Category: Nasional


  • Dinas Sosial PPrPA Kabupaten Pessel Gelar Pelatihan Parenting dan Peran Orang Tua, Tema “Ayah Hebat, Perempuan Kuat, Anak Selamat” di Hotel Triza Painan

    Painan – nrtvnews.live Dinas Sosial PPrPA Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar acara pelatihan bertajuk Parenting dan Peran Orang Tua dengan tema “Ayah Hebat, Perempuan Kuat, Anak Selamat” di Hotel Triza Painan. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk memperkuat peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran bersama antara ayah dan ibu dalam keluarga, Rabu 16/7/2025

    Pelatihan ini menggunakan anggaran yang bersumber dari Pokir (Pokok Pikiran) Anggota DPRD Kabupaten Pessel, Baslianti, SE dari Fraksi PAN. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pessel, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, yang membuka acara secara langsung, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Pessel, khususnya dalam hal meningkatkan kualitas pengasuhan anak.

    “Semoga dengan adanya pelatihan ini, orang tua di Pessel dapat semakin memahami peran penting mereka dalam mendidik anak-anak. Tidak hanya ibu, tetapi juga ayah memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk karakter anak,” ungkap Wakil Bupati Pessel dalam pidatonya.

    Baslianti, SE, yang juga merupakan kader Asyiah Kabupaten Pessel, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan zaman, di mana banyak orang tua, terutama ayah, yang masih kurang aktif dalam proses pengasuhan. “Melalui pelatihan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya peran ayah dan ibu bersama-sama dalam mendidik anak akan semakin meningkat,” ujarnya.

    Selain Wakil Bupati dan Baslianti, acara ini juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain Kepala Dinas Sosial PPrPA Kabupaten Pessel, Junaidi, S.Kom, ME,  Sekretaris Dinas Sosial  PPrPA Pessel  Irwan Fahlifi, SH,  Kader Posyandu, dan beberapa narasumber yang berkompeten di bidang parenting dan pendidikan anak. Para tamu undangan lainnya juga turut menyemarakkan acara ini.

    Dengan berbagai materi yang disampaikan oleh para narasumber, peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru tentang cara mendidik anak dengan penuh kasih sayang, disiplin, dan perhatian, serta mengajak orang tua untuk berkolaborasi dalam membentuk generasi yang lebih baik.

    Acara ini mendapat sambutan hangat dari peserta yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, baik itu orang tua, kader posyandu, maupun perwakilan kecamatan. Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan anak di Kabupaten Pessel, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis bagi tumbuh kembang anak-anak di daerah tersebut.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Pessel dapat mencetak generasi penerus yang berkualitas, memiliki karakter kuat, serta memiliki hubungan yang sehat antara orang tua dan anak(Alpin)



  • Bupati Pessel Hendrajoni Buka Sosialisasi Perda No.1 Tahun 2025 tentang Hak Penyandang Disabilitas

    Painan – nrtvnews.live Bertempat di Hotel Triza Painan, Bupati Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni, SH, MH, secara resmi membuka acara sosialisasi terkait Peraturan Daerah (Perda) No.1 Tahun 2025 tentang penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Acara yang berlangsung Rabu, 16/7/2025 ini mengusung tema “Menuju Pessel yang Inklusif”.

    Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat terkemuka, di antaranya Sekda Pessel Mawardi Roska, Asisten Daerah Pessel, serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPrPA) Junaidi, S.Kom, ME. Selain itu, sejumlah penyandang disabilitas dan tamu undangan lainnya turut hadir untuk mendalami lebih jauh mengenai kebijakan dan implementasi Perda yang bertujuan memberikan ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas di Pessel.

    Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni mengungkapkan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Pessel yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas. “Melalui Perda ini, kami ingin memastikan bahwa hak-hak penyandang disabilitas tidak hanya dihormati tetapi juga dilindungi dan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

    Hendrajoni juga menyampaikan harapan agar sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman di kalangan masyarakat dan pemangku kebijakan mengenai pentingnya keberadaan penyandang disabilitas dalam pembangunan daerah. “Kita semua harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana setiap individu, tanpa terkecuali, dapat merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tambahnya.

    Sosialisasi Perda No.1 Tahun 2025 ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas. Diharapkan, dengan adanya peraturan ini, Kabupaten Pessel dapat menjadi daerah yang lebih ramah, adil, dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat.

    Selain penyampaian materi oleh sejumlah narasumber, acara ini juga dirangkai dengan diskusi interaktif antara pejabat daerah, masyarakat, serta penyandang disabilitas, guna menggali lebih dalam permasalahan dan kebutuhan yang ada di lapangan(Alpin)



  • Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI 2025 oleh Anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked Bersama Persatuan Orang Melayu Sumatera Barat (POMSB)

    Padang – nrtvnews live Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Cerint Irraloza Tasya, S.Ked menggelar sosialisasi mengenai 4 Pilar MPR-RI 2025 di Kota Padang baru – baru ini, Sumatera Barat. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Persatuan Orang Melayu Sumatera Barat (POMSB) dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk tokoh adat dan budayawan.

    Acara sosialisasi yang berlangsung di Caffe Raja Minas, Kuranji, Kota Padang dibuka dengan sambutan dari Ketua Harian POMSB, Zulkifli Malay, yang menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemahaman terhadap empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Hadirnya Tokoh-Tokoh Penting

    Selain Zulkifli Malay, acara ini juga dihadiri oleh Syafruddin, S.Pd M.Pd, serta sejumlah datuk dan penghulu Melayu yang memberikan pandangan serta dukungan terhadap pentingnya sosialisasi ini. Tokoh-tokoh adat Melayu tersebut memberikan pesan yang sangat bermakna terkait nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar MPR-RI dan bagaimana hal tersebut dapat dijaga serta dilestarikan oleh generasi muda.

    Tak kalah menarik, komedian Sumatera Barat, Ciwel Kumis, yang pernah tampil di tingkat nasional, juga turut hadir untuk memberikan hiburan kepada para tamu undangan. Dengan gaya khasnya, Ciwel Kumis berhasil mencairkan suasana dan membawa tawa ke tengah acara yang penuh dengan informasi penting ini.

    Pentingnya Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

    Dalam kesempatan tersebut, Cerint Irraloza Tasya menekankan bahwa sosialisasi 4 Pilar MPR-RI sangat penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai anggota DPD-RI, Cerint berkomitmen untuk terus menyosialisasikan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat di seluruh daerah, khususnya di Sumatera Barat.

    “4 Pilar MPR-RI adalah landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami ingin memastikan bahwa generasi muda dan masyarakat Sumatera Barat dapat lebih memahami serta mengamalkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Cerint.

    Tanggapan Positif dari Peserta

    Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak yang hadir. Para peserta menyatakan bahwa sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat, mengingat pentingnya pemahaman terhadap 4 Pilar MPR-RI sebagai dasar negara Indonesia.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Sumatera Barat, khususnya kalangan muda, dapat semakin mencintai dan mempertahankan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Penutupan dan Harapan

    Acara ditutup dengan pemberian cinderamata kepada tokoh-tokoh yang hadir dan diikuti dengan foto bersama. Harapan besar diungkapkan oleh Cerint Irraloza Tasya agar sosialisasi seperti ini dapat terus dilakukan di berbagai daerah lain untuk memastikan bahwa semangat 4 Pilar MPR-RI tetap hidup di hati masyarakat Indonesia.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan masyarakat Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya dapat menjaga dan mengamalkan 4 Pilar MPR-RI dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya bangsa yang kuat, bersatu, dan maju.(Alpin)



  • Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala MTS Muhammadiyah Surantih, dihadiri Oleh Ka Kemenag Pessel

    Surantih – nrtvnews.live MTS Muhammadiyah Surantih menggelar acara pelantikan dan serah terima jabatan kepala sekolah yang baru pada Selasa, 15 Juli 2025. Acara yang berlangsung khidmat tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Bapak Ajis, S.Ag.MA, dan dilanjutkan dengan dilantiknya Ibu Gusnelli, S.Pd sebagai Kepala Sekolah yang baru.

