Author: alpin


  • Dr (c) Mardianton, M.Pd mengajak Angkatan Muda Muhammadiyah untuk bijak menyikapi pergantian tahun

    Mardianton, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah di Pessel dan kini  sebagai salah satu pimpinan daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan, mengundang seluruh anggota Angkatan Muda Muhammadiyah untuk mengambil momen pergantian tahun dengan penuh kesadaran dan tujuan, Senin 30/12/2024

    Dalam suasana akrab acara ngopi bareng di kediamannya yang sederhana di Balai Selasa, Mardianton membagikan pandangannya kepada adek-adek yang hadir, menekankan pentingnya merayakan tahun baru dengan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat tetapi juga mendidik.

    Lebih lanjut, Mardianton memberikan dorongan kepada mereka untuk menjauh dari perilaku ugal-ugalan dan pemborosan energi, yang kerap kali muncul saat perayaan tahun baru. Ia menjelaskan bahwa sebagai generasi muda dan organisasi kemasyarakatan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, mereka memiliki tanggung jawab untuk menciptakan contoh positif di tengah masyarakat. “Mari kita gunakan pergantian tahun baru ini sebagai kesempatan untuk menginisiasi kegiatan sosial yang dapat bermanfaat bagi banyak orang, seperti program penggalangan dana untuk kaum yang membutuhkan atau mengadakan acara edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat,” ungkap Mardianton dengan semangat yang menggebu.

    “Dari sinilah, kita perlu mulai merombak paradigma cara berpikir kita sebagai Angkatan Muda Muhammadiyah,” ujarnya sambil menyeduh kopi hangatnya, yang aromanya memenuhi ruangan. Tidak hanya sekedar ajakan, namun juga tantangan untuk setiap individu yang hadir agar bisa berkontribusi lebih kepada masyarakat.

    Dalam suasana tersebut, kehadiran tokoh Muhammadiyah Buya Dr. Lukman Hakim juga memberikan semangat kepada para peserta. Dr. Lukman Hakim dengan bijaknya menambahkan, “Kegiatan yang kita rencanakan harus berlandaskan prinsip-prinsip keagamaan dan kebangsaan, yang seiring sejalan untuk memperkuat iman dan meningkatkan kepedulian sosial.” Para peserta pun larut dalam diskusi yang inspiratif, menggali ide-ide baru untuk mewujudkan resolusi bersama yang penuh makna bagi perubahan ke arah yang lebih baik di tahun yang akan datang (Alpin)



  • Badan Kontak Majelis Ta’lim (BKMT) PD Kabupaten Pessel  menggelar Tabligh Akbar  dalam rangka menyambut Tahun Baru 2025

    Acara yang digelar di Masjid Akbar Baiturrahman Painan, 31 Desember 2024 ini dihadiri oleh ratusan jamaah yang antusias, yang datang dari berbagai kalangan, hadir juga Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Darmasyah, S.Ag, Bupati Pessel  yang diwakili oleh  Staf Ahli Bupati  bidang kemasyaratan dan sumber daya manusia Zoni Eldo, SSTP, MA hingga tokoh masyarakat yang ingin memperkuat ikatan sosial dan spiritual saat memasuki tahun baru.

    Ketua PD BKMT Pessel, Ibu Susi Mawardi Roska, yang dikenal karena dedikasi dan kepemimpinannya dalam organisasi, menyampaikan sambutan hangat yang mengajak masyarakat untuk merenungkan perjalanan hidup mereka di tahun yang lalu, serta menyiapkan diri untuk tantangan-tantangan baru di tahun yang akan datang.

    Didampingi oleh Sekretaris Liliy Karlina, SH, dan Ketua Panitia Drs.Damyursal, mereka memastikan acara ini berjalan dengan lancar dan penuh makna.

    Sebagai penceramah, Drs. Syafwan Diran menyampaikan pesan-pesan inspiratif yang menggugah semangat jamaah untuk lebih introspektif, dengan mengangkat tema besar “Dengan Instropeksi Diri Menjadikan Kita Berkepribadian yang Lebih Baik.” Penguasaan beliau dalam mengelola tema tersebut mampu menarik perhatian seluruh hadirin, memberikan perspektif baru terkait cara memperbaiki diri di tahun yang baru ini.

