Category: Nasional


  • Kepala sekolah SMA Negeri 1 Painan, Drs. Rasfidarmi, bersama wakil kepala sekolah, Zamroni, menyalurkan bantuan sembako ke Panti Asuhan Muhammadiyah Painan

    Sebagai bagian dari inisiatif sosial yang lebih luas untuk mendukung anak-anak yang membutuhkan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Selasa, 17/12/2024, dan merupakan cerminan dari semangat kepedulian dan solidaritas yang dijunjung tinggi oleh sekolah.

    Melalui langkah ini, pihak sekolah berharap dapat menginspirasi siswa-siswi untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial, mengkultivasikan rasa empati sejak usia dini.

    Bantuan sembako ini diterima langsung oleh Bendahara Panti Asuhan Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan, Ibu Dra. Yumasnifa (Eni Bakri Bakar), yang mengaku sangat bersyukur atas partisipasi SMA Negeri 1 Painan. Wanita tersebut menyatakan, “Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak yang berada di panti asuhan. Ini bukan hanya sekedar bantuan materi, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dalam perjalanan hidup ini.”

    Kegiatan penyaluran bantuan ini bukan hanya sekedar rutin tahunan, tetapi menjadi momen berharga bagi para siswa untuk belajar tentang tanggung jawab sosial dan pentingnya berbagi dengan sesama.

    Wakil Kepala Sekolah   Kesiswaan Fatria Novita,S.Pd.I dan Wakil Kepala Sekolah Kurikulum  Zamroni Putra ,M.Pd yang juga merupakan kader tulen Muhammadiyah, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan ke Panti Asuhan merupakan wujud kepedulian antar sesama dan sekaligus memberikan contoh kepada anak didik untuk saling berbagi.

    Ia menekankan, “Dengan melakukan aksi sosial ini, kami ingin menunjukkan kepada siswa bahwa kepedulian dan dukungan satu sama lain adalah nilai yang sangat penting dalam kehidupan. Ini adalah pelajaran berharga yang tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga di luar kelas.”

    Terobosan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMA Negeri 1 Painan ini hendaknya menjadi contoh bagi sekolah lain untuk membudayakan kepedulian antar sesama. Jika semua sekolah menerapkan kepedulian seperti ini, tentunya panti-panti yang ada di Pesisir Selatan akan berjalan dengan baik. Ini bukan hanya tentang menjaga reputasi sekolah, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

    Dengan saling mendukung, kita dapat menumbuhkan generasi yang lebih peka dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Dengan harapan, inisiatif ini akan menggerakkan lebih banyak institusi pendidikan untuk ikut ambil bagian dalam membawa perubahan positif pada masyarakat.(Alpin)



  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan Gelar Rapat Rutin Bulanan

    Rapat Rutin Pimpinan Daerah Muhammadiyah di gelar di Kantor Sekretariat Muhammadiyah pada Selasa, 17/12/2024.

    Rapat ini merupakan agenda penting dalam siklus bulanan yang diadakan dengan tujuan untuk menjaga komunikasi dan koordinasi yang efektif di antara para pengurus organisasi. Dalam acara tersebut, para anggota Pimpinan Daerah berkumpul untuk membahas isu-isu terkini yang mempengaruhi organisasi dan masyarakat, serta merencanakan program-program kerja yang akan datang.

    Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Kabupaten Pessel, Buya Aprizal M.Pd, yang dikenal karena kepemimpinannya yang visioner. Ia didampingi oleh Sekretaris Umum, Adril Maiyanto, serta Wakil Ketua, Elpinas, Ermawan Saputra dan beberapa tokoh terkemuka lainnya seperti Dr. Lukman Hakim, Yusfardison, dan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiah, Dra. H. Nasrida serta  Angkatan Muda Muhammadiyah  Pessel dan NA yang di nakodai oleh Muhammad Tabry dan Indah

    Kehadiran semua pimpinan ini menunjukkan komitmen mereka dalam melaksanakan program-program organisasi dan mengatasi tantangan yang ada di wilayah Pessel.

