Category: Nasional


  • IPSI Pessel Sukses Gelar Seleksi Porprov Sumbar 2026, Lahirkan Atlet-Atlet Potensial

    PESISIR SELATAN — Kambang nrtvnews.info  Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan sukses menggelar seleksi atlet untuk menghadapi Porprov Sumbar 2026. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 23.00 WIB tersebut, berhasil menjaring atlet-atlet terbaik dari berbagai kelas pertandingan, Minggu 24/5/26

    Seleksi ini diikuti oleh berbagai perguruan silat yang ada di Pesisir Selatan, termasuk nomor tanding dan seni tunggal putra-putri. Antusiasme peserta maupun masyarakat terlihat tinggi sepanjang jalannya pertandingan.

    Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

    “Terima kasih kepada ketua panitia dan seluruh stakeholder yang telah membantu pelaksanaan seleksi Porprov ini. Kerja keras kita bersama mudah-mudahan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT dan mampu memberikan hasil terbaik untuk Pesisir Selatan,” ujar Muslim Arif.

    Ia juga menegaskan bahwa para atlet yang berhasil lolos dalam seleksi ini nantinya akan menjadi wakil Kabupaten Pesisir Selatan pada ajang Porprov Sumbar 2026.

    Salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian penonton datang dari kelas A. Atlet Perguruan Tapak Suci, Raken, tampil memukau sejak babak penyisihan hingga final. Meski mengalami cedera serius di bagian pipi akibat pukulan lawan, Raken tetap menunjukkan semangat juang tinggi dan berhasil meraih juara pertama di kelasnya.

    Selain itu, penampilan Rangga Firnando dari Perguruan Harimau Samudera di kelas D juga mendapat apresiasi dari penonton. Rangga tampil impresif dengan permainan terbaiknya sepanjang pertandingan.

    Disamping itu ada juga Nadia Mar’atush Shaliha  Kelas A Putri, M. Wahyu Darmawan Kelas B Putra , Farezi Anugerah Kelas C  dan Zetri Ilahi kelas F dari Perguruan Harimau Samudera.

    Tak hanya para atlet, perhatian masyarakat juga tertuju kepada wasit juri asal Sumbar, Nurul Elmira. Sikapnya yang tegas, disiplin, dan berwibawa saat memimpin pertandingan menjadi perbincangan positif di tengah masyarakat Pesisir Selatan.

    Dengan suksesnya pelaksanaan seleksi ini, IPSI Pesisir Selatan optimistis dapat melahirkan atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah pada ajang Porprov Sumbar 2026 mendatang.(Alpin)



  • Ketua IPSI Pessel Muslim Arif Buka Seleksi Porprov 2026 di  Kambang

    PESISIR SELATAN — Kambang  nrtvnews.info Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan, Muslim Arif, resmi membuka kegiatan Seleksi Atlet Pencak Silat menuju Porprov Sumbar 2026 di Lapangan Futsal Keluarga Pasar Kambang, Kecamatan Lenggayang, Minggu (24/5/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lenggayang Novri, SE, Ketua KONI Pesisir Selatan yang diwakili Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Bimpres) Wawan Kurniawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Ketua IPSI Pessel Muslim Arif menegaskan bahwa pencak silat harus menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan prestasi bagi generasi muda Pesisir Selatan.

    Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti seleksi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

    “Pencak silat harus menjadi prestasi bagi adik-adik semua. Ikuti seleksi ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat,” ujarnya.

    Muslim Arif juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah mempersiapkan kegiatan seleksi secara maksimal dan profesional.

    “Seleksi ini dilaksanakan secara profesional tanpa ada titipan dari siapa pun. Semua murni berdasarkan prestasi,” tegasnya.

    Sementara itu, perwakilan KONI Pesisir Selatan, Wawan Kurniawan, meminta para atlet agar mampu membawa nama baik daerah pada ajang Porprov Sumbar 2026 mendatang.

    “Adik-adik harus mampu membanggakan Pesisir Selatan di ajang Porprov nanti,” katanya.

