Category: Nasional


  • Oleh : Prof.Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

    Kesabaran dalam Budaya Minangkabau, Kekuatan Bangkit dari Musibah

    Oleh : Prof.Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

    Musibah yang kembali menimpa sejumlah wilayah di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pesisir Selatan, menyisakan luka yang tidak kecil bagi masyarakat. Gempa, banjir, dan longsor yang terjadi beberapa waktu terakhir bukan hanya merusak rumah dan fasilitas publik, tetapi juga menguji keteguhan hati warga dalam menghadapi situasi sulit. Namun di balik kepedihan itu, ada satu nilai yang tetap bertahan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau: kesabaran.

    Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) yang hadir di nagari-nagari terdampak bencana, saya menyaksikan langsung bagaimana masyarakat mempertahankan ketenangan dan kebijaksanaan khas Minangkabau dalam menghadapi musibah. Kesabaran bagi orang Minang bukanlah sekadar menahan diri, tetapi sebuah kekuatan budaya yang mengakar dan diwariskan sejak nenek moyang.

    Masyarakat Minangkabau mengenal ungkapan sabar itu indak baranti, sakik itu indak basuo. Petuah ini menegaskan bahwa kesabaran tidak memiliki batas, karena cobaan hidup tidak akan hilang selamanya. Di saat kesedihan hadir, kesabaran menjadi pegangan untuk tetap teguh berdiri, sementara semangat gotong royong menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat.

    Bencana, bagi orang Minang, bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian batin. Dalam tambo Minangkabau disebutkan bahwa cobaan harus dihadapi dengan pikiran jernih dan hati yang lapang  mambasuah aia nan janiah, mambasuah hati nan luko. Oleh karena itu, ketika wilayah Pesisir Selatan mengalami kerusakan parah, masyarakat tetap mampu mengatur langkah dengan tertib dan saling membantu tanpa kehilangan kendali emosi.

    FIB Unand, melalui kegiatan pengabdian dan penyaluran donasi kepada warga terdampak, berupaya memperkuat nilai-nilai ini dengan mengangkat kembali kearifan lokal dalam literasi kebencanaan. Pendekatan budaya, seperti menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat informasi komunitas, penggunaan alat tradisional seperti kentongan dalam peringatan dini, hingga diskusi adat mengenai solidaritas nagari, menjadi bagian dari strategi memulihkan kehidupan sosial masyarakat.

    Dalam setiap tenda pengungsian yang kami kunjungi, nilai badunsanak terlihat hidup: warga berbagi makanan, membantu tetangga yang lebih membutuhkan, dan menguatkan satu sama lain tanpa keluhan berlebih. Prinsip barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang bukan hanya slogan adat, tetapi benar-benar menjadi energi pemulihan setelah bencana.

    Kesabaran masyarakat Minangkabau bukan sikap pasif. Ia adalah pilihan sadar untuk menghadapi musibah dengan keteguhan, menjaga martabat diri, dan tetap membuka ruang untuk harapan.Itulah yang membuat masyarakat kita mampu bangkit berulang kali meski berkali-kali diguncang bencana.

    Pada akhirnya, kekuatan terbesar Sumatera Barat bukan terletak pada alamnya, tetapi pada manusianya  pada budaya yang menjaga ketahanan mental dan ketangguhan sosial. Dengan menjaga kesabaran sebagai nilai inti, dan gotong royong sebagai wujud praktiknya, masyarakat akan selalu memiliki kemampuan untuk memulai kembali, betapapun besarnya ujian yang datang.

    Semoga masyarakat Pesisir Selatan dan seluruh Sumatera Barat diberikan ketabahan dan keselamatan, serta diberi jalan untuk bangkit dengan lebih kuat. Budaya Minangkabau telah mengajarkan kita bahwa selama kesabaran dan kebersamaan tidak hilang, nagari-nagari kita akan selalu kembali tegak.