    Rapat Rutin kali ini membahas tentang rol dan posisi kepemimpinan yang ada di PDM Kabupaten Pessel. Dalam Rapat Pleno tersebut, sejumlah pimpinan resmi di-rolling, termasuk H. Mardani, M.Pd, yang sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Umum, kini digantikan oleh Elpinas, S.Kom yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Informasi dan Pustaka.

    Selain itu, jabatan Dikdasmen yang sebelumnya dipimpin oleh Sapta Kardeni, S.Ag kini diambil alih oleh H. Mardani, M.Pd sedangkan jabatan Wakil Ketua   Pengkaderan dan SDI  Hirdamli. S.HI, M.Ag diambil alih Sapta Kardeni, S.Ag, Wakil   Ketua Informasi dan Pustaka diamanahkan ke  Hirdamli, M.Ag,  Ali Amran,M.Pd Jabatan sebelum  Ketua Majelis Kesejahteraan  dan Sosial digantikan oleh Yusfardison M.Si dan Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan dan Kesehatan di amanahkan kepada Ali Amran, M.Pd.

    Penataan ini diharapkan dapat menyegarkan organisasi dengan menempatkan orang-orang yang tepat pada posisi yang sesuai, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas program kerja.

    Dalam konteks organisasi, rolling atau penggantian kepemimpinan adalah langkah strategis yang umum dilakukan untuk penyegaran dan revitalisasi.

     Melalui langkah ini, diharapkan organisasi dapat mengoptimalkan potensi setiap anggotanya, menciptakan inovasi, serta mendorong partisipasi aktif dari semua pihak. Hal ini juga berfungsi sebagai upaya untuk mempererat solidaritas di kalangan pengurus dan mendorong semangat kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai program yang telah direncanakan.

    Rapat Pleno kali ini dihadiri lebih dari separoh pimpinan, membawa semangat yang kuat dan memastikan bahwa qurom yang diperlukan untuk pengambilan keputusan telah terpenuhi.

    Dengan partisipasi yang begitu tinggi, ini adalah indikasi jelas bahwa setiap pimpinan merasa terlibat dan berkomitmen terhadap visi dan misi Muhammadiyah di Kabupaten Pessel.

    Setelah itu, rapat dilanjutkan dengan follow-up persiapan untuk Pengajian Daerah Muhammadiyah-‘Aisyiyah Pessel yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2024. Acara ini sekaligus menjadi momen spesial, yakni peringatan Milad Muhammadiyah yang ke-112. Rapat pleno juga meliputi penandatanganan SK Kepala MTsM Lakitan, yang merupakan langkah signifikan dalam memperkuat struktur organisasi dan proses pendidikan yang menjadi salah satu fokus utama Muhammadiyah (Alpin)



  • Anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya S.Ked melakukan kunjungan kerja yang sangat penting ke BAPENDA & DJPB Provinsi Sumatera Barat

    Kunjungan ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah upaya strategis untuk memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan keuangan daerah yang merupakan tanggung jawab krusial bagi pembangunan regional, Senin 16/12/2024

    Dalam pertemuan ini, Cerint, yang merupakan Anggota DPD-RI mewakili Provinsi Sumatera Barat, berinisiatif untuk menggali informasi mendalam tentang cara pengelolaan keuangan daerah yang ada, khususnya dalam menghadapi tantangan-tantangan yang mungkin muncul.

    Dia juga berkomitmen untuk mendengarkan aspirasi lokal yang diharapkan dapat diangkat dalam rapat parlemen mendatang. Dengan cara ini, Cerint ingin memastikan bahwa kebutuhan dan harapan masyarakat dapat terwakili, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.

    Kedatangan Cerint disambut dengan hangat oleh Kepala Bapeda & DJPB Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi, ST, MM, yang memberikan penjelasan komprehensif tentang berbagai program kerja yang tengah berjalan.