    Di kesempatan yang sama, Camat Lenggayang Novri, SE, juga memberikan motivasi kepada para peserta agar serius menjalani proses latihan dan seleksi.

    “Lakukan latihan secara maksimal. Seleksi ini membutuhkan keseriusan agar bisa tampil di Porprov nanti,” ungkap Novri.

    Ia juga berharap seluruh dewan juri dan perangkat pertandingan dapat memberikan penilaian secara profesional dan objektif.

    “Kepada para juri, berikanlah penilaian yang profesional dan terbaik, jangan sampai merugikan atlet kita. Selamat bertanding,” tutupnya.

    Dalam struktur kepanitiaan dan perangkat pertandingan, Technical Delegate dipercayakan kepada Dodi Eka Putra. Sementara Dewan Hakim dipimpin oleh Afdalia Melico dan Ketua Pertandingan dijabat oleh Kiki Gusnaidi.

    Adapun susunan dewan juri dan wasit yang bertugas pada seleksi tersebut yakni Aldi Wirnata, Aldi Goes, Nova, Rino Yuhanda, Fauzi Abadi, Zico Yahya Pratama, Nurul Elmira, Noli Anjalka Putra, serta Zendri.(Alpin)



  • Sosialisasi Aturan Baru Pencak Silat dan Technical Meeting Seleksi Porprov XVI Sumbar Digelar di Kambang

    Pesisir Selatan – Kambang nrtvnews.info Dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap regulasi terbaru pertandingan pencak silat, kegiatan Sosialisasi Aturan Baru Pencak Silat bersama Wasit Nasional Bung Riki sukses digelar di Lapangan Futsal Keluarga Pasar Kambang, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan Technical Meeting Seleksi Porprov XVI Sumatera Barat.

    Acara tersebut dihadiri oleh seluruh wasit juri, pelatih, serta insan pencak silat dari berbagai perguruan dan daerah yang akan mengikuti proses seleksi menuju Porprov XVI Sumbar 2026. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias, karena materi yang disampaikan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan pertandingan resmi ke depan.

    Dalam pemaparannya, Wasit Nasional Bung Riki menjelaskan berbagai perubahan aturan terbaru pencak silat yang akan diterapkan pada ajang resmi, termasuk sistem penilaian, ketegasan terhadap pelanggaran, hingga mekanisme pertandingan modern yang mengedepankan sportivitas dan profesionalisme.

    “Kegiatan ini sangat penting agar seluruh pelatih dan wasit memiliki pemahaman yang sama terhadap aturan terbaru, sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi saat pertandingan berlangsung,” ujar Bung Riki di hadapan peserta.

    Selain sosialisasi aturan, technical meeting juga membahas teknis pelaksanaan Seleksi Porprov XVI Sumbar, mulai dari jadwal pertandingan, kategori tanding, administrasi atlet, hingga kesiapan perangkat pertandingan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi Porprov Sumbar 2026 yang tengah dimatangkan oleh KONI Sumbar.

    Para peserta berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas SDM pencak silat di Sumatera Barat, baik dari sisi atlet, pelatih, maupun perangkat pertandingan.

    Dengan terlaksananya sosialisasi dan technical meeting ini, diharapkan pelaksanaan seleksi berjalan lancar, sportif, dan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik yang akan membawa nama daerah pada ajang Porprov XVI Sumbar mendatang.(Alpin)



  • Seleksi Porprov XVI Sumbar Tingkat Pesisir Selatan Siap Digelar, Persiapan Capai 85 Persen

    PESISIR SELATAN — Kambang nrtvnews.info Panitia pelaksana Seleksi Porprov XVI Sumatera Barat cabang olahraga pencak silat tingkat Kabupaten Pesisir Selatan memastikan seluruh persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 85 persen. Kegiatan seleksi tersebut akan digelar di Lapangan Futsal Keluarga Pasar Kambang, Minggu (24/5/2026).

