Author: alpin


  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel menggelar Rakor   bersama para anggota PDA, Cabang, dan Ortom Muhammadiyah se-Kabupaten Pessel

    Pada hari Kamis, 5 Desember 2024. Acara tersebut berlangsung di ruang pertemuan yang nyaman di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel dan dihadiri oleh berbagai elemen penting dari organisasi. Suasana penuh semangat ini menandai komitmen bersama untuk memajukan kegiatan dan pelayanan Muhammadiyah di Pesisir Selatan.

    Acara Rakor dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum PDM Kabupaten Pessel, Adril Maiyanto, S.Pd.I, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara seluruh anggota untuk mencapai tujuan organisasi. Adril juga menekankan bahwa setiap elemen memiliki peranan penting dalam upaya memperkuat eksistensi dan kontribusi Muhammadiyah dalam masyarakat.

    Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua PDM Kabupaten Pessel, Buya Aprizal, M.Pd. Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Buya Aprizal memberikan nasehat dan motivasi kepada semua hadirin. Beliau mengajak setiap anggota untuk lebih aktif dalam berkontribusi dan menyebarkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, serta menyerukan pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap langkah yang diambil oleh organisasi. Pesan beliau berhasil menyentuh hati dan membangkitkan semangat para peserta yang hadir.

    Tidak hanya itu, acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Provinsi Sumatera Barat, Buya Ir. Yosmeri Yusuf, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai mentor dan pembina. Dalam kesempatan ini, beliau memberikan nasehat dan motivasi yang menginspirasi kepada semua hadirin. Buya Yosmeri menekankan pentingnya kerja keras dan konsistensi dalam berkhidmat untuk masyarakat, serta mendorong setiap elemen untuk terus berinovasi dalam menyampaikan pesan-pesan positif dari Muhammadiyah.

    Pertemuan ini juga mendapat dukungan dari Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim. Kehadirannya menandakan sinergi yang baik antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memajukan daerah. Selain itu, berbagai tokoh dan pimpinan Muhammadiyah lainnya hadir, seperti Elpinas S.Kom, Buya Adis, dan  Ermawan Saputra menunjukkan betapa solidnya jaringan dan kerjasama antar-pimpinan. Pimpinan Aisyiah Muhammadiyah Kabupaten Pessel, Dra. Hj. Nasrida, juga turut serta dalam acara tersebut, yang menunjukkan komitmen kolektif untuk memberdayakan wanita dalam gerakan Muhammadiyah.

    Dalam acara Rakor tersebut, juga dilakukan penyerahan SK Tim Ijtihad Kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel kepada Ketua PDM Kabupaten Pessel Buya Aprizal, M.Pd. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Ketua Ijtihad kebangsaan Muhammadiyah Kabupaten Pessel Ermawan Putra, yang didampingi oleh Elpinas dan Hardimen. Momen ini disaksikan secara langsung oleh Ketua LHKP Ir. Yosmeri Yusuf dan Wakil Bupati Pessel terpilih, Dr. Risnaldi Ibrahim, menjadikan acara ini penuh dengan makna dan harapan untuk masa depan. Dukungan dari berbagai pihak ini diharapkan dapat memperkuat tim dalam melaksanakan tugas-tugas keagamaan dan sosial, sehingga Muhammadiyah terus menjadi yang terdepan dalam kemanusiaan dan kebangsaan di Kabupaten Pessel. (Alpin)



  • Pelantikan Penghulu Adat Yuli Effendi Dt. Rano Intan KAN Kenagarian Nanggalo Tarusan tanpa kehadiran Ketua KAN

    Kerapatan Adat Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, menggelar Sidang Pelemo dan Pelantikan Penghulu Adat Yuli Effendi Dt. Rajo Intan dari suku Tanjung pada Rabu, 4 Desember 2024.

    Acara tersebut digelar di balai adat setempat, yang dihiasi dengan ornamen tradisional dan simbol-simbol suku yang menjadi lambang kekuasaan dan kehormatan.

