Author: alpin


  • Sekretaris PD Muhammadiyah Pesisir Selatan Berikan Tausiyah Inspiratif di Hadapan Ratusan KPM PKH Nagari Koto VIII Pelangai

    Koto VIII Pelangai, Ranah Pesisir  Rabu, 11 Desember 2024 – Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesisir Selatan, Adril Maiyanto, S.Pd.I., M.Pd., memberikan tausiyah di hadapan ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Nagari Koto VIII Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir. Acara tersebut juga dihadiri oleh SDM PKH yang turut mendampingi para peserta.

    Dalam tausiyahnya, Adril menyoroti berbagai faktor yang dapat menghambat rezeki seseorang. Beliau menjelaskan empat poin utama, yaitu:

    Suka tidur di waktu subuh, yang mengurangi keberkahan waktu pagi.

    Kurangnya ketaqwaan kepada Allah SWT, yang menjadi penghalang rahmat Allah.

    Bermalas-malasan, yang membuat seseorang kehilangan peluang.

    Tidak amanah, yang merusak kepercayaan dan keberkahan.

    Selain itu, Adril juga menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat yang diterima serta membangun sikap kemandirian. Pesan ini disampaikan dengan penuh semangat untuk memotivasi KPM PKH agar tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga berusaha untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

    Mardianton, S.E.I., M.Pd., selaku SDM PKH Ranah Pesisir Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Adril. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Ustaz Adril Maiyanto yang telah hadir di tengah kesibukannya. Beliau adalah mubaligh muda yang enerjik. tausiyahnya sangat menyejukkan, beliau memberikan pencerahan yang luar biasa dan sangat berkesan bagi KPM PKH yang hadir. Semoga Ustaz selalu diberi kesehatan untuk terus berdakwah,” ujarnya.

    Hal serupa juga disampaikan oleh Wali Nagari Koto VIII Pelangai, Syafridul, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Adril. “Kami sangat berterima kasih kepada Ustaz Adril yang telah bersedia memenuhi undangan kami. Kehadiran beliau membawa semangat baru bagi warga kami,” tuturnya.

    Acara tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta. Tausiyah yang disampaikan tidak hanya memberikan motivasi spiritual, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat agar lebih baik. Adril Maiyanto berharap tausiyah tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat PKH di Nagari Koto VIII Pelangai (Alpin)



  • Anggota DPD-RI Perwakilan  Sumatera Barat Cerint Irraloza Tasya,S.Ked Angkat Bicara

    Jakarta, Rabu 11/12/2024 Senator Perwakilan Sumatera Barat  Cerint Irraloza Tasya angkat bicara saat dengar pendapat (RDP) bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Cerint  Ajak Komite IV DPD-RI untuk memprioritaskan kesejahteraan tenaga kesehatan (Nakes), yang telah menjadi ujung tombak dalam sistem kesehatan di Indonesia, terutama di tengah tantangan pandemi ini.

    Dalam pertemuan dengar  pendapat tersebut, Cerint mendesak pemerintah dalam hal ini menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk segera mengimplementasikan kenaikan tunjangan Nakes, yang selama ini dianggap masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan peran vital yang mereka mainkan.

    Kenaikan tunjangan ini dirasa sangat penting, terutama setelah diumumkannya kenaikan upah pekerja sebesar 6,5% dan tambahan dua juta untuk guru. Cerint menekankan bahwa dengan peningkatan tunjangan tersebut, pelayanan yang diberikan oleh Nakes akan menjadi lebih optimal, memungkinkan mereka untuk memberikan perhatian penuh kepada pasien, serta meningkatkan kualitas perawatan yang diterima masyarakat.

    Kesejahteraan Nakes bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga mencakup pengakuan dan apresiasi terhadap dedikasi serta pengorbanan yang mereka tunjukkan setiap hari dalam menjalankan tugas mulia ini (Alpin)



  • Budi Arie Setiadi serta Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono  Selasa, 10/12/2024.

    Anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya Rapat Kerja bersama Menteri Koperasi

    Budi Arie Setiad serta Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono  Selasa, 10/12/2024.

    Rapat kerja ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan sektor pertanian dan peternakan, yang merupakan sumber kehidupan bagi banyak masyarakat di Sumatra Barat.