    Medi menjelaskan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk menciptakan sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.(Alpin)



  • Pertemuan Internal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar bersama Wamen Dikdasmen Dr. Fajar Riza Ulhaq, M.Si

    Pertemuan Internal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat dipimpin oleh Dr. Bakhtiar, M.Ag, dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dr. Fajar Riza Ulhaq, M.Si, berlangsung dalam suasana penuh semangat dan diskusi yang konstruktif.

    Acara ini diadakan di Gedung Muhammadiyah Sumatera Barat Kamis, 12 Desember 2024, dan dihadiri oleh seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sumatera Barat, menciptakan platform yang solid untuk berbagi pengetahuan dan strategi pendidikan yang lebih baik.

    Pertemuan tersebut dihadiri oleh para tokoh kunci dalam organisasi, termasuk Buya Zaitul Ikhlas, Dr. Murizal, M.Ag, dan Prof. Ikwan Matondang, serta pimpinan dari berbagai daerah lainnya. Di antara tamu undangan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan diwakili oleh Adril Maiyanto, M.Pd., Elpinas, S.Kom, dan Dr. (c) Mardianton, M.Pd, yang semuanya memberikan kontribusi penting dalam diskusi. Dalam agenda yang direncanakan, Wakil Menteri Dr. Fajar membahas secara mendalam berbagai tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah swasta di berbagai wilayah, serta dampak kebijakan yang ada. Ia menekankan pentingnya prinsip kesetaraan dengan lantang menyatakan, “tidak ada lagi diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta.” Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi dan merupakan langkah penting dalam mengatasi ketimpangan dan ketidakadilan yang telah lama terjadi dalam sistem pendidikan.

    Dr. Fajar juga menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya kebijakan administratif semata, tetapi juga sebuah keharusan moral dalam memastikan pendidikan yang adil bagi semua. “Selama ini, kebijakan yang berlaku telah menciptakan ketidakadilan yang merugikan banyak pihak,” imbuhnya, menjelaskan bahwa guru PPPK akan diberi penugasan kembali ke sekolah asal mereka sesuai dengan surat dari Menteri Dikdasmen. Ini adalah peluang yang sangat penting, mengingat Undang-Undang ASN yang selama ini membatasi guru PPPK untuk tidak bisa mengajar di sekolah swasta.

    Koridor baru yang dibuka oleh Menteri Dikdasmen ini diyakini akan meningkatkan kualitas pendidikan di sektor swasta, memberikan mereka akses terhadap guru yang berkualitas dan berpengalaman. Di samping itu, Wamen Dr. Fajar juga mengungkapkan rencana pemberian bantuan infrastruktur kepada sekolah swasta, dengan alokasi anggaran sebesar 17 triliun yang sepenuhnya dipersiapkan untuk peningkatan fasilitas.

    Dan bantuan ini akan dikelola melalui Kementerian PUPR, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung semua jenis sekolah dalam meningkatkan fasilitas belajar mengajar. “Penggunaan anggaran ini akan diatur melalui instruksi presiden dalam bentuk swakelola,” tambahnya, menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Terobosan lain yang disampaikan oleh Wamen Dr. Fajar adalah realokasi dana untuk tahun 2025 yang akan memfokuskan pada pelatihan guru swasta dan guru  agama di tingkat tertentu, menandakan pengakuan pentingnya peran guru swasta dan guru  agama dalam mempersiapkan generasi yang memiliki akhlak dan pengetahuan agama yang baik.

    Selain itu, Wamen Dr. Fajar juga menekankan kepada semua hadirin bahwa proses administratif untuk sekolah akan dibuat lebih sederhana. “Sekolah tidak lagi akan direpotkan dengan administrasi laporan yang rumit, tetapi cukup memberikan laporan kinerja sekali setahun,” tegasnya, menciptakan harapan baru bagi para pendidik dan pengelola sekolah untuk fokus pada pengajaran yang bermutu tanpa terbebani oleh birokrasi yang berlebihan.

