Category: Nasional


  • Kanwil Kemenag Sumbar Gelar Serap Aspirasi Tokoh Agama dan Lembaga Keagamaan di Pessel

    Painan — nrtvnews.live Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan Serap Aspirasi Tokoh Agama dan Lembaga Keagamaan Mitra Kementerian Agama tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan, Jalan Agus Salim  Painan, Senin (23/6/2025).

    Acara ini bertujuan menjalin sinergi antara pemerintah dan berbagai unsur keagamaan dalam merespon isu-isu aktual serta memperkuat peran agama dalam kehidupan masyarakat.

    Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, yang menyampaikan bahwa forum ini merupakan wadah strategis untuk menyerap aspirasi tokoh agama dan memperkuat moderasi beragama. Ia juga mengingatkan pentingnya berhati-hati dalam bermedia sosial karena dampaknya sangat besar terhadap kehidupan sosial dan keagamaan.

    Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPR-RI Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, SE, M.MTr, yang juga menjadi narasumber utama. Dalam paparannya, Hj. Lisda mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.

    “Hidup kita di dunia tidak lama. Karena itu, mari kita saling berbuat baik. Bila kita baik kepada orang lain, kebaikan juga akan kembali kepada kita, demikian pula sebaliknya,” pesan Hj. Lisda.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan empati serta mewaspadai krisis identitas di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

    Selain Hj. Lisda, acara juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pessel Dani Syofian, SH, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar yang diwakili oleh H. Alfajri, SH, MH (Kepala Pemberdayaan Zakat Sumbar), serta Kepala Kemenag Pessel yang diwakili oleh Kasi Bimas, Firdaus.

    Forum ini turut diikuti oleh para tokoh dan pimpinan organisasi keagamaan di Kabupaten Pesisir Selatan, seperti MUI Pessel Buya H. Asli Sa’an, SH, MH, PDM Pessel Buya Dr. Lukman Hakim, Elpinas, S.Kom, PDA Pessel Dra. Nasrida, NU Pessel, PDPM Pessel Dr. Mardianton, SEI, M.Pd, GP Ansor Pessel, dan ormas keagamaan lainnya.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui peran aktif tokoh agama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat toleransi, serta membendung pengaruh negatif media sosial yang semakin masif dan acara dilanjutkan dengan tanya jawab.(Alpin)



  • TP-PKK Pessel Gelar Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional untuk Tekan Angka Anak Zero Dose

    Tarusan – nrtvnews.live Pesisir Selatan  Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan yang diketuai oleh Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, SE, M.MTr menggelar kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional dalam rangka mendukung program penurunan angka anak Zero Dose di wilayah tersebut.

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Tarusan pada Sabtu (21/6/2025) ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang bersinergi dengan Civil Society Organization (CSO) guna meningkatkan cakupan imunisasi nasional, khususnya bagi anak-anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali (Zero Dose).

    Dalam sambutannya, H. Hendrajoni, SH,MH menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan hak imunisasi sebagai upaya perlindungan dasar terhadap berbagai penyakit berbahaya dan memastikan Nagari sehat sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pessel dan acara  langsung di buka oleh  Bupati Hendrajoni.

    Acara dilanjutkan dengan Penandatangani komitmen  penguatan  program imunisasi dalam rangka penurunan angka zero dose anak di pessel.

    “Lebih lanjut Ketua TP-PKK Pessel Dr.Hj.Lisda Hendrajoni, SE,M.M.Tr  berkomitmen untuk terus mendorong peran serta masyarakat dalam menyukseskan program imunisasi nasional ini. Anak-anak adalah aset bangsa, dan perlindungan sejak dini melalui imunisasi adalah langkah awal menuju generasi yang sehat dan unggul,” ujarnya.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni, SH, MH, Anggota DPRD Kabupaten Pessel Andra Respati, TP-PKK Pusat Nurjanah, Ketua Bidang IV TP- PKK Pusat Nana Safriati Safrizal, Nara Sumber dr. Riana Youri,Sp.A, Kadis Kesehatan Pessel  Agustina Rahfani,S.ST,MM, Direktur RSUD M.Zein Painan dr.Fahriza, Ketua MUI Pessel diwakili oleh Sekretaris Elpinas, S.Kom, Camat Tarusan Nurlani, SE, M.Si, Kepala Puskesmas Tarusan, Wali Nagari, serta Ketua TP-PKK tingkat kecamatan dan nagari.

