Category: Nasional


  • Dalam sebuah konferensi pers yang digelar oleh Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Derry Indra, S.I.K,

    Pesisir Selatan, 31/12/2024 terungkapnya  analisis mendalam mengenai tren gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang terjadi di wilayah hukum Polres Pessel untuk tahun 2024. Dalam penyampaian tersebut, Kapolres Pessel  menegaskan bahwa telah terjadi peningkatan yang mencolok dalam jumlah kasus, yakni sebanyak 793 kasus, yang menunjukkan lonjakan signifikan dari 264 kasus pada tahun 2023, atau meningkat hingga 49,90 %. “Kejadian gangguan Kamtibmas paling banyak kami catat pada bulan Juli, dengan total 83 kasus.

    Dari jumlah keseluruhan, sebanyak 331 kasus telah dinyatakan P21, dan sisanya akan kami tuntaskan pada tahun 2025 mendatang,” ungkap Derry Indra dengan nada serius. P21 merupakan tahap penting dalam proses hukum yang menunjukkan bahwa kasus telah siap untuk disidangkan atau telah melalui mediasi. Dalam rincian laporan yang diterima, ditemukan bahwa tindak pidana penganiayaan ringan mendominasi dengan angka 149 kasus, meningkat dari 109 kasus di tahun sebelumnya, yang berarti terdapat kenaikan sebesar 40 %. Selain itu, berbagai jenis tindak pidana lainnya seperti pencurian dengan kekerasan (Curamor), judi, penyalahgunaan BBM, dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.

    Proses penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal ini menjadi salah satu fokus utama Polres Pessel. Jika dilihat dari sisi pengamanan wilayah, Polsek Pancung Soal mencatatkan rekor tertinggi dalam penerimaan laporan gangguan Kamtibmas dengan total 150 kasus. Sementara di tingkat Polres, Satreskrim menjadi salah satu yang paling aktif, mencatat 182 kasus untuk tahun 2024. Hal ini menunjukkan adanya pola peningkatan aktivitas kriminal di wilayah tertentu, sehingga Polres Pessel akan terus memonitor dan melakukan langkah preventif yang lebih ketat. “Dari total 331 kasus yang telah P21, sekitar 41,45 % telah diselesaikan di luar persidangan melalui mekanisme restorative justice.

     Kami berkomitmen untuk menyelesaikan semua tunggakan pada triwulan ini hingga 100 %,” tegas AKBP Derry Indra, S.I.K, menunjukkan komitmennya dalam menuntaskan pekerjaan rumah yang ada. Lebih lanjut, dalam konferensi yang dihadiri oleh sejumlah awak media beberapa hari lalu, Kapolres juga mengungkapkan mengenai tren tindak pidana narkotika di wilayahnya. Secara kualitas, terdapat peningkatan signifikan dalam barang bukti yang disita dibandingkan tahun 2023, meskipun secara kuantitas kasus mengalami penurunan sebanyak 3 kasus dengan total 62 kasus.

    Hal ini mencerminkan upaya intensif aparat dalam pemberantasan narkoba. Kualitas barang bukti yang disita juga mencengangkan, dengan 331,94 gram sabu yang melibatkan 79 orang tersangka, yang tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga anak-anak. Di sisi lain, statistik kecelakaan lalu lintas juga menyuguhkan gambaran yang memprihatinkan, di mana terjadi kenaikan dari tahun 2023 dengan total 331 kasus lakalantas, bertambah 16 kasus, yang berujung pada korban jiwa sebanyak 51 orang, sementara sisanya mengalami luka berat dan ringan.