    Sebagai Ketua Lembaga Kajian Strategis Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Fajar mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan visi pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.(Alpin)



  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan memberikan Apresiasi yang luar biasa kepada Kapolres Pessel

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan, Buya Aprizal, M.Pd, dengan tulus mengucapkan selamat dan sukses kepada Kapolres Pesisir Selatan, AKBP. Derry Indra, S.IK, atas kinerjanya yang sangat baik selama pelaksanaan Pilkada serentak, khususnya di wilayah Pesisir Selatan. Pilkada yang berlangsung pada tanggal 27 November 2024 lalu, tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga dirasa aman dan kondusif, Kamis 12/12/2024.

    Keberhasilan ini tampak jelas dari awal kampanye yang berlangsung, di mana masyarakat menunjukkan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi, hingga akhirnya proses penetapan hasil pilkada secara resmi oleh KPUD Kabupaten Pesisir Selatan dilakukan tanpa hambatan yang berarti.

    Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kodim 0311 Pesisir Selatan, Letkol Inf. Ery Siregar, yang telah menunjukkan komitmen dan dedikasi luar biasa dalam bersinergi dengan Polri untuk memastikan pengamanan Pilkada Pessel. Kerja sama yang solid antara kedua lembaga ini menciptakan suasana yang mendukung serta meneguhkan rasa aman di kalangan masyarakat.

    Dalam konteks ini, keberhasilan mereka tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat Pesisir Selatan yang telah memasukkan nilai-nilai gotong royong dan saling menghargai dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada Pessel berlangsung.

    Hal ini mencerminkan pertumbuhan kesadaran politik dan sosial di tengah masyarakat yang semakin hati-hati dan bertanggung jawab.

    Masyarakat Pesisir Selatan menyadari pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dalam rangka keberlanjutan pembangunan Pesisir Selatan ke depannya.

    “Keamanan adalah fondasi bagi setiap langkah pembangunan yang ingin kita capai. Dengan menjaga ketertiban, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang sehat dan aman, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan dan kolaborasi di antara kita,” ungkap Buya Aprizal.

    Pernyataan ini menegaskan harapan dan aspirasi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, sehingga Pesisir Selatan dapat lebih maju dan sejahtera di masa mendatang. (Alpin)



  • Rusmayul Anwar Seorang Pemimpin Kharismatik dan Berjiwa Besar

    Pasca Pilkada dan hasil pengumuman resmi oleh KPUD Kabupaten Pesisir Selatan, pasangan Hendrajoni dan Risnaldi ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak pada Pilkada Pessel 2025-2030.

    Hal tersebut akan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Bupati terpilih pada 10 Februari 2025.

    Rusmayul Anwar menyampaikan  dihadapan SKPD, ” Saya  meminta agar para kepala Perangkat Daerah segera membangun komunikasi dengan Bupati terpilih Hendrajoni.

     “Silahkan bangun komunikasi dengan Bapak Hendrajoni dan Bapak Risnaldi, sehingga APBD 2025 dapat mengakomodir visi dan misi beliau”, ucap Rusmayul Anwar  saat Apel Gabungan di halaman Kantor Bupati Pesisir Selatan, Senin (9/12)

     Sekaligus saya minta maaf kepada seluruh ASN Pemda Pessel setelah hampir 4 tahun kebersamaan dalam membagun Pesisir Selatan.

    “Tentu tak ada gading yang tak retak, bahwa kekuasaan apapun tetap akan ada akhirnya, oleh karena itu, kebersamaan yang selama ini terjalin, maka saya berharap, masih tetap bisa berkontribusi terhadap Pesisir Selatan”.

     Saya juga berharap agar seluruh pihak menerima hasil demokrasi dengan lapang dada, karena rakyat telah memutuskan pilihannya.

     “Mari kita hormati putusan rakyat dalam pesta demokrasi yang sudah berjalan, hasilnya tentu yang terbaik untuk Pesisir Selatan ke depan”, Ungkap Rusamayul Anwar.