    Peran pembawa acara, yang dipercayakan kepada Ibu Een Reva, juga memberikan nuansa yang dinamis dan menyenangkan, membuat suasana semakin akrab.

    Selain itu, pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Suherman, M.Ag menemani jamaah dalam pencarian ketenangan batin dan membuka hati sebelum menerima ilmu yang akan diberikan. Para hadirin juga disuguhkan dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars BKMT yang dipimpin oleh Ibu Fitma Reni, memperkuat rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan di antara jemaah.

    Doa yang dipimpin oleh Hirdamli, M.Ag mengakhiri rangkaian kegiatan dengan harapan agar tahun baru membawa berkah, kedamaian, serta kemajuan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pessel.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dari Forkopimda dan Forkopimca, serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiah, termasuk Elpinas, S.Kom dan Dra. Nasrida. Kehadiran para pengurus BKMT kecamatan se-Kabupaten Pessel, Kepala  KUA IV Jurai Zaimal Elpetani, S.Ag serta tokoh masyarakat menambah kehangatan dan keberagaman yang terjalin dalam kebersamaan, menegaskan pentingnya kolaborasi antar berbagai unsur masyarakat untuk mencapai visi yang lebih baik di tahun yang baru ini (Alpin



  • Masyarakat Pesisir Selatan saat ini tengah heboh menyusul terjadinya kelangkaan BBM Pertalite yang melanda hampir seluruh Pom Bensin yang ada di Pesisir Selatan

    Kejadian ini bukan hanya sekadar masalah distribusi, tetapi juga telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk aktivitas sehari-hari mereka, Kamis 26/12/2024.

    Dari hasil pantauan yang dilakukan oleh nrtvnews.live hampir di semua SPBU di Pesisir Selatan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan, mengalami kelangkaan Pertalite yang cukup signifikan.

    Yang paling mencolok terlihat di SPBU Batang Kapas, Ujung Aie Surantih, Lagan, Nagari Koto VIII Pelangai, Sago, dan Tarusan, di mana antrean panjang kendaraan sudah menjadi pemandangan yang biasa. Kelangkaan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, bahkan sudah berlangsung selama berbulan-bulan, menyisakan frustrasi dan kebingungan bagi para pengguna kendaraan.

    Dalam kondisi yang semakin mencekik ini, presepsi masyarakat pun mulai muncul. Banyak dari mereka yang kini terpaksa beralih menggunakan jerigen untuk membeli Pertalite, dengan harapan bisa mendapatkan sedikit pasokan yang tersedia. Namun, dari informasi yang beredar, mereka yang membeli dengan jerigen justru diutamakan lebih dulu, karena adanya fee yang didapatkan per jerigen oleh petugas SPBU.

    Kondisi ini telah menambah keruh suasana, meningkatkan ketidakpuasan di antara mereka yang menunggu dalam antrean panjang tanpa kepastian. “Kondisi ini membuat masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, merasa kecewa dan dirugikan oleh tingkah laku para petugas SPBU,” keluh Khorim, seorang pengemudi mobil pribadi yang sudah lebih  sejam menanti. Ia menuturkan bahwa setelah menunggu dengan penuh harapan, tiba-tiba saja Pertalite yang ia incar habis tanpa peringatan. “Kami meminta kepada petugas keamanan untuk dapat menertibkan pembelian menggunakan jerigen, agar semua orang mendapatkan hak yang sama,” tambahnya, mencerminkan kekesalan yang dialami oleh seluruh pengguna jalan di Pesisir Selatan.

    Situasi ini menjadi cermin akan pentingnya pengelolaan yang lebih baik dalam distribusi BBM, demi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Alpin)



  • Rencana Kenaikan PPN 12 Parsen oleh  Pemerintah Pusat  membuat Anggota DPD- RI  Cerint Irraloza Tasya angkat bicara

    Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang dijadwalkan mulai berlaku pada 2025 telah menjadi isu hangat di berbagai kalangan masyarakat.

    Cerint  Anggota DPD-RI Perwakilan Sumatera Barat  angkat bicara dalam pertemuan dengan masyarakat Pessel di Inderapura.