    Profil  singkat  Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

    Prof.Dr. Ike Revita, S.S,,M.Hum.,CRP adalah Guru Besar Linguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Beliau dikenal sebagai peneliti senior dalam bidang linguistic, budaya, pragmatik, serta kajian kearifan lokal Minangkabau. Sekarang ini beliau adalah Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas yang aktif mengembangkan riset berbasis data lapangan dan berfokus pada bahasa, identitas, dan pemanfaatan linguistik dalam konteks sosial dan kebencanaan.

    Di lingkungan akademik, Prof. Ike telah menghasilkan puluhan buku, ratusan artikel ilmiah, serta berbagai karya pengabdian masyarakat. Penelitiannya banyak berkontribusi pada revitalisasi bahasa daerah, penguatan literasi budaya, dan pengembangan model komunikasi kebencanaan berbasis kearifan lokal.

    Selain sebagai akademisi, beliau juga aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya pendampingan nagari di Sumatera Barat dalam bidang literasi kebencanaan, dokumentasi budaya, serta pelatihan komunikasi efektif bagi pemangku adat dan pemerintah nagari.

    Dengan rekam jejak akademik dan sosial yang kuat, Prof. Ike Revita menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan  linguistik dan pelestarian budaya di Indonesia.



  • Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Organda Sumbar

    Padang — nrtvnews.info Anggota DPD RI, Cerint Irraloza Tasya, S.Ked, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama jajaran Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat pada Senin, 29 September 2025  bertempat di Kantor Organda Sumbar.

    Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus Organda Sumbar. Dalam sosialisasi tersebut, Cerint Irraloza Tasya menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Ia juga menyampaikan bahwa peran pelaku transportasi darat sangat strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Ketua Organda Sumbar  Imral Adenansi,SH,MH menyambut baik kegiatan ini dan berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan para anggota Organda di masa mendatang

    Imral juga menyampaikan Pelaku transportasi berada di garis depan mobilitas masyarakat. Karena itu, penguatan nilai kebangsaan seperti ini sangat kami butuhkan agar Organda tetap solid, profesional, dan berkontribusi untuk negeri,” ungkap Ketua Organda Sumbar.(Alpin)



  • MdMC Bengkulu Gelar Healing Trauma bagi Pengungsi Bencana di Pancung Taba, Bayang Utara

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MdMC) Bengkulu menggelar kegiatan healing trauma bagi para pengungsi bencana di Nagari Pancung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan ini bertujuan membantu pemulihan psikologis warga, khususnya anak-anak yang terdampak bencana, Rabu (10/12)

    Tim MdMC Bengkulu yang terlibat merupakan relawan berpengalaman secara nasional, di antaranya Arum Sekar, Ayu Diliani, Popy Putri Prananda, Ibnu Abbas Hery, Wiyono Aji Saputra, dan Danang Widiyatmoko. Mereka berbagi peran dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta aktivitas pemulihan trauma bagi anak-anak.

    Salah satu fokus kegiatan adalah trauma healing untuk siswa SD Negeri 03 Pancung Taba. Sesi pendampingan diberikan mulai dari kelas 3 hingga kelas 6 dengan pendekatan permainan edukatif, konseling ringan, serta kegiatan kreatif yang dirancang untuk mengembalikan rasa aman dan keceriaan anak-anak.

    Menurut para relawan, kegiatan ini penting dilakukan agar anak-anak dapat kembali beraktivitas dan belajar tanpa beban psikologis yang berkepanjangan setelah menghadapi situasi darurat.