    Dalam rapat tersebut, Cerint Irraloza Tasya dengan penuh semangat menyampaikan aspirasi masyarakat Sumbar, khususnya terkait pengelolaan susu sapi. Ia menyoroti kebutuhan mendesak yang disampaikan oleh para petani di daerah Padang Panjang. Petani menggambarkan tantangan yang mereka hadapi dalam produksi susu, terutama dalam hal efisiensi dan kualitas produk. Ia mengusulkan pengadaan mesin UHT (Ultra High Temperature) guna mendukung para petani dalam menghasilkan susu sapi yang lebih baik, yang tidak hanya meningkatkan pendapatan mereka tetapi juga memenuhi standar kebutuhan masyarakat akan produk susu berkualitas tinggi.

    Padang Panjang, yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi di Sumatra Barat, memiliki banyak Rumah Pengelola Susu (RPS). Cerint menjelaskan, para petani sore hari setelah merawat sapi mereka, berharap untuk mendapatkan bantuan yang substansial guna meningkatkan kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan.

    Mereka menyatakan keinginan yang kuat untuk berkontribusi aktif dalam mensukseskan program pemerintah yang berfokus pada penyediaan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat.

    Dengan pengadaan mesin UHT, diharapkan mereka dapat memperpanjang umur simpan susu dan mengurangi kerugian akibat ketidakstabilan pasar yang umum terjadi.

    Di sisi lain, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyatakan apresiasi atas inisiatif ini dan meminta data yang lebih detail terkait kebutuhan susu di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya memahami skala produksi dan permintaan pasar lokal supaya Sumbar tidak bergantung pada pasokan susu dari luar daerah. Dengan pengumpulan informasi yang komprehensif, diharapkan langkah-langkah strategis bisa diambil untuk memastikan kemandirian produksi susu di Sumbar serta memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat terbentuk ekosistem yang lebih sehat antara petani, pemerintah, dan industri untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat setempat (Alpin)



  • Anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya Rapat Kerja bersama Menteri Koperasi

    Budi Arie Setiad serta Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono  Selasa, 10/12/2024.

    Rapat kerja ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan sektor pertanian dan peternakan, yang merupakan sumber kehidupan bagi banyak masyarakat di Sumatra Barat.

    Dalam rapat tersebut, Cerint Irraloza Tasya dengan penuh semangat menyampaikan aspirasi masyarakat Sumbar, khususnya terkait pengelolaan susu sapi. Ia menyoroti kebutuhan mendesak yang disampaikan oleh para petani di daerah Padang Panjang. Petani menggambarkan tantangan yang mereka hadapi dalam produksi susu, terutama dalam hal efisiensi dan kualitas produk. Ia mengusulkan pengadaan mesin UHT (Ultra High Temperature) guna mendukung para petani dalam menghasilkan susu sapi yang lebih baik, yang tidak hanya meningkatkan pendapatan mereka tetapi juga memenuhi standar kebutuhan masyarakat akan produk susu berkualitas tinggi.

    Padang Panjang, yang dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi di Sumatra Barat, memiliki banyak Rumah Pengelola Susu (RPS). Cerint menjelaskan, para petani sore hari setelah merawat sapi mereka, berharap untuk mendapatkan bantuan yang substansial guna meningkatkan kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan.

    Mereka menyatakan keinginan yang kuat untuk berkontribusi aktif dalam mensukseskan program pemerintah yang berfokus pada penyediaan makanan bergizi secara gratis kepada masyarakat.

    Dengan pengadaan mesin UHT, diharapkan mereka dapat memperpanjang umur simpan susu dan mengurangi kerugian akibat ketidakstabilan pasar yang umum terjadi.

    Di sisi lain, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyatakan apresiasi atas inisiatif ini dan meminta data yang lebih detail terkait kebutuhan susu di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya memahami skala produksi dan permintaan pasar lokal supaya Sumbar tidak bergantung pada pasokan susu dari luar daerah. Dengan pengumpulan informasi yang komprehensif, diharapkan langkah-langkah strategis bisa diambil untuk memastikan kemandirian produksi susu di Sumbar serta memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat terbentuk ekosistem yang lebih sehat antara petani, pemerintah, dan industri untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat setempat (Alpin)



  • Pengukuhan Pelantikkan Imam khotib Nagari Koto Nan Tigo Selatan – Surantih di Masjid Nurul Yaqin , Jumat 6/12/2024

    Acara Pengukuhan dan Pelantikan tersebut di hadiri oleh Wakil Bupati Terpilih Dr.Risnaldi Ibrahim,  program  pelatihan Imam dan khotib ini merupakan salah satu  Program  dari  Bupati terpilih HJ-RI  yang tertuang pada  Visi dan Misinya.