    Dalam sidang pleno KAN Kenagarian Nanggalo tersebut, Ketua KAN Kenagarian Nanggalo Achiar Dt. Bagindo Mole absen, yang mengejutkan banyak para undangan dan peserta sidang. Kehadiran sang pemimpin sangat dinanti-nantikan, mengingat peran strategisnya dalam proses pelantikan tersebut.

    Sidang Pleno dipimpin langsung oleh Sekretaris Yasril Dt. Rajo Mudo, yang berpengalaman dalam mengelola proses prosedural  KAN  dengan ketat.

    Selama acara sidang pleno tersebut, hadir juga para pemimpin Nagari  seperti Wali Nagari Nanggalo Rayes, Wali Nagari Setara Suhemi, Wali Kenagarian Mandeh Mus Hendri  dan seluruh Penghulu dari empat suku—Jambak, Tanjung, Chaniago, dan Melayu.

    Kehadiran mereka menandakan dukungan luas terhadap pelantikan ini, menegaskan betapa pentingnya soliditas antara berbagai suku dalam menjaga kearifan lokal. Penghulu yang akan dilantik, Yuli Effendi Dt. Rajo Intan, bukan hanya diharapkan untuk menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, namun juga sebagai penjaga tradisi.

    Pada pelantikan ini, Dasuheri akan diakui sebagai orang tua, yang berfungsi sebagai penuntun spiritual dan moral, sementara Otri ditunjuk sebagai Imam Khatib, yang bertanggung jawab dalam melaksanakan ibadah dan memberikan nasihat religius. Asriyal diangkat sebagai Dubalang, bertugas sebagai pelindung dalam upacara adat, dan Eni Yanti akan berperan sebagai Bundo Kanduang, simbol penghormatan terhadap perempuan dalam suku.

    Acara Sidang Pleno dan Pelantikan Penghulu Yuli Effendi Dt. Rajo Intan dari Suku Tanjung berjalan aman dan lancar, tanpa ada gugatan dari peserta sidang. Keberhasilan acara ini mencerminkan kedewasaan dalam berkomunikasi serta komitmen semua pihak untuk memelihara harmoni dan persatuan dalam masyarakat, sebuah contoh kuat bahwa meskipun dipimpin tanpa Ketua KAN, dedikasi dan kerja sama dapat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya setempat.(Alpin)



  • Pembukaan Tanwir (Rakernas) Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Nusa Tenggara Timur  dari  tanggal  4 – 6 Desember 2024

    Kupang Nusa Tenggara Timur,  akan menjadi momen bersejarah yang tidak hanya bagi organisasi Muhammadiyah, tetapi juga bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan. Acara pembukaan yang digelar dengan khidmat di UMK ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemimpin dan tokoh Muhammadiyah untuk berbagi visi dan misi dalam mengembangkan peran organisasi dalam masyarakat.

    Dalam acara pembukaan tersebut, sejumlah utusan terhormat dari Pimpinan Wilayah Provinsi Sumatera Barat, di antaranya Buya Dr. Bakhtiar, M.Ag, Buya Dr. Murisal, M.Ag,  Buya Drs. Apris, MM. Buya Zaitul Ikhlas Saad, S.IP, MM, Buya Ki jal Atritanjung, SH MH,  serta Buya Mahardi, mengambil tempat duduk di shaf nomor dua.

    Keberadaan mereka di barisan depan menunjukkan bukan hanya kebesaran jiwa dan keterhormatan yang tinggi, tetapi juga komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai persaudaraan dalam Muhammadiyah. Mereka dengan tulus mempersilakan tamu undangan lainnya untuk duduk di depan, sebuah tindakan yang mencerminkan sikap rendah hati dan keterbukaan. Sikap tauladan seperti ini hendaknya menjadi inspirasi bagi para kader dan warga Muhammadiyah di Sumatera Barat dan di seluruh Indonesia, agar senantiasa menjunjung tinggi semangat ukhuwah dan solidaritas.

    Tidak hanya itu, kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-112 di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) semakin menegaskan pentingnya acara ini.