    dr. Riana youri, Sp.A menyampaikan pentinya imunisasi bagi anak.

    Imunisasi sangat penting bagi anak karena dapat melindungi mereka dari penyakit berbahaya dan mematikan. Imunisasi membantu sistem kekebalan tubuh anak untuk mengenali dan melawan patogen, sehingga anak terhindar dari infeksi dan penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius.

    Beberapa manfaat imunisasi bagi anak antara lain:

    – Melindungi dari penyakit berbahaya Imunisasi dapat melindungi anak dari penyakit seperti campak, polio, difteri, dan lain-lain.

    – Mencegah komplikasi Imunisasi dapat mencegah komplikasi serius yang dapat terjadi akibat penyakit, seperti kerusakan otak, kelumpuhan, atau bahkan kematian.

    – Mengurangi risiko penularan, Imunisasi dapat mengurangi risiko penularan penyakit dari anak ke anak lain, sehingga membantu mencegah wabah penyakit.

    – Meningkatkan kekebalan tubuh, Imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak, sehingga mereka lebih siap untuk melawan patogen dan penyakit.

    Oleh karena itu, sangat penting bagi anak-anak untuk mendapatkan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, sesuai dengan jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh dokter atau petugas kesehatan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pessel Agustina Rahfani,S.ST,MM dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa masih terdapat anak-anak di wilayah Pesisir Selatan yang tergolong sebagai Zero Dose, sehingga upaya masif seperti advokasi dan sosialisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya imunisasi, serta munculnya dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi (Alpin)



  • Ketua LAKAM Pessel Kunjungi Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido, Harapan Akan Perhatian Pemerintah untuk Pelestarian Budaya

    Pesisir Selatan — nrtvnews.live  Ketua Lembaga Advokasi dan Kebudayaan Adat Minangkabau (LAKAM) Kabupaten Pesisir Selatan, dr. H. Misri Dt. Dandaro Kayo, melakukan kunjungan ke Sanggar Seni Silek Batu Ampa Laban Salido, Kecamatan IV Jurai, Jumat 20/6/2025

    Dalam kunjungannya, dr. Misri menyaksikan langsung aktivitas seni tradisional yang digerakkan oleh para pemuda nagari di bawah pimpinan Yaldi, selaku Ketua Sanggar. Sanggar ini dikenal aktif melestarikan silek (silat) tradisional Minangkabau serta mengembangkan seni kreasi baru, seperti Tari Tagang Maleo Kandua Badantiang, yang merupakan bentuk modifikasi seni sesuai perkembangan zaman.

    Turut mendampingi Ketua LAKAM dalam kunjungan tersebut, Ketua Harian H. Ikhlas Razuki, Sekretaris Elpinas, S.Kom, Padris, dan beberapa pengurus lainnya.

    Namun, di balik semangat dan kreativitas tinggi, Sanggar Silek Batu Ampa juga menghadapi tantangan besar, terutama dari sisi operasional. Dengan jumlah anggota sekitar 25 orang, biaya untuk latihan dan pertunjukan cukup besar. Yaldi mengungkapkan bahwa hingga saat ini bantuan dari pemerintah daerah maupun wakil rakyat masih belum dirasakan.

    “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mendukung pelestarian budaya ini. Jika tidak, lama-kelamaan nilai-nilai budaya kita akan tergerus oleh zaman,” ujar Yaldi.

