Author: alpin


  • Ucapan Terima Kasih dan Selamat Jalan kepada Kapolres Pessel AKBP Nurdiansyah, SIK

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesisir Selatan Buya Mukhrizal, SH memiliki hubungan yang erat dengan instansi kepolisian, terutama dalam menangani masalah sosial seperti penyakit masyarakat (pekat). Kolaborasi antara MUI dan Kapolres AKBP Nurdiansyah, SIK telah menciptakan sinergi yang positif dalam menangani berbagai tantangan di daerah ini. Melalui pendekatan sarana agama yang bijak, upaya pencegahan dan penanggulangan pekat berjalan dengan lancar. Prestasi dan kontribusi AKBP Nurdiansyah selama bertugas sangat diapresiasi oleh masyarakat dan organisasi Islam setempat.

    Untuk itu, MUI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada AKBP Nurdiansyah, SIK atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam acara lepas sambut Kapolres Pessel tadi malam. Harapan kami adalah semoga beliau diberikan kesehatan dan kesuksesan di tempat tugas yang baru. Dengan pengalaman dan integritas yang dimiliki, kami yakin beliau akan terus berkontribusi positif dimanapun berada. Secara bersamaan, kami juga menyampaikan sambutan hangat kepada AKBP Derry Indra, SIK yang kini menjabat sebagai Kapolres Pessel yang baru.

    Dalam menjalankan tugasnya, MUI Kabupaten Pessel berharap jalinan kerja sama yang telah terbangun akan diteruskan oleh Kapolres Derry Indra. Rencana bersama antara MUI dan kepolisian dalam menghadapi pekat sangat diharapkan dapat dilanjutkan. Selain itu, MUI juga ingin mengingatkan pentingnya keterlibatan organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam setiap upaya mendekati masyarakat. Mengingat kultur Pesisir Selatan yang unik, pendekatan religius diharapkan dapat lebih diterima oleh masyarakat dengan cara yang elegan.(Alpin)



  • Silaturahmi dan Lepas Sambut Kapolres Pesisir Selatan

    Acara silaturahmi dan lepas sambut Kapolres Pesisir Selatan yang diadakan pada Sabtu malam, 5 Oktober 2024, di Gedung Painan Convention Center (PPC) merupakan momentum penting bagi pemerintahan daerah. Bupati Pesisir Selatan, Pjs Dr. Erasukma Manaf, ST, MM, MT, berperan aktif dalam menyambut pejabat lama, AKBP. Nurdiansyah, SIK, dan memperkenalkan pejabat baru, AKBP. Derry Indra, SIK. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang berkumpulnya berbagai elemen masyarakat dari Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat Pesisir Selatan.

    Profil Bupati Pesisir Selatan Pjs Erasukma Manaf

    Pjs Dr. Erasukma Manaf merupakan sosok yang memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni dan pengalaman dalam mengelola pemerintahan daerah. Dengan pendekatan yang humanis dan terbuka, beliau selalu mengutamakan kebersamaan dalam setiap kegiatan pemerintahan. Dan menghimbau kepada masyarakat Pessel untuk bersama- sama mensukseskan Pemilukada Pessel. Komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik menjadi salah satu prioritas dalam kepemimpinannya. Dengan semangat kepemimpinan yang inklusif, beliau mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

    Forkopimda memiliki peranan yang strategis dalam mendukung kelancaran acara silaturahmi ini. Kehadiran anggota Forkopimda menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Pesisir Selatan. Selain itu, koordinasi yang baik antara berbagai instansi pemerintahan dan BUMN/ BUMD dapat memperkuat sinergi dalam menangani berbagai isu yang ada. Forkopimda juga berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

    Dalam sambutannya, AKBP. Nurdiansyah mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh seluruh elemen masyarakat selama masa jabatannya. Ia menekankan pentingnya kerjasama antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Pengalamannya selama menjabat di Pesisir Selatan memberikan banyak pelajaran berharga. Ia berharap, sinergi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan oleh pejabat baru.

    AKBP. Derry Indra memperkenalkan dirinya sebagai Kapolres Pesisir Selatan yang baru dan menyampaikan visi misinya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia berkomitmen untuk meneruskan program-program baik yang telah dilakukan oleh pejabat sebelumnya. Membangun komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat dan berbagai organisasi menjadi salah satu langkah awalnya. Penekanan pada inovasi dalam pelayanan publik juga menjadi salah satu fokus kerjanya.

    Partisipasi aktif dari berbagai organisasi, seperti MUI  Kabupaten Pessel yang diwakili. Elpinas,S.Kom, Pimpinan Daerah Muhammadiyah  Kabupaten Pessel dan Nahdhatul Ulama Kabupaten Pessel, menjadikan acara ini semakin bermakna. Mereka memberikan dukungan moral dan berkontribusi dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Tokoh masyarakat juga berperan penting dalam menyampaikan aspirasi dan harapan masyarakat kepada pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.

