Category: Nasional


  • Oleh : Elpinas, S.Kom (PDM Pessel)

    Digitalisasi Sistem Perpakiran di Pesisir Selatan, Upaya Maksimalkan Pendapatan Daerah

    Oleh : Elpinas, S.Kom (PDM Pessel)

    Pesisir Selatan, sebuah daerah dengan potensi pariwisata yang terus berkembang, menghadapi tantangan dalam pengelolaan parkir yang masih bersifat manual. Sistem perpakiran yang belum terintegrasi secara digital kerap menimbulkan kebocoran pendapatan, ketidakefisienan pelayanan, serta kurangnya transparansi. Oleh karena itu, digitalisasi sistem perpakiran menjadi solusi strategis untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan layanan publik.

    Pentingnya Digitalisasi Sistem Perpakiran

    Digitalisasi perpakiran bukan sekadar tren teknologi, melainkan kebutuhan yang mendesak. Melalui sistem digital, pemerintah daerah dapat:

    Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan parkir.

    Mengurangi potensi pungutan liar dan kebocoran pendapatan.

    Mempermudah pengguna parkir dalam melakukan pembayaran secara non-tunai.

    Memantau secara real-time lokasi, durasi, dan jumlah kendaraan yang parkir.

    Meningkatkan efisiensi pengawasan terhadap juru parkir dan petugas lapangan.

    Cara Kerja Sistem Perpakiran Digital

    Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan perangkat lunak dan keras berbasis IoT (Internet of Things) serta integrasi dengan aplikasi pembayaran digital. Berikut alur kerjanya secara umum:

    Registrasi dan Penggunaan Aplikasi: Pengguna parkir mengunduh aplikasi resmi yang terintegrasi dengan sistem perpakiran daerah. Melalui aplikasi, mereka dapat mencari lokasi parkir, melihat tarif, dan memesan tempat (jika tersedia).

    Masuk ke Area Parkir, Kendaraan terdeteksi oleh sensor otomatis atau petugas memindai nomor plat kendaraan menggunakan perangkat genggam (handheld scanner).

    Pembayaran Digital: Setelah kendaraan parkir, tarif dihitung secara otomatis berdasarkan durasi parkir. Pengguna membayar melalui aplikasi menggunakan e-wallet, QRIS, atau transfer bank.

    Pemantauan dan Rekap Otomatis, Data parkir secara otomatis masuk ke sistem pusat, memungkinkan pemerintah memantau pendapatan secara transparan dan real-time.

    Laporan Harian dan Evaluasi, Sistem menyajikan laporan keuangan dan operasional secara otomatis, memudahkan evaluasi dan perencanaan ke depan.

    Potensi Dampak Positif bagi Pesisir Selatan

    Dengan penerapan sistem ini, Pesisir Selatan berpeluang,

    Meningkatkan PAD dari sektor parkir secara signifikan.

    Menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan publik.

    Mendukung digitalisasi sektor lain, seperti pariwisata dan transportasi umum.

    Digitalisasi sistem perpakiran adalah langkah maju bagi Pesisir Selatan dalam menghadapi era smart city. Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, transformasi ini dapat menjadi tonggak baru dalam mendorong efisiensi, akuntabilitas, dan pertumbuhan ekonomi Pesisir Selatan.



  • MUI Pessel Gelar Rapat Bersama Pemkab Pessel Bahas Isu Organ Tunggal di Amping Parak Timur

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar rapat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pessel dalam rangka merespons isu yang berkembang terkait pesta organ tunggal yang digelar di wilayah Amping Parak Timur beberapa hari yang lalu.

    Rapat yang berlangsung di ruang rapat Bupati,  Rabu (16/4) ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pessel H. Risnaldi Ibrahim yang mewakili Bupati Hendrajoni, Kabag Kesra Andi Syafinal, Ketua MUI Pessel Buya Mukhrizal, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel Buya Aprizal, perwakilan Kementerian Agama Pessel Masrizal, serta sejumlah ormas Islam lainnya.

    Dalam pertemuan tersebut, para peserta rapat menyepakati beberapa poin penting yang akan direkomendasikan kepada Bupati Pesisir Selatan, khususnya dalam upaya penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat). Adapun poin-poin rekomendasi tersebut meliputi:

    Penegakan Perda No. 01 Tahun 2016 Pasal 38 Ayat 1 tentang larangan kegiatan Organ Tunggal, yang diperkuat dengan Peraturan Bupati terkait penanganan Pekat.

