang menjadi fokus pemerintah daerah dalam memulihkan aktivitas ekonomi.

    Selain itu, ekspor juga menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Ekspor barang luar negeri tumbuh 19,91 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 1,94 persen. Komoditas unggulan seperti minyak sawit (CPO) menjadi tulang punggung ekspor dengan pangsa mencapai lebih dari 80 persen.

    Di samping itu, produk kimia berbasis gambir juga mengalami lonjakan permintaan global yang signifikan, mencerminkan peluang ekspor nonmigas yang semakin terbuka.

    Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi daerah, meskipun pertumbuhannya relatif moderat. Momentum Ramadhan dan Idul Fitri memberikan dorongan signifikan terhadap belanja masyarakat, terutama pada sektor makanan, minuman, dan jasa.

    Namun, terdapat indikasi bahwa konsumsi masyarakat, khususnya di sektor agraris, masih cenderung stagnan. Hal ini tercermin dari indeks konsumsi petani yang hanya tumbuh tipis sekitar 0,52 persen.

    Di sisi lain, peningkatan tabungan masyarakat dan pertumbuhan kredit konsumsi menunjukkan adanya kehati-hatian dalam belanja, sekaligus mencerminkan optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan.

    Dari sisi fiskal, konsumsi pemerintah juga mengalami pertumbuhan yang didorong oleh peningkatan belanja pegawai, termasuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, belanja barang dan jasa justru mengalami kontraksi cukup dalam akibat efisiensi anggaran dan keterlambatan proses pengadaan di awal tahun.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa peran fiskal pemerintah masih penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi perlu diimbangi dengan efektivitas belanja agar dampaknya lebih luas dan terasa bagi masyarakat.

    Secara sektoral, hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor pengadaan listrik dan gas yang mengalami kontraksi. Menariknya, sektor dengan pertumbuhan tertinggi justru berasal dari penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh hingga 17,77 persen.

    Hal ini mengindikasikan mulai pulihnya sektor pariwisata dan ekonomi berbasis jasa. Selain itu, sektor jasa keuangan dan jasa lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang tinggi, menandakan bahwa diversifikasi ekonomi mulai berkembang dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sektor primer.

    Dalam konteks regional, Sumatera Barat menyumbang sekitar 6,83 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatera dan 1,51 persen terhadap perekonomian nasional.

    Dari sisi pertumbuhan, Sumatera Barat berada pada peringkat keempat di antara provinsi di Pulau Sumatera, menunjukkan daya saing ekonomi yang cukup kuat meskipun bukan yang terbesar secara kontribusi. Posisi ini menjadi penting sebagai indikator bahwa Sumatera Barat mampu bersaing dalam dinamika ekonomi kawasan.

    Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada Triwulan I 2026 mencerminkan proses pemulihan yang semakin solid. Kombinasi antara meningkatnya investasi, kuatnya ekspor, dan membaiknya konsumsi domestik menjadi fondasi utama pertumbuhan.

    Namun demikian, sejumlah tantangan tetap perlu diantisipasi, seperti ketergantungan pada komoditas ekspor tertentu seperti CPO, konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, efisiensi belanja pemerintah, serta ketimpangan antar sektor dan wilayah.

    Ke depan, strategi pembangunan ekonomi Sumatera Barat perlu diarahkan pada penguatan sektor hilir, diversifikasi ekonomi, serta peningkatan daya beli masyarakat agar pertumbuhan yang terjadi tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.(Alpin)



  • PMI Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Siap Perkuat Aksi Kemanusiaan 2025–2030

    Pesisir Selatan — nrtv news.info Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dan mengikuti orientasi di Aula Ruang Rapat Sekda  Kabupaten Pessel. Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur penting daerah dan provinsi.

    Turut hadir Ketua PMI Sumatera Barat Drs. Aristo Munandar Dt. Bagindo Kayo, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Buya Zaitul Ikhlas, Raflis, dan Hidayatul Irwan. Selain itu, Anggota DPR RI Hj. Lisda Hendrajoni, Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni, jajaran kepala OPD, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, pengurus PMI, relawan, insan media, serta tamu undangan lainnya juga tampak memenuhi ruangan acara.

    Ketua PMI Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelantikan tersebut. Ia menegaskan komitmen PMI untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.

    Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni dalam arahannya menekankan pentingnya dukungan lintas sektor terhadap PMI. Ia secara tegas meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dan membantu kegiatan PMI.

    “Kalau ingin masuk surga, bantu PMI,” ujar Hendrajoni dengan penuh penekanan, yang disambut antusias oleh para hadirin.

    Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Agustina Rahmadani, S.ST, MM yang juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan PMI Pessel, serta Direktur RSUD M. Zein Painan dr. Dona Hamrita, M.Kes yang dipercaya sebagai bendahara PMI.

    Adapun susunan pengurus PMI Pesisir Selatan masa bakti 2025–2030 antara lain:

    Ketua: Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag

    Sekretaris: Refa Linda Asyuni, A.Mp

    Ketua Bidang Organisasi: Depi Yuli Hendri, SH

    Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik: Dedy Hendra Wijaya, S.Kom

    Ketua Bidang Yankessos dan Donor Darah: Lahardi Peterson, ST

    Ketua Bidang SDM dan Diklat: Andi Syafinal, M.Si

    Ketua Bidang Humas: Elpinas, S.Kom, CCNA

    Ketua Bidang Antar Lembaga: Suhendri Yatno, SH, MH

    Bendahara: dr. Dona Hamrita, M.Kes

    Anggota: Junaidi, Akhiyen Nuardi, S.Ag, M.Pd, Oriza Dharma, ST, MM, dan Don Rinaldi, S.Pd, M.Pd

    Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan PMI Pesisir Selatan semakin solid dan responsif dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial lainnya di tengah masyarakat.(Alpin)



  • Tokoh Masyarakat Soroti Pembangunan Klenteng di Pulau Cubadak Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Pesisir Selatan menyampaikan pandangan mereka terkait pembangunan sebuah klenteng di Pulau Cubadak, kawasan Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa 5/5/2026

    Salah satu tokoh masyarakat yang berada di Rantau, H. Ampera Sikumbang, menilai bahwa pembangunan tersebut mencerminkan adanya kelalaian dari pihak pemerintah daerah serta elemen masyarakat. Ia menyebut bahwa selama ini nilai-nilai “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” seharusnya menjadi pedoman utama dalam setiap pengambilan kebijakan di daerah tersebut.

    Menurutnya, prinsip toleransi beragama perlu dipahami secara tepat. “Toleransi bukan berarti memberikan kemudahan tanpa batas, melainkan saling menghargai dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

    Ia juga mendorong DPRD Pesisir Selatan untuk menggunakan fungsi pengawasan yang dimiliki, termasuk melakukan konfirmasi langsung kepada pemerintah daerah, khususnya bupati, guna memperoleh kejelasan terkait izin dan proses pembangunan klenteng tersebut.

    Lebih lanjut, ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui dialog dan langkah-langkah yang bijak oleh pemerintah bersama masyarakat. “Kami menginginkan ada kejelasan dan penyelesaian yang baik, agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya.

    Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait polemik pembangunan tersebut. Masyarakat pun menantikan langkah konkret dari pihak berwenang untuk menjaga kondusivitas dan keharmonisan di Pesisir Selatan (Alpin)



  • Kapolres Pesisir Selatan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala untuk Anggota

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info AKBP Derry Indra,S.IK, MH selaku Kapolres Pesisir Selatan mengadakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Rikkesla) bagi seluruh personel. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Wirasatya Polres Pesisir Selatan, Selasa 5/5/2026

    Dalam pelaksanaan pemeriksaan, turut hadir Wakapolres Syafrizen bersama jajaran anggota Polres. Para personel menjalani berbagai tahapan pemeriksaan kesehatan, mulai dari tes urine, pengambilan sampel darah, hingga tes kebugaran melalui treadmill.

    Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh anggota tetap prima dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

    Dengan adanya pemeriksaan kesehatan berkala ini, diharapkan seluruh personel Polres Pesisir Selatan dapat terus menjaga kebugaran dan meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Alpin)



  • Mahasiswi Asal Pesisir Selatan Lolos Ajang Internasional, Butuh Dukungan untuk Berangkat ke Jakarta

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Kabar membanggakan datang dari ranah Minang. Seorang mahasiswi berbakat asal Sumatera Barat berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan lolos dalam ajang Singing Asian Ethnic Got Talent 2026. Adalah Stiva Nisa, warga Karang Pauh, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, yang kini tengah bersiap mewakili daerahnya ke Jakarta.

    Stiva yang juga merupakan mahasiswa Institut Seni Indonesia Padang Panjang ini berhasil melewati tahap seleksi yang ketat dan mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas.

    Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga dan kampusnya, tetapi juga masyarakat Pesisir Selatan secara umum. Ajang tersebut dikenal sebagai wadah bagi talenta-talenta muda Asia yang mengangkat kekayaan etnik melalui seni suara.

