Category: Nasional


  • Oleh : Arry Yuswandi

    [Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat]

    Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Menguat di Awal 2026

    Oleh : Arry Yuswandi

    [Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat]

    Perekonomian Provinsi Sumatera Barat menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan pada awal tahun 2026. Di tengah dinamika global dan proses pemulihan pascabencana, ekonomi daerah ini mampu tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan I 2026.  Data ini berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik Sumatera Barat, 5 Mei 2026.

    Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi daerah relatif stabil dan mulai kembali menemukan momentumnya. Tidak hanya secara tahunan, secara triwulanan (quarter-to-quarter) ekonomi Sumatera Barat juga tumbuh sebesar 3,15 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan adanya akselerasi aktivitas ekonomi setelah sempat mengalami tekanan pada periode akhir 2025.

    Struktur ekonomi Sumatera Barat masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 22,03 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hal ini menegaskan bahwa karakter ekonomi daerah ini masih sangat berbasis sumber daya alam dan sektor primer.

    Namun demikian, sektor-sektor lain juga menunjukkan kontribusi yang semakin signifikan, terutama perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, konstruksi, serta industri pengolahan. Kelima sektor ini menjadi leading sectors yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara simultan dan memperlihatkan adanya dinamika ekonomi yang semakin beragam.

    Jika ditelusuri lebih dalam, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan ini ditopang oleh beberapa faktor utama. Dari sisi lapangan usaha, sektor perdagangan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kontribusi sekitar 1,02 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi.

    Peningkatan ini didorong oleh naiknya aktivitas konsumsi masyarakat, terutama selama momentum Ramadhan dan Idul Fitri, serta lonjakan transaksi perdagangan elektronik yang tumbuh lebih dari 50 persen.

    Dari sisi pengeluaran, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi sekitar 1,99 persen. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya impor barang modal hingga 143,50 persen, termasuk mesin, alat berat, dan peralatan industri.

    Investasi tersebut berkaitan erat dengan percepatan pembangunan infrastruktur dan rehabilitasi pascabencana yang menjadi fokus pemerintah daerah dalam memulihkan aktivitas ekonomi.

    Selain itu, ekspor juga menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Ekspor barang luar negeri tumbuh 19,91 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 1,94 persen. Komoditas unggulan seperti minyak sawit (CPO) menjadi tulang punggung ekspor dengan pangsa mencapai lebih dari 80 persen.

    Di samping itu, produk kimia berbasis gambir juga mengalami lonjakan permintaan global yang signifikan, mencerminkan peluang ekspor nonmigas yang semakin terbuka.

    Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi daerah, meskipun pertumbuhannya relatif moderat. Momentum Ramadhan dan Idul Fitri memberikan dorongan signifikan terhadap belanja masyarakat, terutama pada sektor makanan, minuman, dan jasa.

    Namun, terdapat indikasi bahwa konsumsi masyarakat, khususnya di sektor agraris, masih cenderung stagnan. Hal ini tercermin dari indeks konsumsi petani yang hanya tumbuh tipis sekitar 0,52 persen.

    Di sisi lain, peningkatan tabungan masyarakat dan pertumbuhan kredit konsumsi menunjukkan adanya kehati-hatian dalam belanja, sekaligus mencerminkan optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan.

    Dari sisi fiskal, konsumsi pemerintah juga mengalami pertumbuhan yang didorong oleh peningkatan belanja pegawai, termasuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, belanja barang dan jasa justru mengalami kontraksi cukup dalam akibat efisiensi anggaran dan keterlambatan proses pengadaan di awal tahun.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa peran fiskal pemerintah masih penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi perlu diimbangi dengan efektivitas belanja agar dampaknya lebih luas dan terasa bagi masyarakat.

    Secara sektoral, hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor pengadaan listrik dan gas yang mengalami kontraksi. Menariknya, sektor dengan pertumbuhan tertinggi justru berasal dari penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh hingga 17,77 persen.

    Hal ini mengindikasikan mulai pulihnya sektor pariwisata dan ekonomi berbasis jasa. Selain itu, sektor jasa keuangan dan jasa lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang tinggi, menandakan bahwa diversifikasi ekonomi mulai berkembang dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sektor primer.

    Dalam konteks regional, Sumatera Barat menyumbang sekitar 6,83 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatera dan 1,51 persen terhadap perekonomian nasional.

