Author: alpin


  • Rapat Dengar Pendapat DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel.

    Rapat Dengar Pendapat tersebut  murupakan sebuah kegiatan yang penting yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kabupaten Pessel, Senin 10/2/2025.

    Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh muhammadiyah, termasuk ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Buya Aprizal M.Pd  bersama dengan sejumlah anggota penting lainya seperti Adril Maiyanto,M.Pd, Elpinas,SKom, Dr (c) Mardianton, M.Pd dan Buya Dr Afrianto M.Ag, selain itu hadir pula Buya Dr. Lukman Hakim M.Pd, Buya Hadis, S Ag dan Buya Ermawan Saputra, S.Ag  yang merupakan bagian dari struktur kepemimpinan muhammadiyah yang berperan signifikan dalam pengembangan Lembaga  Pimpinan Cabang dan Ranting muhammadiyah masyarakat Pesisir Selatan, juga hadir Aliamran,M.Pd, Buya Sapta Kardeni,S Ag dan Novrial Bahrun, SH,M.Kn menambah kekuatan dan keberagaman perspektif yang akan dibahas dalam rapat tersebut.

    Tidak hanya itu, rapat dengar pendapat juga dihadiri oleh ketua pimpinan  Aisyiah Muhammadiyah Kabupaten Pessel Dra.Hj.Nasrida, serta ketua Pemuda Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel yang memiliki peran krusial dalam menarik generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan dalam rangka menciptakan sinergi antara semua elemen masyarakat.

    Ketua  dan  berbagai elemen organisasi seperti IMM, NA dan IPM tampil dengan membawa aspirasi dan harapan pemuda Pessel.

    Rapat Dengar Pendapat ini menjadi sebuah forum strategis dimana Pimpinan Daerah Muhammadiyah menyampaikan program kerja yang berfokus pada penguatan nilai – nilai keagamaan dan sosial serta rekomendasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel. Rekomendasi itu bertujuan untuk memberikan masukan yang konstruktif sekaligus saran – saran  yang realistis kepada DPRD Kabupaten Pessel agar dapat dibahas dan di implementasikan  demi mencapai perkembangan  dan kemajuan umat dimasa depan.

    Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Buya Aprizal menyampaikan  lima point  penting 1. Sekolah formal harus sejalan dengan  surau 2. Imam Masjid   disejahterakan 3. Ekonomi berbasis Masjid 4. Kenakalan remaja yang sangat memprihatinkan 5. Perlu rasanya di bentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Pessel dan Buya Aprizal menegaskan  Pimpinan Daerah Muhammadiyah siap menjadi aktornya karena SDM Muhammadiyah sangat mumpuni,  disamping itu Buya menekankan Ulama harus sejalan dengan adat, kalau tidak itu akan menambah kehancuran, ujar Buya Aprizal dengan lantang.

    Masukan dan saran yang disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel  mendapat respon yang baik dari ketua DPRD maupun Ketua dan Anggota Fraksi yang hadir.

    Melalui pertemuan ini diharapkan  terciptanya kolaborasi yang erat antara lembaga pemerintah dan organisasi Muhammadiyah, guna membangun Pessel menjadi Daerah yang lebih sejahtera dan berkeadilan. (Alpin)



  • Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan Minggu   hari ini di tutup dengan Resmi.

    Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan  yang diselenggarakan dari  hari Jumat sampai hari minggu (7-9/2/2025)  dan hari ini penutupan secara resmi.

    Pada acara penutupan  Pelatihan Mubaligh dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat  Wakil Sekretaris Jon Misfar, Hendri Navigator  dan pimpinan lainnya.

    Sedangkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel yang  hadir Buya Afrianto, Buya  Lukman Hakim, Mardiaton, Elpinas, Adril  Maiyanto dan  buya Hadis

    Dalam acara penutupan Mubaligh Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan  ada pesan dan kesan dari peserta Randi Putra dari PCM  Barung – barung belantai  menyampaikan kepada hadiran yang hadir bahwa penutupan hari ini bukan berakhirnya  pelatihan mubaligh ini, namun  kita akan terus  mengembangkan pelatihan mubaligh ini   di Cabang – cabang dan ranting Muhammadiyah di tempat wilayah masing – masing, sehingga muhammadiyah terus berkembang  di Pesisir Selatan.

    Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyerahan peserta Pelatihan Mubaligh  dari Master of Training Hendri Navigator  kepada  ketua Panitia  Mubaligh Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan  Mardianton dan sekaligus pelepasan Cocarde peserta oleh ketua Panitia Pelatihan Mubaligh (Alpin)



  • Ketua Askab PSSI Pessel Kedepan Harus Maniak Bola dan Paham Dengan Sepak Bola.

    Mario Rosy mantan Ketua Seksi Wartawan Olahraga ( SISWO ) Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI), Kabupaten Pesisir Selatan angkat bicara tentang nasib organisasi sepak bola Kabupaten Pesisir Selatan.

    Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Indonesia( ASKAB PSSI) Kabupaten Pesisir Selatan  menurut Mario ke depan harus di isi orang – orang berkompeten di bidang sepak bola, minimal yang gila bola, dan mengerti serta paham dengan seluk beluk dengan sepak bola.

    ” Ya, minimal calon ketua ASKAB PSSI Pessel harus memikiki wawasan yang luas tentang kemajuan sepak bola, relasi yang luas di luar. Jangan hanya seperti memasukan kucing dalam karun,” ungkap Mario.

    Dikatakan Mario, Pesisir Selatan memilki segudang talenta emas bibit – bibit muda sepak bola,  potensi yang ada ini harus bisa bisa di kembangkan. Tentuhnya dengan melibatkan para coach ada di sekolah sepak bola ( SBB) di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Pembinaan usia muda dari tingkatan umur secara berjenjang harus di laksanakan olh ASKAB PSSI Pessel  dalam memberikan jam terbang dan pengalaman, serta mental bermain. 

    Dan, pertandingan antar SSB , antar nagari dan antar kecamatan harus terus di gulirkan, baik dari level yunior sampai senior harus terus diadakan,” sambungnya

    ” Membangun sepak bola yang profesional untuk mencapai prestasi memang harus dilakukan dari tingkatan bawah yang berjenjang,  butuh anggaran cukup besar. Dan, butuh sosok leader yang benar – benar ahli di bidang nya. Itu menjadi pekerjaan rumah calon ketua Askab PSSI Pessel,” kata mantan Ketua SISWO PSSI Pessel .

    Lebih lanjut, fasilitas Gor H.Ilyas Yakub Rawang Painan Mario berharap bisa dipercayakan pengelolaan oleh ASKAB PSSI Pessel. Dan tidak lagi dikelolah oleh dinas terkait saja (Rio)



  • Direktorat PSKBA Kemensos Verivali Usulan BBR 18 Unit Rumah Korban Bencana Alam di Kecamatan Sutera dan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.

    Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial RI, Kamis yang lalu (06/02),

    melakukan verivali usulan 18 Unit rumah korban bencana alam yang terjadi pertengahan Desembar 2024 dan awal Januari 2025 lalu,  sesuai surat tugas Plt.Direktur PSKBA Kemensos No. 309/3.2/B.S00.01/2/2025, tanggal 3 Februari 2025, kepada stafnya Indra Bismantara, Pekerja Sosial Ahli Muda Direktorat PSKBA dan Ammar Hanif Al Banna, ikut mendampingi staf Dinsos dan Tagana Propinsi Sumatera Barat,  Bidang Linjamsos Dinsos PPrPA Kabupaten Pesisir Selatan.