    Program trauma healing ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan mental masyarakat sekaligus membangun kembali semangat warga yang terdampak bencana. MdMC Bengkulu berkomitmen melanjutkan pendampingan sesuai kebutuhan lapangan (Alpin)



  • Bupati Pessel Bersama Forkopimda Gerak Cepat Tangani Banjir di Bayang Utara

    Bayang Utara -Pesisir Selatan nrtvnews.info Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama jajaran Forkopimda mendapat perhatian publik. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, turun langsung ke lokasi bencana banjir di Kecamatan Bayang Utara bersama Dandim 0311/Pessel Letkol Czi Theodurus Sambua, S.T., M.Han., serta Kapolres Pessel AKBP Derry Indra, S.I.K., Rabu (10/12)

    Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Bayang Utara sejak kemaren menyebabkan debit air sungai meningkat dan memicu banjir di sejumlah titik. Pemerintah daerah bergerak sigap untuk memastikan keselamatan warga dan distribusi bantuan berjalan lancar.

    Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa tidak boleh ada keterlambatan dalam penyaluran bantuan, terutama bahan pokok untuk masyarakat yang terdampak banjir. “Saya pastikan tidak ada bantuan yang tertunda. Semua harus cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya saat meninjau lokasi bencana.

    Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga memberikan instruksi langsung kepada para operator alat berat di lapangan. Ia meminta agar penataan ulang jalur air segera dilakukan demi mengendalikan arus sungai yang berpotensi merusak badan jalan yang telah dibangun sebelumnya. Langkah ini dinilai sangat tepat mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil.

    Kolaborasi cepat antara Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam penanganan bencana di Pesisir Selatan. Kehadiran langsung para pimpinan daerah di lokasi turut memberikan rasa aman serta dukungan moral bagi warga yang sedang menghadapi musibah.

    Upaya pemerintah daerah ini diharapkan mampu meminimalisir dampak banjir dan mempercepat proses pemulihan di Bayang Utara. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.(Alpin)



  • MdMC Bengkulu Gelar Sosialisasi Edukasi Kesehatan dan Bantu Dapur Umum di Lokasi Bencana Pancung Taba

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info Muhammadiyah Disaster Management Center (MdMC) Bengkulu di bawah koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesisir Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Edukasi Kesehatan di SD Negeri 3 Pancung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (9/12).

    Kegiatan edukasi kesehatan tersebut dipimpin langsung oleh Arum Sekar dan Ayu Diliani, dua relawan yang telah berpengalaman dalam memberikan pembinaan kesehatan dan mengajar mengaji  kepada anak-anak. Materi edukasi disampaikan secara interaktif dan bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, terutama di tengah kondisi daerah yang sedang terdampak bencana.

    Selain memberikan edukasi, Arum dan Ayu juga turut membantu masyarakat di dapur umum yang didirikan untuk warga terdampak bencana di Pancung Taba.

    Debit Air Naik, Warga Khawatir Banjir Susulan

    Dari lokasi bencana, Marli Alfikri, salah satu Relawan MdMC Bengkulu, melaporkan bahwa hujan turun deras sejak waktu Zuhur hingga malam hari dan menyebabkan debit air sungai meningkat, Aliran listrik mati. Kondisi ini membuat warga Pancung Taba waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

    TNI Turun Membantu Bersihkan Rumah Warga

    Di lokasi yang sama, sejumlah personel TNI dari satuan Batalyon turut dikerahkan untuk membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah yang masih dipenuhi lumpur akibat banjir.

    Dandim 0311 Pesisir Selatan, Letkol Czi Theodurus Sambua, S.T., M.Han, membenarkan adanya penambahan personel dari Batalyon untuk memperkuat proses penanganan bencana di wilayah Pancung Taba.

    “Memang betul ada tambahan personel yang diperbantukan untuk membantu masyarakat di Pancung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan,” ujarnya.(Alpin)



  • Diskusi Siang Bersama Prof. Wilchandry di Hotel Viony Painan, Tekankan Pentingnya Pembangunan SDM Indonesia

    Painan  –  nrtvnews.info Suasana hangat mewarnai diskusi siang bersama Prof. Wilchandry, atau yang akrab disapa Prof. Wily, di Ruang Tamu Hotel Viony Painan, Selasa siang. Sosok yang dikenal sebagai motivator senior ini telah banyak melanglang buana dan saat ini juga aktif sebagai Penasehat BPH Lidik Krimsus RI serta anggota MPO Forum Komunikasi Bela Negara (FKBN) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (9/12)

    Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat tersebut, Prof. Wily menyampaikan pandangan penting mengenai kondisi Indonesia saat ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan program kesadaran diri merupakan kunci utama bagi kemajuan bangsa.