    Dari sisi pertumbuhan, Sumatera Barat berada pada peringkat keempat di antara provinsi di Pulau Sumatera, menunjukkan daya saing ekonomi yang cukup kuat meskipun bukan yang terbesar secara kontribusi. Posisi ini menjadi penting sebagai indikator bahwa Sumatera Barat mampu bersaing dalam dinamika ekonomi kawasan.

    Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada Triwulan I 2026 mencerminkan proses pemulihan yang semakin solid. Kombinasi antara meningkatnya investasi, kuatnya ekspor, dan membaiknya konsumsi domestik menjadi fondasi utama pertumbuhan.

    Namun demikian, sejumlah tantangan tetap perlu diantisipasi, seperti ketergantungan pada komoditas ekspor tertentu seperti CPO, konsumsi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, efisiensi belanja pemerintah, serta ketimpangan antar sektor dan wilayah.

    Ke depan, strategi pembangunan ekonomi Sumatera Barat perlu diarahkan pada penguatan sektor hilir, diversifikasi ekonomi, serta peningkatan daya beli masyarakat agar pertumbuhan yang terjadi tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan.(Alpin)



  • PMI Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Siap Perkuat Aksi Kemanusiaan 2025–2030

    Pesisir Selatan — nrtv news.info Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) masa bakti 2025–2030 resmi dilantik dan mengikuti orientasi di Aula Ruang Rapat Sekda  Kabupaten Pessel. Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur penting daerah dan provinsi.

    Turut hadir Ketua PMI Sumatera Barat Drs. Aristo Munandar Dt. Bagindo Kayo, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Buya Zaitul Ikhlas, Raflis, dan Hidayatul Irwan. Selain itu, Anggota DPR RI Hj. Lisda Hendrajoni, Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni, jajaran kepala OPD, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, pengurus PMI, relawan, insan media, serta tamu undangan lainnya juga tampak memenuhi ruangan acara.

    Ketua PMI Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelantikan tersebut. Ia menegaskan komitmen PMI untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.

    Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni dalam arahannya menekankan pentingnya dukungan lintas sektor terhadap PMI. Ia secara tegas meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dan membantu kegiatan PMI.

    “Kalau ingin masuk surga, bantu PMI,” ujar Hendrajoni dengan penuh penekanan, yang disambut antusias oleh para hadirin.

    Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Agustina Rahmadani, S.ST, MM yang juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan PMI Pessel, serta Direktur RSUD M. Zein Painan dr. Dona Hamrita, M.Kes yang dipercaya sebagai bendahara PMI.

    Adapun susunan pengurus PMI Pesisir Selatan masa bakti 2025–2030 antara lain:

    Ketua: Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag

    Sekretaris: Refa Linda Asyuni, A.Mp

    Ketua Bidang Organisasi: Depi Yuli Hendri, SH

    Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik: Dedy Hendra Wijaya, S.Kom

    Ketua Bidang Yankessos dan Donor Darah: Lahardi Peterson, ST

    Ketua Bidang SDM dan Diklat: Andi Syafinal, M.Si

    Ketua Bidang Humas: Elpinas, S.Kom, CCNA

    Ketua Bidang Antar Lembaga: Suhendri Yatno, SH, MH

    Bendahara: dr. Dona Hamrita, M.Kes

    Anggota: Junaidi, Akhiyen Nuardi, S.Ag, M.Pd, Oriza Dharma, ST, MM, dan Don Rinaldi, S.Pd, M.Pd

    Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan PMI Pesisir Selatan semakin solid dan responsif dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, serta kegiatan sosial lainnya di tengah masyarakat.(Alpin)



  • Tokoh Masyarakat Soroti Pembangunan Klenteng di Pulau Cubadak Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Sejumlah tokoh masyarakat di wilayah Pesisir Selatan menyampaikan pandangan mereka terkait pembangunan sebuah klenteng di Pulau Cubadak, kawasan Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa 5/5/2026

    Salah satu tokoh masyarakat yang berada di Rantau, H. Ampera Sikumbang, menilai bahwa pembangunan tersebut mencerminkan adanya kelalaian dari pihak pemerintah daerah serta elemen masyarakat. Ia menyebut bahwa selama ini nilai-nilai “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” seharusnya menjadi pedoman utama dalam setiap pengambilan kebijakan di daerah tersebut.