    Pengadaan muzakarah keumatan bersama Forkopimda, Kemenag, Tokoh Masyarakat,  dan Ormas Islam  dalam waktu dekat.

    Pembentukan kesepakatan bersama tokoh masyarakat  terkait upaya pencegahan dan penanggulangan Pekat.

    Rekomendasi agar Pemerintah Daerah memberlakukan kebijakan penghentian seluruh aktivitas 20 menit sebelum waktu salat untuk mendorong pelaksanaan salat berjamaah.

    Rekomendasi kepada Kacabdin Wilayah VII Sumbar, Dinas Pendidikan Kabupaten Pessel, dan Kakankemenag Pessel untuk mengimbau para orang tua agar membatasi penggunaan ponsel oleh anak-anak dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

    Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kekhawatiran masyarakat atas dampak negatif dari kegiatan hiburan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal.

    Ketua MUI Pessel Buya Mukhrizal menegaskan pentingnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga kondusifitas serta akhlak generasi muda. “Kami berharap rekomendasi ini bisa segera ditindaklanjuti demi kebaikan bersama,” ujarnya.

    Rapat ditutup dengan semangat bersama untuk menjaga moralitas dan ketertiban sosial di tengah dinamika masyarakat Pesisir Selatan yang terus berkembang (Alpin)



  • DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Gelar Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-77

    Painan – nrtvnews.live DPRD Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pesisir Selatan ke-77  di Gedung Painan Convention Center (PCC). Acara tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Selasa 15/4/2025

    Rapat Paripurna dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Pessel, Darmansyah, S.Ag, dan dihadiri oleh seluruh anggota DPRD Kabupaten Pessel. Turut hadir pula perwakilan Gubernur Sumatera Barat, Dr. Ir. Era Sukma Munaf, ST, MM, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumbar,

    Hj.Lisda Hendrajoni Anggota DPR-RI  dan juga  ketua TP-PKK Pessel serta

    Bupati Pessel H. Hendrajoni dan Wakil Bupati H. Risnaldi Ibrahim hadir bersama unsur Forkopimda, OPD, MUI Pessel, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel, tokoh adat, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat Pesisir Selatan seperti Buya Zaitul Ikhlas, Dr. Alirmansori, H. Saidal Masfiuddin, serta undangan dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat.

    Dalam sambutannya, tokoh masyarakat Pessel yang juga Guru Besar UGM, Prof. Deedarlianto, menekankan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan dan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk mendukung UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pesisir.

    Sementara itu, Bupati H. Hendrajoni menyampaikan bahwa semangat rasa memiliki terhadap Kabupaten Pesisir Selatan harus terus dipupuk. Ia juga menyebutkan bahwa momentum hari jadi ini menjadi ajang promosi daerah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya melalui berbagai kegiatan dan festival daerah.

    Gubernur Sumatera Barat, yang diwakili oleh Dr. Era Sukma Munaf, menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir secara langsung. Dalam sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat hari jadi yang ke-77 kepada Kabupaten Pesisir Selatan. Ia juga menegaskan bahwa peringatan hari jadi ini bukan hanya bersifat seremonial, namun juga harus menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

    Acara berlangsung dengan lancar dan penuh nuansa kekeluargaan, menandai komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Pesisir Selatan yang lebih maju dan sejahtera (Alpin)



  • Festival Langkisau 2025 Resmi Dibuka, Perpaduan Budaya dan Ekonomi Lokal di Pesisir Selatan

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live  Festi val Langkisau kembali digelar meriah di Pantai Carocok Painan dan secara resmi dibuka oleh Bupati Hendrajoni, Senin 14/4/2025

    Ribuan masyarakat tumpah ruah menyambut perhelatan budaya tahunan ini yang menjadi ikon kebanggaan Kabupaten Pesisir Selatan.

    Mengusung tema pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal, festival ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-77 Kabupaten Pesisir Selatan. Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menekankan pentingnya warisan leluhur dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan budaya.