    Koordinator acara, Syafridon, menyampaikan bahwa panitia terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis demi kelancaran jalannya seleksi atlet menuju ajang Porprov XVI Sumbar.

    Dalam struktur kepanitiaan dan perangkat pertandingan, Technical Delegate dipercayakan kepada Dodi Eka Putra. Sementara Dewan Hakim dipimpin oleh Afdalia Melico dan Ketua Pertandingan dijabat Kiki Gusnaidi.

    Adapun susunan dewan juri dan wasit yang akan bertugas pada seleksi tersebut yakni Aldi Wirnata, Aldi Goes, Nova, Rino Yuhanda, Fauzi Abadi, Zico Yahya Pratama, Nurul Elmira, Noli Anjalka Putra, serta Zendri.

    Seleksi kali ini diikuti sejumlah perguruan silat yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, di antaranya Tapak Suci, SMI, Tribela, Pat Banbu, PSHT, IKS Pi Kera Sakti, Anak Nagari, Harimau Tongga, Harimau Sumatera, Saraso, dan HCKH.

    Panitia juga memastikan kesiapan tim pendukung, termasuk tim medis yang dibantu langsung oleh Kepala Puskesmas Kambang, Fitri Armanita, S.Tr.Keb. Sedangkan pengamanan kegiatan turut mendapat dukungan dari Kapolsek Lengayang beserta jajaran.

    Untuk memantapkan pelaksanaan pertandingan, panitia menjadwalkan technical meeting pada malam hari sebelum kegiatan berlangsung. Pertemuan tersebut akan diikuti oleh seluruh wasit dan juri guna menyamakan persepsi terkait aturan dan teknis pertandingan.

    Rencananya, acara seleksi akan dibuka langsung oleh Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif.

    Melalui seleksi ini, diharapkan akan lahir atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Pesisir Selatan pada ajang Porprov XVI Sumatera Barat mendatang.(Alpin)



  • O2SN Tingkat SLTA Wilayah VII Sumbar Resmi Ditutup, Atlet Terbaik Siap Berlaga ke Tingkat Provinsi

    Painan — nrtvnews.info Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SLTA yang digelar di GOR Zenizen Painan resmi berakhir hari ini, Jumat 22/5/2026

    Kegiatan yang berada di bawah naungan Kacabdin Wilayah VII Sumatera Barat, Muslim Arif, berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas dari para peserta.

    Acara penutupan turut dihadiri Wakil Ketua I IPSI, Afdalia Melico, bersama para official, guru pendamping, dan atlet dari berbagai sekolah di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Ketua Panitia Pelaksana, Aswil Yuli Zikri menyampaikan bahwa cabang olahraga yang diperlombakan dalam O2SN tahun ini terdiri dari pencak silat, bulu tangkis, renang, Atletic dan panjat tebing. Menurutnya, para juara yang berhasil meraih prestasi terbaik nantinya akan mewakili daerah untuk bertanding di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

    “Melalui O2SN ini kita berharap lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Aswil saat penutupan kegiatan.

    Pada cabang pencak silat kategori jurus tunggal putra, persaingan berlangsung ketat hingga akhirnya Muhammad Rhazes Algani dari SMA 2 Bayang berhasil meraih Juara 1. Posisi Juara 2 diraih Fazli Nurkamal dari SMA 3 Painan. Sementara Muhammad Razwan dari SMA 1 Painan serta Muhammad Rendi Arizky dari SMA 1 BAB sama-sama meraih Juara 3.

    Untuk kategori jurus tunggal putri, Fadila Agnof dari SMA 1 Lunang tampil gemilang dan keluar sebagai Juara 1. Juara 2 diraih Chikita Anindya Diza dari SMA 1 Ampek Balai. Sedangkan Juara 3 bersama diraih oleh Syafirah Hayatun Nisa dari SMA 1 Painan dan Cavela Marsalira dari MAN 2 Pessel.

