Category: Nasional


  • Oleh: Bakri Maulana

    Sekjen DPP PKPS

    Adat Basandi Syarak Terancam: Selamatkan Generasi Rang Pasisia

    Oleh: Bakri Maulana

    Sekjen DPP PKPS

    Ada luka sosial yang hari ini menganga di tengah-tengah kita. Luka itu tidak selalu berdarah, tapi ia menggerogoti moral, meruntuhkan akhlak, merusak ketertiban umum, dan yang paling berbahaya, mencuri masa depan generasi muda kita.

    Itulah penyakit masyarakat.

    DPP PKPS tidak bisa lagi diam. Dari ranah hingga rantau, kami mendengar kegelisahan yang sama dari para orang tua, ninik mamak, alim ulama, dan bundo kanduang.

    Kegelisahan tentang anak-anak kita yang kian dekat dengan narkoba, judi online yang masuk hingga ke kamar tidur, minuman keras yang merajalela, tawuran dan kekerasan yang dianggap biasa, serta pergaulan bebas termasuk LGBT, prostitusi, dan banjirnya konten pornografi yang merusak otak dan jiwa.

    Belum lagi kenakalan remaja dan praktik premanisme yang membuat masyarakat tidak nyaman. Inilah sepuluh penyakit masyarakat yang nyata-nyata bertentangan dengan ajaran agama, adat, dan hukum, dan kini menjadi ancaman serius terhadap ketahanan keluarga, masyarakat adat, dan masa depan Pesisir Selatan.

    Maka, sikap kami jelas.Pertama, DPP PKPS menolah segala bentuk penyakit masyarakat.

    Penolakan ini bukan tanpa dasar. Kita adalah masyarakat Minangkabau yang hidup dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Segala bentuk perilaku yang merusak itu bertentangan secara frontal dengan ajaran Agama Islam yang menjadi suluh hidup kita, kedua nilai ABS-SBK yang menjadi jati diri kita, ketiga norma sosial dan budaya masyarakat Minangkabau yang santun dan bermarwah keempat Ketentuan peraturan perundang-undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Tidak ada ruang tawar-menawar untuk narkotika, perjudian, miras, prostitusi, dan pergaulan menyimpang di Ranah Pesisir Selatan. Jika kita kompromi hari ini, kita akan kehilangan satu generasi esok hari.

    Kedua, DPP PKPS mendukung penuh penegakan hukum.

    Kami tidak ingin hanya beretorika. Kami mendukung langkah konkret Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, serta para pemangku adat; ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan empat langkah utama: Pencegahan, Pengawasan, Penindakan, dan Pembinaan.

    Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Bandar narkoba harus ditindak lebih keras dari pemakainya. Bandar judi online harus dikejar hingga ke akarnya. Tempat-tempat yang menjadi sarang maksiat dan miras harus ditertibkan tanpa pandang bulu. Adat harus bersanding dengan negara dalam menjaga nagari.

    Ketiga, DPP PKPS Mendorong perlindungan generasi muda.

    Inilah inti dari perjuangan kita. Musuh terbesar kita bukan orangnya, tapi pengaruh buruk yang merusak anak kemenakan kita.

    Untuk itu, DPP PKPS mengajak seluruh keluarga besar PKPS, baik yang di kampung maupun di rantau, untuk kembali ke surau dan ke rumah gadang, diantaranya meningkatkan pengawasan terhadap anak, kemenakan, dan generasi muda kita. Jangan biarkan gadget menjadi tuhan baru yang mengajarkan mereka judi dan pornografi.

    Kedua, perkuat pendidikan agama dan adat. Kembalikan anak-anak kita ke TPA, ke masjid, ke sanggar adat. Di sanalah benteng moral itu dibangun. Ketiga membangun lingkungan sosial yang sehat dan produktif. Isi waktu muda dengan kegiatan olahraga, kesenian, wirausaha, dan gotong royong dan terakhir generasi Rang Pasisia dijauhkan dari segitiga maut: narkoba, judi online, dan pergaulan bebas.

    Pesisir Selatan dikenal sebagai negeri yang melahirkan ulama, pemimpin, dan pejuang berakhlak. Jangan biarkan negeri beradat ini hancur hanya karena kita abai.