    Menanggapi hal tersebut, dr. Misri mengaku prihatin dengan kondisi yang dihadapi sanggar, terlebih karena kiprah mereka sudah sampai ke tingkat nasional.

    “Sangat disayangkan, sanggar yang membawa nama daerah di tingkat nasional masih belum mendapatkan dukungan yang layak dari pemerintah. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar dr. Misri.

    Sebagai bentuk kepedulian, Ketua LAKAM memberikan bantuan operasional kepada sanggar, yang diterima langsung oleh Yaldi. Ia juga berkomitmen untuk menjembatani aspirasi ini kepada pihak terkait agar pelestarian budaya Minangkabau di Pesisir Selatan bisa lebih terjamin ke depannya (Alpin)



  • Tekankan Pentingnya Pancasila dan Persatuan Bangsa kepada Masyarakat

    Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pessel

    Tekankan Pentingnya Pancasila dan Persatuan Bangsa kepada Masyarakat

    Pesisir Selatan – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Cerint Irraloza Tasya, S.Ked, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

    Dalam sosialisasi yang dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, dan warga sekitar tersebut, Cerint Irraloza Tasya menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kembali semangat kebangsaan di tengah masyarakat, terutama generasi muda. Empat Pilar MPR RI bukan sekadar konsep, tetapi harus menjadi landasan dalam bersikap dan bertindak,” jelas Tasya.

    Ia juga menambahkan bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan harus semakin diperkuat agar bangsa Indonesia tidak mudah terpecah oleh perbedaan.

    “Pesisir Selatan dikenal dengan keberagaman budaya dan adatnya. Justru dari sinilah kita harus menunjukkan bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tapi untuk memperkaya persatuan,” imbuhnya.

    Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi seperti ini bisa terus berlanjut hingga ke pelosok nagari, sebagai upaya memperkuat rasa kebangsaan di tengah tantangan zaman (Alpin)



  • Hijaukan Masjid, Kapolres Pessel Ubah Lahan Kosong Jadi Taman Pangan

    Pesisir Selatan – Inovasi segar datang dari Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Derry Indra, SIK. Memanfaatkan lahan kosong di sekitar Masjid Polres, beliau menginisiasi program penghijauan sekaligus ketahanan pangan dengan menanam berbagai tanaman produktif.

    Area yang sebelumnya kosong kini disulap menjadi taman hijau yang menyejukkan mata. Deretan tanaman cabai, terung, serta kolam ikan mini tertata rapi dan indah. Selain memberikan manfaat ekologis, kebun kecil ini juga menambah kenyamanan bagi masyarakat yang datang beribadah.

    “Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, ini juga bisa menjadi contoh kecil bagaimana kita bisa mandiri secara pangan, bahkan dari lahan terbatas,” ujar AKBP Derry.

    Tak hanya itu, keberadaan taman ini juga membuat suasana masjid semakin asri dan menyenangkan. Banyak warga yang merasa betah berlama-lama di area masjid karena suasananya yang hijau dan sejuk.

    Langkah cerdas Kapolres Pessel ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Banyak yang menilai, ide tersebut layak dijadikan referensi bagi polres-polres lain di Indonesia.

    “Semoga ini bisa menjadi inspirasi, bahwa ketahanan pangan dan lingkungan bisa dimulai dari hal kecil, bahkan dari lingkungan institusi,” tambahnya.

    Lebih lanjut melihat suasana yang asri  Firman joni  Dt.Gamuak  ketua KAN Tambang Kecamatan IV Jurai  Kabupaten Pesisir Selatan  terinspirasi membuat  taman hijau yang menyejukan mata di rumah beliau.