    Kegiatan O2SN ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet pelajar sekaligus mempererat silaturahmi antar sekolah di Wilayah VII Sumatera Barat. Dengan berakhirnya ajang ini, para pemenang akan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat provinsi.(Alpin)



  • Heboh di Nagari Lumpo, Mantan TNI Buat Kapal Fiber 12 Meter di Samping Kantor Wali Nagari

    Pesisir Selatan – Lumpo  nrtvnews.info  Warga Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, dibuat terkejut dengan aktivitas yang tidak biasa di daerah mereka. Seorang mantan anggota TNI AL Lanal Ternate Maluku Utara bernama Yefri Putra Utama, yang akrab dipanggil Jefri, terlihat sedang membuat sebuah kapal berbahan fiber dengan panjang mencapai 12 meter di samping Kantor Wali Nagari Lumpo, Kamis 21/5

    Aktivitas pembuatan kapal tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat sekitar. Pasalnya, selama ini warga setempat lebih sering melihat pembuatan kapal dilakukan di kawasan pinggir pantai, bukan di tengah lingkungan pemukiman dan dekat kantor pemerintahan nagari.

    Jefri yang pernah bertugas sebagai anggota TNI AL di Ternate mengaku kegiatan tersebut dilakukan untuk mengisi waktu luang setelah tidak lagi aktif berdinas. Namun, siapa sangka, kegiatan sederhana itu justru memunculkan rasa kagum dan kebanggaan di tengah masyarakat.

    “Baru pertama kali ini ada warga yang membuat kapal sebesar ini di Nagari Lumpo. Biasanya orang membuat kapal di tepi pantai,” ujar salah seorang warga yang ikut menyaksikan proses pembuatan kapal tersebut.

    Keberadaan kapal fiber itu bahkan mengingatkan sebagian masyarakat pada kisah Nabi Nuh AS yang membangun kapal di tempat yang tidak biasa. Bedanya, jika Nabi Nuh membuat kapal di atas gunung, maka Jefri membangun kapal di tengah kampung yang jauh dari bibir pantai.

    Semangat dan kreativitas mantan prajurit TNI tersebut mendapat apresiasi dari warga. Banyak yang menilai bahwa kegiatan positif seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi para pensiunan lainnya agar tetap produktif dan berkarya.

    Masyarakat berharap kreativitas Jefri tidak hanya menjadi kebanggaan Nagari Lumpo, tetapi juga mampu membuka motivasi baru bagi generasi muda dan para pensiunan untuk memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

    Dengan ketekunan dan semangat berkarya, Jefri membuktikan bahwa masa pensiun bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal untuk terus menciptakan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.(Alpin)



  • Aliansi Peduli Masyarakat Nagari Siap Kawal Rekomendasi DPRD Pessel Terkait Isu Klenteng

    PESISIR SELATAN — nrtvnews.info Isu pembangunan klenteng yang belakangan berkembang di Kabupaten Pesisir Selatan terus menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Aliansi Peduli Masyarakat Nagari menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap proses dan keputusan yang diambil pemerintah daerah sesuai rekomendasi DPRD Pessel, Kamis (21/5)

    Hal itu disampaikan Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Nagari, Maulana Makmun, dalam sebuah diskusi santai yang berlangsung di kawasan Tarusan.

    Dalam keterangannya, Maulana Makmun atau yang akrab disapa Simon Tanjung menyampaikan tiga poin penting sikap aliansi terhadap persoalan yang tengah berkembang di tengah masyarakat.

    “Pertama, kami siap mengawal rekomendasi DPRD Pesisir Selatan agar berjalan sebagaimana mestinya. Kedua, kami mendorong Pemerintah Daerah untuk mempercepat realisasi rekomendasi tersebut. Ketiga, kami menghimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan bersabar menunggu keputusan resmi dari pemerintah daerah,” ujar Simon Tanjung.

    Menurutnya, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia menilai, penyelesaian persoalan harus dilakukan melalui jalur hukum dan mekanisme pemerintahan yang berlaku.