    Cerint menyarankan kepada Pemerintah  agar kenaikan  PPN 12% ini perlu di tinjau ulang saat menjawab beberapa pertanyaan dari  Masyarakat  Pessel  terkait kenaikan PPN.

    Menurut Cerint,

    Kenaikan PPN 12% dari 11% yang direncanakan berlaku mulai tahun 2025 menuai berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, seperti pajak ekonomi dan kebijakan, pelaku usaha, hingga konsumen atau masyarakat umum.

    Sejumlah pengamat atau pakar ekonomi berpendapat bahwa kebijakan kenaikan tarif PPN ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan penerimaan pajak untuk mendukung pembangunan nasional.

    Menurut  pandangan Cerint  dampak kenaikan tarif PPN 12 persen

    berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama di kelompok menengah ke bawah. Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengurangi konsumsi domestik.

    Oleh karena itu,  Cerint menyarankan pemerintah perlu menyediakan mekanisme mitigasi agar dampaknya tidak signifikan.

    Kenaikan PPN dapat memperlambat pemulihan ekonomi. Daya beli masyarakat menurun karena tekanan harga barang, sementara UMKM menghadapi kesulitan menyesuaikan margin keuntungan.

    Kenaikan PPN menyebabkan lonjakan harga pada sebagian besar barang konsumsi, termasuk kebutuhan pokok yang sebelumnya sudah mengalami tekanan inflasi.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, inflasi pada November 2024 dibandingkan dengan awal tahun (Januari 2024) menunjukkan kenaikan sebesar 1,12%.

    Kenaikan Harga Pokok,  Apa yang akan terjadi?

    Produk makanan dan minuman, misalnya, beberapa ekonom dan pengamat industri memperkirakan akan mengalami kenaikan harga sekira 3-5% tergantung struktur biaya produksi.

    Daya beli masyarakat yang melemah akibat kenaikan ini juga dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional.

    Beberapa pengamat menyebut bahwa pengendalian harga serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) dapat menjadi salah satu solusi sementara untuk mengatasi dampak ini.

    Dengan pengeluaran yang lebih besar pada kebutuhan dasar, kenaikan PPN secara langsung memengaruhi keseimbangan anggaran rumah tangga masyarakat.

    Sementara itu, UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional juga diprediksi menghadapi tantangan besar. Sehingga pemerintah dinilai perlu menyediakan kebijakan insentif atau subsidi untuk melindungi sektor ini agar tetap produktif. (Alpin)



  • Anggota DPD – RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked Hadir dalam Penutupan Event Dayung Sampan Nagari Inderapura Barat

    Cerint Irraloza Tasya  yang didamping  Ayahanda Imral Adenansi, SH,MH hadir  dalam  acara penutupan  event  Dayung Sampan Nagari Inderapura Barat, Minggu 22/12/2024

    Acara penutupan Dayung Sampan di Nagari Inderapura Barat di hadiri oleh Wali Nagari, Ninik Mamak, Cadiak Pandai, Alim ulama, Bundo kanduang, tokoh pemuda  dan tokoh masyarakat setempat.

    Dilokasi acara penutupan kedatangan Cerint Irraloza Tasya menjadi sebuah  perhatian khusus oleh masyarakat setempat,  hal ini di buktikan  banyak warga masyarakat yang ingin berfoto bersama Cerint.

    Disamping Cerint sebagai anggota DPD-RI termuda dan sekaligus mempunyai Paras yang Cantik  tentunya menjadi perhatian bagi kaum melinial dan Gent Z.

    Acara yang penuh dengan nuansa kebersamaan itu membuat masyarakat sekitarnya  mendapatkan rezeki  yang cukup pantastis  menjual  makanan  dan jajan siap saji, dengan adanya kegiatan  event Dayung Sampan ini  diharapkan akan dapat  meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya dan juga menjadikan tempat alternatif  kunjungan wisata dan hiburan masyarakat setempat (Alpin)



  • Diskusi Santai  bersama Kader Muhammadiyah Sambil Menikmati Durian tanpa Biji.