     Menurut Rektor UMK, Zainur Wula, persiapan yang telah dilakukan menunjukkan keseriusan dan komitmen universitas sebagai tuan rumah. “Sampai dengan hari persiapan yang kami lakukan sebagai tuan rumah sudah mencapai 90-100 persen dan acara ini akan dibuka secara resmi oleh Presiden Bapak Prabowo Subianto,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Kegiatan tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 36 peserta atau pimpinan wilayah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia yang siap merapatkan barisan dan saling berbagi pengalaman serta strategi dalam menjalankan amanah organisasi. Selain itu, sejumlah pengurus pusat, tokoh nasional, hingga para menteri akan turut mengambil bagian dalam acara yang bertujuan untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antarwilayah Muhammadiyah.

    Di luar agenda Tanwir dan Milad itu sendiri, akan ada juga acara penting lainnya, yaitu peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kupang. Langkah ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan di daerah, yang tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

    Semoga acara ini menjadi titik tolak bagi kemajuan dan perkembangan lebih lanjut organisasi Muhammadiyah di Indonesia.(Alpin)



  • Cuaca yang Ekstrim Baru-baru ini menerjang Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa 3/12/2024

    Berdasarkan informasi dari BMKG Kabupaten Pesisir Selatan, kondisi cuaca yang semakin tidak menentu telah mengakibatkan curah hujan yang sangat tinggi. Hujan deras ini tidak dapat diserap sepenuhnya oleh lahan yang ada, menyebabkan limpahan air dan banjir di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Sutra, Tarusan, Tapan, Bayang, dan kecamatan lainnya.

    Banjir yang melanda ini bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Pesisir Selatan dalam mengelola sumber daya dan memperkuat infrastruktur yang ada.

    Akibat dari banjir tersebut, banyak rumah masyarakat, ternak,  lahan pertanian dan insfrastruktur yang rusak akhibat terendam air, menimbulkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Pesisir Selatan.

    Keluarga-keluarga yang terdampak kini terpaksa kehilangan mata pencaharian mereka dan menjalani kehidupan di tengah kesulitan. Menyikapi kondisi ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan mengatakan bahwa pada hari ini kita akan mengadakan rapat kerja Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025 – 2030  (KLHS  RPJMD)  Kabupaten Pesisir Selatan.

    Rapat ini penting untuk membahas berbagai aspek lingkungan yang perlu diperhatikan serta merumuskan langkah-langkah yang lebih efektif untuk mencegah bencana serupa di masa depan.

    Selain itu, Mawardi juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan masyarakat. Mawardi menyampaikan kepada awak media nrtvnews.live  bahwa Pemda Kabupaten Pessel telah berupaya mengirimkan bantuan berupa makanan dan obat-obatan ke lokasi korban bencana banjir. Namun, beliau meyakini bahwa upaya tersebut masih belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang erat dari semua pihak untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga terlibat dalam proses pemulihan lingkungan mereka. Mawardi Roska menegaskan, “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan kita dan membantu satu sama lain. Keberhasilan dalam menangani bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.” sambil  menutup pembicaraannya, Ia berharap agar semua lapisan masyarakat bersatu padu dalam mengatasi tantangan ini (Alpin)



  • Rapat Kerja Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (KLHS RPJMD) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2025 – 2030 di Hotel Saga Murni Painan, 03/12/2024 

    Rapat Kerja Kajian Lingkungan Hidup Strategis merupakan forum penting dalam upaya pengembangan daerah Kabupaten Pesisir Selatan yang berkelanjutan.

    Sebelum acara rapat dimulai diawali dengan sambutan ketua Panitia Kadis Perkimtan dan  LH Kabupaten Pessel Hardi Darma Putra, SH, M,Si dan didampingi oleh Kabid Penataan  dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan  Dinas Perkimtan dan LH Andi Fitriadi Amdar SH,MH.