    Diskusi tersebut juga dihadiri oleh pengacara kondang asal Pesisir Selatan, Nof Erika,  bersama sejumlah praktisi hukum lainnya. Kehadiran para praktisi hukum dinilai penting untuk memberikan pandangan objektif terkait langkah-langkah hukum dan administrasi yang sedang berlangsung.

    Dalam suasana penuh keakraban, para peserta diskusi sepakat bahwa stabilitas sosial dan persatuan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama di tengah berkembangnya berbagai isu di daerah.

    Aliansi Peduli Masyarakat Nagari berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan kepastian dan keputusan yang bijaksana demi menjaga ketertiban serta keharmonisan masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan (Alpin)



  • RDP PPNI dengan DPRD Pessel Berlangsung Tegang, DPRD Tegaskan Bangunan Mirip Klenteng Harus Disikapi

    Pesisir Selatan — nertvnews.info Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PPNI dengan DPRD Kabupaten Pesisir Selatan berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Pessel, Senin (18/5). Pertemuan tersebut membahas polemik bangunan yang disebut masyarakat menyerupai klenteng dan dinilai tidak sesuai dengan kearifan lokal.

    RDP dihadiri perwakilan PPNI, Rafi Ariansyah, bersama niniak mamak Datuk Ice, Ketua  Aliansi Peduli Masyarakat Nagari Simon Tanjung dan sejumlah rekan lainnya. Turut hadir Penasehat Hukum PPNI, Nof Erika.

    Dari unsur DPRD hadir Ketua DPRD Pessel Darmasyah, Wakil Ketua Dani Syofian dan Ermizen, serta sejumlah anggota DPRD lainnya.

    Sementara dari pihak Pemerintah Daerah hadir Asisten I Setdakab Pessel H. Syarial Antoni bersama Kepala Dinas PUPR, Kadispora Ronal, Kadis Perizinan Hidayat, Kepala Kesbangpol Marzan, Kadis Satpol PP, serta perwakilan Kapolres Pessel yang diwakili Kabag Ops dan sejumlah undangan lainnya.

    Sempat Terjadi Ketegangan

    Sebelum rapat dimulai, suasana sempat memanas antara Ketua DPRD dengan Ketua PPNI. Ketegangan terjadi setelah Ketua PPNI menyinggung ketidakkonsistenan jadwal rapat yang sebelumnya ditetapkan pukul 10.00 WIB, namun baru dimulai hampir pukul 11.10 WIB.

    Sejumlah awak media yang mengikuti jalannya rapat menilai DPRD Pessel belum siap menerima kritik terkait pelaksanaan tugas dan fungsi mereka.

    DPRD Bangunan Itu Memang Klenteng

    Dalam kesimpulan RDP, anggota DPRD dari Komisi IV Nasrul menegaskan bahwa bangunan yang dipersoalkan masyarakat memang merupakan klenteng dan harus segera disikapi oleh pemerintah daerah.

    Ketua DPRD Pessel menyatakan pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap bangunan tersebut.

    “Kalau bangunan itu tidak sesuai dengan kearifan lokal dan tidak diterima masyarakat, maka harus segera dirubah,” tegas Ketua DPRD.

    Ketua DPRD Kecewa dengan Jawaban Investor

    Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Pessel juga mengaku kecewa terhadap jawaban dari pihak investor yang dinilai tidak mampu memberikan kepastian terkait tenggang waktu perubahan bangunan tersebut.

    “Kalau investor tidak bisa menjawab kapan bangunan klenteng itu dirubah, kenapa saudara datang ke sini?” ucap Ketua DPRD dengan nada tegas.

    Ia juga menegaskan bahwa dirinya sebagai wakil rakyat harus berpihak kepada masyarakat.

    “Saya ini perwakilan rakyat dan harus berpihak kepada rakyat,” tutupnya ( Alpin)



  • Imral Adenansi Terpilih Aklamasi Pimpin DPD IKADIN Sumbar, Musda Berlangsung Dinamis

    Ikatan Advokat Indonesia atau IKADIN Sumatera Barat resmi menetapkan Imral Adenansi sebagai Ketua DPD IKADIN Sumatera Barat periode terbaru melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Ballroom Hotel Basko Padang, Minggu (17/05).