    Dengan semangat hijau dan gotong royong, Polres Pesisir Selatan membuktikan bahwa sinergi antara lingkungan, ibadah, dan ketahanan pangan bisa berjalan beriringan (Alpin)



  • Ketua KAN Tambang Terima Kunjungan Ketua KAN Sutantih Bahas Tata Cara Pelewahan Datuak Bersama

    Tambang – nrtvnews live Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tambang, Firman Joni, S.Sos yang bergelar Datuak Gamuak, menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua KAN Surantih, Drs. Jamalus Dt. Bandaro Hitam, bersama sejumlah tokoh adat lainnya, Selasa 17/6/2025

    Turut hadir dalam rombongan KAN Surantih yakni H. Saidal Masfiuddin Dt. Rajo Bilang dari Suku Kampai Sawah Laweh, serta Syamsiwal Hasan Dt. Rajo Nan Sati dari Suku Caniago. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meminta  referensi terkait tata cara pelaksanaan pelewahan Datuak bersama, yang akan digelar di wilayah KAN Surantih dalam waktu dekat ini.

    Ketua KAN Tambang, Dt. Gamuak, yang sebelumnya sukses melaksanakan pelewahan Datuak secara bersama beberapa waktu lalu, berbagi pengalaman dan panduan menyeluruh kepada Ketua KAN Surantih. Beliau menyampaikan berbagai aspek penting yang perlu diperhatikan, mulai dari persiapan adat, koordinasi antar suku, hingga langkah-langkah teknis demi kelancaran prosesi.

    “Kami ingin agar prosesi pelewahan Datuak di Surantih nanti berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Karena itu, kami datang langsung untuk belajar dari pengalaman Ketua KAN Tambang,” ujar Dt. Bandaro Hitam.

    Menurut Dt. Gamuak, konsep pelewahan Datuak bersama memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah efisiensi biaya serta penguatan nilai kebersamaan antar suku di dalam nagari. Ia berharap, pengalaman yang dibagikan dapat menjadi acuan yang bermanfaat bagi pelaksanaan adat di tempat lain.

    “Kami menyambut baik kunjungan ini, karena adat harus terus dilestarikan dengan tata cara yang baik dan benar. Jangan sampai momen sakral seperti pelewahan justru menimbulkan konflik,” jelas Dt. Gamuak.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat kolaborasi antar-nagari dalam menjaga nilai-nilai adat Minangkabau yang luhur dan terstruktur. KAN Tambang dan KAN Surantih  berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga marwah adat dan budaya di tengah dinamika zaman. (Alpin)



  • FEB UNP Gelar Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor Kajian Lingkungan dan Pembangunan

    Padang — nrtvnews.live  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Doktor Kajian Lingkungan dan Pembangunan menggelar ujian terbuka disertasi pada hari Senin, 16 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium Prof. Kamaludin, Lantai IV FEB UNP, dan menjadi bagian dari upaya akademik dalam mendukung pengembangan ilmu berbasis lingkungan dan masyarakat.

    Dalam ujian terbuka tersebut, hadir sebagai peserta ujian promosi doktor adalah Mardianton dengan Nomor Induk Mahasiswa 20328008. Disertasi yang dipresentasikan berjudul:

    “Analisis Ekowisata dalam Perspektif Pengembangan Kapasitas Objek Wisata Berbasis Masyarakat melalui Konservasi Hutan Mangrove sebagai Variabel Moderator.”

    Penelitian Mardianton membahas peran strategis ekowisata dalam pengembangan kapasitas wisata yang berbasis pada keterlibatan masyarakat lokal, dengan fokus pada pelestarian hutan mangrove sebagai aspek penting konservasi lingkungan sekaligus elemen penyeimbang dalam pembangunan berkelanjutan.

    Ujian terbuka ini dipimpin oleh dua promotor utama, yaitu:

    Prof. Dr. Syamsul Amar, B.MS.

    Prof. Dr. Idris, M.Si.