    Berlangsung hingga 19 April, Festival Langkisau menampilkan beragam atraksi budaya seperti pawai budaya, makan bajamba, dan pertunjukan babiola—salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang kini tengah diusulkan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

    “Babiola bukan hanya dipentaskan, tapi juga diajarkan sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah. Ini langkah nyata kami agar generasi muda mengenal dan mencintai budayanya,” ujar Suhendri, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.

    Di sisi ekonomi, festival ini juga menjadi ruang promosi bagi UMKM lokal melalui bazar produk unggulan yang menyatu dengan atmosfer budaya. Pemerintah daerah menjadikan festival ini sebagai bentuk pemasaran kreatif berbasis kearifan lokal.

    Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, Ketua DPRD, Forkopimda, serta tokoh adat seperti ninik mamak dan bundo kanduang. Kebersamaan ini menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga budaya sebagai kekuatan pembangunan.

    “Festival Langkisau adalah bukti bahwa budaya bisa menjadi motor penggerak ekonomi dan pariwisata. Mari kita jaga bersama,” pungkas Bupati Hendrajoni (Alpin)



  • MTsN 7 Pessel dan Kwarcab Pramuka Perkuat Koordinasi untuk Sukseskan Lomba Ketangkasan Pramuka Penggalang Di MTsN 7 Pessel

    Lumpo, Humas– Sabtu, 12 April 2025, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTsN 7 Pesisir Selatan (Pessel), Ardiansyah, bersama Pembina Pramuka setempat, melakukan pertemuan koordinasi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Pesisir Selatan. Agenda utama pertemuan ini adalah memastikan kesuksesan penyelenggaraan Lomba Ketangkasan Pramuka Penggalang (LTP2) yang direncanakan pada akhir April 2025. 

    Dalam pertemuan tersebut, Ardiansyah menyampaikan permohonan dukungan dan harapan besar agar Kwarcab Pramuka Pesisir Selatan dapat mendukung penuh pelaksanaan kegiatan. “Kami berharap Kwarcab memberikan dukungan, baik teknis maupun nonteknis, untuk kelancaran acara ini. LTP2 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan karakter siswa,” ujarnya. 

    Lomba yang akan diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan IV Jurai ini bertujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan kerja sama peserta didik dalam lingkungan kepramukaan. Ardiansyah menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk memastikan acara berjalan sesuai rencana.  

    Merespons hal tersebut, Ketua Harian Kwarcab Pramuka Pesisir Selatan, Alerman, menyambut positif inisiatif MTsN 7 Pessel. “Kami memberikan dukungan penuh untuk kegiatan ini. LTP2 sejalan dengan visi Kwarcab dalam membina generasi muda yang tangguh dan berkarakter,” tegas Alerman dalam sambutannya. Ia juga menjanjikan koordinasi intensif, termasuk penyediaan juri kompeten dan fasilitas pendukung. 

    Kegiatan LTP2 tahun ini menjadi sorotan karena skalanya yang lebih luas, melibatkan puluhan tim dari berbagai SD. Persiapan teknis seperti lokasi, perlengkapan, dan protokol keamanan telah dirancang matang oleh panitia. Dengan sinergi antarinstansi, MTsN 7 Pessel optimis acara ini akan menjadi momentum penguatan pendidikan kepramukaan di Kecamatan IV Jurai.(AM)



  • Anggota DPD RI Cerint Iralloza Tasya, S.Ked Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI 2025 di MTsN 1 Salido

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live  Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Cerint Iralloza Tasya, S.Ked, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tahun 2025 di MTsN 1 Salido.

    Kegiatan ini dihadiri oleh majelis guru serta seluruh siswa-siswi MTsN 1 Salido. Dalam kesempatan tersebut, Cerint Iralloza Tasya menyampaikan pentingnya pemahaman terhadap 4 Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

    “Kita ingin generasi muda memahami dan menghayati nilai-nilai luhur bangsa agar mampu menjadi penerus yang berintegritas dan cinta tanah air,” ujar Cerint di hadapan para peserta.

    Sosialisasi ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling diminati, di mana para siswa aktif bertanya dan berdiskusi seputar penerapan nilai-nilai 4 Pilar dalam kehidupan sehari-hari.

