Category: Nasional


  • LAKAM Pessel Gelar Rapat Persiapan Pengukuhan Pengurus DPD

    Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Ketua Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar rapat persiapan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LAKAM Pessel di Caffe Dena Carocok Painan, Minggu 11/1/2026,  sebagai langkah awal memantapkan struktur organisasi dan pelaksanaan agenda besar ke depan.

    Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LAKAM Pessel terpilih, dr. H. Misri Hasanto, SH, M.Kes, bersama Ketua Panitia Pengukuhan, Elpinas, S.Kom. Dalam pertemuan itu dibahas secara menyeluruh rencana pelaksanaan acara pengukuhan pengurus DPD LAKAM Pessel yang dijadwalkan akan berlangsung pada 28 Maret 2026.

    Ketua LAKAM Pessel dr. H. Misri Hasanto menyampaikan bahwa pengukuhan direncanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan pertimbangan agar para perantau Minangkabau asal Pesisir Selatan dapat pulang kampung dan turut menyaksikan prosesi pengukuhan tersebut.

    “Momentum ini sengaja kita pilih agar para perantau dapat hadir, sekaligus mengetahui dan mendukung keberadaan DPD LAKAM Pessel sebagai wadah advokasi kebudayaan dan adat Minangkabau di daerah,” ujarnya.

    Rapat persiapan ini turut dihadiri oleh sejumlah pengurus dan panitia pelaksana, di antaranya Sekretaris Umum Ir. Febrianes, Ketua Panitia Elpinas, S.Kom, Kasril, SH, Lahardi Piterson, ST, Fadris, CPLA, Yaldi Manti Ahmad Diraja, CPLA, serta anggota panitia lainnya.

    Melalui rapat ini, LAKAM Pessel berharap seluruh rangkaian pengukuhan dapat berjalan lancar dan menjadi tonggak awal penguatan peran lembaga dalam melestarikan adat, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Pelantikan dan Pelewahan Datuak Putih di KAN Nagari Nanggalo Diwarnai Dinamika

    Nanggalo – Pesisir Selatan nrtvnews.info Prosesi pelantikan dan pelewahan Datuak Putih yang digelar di Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Nanggalo berlangsung dengan dinamika adat yang cukup hangat. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh penghulu beserta jinihnya, Camat Koto XI Tarusan Ibu Nurlaini, M.Si Kapolsek Tarusan Irfan Chandra, SH serta Bupati Pesisir Selatan yang diwakili oleh Plt. Kepala Bappeda Pessel, Evafauza Y Dt. MA Tigo Lareh, dan undangan lainnya, Minggu 11/1/2026

    Pelewahan dilakukan dengan prosesi basalin baju dari Zainal Dt. Putih kepada keponakannya, Syafrianto, yang direncanakan akan dilewahkan menjadi Datuak Putih. Namun, dalam pelaksanaan acara tersebut muncul protes dari keponakan lain dalam kaum, karena ada pihak yang mengaku tidak mengetahui proses pelewahan tersebut dan mempertanyakan status warih nan bajawek pusako nan kaditarimo.

    Berdasarkan ranji yang ada pada suku Tanjung di Nagari Nanggalo, terdapat tiga pucuk penghulu, yaitu Datuak Rajo Intan, Datuak Putih, dan Datuak Malintan Ameh. Menyikapi dinamika yang terjadi, para ninik mamak dan pihak adat sepakat bahwa pelantikan yang seharusnya dilakukan atas nama Datuak Putih dipindahkan sementara menjadi Datuak Malintan Ameh hingga prosesi pelantikan selesai dilaksanakan.