    Penguji Eksternal Dr.Ir. Eni Kamal, M.Sc.

    penguji Internal Dr.Sri Ulfa Santoso,M.S,  Dr.Muhammad Irfan,SE,M.Si, Dr Joan Marta, SE,M.Si

    Pertanyaan Penguji Eksternal Dr. Ir. Eni Kamal, M.Sc ada beberapa pertanyaan diantaranya :

    • Mengapa konservasi hutan mangrove dirasa sangat penting untuk dilakukan saat ini, terutama dalam konteks perubahan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir selatan?
    •  Apa sebenarnya benang merah dari permasalahan yang terjadi di masyarakat terkait dengan hutan mangrove? Kelembagaan mana yang seharusnya paling berperan dalam mengatasi isu tersebut?
    •  Jika Bapak menyusun sebuah disertasi terkait konservasi hutan mangrove, menurut Bapak, apa poin-poin utama yang dapat meyakinkan masyarakat akan pentingnya upaya konservasi tersebut?

    Pertanyaan  Penguji Internal Dr. Muhammad Irfan, SE, M.Si  ada beberapaa pertanyaan diantaranya :

    • Mohonpenjelasan terkait hasil dari disertasi Bapak Mardianton
    • Apa persoalan uutama yang diangkat dalam penelitian ini ?
    • Apa tujuan yang ingin dicapai dari penelitian tersebut ?
    • Bagaimana kenyataan dilapangan yang Bapak temukan selam penelitian berlangsung ?
    • Sousi atau kotribusi apa yang ditawarkan melalui disertasi ini ?

    Acara ini turut dihadiri oleh para dosen, penguji, mahasiswa program doktor, serta tamu undangan dari berbagai instansi terkait. Kegiatan ini menegaskan komitmen FEB UNP dalam mencetak doktor yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

    Lebih lanjut Dr. Perengki Susanto, SE, M.Sc, Ph.D mengucapkan selamat dan sukses kepada Mardianton mendapatkan nilai sangat memuaskan.

    Meraih gelar doktor bukan berarti kita berhenti belajar, justru kita harus terus belajar, menjadi pengayom, serta suri teladan bagi masyarakat.

    Kami berharap saudara dapat menjadi panutan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi semua orang, serta mampu memberikan kontribusi besar kepada masyarakat.

    Pesan dan kesan dari Mardianton, Proses pencapaian Program Doktor ini bukanlah hal yang mudah bagi saya. Namun, berkat motivasi dan dukungan dari keluarga serta teman-teman, akhirnya saya dapat menyelesaikannya dengan baik.” (Alpin)



  • Dinas Sosial dan DP3A Pessel Gelar Verifikasi Lapangan Hybrid KLA 2025, Targetkan Kategori Nindya

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PrPPA) Kabupaten Pesisir Selatan melaksanakan kegiatan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2025 pada Rabu (11/6), bertempat di Ruang Rapat Bupati Pessel.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penilaian oleh Tim Kementerian PPPA terhadap komitmen dan implementasi Kabupaten Layak Anak di daerah tersebut. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pesisir Selatan, Bapak Risnaldi Ibrahim, S.Ag., MM., yang mewakili Bupati Pessel.

    Dalam sambutannya, Risnaldi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berkomitmen penuh dalam mewujudkan wilayah yang ramah dan aman bagi anak. “Kami sangat mendukung segala upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang layak bagi tumbuh kembang anak. Harapan kita bersama, Pesisir Selatan dapat meraih predikat KLA dengan kategori Nindya,” ujarnya.

    Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan paparan teknis dari Ketua Gugus Tugas KLA Kabupaten Pesisir Selatan, Bapak Mawardi Roska, S.IP., yang menjelaskan berbagai program, inovasi, serta capaian indikator yang telah dilakukan oleh pemkab dan stakeholder terkait dalam mendukung implementasi Kabupaten Layak Anak.

    Pada VLH kali ini, penilaian dilakukan dalam dua sesi (room) berbeda.

    Room 1 diikuti oleh Tim Gugus Tugas KLA, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Masyarakat, Dunia Usaha, dan Media.