    Penyakit masyarakat adalah musuh bersama. Melawannya bukan hanya tugas polisi dan pemerintah, tapi tugas kita semua. Dari keluarga terkecil hingga organisasi terbesar.

    Saatnya Pesisir Selatan bergerak. Saatnya kita selamatkan anak kemenakan kita..



  • Pungli Parkir Liar di “Bateh” Pessel Bikin Wisatawan Kabur, Pedagang Menjerit

    PESISIR SELATAN — nrtvnews.info Siapa yang melintas di jalur Padang–Pesisir Selatan pasti tak asing dengan kawasan yang akrab disebut “Bateh” oleh anak muda setempat. Berada tepat di perbatasan dua daerah, lokasi ini sengaja didesain sebagai rest area yang memanjakan mata dan menenangkan pikiran para pelintas yang kelelahan di perjalanan. Dari atas menara pantau, hamparan pemandangan alam tersaji memukau terlebih saat malam hari, ketika gemerlap lampu kota berpadu dengan langit gelap yang jernih.

    Tak hanya soal pemandangan, kawasan Bateh juga menawarkan deretan lapak kuliner yang siap mengisi perut para pengunjung. Dari makanan ringan hingga hidangan khas daerah, semuanya tersedia dengan harga terjangkau. Bagi puluhan pedagang kaki lima yang menggantungkan hidup di sana, setiap kendaraan yang berhenti adalah harapan akan sesuap nasi untuk keluarga mereka di rumah.

    Namun, ironisnya, keindahan dan potensi ekonomi itu kini ternodai oleh ulah segelintir oknum. Berdasarkan pengakuan sejumlah pengendara yang sempat singgah, keberadaan tukang parkir liar yang memungut retribusi secara paksa menjadi alasan utama mereka enggan berlama-lama di kawasan tersebut. Pungutan berkisar Rp2.000 hingga Rp5.000 per kendaraan memang terdengar sepele, tetapi sikap agresif para oknum inilah yang membuat suasana menjadi tidak nyaman dan menimbulkan kesan buruk.

    “Uang parkirnya sih tidak seberapa, tapi rasanya risih. Lebih baik langsung jalan saja daripada harus berurusan,” ujar seorang pengendara sepeda motor yang ditemui di lokasi.

    Dampak dari praktik pungutan liar ini ternyata jauh lebih besar dari sekadar ketidaknyamanan pengunjung. Para pedagang di kawasan Bateh kini harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Logikanya sederhana, ketika wisatawan enggan singgah karena takut dipalak, maka tidak ada yang membeli dagangan mereka. Pendapatan puluhan pedagang yang seharusnya mengalir deras dari sektor kuliner, kini tergerus hanya karena ulah beberapa oknum yang memungut uang receh.

    Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan. Betapa tidak, sebuah kawasan yang sudah didesain sedemikian rupa untuk menarik wisatawan justru kehilangan daya tariknya bukan karena fasilitas yang buruk, melainkan karena masalah klasik yang tak kunjung terselesaikan, pungutan liar.

    Pemerintah daerah dan aparat terkait kini dituntut untuk bertindak tegas. Penertiban parkir liar di Bateh dan seluruh destinasi wisata di Pesisir Selatan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak. Sebab, membiarkan praktik ini terus berlangsung sama artinya dengan membiarkan para pedagang kecil kehilangan mata pencaharian dan pariwisata daerah kehilangan kepercayaan dari pengunjung.

    Kawasan Bateh seharusnya menjadi wajah ramah Pesisir Selatan bagi setiap pendatang, bukan menjadi tempat yang membuat orang buru-buru melintas tanpa menoleh. (Red)



  • Akreditasi Provinsi Sumbar Laksanakan Visitasi di SLBN 1 Painan

    Painan – nrtvnews.info SLBN 1 Painan menerima kunjungan Tim Akreditasi Provinsi Sumatera Barat dalam rangka pelaksanaan visitasi akreditasi sekolah yang berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026.

    Kedatangan tim asesor disambut langsung oleh Kepala SLBN 1 Painan, Miswardi, S.Pd., bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan visitasi ini merupakan bagian penting dari proses penilaian mutu pendidikan, tata kelola sekolah, serta pemenuhan Standar Nasional Pendidikan di SLBN 1 Painan.