    Verivali  ( Verifikasi dan Validasi ) ini menindaklanjuti Surat Sekretaris Daerah Pesisir Selatan No.400.9.10/2055/Dinsospprpa/2024 tanggal 16 Desember 2024,  hal Permohonan Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) akibat bencana alam abrasi pantai dan Longsor, pohon tumbang yang terjadi di Kecamatan Sutera dan Lengayang dimana ada 7 unit rumah rusak berat, 3 rusak sedang dan 8 rusak ringan.

    Kepala Dinas Sosial PPrPA Pesisir Selatan, Wendra Rovikto didampingi bid Linjamsos, mengucapkan terimakasih kepada Tim Kemensos RI dan Dinsos Propinsi, “Kedatangan bapak-bapak sebelumnya sudah kami sampaikan kepada Bapak Sekda, Camat dan Walinagari terkait, terimakasih atas atensi dan quick responnya, semoga seluruh usulan dikabulkan, ungkapknya saat menerima tim diruang kerjanya, Kamis yang lalu (06/2)

    Verivali BBR di diawali di lokasi Nagari Koto Taratak Sutera, dihadiri oleh Walinagari dan jajaran serta keluarga terdampak yang masuk usulan BBR (3 KK), dilanjutkan di Nagari Surantih, dihadiri oleh Kasi Kesos kecamatan Sutera, Walinagari, Sekretaris dan Bendaharawan Nagari Surantih, Kepala Kampung serta beberapa keluarga terdampak (14 KK), terakhir di Nagari Lakitan dihadiri Kasi Kesos, Pj.Wali Nagari, Sekretaris Nagari, Kepala Kampung serta keluarga terdampak   (1 KK).

    Indra Bismantara, Pekerja Sosial Ahli Muda

    Direktorat PSKBA dan Ammar Hanif Al Banna menyampaikan, program BBR Kemensos adalah program sosial diselenggarakan Dirjen Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial melalui Direktorat PSKBA Kemensos, bertujuan memberikan bantuan kepada korban bencana alam yang rumahnya rusak akibat bencana, memulihkan kondisi rumah, membantu korban bencana alam untuk memperbaiki atau membangun kembali rumah yang rusak serta meringankan beban ekonomi korban, akibat kerusakan rumahnya.

    Indra menambahkan, bantuan yang diberikan berupa bahan-bahan bangunan yag dibutuhkan sesuai tingkat kerusakannya, maksimal bantuan Rp.25 juta akan disalurkan ke korban bencana alam, diharapkan dapat membantunya segera pulih dan memiiki tempat tinggal yang layak. 

    Selesai verivali lapangan, Tim PSKBA, Dinsos Prop dan Kabupaten melanjutkan dengan pembahasan sementara hasil verivali dengan penandatanganan berita acara hasil verivali di Dinas Sosial Kabupaten, dari 7 yang rusak berat,  6 layak dibantu, dari 3 rusak sedang, 1 layak dibantu, sedangkan dari 8 rusak ringan  tidak ada yang layak dibantu. Hasil berita acara ini sekembalinya ke Jakarta (Senin red) dilaporkan ke Direktur untuk rekomendasi persetujuan  (Alpin)



  • Datang Ke SPKT Polres Pessel, Pemilik Tangki CPO Bikin Laporan Polisi.

    Pesisir Selatan

    Merasa dirugikan, dan tidak terima dengan atas dugaan pemggelapan minyak CPO pelapor Robi Junaidi melaporkan peristiwa itu ke SPKT Polres Pesisir Selatan. Sabtu (8/2/2025).

    Kepada media, Robi menunjukan hasil laporan polisi LP /B/ 19/II/ 2025/ Polres Pessel tanggal 8 Februari 2025 .

    Dalam laporan tersebut Ia melaporkan perkara dugaan Tindak Pidana Penggelapan Minyak CPO satu unit truk tangki dengan nopol BA. 9392 BIJ merek Hino milik PT. Erlimaem Lestari Abadi dengan DO no 2025 MM – CPO/ DO/17/LDS angkutan PT. Lestari Buana Sakti.