    Silaturahmi memiliki makna yang mendalam dalam konteks pemerintahan daerah, yaitu peningkatan hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini menciptakan ruang untuk saling bertukar pikiran dan gagasan, serta memperkuat ikatan sosial di antara berbagai elemen masyarakat. Melalui dialog yang terbuka, diharapkan akan tercipta solusi yang lebih baik dalam menangani permasalahan daerah. Semoga, semangat silaturahmi ini dapat terus dipelihara untuk pembangunan Pesisir Selatan yang lebih baik.(Alpin)



  • Ekonomi Umat Berbasis Masjid: Solusi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Selatan

    nrtvnews.live Pesisir Selatan – Masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mampu mengurangi kemiskinan di lingkungan sekitar. Mardianton, mahasiswa S3 Fakultas Ekonomi Jurusan Kajian Lingkungan dan Pembangunan UNP, berpendapat bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai pusat gerakan ekonomi yang bisa memajukan kesejahteraan umat.

    Berdasarkan data BPS Pesisir Selatan tahun 2024, terdapat 547 masjid dan 924 musala di kabupaten ini. Jika masjid dan musala ini diberdayakan secara optimal, dampaknya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat akan sangat signifikan. ”Masjid bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mendorong kemandirian jamaah dan masyarakat sekitar”, ungkap Mardianton.

    Berbagai program bisa dijalankan melalui masjid, mulai dari edukasi ekonomi hingga pemberdayaan UKM berbasis jamaah. Keuangan masjid yang sudah mapan juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha berbasis syariah. Hal ini diharapkan dapat melahirkan unit usaha baru yang dikelola oleh jamaah dan warga sekitar, sehingga pampu memperkuat ekonomi umat.

    Selain itu, pengurus masjid juga diharapkan ikut berperan aktif dalam kegiatan ekonomi ini. Pengurus bisa membantu dalam pemasaran produk UKM yang dihasilkan jamaah, sehingga produk mereka memiliki akses pasar yang lebih luas tambah Mardianton. Hal ini dapat dilakukan dalam bentuk mengakomodir manajemen dan mengorganisir kegiatan UKM yang telah dilakukan oleh Jemaah dan masyarakat disekitar masjid, seperti; pembentukan koperasi syari’ah di Masjid. Partisipasi aktif dari pengurus masjid ini tentu akan memperkuat ekosistem ekonomi umumat berbasis masjid.

    Sistem ekonomi syariah yang diterapkan di masjid juga dapat menjadi solusi untuk menghindari praktik riba yang merugikan masyarakat. Seperti maraknya usaha usaha berkedok koperasi yang berkeliaran di Pesisir Selatan dengan menerapkan bunga yang tinggi. Hal ini dapat diantisipasi denga dana zakat, infak, dan wakaf produktif bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha bagi jamaah yang membutuhkan. Maka, dengan ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat di sekitar masjid yang hidup di bawah garis kemiskinan yang tereksploitasi dengan riba.

    Tentu saja, upaya ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Terutama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan MUI Pesisir Selatan, serta tokoh masyarakat dan pemerintah daerah, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan gerakan ekonomi berbasis masjid ini. Oleh karena itu kita sangat berharap dari kolaborasi yang kuat akan memastikan keberlanjutan program ini.

    Dengan memanfaatkan potensi masjid sebagai pusat gerakan ekonomi, Pesisir Selatan memiliki peluang besar untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Upaya ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam mengentaskan kemiskinan di Pesisir Selatan (Alpin)



  • Tim Relawan Buya Mahyeldi – Vasco Bergerak Menuju Pessel dibawah Kordinasi Exdonal, Jumat Sore 4/10/2024

    nrtvnews.live Tim Relawan Buya Mahyeldi-Vasco adalah Tim yang dibentuk untuk mendukung tujuan sosial dan politik di daerah Pesisir Selatan. Perjalanan Tim Relawan Buya Mahyeldi  ke Pessel adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pemilu mendatang. Dalam kunjungan ini, Tim Relawan  juga berusaha untuk memperkuat jaringan komunikasi antara relawan dan masyarakat setempat.

    Tim relawan Buya Mahyeldi – Vasco mampir di Posko Pergerakan Masyarakat Pesisir Selatan yang terletak di Bundaran Masuk Kota Painan. Lokasi ini dipilih karena aksesibilitasnya yang baik dan merupakan titik strategis untuk melakukan pertemuan. Di sini, Tim Telawan Buya Mahyeldi -Vasco melakukan pertemuan dengan ketua tim pergerakan masyarakat Pesisir Selatan, Novridol Rahman, yang menyambut kedatangan mereka dengan antusiasme.