    Kasus ini menyoroti perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dan upaya lebih dalam berkendara secara aman dan bertanggung jawab. Pada pres release pagi itu, diselenggarakan di lobi Mako Polres Pessel dengan memperlihatkan sejumlah barang bukti dari tindak pidana yang diusut, serta beberapa orang tersangka yang terlibat. Acara ini dihadiri oleh Wakapolres Pessel Kompol Alwi, SH, serta Kabag Ops, Kabag Sumda, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kasat Narkoba dan PJU Polres Pessel, menunjukkan keseriusan kementerian keamanan dalam memberikan penjelasan secara transparan kepada publik. (Riio)Teks foto: Kapolres Pessel, didampingi Wakapolres Pessel Kompol Alwi, SH, serta pejabat lainnya dari Polres Pessel, menggelar konferensi pers. (Rio/Alp)



  • Dalam pres release Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Derry Indra, S.I K sampaikan trend ganguan Kamtibmas di tahun 2024, terjadi di wilayah hukum Polres Pessel.

    Kapolres Pessel mengatakan, terjadi kenaikan 264 kasus dari tahun 2023 ganguan Kamtibmas selama tahun 2024. Yaitu di tahun 2024 793 kasus, tahun 2023 264 kasus atau 49,90 %.

    ” Kejadian gangguan kamtibmas terbanyak terjadi pada bulan Juli sebanyak 83 kasus. Sebanyak 331 kasus telah P21. Sisanya kita akan selesaikan di tahun 2025 ini,” kata Derry Indra.

    Dalam penerimaan laporan ganguan kamtibmas tertinggi didominasi Tindak Pidana penganiayaan ringan 149 kasus, pada tahun 2023 sebanyak 109 kasus. Naik 40 %. Begitu juga Tindak Pidana Curamor, KDART, Judi, BBM, dan TPPO. Juga tambang.

    Dari sebelas Polsek, Polsek Pancung Soal terbanyak dalam penerimaan laporan ganguan kamtibmas sebanyak 150 kasus. Sementara untuk laporan ganguan kamtibmas terbanyak berada di Satreskrim Polres Pessel sebanyak 182 kasus selama tahun 2024.

    ” sebanyak 331 (41,45 %) kasus telah P21 dan selesai diluar persidangan atau RJ. Sisa tunggakan triwulan ini akan selesai 100 % ,” ucap AKBP. Derry Indra, S.I.K.

    Lebih lanjut Kapolres dihadapan beberapa orang awak media, beberapa hari yang lalu. Untuk perkara Tindak Pidana Narkotika secara kualitas terjadi peningkatan ketimbang tahun 2023 yang lalu ( barang bukti). Namun secara kuantitas terjadi penurunan 3 kasus, yaitu 62 kasus.

    Kualitas barang bukti sabu 331,94 gram, dengan jumlah tersangka 79 orang, terdiri dari anak – anak, dewasa.

    Sedangkan untuk Lakalantas terjadi kenaikan dari tahun 2023. Di tahun 2024 terdapat 331 kasus lakalanta, naik 16 kasus, dengan jumlah korban meninggal 51, sisanya luka berat dan luka ringan.

    Pada pres release pagi itu, digelar loby Mako Polres Pessel dihadirkan beberapa bukti hasil tindak Pidana, beberapa orang tersangka.

    Hadir Wakapolres Pessel Kompol Alwi, SH, Kabag Ops, Kabag Sumda, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kasat Narkoba dan PJU Polres Pessel. ( Rio)



  • Tahun 2025 merupakan tonggak penting bagi Kabupaten Pesisir Selatan

    Di mana harapan akan transformasi dan perbaikan yang signifikan menjadi lebih nyata. Dengan terpilihnya Hendrajoni dan Risnaldi Ibrahim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan, tentunya tantangan besar dan pekerjaan rumah yang kompleks menunggu kedua pemimpin ini.

    Mereka dihadapkan pada sejumlah isu krusial yang perlu segera ditangani, mulai dari mengatasi kemiskinan yang masih mengakar di beberapa daerah, hingga meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat yang menjadi kunci pendorong kemajuan. Selain itu, isu ekonomi dan kesejahteraan sosial harus diutamakan, karena hal ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan masyarakat yang berkelanjutan.