    ” Kejadian itu baru kita ketahui pada hari Sabtu 8 Februari 2025 pukul 05.30 Wib, bertempat di jalan raya Air Haji, Kenagarian Ilalang Panjang, Kecamatan Air Pura, Kecamatan Air Pura, Kabupaten Pesisir Selatan,” ucap Robi Junaidi.

    Ia mengatakan, dalam laporan ke SPKT Polres Pessel sebagai pelapor ZA sopir tangki CPO. Diduga melakukan tindak Pidana Penggelapan minyak CPO.

    Lebih lanjut, tentunya pihaknya menyerahkan hasil pelaporan ke SPKT Polres Pessel untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut (Rio)



  • Pimpinan  Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan Gelar Pelatihan  Mubaligh Muhammadiyah PDM Pessel, Jumat 7 – 9 Februari di Kator PDM Pesisir Selatan.

    Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah di ikuti oleh  seluruh Pimpinan Cabang  dan Pimpinan Cabang Aisyiah  se Kabupaten Pesisir Selatan.

    Pelatihan Mubaligh  Muhammadiyah mengambil Tema Mewujudkan  Dakwah Inclusif  dan Berkemajuan  untuk Kemaslahatan Umat.

    Acara Pelatihan  Mubaligh  dihadiri  oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Dr. Bakhtiar, M.Ag, Drs.H.Apris, MM, Dr. Murisal, M.Pd, Drs.Jon Misfar M.Pd, Dr. Firdaus,M.Ag, Hendri Navigator,M.Pd,  Dr Syafril Nalus, MA, Maspeng, MA, Endrio Febrianda, dan Jasrizal.

    Sebelum acara pelatihan  Mubaligh dilaksanakan  diawali dengan sambutan – sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia Pelatihan Mubaligh  Dr.(C) Mardianton, M.Pd dalam sambutannya Mardianton menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi  dalam acara tersebut.

    Selanjutnya sambutan  disampaikan oleh  Wakil  Ketua yang membidangi  Majelis Tabligh Dr.Afrianto,M.Ag menyampaikan  kepada semua hadirin yang hadir bahwa  pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kopetensi Mubaligh dan diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti dengan sungguh – sungguh  pelatiahan ini samapai selesai.

    Pada kesempatan itu hadir juga Wakil Bupati Pessel terpilih  Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag memberikan dukungan yang luar biasa  kepada peserta Pelatihan  Mubaligh yang hadir.

    Ketua PWM Sumatera Barat  Buya Dr. Bakhtiar, M.Ag  menyampaikan target Mubaligh  untuk Sumbar adalah  2000 Mubaligh  se Sumatera Barat, sehingga mampu melayani   masyarakat dan  masjid – masjid yang ada di Sumbar.

    Harapan ketua PWM Sumbar Buya Dr. Bakhtiar semoga kedepanya muncul mubaligh yang andal dan terorganisir dan terkonsulidasi

    dengan baik di bawah komando Majelis Tabligh Muhammadiyah ( Alpin)



  • Direktorat PSKBA Kemensos  Salurkan Santunan Tiga Korban Bencana Alam Pesisir Selatan

    Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA)  Salurkan Santunan 3 (tiga) Korban Bencana Alam Pesisir Selatan tahun 2024 melalui rekening masing-masing ahli waris, Kamis lalu (30/01).

    Alhamdulillah Direktorat PSKBA melalui Tim koordinatornya Dika Yudhistira Rizqy menginformasikan via Whats Ap, “usulan santunan kematian 3 korban bencana alam sudah dicairkan dan meminta Dinas Sosial Pesisir Selatan memfasilitasi penandatanganan Berita Acara Serah  Terima (BAST) dan dokumentasinya”.

    Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial PPrPA Kab. Pesisir Selatan, diwakili Kabid Linjamsos dan PFM, Dinsos hari itu juga  langsung fasilitasi penandatanganan BAST santunan kematian oleh masing-masing ahliwaris, yaitu Dini Tri Defia Anak Kandung Almh Siti Hasnah di rumah keluarganya Lakitan Kec. Lengayang, dihadiri Sekretaris Nagari merangkap Plh. Wali Nagari  Yeni Rozalinda, Walikampung dan keluarga yang bersangkutan, Rita Mardiani Ibu Kandung Alm. Ikhsan Ranadi (Surantih Kec. Sutera) di Nagari Surantih Kec. Sutera, dihadiri Wali Nagari Amsuardi dan Kasi Pelayanan Nagari dan  Hendrizal Anak Kandung Almh Tunek (Aurduri Surantih Kec. Sutera) bertempat di Kantor Wali Nagari Aurduri Surantih Kec Sutera, dihadiri Sekretaris Nagari, Indra. Nominal bantuan masing-masing sebesar Rp.15 juta dan sudah masuk ke rekening masing-masing ahli waris.

    Sebelumnya, usulan bantuan santunan kematian 3 (tiga) ahli waris korban bencana alam Pesisir Selatan ini diajukan  ke Direktur PSKBA RI melalui Surat Sekretaris Daerah No.400.9.10/1986/DinsosPPrpa/2024 tanggal 10 Desember tahun 2024 lalu, menindaklanjuti laporan Wali Nagari Lakitan Kecamatan Lengayang kejadian bencana alam korban Hasnah Dewi tertimpa pohon kelapa akibat badai, Ikhsan Ranadi korban tenggelam di laut akibat diterjang ombak badai besar dari Laporan Walinagari Sutera tanggal 10 September 2024 , serta Almh.Tunek korban banjir besar 7 Maret 2024 di Aurduri Sutera yang terlambat dilaporkan tanggal 17 September 2024.

    Kabid Linjamsos menambahkan Pemda juga telah mengusulkan santunan kematian 5 (lima) korban bencana alam banjir dan tenggelam tanggal 24 Januari 2025 yang terjadi di wilayah kecamatan Lengayang, Linggosari Baganti dan Silaut diawal tahun 2025. Hasil konfirmasi dengan PSKBA Kemensos hari ini (Selasa 3/2), sedang proses verifikasi permintaan pencairan dana.

    Sekretaris Daerah atas nama Pemerintah daerah menyampaikan ucapan terimakasih banyak kepada PSKBA Kemensos RI, Dinas Sosial Propinsi Sumatera Barat, Camat beserta Walinagari terkait atas bantuan dan fasilitasinya serta berharap  agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, untuk ahli waris korban bencana alam yang terjadi di awal tahun 2025, Insyahallah dalam waktu dekat juga segera cair, imbuhnya.(Alpin)



  • Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat  Gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kerja Pimpinan Perserikatan dan Penyusunan Program Prioritas Tahun 2025.

    Acara ini diikuti oleh 19 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten dan Kota se-Sumatera  Barat dan diadakan di Gedung Da’wah Muhammadiyah Sumatera Barat pada Minggu, 2 Februari 2025.

    Utusan dari Pimpinan Daerah  Muhammadiyah  Kabupaten Pesisir Selatan  Adril Maiyanto, M.Pd  sekretaris PDM dan Elpinas, S.Kom Bendahara  PDM Kabupaten Pesisir Selatan.

    Dalam acara tersebut, hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Dr. Bakhtiar M.Ag,  Drs. H. Apris, MM, Dr. Murisal, S.Ag, M.Pd, dan  juga Drs. Jon Misfar sebagai wakil sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sematera Barat

    Buya H. Apris menyampaikan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam kegiatan organisasi.