    Ditempat  terpisah Tokoh Muda  Pesisir Selatan Ust.  Adril Maiyanto dan juga Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah  Kabupaten Pessel  mengajak  kepada seluruh  masyarakat  Pessel  mari kita akhiri  semua polemik Pilkada dengan hati yang tulus dan bersih sehingga  pembangunan  Pessel dapat berjalan dengan baik.

    Terkait dengan isue yang beredar  ditengah masyarakat di kalangan ASN,  “bila bupati baru natinya  masuk”,  orang  bupati lama akan dibuang semua alias diganti dengan yang baru, itu adalah informasi yang sesat, Adril menegaskan Hendrajoni adalah seorang pemimping yang baik dan visioner tidak mungkin itu dilakukan, apalagi  kinerjanya bagus tentu dipertahankan oleh Hendrajoni, namun kalau ada kinerjanya yang selama ini tidak baik tentu diganti dengan orang yang  baik.

    Adril juga  memberikan  motivasi kepada ASN jangan sampai ada ketakutan dalam bekerja walaupun pilihan di Pilkada kemaren berbeda ini namanya demokrasi, dan jangan sampai ada yang menyebarkan  informasi yang sesat di kalangan ASN, mari bekerja dengan baik  dalam masa pemerintahan transisi ini, bekerjalah dengan baik sesuai dengan aturan, ujar Adril sambil menutup pembicaraannya. (Alpin)



  • Sekretaris PD Muhammadiyah Pesisir Selatan Berikan Tausiyah Inspiratif di Hadapan Ratusan KPM PKH Nagari Koto VIII Pelangai

    Koto VIII Pelangai, Ranah Pesisir  Rabu, 11 Desember 2024 – Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesisir Selatan, Adril Maiyanto, S.Pd.I., M.Pd., memberikan tausiyah di hadapan ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Nagari Koto VIII Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir. Acara tersebut juga dihadiri oleh SDM PKH yang turut mendampingi para peserta.

    Dalam tausiyahnya, Adril menyoroti berbagai faktor yang dapat menghambat rezeki seseorang. Beliau menjelaskan empat poin utama, yaitu:

    Suka tidur di waktu subuh, yang mengurangi keberkahan waktu pagi.

    Kurangnya ketaqwaan kepada Allah SWT, yang menjadi penghalang rahmat Allah.

    Bermalas-malasan, yang membuat seseorang kehilangan peluang.

    Tidak amanah, yang merusak kepercayaan dan keberkahan.

    Selain itu, Adril juga menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diterima serta membangun sikap kemandirian. Pesan ini disampaikan dengan penuh semangat untuk memotivasi KPM PKH agar tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga berusaha untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

    Mardianton, S.E.I., M.Pd., selaku SDM PKH Ranah Pesisir Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Adril. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Ustaz Adril Maiyanto yang telah hadir di tengah kesibukannya. Beliau adalah mubaligh muda yang enerjik. tausiyahnya sangat menyejukkan, beliau memberikan pencerahan yang luar biasa dan sangat berkesan bagi KPM PKH yang hadir. Semoga Ustaz selalu diberi kesehatan untuk terus berdakwah,” ujarnya.

    Hal serupa juga disampaikan oleh Wali Nagari Koto VIII Pelangai, Syafridul, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Adril. “Kami sangat berterima kasih kepada Ustaz Adril yang telah bersedia memenuhi undangan kami. Kehadiran beliau membawa semangat baru bagi warga kami,” tuturnya.

    Acara tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta. Tausiyah yang disampaikan tidak hanya memberikan motivasi spiritual, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat agar lebih baik. Adril Maiyanto berharap tausiyah tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat PKH di Nagari Koto VIII Pelangai (Alpin)



  • Anggota DPD-RI Perwakilan  Sumatera Barat Cerint Irraloza Tasya,S.Ked Angkat Bicara

    Jakarta, Rabu 11/12/2024 Senator Perwakilan Sumatera Barat  Cerint Irraloza Tasya angkat bicara saat dengar pendapat (RDP) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Cerint  Ajak Komite IV DPD-RI untuk memprioritaskan kesejahteraan tenaga kesehatan (Nakes), yang telah menjadi ujung tombak dalam sistem kesehatan di Indonesia, terutama di tengah tantangan pandemi ini.