    Tim asesor yang melaksanakan penilaian terdiri atas Elsa Efrina dan Rahma Tri Silvia. Selama visitasi, kedua asesor melakukan verifikasi dokumen, observasi terhadap lingkungan dan proses pembelajaran di sekolah, serta berdialog dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan warga sekolah guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai penyelenggaraan pendidikan.

    Kepala SLBN 1 Painan, Miswardi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Akreditasi Provinsi Sumatera Barat dan berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

    “Akreditasi bukan hanya sebagai proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

    Melalui pelaksanaan visitasi ini, diharapkan SLBN 1 Painan semakin memperkuat budaya mutu dalam penyelenggaraan pendidikan. Hasil akreditasi nantinya diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.(Alpin)



  • Bukan Kaleng-kaleng! Turnamen Eksekutif Kapolda 2026 Sukses, Irjen Djati Standing Applause

    Padang — nrtvnews.info Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 jajaran Pelti Sumbar telah berkontribusi dengan Turnamen Eksekutif Kapolda Sumbar Tahun 2026, yang diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri dan tamu undangan lainya

    Kegiatan tersebut berlangsung meriah di lapangan tenis indoor, yang mempertandingkan tiga kategori, yakni beginner, intermediate dan non Atlet.

    Pertandingan Turnamen Tenis Eksekutif  tersebut  tidak hanya menjadi ajang olahraga, namun juga sebagai wadah untuk mempererat sinergitas dan soliditas antar instansi.

    Bahkan Kapolda Sumbar Irjen Djati Wiyoto Abadhy, SIK, juga ikut bermain dalam pertandingan eksibisi antara para pejabat utama Polda Sumbar dan Forkopimda Sumbar lainnya dengan  antusias mengikuti pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas.

    Dalam keterangannya kepada wartawan media ini, Kamis (30/7/2026), Kapolda Sumbar, Irjen Djati menyampaikan rasa syukur karena kegiatan dapat berjalan lancar tanpa halangan.

    “Tanpa ada halangan satu apapun dan kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.

    Ia berharap melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kebersamaan dan kekompakan yang telah terjalin selama ini dapat terus terjaga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Red/Agm)



  • Forum Konsultasi Publik RSUD Dr. M. Zein Painan Bahas Peningkatan Pelayanan, CT-Scan Segera Beroperasi

    Painan – nrtvnews info RSUD Dr. M. Zein Painan menggelar Forum Konsultasi Publik sebagai wadah memperkuat sinergi antara rumah sakit, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah, organisasi profesi, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pasien, Kamis   30/7/2026

    Direktur RSUD Dr. M. Zein Painan, dr. Dona Hamrita, M.Kes, dalam paparannya menyampaikan visi dan misi rumah sakit yang selaras dengan visi dan misi Bupati Pesisir Selatan. Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan menjadi prioritas utama agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang semakin cepat, nyaman, dan berkualitas.

    Foto Direktur RSUD M. Zein Painan dr. Dona Hamrita, M.Kes

    Forum ini dihadiri oleh Camat IV Jurai, Wali Nagari Painan Utara Bambang Srianto, Bundo Kanduang Pesisir Selatan Yuni Darni, S.Pd, Ketua PWI Pesisir Selatan H. Robby Oktora Romanza, Sekretaris Dinas Kesehatan Donny Tayes, M.Kes., M.Si, perwakilan pasien, jajaran manajemen RSUD Dr. M. Zein Painan, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD M.Zein Painan juga menyampaikan kabar baik bagi masyarakat. Alat kesehatan canggih CT-Scan dalam waktu dekat akan mulai dioperasikan di RSUD Dr. M. Zein Painan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat proses diagnosis sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Padang untuk mendapatkan pemeriksaan CT-Scan.

    Foto Peserta Rapat Forum Konsultasi Publik RSUD M. Zein Painan

    Selain penambahan fasilitas medis, berbagai inovasi juga telah dilakukan guna meningkatkan kenyamanan pasien. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) kini telah diperluas sehingga lebih lapang dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal. Sejumlah ruang rawat inap serta ruang tunggu pasien dan keluarga juga telah direnovasi agar lebih nyaman.

    Tidak hanya itu, upaya Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama Direktur RSUD Dr. M. Zein Painan dalam memperjuangkan pengembangan rumah sakit juga membuahkan hasil. Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan RSUD Dr. M. Zein Painan sebagai salah satu lokasi revitalisasi rumah sakit. Saat ini Pemerintah Daerah tengah mempersiapkan lahan sebagai syarat pelaksanaan program revitalisasi tersebut.