    Di samping itu, perhatian terhadap infrastruktur  dan pelayanan Publik yang baik dan layak juga sangat penting, agar aksesibilitas dan mobilitas masyarakat meningkat, sehingga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial.

    Semua upaya ini tentu memerlukan dukungan yang solid dari berbagai elemen masyarakat Pesisir Selatan, termasuk pihak swasta, organisasi non-pemerintah, dan komunitas lokal, untuk membantu Bupati dan Wakil Bupati  Pesisir Selatan dalam merealisasikan semua program prioritas yang telah diidentifikasi.

    Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat harus terjalin dengan baik, menciptakan sinergi yang positif demi mencapai visi bersama.

    Hendrajoni dan Risnaldi Ibrahim juga diharapkan untuk bijak dalam memilih tim kerja. Mereka harus mampu menempatkan orang-orang yang tidak hanya memiliki kemampuan dan keahlian di bidangnya, tetapi juga mempunyai integritas dan komitmen yang tinggi terhadap pelayanan publik.

    Dengan membawa para profesional yang kompeten, serta tokoh-tokoh berpengalaman dalam pemerintahan, mereka dapat menciptakan warna dan dinamika baru dalam kepemimpinan. Melalui ragam ide inovatif dan pendekatan kolaboratif, diharapkan bahwa setiap program yang dijalankan dapat membawa dampak positif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pesisir Selatan.

    Dengan semua usaha ini, semoga visi menjadikan Pesisir Selatan sebagai daerah yang lebih baik dan sejahtera dapat terwujud secara nyata dalam waktu dekat (Alpin)



  • PC IMM Pesisir Selatan Galang Dana untuk Korban Kebakaran Punggasan

    Pesisir Selatan, 31 Desember 2024 – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Pesisir Selatan menggelar aksi penggalangan dana untuk korban kebakaran yang terjadi di Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti. Kebakaran yang melanda kawasan Simpang Kawek, tepat di depan MTsN 05 Pesisir Selatan, disebabkan oleh korsleting listrik dan mengakibatkan kerusakan parah pada beberapa rumah warga.

    Penggalangan dana ini dilakukan di dua lokasi utama, yakni Pasar Balaiselasa dan depan Sekretariat PC IMM Pesisir Selatan. Puluhan anggota IMM terlibat aktif dalam kegiatan tersebut, menyuarakan solidaritas dan mengajak masyarakat untuk memberikan donasi. Respons masyarakat sangat positif, terlihat dari antusiasme warga yang berpartisipasi memberikan bantuan.

    Ketua Umum PC IMM Pesisir Selatan, Gempa Maulana, SH., MH., menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban korban kebakaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan mendesak seperti pakaian, makanan, dan perlengkapan harian. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya peduli pada pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemanusiaan,” ungkapnya.

    Aksi ini menjadi bukti nyata kepedulian mahasiswa Muhammadiyah terhadap masalah sosial di lingkungan mereka. PC IMM berharap, gerakan ini tidak hanya memberikan bantuan konkret bagi korban, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi bencana (Anton)



  • Perayaan Tahun Baru  2025, Antara Tradisi Global dan Kearifan Lokal Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan Nan Rancak

    Pesisr Selatan, 31 Desember 2024 – Dunia tengah bersiap menyambut pergantian tahun 2025 dengan berbagai tradisi perayaan khas di masing-masing wilayah. Di Sumatera Barat, khususnya masyarakat  Pesisir Selatan, tradisi ini sering kali dihadapkan pada dilema budaya. Filosofi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah menjadi landasan kehidupan masyarakat Minangkabau, yang tidak relevan dengan budaya perayaan tahun baru yang penuh euforia, seperti pesta kembang api atau konser musik dan lain sebagainya.