    Dalam pertemuan dengar  pendapat tersebut, Cerint mendesak pemerintah dalam hal ini menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera mengimplementasikan kenaikan tunjangan Nakes, yang selama ini dianggap masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan peran vital yang mereka mainkan.

    Kenaikan tunjangan ini dirasa sangat penting, terutama setelah diumumkannya kenaikan upah pekerja sebesar 6,5% dan tambahan dua juta untuk guru. Cerint menekankan bahwa dengan peningkatan tunjangan tersebut, pelayanan yang diberikan oleh Nakes akan menjadi lebih optimal, memungkinkan mereka untuk memberikan perhatian penuh kepada pasien, serta meningkatkan kualitas perawatan yang diterima masyarakat.

    Kesejahteraan Nakes bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga mencakup pengakuan dan apresiasi terhadap dedikasi serta pengorbanan yang mereka tunjukkan setiap hari dalam menjalankan tugas mulia ini (Alpin)



  • Budi Arie Setiadi serta Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono  Selasa, 10/12/2024.

    Anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya Rapat Kerja bersama Menteri Koperasi

    Budi Arie Setiad serta Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono  Selasa, 10/12/2024.

    Rapat kerja ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan sektor pertanian dan peternakan, yang merupakan sumber kehidupan bagi banyak masyarakat di Sumatra Barat.

    Dalam rapat tersebut, Cerint Irraloza Tasya dengan penuh semangat menyampaikan aspirasi masyarakat Sumbar, khususnya terkait pengelolaan susu sapi. Ia menyoroti kebutuhan mendesak yang disampaikan oleh para petani di daerah Padang Panjang. Petani menggambarkan tantangan yang mereka hadapi dalam produksi susu, terutama dalam hal efisiensi dan kualitas produk. Ia mengusulkan pengadaan mesin UHT (Ultra High Temperature) guna mendukung para petani dalam menghasilkan susu sapi yang lebih baik, yang tidak hanya meningkatkan pendapatan mereka tetapi juga memenuhi standar kebutuhan masyarakat akan produk susu berkualitas tinggi.

    Padang Panjang, yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi di Sumatra Barat, memiliki banyak Rumah Pengelola Susu (RPS). Cerint menjelaskan, para petani sore hari setelah merawat sapi mereka, berharap untuk mendapatkan bantuan yang substansial guna meningkatkan kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan.

    Mereka menyatakan keinginan yang kuat untuk berkontribusi aktif dalam mensukseskan program pemerintah yang berfokus pada penyediaan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat.

    Dengan pengadaan mesin UHT, diharapkan mereka dapat memperpanjang umur simpan susu dan mengurangi kerugian akibat ketidakstabilan pasar yang umum terjadi.

    Di sisi lain, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyatakan apresiasi atas inisiatif ini dan meminta data yang lebih detail terkait kebutuhan susu di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya memahami skala produksi dan permintaan pasar lokal supaya Sumbar tidak bergantung pada pasokan susu dari luar daerah. Dengan pengumpulan informasi yang komprehensif, diharapkan langkah-langkah strategis bisa diambil untuk memastikan kemandirian produksi susu di Sumbar serta memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat terbentuk ekosistem yang lebih sehat antara petani, pemerintah, dan industri untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat setempat (Alpin)



  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel menggelar Rakor   bersama para anggota PDA, Cabang, dan Ortom Muhammadiyah se-Kabupaten Pessel

    Pada hari Kamis, 5 Desember 2024. Acara tersebut berlangsung di ruang pertemuan yang nyaman di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel dan dihadiri oleh berbagai elemen penting dari organisasi. Suasana penuh semangat ini menandai komitmen bersama untuk memajukan kegiatan dan pelayanan Muhammadiyah di Pesisir Selatan.