    Dengan kegiatan ini, diharapkan pelajar MTsN 1 Salido dapat lebih memahami peran penting mereka sebagai generasi penerus bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan (Alpin)



  • Oleh : Elpinas, S.Kom ( PD. Muhammadiyah Pessel)

    Menggali Potensi dari Zakat Masyarakat dan Perantau Pessel untuk Pembangunan Daerah

    Oleh : Elpinas, S.Kom ( PD. Muhammadiyah Pessel)

    Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang memiliki kemampuan finansial. Sebagai instrumen penting dalam ekonomi Islam, zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai alat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu. Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sebuah daerah yang terletak di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, memiliki potensi zakat yang besar untuk mendukung pembangunan daerah.

    Potensi Zakat di Pessel

    Pessel merupakan daerah yang memiliki beragam potensi alam, dari hasil pertanian, perikanan, hingga pariwisata. Dengan tingkat kemiskinan yang masih menjadi masalah utama, zakat dapat menjadi salah satu solusi untuk meringankan beban masyarakat. Data menunjukkan bahwa masih banyak warga yang berada di bawah garis kemiskinan, dan pemberdayaan mereka dapat dilakukan melalui pengelolaan zakat yang lebih optimal.

    Sumber Zakat yang Besar Sebagian besar masyarakat Pessel bergantung pada sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil menengah (UKM). Sumber zakat dapat berasal dari sektor-sektor ini, khususnya para pengusaha atau petani yang telah mampu secara ekonomi. Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berzakat, potensi dana zakat yang terkumpul bisa sangat signifikan.

    Pentingnya Pengelolaan Zakat yang Profesional Salah satu tantangan utama adalah pengelolaan zakat yang belum optimal. Oleh karena itu, pengelolaan zakat di Pessel perlu ditingkatkan dengan lebih profesional. Badan Amil Zakat (BAZ) daerah perlu diperkuat dengan sistem manajemen yang transparan, akuntabel, dan efisien agar dana zakat yang terkumpul dapat disalurkan dengan tepat kepada yang membutuhkan, sekaligus untuk mendukung pembangunan daerah.

    Manfaat Zakat bagi Pembangunan Pessel

    Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dana zakat dapat dialokasikan untuk program-program pemberdayaan ekonomi, seperti modal usaha untuk para pelaku UMKM, pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap, serta bantuan modal untuk usaha tani dan perikanan. Program semacam ini akan membantu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

    Peningkatan Akses Pendidikan Zakat juga bisa digunakan untuk membantu pendidikan anak-anak dari keluarga miskin di Pessel. Beasiswa bagi pelajar berprestasi namun tidak mampu, serta fasilitas pendidikan yang lebih baik, dapat diperoleh melalui dana zakat. Ini akan berkontribusi pada pengurangan angka putus sekolah dan peningkatan kualitas pendidikan di Pessel.

    Pembangunan Infrastruktur Sosial Selain itu, zakat juga dapat digunakan untuk membangun infrastruktur sosial yang mendukung kesejahteraan masyarakat, seperti fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan tempat-tempat umum lainnya. Hal ini tentunya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pessel secara keseluruhan.

    Peningkatan Kesehatan Masyarakat Pemberian zakat juga dapat diarahkan untuk program kesehatan, seperti penyediaan fasilitas medis di daerah-daerah terpencil, program vaksinasi, atau pembiayaan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan. Ini dapat mengurangi angka kematian, serta meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup masyarakat.

    Tantangan dan Solusi

    Namun, pengelolaan zakat di Pessel juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berzakat, serta kurangnya fasilitas dan infrastruktur untuk menyalurkan zakat dengan tepat. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam menciptakan sistem yang lebih baik. Sosialisasi yang lebih intensif mengenai pentingnya zakat dan cara menyalurkannya dengan benar harus dilakukan secara berkelanjutan.

    Kesimpulan

    Zakat memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan di Pessel. Dengan pengelolaan yang tepat dan transparan, dana zakat dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan yang efektif untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan pendidikan, pembangunan infrastruktur sosial, serta peningkatan  kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk  terus menggali dan memaksimalkan potensi zakat di Pessel demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah Pesisir Selatan.