    Menurut Buya H. Apris, unsur pimpinan yang tidak hadir dalam rapat tiga kali berturut-turut tanpa khabar berita harus disurati oleh ketua  dan sekretaris itulah tugas  dan tanggung  jawab Ketua  Pimpinan Daerah Muhammadiyah  untuk memenag organisasi,  Jika mereka masih tidak hadir setelah disurati, maka mereka dapat di non jobkan atau  diberhentikan melalui sidang pleno. Hal ini penting untuk menjaga kedisiplinan dan keefektifan organisasi, ujar Buya Apris dengan tegas. (Alpin)



  • MTsN 7 Pesisir Selatan Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan Khidmat

    Lumpo, 31 Januari 2025 – MTsN 7 Pesisir Selatan menggelar acara peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW di lapangan madrasah pada Jumat, 31 Januari 2025. Acara tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, dihadiri oleh para guru, siswa/imadrasah setempat.

    Dalam sambutannya, Kepala MTsN 7 Pesisir Selatan, Metriadi, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini terasa spesial karena dilaksanakan secara mandiri. “Tahun ini MTsN 7 Pessel melaksanakan kegiatan secara mandiri. Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana kami selalu bergabung dengan madrasah lain di sekitar Lumpo. Semoga acara ini menjadi momentum berharga untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa,” ujar Metriadi. Beliau juga berpesan agar seluruh siswa mengikuti acara ini dengan khidmat dan penuh perhatian.

    Sebagai penceramah, hadir Ustaz Adril Maiyanto, M.Pd., seorang mubaligh sekaligus Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan. Dalam ceramahnya, Ustaz Adril menyampaikan sejumlah pesan penting yang berkaitan dengan hikmah Isra’ dan Mi’raj. Beliau menekankan tiga poin utama:

    Kekuasaan Mutlak Milik Allah SWT: Ustaz Adril mengingatkan bahwa manusia hanyalah makhluk yang dikuasai oleh Allah, sehingga keimanan kepada-Nya harus senantiasa terjaga.

    Indahnya Shalat: Shalat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan setiap Muslim.

    Risalah Akhlak dan Rahmatan lil ‘Alamin: Rasulullah SAW membawa misi besar berupa akhlak mulia dan kasih sayang bagi seluruh alam, yang harus dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

    Acara ini ditutup dengan doa bersama dan antusiasme dari para siswa yang berharap dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang telah disampaikan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

    Dengan terselenggaranya acara ini, MTsN 7 Pesisir Selatan berharap dapat memperkuat iman dan semangat beribadah para siswa, sekaligus menjadi pengingat pentingnya meneladani perjuangan Rasulullah SAW.(Alpin)



  • PTUN Padang Mengabulkan Gugatan Andre Saputra, Pemda  Pesisir Selatan  Diperintahkan  Lantik  Andre Saputra Sebagai Wali Nagari Nanggalo, Rabu 15/1/2025

    Andre Saputra telah terpilih sebagai Wali Nagari Nanggalo pada tanggal 27 November 2023, namun pelantikannya masih saja di tunda oleh Pemda  Pesisir Selatan.  Masyarakat Nanggalo telah menunggu kepastian pelantikan Wali Nagari selama beberapa bulan belakangan ini.

    Akhirnya setelah melalui beberapa persidangan,Majelis Hakim PTUN Kota Padang telah mengeluarkan putusan nomor “19/G/TF/2024/PTUN.PDG” yang pada intinya MENGABULKAN GUGATAN PENGGUGAT UNTUK SELURUHNYA.

