Category: Nasional


  • Anggota DPRD Pessel Teguh Dehalsa, SH, MKn Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 H

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan, Teguh Dehalsa, SH, MKn menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten Pesisir Selatan.

    Dalam pernyataannya, Teguh Dehalsa mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum tahun baru Islam sebagai ajang introspeksi diri serta memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial.

    “Saya mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Pessel Dapil I. Semoga tahun baru ini membawa keberkahan, kedamaian, dan semangat baru dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Teguh Dehalsa pada Jumat (27/6/2025).

    Politisi muda ini juga berharap agar tahun baru Islam bisa menjadi waktu untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

    “Mari kita jadikan momen 1 Muharram ini sebagai tonggak untuk memperbaiki diri, mempererat ukhuwah, dan memperkuat tekad dalam membangun daerah yang kita cintai bersama,” tambahnya.

    Teguh Dehalsa dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat di DPRD serta terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat Pesisir Selatan ( Alpin)



  • Hamdanus Bagindo Rajo Intens Bangun Komunikasi dengan Tokoh Senior Olahraga Sumbar

    Padang – Calon Ketua KONI Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus Bagindo Rajo, terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun olahraga di Ranah Minang. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh senior olahraga Sumatera Barat, Jumat 27/6/2025

    Baru-baru ini, Hamdanus bertemu dengan dua tokoh penting dunia olahraga Sumbar, yakni Prof. Syahrial Bakhtiar dan H. Sengaja Budi Syukur. Pertemuan berlangsung di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat, dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

    Menurut Hamdanus, komunikasi yang dibangun ini menjadi bagian penting dalam menyerap masukan, pengalaman, dan pandangan dari para tokoh senior. Ia meyakini, baik Prof. Syahrial maupun H. Sengaja Budi Syukur memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan olahraga Sumatera Barat di masa lalu dan dapat terus berperan strategis ke depan.

    “Kita tidak bisa membangun olahraga tanpa kolaborasi. Kehadiran tokoh-tokoh senior seperti Prof. Syahrial dan Pak Budi Syukur sangat berarti. Mereka punya pengalaman panjang dan wawasan luas yang bisa menjadi fondasi kuat untuk kemajuan olahraga di Sumatera Barat,” ujar Hamdanus.

    Pertemuan tersebut juga membahas berbagai tantangan dan potensi pengembangan olahraga di daerah, termasuk strategi pembinaan atlet muda dan penguatan organisasi olahraga di tingkat provinsi.

    Hamdanus menegaskan bahwa jika dipercaya memimpin KONI Sumbar, ia berkomitmen membangun KONI yang inklusif, kolaboratif, dan terbuka terhadap semua pihak demi kejayaan olahraga Sumatera Barat di kancah nasional maupun internasional (Alpin)



  • Tim Evaluasi P3APPKB Sumbar Kunjungi UPTD PPA Pessel, Bahas Tantangan dan Penanganan Kasus

    Pesisir Selatan — nrtvnews.live Tim Evaluasi Kelembagaan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu 25/6/2025

    Rombongan yang dipimpin oleh Ibu Siska Setiawati, S.KM ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan dan kinerja UPTD PPA Kabupaten Pessel yang masih terbilang baru berdiri.

    Kedatangan tim evaluasi disambut langsung oleh Kepala UPTD PPA Kabupaten Pessel, Ibu Adriani, S.ST dan Kasubag Tata Usaha Ridha Amalia Madya, S.ST. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pessel, Drs. Damyursal.

    Dalam sesi evaluasi, tim menanyakan berbagai hal terkait tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh UPTD PPA, termasuk kapasitas sumber daya manusia, anggaran, serta koordinasi lintas sektor. Selain itu, tim juga menggali informasi mengenai penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang telah ditangani oleh UPTD PPA Pessel.

    “Kami ingin memastikan bahwa lembaga yang baru dibentuk ini dapat berjalan optimal, terutama dalam memberikan pelayanan perlindungan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan,” ujar Ibu Siska Setiawati, S.KM dalam pertemuan tersebut.

    Kepala UPTD PPA Pessel, Adriani, menyampaikan bahwa meskipun lembaga masih dalam tahap pengembangan, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.

    Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk peningkatan mutu layanan perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Pesisir Selatan ( Alpin)



  • Kemenag Kabupaten Pessel Gelar FGD Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan

    Painan – nrtvnews.live

    Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, bertempat di Aula Raudhah Kantor Kemenag Kabupaten Pessel, Selasa (24/6/2025).

    Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kemenag Pessel, H. Yufrizal, S.Ag., M.H., dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lintas organisasi keagamaan serta pejabat struktural di lingkungan Kemenag Pessel.

    Turut hadir dalam FGD ini, Kasi Bimas Islam Drs. H. Firdaus,   Ketua Tim Bina  Paham Agama Kanwil  Provinsi Sumatera Barat Ahmad Muzani, MH, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pessel, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pessel yang diwakili oleh Elpinas, S.Kom.,Hirdamli, M.Ag., dan Dra. Hj. Betra Bothi

    Selain itu, juga hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pessel diwakili oleh Adril Maiyanto,M.Pd, akademisi Dr. Lukman Hakim, M.Pd., serta Ermawan, S.Ag. Dari Nahdlatul Ulama (NU), Ketua NU Pessel Subiyanto turut ambil bagian dalam diskusi tersebut.

    Seksi Bimas Islam Usri dan perwakilan Humas, Lisa Arischa, S.Sos., juga aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.

    H. Firdaus ketua panitia kegiatan  menyampaikan, kegiatan ini dipantau langsung oleh pusat  dalam rangka penguatan deteksi dini konflik berdimensi keagamaan.

    Dalam sambutannya, H. Yufrizal menyampaikan pentingnya sinergi antara Kemenag dan tokoh lintas agama dalam mengidentifikasi serta merespons potensi konflik sosial yang berkaitan dengan isu-isu keagamaan. Cerita agama tidak terlepas dari upaya masyarakat dalam memahami agama itu sendiri.

    Kemajuan global harus kita desain selaras dengan perkembangan zaman, acara dibuka secara resmi oleh Kementerian Agama Pesisir Selatan.

    Ketua tim Bina  Paham Agama Kanwil Provinsi Sumatera Barat Ahmad Muzani, MH  menyampaikan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama perlu ada pengawasan kegiatan, Pengawasan kegiatan keagamaan dan memastikan kesesuaian dengan ajaran agama serta  memberikan  bimbingan dan nasihat kepada masyarakat tentang ajaran agama

    “FGD ini menjadi ruang strategis untuk mendengarkan pandangan dari berbagai unsur, agar kita mampu membangun sistem deteksi dini yang efektif dalam menjaga harmoni antarumat beragama di Pesisir Selatan,” ujarnya.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan diskusi yang konstruktif, membahas berbagai dinamika sosial-keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat serta langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan.

    Melalui kegiatan ini, Kemenag Pessel berharap terciptanya kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial berbasis nilai-nilai keagamaan (Alpin)



  • Kepala UPTD PPA Pesisir Selatan, Adriani SST Fokus Layani Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Pesisir Selatan yang baru berdiri pada September 2024, kini semakin menunjukkan peran aktifnya dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada korbanp kekerasan, khususnya perempuan dan anak.

    Kepala UPTD PPA, Adriani, SST, menyampaikan bahwa PPA mulai beroperasi September 2024 sedangkan   Perbup  pembentukan UPTD PPA  dikeluarkan pada   tanggal 4 juli 2023 hingga saat ini, pihaknya telah menangani sebanyak 34 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6 kasus melibatkan korban perempuan, sedangkan 28 kasus lainnya merupakan kasus kekerasan terhadap anak.

    “Seluruh kasus yang masuk saat ini masih dalam proses penanganan, baik dari segi pendampingan hukum, psikologis, maupun koordinasi dengan instansi terkait,” jelas Adriani.

    Ia menegaskan bahwa fokus utama kerja UPTD PPA adalah pada layanan kepada korban, bukan hanya pada aspek administratif atau pencatatan. “Kami lebih mengutamakan perlindungan dan pemulihan korban. Setiap kasus kami tangani secara serius agar korban bisa kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak,” ujarnya.

    UPTD PPA Pesisir Selatan hadir sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dengan keberadaan unit ini, diharapkan masyarakat tidak ragu untuk melapor jika mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan.

    Adriani juga mengimbau agar semua pihak, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar, turut aktif dalam melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan( Alpin)



  • Kanwil Kemenag Sumbar Gelar Serap Aspirasi Tokoh Agama dan Lembaga Keagamaan di Pessel

    Painan — nrtvnews.live Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan Serap Aspirasi Tokoh Agama dan Lembaga Keagamaan Mitra Kementerian Agama tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Jalan Agus Salim  Painan, Senin (23/6/2025).