    Acara pelantikan yang diadakan di aula MTS Muhammadiyah Surantih ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan (Kemenag Pessel) H. Yufrizal, S.Ag, MHI, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pessel Buya H. Aprizal, M.Pd, serta unsur  Pimpinan  Daerah  Muhammadiyah Pessel lainya,  PCM Sutera,  Camat Sutera, Kapolsek Sutra, dan Kepala KUA Sutera. Hadir pula seluruh majelis guru dan tamu undangan yang turut memeriahkan acara ini.

    Sambutan Ketua PDM Pessel, Buya H. Aprizal, M.Pd

    Dalam sambutannya, Ketua PDM Pessel, Buya H. Aprizal, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ajis, S.Ag.MA atas pengabdian dan kontribusinya selama menjabat sebagai kepala sekolah. Beliau juga memberikan ucapan selamat kepada Ibu Gusnelli, S.Pd yang kini dipercaya untuk memimpin MTS Muhammadiyah Surantih.

    “Jangan pernah mengungkit masa lalu, tetapi mari kita jalin silaturahim dengan seluruh majelis guru dan masyarakat. Saling mendukung untuk kemajuan sekolah ini,” pesan Buya H. Aprizal dalam sambutannya.

    Sambutan Kemenag Pessel, H. Yufrizal, S.Ag, MHI

    H. Yufrizal, S.Ag, MHI, yang hadir sebagai Kemenag Pessel, turut memberikan apresiasi kepada Bapak Ajis atas kepemimpinannya yang sukses selama ini. Beliau juga memberikan ucapan selamat kepada Ibu Gusnelli yang telah dilantik sebagai kepala sekolah yang baru.

    “Saya sengaja datang langsung untuk menghadiri pelantikan ini karena dalam diri saya mengalir darah Muhammadiyah sejak kecil. Kuliah saya dulu juga di Muhammadiyah, dan saya tinggal di mushola Muhammadiyah. Saya bangga menjadi warga Muhammadiyah,” ujar H. Yufrizal dengan penuh semangat.

    Kemenag Pessel juga menekankan pentingnya pendidikan untuk masa depan bangsa. “Pendidikan adalah penghubung antara masa depan dengan masa kini. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian utama kita, terutama dalam mendidik anak-anak kita untuk menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas,” tambahnya.

    Pesan-Pesan Penting

    Dalam acara tersebut, Ibu Gusnelli, S.Pd selaku kepala sekolah yang baru dilantik, berjanji untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah ada di sekolah ini serta mempererat hubungan dengan semua pihak terkait. Beliau berharap bisa bekerja sama dengan semua pihak, terutama majelis guru dan orang tua murid, dalam mewujudkan visi dan misi MTS Muhammadiyah Surantih.

    Dengan pelantikan ini, diharapkan MTS Muhammadiyah Surantih akan semakin maju dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan(Alpin)



  • Mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa Padang  Resmi Diterima di Nagari Lubuk Alung, Padang Pariaman

    Lubuk Alung – nrtvnews.live  Universitas Tamansiswa Padang kembali melepas mahasiswanya untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Senin 14/7/2025. Pada kesempatan ini, sebanyak sejumlah mahasiswa secara resmi diserahkan ke Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman untuk menjalankan KKN yang berlangsung dari tanggal 14 Juli hingga 22 Agustus 2025.