    Acara Rakor dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum PDM Kabupaten Pessel, Adril Maiyanto, S.Pd.I, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara seluruh anggota untuk mencapai tujuan organisasi. Adril juga menekankan bahwa setiap elemen memiliki peranan penting dalam upaya memperkuat eksistensi dan kontribusi Muhammadiyah dalam masyarakat.

    Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PDM Kabupaten Pessel, Buya Aprizal, M.Pd. Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Buya Aprizal memberikan nasehat dan motivasi kepada semua hadirin. Beliau mengajak setiap anggota untuk lebih aktif dalam berkontribusi dan menyebarkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, serta menyerukan pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap langkah yang diambil oleh organisasi. Pesan beliau berhasil menyentuh hati dan membangkitkan semangat para peserta yang hadir.

    Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Provinsi Sumatera Barat, Buya Ir. Yosmeri Yusuf, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai mentor dan pembina. Dalam kesempatan ini, beliau memberikan nasehat dan motivasi yang menginspirasi kepada semua hadirin. Buya Yosmeri menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi dalam berkhidmat untuk masyarakat, serta mendorong setiap elemen untuk terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan positif dari Muhammadiyah.

    Pertemuan ini juga mendapat dukungan dari Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim. Kehadirannya menandakan sinergi yang baik antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memajukan daerah. Selain itu, berbagai tokoh dan pimpinan Muhammadiyah lainnya hadir, seperti Elpinas S.Kom, Buya Adis, dan  Ermawan Saputra menunjukkan betapa solidnya jaringan dan kerjasama antar-pimpinan. Pimpinan Aisyiah Muhammadiyah Kabupaten Pessel, Dra. Hj. Nasrida, juga turut serta dalam acara tersebut, yang menunjukkan komitmen kolektif untuk memberdayakan wanita dalam gerakan Muhammadiyah.

    Dalam acara Rakor tersebut, juga dilakukan penyerahan SK Tim Ijtihad Kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel kepada Ketua PDM Kabupaten Pessel Buya Aprizal, M.Pd. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua Ijtihad kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel Ermawan Putra, yang didampingi oleh Elpinas dan Hardimen. Momen ini disaksikan secara langsung oleh Ketua LHKP Ir. Yosmeri Yusuf dan Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim, menjadikan acara ini penuh dengan makna dan harapan untuk masa depan. Dukungan dari berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat tim dalam melaksanakan tugas-tugas keagamaan dan sosial, sehingga Muhammadiyah terus menjadi yang terdepan dalam kemanusiaan dan kebangsaan di Kabupaten Pessel. (Alpin)



  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel menggelar Rakor   bersama para anggota PDA, Cabang, dan Ortom Muhammadiyah se-Kabupaten Pessel

    Pada hari Kamis, 5 Desember 2024. Acara tersebut berlangsung di ruang pertemuan yang nyaman di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel dan dihadiri oleh berbagai elemen penting dari organisasi. Suasana penuh semangat ini menandai komitmen bersama untuk memajukan kegiatan dan pelayanan Muhammadiyah di Pesisir Selatan.

    Acara Rakor dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum PDM Kabupaten Pessel, Adril Maiyanto, S.Pd.I, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara seluruh anggota untuk mencapai tujuan organisasi. Adril juga menekankan bahwa setiap elemen memiliki peranan penting dalam upaya memperkuat eksistensi dan kontribusi Muhammadiyah dalam masyarakat.

    Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PDM Kabupaten Pessel, Buya Aprizal, M.Pd. Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Buya Aprizal memberikan nasehat dan motivasi kepada semua hadirin. Beliau mengajak setiap anggota untuk lebih aktif dalam berkontribusi dan menyebarkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, serta menyerukan pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap langkah yang diambil oleh organisasi. Pesan beliau berhasil menyentuh hati dan membangkitkan semangat para peserta yang hadir.

    Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Provinsi Sumatera Barat, Buya Ir. Yosmeri Yusuf, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai mentor dan pembina. Dalam kesempatan ini, beliau memberikan nasehat dan motivasi yang menginspirasi kepada semua hadirin. Buya Yosmeri menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi dalam berkhidmat untuk masyarakat, serta mendorong setiap elemen untuk terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan positif dari Muhammadiyah.

    Pertemuan ini juga mendapat dukungan dari Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim. Kehadirannya menandakan sinergi yang baik antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memajukan daerah. Selain itu, berbagai tokoh dan pimpinan Muhammadiyah lainnya hadir, seperti Elpinas S.Kom, Buya Adis, dan  Ermawan Saputra menunjukkan betapa solidnya jaringan dan kerjasama antar-pimpinan. Pimpinan Aisyiah Muhammadiyah Kabupaten Pessel, Dra. Hj. Nasrida, juga turut serta dalam acara tersebut, yang menunjukkan komitmen kolektif untuk memberdayakan wanita dalam gerakan Muhammadiyah.

    Dalam acara Rakor tersebut, juga dilakukan penyerahan SK Tim Ijtihad Kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel kepada Ketua PDM Kabupaten Pessel Buya Aprizal, M.Pd. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua Ijtihad kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel Ermawan Putra, yang didampingi oleh Elpinas dan Hardimen. Momen ini disaksikan secara langsung oleh Ketua LHKP Ir. Yosmeri Yusuf dan Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim, menjadikan acara ini penuh dengan makna dan harapan untuk masa depan. Dukungan dari berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat tim dalam melaksanakan tugas-tugas keagamaan dan sosial, sehingga Muhammadiyah terus menjadi yang terdepan dalam kemanusiaan dan kebangsaan di Kabupaten Pessel. (Alpin)



  • Cuaca yang Ekstrim Baru-baru ini menerjang Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa 3/12/2024

    Berdasarkan informasi dari BMKG Kabupaten Pesisir Selatan, kondisi cuaca yang semakin tidak menentu telah mengakibatkan curah hujan yang sangat tinggi. Hujan deras ini tidak dapat diserap sepenuhnya oleh lahan yang ada, menyebabkan limpahan air dan banjir di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Sutra, Tarusan, Tapan, Bayang, dan kecamatan lainnya.

    Banjir yang melanda ini bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Pesisir Selatan dalam mengelola sumber daya dan memperkuat infrastruktur yang ada.

    Akibat dari banjir tersebut, banyak rumah masyarakat, ternak,  lahan pertanian dan insfrastruktur yang rusak akhibat terendam air, menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Pesisir Selatan.

    Keluarga-keluarga yang terdampak kini terpaksa kehilangan mata pencaharian mereka dan menjalani kehidupan di tengah kesulitan. Menyikapi kondisi ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan mengatakan bahwa pada hari ini kita akan mengadakan rapat kerja Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025 – 2030  (KLHS  RPJMD)  Kabupaten Pesisir Selatan.

    Rapat ini penting untuk membahas berbagai aspek lingkungan yang perlu diperhatikan serta merumuskan langkah-langkah yang lebih efektif untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

    Selain itu, Mawardi juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan masyarakat. Mawardi menyampaikan kepada awak media nrtvnews.live  bahwa Pemda Kabupaten Pessel telah berupaya mengirimkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan ke lokasi korban bencana banjir. Namun, beliau meyakini bahwa upaya tersebut masih belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang erat dari semua pihak untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga terlibat dalam proses pemulihan lingkungan mereka. Mawardi Roska menegaskan, “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan kita dan membantu satu sama lain. Keberhasilan dalam menangani bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.” sambil  menutup pembicaraannya, Ia berharap agar semua lapisan masyarakat bersatu padu dalam mengatasi tantangan ini (Alpin)