    Acara ini bertujuan menjalin sinergi antara pemerintah dan berbagai unsur keagamaan dalam merespon isu-isu aktual serta memperkuat peran agama dalam kehidupan masyarakat.

    Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, yang menyampaikan bahwa forum ini merupakan wadah strategis untuk menyerap aspirasi tokoh agama dan memperkuat moderasi beragama. Ia juga mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam bermedia sosial karena dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sosial dan keagamaan.

    Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPR-RI Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, SE, M.MTr, yang juga menjadi narasumber utama. Dalam paparannya, Hj. Lisda mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.

    “Hidup kita di dunia tidak lama. Karena itu, mari kita saling berbuat baik. Bila kita baik kepada orang lain, kebaikan juga akan kembali kepada kita, demikian pula sebaliknya,” pesan Hj. Lisda.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan empati serta mewaspadai krisis identitas di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

    Selain Hj. Lisda, acara juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pessel Dani Syofian, SH, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar yang diwakili oleh H. Alfajri, SH, MH (Kepala Pemberdayaan Zakat Sumbar), serta Kepala Kemenag Pessel yang diwakili oleh Kasi Bimas, Firdaus.

    Forum ini turut diikuti oleh para tokoh dan pimpinan organisasi keagamaan di Kabupaten Pesisir Selatan, seperti MUI Pessel Buya H. Asli Sa’an, SH, MH, PDM Pessel Buya Dr. Lukman Hakim, Elpinas, S.Kom, PDA Pessel Dra. Nasrida, NU Pessel, PDPM Pessel Dr. Mardianton, SEI, M.Pd, GP Ansor Pessel, dan ormas keagamaan lainnya.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui peran aktif tokoh agama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat toleransi, serta membendung pengaruh negatif media sosial yang semakin masif dan acara dilanjutkan dengan tanya jawab.(Alpin)



  • TP-PKK Pessel Gelar Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional untuk Tekan Angka Anak Zero Dose

    Tarusan – nrtvnews.live Pesisir Selatan  Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan yang diketuai oleh Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, SE, M.MTr menggelar kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional dalam rangka mendukung program penurunan angka anak Zero Dose di wilayah tersebut.

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Tarusan pada Sabtu (21/6/2025) ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang bersinergi dengan Civil Society Organization (CSO) guna meningkatkan cakupan imunisasi nasional, khususnya bagi anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali (Zero Dose).

    Dalam sambutannya, H. Hendrajoni, SH,MH menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan hak imunisasi sebagai upaya perlindungan dasar terhadap berbagai penyakit berbahaya dan memastikan Nagari sehat sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pessel dan acara  langsung di buka oleh  Bupati Hendrajoni.

    Acara dilanjutkan dengan Penandatangani komitmen  penguatan  program imunisasi dalam rangka penurunan angka zero dose anak di pessel.

    “Lebih lanjut Ketua TP-PKK Pessel Dr.Hj.Lisda Hendrajoni, SE,M.M.Tr  berkomitmen untuk terus mendorong peran serta masyarakat dalam menyukseskan program imunisasi nasional ini. Anak-anak adalah aset bangsa, dan perlindungan sejak dini melalui imunisasi adalah langkah awal menuju generasi yang sehat dan unggul,” ujarnya.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni, SH, MH, Anggota DPRD Kabupaten Pessel Andra Respati, TP-PKK Pusat Nurjanah, Ketua Bidang IV TP- PKK Pusat Nana Safriati Safrizal, Nara Sumber dr. Riana Youri,Sp.A, Kadis Kesehatan Pessel  Agustina Rahfani,S.ST,MM, Direktur RSUD M.Zein Painan dr.Fahriza, Ketua MUI Pessel diwakili oleh Sekretaris Elpinas, S.Kom, Camat Tarusan Nurlani, SE, M.Si, Kepala Puskesmas Tarusan, Wali Nagari, serta Ketua TP-PKK tingkat kecamatan dan nagari.

    dr. Riana youri, Sp.A menyampaikan pentinya imunisasi bagi anak.

