Category: Nasional


  • Bupati Pessel Buka Rakor PKH se-Kabupaten Pesisir Selatan di Hotel Hannah Painan,14/7/2025

    Pada hari ini, bertempat di Hotel Hannah Painan, dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Pesisir Selatan. Acara ini dihadiri oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, Asisten Daerah Pesisir Selatan, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial PPrPA) Pessel, Junaidi, S.Kom, ME, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pessel, Hadi Susilo, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapil) Pessel, Beriskhan, serta para Camat dan Wali Nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan. Selain itu, hadir juga sejumlah anggota Program Keluarga Harapan (PKH) dari seluruh wilayah Pessel.

    Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, SH, M.H. Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menekankan pentingnya koordinasi antar instansi, Bupati menekankan data PKH  harus akurat dan riil,  bagi penerima  PKH yang terlibat judi online  namanya  di coret saja, ujar Bupati Hendrajoni  dengan tegas serta mempercepat pencapaian target program PKH di daerah. “Rakor ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan bahwa semua data sosial ekonomi kita dapat divalidasi dan terintegrasi dengan baik, sehingga program bantuan sosial yang diberikan tepat sasaran,” ujarnya.

    Rakor kali ini memiliki beberapa tujuan penting, di antaranya adalah untuk menyinkronkan program PKH dengan data sosial ekonomi yang ada, menyamakan persepsi antar instansi terkait, serta mempercepat verifikasi dan validasi data bantuan sosial (bansos) dan kepesertaan jaminan kesehatan pasca pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan registrasi sosial ekonomi (RegSosek/P3KE) menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (Disen). Selain itu, rakor ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pendampingan dalam penanggulangan kemiskinan melalui Program Brac Internasional di Kabupaten Pesisir Selatan.

    “Proses pemutakhiran data yang lebih akurat dan integrasi antara berbagai program akan sangat membantu dalam penyaluran bantuan sosial dan layanan kesehatan yang lebih efektif. Kita harus memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan mendapatkan akses yang sesuai dengan hak mereka,” tambah Junaidi, S.Kom, ME, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Rakor sekaligus Kepala Dinas Sosial PPrPA Pessel.

    Acara ini juga diisi dengan berbagai sesi diskusi dan pembahasan teknis mengenai implementasi program PKH, serta strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menjalankan program-program sosial di Pesisir Selatan. Semua pihak yang hadir diharapkan dapat bekerja sama dengan lebih optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

    Dengan berakhirnya rakor ini, diharapkan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan instansi terkait akan mempercepat realisasi program-program sosial yang ada, dan pada akhirnya, memberikan dampak positif bagi masyarakat Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Hamdanus Galang Kekuatan Moral Bersama Ketua KONI se-Sumbar, Bangkitkan Semangat Olahraga Ranah Minang

    Padang – nrtvnews.live Calon Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menggelar diskusi strategis bersama para Ketua KONI Kabupaten Pessel Plt. M.Adli  dan Ketua KONI Payakumbuh  Yengki  baru – baru ini. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kekuatan moral kolektif untuk membangkitkan kembali semangat olahraga di Ranah Minang, Senin 14/7/2025

    Hamdanus, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Sumbar, menegaskan bahwa kebangkitan olahraga di Sumatera Barat harus dimulai dari pondasi yang kuat, moralitas, integritas, dan sinergi. Melalui dialog ini, ia ingin merangkul seluruh pemangku kepentingan keolahragaan daerah agar memiliki semangat dan visi yang sejalan.

    “Olahraga tidak bisa dibangun sendiri. Butuh kolaborasi dari semua lini, terutama para pelaku di daerah yang langsung bersentuhan dengan atlet dan pembinaan,” ungkap Hamdanus dalam sesi diskusi tersebut.

    Diskusi yang berlangsung hangat ini juga membahas berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi KONI di kabupaten/kota. Para ketua KONI daerah menyambut positif inisiatif ini sebagai bentuk kepedulian dan kepemimpinan yang inklusif dari Hamdanus.

    Menurut Hamdanus, pembinaan atlet yang berkelanjutan, pengembangan potensi daerah, serta penciptaan ekosistem olahraga yang sehat hanya dapat terwujud jika seluruh elemen bersatu. Ia menekankan pentingnya kekuatan moral sebagai fondasi dalam menyusun strategi, bukan hanya bertumpu pada aspek anggaran atau infrastruktur.