    Koordinasi dan Tugas Relawan

    Dalam pertemuan tersebut, Novridol Rahman dan Hardimen CS menjelaskan peran mereka dalam mengkoordinasi kegiatan relawan. Mereka bertugas memastikan semua relawan memiliki pemahaman yang sama tentang strategi yang harus diterapkan di lapangan. Hal ini penting agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan efektif dan efisien, mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi di Pesisir Selatan.

    Diskusi Strategi dan Penyaluran APK

    Diskusi antara tim relawan dan Novridol Rahman fokus pada strategi yang akan digunakan untuk menarik perhatian masyarakat. Mereka mencakup pendekatan yang beragam dan inovatif untuk melibatkan warga dalam proses sosialisasi. Selain itu, mereka juga membahas penyaluran Alat Peraga Kampanye (APK) kepada semua relawan yang terlibat di Pesisir Selatan, untuk memaksimalkan visibilitas kampanye.

    Rencana Kelanjutan Perjalanan

    Setelah pertemuan, tim relawan merencanakan kelanjutan perjalanan mereka menuju wilayah selatan. Tindak lanjut dari kegiatan ini termasuk evaluasi rencana yang telah dibahas dan menetapkan tujuan jangka pendek serta jangka panjang. Tujuan akhir mereka adalah untuk memastikan bahwa semua relawan siap dan terlatih untuk menghadapi tantangan di lapangan sebelum pemilu diadakan.(Alpin)



  • Tak Dapat Izin Dipantai Cerocok, Senam Ceria Lisda Hendrajoni Pindah Lokasi Ke Pantai Salido

    nrtvnews.live Kegiatan Senam Ceria yang diadakan oleh Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni merupakan sebuah upaya untuk mempererat hubungan dengan masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini  berlangsung pada pagi hari ini 5 Oktober 2024 dan terbuka untuk seluruh masyarakat. Senam ini adalah bagian dari syukuran pasca pelantikan Lisda di DPR RI, serta sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada masyarakat Pesisir Selatan dan Dapil Sumbar 1. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan hiburan dan relaksasi bagi masyarakat. Hal ini dapat membantu mengurangi ketegangan dan stres di tengah kesibukan sehari-hari. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat diharapkan.

    Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk merangkul masyarakat serta memberikan mereka kesempatan untuk berolahraga dan bersosialisasi. Senam Ceria ini tidak hanya berfungsi sebagai olahraga, tetapi juga sebagai bentuk hiburan yang mampu membawa masyarakat bersama-sama. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat saling mengenal dan membangun hubungan yang lebih baik. Selain itu, manfaat kesehatan dari berolahraga secara rutin sangatlah penting bagi kualitas hidup individu. Sebagai olahraga yang menyenangkan, senam juga dapat meningkatkan motivasi masyarakat untuk aktif bergerak. Untuk itu, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sebuah momen yang berkesan dan bermanfaat bagi semua peserta.

    Alasan Pemindahan Lokasi dari Pantai Carocok ke Pantai Salido

    Pemindahan lokasi kegiatan dari Pantai Carocok ke Pantai Salido adalah keputusan yang diambil setelah pihak panitia tidak mendapatkan izin dari Pemkab Pesisir Selatan. Ketidakjelasan alasan yang diberikan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga menyebabkan kegiatan ini terpaksa dipindahkan. Meskipun lokasi awal yang direncanakan memiliki potensi untuk memfasilitasi lebih banyak orang, tantangan administratif ini membatasi rencana awal panitia. Oleh karena itu, Pantai Salido dipilih sebagai lokasi alternatif yang masih dapat menjangkau masyarakat luas. Dengan lokasi baru ini, panitia optimis kegiatan masih bisa berjalan dengan sukses dan menarik banyak peserta.

    Respons Masyarakat Terhadap Pemindahan dan Pelaksanaan Kegiatan di Pantai Salido

    Masyarakat di Pantai Salido merespons positif pemindahan lokasi tersebut. Mereka menunjukkan antusiasme dan siap berpartisipasi dalam kegiatan Senam Ceria yang akan dilaksanakan. Rasa syukur atas kesempatan untuk terlibat dalam acara ini menjadi hal yang dominan di kalangan penduduk setempat. Hal ini menunjukkan betapa besar dukungan masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan yang memperkuat interaksi sosial. Kesempatan untuk bertemu dengan Bunda Lisda Hendrajoni juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, pelaksanaan di Pantai Salido diharapkan berjalan lancar dan menyenangkan bagi semua yang hadir.