    Usai acara Pengajian Daerah  Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiah Kabupaten Pesisir Selatan di Masjid Taqwa Besar Kambang, Minggu Siang 22 Desember 2024, Salah seorang dari Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Pessel Buya Ermawan Putra  mengajak  makan durian tanpa biji, Durian tanpa biji ini  mempunyai ciri Khas  rasa yang legit dan  enak.

    Buya Ermawan menjelaskan durian tanpa biji ini namanya “durian kunyit” warna isi mirip dengan kunyit tapi dalam satu buah hanya satu biji yang besar.

    Diskusi tersebut dihadiri oleh  Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Adril Maiyanto, Mardianton, Elpinas,  dan kader  tulen muhammadiyah Andre, Apriwanto Tinto serta  Zamroni Putra Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Painan.

    Diskusi tersebut banyak membahas hal yang berkaitan dengan organisasi  serta  tantangan  Muhammadiyah kedepan

    Dalam diskusi tersebut membicarakan  masalah umat dan sekaligus  Pengkaderan , perlu kiranya  kita  mempersiapkan kader Muhammadiyah yang tangguh  serta  mempunyai  visi dan misi  yang jelas untuk kemajuan muhammadiyah kedepan ( Alpin)



  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiah Kabupaten Pessel menggelar Pengajian Daerah dan Milad Muhammadiyah ke-112 di Masjid Taqwa Besar Kambang

    Acara Milad yang dirayakan dengan penuh khidmat ini merupakan refleksi atas perjalanan panjang dan kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan masyarakat, dan mengenang perjuangan serta dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para pendiri organisasi ini, Minggu 22/12/2024

    Dalam suasana yang penuh kebersamaan, para peserta tidak hanya berasal dari kalangan pengurus, tetapi juga masyarakat umum yang sangat antusias untuk turut serta dalam merayakan hari bersejarah ini.

    Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat, Buya Zaitul Ikhlas, yang tidak hanya memberikan sambutan, namun juga berperan sebagai penceramah utama.

    Turut hadir dalam acara tersebut adalah Buya Aprizal selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan, serta sejumlah tokoh penting lainnya seperti Ustad Adril Maiyanto, Elpinas, Buya Aprianto, Buya Sapta Kardeni, Buya Hadis, Mardianton, dan Buya Ermawan Saputra. Hadir pula Hj. Nasrida, Pimpinan Daerah Aisyiah Kabupaten Pessel, serta Ketua PCM dan PCA se-Pessel, Ortom , Amal usaha, angkatan muda Muhammadiyah yang menandakan dukungan luas dari berbagai lini organisasi dalam Muhammadiyah.

    Acara tersebut juga mendapat kehormatan dengan kehadiran tamu undangan istimewa, yaitu Anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked dan beberapa tokoh masyarakat setempat yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam membangun masyarakat Pesisir Selatan.

    Dalam sambutannya, Buya Aprizal, Ketua PDM Pessel, dengan penuh semangat menyampaikan kepada hadirin bahwa Muhammadiyah adalah sebuah organisasi besar yang tidak hanya peduli terhadap aspek kesehatan dan pendidikan sosial, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kondisi ekonomi umat, sebuah isu yang semakin mendesak di tengah tantangan global. Komitmen ini tercermin dalam berbagai program dan inisiatif yang telah diambil oleh organisasi ini sepanjang tahun.

    Selanjutnya, anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua Pimpinan dan warga Muhammadiyah Pesisir Selatan yang telah memberikan dukungan yang luar biasa kepadanya, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan daerah.

    Setelah sambutan, ceramah yang disampaikan oleh Buya Zaitul Ikhlas semakin memperkaya wawasan para peserta. Dengan nada yang tegas, dia menekankan pentingnya perhatian terhadap ekonomi umat, menandakan bahwa peningkatan kapasitas ekonomi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan misi kolektif seluruh masyarakat. Dalam banyak hal, ekonomi umat yang kuat akan menjadi fondasi bagi kemajuan sosial dan pendidikan, menciptakan iklim yang kondusif untuk generasi mendatang. Dengan harapan tersebut, acara sekaligus menjadi harapan bagi kebangkitan semangat dalam menjalankan amanah Muhammadiyah di Kabupaten Pessel.(Alpin)