    Keputusan tersebut menimbulkan pertanyaan dari sejumlah datuak dan penghulu yang hadir terkait status Datuak Putih ke depan. Hal ini mengingat jinih dari Datuak Putih telah berpindah ke Datuak Malintan Ameh, sementara kejelasan kedudukan gelar Datuak Putih belum ditetapkan secara adat.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pembahasan resmi di KAN Nagari Nanggalo mengenai kejelasan status Datuak Putih pasca prosesi pelantikan dan pelewahan tersebut.(Alpin)



  • Ketua IPSI Pessel Jalin Silaturahmi dengan Direktur PDAM Tirta Langkisau

    Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan, Muslim Arif menjalin silaturahmi dengan Direktur PDAM Tirta Langkisau Pessel Wendi, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung penuh keakraban di ruang kerja  Wendi, Jumat 9/1/2026

    Dalam kesempatan tersebut, Muslim Arif didampingi oleh Elpinas dan Afdalia Melco. Pertemuan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membahas peluang kerja sama strategis antara IPSI Pessel dan PDAM Tirta Langkisau.

    Muslim Arif menyampaikan bahwa terdapat banyak peluang kerja sama yang bisa dikembangkan bersama PDAM Tirta Langkisau, salah satunya adalah gagasan untuk memproduksi air minum dalam kemasan, serta potensi kerja sama lainnya yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak maupun masyarakat Pesisir Selatan.

    “IPSI Pessel melihat PDAM Tirta Langkisau memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama yang produktif,” ujar Muslim Arif.

    Gagasan yang disampaikan tersebut mendapat respon positif dari Direktur PDAM Tirta Langkisau, Wendi. Ia menyambut baik ide-ide yang diajukan dan menyatakan akan mempelajari lebih lanjut kemungkinan realisasi kerja sama tersebut.

    “Secara prinsip kami terbuka terhadap gagasan yang bersifat membangun, tentu akan kami kaji lebih mendalam agar sesuai dengan regulasi dan visi PDAM,” kata Wendi.

    Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya sinergi antara IPSI Pessel dan PDAM Tirta Langkisau dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan potensi daerah di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Kacabdin Wilayah VII Sumbar Sidak ke SMKN 1 Koto XI Tarusan

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.info  Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah VII Sumatera Barat, Muslim Arif, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMKN 1 Koto XI Tarusan, pada Kamis, 8/1/2026

    Kedatangan Kacabdin Wilayah VII Sumbar tersebut disambut langsung oleh Kepala SMKN 1 Koto XI Tarusan, Almes Gangga, S.Pd, M.Pd.T, beserta jajaran sekolah. Sidak ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi sekolah serta memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik.

    Dalam kunjungannya, Muslim Arif memberikan apresiasi dan dukungan atas kinerja kepala sekolah dan seluruh warga SMKN 1 Koto XI Tarusan. Ia menilai sekolah tersebut terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan demi kemajuan sekolah, baik dari sisi fisik seperti sarana dan prasarana, maupun nonfisik seperti peningkatan mutu pembelajaran dan manajemen sekolah.

    “Kami melihat adanya komitmen yang kuat dari kepala sekolah dalam memajukan SMKN 1 Koto XI Tarusan. Upaya berbenah yang dilakukan patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di bawah naungan Kacabdin Wilayah VII Sumbar,” ujar Muslim Arif.

    Sementara itu, Kepala SMKN 1 Koto XI Tarusan, Almes Gangga, menyampaikan terima kasih atas kunjungan serta dukungan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan demi mencetak lulusan yang berdaya saing dan siap terjun ke dunia kerja.

    Dengan adanya sidak ini, diharapkan sinergi antara Kacabdin Wilayah VII Sumbar dan pihak sekolah semakin kuat dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan kejuruan di Koto XI Tarusan.(Alpin)



  • LAKAM DPD Pessel Bina Sanggar Silek dan Seni Tari, Berikan Piagam Penghargaan di Malam Kuliner Taman Spora

     Pesisir Selatan – Painan nrtvnews.info  Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Kabupaten Pesisir Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya Minangkabau, khususnya seni silek dan seni tari. Salah satu bentuk nyata perhatian tersebut diwujudkan melalui pembinaan sanggar seni serta pemberian piagam penghargaan pada Malam Kuliner yang digelar di Taman Spora Painan, Rabu (07/01/2026).

    Kepala Divisi Seni dan Budaya LAKAM DPD Pesisir Selatan, Padris, CPLA, menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, saat ini terdapat sebanyak 97 sanggar seni silek dan seni tari yang aktif di Kabupaten Pesisir Selatan.