    Hadir juga KUA  Surantih  Buya Nofri Yendra S.HI, MH, Saidal Masfiuddin serta tokoh masyarakat lainnya. Acara ini terlaksana atas partisipasi masyarakat Koto Nan Tigo Selatan yang bekerja sama dengan Bamus Nagari, didukung oleh pemerintahan Nagari Koto Nan Tigo Selatan. Pelatihan imam khotib ini memiliki tujuan yang sangat penting, yaitu untuk memperkokoh tegaknya panji-panji Islam di Nagari Koto Nan Tigo Selatan.

    Dalam upaya ini, para imam khotib yang dilantik tidak hanya bertugas untuk memimpin ibadah, tetapi juga berperan sebagai pengayom dan motivator bagi masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan bagi anggota suku yang mereka wakili, sehingga dapat menciptakan harmoni antar suku di dalam nagari ini.

    Mengingat keragaman budaya dan tradisi yang ada, keterampilan interpersonal para khotib menjadi penting agar pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh semua kalangan.

    Dalam kehidupan sosial, kita melihat betapa beban tanggung jawab imam khotib itu cukup berat. Oleh karena itu, penting untuk meringankan beban mereka dengan melibatkan imam khotib dari berbagai suku yang ada di nagari tersebut.

    Sistem kolaboratif ini diharapkan akan memperkuat dan memperluas dampak positif dari setiap kegiatan yang dilaksanakan. Artinya, ibarat membangun sebuah menara, kita menyusun tembok-tembok kecil agar menara itu bisa berdiri kokoh, menara itu adalah imam para khotib dari suku-suku yang ada, yang diibaratkan sebagai bata-bata kecilnya.

    Melalui sinergi ini, harapan kita  akan terwujudnya masyarakat yang lebih religius dan saling menghormati di Koto Nan Tigo Selatan dapat tercapai dengan lebih baik, membawa keberkahan bagi semua (Alpin)



  • Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Buya Zaitul Ikhlas Bersama Kader Muhammadiyah

    Kupang Nusa Tenggara Timur, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Buya Zaitul Ikhlas duduk bersama kader Muhammadiyah, membahas visi dan misi yang sejalan dengan semangat kebangkitan dakwah di era modern ini, Kamis 5/12/2024.

    Pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Prof. Dr. Abd. Mu’ti, M.Ed, serta Dirjen Haji & Umrah Kemenag RI Prof. Dr. Hilman Hamid M.Si, menunjukkan komitmen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi di bidang pendidikan dan penguatan akhlak umat.

    Diskusi yang dilakukan dalam suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan ini tidak terlepas dari membicarakan tantangan dan peluang yang dihadapi Muhammadiyah, serta upaya bersama untuk mendorong kemajuan daerah Sumatera Barat, khususnya dalam konteks sosial dan ekonomi.

    Buya Zaitul berbagi pandangannya kepada awak media nrtvnews.live, menjelaskan bahwa diantara lima puluh Menteri dalam kabinet merah putih, tujuh di antaranya merupakan kader terbaik Muhammadiyah. Hal ini menggambarkan kekuatan dan pengaruh Muhammadiyah dalam merancang kebijakan nasional.

    Jika kita melihat lebih jauh, tercatat ada total tujuh belas orang kader Muhammadiyah yang mengisi posisi strategis di kabinet merah putih, menegaskan bahwa kontribusi dan keberadaan kader Muhammadiyah sangat diperhitungkan di tingkat nasional, ungkap Buya Zaitul dengan semangat yang berapi-api,

    menunjukkan bahwa mereka siap mengambil langkah lebih maju.