  • Kepala SDN 02 Gurun Panjang Kapuh Ibu Nursamayati, S.Pd Gelar Pembagian Raport

    Kepala SD Negeri 02 Gurun Panjang Kapuh, Ibu Nursamayati, S.Pd, secara resmi membagikan Raport semester satu kepada para siswa dan siswi di sekolah yang terletak di Kenagarian Gurun Panjang Kapuh  Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu 21/12/2024

    Acara ini diadakan dengan penuh suka cita dan melibatkan seluruh siswa, orang tua, serta guru dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Sejak ujian semester dilaksanakan pada minggu lalu, yang merupakan titik tolak penting bagi para siswa, kegiatan dilanjutkan dengan Class Meeting yang menyuguhkan rangkaian perlombaan menyenangkan dan edukatif.

    Sekolah berupaya memberikan penyegaran kepada anak-anak pasca ujian, agar mereka bisa bersantai dan menemukan kembali semangat belajar mereka.

    Ibu Nursamayati,S.Pd menjelaskan kepada awak media nrtvnews.live bahwa tujuan dari Class Meeting ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak menikmati waktu belajar dengan cara yang berbeda dan menggembirakan, setelah tekanan dari ujian semester. “Kegiatan ini adalah cara kami untuk memastikan anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga belajar melalui pengalaman dan interaksi,” ujarnya.

    Kegiatan ini juga menjadi momen bagi para guru untuk mengamati serta mengeksplorasi bakat dan kemampuan masing-masing anak, sehingga mereka bisa lebih memahami potensi individu yang dapat dikembangkan di masa depan.

    Kegiatan ini, yang dibahas dan dirancang secara matang oleh Ibu Nursamayati, juga dimotori oleh Ibu Cheni Mayora, S.Pd, seorang guru kelas yang dikenal luas di kalangan siswa karena inovasi dan gagasan kreatifnya. Ibu Ceni selalu berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, yang membuat anak-anak gembira dan antusias mengikuti setiap kegiatan. Dalam suasana yang ceria, anak-anak terlihat aktif berpartisipasi dalam berbagai lomba, mulai dari lomba seni, olah raga, hingga kuis pengetahuan umum, yang semuanya bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan intelektual mereka.

    Ibu Nursamayati juga menegaskan bahwa target sekolah ke depan adalah untuk menjadi yang terbaik di antara sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Koto XI Tarusan. Dalam menjalankan visi ini, dukungan dari pemangku pendidikan dan keterlibatan orang tua murid sangatlah penting. “Kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan keterampilan sosial yang mumpuni,” tambahnya. Dengan kerjasama yang solid antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, diharapkan SDN 02 Gurun Panjang Kapuh bisa semakin berkualitas dan berprestasi. (Alpin)



  • Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Painan, Rini Amelia, M.Pd, bersama siswa-siswi yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis), mengadakan kunjungan penuh makna ke Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan.

    Kunjungan ini bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kepedulian sosial dan meningkatkan kepekaan anak-anak muda terhadap lingkungan sekitar mereka.

    Dalam kegiatan tersebut, kepala sekolah didampingi oleh Ibu Restu  guru pembina  Osis yang penuh semangat, menyerahkan bantuan berupa sembako yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak di panti asuhan, Jumat 20/12/2024.

    Sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, mi instan, dan kebutuhan dasar lainnya tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Panti Asuhan, Buya Aprinal, serta pengurus lainnya. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa nyata ketika anak-anak panti asuhan menerima bantuan tersebut dengan senyuman dan ungkapan rasa syukur yang tulus.

    Buya Aprinal, selaku Kepala Panti Asuhan, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh sekolah. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Kami berharap kerjasama dan dukungan ini dapat berkelanjutan di masa yang akan datang.

    Setiap aksi kecil dari mereka dapat memberikan dampak besar bagi anak-anak yang kurang beruntung,” ujar Buya Aprinal, sembari berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk membantu mereka yang membutuhkan.