    “Pada malam ini, kami menampilkan Sanggar Seni Silek Batu Ampa Laban Salido dan Sanggar Gondan Ganto Sori Sikambang Manih Air Pura sebagai bentuk apresiasi dan pembinaan,” ujar Padris.

    Kedua sanggar tersebut menampilkan beragam seni tari tradisional dan seni silek yang selama ini mereka latih secara rutin. Di sela-sela acara, Ketua LAKAM DPD Pesisir Selatan, dr. H. Misri Hasanto, SH., M.Kes, secara langsung menyerahkan piagam penghargaan kepada kedua sanggar sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam melestarikan budaya daerah.

    Piagam penghargaan untuk Sanggar Seni Silek Batu Ampa Laban Salido diterima oleh ketuanya, Yaldi Manti Ahmad Dirajo, yang disaksikan langsung oleh anak-anak sanggar. Sementara itu, piagam untuk Sanggar Gondan Ganto Sori Sikambang Manih Air Pura diterima oleh Ketua Sanggar Elis bersama Ayek Julit.

    Adapun seni tari yang ditampilkan antara lain Tari Piring, Tari Bentan, Tari Kandue Badantiang-Tagang Bajelo, serta beberapa tarian tradisional lainnya. Selain itu, masing-masing sanggar juga menampilkan seni silek khas daerah mereka.

    Penampilan kedua Sanggar ini disaksikan oleh ratusan penonton, sambil menikmati kuliner malam di taman Spora Painan. Pengunjung datang dari berbagai Nagari, mulai dari Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, dan bahkan ada datang dari Kecamatan Air Pura.

    Pengurus LAKAM DPD Pesisir Selatan yang berkesempatan hadir, diantaranya : Ketua dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes, Kepala Divisi Seni & Budaya Padris,CPLA, Kepala Divisi Antar Lembaga Drs Damyursal Djiman, Ketua DPAC LAKAM Kenagarian Painan Selatan Oktaufan Prasetya, Bachtra Julian,S.Pd, dan Yaldi.

    Fatmawati salah satu pengunjung yang datang dari Kampung Sungai Nipah merasa puas dengan penampilan kedua Sanggar ini. Saya berharap melalui LAKAM DPD Pessel bisa memperjuangkan semua sanggar ini agar mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Pesisir Selatan (Alpin)



  • Yayasan Yapem XI Koto Tarusan Siap Berkolaborasi Program dengan LAKAM DPD Pesisir Selatan

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.info  Yayasan Yapem XI Koto Tarusan yang menaungi Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah Swasta (MAS), Sekolah Luar Biasa (SLB), serta Panti Asuhan menerima kunjungan dari Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan, Rabu (07/01/2026).

    Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LAKAM DPD Pesisir Selatan, dr. H. Misri Hasanto, S.H., M.Kes, dalam rangka menjajaki kolaborasi program edukatif dan pembinaan bagi peserta didik di lingkungan Yayasan Yapem XI Koto Tarusan.

    Rombongan LAKAM DPD Pesisir Selatan terdiri dari Ketua dr. H. Misri Hasanto, S.H., M.Kes, Wakil Sekretaris Elpinas, S.Kom, serta Wakil Ketua Harian Lahardi Piterson, S.T. Kedatangan mereka disambut oleh salah seorang Dewan Pendiri Yayasan Yapem XI Koto Tarusan Drs. H. Jasril Jabar, M.Pd, serta Pengasuh Panti Asuhan Hj. Yusnimarsyah, S.Pd.

    Dalam pertemuan tersebut, LAKAM menawarkan berbagai program kolaborasi yang sejalan dengan peran dan fungsi lembaga, khususnya di bidang edukasi dan pembinaan generasi muda. Salah satu program utama yang ditawarkan untuk sekolah-sekolah di bawah Yayasan Yapem adalah Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) guna mewujudkan sekolah yang sehat dan berdaya saing.