    Penyerahan mahasiswa dilakukan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Dr. Yuni Candra, SE., MM. dan Yunimar Oemar, SH., MH., bertempat di Kantor Wali Nagari Lubuk Alung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf pemerintah nagari, serta Wali Korong Ganting, yang juga menjadi lokasi pengabdian mahasiswa.

    Dalam sambutannya, Dr. Yuni Candra, SE , M.M menyampaikan bahwa KKN merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi yang bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat serta melatih kepekaan dan kemampuan problem solving di lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh untuk membantu memajukan nagari melalui berbagai program kerja yang telah disusun.

    Sementara itu, pihak Nagari Lubuk Alung menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN dan menyatakan komitmennya untuk mendukung serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan selama lebih dari satu bulan ke depan. Kerja sama ini menjadi peluang besar untuk membangun sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan nagari dalam rangka mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

    Program KKN tahun ini juga menitikberatkan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, edukasi lingkungan, serta peningkatan literasi digital dan administrasi nagari. Dengan semangat kebersamaan, mahasiswa Universitas Tamansiswa Padang siap berkontribusi aktif dalam pembangunan dan kemajuan Nagari Lubuk Alung (Alpin)



  • Bupati Pessel Buka Rakor PKH se-Kabupaten Pesisir Selatan di Hotel Hannah Painan,14/7/2025

    Pada hari ini, bertempat di Hotel Hannah Painan, dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Pesisir Selatan. Acara ini dihadiri oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, Asisten Daerah Pesisir Selatan, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial PPrPA) Pessel, Junaidi, S.Kom, ME, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pessel, Hadi Susilo, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapil) Pessel, Beriskhan, serta para Camat dan Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan. Selain itu, hadir juga sejumlah anggota Program Keluarga Harapan (PKH) dari seluruh wilayah Pessel.

    Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, SH, M.H. Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menekankan pentingnya koordinasi antar instansi, Bupati menekankan data PKH  harus akurat dan riil,  bagi penerima  PKH yang terlibat judi online  namanya  di coret saja, ujar Bupati Hendrajoni  dengan tegas serta mempercepat pencapaian target program PKH di daerah. “Rakor ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan bahwa semua data sosial ekonomi kita dapat divalidasi dan terintegrasi dengan baik, sehingga program bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran,” ujarnya.

    Rakor kali ini memiliki beberapa tujuan penting, di antaranya adalah untuk menyinkronkan program PKH dengan data sosial ekonomi yang ada, menyamakan persepsi antar instansi terkait, serta mempercepat verifikasi dan validasi data bantuan sosial (bansos) dan kepesertaan jaminan kesehatan pasca pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan registrasi sosial ekonomi (RegSosek/P3KE) menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (Disen). Selain itu, rakor ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pendampingan dalam penanggulangan kemiskinan melalui Program Brac Internasional di Kabupaten Pesisir Selatan.

    “Proses pemutakhiran data yang lebih akurat dan integrasi antara berbagai program akan sangat membantu dalam penyaluran bantuan sosial dan layanan kesehatan yang lebih efektif. Kita harus memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan mendapatkan akses yang sesuai dengan hak mereka,” tambah Junaidi, S.Kom, ME, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Rakor sekaligus Kepala Dinas Sosial PPrPA Pessel.

    Acara ini juga diisi dengan berbagai sesi diskusi dan pembahasan teknis mengenai implementasi program PKH, serta strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menjalankan program-program sosial di Pesisir Selatan. Semua pihak yang hadir diharapkan dapat bekerja sama dengan lebih optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

    Dengan berakhirnya rakor ini, diharapkan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan instansi terkait akan mempercepat realisasi program-program sosial yang ada, dan pada akhirnya, memberikan dampak positif bagi masyarakat Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Hamdanus Galang Kekuatan Moral Bersama Ketua KONI se-Sumbar, Bangkitkan Semangat Olahraga Ranah Minang

    Padang – nrtvnews.live Calon Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menggelar diskusi strategis bersama para Ketua KONI Kabupaten Pessel Plt. M.Adli  dan Ketua KONI Payakumbuh  Yengki  baru – baru ini. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kekuatan moral kolektif untuk membangkitkan kembali semangat olahraga di Ranah Minang, Senin 14/7/2025

    Hamdanus, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Sumbar, menegaskan bahwa kebangkitan olahraga di Sumatera Barat harus dimulai dari pondasi yang kuat, moralitas, integritas, dan sinergi. Melalui dialog ini, ia ingin merangkul seluruh pemangku kepentingan keolahragaan daerah agar memiliki semangat dan visi yang sejalan.