    Adapun di antaranya seperti  menyatakan tindakan administrasi  pemerintah dari tergugat yang tidak mengesahkan PAW Wali  Nagari terpilih di Nagari Nanggalo Kecamatan  Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan PERBUATAN MELANGGAR HUKUM oleh PEJABAT PEMERINTAH, sehingga mewajibkan tergugat (PEMKAB PESSEL) untuk melakukan tindakan administrasi  pemerintahan berupa pengesahan PAW Wali nagari terpilih di Nagari Nanggalo, Kecamatan Koto XI Tarusan,Kabupaten  Pesisir  Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

    Berdasarkan keputusan Badan Pemursyawaratan Nagari Nanggalo nomor 07 tahun 2023 tentang penetapan Wali Nagari terpilih tertanggal 27 November 2023,terhadap saudara Andre Saputra, S.Psi, M.M., sebagai Wali Nagari Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagaimana diatur dalam peraturan Bupati Pesisir Selatan Nomor 21 Tahun 2016.

    putusan ini merupakan hasil dari gugatan yang diajukan oleh Andre Saputra terkait penundaan pelantikannya  sebagai Wali Nagari Nanggalo sehingga dapat menyelesaikan persoalan yang  dapat memberikan kepastian bagi  masyarakat Nanggalo. Pemda Pesisir Selatan diharapkan dapat segera melaksanakan putusan tersebut dan melantik Andre Saputra sebagai Wali Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir  Selatan ( Alpin)



  • Oleh: Mardianton

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Bidang Ekonomi dan Pariwisata

    Pesisir Selatan Menjadi Pusat Ekowisata Halal dengan Pendekatan Konservasi Hutan Mangrove, Mardianton Mahasiswa Doktoral UNP Soroti Potensi Lokal

    Oleh: Mardianton

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Bidang Ekonomi dan Pariwisata

    Painan, 11 Januari 2025 – Pesisir Selatan, sebuah daerah yang dijuluki sebagai “negeri sejuta pesona,” kembali menarik perhatian dengan potensi luar biasa dalam bidang pariwisata. Keindahan alam yang menyelimuti kawasan ini, dari pantai yang membentang hingga hutan mangrove yang hijau, membuatnya menjadi tempat yang sangat menjanjikan bagi pengembangan ekowisata. Salah satu figur yang kini terdepan dalam kajian ini adalah Mardianton, seorang mahasiswa doktoral Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang (UNP), yang tengah mengembangkan riset terkait ekowisata konservasi hutan mangrove dalam perspektif pengembangan kapasitas objek wisata berbasis masyarakat.

    Mardianton menyatakan bahwa ekowisata di Pesisir Selatan tidak hanya berfungsi sebagai sektor yang dapat meningkatkan ekonomi, namun juga menjadi media penting untuk melestarikan lingkungan dan kearifan lokal. Fokus penelitiannya lebih mendalam pada bagaimana masyarakat setempat dapat berperan aktif dalam pengelolaan potensi wisata alam, khususnya di sepanjang garis pantai Pesisir Selatan yang membentang dari Kawasan Madeh di Kecamatan Koto XI Tarusan hingga ke Pantar Sambungo di Kecamatan Silaut.

    Ekowisata Sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan

    Pesisir Selatan, dengan kekayaan alam yang dimilikinya, memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi ekowisata kelas dunia. Salah satu aspek penting dari pengembangan ekowisata di daerah ini adalah konservasi hutan mangrove yang dianggap vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Hutan mangrove di Pesisir Selatan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alam dari erosi dan abrasi, tetapi juga menyediakan habitat yang sangat penting bagi berbagai spesies flora dan fauna, yang tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

    Mardianton menekankan bahwa untuk mengoptimalkan potensi ini, pengelolaan ekowisata harus melibatkan masyarakat secara aktif. “Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pengelolaan ekowisata, karena mereka yang paling tahu tentang kondisi dan kebutuhan lingkungan sekitar,” ujar Mardianton. Masyarakat lokal, menurutnya, harus dilibatkan tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai pengelola dan pemangku kepentingan utama dalam setiap tahap pengembangan pariwisata.