    Menurut Teguh Dehalsa, SH, M.Kn Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan  dari Partai Nasdem mengatakan, “Pergantian tahun hendaknya dapat mendorong masyarakat untuk menjadikannya sebagai momen refleksi dan introspeksi”. Dalam tradisi adat, pergantian tahun lebih dimaknai sebagai waktu untuk merenungkan perjalanan hidup sepanjang tahun, mengevaluasi kekurangan, dan merencanakan perbaikan di tahun mendatang. Alih-alih perayaan besar, nilai-nilai Minangkabau khususnya di Pesisir Selatan lebih menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah, menjaga hubungan sosial, dan memperkuat adat yang berlandaskan ajaran Islam, seperti yang di laksanakan oleh BKMT PD Kabupaten Peisir Selatan yaitu Pengajian Akbar di Masjid Akbar Baiturrahman Painan.

    Lebih lanjut menurut Teguh, Pandangan Islam terhadap perayaan Tahun Baru Masehi memberikan batasan yang tegas. Dalam ajaran Islam, tidak ada kewajiban atau anjuran untuk merayakan tahun baru Masehi. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya” (QS. Al-Isra: 36). Rasulullah SAW juga bersabda, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud). Oleh karena itu, umat Muslim hendaknya tidak terlibat dalam perayaan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

    Teguh berharap kepada masyarakat Pesisir Selatan  agar momen pergantian tahun dijadikan ajang introspeksi diri (muhasabah). Mengingat kehidupan dunia hanya bersifat sementara, umat Islam sebaiknya memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak doa, zikir, dan amal kebaikan. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok” (QS. Al-Hasyr: 18). Dengan introspeksi, kita dapat memperbaiki kesalahan masa lalu dan mempersiapkan langkah lebih baik di masa depan.

    Di tengah tradisi global merayakan tahun baru, masyarakat Minangkabau diimbau untuk tetap menjaga identitas budaya dan nilai-nilai Islam. Pergantian tahun dapat dirayakan secara sederhana dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti berbagi  atau mengadakan kajian keagamaan. Hal ini sejalan dengan filosofi adat basandi syarak yang menuntun masyarakat pada kehidupan yang lebih bermakna, ujar Teguh  dengan senyum sambil mengucapkan selamat tahun baru kepada semua masyarakat Pesisir Selatan dan khususnya kepada masyarakat Sago yang telah memberikan kepercayaan kepada teguh menjadi anggota DPRD Kabupaten Pessel.

    Pergantian tahun bukan hanya tentang kemeriahan, tetapi juga momen perbaikan diri. Dengan menjadikan refleksi dan perencanaan sebagai inti dari pergantian tahun, masyarakat dapat menyongsong 2025 dengan semangat baru, mengusung nilai-nilai agama dan budaya yang kuat, serta menjalani kehidupan yang lebih baik dari tahun sebelumnya ( Alpin)



  • Dr (c) Mardianton, M.Pd mengajak Angkatan Muda Muhammadiyah untuk bijak menyikapi pergantian tahun

    Mardianton, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah di Pessel dan kini  sebagai salah satu pimpinan daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan, mengundang seluruh anggota Angkatan Muda Muhammadiyah untuk mengambil momen pergantian tahun dengan penuh kesadaran dan tujuan, Senin 30/12/2024

    Dalam suasana akrab acara ngopi bareng di kediamannya yang sederhana di Balai Selasa, Mardianton membagikan pandangannya kepada adek-adek yang hadir, menekankan pentingnya merayakan tahun baru dengan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat tetapi juga mendidik.

    Lebih lanjut, Mardianton memberikan dorongan kepada mereka untuk menjauh dari perilaku ugal-ugalan dan pemborosan energi, yang kerap kali muncul saat perayaan tahun baru. Ia menjelaskan bahwa sebagai generasi muda dan organisasi kemasyarakatan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, mereka memiliki tanggung jawab untuk menciptakan contoh positif di tengah masyarakat. “Mari kita gunakan pergantian tahun baru ini sebagai kesempatan untuk menginisiasi kegiatan sosial yang dapat bermanfaat bagi banyak orang, seperti program penggalangan dana untuk kaum yang membutuhkan atau mengadakan acara edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat,” ungkap Mardianton dengan semangat yang menggebu.