    Agenda rapat di buka langsung oleh Sekda  Kabupaten Pesisir Selatan  Mawardi Roska, S.IP,   dalam  sambutanya

    Mawardi menyampaikan kepada hadirin yang hadir bahwa acara ini menentukan arah pembangunan Pessel  lima tahun kedepan artinya RPJMD  ini harus mantap dan kokoh, Ujar Mawardi dan banyak lagi ilustrasi yang disampaikan oleh  Mawardi guna mimicu semangat dan motivasi para peserta rapat untuk kemajuan Pessel kedepan menjadi lebih baik dan berkelanjutan.

    Acara rapat Konsultasi Publik II  ini dihadiri oleh   berbagai pihak terkait

    yang memiliki peran krusial dalam perencanaan pembangunan. Antara lain, hadir pula seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program-program pembangunan, hadir juga  Direktur Utama PDAM Tirta Langkisau, serta para pemimpin bank lokal, termasuk BRI, BNI, BSI, dan Bank Nagari, yang berkomitmen untuk mendukung pembiayaan program pemerintah.

    Kehadiran Ketua MUI Kabupaten Pesisir Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Elpinas, S.Kom, serta perwakilan dari LKAAM Pesisir Selatan  Drs.H. Syafrizal  Ucok Dt.Batuah dan Bundo Kadung Pesisir Selatan Bundo Yunidarmi, S.Pd, menunjukkan aspek kearifan lokal dan spiritual yang relevan dalam perencanaan ini.

    Kegiatan Rapat Kerja Kajian Lingkungan Hidup  Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD)  ini juga menandakan pentingnya kolaborasi dengan media sebagai sosial kontrol, dan evaluasi dari lembaga pendidikan tinggi seperti UNP Kampus Pesisir Selatan dan STAI Kabupaten Pesisir Selatan  yang memiliki peran strategis dalam memberikan analisis dan penelitian berbasis data.

    Selain dari pada itu, partisipasi Camat se-Kabupaten Pesisir Selatan menegaskan sinergi antara Pemerintah Kabupaten dengan perangkat daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks.

    Agenda acara mencakup 1.Penyusunan Rekomendasi Perbaikan Kebijakan, Rencana, dan/atau Program  2. Hal-hal lain yang dirasa perlu, termasuk pembahasan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi Kabupaten Pesisir Selatan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

    Mengingat urgensi capaian yang akan di bahas dan langkah-langkah konkret yang perlu diambil untuk kemajuan daerah Kabupaten Pesisir Selatan tercinta ini. (Alpin)



  • Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat menghadiri Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 di Kupang.

    Kupang, Rombongan Pimpinan Wilayah Sumatera Barat disambut hangat oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kupang dengan pengalungan  kain songket ciri khas Kupang Senin, 2/12/2024.

    Acara Tanwir dan Resepsi Milad ke 112 ini bukan hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan merupakan momentum penting bagi seluruh anggota dan simpatisan Muhammadiyah untuk merayakan perjalanan panjang organisasi ini selama lebih dari satu abad. Dengan sejarah yang kaya dan kontribusi yang signifikan terhadap pendidikan, kesehatan, dan sosial kemanusiaan di Indonesia, Sidang Tanwir ini menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus berperan aktif dalam membangun bangsa.

    Dalam rangkaian acara tersebut, hadir  pula para pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat,  Buya Dr. Bakhtiar, M.Ag, Buya Dr. Murisal, M.Ag, Buya Drs. Apris, MM, Buya Kijal Atritanjung, SH MH dan Buya Zaitul Ikhlas Saad, S.IP, MM, yang semuanya merupakan tokoh berpengaruh dalam organisasi Muhammadiyah yang  mencerminkan keberagaman pemikiran dan kebersamaan dalam Organisasi.

    Selain itu, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, menyampaikan sambutannya dengan penuh kekaguman terhadap jejak yang telah ditorehkan Muhammadiyah selama 112 tahun. Dalam sambutannya, Tito mengkhususkan ucapan selamat kepada panitia penyelenggara dan semua pihak yang berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. “Pada kesempatan yang baik ini, saya beserta keluarga besar Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan mengucapkan selamat atas diselenggarakannya Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah,” ucap Tito pada Senin (2/12). Ia mengingatkan pentingnya refleksi atas perjalanan Muhammadiyah, yang tidak hanya menjadi bagian dari sejarah kelahiran bangsa Indonesia, tetapi juga menciptakan berbagai inovasi yang telah mengangkat kualitas hidup masyarakat melalui program-program sosial dan pendidikan.