    Dengan demikian, kunjungan ini bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi sebuah jembatan antara generasi muda dengan komunitas, yang memungkinkan terciptanya hubungan saling mendukung dan peduli (Alpin)



  • Menata dan Menggerakkan Ekonomi Umat Berbasis Masjid

    Oleh :  Dr (c) Mardianton, S.EI., M.Pd ( Wakil Ketua PDM Kabupaten Pessel Bidang Ekonomi Syariah)

    Bismillahirrahmanirrahim

    Pada kesempatan ini, mari kita membahas bagaimana menata dan memperbaiki ekonomi umat berbasis masjid dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada.

    Masjid merupakan pusat kegiatan umat Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi dan sosial. Dalam sejarah Islam, masjid di zaman Rasulullah SWA digunakan sebagai tempat bermusyawarah, mengelola harta umat, bahkan membangun solidaritas ekonomi melalui zakat, infak, dan sedekah. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 60 bahwa; zakat harus disalurkan kepada delapan asnaf, salah satunya fakir miskin. Ini adalah bukti nyata bahwa ekonomi umat perlu diperhatikan dan masjid bisa menjadi sentral pengelolaannya.

    Untuk menggerakkan ekonomi berbasis masjid, langkah pertama adalah membentuk Baitul Maal modern di setiap masjid. Baitul Maal ini berfungsi untuk mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara transparan dan akuntabel. Hasil pengelolaan dana ini dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan, pemberian modal usaha, dan pendirian koperasi berbasis masjid. Rasulullah bersabda, ”Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan pentingnya pemberdayaan agar umat menjadi mandiri secara ekonomi.

    Langkah kedua adalah mengoptimalkan potensi jamaah dan lingkungan sekitar masjid. Masjid dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi dengan mendirikan pasar halal, kios-kios UMKM, atau koperasi syariah. Sebagai contoh, masjid dapat menyediakan fasilitas bagi pedagang kecil untuk menjajakan produk mereka setelah shalat Jumat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik usaha adalah usaha seorang pedagang yang jujur dan amanah”. (HR. Tirmidzi). Ini adalah dorongan agar umat Islam aktif dalam kegiatan ekonomi yang halal dan penuh keberkahan.

    Langkah ketiga adalah kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan komunitas masyarakat. Masjid dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan platform digital yang menghubungkan produsen dengan konsumen dalam komunitas jamaah. Dengan demikian, aktivitas ekonomi berbasis masjid bisa lebih luas jangkauannya dan memberikan dampak besar. Allah berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 2, “Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan”.

    Akhirnya, untuk menata ekonomi umat, kita perlu menanamkan kesadaran bahwa harta adalah amanah dari Allah yang harus dikelola dengan baik. Dengan menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat ekonomi, kita tidak hanya memperbaiki taraf hidup umat, tetapi juga menegakkan syariat Islam secara kaffah. Mari bersama-sama menjadikan masjid sebagai pusat kebangkitan ekonomi yang berlandaskan iman dan takwa.

    Semoga Allah meridhoi ikhtiar kita. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.



  • BKMT Kecamatan Batang Kapas dengan penuh antusiasme menggelar acara Tabligh Akbar di Masjid Raya Aljadid pada Jum’at, 20/12/2024

    Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Forkompinca yang secara resmi mendukung kegiatan keagamaan ini, KUA Batang Kapas yang diwakili oleh Suardi, S.Ag, serta ketua BKMT Kecamatan Batang Kapas, Hj. Hasna Ranat, yang sangat dikenal di masyarakat sebagai sosok yang aktif mempromosikan kegiatan keagamaan dan sosial. Selain itu, Wali Nagari Taluk Batang Kapas juga turut hadir, menunjukkan kepedulian dan dukungan pemerintah terhadap acara yang bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi serta meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat Batang Kapas.

    Acara ini juga menjadi momen penting bagi para tokoh masyarakat yang hadir, termasuk para pemuka agama dan aktivis sosial, yang ingin memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan. Kegiatan ini dimeriahkan dengan Tausyiah yang disampaikan oleh Ustad Adril Maiyanto, M.Pd, seorang Ustad  yang memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat dan juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan.