  • Kesbangpol Kabupaten Pesisir Selatan Akan Selenggarakan Seleksi Calon Paskibraka Tahun 2025

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pesisir Muh. Sanusi. SH.  Kabid. Ideologi wawasan kebangsaan kesbangpol pesisir selatan Selatan akan menggelar seleksi calon Paskibraka tingkat kabupaten untuk tahun 2025, Selasa 8/4/2025

    Seleksi ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 April hingga 11 April 2025, bertempat di GOR Zaini Zen Painan, Ucap Sanusi kepada awak media.

    Lebih lanjut Sanusi menabahkan sebanyak 318 peserta yang terdiri dari siswa dan siswi putra dan putri dari berbagai sekolah, termasuk SMAN, SMKN, MAN, serta sekolah swasta lainnya yang telah mendaftar melalui aplikasi Transparansi Paskibraka Rahim 2025, akan mengikuti seleksi ini.

    Seleksi kali ini mengadopsi sistem Computer Assisted Test (CAT) secara online melalui akun Transparansi Paskibraka BPIP. Tes ini terdiri dari dua bagian, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU). Keunikan dari sistem CAT ini adalah bahwa proses seleksi sepenuhnya berbasis pada penilaian sistem, tanpa ada campur tangan atau intervensi dari pihak manapun, tegas Sanusi.

    Para peserta seleksi ini nantinya akan berjuang untuk memperoleh posisi sebagai calon paskibraka, dengan total yang akan dipilih sebanyak 38 putra dan 35 putri. Selain itu, dua pasang putra-putri terbaik juga akan dipilih untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi Sumatera Barat.

    Dengan adanya seleksi ini, diharapkan dapat menemukan calon-calon Paskibraka yang tidak hanya unggul dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan integritas tinggi untuk mewakili Kabupaten Pesisir Selatan dalam upacara kenegaraan (Alpin)



  • Peningkatan Armada Angkutan dan Kunjungan Wisata di Pesisir Selatan, Kepala Dinas Perhubungan Pesisir Selatan Jelaskan Faktor Penyebabnya

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesisir Selatan, Syafrijoni, dalam wawancaranya dengan awak media lewat selulernya menyampaikan kabar gembira terkait peningkatan jumlah armada angkutan yang datang ke Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu 6/4/2025

    Menurutnya, armada angkutan yang masuk ke daerah tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Peningkatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya penertiban lalu lintas yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pariwisata.

    Syafrijoni menjelaskan bahwa peningkatan jumlah armada angkutan juga seiring dengan tingginya kunjungan wisata ke Pesisir Selatan tahun ini, yang menunjukkan hasil positif dibandingkan tahun sebelumnya. “Kunjungan wisata ke Pesisir Selatan tahun ini sangat meningkat signifikan, ini membuktikan bahwa Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, serius dalam membenahi daerah ini untuk menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pesisir Selatan,” ujar Syafrijoni.

    Di tempat terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Pesisir Selatan, AKP Aldy, juga memberikan informasi positif terkait kondisi lalu lintas selama musim Lebaran tahun ini. AKP Aldy menyatakan bahwa kecelakaan lalu lintas selama tujuh hari pertama Lebaran sangat minim dan hampir tidak ada kecelakaan fatal.”Kami mengimbau kepada seluruh pengendara untuk selalu berhati-hati di jalan, memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, dan tertib berlalu lintas. Kami berharap agar semua pengendara dapat sampai di tujuan dengan selamat dan sehat,” tambah AKP Aldy

    Peningkatan jumlah kunjungan wisata ini menjadi bukti nyata bahwa Pesisir Selatan semakin diperhitungkan sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Sumatera Barat. Ke depan, Pemkab Pesisir Selatan terus berkomitmen untuk menjagal kelancaran lalu lintas dan keamanan demi kenyamanan wisatawan dan masyarakat setempat (Alpin)



  • Forum Komunikasi Pessel Bangkit (FKPB) Gelar Acara Halal Bihalal di Caffe Carocok Painan

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Forum Komunikasi Pessel Bangkit (FKPB) menggelar acara Halal Bihalal yang dilaksanakan di sebuah caffe di Carocok Painan, pada hari Jumat, 4 April 2025. Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antar anggota serta menyempurnakan struktur organisasi FKPB.