    Dampak Terhadap Komunitas Pariwisata dan Pedagang di Pantai Carocok

    Pindahnya lokasi acara dari Pantai Carocok tentunya berimbas terhadap komunitas pariwisata dan para pedagang yang sebelumnya menanti momen ini. Kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan bagi pelaku usaha di lokasi tersebut menjadi terlewatkan. Keberadaan acara senam seharusnya memberikan peluang bagi para pedagang untuk menjajakan produk mereka. Dengan demikian, dampak ekonomis dari pemindahan lokasi ini akan terasa signifikan. Pentingnya keterlibatan acara seperti ini dalam rangka meningkatkan perekonomian lokal sangatlah jelas. Selain itu, perlunya komunikasi yang lebih baik antara pihak penyelenggara dan pemerintah daerah menjadi pelajaran berharga kedepannya.

    Pernyataan Permohonan Maaf dari Panitia kepada Komunitas dan Pedagang Pantai Carocok

    Panitia pelaksana, melalui Ketua Panitia Vasko Da Gama, menyampaikan permohonan maaf kepada komunitas dan para pedagang yang berada di Pantai Carocok Painan. Ia menjelaskan bahwa pemindahan kegiatan ini (Alpin)



  • Tim Pergerakan Masyarakat Pesisir Selatan untuk Pemenangan Calon Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi – Vasco Terus Menyala

    Tim Pergerakan Masyarakat Pesisir Selatan merupakan suatu organisasi yang dibentuk untuk mendukung pencalonan Buya Mahyeldi – Vasco dalam pemilihan gubernur Sumatera Barat. Tim ini dipimpin oleh Novridol Rahman, Hardimen, Alpin, Afrianto, Suhardiman, Rahmito Azhari  dan Ruzi D dan teman – teman lainnya. Keberadaan tim ini sangat penting untuk mobilisasi dan konsolidasi dukungan dari masyarakat Pesisir Selatan. Dengan komposisi yang beragam, setiap anggota tim berperan aktif dalam menjangkau suara masyarakat. Mereka berkomitmen untuk memenangkan Buya Mahyeldi – Vasco melalui strategi yang terkoordinasi dan sistematis.

    Strategi Posko Pemenangan di Kota Painan

    Posko pemenangan yang dibangun di depan Bundaran masuk Kota Painan memiliki posisi yang sangat strategis. Tempat ini dipilih karena mudah diakses oleh relawan dan masyarakat. Posko ini bertujuan untuk menjadi pusat koordinasi bagi semua simpul relawan dalam mendukung pemenangan Buya Mahyeldi – Vasco. Dengan lokasi yang strategis, diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat yang melintas. Hal ini akan meningkatkan kesadaran pemilih terhadap keberadaan tim dan program yang diusung.

    Peran Koordinasi Relawan dalam Pilkada Gubernur Sumbar

    Koordinasi antar relawan sangat vital dalam proses pemilihan kepala daerah. Tim Pergerakan Masyarakat Pesisir Selatan berfungsi untuk memastikan setiap relawan memahami peran dan tanggung jawab mereka. Melalui komunikasi yang efektif, relawan dapat bekerja sama untuk memaksimalkan strategi kampanye. Program pelatihan dan orientasi juga diselenggarakan untuk mempersiapkan relawan dalam menghadapi dinamika pemilihan. Dengan koordinasi yang baik, harapan untuk memenangkan suara masyarakat semakin besar.

    Signifikansi Suara Pesisir Selatan

    Pesisir Selatan memiliki potensi suara yang signifikan dalam pemilihan umum. Dengan panjang wilayah sekitar 270 Km dan menjadi daerah dengan suara terbanyak kedua di Sumatera Barat, mobilisasi dukungan di daerah ini sangat penting. Tim Pergerakan Masyarakat Pesisir Selatan menyadari bahwa dukungan dari daerah ini dapat mempengaruhi hasil pemilihan secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap suara dihargai dan dijadikan prioritas dalam strategi kampanye. Upaya untuk menjangkau setiap lapisan masyarakat dilakukan agar suara Pesisir Selatan optimal.

    Tantangan dalam Mobilisasi Dukungan

    Tentunya, mobilisasi dukungan tidak tanpa tantangan. Salah satu isu yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran politik di kalangan sebagian masyarakat. Selain itu, dinamika sosial dan budaya daerah juga mempengaruhi tingkat partisipasi. Tim harus menghadapi tantangan ini dengan pendekatan yang adaptif dan persuasif. Dengan memahami konteks lokal, tim bisa merancang strategi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

    Visi dan Misi Buya Mahyeldi – Vasco

    Visi dan misi calon gubernur Buya Mahyeldi – Vasco sangat jelas yakni mengedepankan pembangunan yang adil dan merata. Mereka berkomitmen untuk memajukan daerah dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dalam kampanye ini, sangat penting bagi tim untuk menyampaikan visi tersebut secara efektif. Misi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan menjadi pendorong utama untuk menggugah semangat dukungan. Dengan menjalankan visi dan misi ini, diharapkan masyarakat Pesisir Selatan mendukung penuh Buya Mahyeldi – Vasco dalam pemilihan mendatang.(Alpin)



  • Masyarakat Pesisir Selatan Mengucapkan Terima Kasih kepada Dr.H.Alirman Sori, SH,M.Hum dan H.Darizal Basir, SH

    Masyarakat Pesisir Selatan ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Dr. Alirman Sori, SH, M.Hum, dan Darizal Basir,SH atas pengabdian mereka yang luar biasa dalam memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional. Keduanya telah berperan aktif dalam membawa suara masyarakat pesisir ke forum-forum penting, sehingga aspirasi dan kebutuhan daerah dapat dipertimbangkan lebih serius oleh para pengambil kebijakan.