    Imunisasi sangat penting bagi anak karena dapat melindungi mereka dari penyakit berbahaya dan mematikan. Imunisasi membantu sistem kekebalan tubuh anak untuk mengenali dan melawan patogen, sehingga anak terhindar dari infeksi dan penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius.

    Beberapa manfaat imunisasi bagi anak antara lain:

    – Melindungi dari penyakit berbahaya Imunisasi dapat melindungi anak dari penyakit seperti campak, polio, difteri, dan lain-lain.

    – Mencegah komplikasi Imunisasi dapat mencegah komplikasi serius yang dapat terjadi akibat penyakit, seperti kerusakan otak, kelumpuhan, atau bahkan kematian.

    – Mengurangi risiko penularan, Imunisasi dapat mengurangi risiko penularan penyakit dari anak ke anak lain, sehingga membantu mencegah wabah penyakit.

    – Meningkatkan kekebalan tubuh, Imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak, sehingga mereka lebih siap untuk melawan patogen dan penyakit.

    Oleh karena itu, sangat penting bagi anak-anak untuk mendapatkan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, sesuai dengan jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh dokter atau petugas kesehatan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pessel Agustina Rahfani,S.ST,MM dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa masih terdapat anak-anak di wilayah Pesisir Selatan yang tergolong sebagai Zero Dose, sehingga upaya masif seperti advokasi dan sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya imunisasi, serta munculnya dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi (Alpin)



  • Ketua LAKAM Pessel Kunjungi Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido, Harapan Akan Perhatian Pemerintah untuk Pelestarian Budaya

    Pesisir Selatan — nrtvnews.live  Ketua Lembaga Advokasi dan Kebudayaan Adat Minangkabau (LAKAM) Kabupaten Pesisir Selatan, dr. H. Misri Dt. Dandaro Kayo, melakukan kunjungan ke Sanggar Seni Silek Batu Ampa Laban Salido, Kecamatan IV Jurai, Jumat 20/6/2025

    Dalam kunjungannya, dr. Misri menyaksikan langsung aktivitas seni tradisional yang digerakkan oleh para pemuda nagari di bawah pimpinan Yaldi, selaku Ketua Sanggar. Sanggar ini dikenal aktif melestarikan silek (silat) tradisional Minangkabau serta mengembangkan seni kreasi baru, seperti Tari Tagang Maleo Kandua Badantiang, yang merupakan bentuk modifikasi seni sesuai perkembangan zaman.

    Turut mendampingi Ketua LAKAM dalam kunjungan tersebut, Ketua Harian H. Ikhlas Razuki, Sekretaris Elpinas, S.Kom, Padris, dan beberapa pengurus lainnya.

    Namun, di balik semangat dan kreativitas tinggi, Sanggar Silek Batu Ampa juga menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi operasional. Dengan jumlah anggota sekitar 25 orang, biaya untuk latihan dan pertunjukan cukup besar. Yaldi mengungkapkan bahwa hingga saat ini bantuan dari pemerintah daerah maupun wakil rakyat masih belum dirasakan.

    “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mendukung pelestarian budaya ini. Jika tidak, lama-kelamaan nilai-nilai budaya kita akan tergerus oleh zaman,” ujar Yaldi.

    Menanggapi hal tersebut, dr. Misri mengaku prihatin dengan kondisi yang dihadapi sanggar, terlebih karena kiprah mereka sudah sampai ke tingkat nasional.

    “Sangat disayangkan, sanggar yang membawa nama daerah di tingkat nasional masih belum mendapatkan dukungan yang layak dari pemerintah. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar dr. Misri.

    Sebagai bentuk kepedulian, Ketua LAKAM memberikan bantuan operasional kepada sanggar, yang diterima langsung oleh Yaldi. Ia juga berkomitmen untuk menjembatani aspirasi ini kepada pihak terkait agar pelestarian budaya Minangkabau di Pesisir Selatan bisa lebih terjamin ke depannya (Alpin)



  • Tekankan Pentingnya Pancasila dan Persatuan Bangsa kepada Masyarakat

    Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pessel

    Tekankan Pentingnya Pancasila dan Persatuan Bangsa kepada Masyarakat

    Pesisir Selatan – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Cerint Irraloza Tasya, S.Ked, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

    Dalam sosialisasi yang dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, dan warga sekitar tersebut, Cerint Irraloza Tasya menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kembali semangat kebangsaan di tengah masyarakat, terutama generasi muda. Empat Pilar MPR RI bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi landasan dalam bersikap dan bertindak,” jelas Tasya.