    Menurutnya, prinsip toleransi beragama perlu dipahami secara tepat. “Toleransi bukan berarti memberikan kemudahan tanpa batas, melainkan saling menghargai dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

    Ia juga mendorong DPRD Pesisir Selatan untuk menggunakan fungsi pengawasan yang dimiliki, termasuk melakukan konfirmasi langsung kepada pemerintah daerah, khususnya bupati, guna memperoleh kejelasan terkait izin dan proses pembangunan klenteng tersebut.

    Lebih lanjut, ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui dialog dan langkah-langkah yang bijak oleh pemerintah bersama masyarakat. “Kami menginginkan ada kejelasan dan penyelesaian yang baik, agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya.

    Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait polemik pembangunan tersebut. Masyarakat pun menantikan langkah konkret dari pihak berwenang untuk menjaga kondusivitas dan keharmonisan di Pesisir Selatan (Alpin)



  • Kapolres Pesisir Selatan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Berkala untuk Anggota

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info AKBP Derry Indra,S.IK, MH selaku Kapolres Pesisir Selatan mengadakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Rikkesla) bagi seluruh personel. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Wirasatya Polres Pesisir Selatan, Selasa 5/5/2026

    Dalam pelaksanaan pemeriksaan, turut hadir Wakapolres Syafrizen bersama jajaran anggota Polres. Para personel menjalani berbagai tahapan pemeriksaan kesehatan, mulai dari tes urine, pengambilan sampel darah, hingga tes kebugaran melalui treadmill.

    Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh anggota tetap prima dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

    Dengan adanya pemeriksaan kesehatan berkala ini, diharapkan seluruh personel Polres Pesisir Selatan dapat terus menjaga kebugaran dan meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Alpin)



  • Mahasiswi Asal Pesisir Selatan Lolos Ajang Internasional, Butuh Dukungan untuk Berangkat ke Jakarta

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Kabar membanggakan datang dari ranah Minang. Seorang mahasiswi berbakat asal Sumatera Barat berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan lolos dalam ajang Singing Asian Ethnic Got Talent 2026. Adalah Stiva Nisa, warga Karang Pauh, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, yang kini tengah bersiap mewakili daerahnya ke Jakarta.

    Stiva yang juga merupakan mahasiswa Institut Seni Indonesia Padang Panjang ini berhasil melewati tahap seleksi yang ketat dan mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas.

    Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga dan kampusnya, tetapi juga masyarakat Pesisir Selatan secara umum. Ajang tersebut dikenal sebagai wadah bagi talenta-talenta muda Asia yang mengangkat kekayaan etnik melalui seni suara.

    Namun di balik pencapaian tersebut, Stiva kini menghadapi kendala yang cukup serius, yakni keterbatasan biaya untuk keberangkatan ke Jakarta. Kondisi ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar kesempatan emas tersebut tidak terlewatkan.

    Pihak keluarga dan perwakilan masyarakat berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi terkait, maupun para dermawan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya perjalanan dan kebutuhan selama mengikuti ajang tersebut.

    “Ini adalah kesempatan besar untuk membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Kami berharap ada solusi dan dukungan agar Stiva bisa berangkat,” ujar pengiat sosial  perwakilan masyarakat setempat.

    Bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan secara langsung, bantuan dapat disalurkan melalui rekening  BRI 0231-01-062246-50-8 atas nama Stiva Nisa.

    Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional. Dengan dukungan bersama, diharapkan langkah Stiva Nisa menuju panggung nasional hingga internasional dapat berjalan lancar dan sukses. (Alpin)



  • Pelepasan Calon Jemaah Haji Pesisir Selatan Berlangsung Khidmat di Masjid Akbar Painan

    Painan — nrtvnews.info Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti prosesi pelepasan calon jemaah haji Kabupaten Pesisir Selatan yang digelar pada Senin (4/5/2026) di Masjid Akbar Painan. Ratusan keluarga turut hadir mengantarkan para tamu Allah yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

    Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, bersama Wakil Bupati H. Risnaldi Ibrahim. Turut hadir pula Anggota DPR RI, Hj. Lisda Hendrajoni, Sekretaris Daerah H. Zainal Arifin, jajaran kepala OPD, Forkopimda, serta Ketua Perhimpunan Haji Pessel H. Arif.

    Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menyampaikan doa dan harapan agar seluruh calon jemaah haji diberikan kesehatan, kelancaran, serta menjadi haji yang mabrur. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan mengikuti arahan petugas selama berada di Tanah Suci.