    Melalui Forum Konsultasi Publik ini, berbagai masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus langkah bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih modern, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Dandim 0311/Pesisir Selatan Ajak Masyarakat Wujudkan Budaya Bersih Demi Kemajuan Daerah

    Pesisir Selatan –nrtvnews.info Komandan Kodim (Dandim) 0311/Pesisir Selatan, Letkol Inf. Yudi Eka Pratama, menggelar diskusi santai bersama awak media, membahas pentingnya membangun budaya bersih sebagai fondasi kemajuan Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu 29/7/2026

    Dalam kesempatan tersebut, Dandim menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas lingkungan dan pola pikir masyarakatnya.

    “Kalau kota kita bersih, nyaman, dan tertata, tentu akan menjadi daya tarik bagi investor untuk datang menanamkan modal di Pesisir Selatan,” ujar Letkol Inf. Yudi Eka Pratama.

    Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang menjadi penentu kemajuan sebuah daerah. Pertama, kebersihan lingkungan yang mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap daerahnya. Kedua, birokrasi yang baik, khususnya dalam memberikan kemudahan pelayanan dan perizinan kepada para investor. Ketiga, adanya kepastian hukum yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi dunia usaha.

    “Jika tiga pilar ini berjalan dengan baik, saya yakin semakin banyak investor yang akan melirik Pesisir Selatan. Dampaknya tentu akan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan mempercepat pembangunan daerah,” katanya.

    Foto Dandim 0311/Pessel Letkol.Inf. Yudi Eka Pratama bersama awak Media

    Selain membahas pembangunan, Dandim juga mengajak masyarakat untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya Minangkabau yang selama ini menjadi jati diri masyarakat Sumatera Barat.

    “Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah harus terus kita pegang. Nilai-nilai luhur tersebut mengajarkan kehidupan yang tertib, saling menghormati, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan maupun sesama,” ungkapnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa banyak tokoh besar bangsa berasal dari Ranah Minang, seperti Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Mohammad Hatta, Buya Hamka, dan sejumlah tokoh nasional lainnya yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.

    “Melihat sejarah itu, kita tentu harus bertanya kepada diri sendiri, mengapa daerah kita masih tertinggal dibandingkan daerah lain. Sudah saatnya kita melakukan perubahan, dimulai dari hal yang sederhana, yaitu menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

    Sebagai perbandingan, Dandim mencontohkan sejumlah negara maju seperti China, Jepang, dan Singapura. Menurutnya, kemajuan negara-negara tersebut tidak terlepas dari perubahan pola pikir masyarakat yang disiplin, memiliki budaya hidup bersih, serta semangat gotong royong yang tetap terjaga.

    Di akhir diskusi, Dandim mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, insan pers, hingga seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun budaya bersih sebagai gerakan bersama.

    “Mari kita mulai dari diri sendiri, dari rumah, lingkungan sekitar, dan tempat kerja. Jika seluruh masyarakat memiliki kesadaran menjaga kebersihan, maka Pesisir Selatan akan menjadi daerah yang bersih, sehat, indah, serta semakin maju dan diminati oleh para investor,” tutupnya (Alpin)



  • Viral di Pessel! Sosok Zhifanna di DA 8 Bikin Anggota DPRD Sumbar Zarfi Deson Sampai Turun Gunung

    Padang — Penampilan memukau Zhifanna, gadis 14 tahun asal Kabupaten Pesisir Selatan di ajang pencarian bakat D’Academy 8 Indosiar berhasil mencuri perhatian publik. Aksi panggungnya bahkan membuat juri dan penonton di studio ikut meneteskan air mata.

    Dukungan untuk Zhifanna pun terus mengalir dari berbagai tokoh. Salah satunya datang dari H. Zarfi Deson, S.H. Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Pesisir Selatan.

    Dalam video yang beredar, Zarfi Deson mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Pesisir Selatan untuk memberikan dukungan penuh kepada Zhifanna.