    Oleh karena itu, Buya Zaitul mengajak semua kader untuk bersatu dalam membangun perserikatan dengan jauh lebih baik. Ia menekankan pentingnya komitmen penuh dalam mengelola dan menjalankan aktivitas Muhammadiyah, tanpa menjadikannya sebagai organisasi sambilan yang diabaikan. “Mari kita serius menjalankan dan mengurus Muhammadiyah, terutama di Kabupaten Pesisir Selatan dan secara umum di Sumatera Barat,” ajaknya. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, mereka berharap sektor pendidikan dan dakwah Muhammadiyah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat luas (Alpin)



  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel menggelar Rakor   bersama para anggota PDA, Cabang, dan Ortom Muhammadiyah se-Kabupaten Pessel

    Pada hari Kamis, 5 Desember 2024. Acara tersebut berlangsung di ruang pertemuan yang nyaman di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel dan dihadiri oleh berbagai elemen penting dari organisasi. Suasana penuh semangat ini menandai komitmen bersama untuk memajukan kegiatan dan pelayanan Muhammadiyah di Pesisir Selatan.

    Acara Rakor dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum PDM Kabupaten Pessel, Adril Maiyanto, S.Pd.I, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara seluruh anggota untuk mencapai tujuan organisasi. Adril juga menekankan bahwa setiap elemen memiliki peranan penting dalam upaya memperkuat eksistensi dan kontribusi Muhammadiyah dalam masyarakat.

    Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PDM Kabupaten Pessel, Buya Aprizal, M.Pd. Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Buya Aprizal memberikan nasehat dan motivasi kepada semua hadirin. Beliau mengajak setiap anggota untuk lebih aktif dalam berkontribusi dan menyebarkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, serta menyerukan pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap langkah yang diambil oleh organisasi. Pesan beliau berhasil menyentuh hati dan membangkitkan semangat para peserta yang hadir.

    Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Provinsi Sumatera Barat, Buya Ir. Yosmeri Yusuf, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai mentor dan pembina. Dalam kesempatan ini, beliau memberikan nasehat dan motivasi yang menginspirasi kepada semua hadirin. Buya Yosmeri menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi dalam berkhidmat untuk masyarakat, serta mendorong setiap elemen untuk terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan positif dari Muhammadiyah.

    Pertemuan ini juga mendapat dukungan dari Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim. Kehadirannya menandakan sinergi yang baik antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memajukan daerah. Selain itu, berbagai tokoh dan pimpinan Muhammadiyah lainnya hadir, seperti Elpinas S.Kom, Buya Adis, dan  Ermawan Saputra menunjukkan betapa solidnya jaringan dan kerjasama antar-pimpinan. Pimpinan Aisyiah Muhammadiyah Kabupaten Pessel, Dra. Hj. Nasrida, juga turut serta dalam acara tersebut, yang menunjukkan komitmen kolektif untuk memberdayakan wanita dalam gerakan Muhammadiyah.

    Dalam acara Rakor tersebut, juga dilakukan penyerahan SK Tim Ijtihad Kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel kepada Ketua PDM Kabupaten Pessel Buya Aprizal, M.Pd. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua Ijtihad kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel Ermawan Putra, yang didampingi oleh Elpinas dan Hardimen. Momen ini disaksikan secara langsung oleh Ketua LHKP Ir. Yosmeri Yusuf dan Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim, menjadikan acara ini penuh dengan makna dan harapan untuk masa depan. Dukungan dari berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat tim dalam melaksanakan tugas-tugas keagamaan dan sosial, sehingga Muhammadiyah terus menjadi yang terdepan dalam kemanusiaan dan kebangsaan di Kabupaten Pessel. (Alpin)



  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel menggelar Rakor   bersama para anggota PDA, Cabang, dan Ortom Muhammadiyah se-Kabupaten Pessel

    Pada hari Kamis, 5 Desember 2024. Acara tersebut berlangsung di ruang pertemuan yang nyaman di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel dan dihadiri oleh berbagai elemen penting dari organisasi. Suasana penuh semangat ini menandai komitmen bersama untuk memajukan kegiatan dan pelayanan Muhammadiyah di Pesisir Selatan.

    Acara Rakor dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum PDM Kabupaten Pessel, Adril Maiyanto, S.Pd.I, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara seluruh anggota untuk mencapai tujuan organisasi. Adril juga menekankan bahwa setiap elemen memiliki peranan penting dalam upaya memperkuat eksistensi dan kontribusi Muhammadiyah dalam masyarakat.

    Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PDM Kabupaten Pessel, Buya Aprizal, M.Pd. Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Buya Aprizal memberikan nasehat dan motivasi kepada semua hadirin. Beliau mengajak setiap anggota untuk lebih aktif dalam berkontribusi dan menyebarkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, serta menyerukan pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap langkah yang diambil oleh organisasi. Pesan beliau berhasil menyentuh hati dan membangkitkan semangat para peserta yang hadir.

    Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Provinsi Sumatera Barat, Buya Ir. Yosmeri Yusuf, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai mentor dan pembina. Dalam kesempatan ini, beliau memberikan nasehat dan motivasi yang menginspirasi kepada semua hadirin. Buya Yosmeri menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi dalam berkhidmat untuk masyarakat, serta mendorong setiap elemen untuk terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan positif dari Muhammadiyah.

    Pertemuan ini juga mendapat dukungan dari Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim. Kehadirannya menandakan sinergi yang baik antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memajukan daerah. Selain itu, berbagai tokoh dan pimpinan Muhammadiyah lainnya hadir, seperti Elpinas S.Kom, Buya Adis, dan  Ermawan Saputra menunjukkan betapa solidnya jaringan dan kerjasama antar-pimpinan. Pimpinan Aisyiah Muhammadiyah Kabupaten Pessel, Dra. Hj. Nasrida, juga turut serta dalam acara tersebut, yang menunjukkan komitmen kolektif untuk memberdayakan wanita dalam gerakan Muhammadiyah.

    Dalam acara Rakor tersebut, juga dilakukan penyerahan SK Tim Ijtihad Kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel kepada Ketua PDM Kabupaten Pessel Buya Aprizal, M.Pd. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua Ijtihad kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel Ermawan Putra, yang didampingi oleh Elpinas dan Hardimen. Momen ini disaksikan secara langsung oleh Ketua LHKP Ir. Yosmeri Yusuf dan Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim, menjadikan acara ini penuh dengan makna dan harapan untuk masa depan. Dukungan dari berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat tim dalam melaksanakan tugas-tugas keagamaan dan sosial, sehingga Muhammadiyah terus menjadi yang terdepan dalam kemanusiaan dan kebangsaan di Kabupaten Pessel. (Alpin)



  • Pelantikan Penghulu Adat Yuli Effendi Dt. Rano Intan KAN Kenagarian Nanggalo Tarusan tanpa kehadiran Ketua KAN

    Kerapatan Adat Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, menggelar Sidang Pelemo dan Pelantikan Penghulu Adat Yuli Effendi Dt. Rajo Intan dari suku Tanjung pada Rabu, 4 Desember 2024.

    Acara tersebut digelar di balai adat setempat, yang dihiasi dengan ornamen tradisional dan simbol-simbol suku yang menjadi lambang kekuasaan dan kehormatan.

    Dalam sidang pleno KAN Kenagarian Nanggalo tersebut, Ketua KAN Kenagarian Nanggalo Achiar Dt. Bagindo Mole absen, yang mengejutkan banyak para undangan dan peserta sidang. Kehadiran sang pemimpin sangat dinanti-nantikan, mengingat peran strategisnya dalam proses pelantikan tersebut.

    Sidang Pleno dipimpin langsung oleh Sekretaris Yasril Dt. Rajo Mudo, yang berpengalaman dalam mengelola proses prosedural  KAN  dengan ketat.

    Selama acara sidang pleno tersebut, hadir juga para pemimpin Nagari  seperti Wali Nagari Nanggalo Rayes, Wali Nagari Setara Suhemi, Wali Kenagarian Mandeh Mus Hendri  dan seluruh Penghulu dari empat suku—Jambak, Tanjung, Chaniago, dan Melayu.

    Kehadiran mereka menandakan dukungan luas terhadap pelantikan ini, menegaskan betapa pentingnya soliditas antara berbagai suku dalam menjaga kearifan lokal. Penghulu yang akan dilantik, Yuli Effendi Dt. Rajo Intan, bukan hanya diharapkan untuk menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, namun juga sebagai penjaga tradisi.

    Pada pelantikan ini, Dasuheri akan diakui sebagai orang tua, yang berfungsi sebagai penuntun spiritual dan moral, sementara Otri ditunjuk sebagai Imam Khatib, yang bertanggung jawab dalam melaksanakan ibadah dan memberikan nasihat religius. Asriyal diangkat sebagai Dubalang, bertugas sebagai pelindung dalam upacara adat, dan Eni Yanti akan berperan sebagai Bundo Kanduang, simbol penghormatan terhadap perempuan dalam suku.