    Ia juga menambahkan bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan harus semakin diperkuat agar bangsa Indonesia tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

    “Pesisir Selatan dikenal dengan keberagaman budaya dan adatnya. Justru dari sinilah kita harus menunjukkan bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk memperkaya persatuan,” imbuhnya.

    Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi seperti ini bisa terus berlanjut hingga ke pelosok nagari, sebagai upaya memperkuat rasa kebangsaan di tengah tantangan zaman (Alpin)



  • Hijaukan Masjid, Kapolres Pessel Ubah Lahan Kosong Jadi Taman Pangan

    Pesisir Selatan – Inovasi segar datang dari Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Derry Indra, SIK. Memanfaatkan lahan kosong di sekitar Masjid Polres, beliau menginisiasi program penghijauan sekaligus ketahanan pangan dengan menanam berbagai tanaman produktif.

    Area yang sebelumnya kosong kini disulap menjadi taman hijau yang menyejukkan mata. Deretan tanaman cabai, terung, serta kolam ikan mini tertata rapi dan indah. Selain memberikan manfaat ekologis, kebun kecil ini juga menambah kenyamanan bagi masyarakat yang datang beribadah.

    “Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, ini juga bisa menjadi contoh kecil bagaimana kita bisa mandiri secara pangan, bahkan dari lahan terbatas,” ujar AKBP Derry.

    Tak hanya itu, keberadaan taman ini juga membuat suasana masjid semakin asri dan menyenangkan. Banyak warga yang merasa betah berlama-lama di area masjid karena suasananya yang hijau dan sejuk.

    Langkah cerdas Kapolres Pessel ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Banyak yang menilai, ide tersebut layak dijadikan referensi bagi polres-polres lain di Indonesia.

    “Semoga ini bisa menjadi inspirasi, bahwa ketahanan pangan dan lingkungan bisa dimulai dari hal kecil, bahkan dari lingkungan institusi,” tambahnya.

    Lebih lanjut melihat suasana yang asri  Firman joni  Dt.Gamuak  ketua KAN Tambang Kecamatan IV Jurai  Kabupaten Pesisir Selatan  terinspirasi membuat  taman hijau yang menyejukan mata di rumah beliau.

    Dengan semangat hijau dan gotong royong, Polres Pesisir Selatan membuktikan bahwa sinergi antara lingkungan, ibadah, dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan (Alpin)



  • Ketua KAN Tambang Terima Kunjungan Ketua KAN Sutantih Bahas Tata Cara Pelewahan Datuak Bersama

    Tambang – nrtvnews live Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tambang, Firman Joni, S.Sos yang bergelar Datuak Gamuak, menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua KAN Surantih, Drs. Jamalus Dt. Bandaro Hitam, bersama sejumlah tokoh adat lainnya, Selasa 17/6/2025

    Turut hadir dalam rombongan KAN Surantih yakni H. Saidal Masfiuddin Dt. Rajo Bilang dari Suku Kampai Sawah Laweh, serta Syamsiwal Hasan Dt. Rajo Nan Sati dari Suku Caniago. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meminta  referensi terkait tata cara pelaksanaan pelewahan Datuak bersama, yang akan digelar di wilayah KAN Surantih dalam waktu dekat ini.

    Ketua KAN Tambang, Dt. Gamuak, yang sebelumnya sukses melaksanakan pelewahan Datuak secara bersama beberapa waktu lalu, berbagi pengalaman dan panduan menyeluruh kepada Ketua KAN Surantih. Beliau menyampaikan berbagai aspek penting yang perlu diperhatikan, mulai dari persiapan adat, koordinasi antar suku, hingga langkah-langkah teknis demi kelancaran prosesi.

    “Kami ingin agar prosesi pelewahan Datuak di Surantih nanti berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Karena itu, kami datang langsung untuk belajar dari pengalaman Ketua KAN Tambang,” ujar Dt. Bandaro Hitam.

    Menurut Dt. Gamuak, konsep pelewahan Datuak bersama memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah efisiensi biaya serta penguatan nilai kebersamaan antar suku di dalam nagari. Ia berharap, pengalaman yang dibagikan dapat menjadi acuan yang bermanfaat bagi pelaksanaan adat di tempat lain.