    Dalam acara tersebut, Ketua Umum FKPB Wenzirman, M.Pd, menyampaikan sambutannya di hadapan para hadirin. Wenzirman menjelaskan bahwa FKPB sudah dibentuk dua tahun yang lalu dan telah memiliki badan hukum. Pada kesempatan ini, mereka berhasil menyusun struktur organisasi yang lebih permanen dan menempatkan profesional di bidangnya masing-masing. “FKPB ini memiliki tujuan yang sama dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan, yaitu untuk mewujudkan Pessel yang mandiri, pemberdayaan UMKM, peningkatan SDM, pembangunan berkelanjutan, serta penguatan nilai-nilai agama,” ujar Wenzirman.

    Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting Pesisir Selatan, antara lain H. Saidal Masfiudin, H. Asli Saan, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan, Elpinas, S.Kom. Selain itu, hadir juga para ketua I yang membidangi ( Keuangan, Organisasi, dan Kerja sama Lembaga, Pembinaan keagamaan dan syiar Islam,  Percepatan Ekonomi dan UMKM)  Zamroni Putra, M.Pd, Ketua II yang membidangi (Perikanan dan Kelautan, serta Pelestarian Lingkungan Hidup, Pengembangan generasi muda, Olah raga dan seni budaya, Pendampingan dan Pengembangan Hasil Pertanian/ Perkebunan, Perternakan dan holtikutural, Perlindungan Hukum dan Ham, Pemberdayaan Perempuan dan Bundo Kandung)  Darpius Indra, Ketua III yang membidangi (Adat dan Budaya Minang Kabau, Diklat dan Peningkatan SDM, Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi kreaktif, Humas dan Publikasi, Sosial dan Tanggap Bencana Alam) Fakhrial Amir dan Sekretaris Umum FKPB Hardimen, M.Pd  yang turut serta dalam acara tersebut.

    H. Saidal Masfiudin, yang juga merupakan Penasehat FKPB, dalam kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada para perantau Pesisir Selatan yang telah membentuk wadah organisasi FKPB. “Organisasi FKPB ini memiliki tujuan yang sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, dan kami berharap ini dapat mendukung percepatan pembangunan Pesisir Selatan yang berkelanjutan,” ujar Saidal Masfiudin.

    Acara Halal Bihalal ini menjadi momen penting bagi FKPB dalam memperkuat hubungan antar anggota serta mendukung percepatan pembangunan daerah melalui kolaborasi antara organisasi dan pemerintah setempat (Alpin)



  • Lazis Muhammadiyah Limapuluh Kota Gerak Cepat Kejar Ketertinggalan

    Sarilamak. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Limapuluh Kota laksanakan beberapa kegiatan selama Ramadhan 1446 H atau Maret 2025.

    Ketua BP Lazismu 50 Kota Wengki Chaniago mengungkapkan, sejak Badan Pengurus Lazismu Limapuluh Kota Periode 2022-2027 menerima SK kepengurusan dari BP Lazismu Sumbar akhir Februari 2025 yang lalu, maka pengurus langsung melaksanakan beberapa agenda kegiatan.

    “Alhamdulillah, sejak kita menerima SK Badan Pengurus dari Lazismu Propinsi, maka kita langsung melaksanakan beberapa kegiatan, khususnya di bulan Ramadhan ini,” ungkap Wengki Chaniago memulai pembicaraan.

    Wengki mengungkap beberapa agenda yang telah kita laksanakan selama Ramadhan ini, antara lain sosialisasi Lazismu dan mengajak warga untuk menunaikan Zakat, Infak, dan Shadaqahnya melalui Lazismu 50 Kota serta memberikan sembako dan penyebaran zakat fitrah kepada para mustahiq.

    “Selain kita menemui beberapa tokoh dan orang-orang kaya di Limapuluh Kota untuk menyalurkan zakat, infak melalui Lazismu 50 Kota, kita juga bersama-sama PT. PNM menyerahkan paket sembako kepada warga di 4 kecamatan, yaitu Harau, Guguak, Pangkalan, dan Akabiluru sebanyak 200 paket. Selain itu, kita juga membuka Amil Zakat Fitrah di masjid Alkautsar Muhammadiyah Sarilamak, yang kemudian kita serahkan kepada para mustahiq,” lanjut Wengki.

    Kegiatan sosialisasi Lazismu ke Cabang Muhammadiyah juga menjadi prioritas bagi Pengurus Lazismu 50 Kota periode ini. Hal ini terbukti selama Ramadhan tahun ini, telah melaksanakan kunjungan ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gunuang Omeh dan Cabang Suliki.