    Dalam tausiyahnya yang berjudul “Rezeki yang Baik dan berkualitas ,” Ustad Adril membahas tingkatan dari  rezeki menjadi empat tingkatan pertama rezeki tingkat dasar, tingkat biasa, tingkat menengah dan tingkat mulia,  Ustad Adril  menyampaikan  kepada jemaah yang hadir  bahwa pentingnya  kita  mensyukuri rezeki yang diperoleh serta bagaimana cara mengelola rezeki tersebut agar tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.

    Pesan-pesan yang disampaikan menggugah semangat para jamaah untuk lebih meningkatkan aktivitas spiritual dan sosial, sehingga diharapkan dapat membangun komunitas yang lebih solid dan harmonis.(Alpin)



  • Rapat Pimpinan Daerah Muhammadiyah bersama Ketua Panti Asuhan di Kantor Panti Asuhan Muhammadiyah Pessel berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat

    Pada kesempatan ini,  para anggota Pimpinan Daerah berkumpul untuk membahas berbagai aspek berkaitan dengan operasional panti asuhan, serta untuk mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan, Kamis 19/12/2024.

    Seluruh peserta rapat memperlihatkan antusiasme yang tinggi, mencerminkan komitmen mereka terhadap misi sosial yang dijalankan oleh Panti Asuhan Muhammadiyah Kabupaten Pessel.Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel, Adril Maiyanto,M.Pd didampingi oleh Elpinas, S.Kom, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiah Dra. Hj. Nasrida, Kepala Panti Asuhan Buya Aprinal, Bendahara Panti Dra. Yumasnifa, Sekretaris Panti Ibu Eka, serta beberapa anggota pengurus lainnya, termasuk Ibu Sufni, Hj. Betra Bothy, Hj. Eni Masyumi, Zurmayetti, dan Damyursal.

    Kehadiran banyak tokoh ini menunjukkan sinergi yang baik antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan para pengelola panti yang didedikasikan untuk masa depan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

    Kedatangan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiah ini bertujuan untuk melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan dan kemajuan panti serta untuk mendiskusikan kendala-kendala yang dihadapi. Diskusi yang berlangsung hangat diharapkan dapat memunculkan solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas layanan di panti, sekaligus memperkuat jaringan dukungan dari masyarakat sekitar.

    Panti Asuhan Muhammadiyah merupakan salah satu amal usaha serta program unggulan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan. Dengan adanya rapat ini, diharapkan semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai tanggung jawab dan peran masing-masing dalam mendukung keberlangsungan kegiatan di panti tersebut.

     Ini menjadi jaminan bahwa anak-anak di panti asuhan mendapatkan perhatian yang layak dan konsisten dari organisasi yang peduli.Setelah rapat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah bersama pengurus panti langsung melihat kondisi gudang dan persiapan sembako yang ada. Kunjungan ini bukan hanya sekadar tinjauan, tetapi juga kesempatan untuk melakukan evaluasi langsung dan menemukan potensi perbaikan.

    Dari hasil inspeksi mendalam tersebut, semua persiapan sembako dan kebutuhan harian lainnya tersedia dan tertata dengan baik, mencerminkan kerja keras tim pengelola panti. Elpinas, S.Kom, dan Sekum PDM Adril Maiyanto dengan teliti melihat sirkulasi penerimaan dan pengeluaran bantuan, baik dari Dinas Sosial maupun dari masyarakat atau para donatur yang selama ini setia mendukung, semua tercatat dengan baik dan transparan.

    Hal ini tidak hanya menjadi bukti akuntabilitas, tetapi juga memperkuat kepercayaan donatur kepada panti asuhan.

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel memberikan apresiasi yang tinggi kepada bagian gudang, khususnya kepada Ibu Sufni, yang telah menunjukkan dedikasi dan ketelitian dalam pengelolaan kebutuhan logistik panti. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pengurus untuk terus memberikan yang terbaik.

    Di samping itu, Tim Sidak dari Pimpinan Daerah juga menanyakan mengenai laporan keuangan dan aset, yang merupakan bagian penting untuk memastikan keberlanjutan kegiatan panti. Laporan tersebut akan disiapkan dan disampaikan dalam rapat pimpinan yang direncanakan pada hari Selasa, tanggal 24 Desember 2024, memastikan setiap keputusan diambil berdasarkan data dan fakta yang akurat. (Alpin)