    “Ini bukan hanya soal pencapaian medali, tetapi bagaimana kita membentuk karakter dan masa depan generasi muda melalui olahraga,” tambahnya.

    Menurut Plt.Ketua Koni Pessel M.Adli, Hamdanus  adalah seorang Calon Ketua Koni yang  potensial  dan mempunyai visi dan misi olah raga yang jelas untuk memajukan olahraga di Sumbar, lebih dari itu Hamdanus akademisi dan mempunyai link yang baik dengan petinggi di Sumbar.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya membangun fondasi kepemimpinan yang kuat menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sumbar mendatang. Dengan menyerap aspirasi langsung dari bawah, Hamdanus berharap dapat merumuskan kebijakan yang relevan, realistis, dan berorientasi pada kemajuan olahraga Sumbar secara menyeluruh.(Alpin)



  • Painan – nrtvnews.live Pelatihan Peningkatan Kualitas Keluarga yang diadakan di Hotel Triza Painan

    Pada hari kedua dan ketiga menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten dalam bidangnya. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di wilayah tersebut, Minggu 13/7/2025

    Pada sesi pertama hari sabtu, pelatihan dibuka oleh narasumber utama, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPrPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Junaidi, S.Kom, ME. Dalam pemaparannya, Junaidi menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga melalui berbagai program sosial yang dapat memberdayakan masyarakat, khususnya dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan sosial.

    “Peningkatan kualitas keluarga adalah kunci untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan pelayanan sosial bagi masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan,” kata Junaidi dalam materi yang disampaikan.

    Setelah sesi Junaidi, acara dilanjutkan dengan pemaparan dari Ilsa Peksos yang merupakan perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Ilsa menjelaskan berbagai program strategis dari Kemensos yang bertujuan untuk membantu keluarga kurang mampu agar bisa lebih mandiri dan sejahtera. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi keluarga di era modern ini, terutama terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

    Hari ketiga pelatihan, yang dijadwalkan besok, akan diisi oleh Buya Zaitul Ikhlas Saad, yang juga menjabat sebagai Pimpinan PWM Sumbar. Buya Zaitul akan memberikan perspektifnya mengenai pentingnya pembangunan keluarga dalam perspektif agama dan sosial, serta peran penting tokoh agama dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan keluarga yang lebih baik.

    Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada peserta, serta membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial dalam menciptakan kualitas keluarga yang lebih baik di masa depan(Alpin)



  • Pelatihan Peningkatan Kualitas Keluarga di Kabupaten Pessel Dihadiri Wakil Bupati dan Para Narasumber Terkemuka

    Painan – nrtvnews.live  Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Zulfian Aprianto, M.Si, menggelar acara Pelatihan Peningkatan Kualitas Keluarga yang berlangsung dari 11 hingga 13 Juli 2025 di Triza Hotel, Painan. Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pessel, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, pada Jumat sore 11/7/2025

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pessel menyampaikan betapa pentingnya peningkatan kualitas keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah. “Keluarga yang sehat dan sejahtera adalah kunci untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan mandiri. Oleh karena itu, pelatihan ini memiliki peran vital dalam membentuk keluarga yang kuat di Pessel,” ujar Risnaldi.

    Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber ternama, termasuk Zulfian Aprianto sendiri, yang berbagi wawasan tentang peran keluarga dalam menghadapi tantangan zaman. Selain itu, hadir pula Buya H. Zaitul Ikhlas Saad, seorang tokoh agama yang dikenal luas di Pessel, yang memberikan materi mengenai penguatan spiritual dalam keluarga.

    Sesi pelatihan semakin beragam dengan kehadiran narasumber lainnya yang turut memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendidikan, kesejahteraan, dan hubungan interpersonal dalam keluarga.

    Di kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPrPA) Pessel, Junaidi, S.Kom, M.E, juga hadir untuk memberikan paparan mengenai program-program pemerintah daerah yang mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga di Pessel.