    Room 2 diisi oleh Forum Anak serta 9 lembaga layanan yang menjadi titik lokus penilaian, yakni: PISA, SRA, PRAP, UPTD PPA, TAS, LKSA, TIRA, PUSPAGA, dan LPKA.

    Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 15.30 WIB dengan suasana yang kondusif dan partisipatif. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan data, inovasi, dan kontribusi terhadap pemenuhan hak anak di Pesisir Selatan.

    Pemerintah daerah berharap hasil dari VLH ini dapat membawa Kabupaten Pesisir Selatan meraih predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya pada tahun 2025 (Alpin)



  • Kompak Wakili Rakyat, Dua Anggota DPRD Pessel Jadi Teladan Kolaborasi Lintas Partai

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Dua anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Daerah Pemilihan I, Teguh Dehalsa dan Hanafi Herman, menunjukkan sinergi luar biasa dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Meskipun berasal dari partai politik yang berbeda, keduanya tetap solid, saling mendukung, dan aktif memberikan penguatan serta motivasi kepada masyarakat, Jumat 13/6/2025

    Dalam berbagai kesempatan, Teguh dan Hanafi terlihat akrab dan kompak, turun langsung ke tengah masyarakat untuk menjemput dan memperjuangkan aspirasi warga. Kolaborasi yang mereka bangun menjadi contoh nyata bahwa kepentingan rakyat harus berada di atas kepentingan politik.

    “Membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, apalagi dengan sekat partai. Yang utama adalah kebersamaan demi kemajuan Pesisir Selatan,” ujar Hanafi Herman.

    Teguh Dehalsa pun menegaskan bahwa energi positif dan semangat berbagi inspirasi merupakan modal penting dalam menjalankan amanah. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa politik itu bisa sehat dan membawa kebaikan jika dijalankan dengan niat yang benar,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Dr. Mardianton, S.E., M.Pd., pemerhati politik dan ekonomi syariah, melihat bahwa Teguh dan Hanafi memiliki peluang besar untuk menjadi calon pemimpin di masa depan, asalkan mereka mampu menjaga kredibilitas di tengah-tengah masyarakat serta terus membina komunikasi yang baik antar sesama. Dengan demikian, akan terbangun kepercayaan yang kokoh dari masyarakat.

    Keduanya juga merupakan anggota DPRD termuda di Pesisir Selatan, dan mulai disebut-sebut sebagai bakal calon pemimpin masa depan yang visioner dan dekat dengan rakyat ( Alpin)



  • Kadis Dukcapil Pessel Imbau Masyarakat Tertib Administrasi Kependudukan

    Pesisir Selatan –nrtvnews.live Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Pesisir Selatan, Beriskhan, mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih tertib dalam mengurus administrasi kependudukan. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya mencegah berbagai permasalahan yang kerap muncul akibat data kependudukan yang tidak akurat,Kamis 12/6/2025

    Beriskhan menegaskan bahwa ketidaktertiban dalam dokumen kependudukan, seperti akta kelahiran, KTP, atau Kartu Keluarga, dapat berdampak serius terhadap masa depan anak-anak. “Banyak kasus yang kami temui di masyarakat, di mana data anak tidak sesuai antara tempat lahir, tanggal lahir, atau tahun lahir. Ini tentu akan menjadi masalah saat anak mengurus dokumen penting, seperti sekolah, beasiswa, hingga pekerjaan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, pengacara muda Joni Iskandar juga menyoroti permasalahan administrasi kependudukan yang berkaitan erat dengan pencatatan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Ia menyebutkan bahwa praktik kawin siri yang masih marak di tengah masyarakat turut memperparah masalah ini.

    “Banyak masyarakat kita yang menikah siri dan tidak mencatatkan pernikahannya secara resmi di KUA. Akibatnya, anak-anak dari pernikahan tersebut kesulitan mendapatkan dokumen kependudukan yang sah dan legal, seperti akta kelahiran yang mencantumkan nama kedua orang tuanya,” ujar Joni.