    “Dari sinilah, kita perlu mulai merombak paradigma cara berpikir kita sebagai Angkatan Muda Muhammadiyah,” ujarnya sambil menyeduh kopi hangatnya, yang aromanya memenuhi ruangan. Tidak hanya sekedar ajakan, namun juga tantangan untuk setiap individu yang hadir agar bisa berkontribusi lebih kepada masyarakat.

    Dalam suasana tersebut, kehadiran tokoh Muhammadiyah Buya Dr. Lukman Hakim juga memberikan semangat kepada para peserta. Dr. Lukman Hakim dengan bijaknya menambahkan, “Kegiatan yang kita rencanakan harus berlandaskan prinsip-prinsip keagamaan dan kebangsaan, yang seiring sejalan untuk memperkuat iman dan meningkatkan kepedulian sosial.” Para peserta pun larut dalam diskusi yang inspiratif, menggali ide-ide baru untuk mewujudkan resolusi bersama yang penuh makna bagi perubahan ke arah yang lebih baik di tahun yang akan datang (Alpin)



  • Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) PD Kabupaten Pessel  menggelar Tabligh Akbar  dalam rangka menyambut Tahun Baru 2025

    Acara yang digelar di Masjid Akbar Baiturrahman Painan, 31 Desember 2024 ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang antusias, yang datang dari berbagai kalangan, hadir juga Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Darmasyah, S.Ag, Bupati Pessel  yang diwakili oleh  Staf Ahli Bupati  bidang kemasyaratan dan sumber daya manusia Zoni Eldo, SSTP, MA hingga tokoh masyarakat yang ingin memperkuat ikatan sosial dan spiritual saat memasuki tahun baru.

    Ketua PD BKMT Pessel, Ibu Susi Mawardi Roska, yang dikenal karena dedikasi dan kepemimpinannya dalam organisasi, menyampaikan sambutan hangat yang mengajak masyarakat untuk merenungkan perjalanan hidup mereka di tahun yang lalu, serta menyiapkan diri untuk tantangan-tantangan baru di tahun yang akan datang.

    Didampingi oleh Sekretaris Liliy Karlina, SH, dan Ketua Panitia Drs.Damyursal, mereka memastikan acara ini berjalan dengan lancar dan penuh makna.

    Sebagai penceramah, Drs. Syafwan Diran menyampaikan pesan-pesan inspiratif yang menggugah semangat jamaah untuk lebih introspektif, dengan mengangkat tema besar “Dengan Instropeksi Diri Menjadikan Kita Berkepribadian yang Lebih Baik.” Penguasaan beliau dalam mengelola tema tersebut mampu menarik perhatian seluruh hadirin, memberikan perspektif baru terkait cara memperbaiki diri di tahun yang baru ini.

    Peran pembawa acara, yang dipercayakan kepada Ibu Een Reva, juga memberikan nuansa yang dinamis dan menyenangkan, membuat suasana semakin akrab.

    Selain itu, pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Suherman, M.Ag menemani jamaah dalam pencarian ketenangan batin dan membuka hati sebelum menerima ilmu yang akan diberikan. Para hadirin juga disuguhkan dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars BKMT yang dipimpin oleh Ibu Fitma Reni, memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan di antara jemaah.