    Namun di balik pencapaian tersebut, Stiva kini menghadapi kendala yang cukup serius, yakni keterbatasan biaya untuk keberangkatan ke Jakarta. Kondisi ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar kesempatan emas tersebut tidak terlewatkan.

    Pihak keluarga dan perwakilan masyarakat berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi terkait, maupun para dermawan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan dan kebutuhan selama mengikuti ajang tersebut.

    “Ini adalah kesempatan besar untuk membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Kami berharap ada solusi dan dukungan agar Stiva bisa berangkat,” ujar pengiat sosial  perwakilan masyarakat setempat.

    Bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan secara langsung, bantuan dapat disalurkan melalui rekening  BRI 0231-01-062246-50-8 atas nama Stiva Nisa.

    Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional. Dengan dukungan bersama, diharapkan langkah Stiva Nisa menuju panggung nasional hingga internasional dapat berjalan lancar dan sukses. (Alpin)



  • Pelepasan Calon Jemaah Haji Pesisir Selatan Berlangsung Khidmat di Masjid Akbar Painan

    Painan — nrtvnews.info Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti prosesi pelepasan calon jemaah haji Kabupaten Pesisir Selatan yang digelar pada Senin (4/5/2026) di Masjid Akbar Painan. Ratusan keluarga turut hadir mengantarkan para tamu Allah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

    Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, bersama Wakil Bupati H. Risnaldi Ibrahim. Turut hadir pula Anggota DPR RI, Hj. Lisda Hendrajoni, Sekretaris Daerah H. Zainal Arifin, jajaran kepala OPD, Forkopimda, serta Ketua Perhimpunan Haji Pessel H. Arif.

    Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menyampaikan doa dan harapan agar seluruh calon jemaah haji diberikan kesehatan, kelancaran, serta menjadi haji yang mabrur. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan mengikuti arahan petugas selama berada di Tanah Suci.

    “Perjalanan ini bukan sekadar fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Jaga niat, kesehatan, dan kebersamaan,” ujar Hendrajoni.

    Sementara itu, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, mulai dari persiapan hingga kepulangan nantinya.

    Keberangkatan calon jemaah haji ini menjadi momen sakral yang tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga masyarakat Pesisir Selatan secara keseluruhan. Harapan besar pun disematkan agar seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa keberkahan bagi daerah.(Alpin)



  • Rapat Koordinasi IPSI Pesisir Selatan Matangkan Persiapan Porprov 2026

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Dalam rangka menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Pesisir Selatan menggelar rapat koordinasi bersama para atlet dan jajaran pengurus. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun strategi serta program latihan guna mencapai hasil maksimal pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, Minggu 3/5/2026

    Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris IPSI Pesisir Selatan, Syafridon, SHI, K.Ka. Turut hadir dalam pertemuan tersebut  pengurus Koni Kabupaten Pessel, Wakil Ketua I Afdalia Melico, S.Si, M.Pd, Bendahara Zicrie Ramadhan, S.Pd, Humas Elpinas, S.Kom, serta pelatih Fitri, wasit Fauzi, dan para atlet Pesisir Selatan.

    Dalam rapat tersebut, fokus utama pembahasan adalah penyusunan program latihan intensif sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2026 yang direncanakan berlangsung pada bulan Oktober mendatang. Pengurus menekankan pentingnya kesiapan fisik, teknik, serta mental atlet dalam menghadapi persaingan.

    Sebagai tindak lanjut, Ketua IPSI Pesisir Selatan  Muslim Arif melalui ketua I Afdalia Melico  merencanakan pemusatan latihan yang akan dimulai pada 24 Mei 2026, bertempat di SMA Negeri 2 Banyang. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan terpadu bagi atlet-atlet terbaik daerah.

    Seluruh perguruan silat yang terdaftar di IPSI Pesisir Selatan juga diimbau untuk segera mengirimkan data atletnya guna mengikuti pemusatan latihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini penting agar proses seleksi dan pembinaan dapat berjalan optimal.

    Sementara itu, berdasarkan informasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia Pesisir Selatan, batas akhir pengumpulan data atlet untuk Porprov 2026 adalah pada 1 Juni 2026. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk memperhatikan tenggang waktu tersebut demi kelancaran administrasi dan keikutsertaan dalam ajang bergengsi tersebut.

    Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, IPSI Pesisir Selatan optimistis dapat meraih prestasi terbaik pada Porprov 2026 mendatang.( Alpin)