    Pemilihan berlangsung secara aklamasi setelah forum Musda melewati empat sesi pleno yang berjalan cukup dinamis. Sejumlah interupsi dari peserta yang berasal dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Sumatera Barat serta jajaran pengurus DPD mewarnai jalannya sidang, terutama terkait tata tertib Musda dan kriteria pencalonan bakal calon ketua.

    Sidang Musda dipimpin oleh presidium yang diketuai Dudung Abdul Razak dengan anggota presidium Widya Sulastri dan Trisno Waldi.

    Meski berlangsung alot, forum akhirnya mencapai mufakat dan menetapkan Imral Adenansi sebagai nahkoda baru organisasi advokat tersebut di Sumatera Barat.

    Dibuka DPP IKADIN Secara Daring

    Musda IKADIN Sumatera Barat tahun 2026 dibuka langsung oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKADIN secara daring yang disaksikan seluruh peserta di Ballroom Hotel Basko Padang.

    Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal DPP IKADIN, M. Rasyid Ridho menegaskan bahwa Musda merupakan proses penting dalam regenerasi kepemimpinan organisasi.

    “Musyawarah Daerah adalah prosesi suksesi kepemimpinan organisasi. Karena itu, azas musyawarah dan mufakat harus menjadi jalan utama yang ditempuh,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada peserta Musda yang tetap menjunjung nilai demokrasi dan kebersamaan dalam forum organisasi.

    “Kami bangga, masyarakat Minangkabau yang identik dengan budaya musyawarah mufakat mampu melahirkan kepemimpinan DPD IKADIN yang bijak dan visioner demi kemajuan organisasi ke depan,” tambahnya.

    Siap Mengabdi untuk Kemajuan IKADIN

    Usai ditetapkan secara aklamasi, Imral Adenansi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin IKADIN Sumatera Barat.

    Dalam sambutannya, Imral menegaskan komitmennya untuk mengabdikan diri secara penuh demi membesarkan organisasi advokat tersebut di Ranah Minang.

    “Saya ucapkan terima kasih atas amanah ini. Semoga saya diberi kekuatan untuk memimpin IKADIN satu periode ke depan. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin IKADIN akan tumbuh dan semakin besar di Sumatera Barat,” ungkapnya.

    Terpilihnya Imral Adenansi diharapkan menjadi momentum baru bagi IKADIN Sumatera Barat untuk semakin solid, profesional, dan aktif dalam memperjuangkan peran advokat serta penegakan hukum di daerah.(Alpin)



  • Kacabdin Wilayah VII Sumbar dan Kajari Pessel Bahas Sinergi Membangun Pendidikan Lebih Baik

    Pesisir Selatan – Painan  nrtvnews.info Muslim Arif menggelar diskusi ringan bersama Mohd Radyan di Kantor Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Kamis (14/5). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarinstansi demi mendorong kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak membahas berbagai langkah strategis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, transparan, dan berkualitas di masa mendatang. Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum dalam mendukung pembinaan generasi muda.

    Kacabdin Wilayah VII Sumbar, Muslim Arif, menyampaikan bahwa pendidikan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen, termasuk institusi penegak hukum, agar tercipta sistem pendidikan yang sehat dan berintegritas.

    Sementara itu, Kajari Pesisir Selatan, Mohd Radyan, S.H., M.H., menegaskan komitmen Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan untuk terus mendukung program-program pendidikan yang berdampak positif bagi masyarakat dan pelajar.

    Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Sumbar dan Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan dalam menghadirkan pendidikan yang maju, aman, dan berdaya saing di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • PWM Sumbar dan PDM Pessel Matangkan Rencana SMP Muhammadiyah Bayang Jadi Boarding School

    Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti hasil Putusan Pleno ke-163 PWM Sumbar terkait pengembangan SMP Muhammadiyah Bayang menjadi sekolah berbasis Boarding School.