    “Saya Haji Zarfi Deson SH, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari daerah pemilihan Pesisir Selatan dari Partai Golkar, mengajak dan mengimbau kita semua, khusus warga Pesisir Selatan, untuk mendukung dan mendoakan ananda kita Zhifanna untuk juara pada D’Academy 8 Indosiar,” ujar Zarfi dalam videonya, Selasa (29/7/2026).

    Zarfi juga menyerukan agar masyarakat memberikan vote dan dukungan virtual secara maksimal agar Zhifanna bisa melaju hingga menjadi juara.

    “Saya tutup dengan yel: Juara! Juara! Juara! Zhifanna!” tegasnya sambil mengepalkan tangan.

    Sebelumnya, wartawan media media ini juga memberitakan penampilan Zhifanna di D’Academy 8 berhasil membuat para juri terkesan. Dengan suara emas dan penghayatan yang dalam, Zhifanna dinilai memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional.

    Ajang D’Academy 8 sendiri masih berlangsung dan masyarakat dapat memberikan dukungan melalui vote dan virtual gift di aplikasi resmi Indosiar. (Red/Agm)



  • Sistem Pembayaran Digital, KiosK PKB Resmi Diluncurkan di Kambang dan Tapan

    Kambang – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) dan UPTD Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD)/Samsat Painan bersama Bank Nagari akhirnya meluncurkan Sistem Pembayaran Digital Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui mesin KiosK pada dua lokasi yakni di Kambang dan Tapan, pada Senin dan Selasa (27-28/7/2026).

    Para pejabat terkait, Kepala BPKPAD Pessel, Kepala Samsat Painan, Daryulisman, SH, M.Ikom dan Kapolres Pessel yang diwakili Wakapolres, Syafrizen SH, Dt Rang Batuah, Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Rahmadani tampil fokus melaksanakan tugas untuk melaunching Sistem Pembayaran Digital melalui mesin KiosK PKB tersebut.

    Peluncuran titik pertama pada Senin (27/7) bertempat di Bank Nagari Cabang Pembantu Kambang disambut antusias para undangan yang hadir, baik para Wali Nagari dan masyarakat serta seluruh Camat Wilayah Utara Pessel yakni mulai dari Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang dan Bayang Utara,  IV Jurai, Batangkapas, Sutera, Lengayang hingga Kecamatan Ranah Pesisir.

    Foto Kepala Samsat Pessel bersama, Jasaraharja, Waka Polres Pessel Kompol H. Syafrizen, SH Dt. Rang Batuah

    Walau titik peluncuran pertama, pejabat terkait menunjukan keseriusan  menyampaikan hal yang terkait dengan peluncuran KiosK PKB ini yang merupakan bagian dari upaya digitalisasi layanan publik dan meningkatkan kepatuhan pajak daerah.

    Kepala Samsat Painan, Daryulisman, SH, M.Ikom mengatakan melalui kehadiran Kiosk Samsat di Kecamatan Lengayang, masyarakat kini memiliki akses pelayanan yang lebih dekat, lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien tanpa harus datang ke Kantor Samsat Painan.

    “Inovasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kami berharap keberadaan Kiosk Samsat ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu, sehingga angka kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Pesisir Selatan terus meningkat,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa pihaknya juga mengajak seluruh Wali Nagari, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjadi pelopor dalam mengingatkan keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar untuk taat membayar pajak kendaraan bermotor.

    “Kepatuhan masyarakat akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan penerimaan daerah yang pada akhirnya kembali untuk kesejahteraan masyarakat Pesisir Selatan,” beberapa Daryulisman, yang akrap disapa Yulman.

    Foto Kepala Samsat Pesisir Selatan Yulman

    Peluncuran ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor secara cepat, aman, dan tanpa antre.

    Dijelaskan Yulman bahwa slogan yang diusung, Taat Pajak, Bangun Daerah, Sejahterakan Kita Semua!” Dengan sistem KiosK ini, masyarakat cukup datang ke Bank Nagari sesuai jadwal dan langsung bisa bayar pajak.

    “Keunggulannya, Lebih mudah, lebih cepat, tanpa antre.  Selain itu, masyarakat yang bayar pajak pakai KiosK berkesempatan mendapatkan hadiah langsung, selama persediaan masih ada” jelasnya.