    Tito menekankan bahwa selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan nasional, berkontribusi nyata dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. “Muhammadiyah tidak hanya menjadi pelopor dalam pembangunan sekolah, universitas, rumah sakit, dan sarana sosial lainnya, tetapi juga telah memberikan inspirasi dan teladan dalam pengelolaan filantropi yang berbasis pada nilai-nilai keislaman,” jelas Tito dengan semangat. Ini menunjukkan bahwa kontribusi Muhammadiyah melebihi batasan sektoral, ia menyentuh esensi kemanusiaan dalam masyarakat Indonesia.

    Dalam akhir sambutannya, Tito mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan kebajikan, memperkuat semangat kebersamaan yang menjadi landasan bagi pertumbuhan dan kemajuan. Dengan pesan tersebut, diharapkan lebih banyak individu dan kelompok akan termotivasi untuk mengikuti jejak Muhammadiyah dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.(Alpin)



  • Pantai Batu Kalang Kenagarian Apang Pulai Kecamatan Koto XI Tarusan Rusak Berat Akhibat Abrasi

    Cuaca yang ekstrim beberapa minggu ini membuat Pantai Batu Kalang Kenagarian Ampang Pulai Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Porak Poranda di terpa ombak besar, Minggu, 01/12/2024.

    Ombak yang menggulung dengan kekuatan dahsyat tidak hanya mengancam pantai, tetapi juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur vital, termasuk rumah-rumah penduduk dan warung yang berjejer di sepanjang garis pantai. Berita tentang kondisi memprihatinkan ini telah menyebar cepat di media sosial dan menjadi perhatian luas masyarakat, menggugah rasa kepedulian banyak pihak.

    Kondisi ini tentunya membuat masyarakat Batu Kalang Kenagarian Ampang Pulai merasa khawatir dan cemas dengan warung dan tempat tinggal mereka di empas ombak besar. Setiap hari, warga Batu Kalang  menyaksikan bagaimana gelombang yang menghantam pantai mengikis daratan dan merusak pelindung yang telah dibangun dengan susah payah, menciptakan ketidakpastian yang mendalam terhadap masa depan ekonomi dan sosial mereka.

    Rasa keputusasaan mulai mengisi hati mereka, mengingat bagaimana ombak telah mengambil bukan hanya harta benda, tetapi juga kepercayaan diri mereka dalam mempertahankan kehidupan sehari-hari.

    Masyarakat Batu Kalang berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Pesisir Selatan untuk segera memperbaiki penahan ombak yang telah rusak parah di terpa ombak besar.

    Mereka membutuhkan dukungan cepat dan terarah, dan bahkan telah mempertimbangkan untuk mengorganisir aksi protes untuk menuntut perhatian yang lebih dari pemerintah. Dibutuhkan strategi jangka panjang yang tidak hanya memperbaiki kerusakan yang ada, tetapi juga dapat mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan, seperti pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan berkelanjutan.Sampai saat ini, kondisi cuaca yang ekstrim tersebut belum ada terlihat tanda-tanda normal.

    Dengan peringatan cuaca yang terus dikeluarkan oleh BMKG, masyarakat memasuki hari-hari penuh ketegangan, mengawasi setiap perubahan di lautan dengan rasa was-was. Mereka hanya bisa berharap dan berdoa agar Allah. SWT memberikan mereka perlindungan, dan agar pemerintah mendengar jeritan dan harapan mereka untuk menyelamatkan kehidupan yang telah lama mereka bangun.

    Dari pemantauan Media nrtvnews.live ke lokasi. Kerusakan penahan ombak yang cukup parah tersebut belum ada tanda-tanda perbaikan dari pemerintah daerah Kabupaten Pesisir Selatan.