    Rapat tersebut dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumbar pada Rabu, 13 Mei 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan sistem pendidikan berasrama yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Hadir dalam rapat tersebut sejumlah pimpinan PWM Sumbar, di antaranya Buya Dr. Bakhtiar, Buya  Ir. Yosmeri Yusuf, Buya H.Drs. Jon Misfar, serta Buya Mahardi.

    Sementara dari PDM Pesisir Selatan turut hadir Adril Maiyanto, Elpinas, H. Mardani, Hj. Nasrida, dan Yuliandri.

    Dalam rapat tersebut, peserta membahas berbagai aspek penting terkait persiapan Boarding School, mulai dari persoalan teknis, kesiapan sarana dan prasarana, hingga proses perizinan sekolah. Selain itu, dibahas pula strategi penerimaan peserta didik baru yang direncanakan mulai dibuka pada tahun ajaran ini.

    Sebagai bentuk penguatan tata kelola sekolah, rapat juga menetapkan susunan Badan Pengawas Sekolah (BPS) SMP Muhammadiyah Bayang. Jabatan Ketua dipercayakan kepada Buya Emilzon Taslim. Sementara posisi Wakil Ketua diamanahkan kepada Elpinas, Sekretaris kepada H. Mardani, Wakil Sekretaris kepada Adril Maiyanto, serta Bendahara kepada Hj. Nasrida.

    Untuk mempersiapkan operasional sekolah, Yuliandri ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah.

    PWM Sumbar berharap perubahan SMP Muhammadiyah Bayang menjadi Boarding School dapat menjadi pusat pendidikan Islam modern yang unggul, berkarakter, dan mampu mencetak generasi berakhlak mulia serta berprestasi di Sumatera Barat.(Alpin)



  • IPSI Pessel Bentuk Panitia Seleksi Porprov 2026, Targetkan Emas di Semua Kelas

    Painan — nrtvnews.info Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar rapat pembentukan panitia seleksi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kacabdin Painan, Jumat (8/5/2026).

    Rapat dipimpin langsung oleh Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif, S.Pd.I, bersama jajaran pengurus dan unsur pimpinan IPSI Pessel lainnya.

    Dalam pertemuan itu, dibahas langkah strategis persiapan atlet, pembinaan, hingga target prestasi pada ajang Porprov mendatang.

    Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris IPSI Pessel Syafridon, SHI, K.Ka, Bendahara  Zicrie Ramadhan, Spd,  Ketua I Afdalia Melico, S.Si,  M.Pd, Ketua II Rino Yuhanda, SHI, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Dudi Mauludin, M.Pd.Kons, Bimpres Nofitri Ariani, S.Si, Anggota Pembibitan dan Pemasalan Fatmawati, S.Pd, Ketua Lembaga Wasit Juri Dodi Eka Putra, S.Pd, Ketua Lembaga Pelatih Joni Hendra, serta unsur pimpinan lainnya.

    Ketua IPSI Pessel Muslim Arif menyampaikan bahwa pembentukan panitia ini menjadi langkah awal dalam memperkuat persiapan menuju Porprov Sumbar 2026. Ia menegaskan, IPSI Pessel menargetkan prestasi maksimal dengan meraih medali emas di seluruh kelas yang dipertandingkan.

    “Target kita jelas, bagaimana atlet-atlet IPSI Pessel mampu tampil maksimal dan membawa pulang medali emas dari semua kelas yang diikuti pada Porprov nanti,” ujar Muslim Arif.

    Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pengurus, pelatih, official, dan atlet melalui pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan.

    Selain membahas pembentukan panitia, rapat juga menyoroti program pembibitan atlet, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta kesiapan teknis menghadapi agenda kejuaraan tingkat provinsi tersebut.

    Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pengurus, IPSI Pessel optimistis mampu menjadi salah satu kekuatan utama cabang pencak silat pada Porprov Sumatera Barat 2026.(Alpin)