    Menurutnya, fenomena ini menimbulkan dampak hukum dan sosial yang cukup serius di kemudian hari. Ia pun mengapresiasi langkah Dukcapil Pesisir Selatan dalam mendorong kesadaran hukum masyarakat terkait pentingnya pencatatan pernikahan dan data kependudukan yang valid.

    Saat ini, Dinas Dukcapil Pessel terus melakukan sosialisasi ke berbagai nagari dan kecamatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan yang tertib dan akurat. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan daring (online) yang tersedia guna mempermudah proses pencatatan dan pembaruan data (Alpin)



  • Menikmati Libur Hari Raya Idul Adha Bersama Keluarga di Kulik Kayu Mandeh

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live  Libur panjang nasional dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1446 H menjadi momen spesial bagi banyak keluarga untuk menikmati waktu bersama. Tak terkecuali bagi Aditya Pratama, seorang siswa kelas satu SDN 02 Gurun Panjang Kapuh, yang mengisi liburannya dengan berkunjung ke destinasi wisata Kulik Kayu Mandeh, yang terletak di Kenagarian Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu 8/6/2025

    Kulik Kayu Mandeh mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata lokal yang menawarkan keindahan alam yang asri dan kenyamanan bagi para pengunjung. Pemandangan laut dan bukit yang mempesona berpadu dengan ragam kuliner lokal yang menggoda selera menjadikan tempat ini cocok untuk rekreasi keluarga. Suasana yang ramah serta pelayanan yang sopan membuat banyak wisatawan betah berlama-lama di sana.

    Menariknya, saat waktu makan siang, tim kami sempat berbincang dengan salah seorang pengunjung yang ternyata datang dari Singapura. Ia mengaku terkesan dengan keindahan alam Mandeh dan berencana untuk kembali lagi di masa mendatang.

    Namun demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, masih terdapat sejumlah hal yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Di sepanjang akses menuju lokasi wisata, fasilitas umum seperti mushola, toilet, dan kebersihan pinggir jalan masih kurang terawat. Rumput liar yang tumbuh tinggi di tepi jalan dan kurangnya fasilitas penunjang lainnya dapat mengurangi kenyamanan wisatawan.

    Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar destinasi seperti Kulik Kayu Mandeh dapat berkembang lebih baik dan menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

    Dengan penataan yang lebih maksimal dan promosi yang berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan kawasan Mandeh akan menjadi salah satu ikon wisata andalan di Sumatera Barat (Alpin)



  • Hanafi Herman Manfaatkan Waktu Libur dengan Bersepeda, Ajak Masyarakat Jaga Keseimbangan Hidup

    Pesisir Selatan – Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Hanafi Herman, memanfaatkan waktu liburnya dengan kegiatan yang menyehatkan sekaligus mendekatkan diri kepada masyarakat: bersepeda, Minggu 8/6/2025

    Olahraga ramah lingkungan ini dipilih Hanafi sebagai cara untuk tetap aktif sekaligus menjalin kedekatan dengan warga. Tak hanya sebagai aktivitas fisik, bersepeda juga menjadi simbol filosofi hidup baginya.

    “Sepeda itu seperti hidup, rodanya berputar. Kadang kita di atas, kadang di bawah, tapi selama terus bergerak, kita akan tetap seimbang,” ujar Hanafi sambil tersenyum saat ditemui di sela-sela kegiatan bersepedanya.

    Filosofi hidup seperti ban sepeda ini, menurut Hanafi, menjadi semangat yang ia pegang teguh dalam menjalani tugas sebagai wakil rakyat. Konsistensinya dalam menjalin hubungan dengan masyarakat serta dedikasinya dalam menjalankan amanah membuatnya kembali dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan untuk periode yang kedua.

    Dengan semangat yang terus mengalir, Hanafi berharap masyarakat juga bisa mengadopsi gaya hidup sehat serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi dinamika kehidupan (Alpin)