    Doa yang dipimpin oleh Hirdamli, M.Ag mengakhiri rangkaian kegiatan dengan harapan agar tahun baru membawa berkah, kedamaian, serta kemajuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pessel.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dari Forkopimda dan Forkopimca, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiah, termasuk Elpinas, S.Kom dan Dra. Nasrida. Kehadiran para pengurus BKMT kecamatan se-Kabupaten Pessel, Kepala  KUA IV Jurai Zaimal Elpetani, S.Ag serta tokoh masyarakat menambah kehangatan dan keberagaman yang terjalin dalam kebersamaan, menegaskan pentingnya kolaborasi antar berbagai unsur masyarakat untuk mencapai visi yang lebih baik di tahun yang baru ini (Alpin



  • Masyarakat Pesisir Selatan saat ini tengah heboh menyusul terjadinya kelangkaan BBM Pertalite yang melanda hampir seluruh Pom Bensin yang ada di Pesisir Selatan

    Kejadian ini bukan hanya sekadar masalah distribusi, tetapi juga telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk aktivitas sehari-hari mereka, Kamis 26/12/2024.

    Dari hasil pantauan yang dilakukan oleh nrtvnews.live hampir di semua SPBU di Pesisir Selatan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan, mengalami kelangkaan Pertalite yang cukup signifikan.

    Yang paling mencolok terlihat di SPBU Batang Kapas, Ujung Aie Surantih, Lagan, Nagari Koto VIII Pelangai, Sago, dan Tarusan, di mana antrean panjang kendaraan sudah menjadi pemandangan yang biasa. Kelangkaan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, bahkan sudah berlangsung selama berbulan-bulan, menyisakan frustrasi dan kebingungan bagi para pengguna kendaraan.

    Dalam kondisi yang semakin mencekik ini, presepsi masyarakat pun mulai muncul. Banyak dari mereka yang kini terpaksa beralih menggunakan jerigen untuk membeli Pertalite, dengan harapan bisa mendapatkan sedikit pasokan yang tersedia. Namun, dari informasi yang beredar, mereka yang membeli dengan jerigen justru diutamakan lebih dulu, karena adanya fee yang didapatkan per jerigen oleh petugas SPBU.

    Kondisi ini telah menambah keruh suasana, meningkatkan ketidakpuasan di antara mereka yang menunggu dalam antrean panjang tanpa kepastian. “Kondisi ini membuat masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, merasa kecewa dan dirugikan oleh tingkah laku para petugas SPBU,” keluh Khorim, seorang pengemudi mobil pribadi yang sudah lebih  sejam menanti. Ia menuturkan bahwa setelah menunggu dengan penuh harapan, tiba-tiba saja Pertalite yang ia incar habis tanpa peringatan. “Kami meminta kepada petugas keamanan untuk dapat menertibkan pembelian menggunakan jerigen, agar semua orang mendapatkan hak yang sama,” tambahnya, mencerminkan kekesalan yang dialami oleh seluruh pengguna jalan di Pesisir Selatan.

    Situasi ini menjadi cermin akan pentingnya pengelolaan yang lebih baik dalam distribusi BBM, demi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Alpin)



  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiah Kabupaten Pessel menggelar Pengajian Daerah dan Milad Muhammadiyah ke-112 di Masjid Taqwa Besar Kambang

    Acara Milad yang dirayakan dengan penuh khidmat ini merupakan refleksi atas perjalanan panjang dan kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan masyarakat, dan mengenang perjuangan serta dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para pendiri organisasi ini, Minggu 22/12/2024

    Dalam suasana yang penuh kebersamaan, para peserta tidak hanya berasal dari kalangan pengurus, tetapi juga masyarakat umum yang sangat antusias untuk turut serta dalam merayakan hari bersejarah ini.

    Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat, Buya Zaitul Ikhlas, yang tidak hanya memberikan sambutan, namun juga berperan sebagai penceramah utama.

    Turut hadir dalam acara tersebut adalah Buya Aprizal selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan, serta sejumlah tokoh penting lainnya seperti Ustad Adril Maiyanto, Elpinas, Buya Aprianto, Buya Sapta Kardeni, Buya Hadis, Mardianton, dan Buya Ermawan Saputra. Hadir pula Hj. Nasrida, Pimpinan Daerah Aisyiah Kabupaten Pessel, serta Ketua PCM dan PCA se-Pessel, Ortom , Amal usaha, angkatan muda Muhammadiyah yang menandakan dukungan luas dari berbagai lini organisasi dalam Muhammadiyah.