    “Untuk mengejar ketertinggalan kita dari daerah lain, khususnya dalam mensosialisasikan dan membentuk Lazismu di Cabang atau AUM, maka kita mulai menyusun jadwal untuk turun ke Cabang dan AUM. Alhamdulillah, Ahad (23/3) yang lalu, kita telah turun ke Cabang Suliki dan Cabang Gunuang Omeh. Insya Allah, hasil pertemuan akan ditindaklanjuti dengan bentukan Lazismu di 2 cabang tersebut di akhir bulan April ini,” ucap Sekretaris Muhammadiyah Limapuluh Kota ini, di sela-sela penyerahan zakat fitrah kepada Mustahiq yang didampingi wakil ketua Sribudi Ananda dan sekretaris Lazismu Meria Susanti.

    Untuk diketahui bersama, Lazismu Limapuluh Kota selama Ramadhan ini telah menghimpun Zakat Mal, Zakat Fitrah, serta Infak khusus untuk membantu pengobatan warga (a.n Raffa usia 5 tahun) yang menderita kanker mata di Nagari Batu Balang. Selain itu, kita juga melakukan penggalangan donasi untuk rehabilitasi dan pengadaan kelengkapan sekretariat Lazismu Limapuluh Kota. Kegiatan ini, tidak hanya mencerminkan kepedulian kita terhadap sesama, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memobilisasi sumber daya masyarakat untuk dioptimalkan dalam rangka pembangunan sosial yang lebih inklusif. Sungguh, keberadaan Lazismu tidak hanya sebagai lembaga penghimpun dana, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkomitmen untuk menciptakan ketahanan sosial bagi komunitas yang membutuhkan.(Alpin)



  • Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan Gelar Sidang Isbat Sore Tadi guna menetapkan awal Syawal 1446 H

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Sidang Isbat yang berlangsung  sore tadi pada hari ke-29 Ramadhan ini merupakan tradisi tahunan yang  menentukan kapan umat Islam di Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

    Menurut Kepala Kemenag Kabupaten Pessel melalui Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) , Drs.H. Firdaus Sidang Isbat merupakan metode yang telah lama digunakan pemerintah untuk menetapkan awal bulan hijriah yang penting, seperti Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. “Sebagaimana biasanya, Sidang Isbat selalu digelar pada tanggal 29 Syakban untuk menetapkan awal Ramadhan, dan 29 Ramadhan untuk menetapkan awal Syawal,  dan 29 Zulkaidah untuk menetapkan awal Zulhijjah,” ujar  H.Firdaus dalam rapat persiapan Sidang Isbat Awal Syawal 1446 H di Puncak Langkisau Carocok Painan, pada Sabtu  sore 29/3/2025

    Sidang Isbat  dihadiri oleh  Bupati Pessel yang di wakili oleh Kesra,  Kepala Kemenag  Pessel yang diwakili  Kabag Bimas Islam Drs.H.Firdaus, Pengadilan Agama Painan Ibu  Deza Emira dan Ibu Vera, KUA Kecamatan Bayang H.Susanto, KUA IV Jurai, MUI Pessel yang diwakili Buya Hirdamli, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Elpinas, S.Kom, Ketua Baznas Pessel  Yose Leonando, Nahdhatul Ulama (NU) Buya Yos, Ketua PHBI Pessel  dan undangan lainya.

    Metode Penetapan Awal Syawal, Perpaduan Hisab dan Rukyat

    Sidang isbat akan menggunakan dua metode utama dalam menentukan 1 Syawal 1446 H, yaitu metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Pendekatan ini sesuai dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 2 Tahun 2024, yang menegaskan bahwa penetapan awal bulan hijriah dilakukan berdasarkan dua metode tersebut dan ditetapkan oleh pemerintah melalui Menteri Agama.

    Secara hisab, perhitungan astronomi menunjukkan bahwa ijtimak (konjungsi) terjadi pada 29 Maret 2025 pukul 18.3.58 WIB. Berdasarkan data astronomi, posisi hilal pada saat matahari terbenam berada di kisaran minus tiga derajat di Painan  Artinya, hilal berada di bawah ufuk, sehingga kecil kemungkinan terlihat dengan mata telanjang (Alpin)