    Selain itu, LAKAM juga akan melakukan pembinaan di bidang bakat dan minat siswa melalui pengembangan UMKM sekolah serta koperasi sekolah sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan sejak dini.

    Untuk pembinaan peserta didik, LAKAM merencanakan berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) serta lomba-lomba, di antaranya Diklat Jurnalistik Dasar, Pelatihan Kader Kesehatan dan Palang Merah Remaja (PMR), Pelatihan UMKM pembuatan sabun deterjen cair, serta berbagai lomba keagamaan seperti lomba azan, pidato, manasik haji, sholat jenazah, dan kegiatan lainnya.

    “Kami berharap sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Yapem XI Koto Tarusan dapat menjadi pusat kreativitas siswa. Ke depannya, sekolah-sekolah lain di sekitarnya juga dapat belajar bersama, khususnya dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler,” ujar dr. H. Misri Hasanto.

    Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan karakter peserta didik sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembinaan generasi muda di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Ketua LPAI Pusat Kak Seto Kunjungi Korban Banjir dan Longsor di Bayang Utara

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Pusat, Kak Seto, melakukan kunjungan kemanusiaan ke lokasi korban banjir dan longsor di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rabu, 7/1/2026

    Kedatangan Kak Seto di Bayang Utara disambut langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, SH, MH. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Daerah I dr. Syahrizal Antoni, M.Kes, Ketua LPAI Provinsi Sumatera Barat Erry Gusman, SH, MH, para Kepala OPD, unsur Forkopimda, Camat Bayang Utara Darmadi, Ketua LAKAM Pessel dr. H. Misri Harsanto, SH, M.Kes, Wali Nagari Puluik-Puluik Selatan Erwanto, SH, serta undangan lainnya.

    Selain itu, hadir pula Sekretaris PUTR Pessel Subchandri  yang ikut mendampingi kegiatan kunjungan tersebut.

    Dalam kunjungannya, Kak Seto memberikan bantuan berupa School Kit serta melakukan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak pascabencana agar kembali ceria dan bersemangat.

    Anak-anak yang berada di lokasi pengungsian tampak sangat terhibur dengan kehadiran Kak Seto. Berbagai aktivitas edukatif dan hiburan yang dibawakan mampu mengundang tawa dan keceriaan anak-anak. Tidak hanya anak-anak, Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni pun terlihat ikut terhibur dengan gaya Kak Seto yang kocak dan penuh kehangatan.

    Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian LPAI Pusat terhadap anak-anak korban bencana di Bayang Utara. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu memulihkan kondisi mental anak-anak serta memberikan semangat baru bagi para korban untuk bangkit kembali (Alpin)



  • Kadis Kesehatan Pessel Luncurkan Terobosan Program “Nagari Sehat”

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan yang baru saja dilantik, Ibu Agustina Rahmadani, gerak cepat  dan menghadirkan terobosan baru dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan Program Nagari Sehat. Program ini menjadi inisiatif strategis Dinas Kesehatan Pesisir Selatan yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat hingga ke tingkat nagari, Selasa 6/1/2026

    Program Nagari Sehat dirancang sebagai pendekatan kesehatan yang terintegrasi, mencakup deteksi dini penyakit, intervensi kesehatan, serta pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Sejumlah indikator utama menjadi fokus program, antara lain cakupan imunisasi, ketersediaan air bersih yang layak, serta penanganan anak zero dose atau anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar.

    Menurut Agustina Rahmadani, Program Nagari Sehat bertujuan untuk mewujudkan nagari yang sehat dan sejahtera serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Pesisir Selatan secara menyeluruh. “Kesehatan masyarakat harus dimulai dari nagari. Dengan intervensi yang tepat dan data yang akurat, kita dapat mencegah penyakit sejak dini,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan mengedepankan berbagai aktivitas utama. Salah satunya adalah deteksi dini melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar seluruh kelompok usia. Selain itu, dilakukan intervensi kesehatan berupa penanganan anak zero dose serta peningkatan cakupan imunisasi di setiap nagari.