    “Olahraga tidak bisa dibangun sendiri. Butuh kolaborasi dari semua lini, terutama para pelaku di daerah yang langsung bersentuhan dengan atlet dan pembinaan,” ungkap Hamdanus dalam sesi diskusi tersebut.

    Diskusi yang berlangsung hangat ini juga membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi KONI di kabupaten/kota. Para ketua KONI daerah menyambut positif inisiatif ini sebagai bentuk kepedulian dan kepemimpinan yang inklusif dari Hamdanus.

    Menurut Hamdanus, pembinaan atlet yang berkelanjutan, pengembangan potensi daerah, serta penciptaan ekosistem olahraga yang sehat hanya dapat terwujud jika seluruh elemen bersatu. Ia menekankan pentingnya kekuatan moral sebagai fondasi dalam menyusun strategi, bukan hanya bertumpu pada aspek anggaran atau infrastruktur.

    “Ini bukan hanya soal pencapaian medali, tetapi bagaimana kita membentuk karakter dan masa depan generasi muda melalui olahraga,” tambahnya.

    Menurut Plt.Ketua Koni Pessel M.Adli, Hamdanus  adalah seorang Calon Ketua Koni yang  potensial  dan mempunyai visi dan misi olah raga yang jelas untuk memajukan olahraga di Sumbar, lebih dari itu Hamdanus akademisi dan mempunyai link yang baik dengan petinggi di Sumbar.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya membangun fondasi kepemimpinan yang kuat menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sumbar mendatang. Dengan menyerap aspirasi langsung dari bawah, Hamdanus berharap dapat merumuskan kebijakan yang relevan, realistis, dan berorientasi pada kemajuan olahraga Sumbar secara menyeluruh.(Alpin)



  • Painan – nrtvnews.live Pelatihan Peningkatan Kualitas Keluarga yang diadakan di Hotel Triza Painan

    Pada hari kedua dan ketiga menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten dalam bidangnya. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di wilayah tersebut, Minggu 13/7/2025

    Pada sesi pertama hari sabtu, pelatihan dibuka oleh narasumber utama, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPrPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Junaidi, S.Kom, ME. Dalam pemaparannya, Junaidi menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui berbagai program sosial yang dapat memberdayakan masyarakat, khususnya dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan sosial.

    “Peningkatan kualitas keluarga adalah kunci untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan pelayanan sosial bagi masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan,” kata Junaidi dalam materi yang disampaikan.

    Setelah sesi Junaidi, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Ilsa Peksos yang merupakan perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Ilsa menjelaskan berbagai program strategis dari Kemensos yang bertujuan untuk membantu keluarga kurang mampu agar bisa lebih mandiri dan sejahtera. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi keluarga di era modern ini, terutama terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

    Hari ketiga pelatihan, yang dijadwalkan besok, akan diisi oleh Buya Zaitul Ikhlas Saad, yang juga menjabat sebagai Pimpinan PWM Sumbar. Buya Zaitul akan memberikan perspektifnya mengenai pentingnya pembangunan keluarga dalam perspektif agama dan sosial, serta peran penting tokoh agama dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan keluarga yang lebih baik.

    Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada peserta, serta membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial dalam menciptakan kualitas keluarga yang lebih baik di masa depan(Alpin)



  • Pelatihan Peningkatan Kualitas Keluarga di Kabupaten Pessel Dihadiri Wakil Bupati dan Para Narasumber Terkemuka

    Painan – nrtvnews.live  Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Zulfian Aprianto, M.Si, menggelar acara Pelatihan Peningkatan Kualitas Keluarga yang berlangsung dari 11 hingga 13 Juli 2025 di Triza Hotel, Painan. Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pessel, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, pada Jumat sore 11/7/2025

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pessel menyampaikan betapa pentingnya peningkatan kualitas keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah. “Keluarga yang sehat dan sejahtera adalah kunci untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan mandiri. Oleh karena itu, pelatihan ini memiliki peran vital dalam membentuk keluarga yang kuat di Pessel,” ujar Risnaldi.

    Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber ternama, termasuk Zulfian Aprianto sendiri, yang berbagi wawasan tentang peran keluarga dalam menghadapi tantangan zaman. Selain itu, hadir pula Buya H. Zaitul Ikhlas Saad, seorang tokoh agama yang dikenal luas di Pessel, yang memberikan materi mengenai penguatan spiritual dalam keluarga.

    Sesi pelatihan semakin beragam dengan kehadiran narasumber lainnya yang turut memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendidikan, kesejahteraan, dan hubungan interpersonal dalam keluarga.

    Di kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPrPA) Pessel, Junaidi, S.Kom, M.E, juga hadir untuk memberikan paparan mengenai program-program pemerintah daerah yang mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga di Pessel.

    Pelatihan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, kaum ibu, hingga generasi muda yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi penguatan keluarga di Pessel. Selama tiga hari penuh, peserta diajak untuk berinteraksi dan berdiskusi secara aktif, memperdalam pengetahuan mereka mengenai berbagai aspek kehidupan keluarga.

    Dengan antusiasme yang tinggi, acara ini pun berlangsung lancar dan sukses, memberikan banyak manfaat serta wawasan baru bagi para peserta. Zulfian Aprianto berharap melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di Pessel secara keseluruhan.

    Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal bagi perubahan positif yang lebih besar, menjadikan Kabupaten Pessel sebagai daerah yang lebih maju dan sejahtera di masa depan(Alpin)



  • Pembentukan Dewan Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan Didorong untuk Atasi Angka Putus Sekolah

    Pessel – nrtvnews.live Dalam upaya mengatasi masalah pendidikan yang terus berkembang di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), penggiat pendidikan mendesak Kepala Dinas Pendidikan Pessel  Salim Muhaimin, M.Pd untuk segera membentuk Dewan Pendidikan Kabupaten. Hal ini disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 11 Juli 2025, di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Pessel, dengan dihadiri berbagai tokoh pendidikan dan sosial setempat.

    Menurut data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ribuan anak di Kabupaten Pessel dilaporkan tidak melanjutkan pendidikan mereka, sementara jumlah yang putus sekolah juga tergolong signifikan. Berdasarkan analisis tingkat sekolah dan pemantauan oleh Badan Pengawas Pendidikan, hal ini menjadi salah satu isu besar yang harus segera diatasi.

    Penggiat pendidikan seperti Yuni Darmi, S.Pd., M.Pd., dan H. Ikhlas Razuki penggiat sosial dan peduli dengan pendidikan mendorong pembentukan Dewan Pendidikan yang sudah vakum selama delapan tahun setelah masa jabatan pengurus sebelumnya berakhir. Dewan Pendidikan diharapkan menjadi wadah untuk mendiskusikan permasalahan pendidikan secara lebih terstruktur dan menyeluruh, serta memberikan solusi terhadap tantangan pendidikan di daerah tersebut.

    Pembentukan Tim Formatur Dewan Pendidikan

    Dalam pertemuan tersebut, juga disepakati untuk membentuk tim formatur yang akan bertugas memilih pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Pessel. Para peserta rapat sepakat bahwa tim formatur tersebut akan mengundang beberapa tokoh pendidikan untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan pengurus yang kompeten dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pessel.