    “Perjalanan ini bukan sekadar fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Jaga niat, kesehatan, dan kebersamaan,” ujar Hendrajoni.

    Sementara itu, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim menambahkan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, mulai dari persiapan hingga kepulangan nantinya.

    Keberangkatan calon jemaah haji ini menjadi momen sakral yang tidak hanya bagi para jemaah, tetapi juga masyarakat Pesisir Selatan secara keseluruhan. Harapan besar pun disematkan agar seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan selamat dan membawa keberkahan bagi daerah.(Alpin)



  • Rapat Koordinasi IPSI Pesisir Selatan Matangkan Persiapan Porprov 2026

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Dalam rangka menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Pesisir Selatan menggelar rapat koordinasi bersama para atlet dan jajaran pengurus. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun strategi serta program latihan guna mencapai hasil maksimal pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, Minggu 3/5/2026

    Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris IPSI Pesisir Selatan, Syafridon, SHI, K.Ka. Turut hadir dalam pertemuan tersebut  pengurus Koni Kabupaten Pessel, Wakil Ketua I Afdalia Melico, S.Si, M.Pd, Bendahara Zicrie Ramadhan, S.Pd, Humas Elpinas, S.Kom, serta pelatih Fitri, wasit Fauzi, dan para atlet Pesisir Selatan.

    Dalam rapat tersebut, fokus utama pembahasan adalah penyusunan program latihan intensif sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2026 yang direncanakan berlangsung pada bulan Oktober mendatang. Pengurus menekankan pentingnya kesiapan fisik, teknik, serta mental atlet dalam menghadapi persaingan.

    Sebagai tindak lanjut, Ketua IPSI Pesisir Selatan  Muslim Arif melalui ketua I Afdalia Melico  merencanakan pemusatan latihan yang akan dimulai pada 24 Mei 2026, bertempat di SMA Negeri 2 Banyang. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan terpadu bagi atlet-atlet terbaik daerah.

    Seluruh perguruan silat yang terdaftar di IPSI Pesisir Selatan juga diimbau untuk segera mengirimkan data atletnya guna mengikuti pemusatan latihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini penting agar proses seleksi dan pembinaan dapat berjalan optimal.

    Sementara itu, berdasarkan informasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia Pesisir Selatan, batas akhir pengumpulan data atlet untuk Porprov 2026 adalah pada 1 Juni 2026. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk memperhatikan tenggang waktu tersebut demi kelancaran administrasi dan keikutsertaan dalam ajang bergengsi tersebut.

    Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, IPSI Pesisir Selatan optimistis dapat meraih prestasi terbaik pada Porprov 2026 mendatang.( Alpin)



  • Kebakaran Hanguskan Tiga Kios dan Rumah Warga di Pesisir Selatan

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Peristiwa kebakaran hebat terjadi di Kampung Gurun Panjang Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

    Kebakaran tersebut menghanguskan tiga unit kios serta satu rumah milik warga bernama Nofal Radiandi. Api dilaporkan dengan cepat membesar dan melahap bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.

    Berdasarkan informasi sementara dari warga sekitar, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik atau arus pendek. Percikan api yang muncul dengan cepat menyambar bagian bangunan dan sulit dikendalikan.

    Saksi mata menyebutkan, kobaran api membubung tinggi dan menyebar dalam waktu singkat, sehingga tidak satu pun harta benda berhasil diselamatkan oleh pemilik maupun warga sekitar.

    “Api sangat cepat membesar, kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait total kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Tidak ada informasi mengenai korban jiwa, sementara pihak terkait masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik di lingkungan tempat tinggal, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.(Alpin)



  • Resepsi Milad ke-98 Pesantren Kauman & Peluncuran Pesantren Internasional Digelar Meriah di Padang Panjang

    Padang Panjang — nrtvnews.info Suasana khidmat sekaligus semarak menyelimuti peringatan Milad ke-98 Pesantren Kauman Muhammadiyah (1928–2026) yang dirangkaikan dengan launching Pesantren Internasional Kauman, Sabtu (2/5), di Kauman, Padang Panjang, Sumatera Barat.

    Mengusung tema “Mengukuhkan Azam, Menguatkan Barisan, untuk Pesantren yang Berkemajuan”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen pesantren untuk terus beradaptasi dan berkontribusi di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.

    Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Buya Dr. Bakhtiar, M.Ag., Buya Drs. Apris, MM selaku Sekretaris PWM Sumatera Barat, Wakil Ketua Buya Yosmeri dan Buya Mahardi Effendi, Ketua PDM Kota Padang Panjang Buya Suharman, M.Ag., serta Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Bunda Dr. Derliana, M.A.

    Turut hadir pula Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Panjang, Ketua dan Sekretaris PDM se-Sumatera Barat, Ketua PWA Sumbar, Ketua dan Sekretaris PDA se-Sumatera Barat, pimpinan pondok pesantren se-Kota Padang Panjang, serta berbagai tamu undangan lainnya.

    Dari PDM Pesisir Selatan diwakili oleh Adril Maiyanto, M.Pd. dan Elpinas, S.Kom., sementara PDA Pesisir Selatan dihadiri oleh Hj. Dra. Nasrida dan Afni Rina.

    Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. menyampaikan apresiasi atas kiprah masyarakat Padang Panjang dalam mengembangkan Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kontribusi warga Padang Panjang tidak hanya terbatas di tingkat lokal, tetapi juga telah menjangkau skala nasional bahkan internasional.

    “Banyak tokoh dan kader Muhammadiyah yang berasal dari Padang Panjang dan berkiprah di berbagai wilayah. Ini menunjukkan bahwa potensi daerah ini sangat besar,” ujarnya.

    Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan kaderisasi di daerah asal. “Jangan sampai kader Muhammadiyah justru ‘kering’ di Padang Panjang sendiri. Ini harus menjadi perhatian bersama,” pesannya.

    Peluncuran Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menjadi tonggak baru dalam perjalanan panjang lembaga ini. Diharapkan, kehadiran pesantren bertaraf internasional tersebut mampu mencetak generasi unggul yang berwawasan global, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.

    Dengan usia yang hampir satu abad, Pesantren Kauman terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang adaptif, progresif, dan berorientasi masa depan.(Alpin)



  • Pengcab IPSI Pessel Ikuti Sosialisasi Peraturan Pertandingan Terbaru di Sumbar

    Padang – nrtvnews.info Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan turut ambil bagian dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Pertandingan terbaru yang diperuntukkan bagi wasit, juri, dan pelatih. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Sumatera Barat di UPTD BKOM dan Polkes Provinsi Sumbar, berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (30 April – 1 Mei 2026).

    Acara sosialisasi dibuka secara langsung oleh Ketua Pengprov IPSI Sumbar Vasko Ruseimy, ST. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pengurus bidang wasit, juri, serta pelatih dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

    Ketua IPSI Pesisir Selatan Muslim Arif menyampaikan kepada semua peserta bahwa kegiatan ini wajib kita ikuti dalam rangka menambah pengetahuan kita  baik pelatih, juri maupun wasit.

    Partisipasi Pengcab IPSI Pesisir Selatan dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam memahami dan mengimplementasikan peraturan pertandingan terbaru di dunia pencak silat, “ucap Muslim”.

    Dalam kegiatan tersebut, IPSI Pesisir Selatan mengirimkan tujuh perwakilan yaitu:

    Fauzi Abadi,Rino Yuhanda, Octara Ariyansyah, Noli Anjaka Indra, Jemy Pratama, Nurul Emira, Zico Yahya Pratama Arifin

    Melalui sosialisasi ini, diharapkan para peserta dapat menyerap materi secara maksimal dan nantinya mampu menerapkan aturan terbaru dalam setiap pertandingan, sehingga dapat meningkatkan profesionalisme serta kualitas kompetisi pencak silat di daerah.

    Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan bertukar pengalaman antar pelaku pencak silat se-Sumatera Barat, guna memperkuat sinergi dalam memajukan olahraga pencak silat di tingkat regional maupun nasional (Alpin)



  • Waka Polres Pessel Jadi Khatib Jumat, Angkat Tema Amar Ma’ruf Nahi Mungkar

    Painan – nrtvnews.info Wakil Kepala Kepolisian Resor Pesisir Selatan, Kompol Syafrizen, SH, Datuk Rang Batuah, bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Nurul Hidayah Polres Pessel. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema penting tentang Amar Ma’ruf Nahi Mungkar sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat, Jumat 1/5/2026

    Dalam penyampaiannya, Kompol Syafrizen menegaskan bahwa ajaran untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan perintah langsung dari Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, Surah Ali ‘Imran ayat 104:

    “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

    Ia juga menyampaikan sebuah hikayat sebagai ilustrasi peran penting aparat kepolisian dalam menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. Dikisahkan seorang kiai yang berada di pintu surga mempersilakan seorang polisi untuk masuk lebih dahulu. Alasannya, jika seorang ulama hanya mengajak kepada kebaikan, maka polisi selain mengajak juga memiliki kewenangan untuk mencegah kemungkaran, sehingga memperoleh nilai amal yang lebih besar.