    Dengan dedikasi yang tinggi, mereka telah menunjukkan bagaimana seorang pemimpin dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.

    Peran Dr. Alirman Sori dalam Perjuangan Daerah

    Dr. Alirman Sori telah menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan berbagai isu yang dihadapi oleh masyarakat Pesisir Selatan. Sebagai anggota DPD-RI, ia telah berupaya untuk membawa masalah-masalah lokal ke ranah nasional, termasuk dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur. Melalui berbagai inisiatif dan program yang digagasnya, masyarakat merasa didengar dan diberdayakan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

    Kontribusi Darizal Basir di Forum Nasional

    Darizal Basir, selaku anggota DPR-RI, juga memiliki kontribusi yang signifikan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Pesisir Selatan. Ia berkomitmen untuk memastikan bahwa masalah-masalah yang dihadapi daerah ini mendapatkan perhatian yang memadai di tingkat nasional. Dengan memperjuangkan anggaran dan program yang sesuai, Darizal Basir telah memainkan peranan penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Pesisir Selatan.

    Pengabdian Dr. Alirman Sori dan Darizal Basir telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Pesisir Selatan. Melalui kebijakan dan program yang terencana, pembangunan infrastruktur dan layanan publik semakin meningkat, yang pada gilirannya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Keberhasilan mereka dalam memperjuangkan kepentingan daerah telah menanamkan harapan baru bagi masyarakat akan masa depan yang lebih baik.

    Nilai Ibadah dalam Pelayanan Publik

    Melalui pengabdian yang tulus, Dr. Alirman Sori dan Darizal Basir telah menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat dianggap sebagai sebuah nilai ibadah. Setiap langkah dan usaha yang mereka lakukan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat adalah bagian dari pengabdian kepada Allah SWT dan tanggung jawab sosial yang mereka emban. Semangat ini patut dicontoh oleh para pemimpin lainnya dalam melayani masyarakat mereka dengan sepenuh hati.

    Harapan untuk Masa Depan Pesisir Selatan

    Kedepannya, masyarakat Pesisir Selatan berharap agar Dr. H. Alirman Sori dan Darizal Basir dapat terus memberikan kontribusi yang signifikan untuk kemajuan daerah. Dengan dukungan yang kuat dari masyarakat dan komitmen dari kedua tokoh nasional ini, sangat mungkin Pesisir Selatan akan menjadi lebih maju dan bernilai tinggi di mata nasional. Semoga Allah SWT mencatat setiap pengabdian mereka sebagai amal baik dan memberikan mereka kekuatan untuk terus berjuang demi masyarakat.(Alpin)



  • Detik – detik Bahagia dan Haru Kedua Orang Tua Cerint Iralloza Tasya

    Setiap orang tua pasti merasakan makna mendalam pada saat menyaksikan anaknya meraih prestasi, terutama ketika anak tersebut dilantik menjadi Anggota DPD-RI. Bagi Ketua Orang Tua, momen ini merupakan puncak kebahagiaan yang telah lama dinantikan. Terdapat rasa syukur yang mendalam atas semua usaha dan pengorbanan yang telah dilakukan bersama. Hari bahagia ini menjadi tolak ukur dari perjalanan panjang yang ditempuh oleh anak sulungnya. Dengan penuh harapan, Ketua Orang Tua pun menyaksikan momen bersejarah ini dengan mata yang berkaca-kaca.

    Emosi Kedua orang tuanya  Imral Adenansi dan Ibu Lely Devita Roza dalam Menyaksikan Pelantikan

    Perasaan haru dan bahagia bercampur aduk di dalam hati Ketua Orang Tua saat menyaksikan pelantikan anak sulungnya. Ia merasakan kebanggaan yang luar biasa menyaksikan buah hati tercinta mengenakan atribut resmi DPD-RI. Dengan penuh bangga, Ketua Orang Tua merasakan bahwa semua proses yang dilalui telah terbayar lunas. Emosinya tak hanya terbatas pada dirinya sendiri, tetapi juga meliputi harapan masyarakat terhadap anaknya. Air mata kebahagiaan pun tak terbendung saat acara tersebut berlangsung, menandakan betapa berartinya momen ini bagi seluruh keluarga.