    Acara tersebut juga mendapat kehormatan dengan kehadiran tamu undangan istimewa, yaitu Anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked dan beberapa tokoh masyarakat setempat yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam membangun masyarakat Pesisir Selatan.

    Dalam sambutannya, Buya Aprizal, Ketua PDM Pessel, dengan penuh semangat menyampaikan kepada hadirin bahwa Muhammadiyah adalah sebuah organisasi besar yang tidak hanya peduli terhadap aspek kesehatan dan pendidikan sosial, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kondisi ekonomi umat, sebuah isu yang semakin mendesak di tengah tantangan global. Komitmen ini tercermin dalam berbagai program dan inisiatif yang telah diambil oleh organisasi ini sepanjang tahun.

    Selanjutnya, anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua Pimpinan dan warga Muhammadiyah Pesisir Selatan yang telah memberikan dukungan yang luar biasa kepadanya, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan daerah.

    Setelah sambutan, ceramah yang disampaikan oleh Buya Zaitul Ikhlas semakin memperkaya wawasan para peserta. Dengan nada yang tegas, dia menekankan pentingnya perhatian terhadap ekonomi umat, menandakan bahwa peningkatan kapasitas ekonomi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan misi kolektif seluruh masyarakat. Dalam banyak hal, ekonomi umat yang kuat akan menjadi fondasi bagi kemajuan sosial dan pendidikan, menciptakan iklim yang kondusif untuk generasi mendatang. Dengan harapan tersebut, acara sekaligus menjadi harapan bagi kebangkitan semangat dalam menjalankan amanah Muhammadiyah di Kabupaten Pessel.(Alpin)



  • Kepala SDN 02 Gurun Panjang Kapuh Ibu Nursamayati, S.Pd Gelar Pembagian Raport

    Kepala SD Negeri 02 Gurun Panjang Kapuh, Ibu Nursamayati, S.Pd, secara resmi membagikan Raport semester satu kepada para siswa dan siswi di sekolah yang terletak di Kenagarian Gurun Panjang Kapuh  Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu 21/12/2024

    Acara ini diadakan dengan penuh suka cita dan melibatkan seluruh siswa, orang tua, serta guru dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Sejak ujian semester dilaksanakan pada minggu lalu, yang merupakan titik tolak penting bagi para siswa, kegiatan dilanjutkan dengan Class Meeting yang menyuguhkan rangkaian perlombaan menyenangkan dan edukatif.

    Sekolah berupaya memberikan penyegaran kepada anak-anak pasca ujian, agar mereka bisa bersantai dan menemukan kembali semangat belajar mereka.

    Ibu Nursamayati,S.Pd menjelaskan kepada awak media nrtvnews.live bahwa tujuan dari Class Meeting ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak menikmati waktu belajar dengan cara yang berbeda dan menggembirakan, setelah tekanan dari ujian semester. “Kegiatan ini adalah cara kami untuk memastikan anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga belajar melalui pengalaman dan interaksi,” ujarnya.

    Kegiatan ini juga menjadi momen bagi para guru untuk mengamati serta mengeksplorasi bakat dan kemampuan masing-masing anak, sehingga mereka bisa lebih memahami potensi individu yang dapat dikembangkan di masa depan.

    Kegiatan ini, yang dibahas dan dirancang secara matang oleh Ibu Nursamayati, juga dimotori oleh Ibu Cheni Mayora, S.Pd, seorang guru kelas yang dikenal luas di kalangan siswa karena inovasi dan gagasan kreatifnya. Ibu Ceni selalu berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, yang membuat anak-anak gembira dan antusias mengikuti setiap kegiatan. Dalam suasana yang ceria, anak-anak terlihat aktif berpartisipasi dalam berbagai lomba, mulai dari lomba seni, olah raga, hingga kuis pengetahuan umum, yang semuanya bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan intelektual mereka.