    Warga setempat, selain merasakan dampak fisik dari bencana ini, juga mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan mental dan emosional yang mengganggu mereka. Keberadaan mereka di daerah yang biasanya menjadi tamasya wisata kini berubah menjadi tempat yang dipenuhi ketidakpastian. Dengan setiap ombak yang datang, harapan mereka bahwa sesuatu akan berubah menjadi semakin memudar.(Alpin)



  • Palang Merah Indonesia ( PMI) Sumatera Barat Berkunjung ke Malaysia

    Kunjungan Ketua Palang Merah Indonesi Sumatera Barat, Drs. H. Aristo Munandar, bersama Wakil Ketua Buya Zaitul Ikhlas Saad, ke Malaysia disambut hangat oleh Dato’ Sri Suhaimi Bin Haji Yacob, 30/11/2024

    Dalam suasana yang penuh kegembiraan, pertemuan ini tidak hanya menjadi momen diplomasi, tetapi juga simbol persahabatan yang kuat antara kedua organisasi. Momen ini menjadi lebih spesial mengingat betapa pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan kemanusiaan di kawasan Asia. 

    Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka kerja sama PMI Sumatera Barat dengan Malaysia, yang sudah terjalin sejak lama, demi mempromosikan kegiatan pertolongan yang lebih efektif dan terkoordinasi.

    Dalam pertemuan yang istimewa tersebut, hadir juga Chairman MRC Kuala Lumpur, Dato’ Sri Suhaimi Bin Haji Yacob, dan Deputy Secretary Malaysian Red Crescent (MRC), Dato’ Danial Iskandar Abd Ragman.

    Setelah membicarakan kerja sama antara PMI Sumbar dengan MRC Malaysia di Markas BSM Kuala Lumpur, diskusi dilanjutkan dengan memperdalam strategi bersama yang berfokus pada respons cepat terhadap bencana dan peningkatan kualitas pelatihan relawan.

    Hadir juga Ketua BSM Negeri Sembilan, Mr. Lee, yang berbagi wawasan berharga mengenai program pendidikan untuk relawan di Akademi Relawan Palang Merah Negeri Sembilan. Kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan standar baru dalam pendidikan relawan yang akan memperkuat jaringan kemanusiaan tidak hanya di Indonesia dan Malaysia, tetapi juga di tingkat regional.

    Dengan kolaborasi ini, diharapkan generasi relawan masa depan akan dibekali keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik untuk menghadapi tantangan kemanusiaan yang terus berkembang.(Alpin)



  • Pelatihan Perbendaharaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah se Sumatera Barat  Resmi hari ini di Tutup

    Acara Pelatihan Perbendaharaan Pimpinan Daerah  Muhammadiyah  se Sumatera Barat  yang berlangsung selama dua  di Asrama Haji Tabing  ditutup secara resmi  hari ini oleh Pimpinan Muhammadiyah  Provinsi Sumatera Barat  Dr. Murisal, M.Ag, Minggu 01/12/2024

    Dalam acara penutupan ini  Dr. Murisal  menyampaikan kepada  peserta pelatihan  kita semua  harus merubah paradigma   dalam berorganisasi selama ini laporan keuangan di perserikatan banyak yang tidak jelas dan tidak dibuat laporanya sesuai dengan akuntasi yang benar,  semua  pemasukan dan pengeluaran harus jelas dan tercatat semua, “ungkap Murisal.

    Jangan sampai habis masa jabatan pimpinan  tidak ada yang membuat  laporan dan bahkan tidak  ada  serah terima jabatan. Murisal  berharap mari kita sama- sama terapkan  ilmu dalam  pelatihan ini, mari kita belajar  transparan dan akuntabel dalam berorganisasi, ungkap  Murisal.