    Pelatihan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, kaum ibu, hingga generasi muda yang diharapkan dapat membawa dampak positif bagi penguatan keluarga di Pessel. Selama tiga hari penuh, peserta diajak untuk berinteraksi dan berdiskusi secara aktif, memperdalam pengetahuan mereka mengenai berbagai aspek kehidupan keluarga.

    Dengan antusiasme yang tinggi, acara ini pun berlangsung lancar dan sukses, memberikan banyak manfaat serta wawasan baru bagi para peserta. Zulfian Aprianto berharap melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di Pessel secara keseluruhan.

    Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal bagi perubahan positif yang lebih besar, menjadikan Kabupaten Pessel sebagai daerah yang lebih maju dan sejahtera di masa depan(Alpin)



  • Pembentukan Dewan Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan Didorong untuk Atasi Angka Putus Sekolah

    Pessel – nrtvnews.live Dalam upaya mengatasi masalah pendidikan yang terus berkembang di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), penggiat pendidikan mendesak Kepala Dinas Pendidikan Pessel  Salim Muhaimin, M.Pd untuk segera membentuk Dewan Pendidikan Kabupaten. Hal ini disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 11 Juli 2025, di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Pessel, dengan dihadiri berbagai tokoh pendidikan dan sosial setempat.

    Menurut data dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ribuan anak di Kabupaten Pessel dilaporkan tidak melanjutkan pendidikan mereka, sementara jumlah yang putus sekolah juga tergolong signifikan. Berdasarkan analisis tingkat sekolah dan pemantauan oleh Badan Pengawas Pendidikan, hal ini menjadi salah satu isu besar yang harus segera diatasi.

    Penggiat pendidikan seperti Yuni Darmi, S.Pd., M.Pd., dan H. Ikhlas Razuki penggiat sosial dan peduli dengan pendidikan mendorong pembentukan Dewan Pendidikan yang sudah vakum selama delapan tahun setelah masa jabatan pengurus sebelumnya berakhir. Dewan Pendidikan diharapkan menjadi wadah untuk mendiskusikan permasalahan pendidikan secara lebih terstruktur dan menyeluruh, serta memberikan solusi terhadap tantangan pendidikan di daerah tersebut.

    Pembentukan Tim Formatur Dewan Pendidikan

    Dalam pertemuan tersebut, juga disepakati untuk membentuk tim formatur yang akan bertugas memilih pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Pessel. Para peserta rapat sepakat bahwa tim formatur tersebut akan mengundang beberapa tokoh pendidikan untuk berpartisipasi dalam proses pemilihan pengurus yang kompeten dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Pessel.

    Rencana Melaporkan Keputusan kepada Bupati Pessel

    Setelah tim formatur terbentuk, keputusan mengenai pengurus Dewan Pendidikan akan dilaporkan kepada Bupati atau Wakil Bupati Pessel untuk mendapatkan arahan dan masukan lebih lanjut. Hal ini diharapkan dapat memperkuat peran Dewan Pendidikan dalam mengambil kebijakan yang proaktif dalam mengatasi masalah pendidikan di Kabupaten Pessel.

    Hadir dalam pertemuan tersebut, Herlambang, S.Kom., M.T. dan Syamsul Bahri, yang juga menyampaikan keprihatinan mereka terhadap tingginya angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan dan yang putus sekolah di Pessel. Keduanya berharap melalui pembentukan Dewan Pendidikan yang efektif, pemerintah daerah dapat lebih fokus dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yang terabaikan dan memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang layak.

    Harapan untuk Meningkatkan Akses Pendidikan di Pessel

    Di tempat terpisah Tokoh Pendidikan Drs.H.Jasril Jabar, M.Pd  Dt.Kayo menyampaikan, dengan adanya Dewan Pendidikan yang baru, ia berharap lebih banyak upaya yang akan dilakukan untuk mengurangi angka putus sekolah dan mendorong anak-anak di Pessel untuk melanjutkan pendidikan. Ia juga berharap Dewan Pendidikan bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

    Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan, mengingat pentingnya pendidikan sebagai dasar pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas(Alpin)



  • Trio Tokoh Olahraga Sumbar Bertemu, Bahas Masa Depan Pembinaan Olahraga Ranah Minang

    Padang – nrtvnews live Sebuah pertemuan penting dan penuh makna tersaji di salah satu kafe ternama di Kota Padang, saat tiga tokoh sentral olahraga Sumatera Barat duduk bersama membicarakan arah baru pembinaan dan kemajuan olahraga Ranah Minang, Rabu 9/7/2025.