    Ibu Nursamayati juga menegaskan bahwa target sekolah ke depan adalah untuk menjadi yang terbaik di antara sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Koto XI Tarusan. Dalam menjalankan visi ini, dukungan dari pemangku pendidikan dan keterlibatan orang tua murid sangatlah penting. “Kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan keterampilan sosial yang mumpuni,” tambahnya. Dengan kerjasama yang solid antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, diharapkan SDN 02 Gurun Panjang Kapuh bisa semakin berkualitas dan berprestasi. (Alpin)



  • Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Painan, Rini Amelia, M.Pd, bersama siswa-siswi yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis), mengadakan kunjungan penuh makna ke Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan.

    Kunjungan ini bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kepedulian sosial dan meningkatkan kepekaan anak-anak muda terhadap lingkungan sekitar mereka.

    Dalam kegiatan tersebut, kepala sekolah didampingi oleh Ibu Restu  guru pembina  Osis yang penuh semangat, menyerahkan bantuan berupa sembako yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak di panti asuhan, Jumat 20/12/2024.

    Sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, mi instan, dan kebutuhan dasar lainnya tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Panti Asuhan, Buya Aprinal, serta pengurus lainnya. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa nyata ketika anak-anak panti asuhan menerima bantuan tersebut dengan senyuman dan ungkapan rasa syukur yang tulus.

    Buya Aprinal, selaku Kepala Panti Asuhan, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh sekolah. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami berharap kerjasama dan dukungan ini dapat berkelanjutan di masa yang akan datang.

    Setiap aksi kecil dari mereka dapat memberikan dampak besar bagi anak-anak yang kurang beruntung,” ujar Buya Aprinal, sembari berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

    Dengan demikian, kunjungan ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi sebuah jembatan antara generasi muda dengan komunitas, yang memungkinkan terciptanya hubungan saling mendukung dan peduli (Alpin)



  • Anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked, dengan semangat yang tinggi mendampingi Menteri Desa & Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto

    Dalam kunjungan yang penuh makna. Baru-baru ini  Minggu, 15/12/2024 Cerint Irraloza Tasya, yang merupakan anggota DPD-RI Perwakilan Sumatera Barat, tidak hanya hadir, tetapi juga berperan aktif dalam acara penting ini.

    Kehadiran Cerint   bersama  Menteri Desa & Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    Yandri Susanto yang juga  Kader terbaik Muhammadiyah , yang dikenal akan dedikasinya dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat di daerah tertinggal, Cerint bersama  Yandri  ikut  turun  bersama – sama   kemasyarakat  untuk mempertegas  komitmennya   untuk  memperjuangkan masyarakat,  Yandri  adalah seorang  kader terbaik  Muhammadiyah, menunjukkan kolaborasi positif  antara Pemerintah dengan  legislatif .

    Kunjungan Menteri Desa & Pembangunan Daerah Tertinggal ke Nagari Lumpo ini sangat berarti, karena merupakan kunjungan perdana beliau untuk meresmikan penggunaan fasilitas Air Bersih Berskala Nagari Tirta Gunung Talau. Proyek ini diharapkan dapat menyediakan akses air bersih yang lebih baik untuk warga, mengingat pentingnya air bersih bagi kesehatan dan kondisi hidup yang layak.

    Selain itu, setelah meresmikan proyek tersebut, mereka melanjutkan perjalanan ke Nagari Surantih untuk meresmikan Pasisia Night Culinary (PNC), sebuah kegiatan akbar yang dihadirkan oleh komunitas kuliner Pasisia.

    Event ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner lokal, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menggandeng pelaku usaha kecil dan menengah di bidang kuliner.

    Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah dalam acara ini mencerminkan sinergi yang positif demi memajukan daerah, menjaga keberagaman budaya kuliner, serta mempererat hubungan sosial dalam komunitas. (Alpin)