    “Ini menunjukkan betapa mulianya tugas kita semua, khususnya aparat kepolisian, dalam menjaga keseimbangan sosial melalui tindakan preventif dan edukatif,” ujar Kompol Syafrizen.

    ” Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap kemungkaran dapat mendatangkan azab Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Maidah ayat 78–79, yang menegaskan bahwa kaum terdahulu dilaknat karena tidak saling mencegah perbuatan mungkar.

    Dalam konteks kehidupan masyarakat Minangkabau, nilai-nilai tersebut sejalan dengan falsafah adat Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Ia menekankan pentingnya sinergi antara unsur Tungku Tigo Sajarangan—Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai, serta peran Bundo Kanduang—dalam menjaga moral dan ketertiban masyarakat.

    “Jika seluruh elemen masyarakat bersatu, saciok bak ayam, sadanciang bak basi, saiyo sakato, maka berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat,” tambahnya.

    Ia juga berharap dengan penerapan nilai-nilai tersebut secara konsisten, wilayah Pesisir Selatan dapat mewujudkan kondisi zero balap liar, zero tawuran, zero minuman keras dan narkoba, serta terhindar dari perilaku menyimpang seperti perzinahan, perselingkuhan, dan lainnya.

    “Insya Allah, dengan komitmen bersama, kita dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tutupnya.

    Khutbah tersebut mendapat perhatian jamaah yang hadir, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya peran kolektif dalam menjaga moralitas dan ketertiban di tengah masyarakat.(Alpin)



  • Kontroversi Penilaian Warnai O2SN Pencak Silat Tingkat Kecamatan di Pesisir Selatan

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang pencak silat tingkat sekolah dasar (SD) di Kecamatan IV Jurai menuai sorotan. Kegiatan yang digelar pada Rabu (29/4) di GOR Zaini Zen, Painan, ini dinilai kurang berjalan optimal akibat lemahnya koordinasi dengan Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pesisir Selatan, Jumat, 01/5/2026

    Sejumlah pendamping dan pelatih mengaku kecewa terhadap hasil penilaian pertandingan. Mereka menilai proses penjurian kurang independen dan tidak memenuhi standar yang seharusnya diterapkan dalam ajang resmi seperti O2SN.

    “Banyak keputusan yang dipertanyakan. Selain itu, wasit yang memimpin pertandingan disebut tidak memiliki lisensi resmi,” ujar salah seorang pelatih yang enggan disebutkan namanya.

    Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan IV Jurai, dengan Zenozi sebagai ketua pelaksana. Namun, pelaksanaan tanpa koordinasi dengan Pengcab IPSI Pesisir Selatan dinilai menjadi salah satu penyebab utama munculnya polemik.

    Padahal, sesuai ketentuan, sertifikat kejuaraan dalam cabang pencak silat seharusnya ditandatangani oleh Pengcab IPSI setempat yang memiliki legalitas resmi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait keabsahan hasil dan penghargaan yang diberikan kepada para pemenang.

    Beberapa pihak menduga, kurangnya koordinasi ini bisa jadi disebabkan oleh miskomunikasi antara Dinas Pendidikan Pesisir Selatan dengan kepengurusan baru Pengcab IPSI.

    “Kami berharap ke depan Dinas Pendidikan dapat berkoordinasi lebih baik dengan Pengcab IPSI Pesisir Selatan dalam penyelenggaraan O2SN. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” ujar salah satu perwakilan pelatih.

    Meski demikian, semua pihak sepakat bahwa O2SN merupakan ajang penting untuk menjaring atlet muda berbakat. Oleh karena itu, perbaikan dalam sistem pelaksanaan dan koordinasi antar pihak terkait menjadi harapan bersama demi menjaga kualitas dan kredibilitas kompetisi.(Alpin)