    Perjalanan Anak Sulung Menuju DPD-RI

    Perjalanan anak sulung Kedua Orang Tua menuju posisi DPD-RI bukanlah hal yang mudah. Ia telah melalui berbagai tantangan dan ujian di sepanjang jalur karirnya. Dengan dedikasi dan kerja keras, anak tersebut berhasil menunjukkan kemampuannya di dunia politik. Rintangan demi rintangan dilalui dengan keberanian dan semangat juang yang tinggi. Keberhasilan ini bukan hanya milik anak sulungnya, tetapi juga merupakan penghormatan bagi semua yang telah mendukungnya, termasuk keluarga dan komunitasnya.

    Harapan dan Impian yang Terwujud

    Pelantikan anak sulung menjadi Anggota DPD-RI menggambarkan terwujudnya harapan dan impian yang selama ini dicanangkan. Kedua Orang Tua berharap agar anaknya dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat. Dengan jabatan baru ini, diharapkan bahwa anak tersebut mampu mengimplementasikan visi dan misinya menuju kebaikan bersama. Impian untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa kini berada di tangan anak sulungnya. Ini adalah momentum berharga yang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin.

    Makna Pelantikan bagi Keluarga

    Pelantikan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi anaknya, tetapi juga bagi seluruh keluarga. Ini adalah bukti dedikasi dan komitmen yang telah ditunjukkan oleh setiap anggota keluarga dalam mendukung anak sulung. Hari bersejarah ini mengingatkan semua orang bahwa kerja keras dan keinginan untuk mencapai sesuatu akan membuahkan hasil. Keluarga kini mendapatkan pengakuan dan kehormatan yang lebih luas di masyarakat. Momen ini akan dikenang sepanjang masa dan menjadi cerita inspiratif bagi generasi mendatang.

    Dampak Pelantikan pada Komunitas dan Masyarakat

    Pelantikan anak sulung Ketua Orang Tua sebagai Anggota DPD-RI diharapkan dapat menciptakan dampak positif tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk komunitas dan masyarakat luas. Dengan posisi baru ini, ia diharapkan dapat memberikan suara bagi rakyat dan membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kehadiran sosok baru di DPD-RI diharapkan mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Komunitas antusias untuk melihat perubahan yang akan datang melalui kepemimpinan anak sulung Kedua Orang Tua. Sebuah harapan baru kini tersimpan di hati masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.(Alpin)



  • Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

    Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober memiliki makna yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara mencerminkan nilai-nilai yang mengikat seluruh rakyat. Hal ini mencakup sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat gotong royong. Peringatan ini juga berfungsi untuk mengingatkan kita akan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan ini, kita diharapkan dapat menginternalisasi ajaran Pancasila bagi generasi mendatang.

    Sejarah Peringatan 1 Oktober

    Peringatan hari Kesaktian Pancasila dimulai setelah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965. Dalam upaya menguatkan kembali Pancasila sebagai ideologi negara setelah peristiwa tersebut, pemerintah menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai hari peringatan. Sejak saat itu, berbagai kegiatan dan upacara dilakukan untuk menghormati nilai-nilai Pancasila dan untuk mengedukasi masyarakat. Upacara ini juga bertujuan untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman. Peringatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga sebagai pengingat akan tantangan yang dihadapi bangsa.

    Peran Teguh Dahalsa dalam DPRD

    Teguh Dehalsa, SH, M.Kn sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Dapil I memiliki peran penting dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Sebagai anggota termuda, beliau membawa perspektif segar dalam mempromosikan Pancasila di kalangan generasi muda. Teguh aktif mengadakan sosialisasi dan diskusi mengenai pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui inisiatifnya, beliau bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dengan pendekatan ini, diharapkan generasi muda dapat lebih memahami tanggung jawab mereka terhadap negara.

    Penjelasan tentang Pancasila dan Nilai-Nilainya

    Pancasila terdiri dari lima sila yang menjadi dasar dalam kehidupan bermasyarakat. Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, menekankan pentingnya iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menekankan pada perlunya menghargai martabat setiap manusia. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengajak kita untuk menghargai perbedaan demi persatuan. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, menegaskan pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan. Dan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menuntut keadilan dan kesejahteraan bagi semua rakyat Indonesia.

    Signifikansi Kesaktian Pancasila bagi Generasi Muda

    Kesaktian Pancasila sangat penting bagi generasi muda, sebagai generasi penerus bangsa. Pancasila memberikan landasan moral dan etika dalam bertindak dan berinteraksi sosial. Dalam era globalisasi, pemahaman yang kuat terhadap Pancasila membantu generasi muda untuk tetap berpegang pada identitas budaya bangsa. Melalui pendidikan tentang Pancasila, diharapkan generasi muda dapat menghadapi tantangan dan perubahan dengan sikap yang positif. Dengan demikian, mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan masyarakat.