    Hamdanus, calon Ketua Umum KONI Sumbar yang tengah menjadi sorotan menjelang Musorprov, bertemu dengan Khairuddin Simanjuntak, Ketua Umum FORKI Sumbar yang dikenal vokal dan berpengaruh, serta Alvira, Wakil Ketua Umum I KONI Sumbar yang selama ini menjadi motor penggerak internal organisasi olahraga tertinggi di provinsi ini.

    Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Ketiganya membahas berbagai persoalan mendasar yang tengah dihadapi dunia olahraga Sumatera Barat, mulai dari stagnasi pembinaan atlet, belum maksimalnya pemanfaatan dana hibah, hingga pentingnya sinergi antarpengurus dan cabang olahraga menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sumbar.

    Hamdanus dalam pertemuan itu menegaskan komitmennya untuk membangun KONI yang inklusif dan terbuka, dengan mengedepankan transparansi serta kolaborasi. “Saya ingin KONI Sumbar menjadi rumah besar bagi semua insan olahraga. Tidak boleh ada ego sektoral, kita harus menyatu demi kemajuan bersama,” ujarnya.

    Sementara itu, Khairuddin Simanjuntak menyambut baik semangat perubahan yang diusung Hamdanus. Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini dan pemerataan perhatian terhadap semua cabor. “Kalau kita bicara prestasi, maka pembinaan harus menjadi pondasi. Kita tidak bisa hanya fokus pada event besar, tetapi lupa membangun dari akar,” katanya.

    Alvira, yang juga memiliki pengalaman panjang di dunia organisasi olahraga, menambahkan bahwa soliditas internal KONI menjadi kunci utama suksesnya program kerja ke depan. “Kita harus bergerak bersama, dengan hati yang sama, untuk membawa Sumbar kembali menjadi lumbung atlet berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

    Pertemuan hangat yang berlangsung santai namun penuh substansi ini menjadi sinyal kuat bahwa perubahan positif sedang digodok serius di balik layar. Masyarakat olahraga Sumbar kini menanti, akankah kolaborasi tokoh-tokoh ini menjadi energi baru untuk mengangkat kembali kejayaan olahraga Minang?(Alpin)



  • Membongkar Kasus PNPM Bayang Utara, Mengapa Hanya PGL yang Jadi Tersangka?

    Bayang Utara – nrtvnews.live Kasus dugaan penyalahgunaan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, mulai terang benderang. Banyak nama disebut-sebut meminjam uang dari dana yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok perempuan, namun ironi terjadi, hanya satu orang yang dijerat hukum, yakni PGL, sang bendahara.

    PGL telah divonis 4 tahun penjara serta denda Rp200 juta. Padahal, berdasarkan fakta-fakta penyidikan, sejumlah pejabat diketahui juga ikut menikmati dana bergulir tersebut. Di antaranya,

    Mantan Wali Nagari Muara Aie, inisial J, meminjam Rp200 juta

    Camat Bayang Utara, inisial RB, meminjam Rp115 juta

    Camat pengganti RB, inisial R, meminjam Rp8 juta

    Camat sebelumnya pada tahun 2017 yang ikut meng-ACC pinjaman wali nagari, juga disebut-sebut terlibat

    Individu lain seperti inisial Dt. RK (Rp4 juta), AVA (Rp2,5 juta), dan RS (Rp4 juta) dan banyak lagi yang  belum disebutkan.

    Sebagian dari mereka mengembalikan uang saat proses penyidikan berlangsung. Namun ironisnya, masih ada yang belum melunasi hingga putusan pengadilan, termasuk mantan Wali Nagari Muara Aie (inisial J) yang tersisa Rp60 juta belum dikembalikan.

    Pertanyaan Besar, Mengapa Hanya PGL?

    Padahal menurut informasi, PGL dalam kapasitasnya sebagai bendahara hanya menjalankan instruksi dan seluruh proses pinjam-meminjam diketahui oleh ketua PNPM dan anggota lainnya. Namun justru PGL seorang diri yang dijadikan tersangka dan dijatuhi vonis berat.