    Pariwisata Halal: Sinergi Ekowisata dan Kearifan Lokal

    Dalam risetnya, Mardianton juga mengangkat pentingnya pengembangan pariwisata halal di Pesisir Selatan. Pariwisata halal, yang kini semakin diminati oleh wisatawan domestik dan internasional, tidak hanya melibatkan penyediaan fasilitas yang sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga mendukung pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan potensi wisata yang ada. Mardianton mengusulkan agar Pemerintah Daerah Pesisir Selatan menyusun regulasi yang jelas mengenai pariwisata halal dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda), yang dapat dijadikan pedoman bagi pelaku usaha dan wisatawan.

    Pengembangan sektor pariwisata halal di Pesisir Selatan diyakini dapat memberikan dampak positif yang besar, baik bagi ekonomi lokal maupun bagi citra daerah sebagai destinasi wisata yang ramah dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Hal ini juga akan memperkuat keberadaan Pesisir Selatan sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan alam, tetapi juga kaya akan budaya dan kearifan lokal yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

    Menuju Pariwisata Berkelanjutan

    Mardianton berharap, melalui riset dan kontribusinya, Pesisir Selatan dapat menjadi model pengembangan ekowisata berbasis masyarakat yang mengutamakan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal. “Keberlanjutan adalah kunci utama dalam pengembangan pariwisata di Pesisir Selatan. Dengan memadukan ekowisata, konservasi hutan mangrove, dan pariwisata halal, kita dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan budaya setempat,” ujarnya.

    Dengan berbagai potensi yang ada, Pesisir Selatan semakin dipandang sebagai kawasan wisata yang menjanjikan bagi para wisatawan yang mencari pengalaman berbeda, yakni yang menggabungkan keindahan alam, kearifan lokal, dan prinsip-prinsip keberlanjutan. Inovasi dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, seperti yang digagas oleh Mardianton, tentunya akan menjadi langkah penting menuju masa depan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan di kawasan ini (Alpin)



  • Oleh: Adril Maiyanto,S.Pd.,M.Pd. (Guru MTsN 7  Pesisir Selatan)

    Meningkatkan Mutu Pendidikan di Tengah Tantangan Era Digital

    Oleh: Adril Maiyanto,S.Pd.,M.Pd. (Guru MTsN 7  Pesisir Selatan)

    Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa. Namun, tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan di Indonesia semakin kompleks, terutama di era digital ini. Transformasi teknologi telah mengubah cara belajar dan mengajar, tetapi apakah sistem pendidikan kita mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut?

    Salah satu isu utama adalah kesenjangan digital. Meskipun pemerintah telah meluncurkan program digitalisasi sekolah, banyak wilayah di Indonesia, terutama daerah terpencil, masih belum memiliki akses internet yang memadai. Akibatnya, siswa dan guru di daerah ini sulit memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan yang harus segera diatasi.

    Selain itu, kurikulum Merdeka yang dicanangkan untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek dan kreativitas masih menghadapi hambatan implementasi. Banyak guru yang belum siap secara teknis dan pedagogis untuk menjalankan kurikulum ini. Pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan perlu diperkuat agar guru benar-benar mampu menerapkannya dengan efektif.

    Di sisi lain, perhatian terhadap pendidikan karakter juga menjadi isu yang tak kalah penting. Era digital memberikan kemudahan akses informasi, tetapi juga membawa ancaman seperti penyebaran hoaks, radikalisme, dan degradasi moral. Pendidikan harus mampu menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembentukan karakter mulia.

    Langkah nyata yang dapat diambil adalah dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Pemerintah harus mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang merata. Masyarakat perlu mendukung pendidikan dengan memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak. Pihak swasta juga dapat berperan melalui penyediaan program beasiswa atau pelatihan teknologi.

    Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Untuk menghasilkan generasi emas Indonesia 2045, kita membutuhkan sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. Era digital menawarkan peluang besar, tetapi tanpa persiapan yang matang, peluang itu bisa menjadi ancaman. Mari bersama-sama memastikan pendidikan Indonesia mampu menjawab tantangan zaman ( Alpin))