    “Apabila dua hal ini sudah kuat dan berjalan dengan baik, Insya Allah Indonesia akan sejahtera dan berkemajuan,” ujar Prof. Wily ketika diwawancarai awak media.

    Menurutnya, meskipun Indonesia dianugerahi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, hal itu tidak akan memberi manfaat optimal apabila tidak dikelola oleh SDM yang kompeten.

    “Betapapun banyaknya SDA kita, namun jika yang mengolah tidak memiliki SDM yang baik, semuanya akan lari keluar Indonesia dalam tanda kutip,” tambahnya.

    Diskusi tersebut turut dihadiri oleh tokoh masyarakat Pesisir Selatan Drs. Damyursal serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pessel, Elpinas, S.Kom. Keduanya ikut menyimak dan berkontribusi dalam pembahasan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan tersebut.

    Tanpa terasa, waktu Zuhur pun tiba. Diskusi  ditutup dan melanjutkan kegiatan dengan shalat Zuhur berjamaah, sebagai penutup yang penuh kebersamaan.(Alpin)



  • PCM Bayu dan MdMC PWM Bengkulu Gelar Edukasi Kesehatan dan Gotong Royong di Nagari Pancung Taba

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info Ketua Pimpinan Cabang  Muhammadiyah (PCM) Bayang Utara Fakhrial Amir dan Pimpinan lainnya bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MdMC) PWM Bengkulu melaksanakan kegiatan edukasi bagi anak-anak terdampak banjir dan longsor di Nagari Pancung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Senin (8/12/2025).

    Kegiatan ini berfokus pada penyuluhan kesehatan mengenai cara mencuci tangan yang baik dan benar. Edukasi tersebut diberikan oleh Tim Kesehatan MdMC Bengkulu, yakni Arum Sekar dan Ayu Diliani, yang mengajarkan langkah-langkah cuci tangan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit pascabencana.

    Selain edukasi kesehatan, Tim MdMC laki-laki  Buya Agus, Hery, Marli dan Yadi  juga turut melakukan gotong royong bersama TNI dan masyarakat Nagari Pancung Taba. Kegiatan ini meliputi pengerjaan pengecoran Jembatan area terdampak, membantu perbaikan fasilitas umum, serta mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah pancung taba.

    PCM Bayang Utara dan MdMC Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama dalam aspek kesehatan dan pemulihan lingkungan. Mereka berharap kegiatan kolaboratif ini dapat meringankan beban warga serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang (Alpin)



  • Nagari Puluik-Puluik Selatan Siap Menuju Era “Nagari Cerdas dan Berkemajuan”, Erwanto Paparkan Visi Masa Depan

    Nagari Puluik-Puluik Selatan-Kecamatan Bayang Utara nrtvnews.info Calon Wali Nagari Erwanto, SH kader Muhammadiyah memaparkan visi pembangunan menuju “Nagari Cerdas dan Berkemajuan” yang modern, mandiri dan berlandaskan nilai adat serta syarak. Dengan pengalaman birokrasi dan latar belakang hukum, Erwanto menegaskan komitmennya menghadirkan pemerintahan nagari yang transparan, profesional, dan bebas pungli.

    Dalam penyampaiannya, Erwanto menekankan peningkatan kualitas pelayanan publik, pengelolaan dana nagari yang akuntabel, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah nagari, lembaga adat, dan masyarakat. Di sektor ekonomi, ia berencana mengoptimalkan BUMNag dan Koperasi Nagari sebagai pendorong pertumbuhan, termasuk fasilitasi subsidi pupuk bagi petani.