    Upaya Meningkatkan Kesadaran tentang Pancasila

    Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Pancasila, berbagai upaya perlu dilakukan. Salah satu cara adalah melalui pendidikan formal yang menekankan pengajaran Pancasila dalam kurikulum sekolah. Selain itu, kegiatan seminar, diskusi, dan workshop juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman. Masyarakat juga diajak untuk terlibat dalam perayaan hari Kesaktian Pancasila sebagai bentuk penghormatan. Dengan semua usaha ini, diharapkan nilai-nilai Pancasila senantiasa hidup dalam jiwa setiap anggota masyarakat (Alpin)



  • Pelantikan Anggota DPD-RI dan DPR-RI: Hari Bersejarah bagi Pessel

    Hari ini  Selasa, 1 Oktober 2024, merupakan momen penting dalam sejarah politik Indonesia, terutama bagi masyarakat Pessel, Sumatera Barat

    Pelantikan Anggota DPD-RI dan DPR-RI berlangsung di Gedung Senayan, Jakarta, menjadi sorotan nasional. Peristiwa ini bukan hanya sebuah prosesi, tetapi juga tanda harapan baru bagi daerah yang diwakili.

    Konteks Pelantikan Anggota DPD-RI dan DPR-RI

    Pelantikan ini mengisyaratkan penantian masyarakat akan wakil-wakil yang mampu mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan daerah. Dalam konteks ini, anggota yang dilantik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan daerah. Proses pelantikan ini biasanya diisi dengan seremonial yang menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab yang diemban oleh para wakil rakyat.

    Peran Cerint Iralloza Tasya dan Hj. Lisda Hendra Joni

    Cerint Iralloza Tasya dan Hj. Lisda Hendra Joni merupakan dua sosok yang berhasil melewati proses seleksi ketat, dan hari ini mereka resmi menjadi anggota dewan. Kedua perempuan ini, sebagai putri terbaik Pessel, membawa harapan besar bagi masyarakat. Peran mereka tidak hanya sebagai wakil politik, tetapi juga sebagai pendorong perubahan sosial dan ekonomi di daerahnya.

    Harapan Masyarakat Pessel

    Masyarakat Pessel menyimpan harapan besar kepada Cerint dan Lisda untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi mereka. Mereka diharapkan dapat membawa isu-isu lokal ke tingkat nasional dan memberikan solusi yang kreatif. Selain itu, masyarakat juga menginginkan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi dari kedua srikandi ini.

    Potensi Perubahan di Sumatera Barat

    Adanya figur perempuan dalam posisi ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi kemajuan Sumatera Barat. Mereka diyakini mampu membawa pendekatan yang lebih inklusif dalam pembuatan kebijakan. Dengan latar belakang dan pengalaman yang dimiliki, perubahan yang konstruktif diharapkan dapat tercapai dalam waktu dekat.

    Dampak terhadap Generasi Mendatang di Pessel

    Pelantikan ini bukan sekadar untuk saat ini, tetapi memiliki dampak signifikan bagi generasi mendatang. Pessel berpotensi menjadi daerah yang lebih maju dengan pemimpin yang berkualitas. Dengan adanya kepemimpinan yang responsif dan inovatif, masa depan Pessel dan masyarakatnya diharapkan akan lebih cerah (Alpin)



  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesisir Selatan Gelar Pelatihan Imam dan Khatib Jumat di Hotel Saga Murni 28/9/2024

    nrtvnews.live Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesisir Selatan mengadakan pelatihan bagi imam dan khatib Jumat di Hotel Saga Murni. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MUI Kabupaten Pesisir Selatan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para pemimpin spiritual di Pesisir Selatan. Pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer keagamaan yang lebih baik di tengah masyarakat.

    Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menyelaraskan kemampuan dan pengetahuan imam dan khatib dengan tuntutan zaman. Dengan perkembangan masyarakat yang semakin kompleks, dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami aspek spiritual tapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan budaya. MUI Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen untuk memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan umat.

    Tujuan dan Tema Pelatihan

    Pelatihan ini mengusung tema “Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Imam dan Khatib yang Profesional Menuju Pessel yang Religius”. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan para peserta dalam menyampaikan dakwah yang efektif dan relevan. Diharapkan hasil dari pelatihan ini akan meningkatkan kesadaran keagamaan dan moralitas masyarakat Pesisir Selatan.