    Rencana Melaporkan Keputusan kepada Bupati Pessel

    Setelah tim formatur terbentuk, keputusan mengenai pengurus Dewan Pendidikan akan dilaporkan kepada Bupati atau Wakil Bupati Pessel untuk mendapatkan arahan dan masukan lebih lanjut. Hal ini diharapkan dapat memperkuat peran Dewan Pendidikan dalam mengambil kebijakan yang proaktif dalam mengatasi masalah pendidikan di Kabupaten Pessel.

    Hadir dalam pertemuan tersebut, Herlambang, S.Kom., M.T. dan Syamsul Bahri, yang juga menyampaikan keprihatinan mereka terhadap tingginya angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan dan yang putus sekolah di Pessel. Keduanya berharap melalui pembentukan Dewan Pendidikan yang efektif, pemerintah daerah dapat lebih fokus dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yang terabaikan dan memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak.

    Harapan untuk Meningkatkan Akses Pendidikan di Pessel

    Di tempat terpisah Tokoh Pendidikan Drs.H.Jasril Jabar, M.Pd  Dt.Kayo menyampaikan, dengan adanya Dewan Pendidikan yang baru, ia berharap lebih banyak upaya yang akan dilakukan untuk mengurangi angka putus sekolah dan mendorong anak-anak di Pessel untuk melanjutkan pendidikan. Ia juga berharap Dewan Pendidikan bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

    Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan, mengingat pentingnya pendidikan sebagai dasar pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas(Alpin)



  • Trio Tokoh Olahraga Sumbar Bertemu, Bahas Masa Depan Pembinaan Olahraga Ranah Minang

    Padang – nrtvnews live Sebuah pertemuan penting dan penuh makna tersaji di salah satu kafe ternama di Kota Padang, saat tiga tokoh sentral olahraga Sumatera Barat duduk bersama membicarakan arah baru pembinaan dan kemajuan olahraga Ranah Minang, Rabu 9/7/2025.

    Hamdanus, calon Ketua Umum KONI Sumbar yang tengah menjadi sorotan menjelang Musorprov, bertemu dengan Khairuddin Simanjuntak, Ketua Umum FORKI Sumbar yang dikenal vokal dan berpengaruh, serta Alvira, Wakil Ketua Umum I KONI Sumbar yang selama ini menjadi motor penggerak internal organisasi olahraga tertinggi di provinsi ini.

    Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Ketiganya membahas berbagai persoalan mendasar yang tengah dihadapi dunia olahraga Sumatera Barat, mulai dari stagnasi pembinaan atlet, belum maksimalnya pemanfaatan dana hibah, hingga pentingnya sinergi antarpengurus dan cabang olahraga menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sumbar.

    Hamdanus dalam pertemuan itu menegaskan komitmennya untuk membangun KONI yang inklusif dan terbuka, dengan mengedepankan transparansi serta kolaborasi. “Saya ingin KONI Sumbar menjadi rumah besar bagi semua insan olahraga. Tidak boleh ada ego sektoral, kita harus menyatu demi kemajuan bersama,” ujarnya.

    Sementara itu, Khairuddin Simanjuntak menyambut baik semangat perubahan yang diusung Hamdanus. Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini dan pemerataan perhatian terhadap semua cabor. “Kalau kita bicara prestasi, maka pembinaan harus menjadi pondasi. Kita tidak bisa hanya fokus pada event besar, tetapi lupa membangun dari akar,” katanya.