    Tak hanya itu, PGL bahkan di tuntut harus dan di putuskan untuk mengganti seluruh kerugian negara sebesar Rp1.186.686.000, sebuah langkah yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam putusan hukum.

    Yang lebih mengejutkan lagi bukti kwitansi pengembalian dari peminjam yg sudah di perlihatkan di persidangan dan bukti bahwasanya PGL telah mencicil sebagian hutangnya yang di bayarkan berupa Operasional yang di bayarkan lebih  kurang Rp.300 juta lebih dengan bukti  dan kwintasi yang ada untuk operasional  PNPM dan didukung dengan surat pernyataan oleh semua anggota PNPM  namun di persidangan  tidak di akui oleh jaksa dan tidak di pertimbangkan oleh hakim.

    Banding Demi Keadilan

    Kini PGL mengajukan banding untuk mencari keadilan. Ia mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang dimintai pertanggungjawaban, sementara aktor-aktor lain yang memiliki jabatan publik dan turut menerima manfaat dana PNPM luput dari jerat hukum.

    Yang lebih menyedihkan, dana PNPM sejatinya ditujukan untuk pemberdayaan kelompok perempuan. Namun kenyataannya, para peminjam justru didominasi oleh para pejabat pria, termasuk wali nagari dan camat.

    Kasus ini menjadi cermin suram praktik pengelolaan dana pemberdayaan yang menyimpang jauh dari tujuan semula. Jika hukum ingin ditegakkan dengan adil, seharusnya semua pihak yang turut menikmati dana tersebut ikut dimintai pertanggungjawaban. Masyarakat kini menunggu, apakah keadilan hanya milik mereka yang kuat?(Alpin)



  • Peningkatan Ekonomi Keluarga, Program Pemberdayaan Masyarakat Digelar di Painan

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga, Program Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat resmi digelar di Hotel Triza Painan, pada 3 – 5 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan hasil dari pokok pikiran Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Il Fauzi Anwar, yang berkomitmen terhadap peningkatan kapasitas masyarakat di daerahnya.

    Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pesisir Selatan yang diwakili oleh Asisten II Setdakab, Ibu Mimi Ryarti, SE, M.Si.

    Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan ekonomi keluarga sebagai fondasi pembangunan sosial dan daerah. Ibu Mimi Ryarti juga turut berperan sebagai narasumber utama pada hari pertama pelatihan.

    Pada hari yang sama, turut hadir sebagai narasumber anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Sri Kumala Dewi (SKD). Beliau membagikan wawasan mengenai peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga serta pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.

    Hari kedua pelatihan diisi oleh Junaidi, S.Kom, ME, selaku Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPrPA) Kabupaten Pesisir Selatan. Beliau menyampaikan materi seputar program perlindungan sosial dan strategi pemberdayaan kelompok rentan. Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Il Fauzi Anwar, juga turut menjadi narasumber pada sesi ini dan memberikan motivasi serta arahan praktis terkait pengelolaan usaha keluarga.

    Kegiatan pelatihan ditutup pada hari ketiga dengan sesi bersama Ilsa, Pendamping Pekerja Sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos). Ilsa membahas secara mendalam peran pendamping sosial dalam membantu masyarakat mengakses program-program pemberdayaan dari pemerintah pusat.

    Program ini disambut antusias oleh para peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka mengaku mendapatkan banyak ilmu, inspirasi, dan semangat baru untuk mengembangkan potensi ekonomi keluarga masing-masing.

    Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu bertahan dalam situasi ekonomi yang dinamis, namun juga tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh dan mandiri.(Alpin)



  • Warga Kampung Koto Lamo dan masyarakat  Rehab Jalan Lubuk Tanah Air Jambak secara Swadaya Dukung Swasembada Pangan

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live Semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Kampung Koto Lamo, Nagari Lakitan Tengah, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Dalam dua hari terakhir, warga bahu-membahu rehab akses jalan menuju Lubuk Tanah Air Jambak demi memperlancar distribusi hasil pertanian mereka, Selasa 8/7/2025

    Kegiatan ini merupakan inisiatif swadaya masyarakat yang mengumpulkan dana secara tradisional melalui “basidoncek” atau iuran sukarela. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk menyewa alat berat jenis ekskavator guna membuka dan meratakan badan jalan.