    Aspek kualitas lingkungan juga menjadi perhatian penting. Dinas Kesehatan melakukan pengawalan kualitas air minum masyarakat melalui surveilans dan digitalisasi data air bersih. Saat ini, telah dilakukan peningkatan surveilans dan digitalisasi kualitas air minum masyarakat di wilayah Tapan sebagai salah satu contoh implementasi program.

    Sebagai dasar evaluasi, Program Nagari Sehat menetapkan 16 indikator penilaian, termasuk ketersediaan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) di nagari. Pelaksanaan program ini dilakukan melalui UPT Puskesmas di setiap kecamatan, dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

    Melalui Program Nagari Sehat, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera, sejalan dengan visi pembangunan kesehatan daerah yang berkelanjutan.(Alpin)



  • Disdukcapil yang baru saja dilantik Bariskhan menegaskan Pesisir Selatan Siap Bahagiakan Masyarakat Lewat Pelayanan Prima

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pesisir Selatan komitmennya untuk terus membahagiakan masyarakat melalui pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, mudah, dan transparan, Selasa 6/1/2026

    Berbagai terobosan layanan terus dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan pengurusan dokumen kependudukan tanpa ribet. Mulai dari layanan berbasis digital hingga pelayanan jemput bola langsung ke rumah warga, Kepala Disdukcapil Pesisir Selatan Bariskhan berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dalam diskusi bersama tokoh media senior  Damyursal.

    Salah satu program unggulan adalah Sidalinmas (Sistem Informasi Layanan Kependudukan). Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen penting seperti Akta Kelahiran, Akta Kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga permohonan pindah datang tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.

    Selain itu, Disdukcapil juga menghadirkan program Dukcapil Menyapa Masyarakat (DMM), yakni layanan interaksi langsung dengan warga melalui Zoom Meeting. Program ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi, edukasi, sekaligus pelayanan administrasi secara daring.

    Tak hanya berbasis digital, Kepala Disdukcapil Pesisir Selatan  Bariskhan juga mengembangkan layanan jemput bola melalui program SALAM SAPA KE PINTU RUMAH. Program ini mencakup layanan berputar ke nagari-nagari, layanan turut berduka bagi keluarga yang mengalami kematian, hingga layanan Pass Nikah untuk kelengkapan dokumen perkawinan.

    Program inovatif lainnya adalah LADO KUTU, layanan terpadu yang mencakup berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari layanan Selamat Lahir yang langsung mengurus dokumen bayi baru lahir, layanan Sehat, layanan THR (Tunjangan Hari Raya), hingga Jebol Per Siswa untuk membantu kelengkapan dokumen kependudukan bagi pelajar.

    Untuk meningkatkan cakupan kepemilikan KIA, Disdukcapil juga menjalankan SILPIA (Sistem Informasi Layanan Penerbitan Akta) yang fokus mendorong anak-anak agar memiliki identitas resmi sejak dini. Selain itu, tersedia pula Layanan Registrasi Online yang memudahkan masyarakat dalam melakukan pendaftaran dan pengambilan antrean secara daring.

    Adapun dokumen yang dilayani oleh Disdukcapil Kabupaten Pesisir Selatan   meliputi:

    Kartu Keluarga (KK)

    Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el)

    Akta Kelahiran dan Akta Kematian

    Kartu Identitas Anak (KIA)

    Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI)

    Pengesahan dan Pengakuan Anak

    Perkawinan dan Perceraian bagi non-muslim

    Dengan berbagai inovasi tersebut, Disdukcapil Pesisir Selatan  berharap pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah diakses, cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.(Alpin)



  • Kak Seto Kunjungi Bayang Utara, Beri Trauma Healing dan Bantuan untuk Anak Terdampak Banjir dan Longsor

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info  Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Kak Seto Mulyadi, dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Bayang Utara pada Rabu, 7 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi anak-anak yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah  Bayang Utara.

    Kedatangan Kak Seto akan didampingi oleh Ketua LPAI Sumbar Hery Gusman, SH,MH , Ketua Umum Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Pessel, dr. H. Misri Harsanto, SH,M.Kes bersama Damyursal, Lahardi Piterson, ST, dan Elpinas, S.Kom.

    Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyambut baik agenda kunjungan tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Zainal Arifin, S.KM, M.Kes, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian Kak Seto terhadap anak-anak di Pesisir Selatan, khususnya di Bayang Utara.

    “Kehadiran Kak Seto tentu menjadi motivasi dan penyemangat bagi anak-anak kita yang terdampak bencana banjir dan longsor. Ini bentuk perhatian yang luar biasa terhadap pemulihan psikologis anak,” ujar Zainal Arifin.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LAKAM Pessel dr.H.Misri Harsanto, SH, M.Kes yang merespons positif kunjungan tersebut. Ia berharap kehadiran Kak Seto dapat memberikan sitawa sidingin atau ketenangan dan kesejukan batin bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana.

    Selain melakukan peninjauan, dalam kunjungan ini Kak Seto juga akan memberikan trauma healing kepada anak-anak terdampak serta menyalurkan bantuan berupa school kit atau peralatan sekolah, guna mendukung keberlangsungan pendidikan mereka pascabencana.

    Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam pemulihan psikososial anak-anak sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga perlindungan anak, tokoh adat, dan pemerintah daerah.( Alpin)



  • Oleh : Hirdamli (Penerima Beasiswa S3 Pendidikan Kader Ulama/ASN, Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    Pendayagunaan Zakat untuk Ketahanan Pangan Pesisir Selatan

    Oleh : Hirdamli (Penerima Beasiswa S3 Pendidikan Kader Ulama/ASN, Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    Ketahanan pangan masih menjadi persoalan krusial di banyak daerah Indonesia, termasuk Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

    Wilayah ini memiliki karakter geografis yang unik: bentang pesisir yang panjang, perbukitan, serta ketergantungan besar pada sektor pertanian dan perikanan. Namun, di balik potensi tersebut, masyarakat Pesisir Selatan juga menghadapi kerentanan akibat bencana alam, perubahan iklim, fluktuasi cuaca ekstrem, keterbatasan akses lahan produktif, serta rendahnya kapasitas produksi pangan yang berkelanjutan.

    Dalam konteks tersebut, zakat sebagai instrumen filantropi Islam sesungguhnya memiliki potensi strategis untuk berkontribusi lebih jauh dalam mewujudkan ketahanan pangan.

    Selama ini, zakat cenderung dipahami dan dipraktikkan sebatas bantuan konsumtif. Padahal, jika dikelola secara produktif dan terarah, zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus solusi jangka panjang bagi persoalan pangan dan kemiskinan.

    Pendayagunaan zakat untuk ketahanan pangan setidaknya dapat diformulasikan melalui tiga pilar utama: peningkatan produksi pangan, penguatan sistem distribusi, dan pengembangan kapasitas masyarakat.

    Pertama, peningkatan produksi pangan. Zakat dapat dialokasikan untuk mendukung program pertanian dan perikanan berkelanjutan, seperti pengadaan bibit unggul, pupuk organik, sarana produksi sederhana, hingga pembangunan irigasi skala kecil.

    Di Pesisir Selatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dapat bermitra dengan pemerintah nagari, kelompok tani, dan nelayan untuk mengembangkan usaha produktif berbasis zakat. Pembentukan dan penguatan Koperasi Merah Putih di nagari/desa, sebagaimana menjadi perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dapat menjadi wahana kolektif untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah hasil pangan masyarakat.

    Kedua, penguatan distribusi pangan. Masalah pangan tidak semata terletak pada produksi, tetapi juga pada distribusi yang tidak merata. Pendayagunaan zakat berbasis teknologi, seperti pemanfaatan aplikasi digital untuk pemantauan stok dan distribusi bahan pangan, dapat memastikan kebutuhan pokok—seperti beras, ikan, dan pangan lokal—tersalurkan secara tepat sasaran kepada rumah tangga miskin dan rentan.

    Di era digital, transparansi dan efisiensi distribusi zakat menjadi prasyarat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik.