    Sebelum acara Pelatihan Perbendaharaan  ditutup ada penyampaian  pesan dan kesan   dari peserta  pelatihan  Buya Amri Pimpinan Daerah  Muhammadiyah  Payakumbuh. Menyampaikan kepada hadirin yang hadir  bahwa  dalam acara ini banyak pengetahuan yang kami dapat dari Pelatihan  ini terkait pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan standar Akuntasi serta  pelatihan ini sangat  bermanfaat sekali bagi PDM  yang mengikutinya, ungkap Buya Amri sambil menutup  pesan dan kesannya selama pelatihan. (Alpin)



  • Hari kedua Pelatihan Perbendaharaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Se Sumatera Barat

    Pemateri Handal dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Kembali menjadi sorotan dengan pembahasan mendalam mengenai cara menyusun Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Muhammadiyah (RAPBM). Dalam sesi ini, Fitri Yulianis, SE, M.Si yang telah berpengalaman luas dalam pengelolaan keuangan organisasi non-profit, memberikan wawasan kritis mengenai pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.

    Ia menjelaskan langkah-langkah strategis dalam merencanakan anggaran yang tidak hanya mencakup estimasi pendapatan dan belanja, tetapi  juga memperhatikan prioritas program yang sejalan dengan visi dan misi organisasi Muhammadiyah.

    Setelah presentasi dari Fitri Yulianis, Immu Putri Sari, SE, M.Si, melanjutkan topik tersebut dengan membahas Pelaporan Keuangan, menjelaskan bahwa pelaporan yang baik adalah pondasi dari kepercayaan publik terhadap organisasi. Ia memaparkan proses pencatatan yang sistematis, pengolahan data secara terstruktur, serta penyajian laporan yang mudah dipahami oleh semua pemangku kepentingan.

    Dengan menggunakan studi kasus nyata dan alat bantu visual seperti grafik dan tabel, kedua narasumber memberikan pemahaman yang mendalam sekaligus praktis kepada para peserta, memastikan bahwa mereka dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam lingkungan kerja mereka.

    Para peserta tampak aktif berdiskusi, merespons dengan berbagai pertanyaan dan pandangan, yang mencerminkan antusiasme dan komitmen mereka untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan di lingkungan Muhammadiyah ( Alpin)



  • Pimpinan Daerah Aisyiah Kabupaten Pesisir Selatan menghadiri undangan Milad Muhammadiyah yang ke-112 Tingkat Wilayah

    Acara Milad  Muhammadiyah ke 112 Tingkat Wilayah Sumatera Barat  ini merupakan momen penting bagi seluruh anggota dan simpatisan Muhammadiyah, Sabtu 30/11/2024

    Pimpinan Daerah Aisyiah Kabupaten Pesisir Selatan Hj.Nasrida dan pengurus lainya  berkumpul untuk merayakan perjalanan dan kontribusi organisasi ini terhadap masyarakat.

    Ratusan peserta dari berbagai kabupaten di Provinsi Sumatera Barat berkonvergensi di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh dengan semangat persaudaraan dan kolaborasi.

    Dalam rangkaian acara yang penuh khidmat ini, pimpinan dan pengurus Aisyiah memberikan dukungan penuh kepada acara tersebut, menyaksikan berbagai penampilan dan orasi yang menginspirasi dari para pemimpin Muhammadiyah. Selain itu, acara tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Anwar Abbas yang membawa pesan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Peran aktif beliau dalam memberikan pandangan dan arahan serta kepemimpinan Dr. Bakhtiar, M.Ag sebagai ketua PWM Sumatera Barat dan Sekretaris Drs. Apris, MM turut memperkuat semangat dan visi organisasi.

    Peringatan Milad yang diusung dengan tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua” menekankan pentingnya kehadiran Muhammadiyah dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Tema ini mengajak semua elemen untuk berperan serta dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

    Dalam acara ini, Gubernur terpilih, Buya Mahyeldi, yang mendapatkan dukungan suara tertinggi di seluruh Indonesia juga hadir dan memberikan sambutan yang penuh makna, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalamj menciptakan kondisi yang lebih baik bagi rakyat.

    Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, namun juga refleksi perjalanan panjang organisasi dalam berkontribusi bagi bangsa dan negara.(Alpin)



  • Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan dengan semangat tinggi mengikuti Pelatihan Perbendaharaan PDM se Sumatera Barat

    Pelatihan  Pembendaharaan Pimpinan Daerah  Muhammadiyah  se Sumatera Barat  diadakan di Asrama Haji Tabing pada tanggal 30 November hingga 1 Desember 2024.

    Acara ini menandai upaya nyata organisasi dalam meningkatkan kapasitas keuangan dan manajemen sumber dayanya, merespons kebutuhan modern dalam pengelolaan organisasi. Dalam konteks ini, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan  Buya Aprizal, M.Pd, telah mengutus  H. Mardani, M.Pd dan Elpinas, S.Kom untuk membawa pengetahuan dan keahlian baru mengenai perbendaharaan ke dalam organisasi Muhammadiyah. Pelatihan ini bukan hanya bertujuan untuk menyampaikan informasi praktis tetapi juga untuk membangun jaringan antar pimpinan daerah sehingga bisa saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik.

    Pembukaan acara Pelatihan Perbendaharaan ini dibuka dengan resmi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat, Kijal Atritanjung, SH, MH, yang memberikan sambutan inspiratif dan menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan regulasi keuangan yang terus berubah.

    Kemudian, ketua panitia, Dr. Murisal, M.Ag, turut memberikan sambutan yang menggugah semangat peserta untuk menggali potensi organisasi ke depannya. Pelatihan ini diharapkan bisa menjadi tonggak perubahan dalam pengelolaan keuangan Perserikatan Muhammadiyah, dengan penekanan pada pentingnya akuntabilitas dan transparansi.

    Kijal Atritanjung mengingatkan para peserta untuk tidak hanya sekadar mencatat setiap transaksi keuangan, tetapi juga untuk memahami implikasi dari setiap langkah agar tujuan dan visi organisasi tercapai secara berkesinambungan. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi sosial dan keagamaan terbesar di Indonesia memiliki banyak aset yang perlu dikelola dengan baik, mulai dari institusi pendidikan, rumah sakit, hingga lahan yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial.

    Sayangnya, selama ini, masih tampak ada kekurangan dalam hal pelaporan keuangan dari banyak Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Usai masa jabatan, tidak jarang mereka tidak menyusun laporan yang jelas mengenai kegiatan serta aset yang dimiliki, sehingga mengakibatkan hilangnya rekam jejak yang berharga. Hal inilah yang mendorong Pimpinan Pusat untuk menekankan bahwa setiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah di seluruh Indonesia diwajibkan menyusun laporan tahunan yang terstandarisasi, demi menjaga kelangsungan dan keberlanjutan program organisasi.

    Selama pelatihan, peserta disuguhkan berbagai materi penting dari para ahli di bidang akuntansi dan keuangan. Materi tentang Kebijakan Keuangan Persyarikatan disampaikan oleh Dr. Murisal, S.Ag., M.Pd, yang menguraikan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel.

    Selain itu, Dr. Willy Nofranita, S.E., M.Si, Ak, CA, menjelaskan Kebijakan Akuntansi yang diperlukan agar organisasi dapat memenuhi standar pelaporan yang diakui secara luas. Penyusunan Rencana Anggaran dan Pelaksanaan Belanja Masukan (RAPBM) juga menjadi sorotan dalam sesi yang disampaikan oleh Fitri Yulianis, SE., M.Si, yang membantu peserta memahami cara merencanakan dan mengelola anggaran dengan bijaksana.

    Immu Puteri Sari, SE., M.Si, memberikan penjelasan mendalam tentang Pelaporan Keuangan, sedangkan Dr. Willy Nofranita kembali tampil sebagai narasumber untuk menguatkan pemahaman peserta mengenai Sistem dan Pengendalian Internal.

    Acara pelatihan ini berlangsung selama dua hari dengan suasana yang penuh dengan semangat belajar dan berbagi ide, diharapkan peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat meningkatkan pengelolaan perbendaharaan masing-masing daerah.(Alpin)