    “Kami menyambut baik kunjungan ini, karena adat harus terus dilestarikan dengan tata cara yang baik dan benar. Jangan sampai momen sakral seperti pelewahan justru menimbulkan konflik,” jelas Dt. Gamuak.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi antar-nagari dalam menjaga nilai-nilai adat Minangkabau yang luhur dan terstruktur. KAN Tambang dan KAN Surantih  berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga marwah adat dan budaya di tengah dinamika zaman. (Alpin)



  • FEB UNP Gelar Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor Kajian Lingkungan dan Pembangunan

    Padang — nrtvnews.live  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Doktor Kajian Lingkungan dan Pembangunan menggelar ujian terbuka disertasi pada hari Senin, 16 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium Prof. Kamaludin, Lantai IV FEB UNP, dan menjadi bagian dari upaya akademik dalam mendukung pengembangan ilmu berbasis lingkungan dan masyarakat.

    Dalam ujian terbuka tersebut, hadir sebagai peserta ujian promosi doktor adalah Mardianton dengan Nomor Induk Mahasiswa 20328008. Disertasi yang dipresentasikan berjudul:

    “Analisis Ekowisata dalam Perspektif Pengembangan Kapasitas Objek Wisata Berbasis Masyarakat melalui Konservasi Hutan Mangrove sebagai Variabel Moderator.”

    Penelitian Mardianton membahas peran strategis ekowisata dalam pengembangan kapasitas wisata yang berbasis pada keterlibatan masyarakat lokal, dengan fokus pada pelestarian hutan mangrove sebagai aspek penting konservasi lingkungan sekaligus elemen penyeimbang dalam pembangunan berkelanjutan.

    Ujian terbuka ini dipimpin oleh dua promotor utama, yaitu:

    Prof. Dr. Syamsul Amar, B.MS.

    Prof. Dr. Idris, M.Si.

    Penguji Eksternal Dr.Ir. Eni Kamal, M.Sc.

    penguji Internal Dr.Sri Ulfa Santoso,M.S,  Dr.Muhammad Irfan,SE,M.Si, Dr Joan Marta, SE,M.Si

    Pertanyaan Penguji Eksternal Dr. Ir. Eni Kamal, M.Sc ada beberapa pertanyaan diantaranya :

    • Mengapa konservasi hutan mangrove dirasa sangat penting untuk dilakukan saat ini, terutama dalam konteks perubahan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir selatan?
    •  Apa sebenarnya benang merah dari permasalahan yang terjadi di masyarakat terkait dengan hutan mangrove? Kelembagaan mana yang seharusnya paling berperan dalam mengatasi isu tersebut?
    •  Jika Bapak menyusun sebuah disertasi terkait konservasi hutan mangrove, menurut Bapak, apa poin-poin utama yang dapat meyakinkan masyarakat akan pentingnya upaya konservasi tersebut?

    Pertanyaan  Penguji Internal Dr. Muhammad Irfan, SE, M.Si  ada beberapaa pertanyaan diantaranya :

    • Mohonpenjelasan terkait hasil dari disertasi Bapak Mardianton
    • Apa persoalan uutama yang diangkat dalam penelitian ini ?
    • Apa tujuan yang ingin dicapai dari penelitian tersebut ?
    • Bagaimana kenyataan dilapangan yang Bapak temukan selam penelitian berlangsung ?
    • Sousi atau kotribusi apa yang ditawarkan melalui disertasi ini ?

    Acara ini turut dihadiri oleh para dosen, penguji, mahasiswa program doktor, serta tamu undangan dari berbagai instansi terkait. Kegiatan ini menegaskan komitmen FEB UNP dalam mencetak doktor yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

    Lebih lanjut Dr. Perengki Susanto, SE, M.Sc, Ph.D mengucapkan selamat dan sukses kepada Mardianton mendapatkan nilai sangat memuaskan.

    Meraih gelar doktor bukan berarti kita berhenti belajar, justru kita harus terus belajar, menjadi pengayom, serta suri teladan bagi masyarakat.

    Kami berharap saudara dapat menjadi panutan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi semua orang, serta mampu memberikan kontribusi besar kepada masyarakat.

    Pesan dan kesan dari Mardianton, Proses pencapaian Program Doktor ini bukanlah hal yang mudah bagi saya. Namun, berkat motivasi dan dukungan dari keluarga serta teman-teman, akhirnya saya dapat menyelesaikannya dengan baik.” (Alpin)