    Ketiga, pengembangan kapasitas masyarakat. Zakat juga dapat digunakan untuk membiayai pelatihan dan pendampingan keterampilan bagi petani dan nelayan. Diversifikasi usaha, seperti pengolahan hasil pertanian, budidaya rumput laut, perikanan terpadu, atau pengembangan pangan lokal berbasis kearifan lokal, akan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga dalam jangka panjang.

    Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada satu sumber penghasilan.

    Secara normatif, pendayagunaan zakat produktif memiliki landasan yang kuat. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2003 tentang Penggunaan Zakat untuk Istitsmar (investasi) memberikan ruang pemanfaatan zakat secara produktif.

    Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang menegaskan bahwa zakat dapat didayagunakan untuk usaha produktif dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas umat.

    Implementasi formulasi ini juga perlu diukur dengan indikator yang jelas, seperti penurunan angka kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan pendapatan petani dan nelayan, serta bertambahnya jumlah mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki dalam beberapa tahun ke depan. Di sinilah zakat tidak lagi diposisikan semata sebagai sedekah, melainkan sebagai investasi sosial strategis untuk kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.

    Harapannya, pendayagunaan zakat yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah akan melahirkan sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengelola zakat, penerima zakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Ketika semua pihak merasa dilibatkan, maka ketahanan pangan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama.

    Dengan demikian, zakat dapat berfungsi sebagai instrumen transformasi sosial: mengurangi kemiskinan, menekan pengangguran, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan siklus kebaikan di mana mustahik hari ini berpeluang menjadi muzaki di masa depan. Inilah esensi zakat sebagai pilar keadilan sosial dalam pembangunan daerah, termasuk di Pesisir Selatan.



  • Asisten I Buka Seminar Mediator LAKAM, Bahas Penyelesaian Sengketa Sako dan Pusako di Minangkabau

    Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Bupati Pesisir Selatan  yang diwakili oleh Asisten I, dr. Syahrizal Antoni, secara resmi membuka Seminar Mediator dengan tema “Peran Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) sebagai Mediator dalam Menyelesaikan Sengketa Sako dan Pusako di Minangkabau”, di Caffe Dena Carocok Painan Minggu, 4/1/2026

    Dalam sambutannya, dr. Syahrizal Antoni menyampaikan bahwa keberadaan LAKAM sangat strategis dalam menjaga kelestarian adat Minangkabau, khususnya dalam penyelesaian konflik adat seperti sengketa sako dan pusako. Menurutnya, penyelesaian melalui jalur adat dan mediasi merupakan langkah bijak untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

    Seminar ini menghadirkan Adv. Azwar Siri, SH, Med, CPL sebagai narasumber utama. Ia juga merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LAKAM. Dalam pemaparannya, Azwar Siri menjelaskan pentingnya peran mediator adat yang memahami nilai-nilai budaya Minangkabau, hukum adat, serta pendekatan keadilan restoratif dalam menyelesaikan sengketa warisan adat.

    “Kunci penyelesaian sengketa sako dan pusako adalah musyawarah, pemahaman adat, serta keadilan yang berlandaskan nilai-nilai Minangkabau,” ujar Azwar Siri.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendahara DPP LAKAM, Ibu Sari Wulandari, CPK, Ketua Umum LAKAM Pessel dr. H. Misri Hasanto, M.Kes, Ketua Harian H. Ikhlas Razuki, Sekretaris Ir. Febrianes, Wakil Sekretaris Elpinas, S.Kom serta Bendahara Liliy Karlina, SH, CAPLA, bersama jajaran pengurus LAKAM lainnya.

    Seminar ini dipandu oleh Kasril, SH sebagai moderator dan diikuti oleh peserta dari berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, serta pemerhati hukum dan budaya.

    Melalui seminar ini, diharapkan para mediator LAKAM semakin memiliki kapasitas dan pemahaman yang kuat dalam menyelesaikan sengketa adat secara damai, adil, dan bermartabat, demi menjaga keutuhan nilai-nilai adat Minangkabau di Pesisir Selatan.(Alpin)