    Pemberdayaan SDM menjadi fokus lain visi Erwanto melalui pelatihan keterampilan bagi pemuda, beasiswa nagari, bimbingan belajar gratis, dan program pemberdayaan perempuan. Di bidang keagamaan, ia menyiapkan pembentukan LPQ bagi santri berbakat serta kegiatan keagamaan rutin tingkat  kecamatan.

    Erwanto juga menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur terpadu serta pengembangan fasilitas olahraga dan seni untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Dengan semangat “Masyarakat Makmur, Nagari Maju dan Berkemajuan”, Erwanto mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama mewujudkan Puluik-Puluik Selatan yang lebih cerdas, sejahtera, dan berdaya saing(Alpin)



  • Damar Lapan Batang Inderapura – Menuju Era “Nagari Cerdas”

    Hilalang Panjang – Pesisir Selatan nrtvnews.info Calon Wali Nagari Damar Lapan Batang Inderapura, Gempa Maulana, S.H., M.H., kader muda Muhammadiyah Pessel memaparkan visi dan program kerjanya untuk membawa nagari menuju konsep “Nagari Cerdas”. Ia menekankan pembangunan berbasis teknologi, transparansi pemerintahan, serta penguatan nilai adat dan keagamaan, Senin (8/12)

    Gempa menawarkan pelayanan publik cepat dan bebas pungli, digitalisasi administrasi melalui WA Center dan platform online, serta sistem pengaduan warga yang lebih responsif. Ia juga menyoroti penguatan sinergi antara pemerintah nagari, lembaga adat, dan masyarakat.

    Di bidang ekonomi, Gempa merencanakan optimalisasi BUMNag dan Koperasi Nagari, termasuk dukungan bagi petani melalui subsidi pupuk. Untuk peningkatan SDM, ia menyiapkan pelatihan keterampilan digital, beasiswa nagari, hingga program pemberdayaan perempuan dan pemuda.

    Aspek keagamaan, budaya, dan infrastruktur turut menjadi fokus, mulai dari pembentukan LPQ bagi santri berbakat, hingga festival kesenian dan lomba adat untuk pelestarian budaya lokal.

    Melalui gagasan “Muda Berdampak! Masyarakat Makmur Nagari Maju”, Gempa Maulana menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan nagari secara menyeluruh.(Alpin)



  • Presiden Aliansi PPS Desak Menkeu Telusuri Ekspor Emas Batangan AMMAN ke Swiss

    Sumbawa Barat — Presiden Aliansi PPS, Muhammad Sahril Amin Dea Naga, mendesak Kementerian Keuangan untuk melakukan penelusuran menyeluruh terhadap aktivitas ekspor emas batangan yang dilakukan PT Amman Mineral ke Swiss, Senin  (8/12)

    Dorongan ini disampaikan menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Purbaya yang sebelumnya menyoroti maraknya isu terkait pungutan serta ketentuan cukai dalam ekspor sejumlah komoditas strategis.

    Sahril Amin menilai bahwa transparansi dan pengawasan ketat mutlak diperlukan guna memastikan seluruh proses ekspor berjalan sesuai regulasi, terutama menyangkut kepatuhan pajak, bea keluar, serta potensi kebocoran penerimaan negara.

    “Kami meminta Menteri Keuangan juga turun langsung memeriksa alur ekspor emas batangan Amman Mineral ke Swiss. Negara harus memastikan tidak ada celah yang merugikan penerimaan negara,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pemerintah perlu melakukan audit menyeluruh demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan pengelolaan sumber daya mineral berlangsung dengan prinsip akuntabilitas serta tata kelola yang baik.