    Alvira, yang juga memiliki pengalaman panjang di dunia organisasi olahraga, menambahkan bahwa soliditas internal KONI menjadi kunci utama suksesnya program kerja ke depan. “Kita harus bergerak bersama, dengan hati yang sama, untuk membawa Sumbar kembali menjadi lumbung atlet berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

    Pertemuan hangat yang berlangsung santai namun penuh substansi ini menjadi sinyal kuat bahwa perubahan positif sedang digodok serius di balik layar. Masyarakat olahraga Sumbar kini menanti, akankah kolaborasi tokoh-tokoh ini menjadi energi baru untuk mengangkat kembali kejayaan olahraga Minang?(Alpin)



  • Membongkar Kasus PNPM Bayang Utara, Mengapa Hanya PGL yang Jadi Tersangka?

    Bayang Utara – nrtvnews.live Kasus dugaan penyalahgunaan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, mulai terang benderang. Banyak nama disebut-sebut meminjam uang dari dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok perempuan, namun ironi terjadi, hanya satu orang yang dijerat hukum, yakni PGL, sang bendahara.

    PGL telah divonis 4 tahun penjara serta denda Rp200 juta. Padahal, berdasarkan fakta-fakta penyidikan, sejumlah pejabat diketahui juga ikut menikmati dana bergulir tersebut. Di antaranya,

    Mantan Wali Nagari Muara Aie, inisial J, meminjam Rp200 juta

    Camat Bayang Utara, inisial RB, meminjam Rp115 juta

    Camat pengganti RB, inisial R, meminjam Rp8 juta

    Camat sebelumnya pada tahun 2017 yang ikut meng-ACC pinjaman wali nagari, juga disebut-sebut terlibat

    Individu lain seperti inisial Dt. RK (Rp4 juta), AVA (Rp2,5 juta), dan RS (Rp4 juta) dan banyak lagi yang  belum disebutkan.

    Sebagian dari mereka mengembalikan uang saat proses penyidikan berlangsung. Namun ironisnya, masih ada yang belum melunasi hingga putusan pengadilan, termasuk mantan Wali Nagari Muara Aie (inisial J) yang tersisa Rp60 juta belum dikembalikan.

    Pertanyaan Besar, Mengapa Hanya PGL?

    Padahal menurut informasi, PGL dalam kapasitasnya sebagai bendahara hanya menjalankan instruksi dan seluruh proses pinjam-meminjam diketahui oleh ketua PNPM dan anggota lainnya. Namun justru PGL seorang diri yang dijadikan tersangka dan dijatuhi vonis berat.

    Tak hanya itu, PGL bahkan di tuntut harus dan di putuskan untuk mengganti seluruh kerugian negara sebesar Rp1.186.686.000, sebuah langkah yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam putusan hukum.

    Yang lebih mengejutkan lagi bukti kwitansi pengembalian dari peminjam yg sudah di perlihatkan di persidangan dan bukti bahwasanya PGL telah mencicil sebagian hutangnya yang di bayarkan berupa Operasional yang di bayarkan lebih  kurang Rp.300 juta lebih dengan bukti  dan kwintasi yang ada untuk operasional  PNPM dan didukung dengan surat pernyataan oleh semua anggota PNPM  namun di persidangan  tidak di akui oleh jaksa dan tidak di pertimbangkan oleh hakim.

    Banding Demi Keadilan

    Kini PGL mengajukan banding untuk mencari keadilan. Ia mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang dimintai pertanggungjawaban, sementara aktor-aktor lain yang memiliki jabatan publik dan turut menerima manfaat dana PNPM luput dari jerat hukum.

    Yang lebih menyedihkan, dana PNPM sejatinya ditujukan untuk pemberdayaan kelompok perempuan. Namun kenyataannya, para peminjam justru didominasi oleh para pejabat pria, termasuk wali nagari dan camat.

    Kasus ini menjadi cermin suram praktik pengelolaan dana pemberdayaan yang menyimpang jauh dari tujuan semula. Jika hukum ingin ditegakkan dengan adil, seharusnya semua pihak yang turut menikmati dana tersebut ikut dimintai pertanggungjawaban. Masyarakat kini menunggu, apakah keadilan hanya milik mereka yang kuat?(Alpin)