    Sebelum acara dilanjutkan, diawali dengan  sambutan dari ketua Panitia Pelaksana Buya Aprinal  menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi  dalam kegiatan ini dan dilanjutkan dengan sambutan ketua MUI Kabupaten Pessel Buya Mukhrizal dalam sambutannya buya Mukhrizal menyampaikan  tujuan dari Pelatihan ini adalah menciptakan  Imam dan Khatib yang prefosional sesuai dengan perkembangan zaman, Khatib harus memiliki ilmu yang mendalam dan mampu menguasai sosiologi kemasyaratan dan adat budaya sehingga dalam penyampaian nasehat  dapat diterima  oleh masyarakat dan sekaligus penyegaran dan pembaharuan khatib, ujar Buya Mukhrizal.

    Pembukaan acara pelatihan dilakukan oleh Bupati Pjs Kabupaten Pesisir Selatan, Dr. Erasukma Munaf, yang memberikan sambutan hangat dan apresiasi atas pentingnya kegiatan ini. Kehadiran beliau menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Pesisir Selatan. Hal ini diharapkan akan memotivasi peserta untuk lebih bersemangat dalam mengikuti pelatihan.

    Peserta pelatihan tidak hanya terdiri dari imam dan khatib, tetapi juga melibatkan Forkopimda Kabupaten Pesisir Selatan, anggota DPRD, serta tokoh masyarakat. Keterlibatan berbagai elemen ini menandakan pentingnya kolaborasi dalam upaya pengembangan keagamaan. Interaksi antar peserta juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antar komunitas dalam menjalankan tanggung jawab dakwah.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian dari berbagai inisiatif yang telah dilakukan oleh MUI Kabupaten Pessel sebelumnya, termasuk Rakerda, Seminar  dan diskusi mengenai isu-isu keagamaan terkini. MUI berusaha terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemahaman agama yang baik dan benar. Melalui pelatihan ini, MUI berharap untuk melanjutkan tradisi edukasi yang berkelanjutan dalam bidang agama.

    Diharapkan pelatihan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Pesisir Selatan. Dengan adanya imam dan khatib yang kompeten, masyarakat akan lebih terdorong untuk mengikuti ajaran agama dengan lebih serius. Selain itu, pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas dakwah dan memberi kontribusi terhadap terciptanya masyarakat yang lebih religius dan harmonis.(Alpin)



  • Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2025 – 2030

    Dalam rangka melanjutkan tahapan penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2025 – 2030, dilaksanakan Konsultasi Publik I. Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan isu-isu strategis yang berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Konsultasi ini diadakan pada hari Kamis, 26 September 2024, di Ruangan Rapat Hotel Saga Murni Painan.

    Sebelum  acara dimulai diawali dengan sambutan  Ketua Panitia Adi Darma Putra Kadis Perkintan LH , dalam sabutannya menyanpaikan  ucapan terima kasih kepada hadirin yang  hadir  dan dilanjutkan dengan sambutan  Sekda Kabupaten Pessel Mawardi Roska, menyampaikan Kegiatan ini merupakan Rencana Tindak Lanjut acara sebelumnya dan sekaligus membuka acara dengan  membaca Basmallah.

    Latar Belakang dan Tujuan Penyelenggaraan KLHS RPJMD
    Kegiatan KLHS RPJMD merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa rencana pembangunan daerah sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Melalui pendekatan ini, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi potensi dampak lingkungan dari kegiatan pembangunan. Dengan demikian, penting untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses penyusunan agar hasilnya dapat mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

    Deskripsi Kegiatan Konsultasi Publik I
    Konsultasi Publik I merupakan platform untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pihak terkait isu-isu strategis dalam pembangunan. Agenda acara meliputi pemaparan tujuan konsultasi, sesi diskusi, dan pengumpulan ide dari peserta. Para peserta berkesempatan untuk memberikan perspektif mereka tentang isu-isu yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan di daerah.

    Partisipasi dan Peran Serta Stakeholder
    Dalam acara ini, hadir berbagai stakeholder, antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta perwakilan dari SKPD, BUMD, Camat se-Kabupaten Pessel, MUI Kabupaten Pessel dan perwakilan LSM serta media. Kehadiran mereka sangat krusial untuk memastikan bahwa setiap suara didengar dan dipertimbangkan dalam proses perumusan strategi pembangunan.

    Materi dan Isu-isu Strategis yang Diangkat
    Selama konsultasi, beberapa materi dan isu strategis yang diangkat mencakup tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam, pengurangan risiko bencana, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Isu-isu ini dipilih berdasarkan relevansi dan urgensinya bagi pembangunan daerah. Diskusi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk tindakan lebih lanjut.

    Setelah Konsultasi Publik I, rencana tindak lanjut akan dilakukan untuk menyusun KLHS RPJMD yang komprehensif. Semua masukan dari peserta akan dianalisis dan dijadikan dasar dalam dokumen KLHS yang akan disusun. Di samping itu, proses ini akan terus melibatkan masyarakat untuk memastikan ke sustainability rencana pembangunan yang diusulkan.(Alpin)