    Aksi kolektif ini dipimpin langsung oleh tokoh masyarakat setempat, Novridol Rahman, SH, M.Kn, bersama Babinsa dan perangkat Pemerintah Nagari Lakitan Tengah. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat berharap rehab jalan ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

    “Kami berharap, setelah proses pengerasan selesai, pemerintah daerah bisa melanjutkan pembangunan jalan ini hingga tahap pengaspalan. Jalan ini sangat vital untuk memperlancar pengangkutan hasil pertanian, sekaligus mendukung program swasembada pangan masyarakat,” ujar Novridol.

    Rehab  jalan ini tidak hanya menjadi simbol kemandirian dan kekompakan masyarakat, tapi juga bukti bahwa kemajuan desa bisa dimulai dari inisiatif warga sendiri. Diharapkan, partisipasi dan dukungan dari pemerintah bisa mempercepat realisasi jalan permanen yang layak guna (Alpin)



  • RSUD M. Zein Painan Gelar Forum Konsultasi Publik, Wujudkan Pelayanan Unggul dan Transparan

    Painan — nrtvnews.live RSUD M. Zein Painan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. Pada Senin (7/7/2025), rumah sakit kebanggaan Kabupaten Pesisir Selatan ini menggelar Forum Konsultasi Publik di Aula RSUD M. Zein Painan.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, di antaranya Direktur RSUD M. Zein, dr. M. Fahriza, SA, MARS, Kabag Tata Usaha Ns. Hj. Adek Imelda Syam, S.Kep, MAP, Kabid Pelayanan Medis Bd. Bay Evon Karmila, SSiT, Kasi Pelayanan Ns. Satria Putri Kornaliah, S.Kep, dan Kasi Keuangan Puputusia, Amd.

    Turut hadir pula Camat IV Jurai Ferro Yuandha Putri, Wali Nagari Painan, perwakilan Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, Ketua LSM LP KPK Pessel Ikhlas Razuki, serta organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

    Dalam sambutannya, Direktur RSUD M. Zein, dr. M. Fahriza, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus berbenah dan terbuka terhadap masukan dari publik.

    “Forum ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah wadah bersama untuk menyerap aspirasi dan memperbaiki layanan kami secara berkelanjutan,” ujarnya.

    RSUD M. Zein mengusung visi “Terwujudnya Rumah Sakit yang unggul dan profesional dalam pelayanan dan pendidikan di Sumatera Barat”. Untuk mewujudkan hal tersebut, sejumlah misi strategis dijalankan, antara lain:

    Pengelolaan rumah sakit secara transparan dan akuntabel,

    Peningkatan cakupan layanan sesuai standar,

    Pemenuhan tenaga medis yang kompeten,

    Penyediaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang memadai,

    Pengembangan kerja sama dengan institusi pendidikan kesehatan.

    Forum Konsultasi Publik ini juga menjadi ajang evaluasi bersama serta sinergi antara rumah sakit dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.

    “Kami ingin RSUD M. Zein menjadi rumah sakit yang dicintai masyarakat, bukan hanya karena pelayanannya yang baik, tapi juga karena keterbukaannya terhadap kritik dan saran,” tambah Kabag TU, Hj. Adek Imelda Syam.

    Dengan terselenggaranya forum ini, diharapkan RSUD M. Zein semakin siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan, sekaligus terus mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan yang profesional dan humanis di Sumatera Barat.(Alpin)



  • Istana Basa Pagaruyung Bangkit dan Kembali Jadi Magnet Wisatawan Lokal Maupun Mancanegara

    Batusangkar – nrtvnews.live Pesona Istana Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali bersinar. Setelah sempat mengalami musibah kebakaran pada tahun 2007, kini ikon budaya Minangkabau tersebut sudah berdiri megah dan ramai dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar negeri, Sabtu 5/7/2025

    Istana yang merupakan replika dari istana asli Kerajaan Pagaruyung ini menyimpan berbagai koleksi benda bersejarah yang menjadi saksi kebesaran masa lalu Minangkabau. Mulai dari keris, pakaian adat, hingga peralatan tradisional, semua tersimpan rapi dan dapat dinikmati pengunjung sebagai bagian dari pelestarian budaya.