    Acara Sidang Pleno dan Pelantikan Penghulu Yuli Effendi Dt. Rajo Intan dari Suku Tanjung berjalan aman dan lancar, tanpa ada gugatan dari peserta sidang. Keberhasilan acara ini mencerminkan kedewasaan dalam berkomunikasi serta komitmen semua pihak untuk memelihara harmoni dan persatuan dalam masyarakat, sebuah contoh kuat bahwa meskipun dipimpin tanpa Ketua KAN, dedikasi dan kerja sama dapat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya setempat.(Alpin)



  • Pembukaan Tanwir (Rakernas) Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Nusa Tenggara Timur  dari  tanggal  4 – 6 Desember 2024

    Kupang Nusa Tenggara Timur,  akan menjadi momen bersejarah yang tidak hanya bagi organisasi Muhammadiyah, tetapi juga bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan. Acara pembukaan yang digelar dengan khidmat di UMK ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemimpin dan tokoh Muhammadiyah untuk berbagi visi dan misi dalam mengembangkan peran organisasi dalam masyarakat.

    Dalam acara pembukaan tersebut, sejumlah utusan terhormat dari Pimpinan Wilayah Provinsi Sumatera Barat, di antaranya Buya Dr. Bakhtiar, M.Ag, Buya Dr. Murisal, M.Ag,  Buya Drs. Apris, MM. Buya Zaitul Ikhlas Saad, S.IP, MM, Buya Ki jal Atritanjung, SH MH,  serta Buya Mahardi, mengambil tempat duduk di shaf nomor dua.

    Keberadaan mereka di barisan depan menunjukkan bukan hanya kebesaran jiwa dan keterhormatan yang tinggi, tetapi juga komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai persaudaraan dalam Muhammadiyah. Mereka dengan tulus mempersilakan tamu undangan lainnya untuk duduk di depan, sebuah tindakan yang mencerminkan sikap rendah hati dan keterbukaan. Sikap tauladan seperti ini hendaknya menjadi inspirasi bagi para kader dan warga Muhammadiyah di Sumatera Barat dan di seluruh Indonesia, agar senantiasa menjunjung tinggi semangat ukhuwah dan solidaritas.

    Tidak hanya itu, kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-112 di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) semakin menegaskan pentingnya acara ini.

     Menurut Rektor UMK, Zainur Wula, persiapan yang telah dilakukan menunjukkan keseriusan dan komitmen universitas sebagai tuan rumah. “Sampai dengan hari persiapan yang kami lakukan sebagai tuan rumah sudah mencapai 90-100 persen dan acara ini akan dibuka secara resmi oleh Presiden Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Kegiatan tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 36 peserta atau pimpinan wilayah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia yang siap merapatkan barisan dan saling berbagi pengalaman serta strategi dalam menjalankan amanah organisasi. Selain itu, sejumlah pengurus pusat, tokoh nasional, hingga para menteri akan turut mengambil bagian dalam acara yang bertujuan untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antarwilayah Muhammadiyah.

    Di luar agenda Tanwir dan Milad itu sendiri, akan ada juga acara penting lainnya, yaitu peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kupang. Langkah ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan di daerah, yang tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

    Semoga acara ini menjadi titik tolak bagi kemajuan dan perkembangan lebih lanjut organisasi Muhammadiyah di Indonesia.(Alpin)



  • Cuaca yang Ekstrim Baru-baru ini menerjang Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa 3/12/2024

    Berdasarkan informasi dari BMKG Kabupaten Pesisir Selatan, kondisi cuaca yang semakin tidak menentu telah mengakibatkan curah hujan yang sangat tinggi. Hujan deras ini tidak dapat diserap sepenuhnya oleh lahan yang ada, menyebabkan limpahan air dan banjir di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Sutra, Tarusan, Tapan, Bayang, dan kecamatan lainnya.

    Banjir yang melanda ini bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Pesisir Selatan dalam mengelola sumber daya dan memperkuat infrastruktur yang ada.

    Akibat dari banjir tersebut, banyak rumah masyarakat, ternak,  lahan pertanian dan insfrastruktur yang rusak akhibat terendam air, menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Pesisir Selatan.