    Hingga kini, pihak Kementerian Keuangan maupun PT Amman Mineral belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut.(Indra)



  • Direktur RSUD M. Zein Painan Kunjungi Lokasi Banjir–Longsor di Tiga Nagari Kecamatan Bayang Utara

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info Direktur RSUD M. Zein Painan, dr. Dona Hamrita, M.Kes, turun langsung meninjau lokasi bencana banjir dan longsor yang melanda tiga nagari di Kecamatan Bayang Utara, Minggu, (7/12)

    Kehadiran beliau menunjukkan komitmen rumah sakit dalam memberikan respon cepat terhadap kondisi darurat yang dialami masyarakat.

    Dalam kunjungannya, dr. Dona didampingi tim kesehatan RSUD M. Zein Painan untuk melakukan asesmen kebutuhan medis serta memberikan dukungan kepada para korban terdampak. Selain itu, terlihat pula hadir Kepala Puskesmas Tarusan, dr. Fresi, serta Ibu Suci dan para penggiat kemanusiaan lainnya yang turut membantu proses penanganan di lapangan.

    Tim kesehatan melakukan pengecekan kondisi warga, memberikan layanan medis darurat, serta memastikan ketersediaan logistik kesehatan di lokasi pengungsian sementara. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak nagari dan relawan untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

    Banjir dan longsor yang terjadi beberapa hari yang lalu  akibat curah hujan tinggi  menyebabkan akses jalan terganggu dan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Kehadiran unsur kesehatan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat serta mempercepat penanganan pasca bencana.

    Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan berbagai pihak terkait terus melakukan upaya pemulihan, sementara tim kesehatan tetap bersiaga untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan(Alpin)



  • Pimpinan Muhammadiyah Sumatera Barat Tinjau Posko dan Lokasi Banjir–Longsor di Bayang Utara

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat berkolaborasi dengan MdMc PWM Bengkulu meninjau langsung Posko Muhammadiyah serta lokasi bencana banjir dan longsor di Nagari Pancung Taba Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Kunjungan ini dilakukan oleh Ketua PWM Sumbar Dr. Bakhtiar, M.Pd dan Sekretaris PWM Sumbar Drs. H. Apris Yaman, MM, didampingi  PDM Pessel Elpinas, S.Kom, serta Ketua PCM Bayang Utara Fakhrial Amir, B.Sc.

    Rombongan PWM Sumbar di terima langsung oleh MdMc PWM Bengkulu Buya Agus, Meldhan ade Putra, suryadi Jaya ( Ayung), dokter Fitri dan kawan – kawan.

    Rombongan PWM Sumbar datang untuk melihat kondisi lapangan sekaligus mengumpulkan informasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Berdasarkan hasil asesmen awal, kebutuhan paling urgen adalah school kit atau perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak bencana. Bantuan ini akan segera disalurkan melalui Lazismu Sumbar, Minggu (7/12)

    Sementara untuk kebutuhan sembako, kondisi dinilai sudah mulai membaik. Namun, layanan kesehatan masih menjadi perhatian utama. Saat ini masyarakat membutuhkan tenaga dokter laki-laki karena medan menuju lokasi bencana cukup jauh dan berat, sementara dokter  Muhammadiyah yang tersedia di lapangan mayoritas perempuan.

    PWM Sumbar memastikan akan segera mengirimkan tenaga medis laki-laki jika dibutuhkan.

    Selain bantuan material, Muhammadiyah Sumbar juga akan menurunkan mubaligh untuk memberikan pendampingan rohani dan ketenangan jiwa bagi warga yang tengah menghadapi musibah.

    “Insya Allah, apa yang dibutuhkan masyarakat yang terkena dampak bencana akan segera kita fasilitasi,” ujar Ketua PWM Sumbar Dr. Bakhtiar, M.Ag saat berada di lokasi.

    Bakhtiar juga mengimbau seluruh warga Muhammadiyah untuk saling bahu-membahu dan memperkuat gerakan membantu masyarakat di tengah bencana yang terjadi.(Alpin)