    Menurut Ira, salah satu pemandu wisata yang ramah dan informatif di lokasi, tiket masuk ke Istana Basa Pagaruyung cukup terjangkau. Untuk anak-anak dikenakan tarif Rp11.000, dewasa Rp21.000, dan wisatawan mancanegara Rp31.000. Selain itu, pengunjung juga dapat menyewa pakaian adat Minang untuk berfoto di dalam istana, yang menjadi salah satu daya tarik utama.

    “Biasanya wisatawan senang mencoba pakaian adat untuk berfoto di dalam istana. Ini jadi pengalaman unik dan tak terlupakan,” ujar Ira dengan senyum hangat.

    Bupati Tanah Datar dua periode, Eka Putra, tengah gencar mempromosikan sektor pariwisata di daerahnya. Selain Istana Basa Pagaruyung, ia juga merekomendasikan destinasi menarik lainnya yang tak kalah mempesona, seperti Batu Angkek-Angkek yang terletak sekitar 8 km dari istana, tepatnya di daerah Sungayang.

    “Tanah Datar menyimpan banyak potensi wisata alam dan budaya. Kami ingin menjadikannya destinasi unggulan di Sumatera Barat,” ujar Eka Putra dalam kesempatan terpisah.

    Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, sektor pariwisata Tanah Datar diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah (Alpin)



  • Jelang Musorprov, Safari Konsolidasi Hamdanus Tegaskan Komitmen Majukan Olahraga Sumbar

    Padang – nrtvnews.live Calon ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, semakin gencar melakukan safari konsolidasi jelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sumbar yang bakal digelar namun waktunya belum jelas. Kunjungan ke sejumlah tokoh olahraga daerah ini menjadi bukti nyata komitmennya untuk membangun ekosistem prestasi olahraga di tanah Minangkabau, Jumat 4/7/2025

    Dialog dengan Tokoh Penting

    Dalam aksinya, Hamdanus bertemu dengan H. Sengaja Budi Syukur, Prof. Syahrial Bakhtiar, Letkol Firdaus (Ketua Harian Pengprov FASI Sumbar), Arfan Rosyda (Ketua Harian Persorasi Sumbar), serta Iqra Chissa (Wakil Ketua DPRD Sumbar). Dialog intens berlangsung, menyentuh berbagai isu strategis mulai pembinaan atlet, pengembangan sarana, hingga brand image KONI Sumbar.

    Kata Hamdanus:

    “Safari ini bagian dari niat baik untuk mendengar langsung masukan dari para tokoh olahraga. Saya percaya, kemajuan olahraga tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi semua pihak.”

    Energi Baru dari Duet Hamdanus–Dipo Tak kalah menarik, perhatian publik tercurah pada potensi kolaborasi antara Hamdanus dan Anandya Dipo Pratama—sahabat sekaligus sejumlah kalangan menyebutnya sebagai pasangan strategis menuju kepemimpinan KONI yang segar. Energi muda dari Dipo dipandang pelengkap sempurna untuk visi Hamdanus yang berbasis inklusivitas dan inovasi.

    Lebih lanjut Gustami ketua Cabor Tenis meja menyampaikan.  Iya, sudah banyak agenda yang kami susun namun belum bisa berjalan karena kondisi KONI yang tidak jelas. Hal ini membuat Dispora tidak berani mencairkan dana hibah yang sudah dialokasikan untuk pembinaan atlet cabang olahraga (Cabor). Oleh karena itu, kami meminta kepada KONI yang ada sekarang agar berlapang dada dan segera mengakhiri masa jabatannya dengan menyelenggarakan Musorprov.

    Dengan begitu, kegiatan pembinaan olahraga bisa kembali berjalan dengan baik.”

    Momentum Musorprov 2025

    Musorprov mendatang diprediksi menjadi titik balik penting dalam dinamika olahraga Sumbar. Konsolidasi jelang pergantian pucuk kepemimpinan ini dipandang sebagai ajang pematangan strategi, peta kekuatan, dan visi kolaboratif. Dukungan terhadap Hamdanus terus bertambah, terutama dari komunitas olahraga dan generasi muda yang haus akan perubahan nyata (Alpin)