    Keluarga-keluarga yang terdampak kini terpaksa kehilangan mata pencaharian mereka dan menjalani kehidupan di tengah kesulitan. Menyikapi kondisi ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan mengatakan bahwa pada hari ini kita akan mengadakan rapat kerja Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025 – 2030  (KLHS  RPJMD)  Kabupaten Pesisir Selatan.

    Rapat ini penting untuk membahas berbagai aspek lingkungan yang perlu diperhatikan serta merumuskan langkah-langkah yang lebih efektif untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

    Selain itu, Mawardi juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan masyarakat. Mawardi menyampaikan kepada awak media nrtvnews.live  bahwa Pemda Kabupaten Pessel telah berupaya mengirimkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan ke lokasi korban bencana banjir. Namun, beliau meyakini bahwa upaya tersebut masih belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang erat dari semua pihak untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga terlibat dalam proses pemulihan lingkungan mereka. Mawardi Roska menegaskan, “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan kita dan membantu satu sama lain. Keberhasilan dalam menangani bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.” sambil  menutup pembicaraannya, Ia berharap agar semua lapisan masyarakat bersatu padu dalam mengatasi tantangan ini (Alpin)



  • Rapat Kerja Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (KLHS RPJMD) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2025 – 2030 di Hotel Saga Murni Painan, 03/12/2024 

    Rapat Kerja Kajian Lingkungan Hidup Strategis merupakan forum penting dalam upaya pengembangan daerah Kabupaten Pesisir Selatan yang berkelanjutan.

    Sebelum acara rapat dimulai diawali dengan sambutan ketua Panitia Kadis Perkimtan dan  LH Kabupaten Pessel Hardi Darma Putra, SH, M,Si dan didampingi oleh Kabid Penataan  dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan  Dinas Perkimtan dan LH Andi Fitriadi Amdar SH,MH.

    Agenda rapat di buka langsung oleh Sekda  Kabupaten Pesisir Selatan  Mawardi Roska, S.IP,   dalam  sambutanya

    Mawardi menyampaikan kepada hadirin yang hadir bahwa acara ini menentukan arah pembangunan Pessel  lima tahun kedepan artinya RPJMD  ini harus mantap dan kokoh, Ujar Mawardi dan banyak lagi ilustrasi yang disampaikan oleh  Mawardi guna mimicu semangat dan motivasi para peserta rapat untuk kemajuan Pessel kedepan menjadi lebih baik dan berkelanjutan.

    Acara rapat Konsultasi Publik II  ini dihadiri oleh   berbagai pihak terkait

    yang memiliki peran krusial dalam perencanaan pembangunan. Antara lain, hadir pula seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program-program pembangunan, hadir juga  Direktur Utama PDAM Tirta Langkisau, serta para pemimpin bank lokal, termasuk BRI, BNI, BSI, dan Bank Nagari, yang berkomitmen untuk mendukung pembiayaan program pemerintah.

    Kehadiran Ketua MUI Kabupaten Pesisir Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Elpinas, S.Kom, serta perwakilan dari LKAAM Pesisir Selatan  Drs.H. Syafrizal  Ucok Dt.Batuah dan Bundo Kadung Pesisir Selatan Bundo Yunidarmi, S.Pd, menunjukkan aspek kearifan lokal dan spiritual yang relevan dalam perencanaan ini.

    Kegiatan Rapat Kerja Kajian Lingkungan Hidup  Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD)  ini juga menandakan pentingnya kolaborasi dengan media sebagai sosial kontrol, dan evaluasi dari lembaga pendidikan tinggi seperti UNP Kampus Pesisir Selatan dan STAI Kabupaten Pesisir Selatan  yang memiliki peran strategis dalam memberikan analisis dan penelitian berbasis data.

    Selain dari pada itu, partisipasi Camat se-Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan sinergi antara Pemerintah Kabupaten dengan perangkat daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks.

    Agenda acara mencakup 1.Penyusunan Rekomendasi Perbaikan Kebijakan, Rencana, dan/atau Program  2. Hal-hal lain yang dirasa perlu, termasuk pembahasan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi Kabupaten Pesisir Selatan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

    Mengingat urgensi capaian yang akan di bahas dan langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk kemajuan daerah Kabupaten Pesisir Selatan tercinta ini. (Alpin)