    Pada hari Selasa (28/7) bertempat di Bank Nagari Cabang Tapan, kegiatan  launching yang sama juga akan dilaksanakan, dengan pesertanya seluruh Camat Wilayah Pessel di Bagian Selatan, Forkopimcam, para Wali Nagari mulai dari Kecamatan Linggo Sari Baganti, Pancuang Soal, Airpura, Basa Ampek Balai Tapan, Ranah Ampek Hulu Tapan, Lunang dan Camat Silaut. (Agusmardi).



  • Oleh: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan

    Tiga Sistem Nilai yang Mendasari Kehidupan Orang Minang: Kajian Analitis Substantif dan Solutif

    Oleh: Zaitul Ikhlas Saad Rajo Intan

    I. Pendahuluan

    Kebudayaan Minangkabau merupakan salah satu entitas peradaban yang memiliki konstruksi sosial-filosofis paling unik di dunia. Ketahanan budaya Minangkabau di tengah gempuran zaman tidak lepas dari adanya tiga pilar sistem nilai utama yang mengintegrasikan dimensi teologis, sosiologis, dan antropologis secara simultan.

    Tiga pilar tersebut meliputi:

    Pertama. Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai fondasi spiritualitas.

    Kedua. Sistem kemasyarakatan Koto Piliang dan Budi Caniago sebagai representasi dialektika kepemimpinan serta tata kelola sosial.

    Ketiga. Sistem kekerabatan Matrilineal yang menegaskan kesetaraan fungsional berbasis pembagian peran yang strategis.

           Secara akademis, ketiga sistem nilai ini tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk satu kesatuan ekosistem budaya yang kokoh. Namun, di era digital, globalisasi, dan desentralisasi informasi saat ini, struktur epistemologis dan praktis nilai-nilai tersebut mengalami tantangan disrupsi yang serius.

           Tulisan ini akan menguraikan secara analitis-substantif konsep ideal dari ketiga sistem nilai tersebut, membedah realitas anomali yang terjadi hari ini, serta merumuskan strategi revitalisasi yang sistemik, solutif, dan kontemporer.

    II. Analisa Realitas Sosial

    A. Sistem Nilai Minang dalam Konsep (Idealitas)               

    1. Falsafah ABS-SBK, Syarak Mangato Adat Mamakai, Alam Takambang Jadi Guru

    Sistem nilai pertama mengukuhkan identitas teo-filosofis etnis Minangkabau. Menurut maestro sastra dan budayawan A.A. Navis (1986) dalam “Alam Takambang Jadi Guru”, Alam adalah sumber epistemologi utama yang melahirkan kearifan lokal (local wisdom). Pola interaksi dengan alam ini kemudian disaring melalui syariat Islam pasca-Piagam Bukit Marapalam, melahirkan konsensus: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

           Aksioma Syarak mangato, adat mamakai bermakna bahwa syariat Islam berfungsi sebagai sumber hukum normatif-doktrinal, sedangkan adat bertindak sebagai instrumen implementatif operasional dalam ruang sosial. Implikasi substantifnya sangat tegas: Identitas Minangkabau bersifat inheren dengan Islam.

           Jika seorang individu keluar dari Islam (murtad), secara ontologis ia kehilangan hak moral dan legal formal atas status adatnya (buang adat).

    2. Sistem Kemasyarakatan: Lareh Koto Piliang dan Budi Caniago

          Sistem kemasyarakatan Minangkabau dikonstruksi oleh dua mazhab politik (lareh) yang digagas oleh dua tokoh legendaris: Datuk Katumangguangan (Koto Piliang) dan Datuk Parpatih Nan Sabatang (Budi Caniago).

          Lareh Koto Piliang mewakili sistem aristokrasi-hierarkis (“titik dari ateh”), di mana keputusan mengalir secara top-down terstruktur. Filosofinya: bajanjang naik, batanggo turun.

    Lareh Budi Caniago mewakili sistem demokrasi-egaliter (“mambasuik dari bawah”), di mana kedaulatan berada di tangan musyawarah mufakat kaum (“bulek aia dek pamuluang, bulek kato dek mufakat”).

           Kekuatan sosiologis Minangkabau terletak pada kombinasi dialektis kedua sistem ini. Karakter kepemimpinan Minang tidak terjebak pada diktatorisme otokrasi maupun anarki demokrasi, melainkan sebuah sintesis harmonis. Pemimpin didudukan sebagai yang didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang. Artinya, pemimpin memiliki otoritas untuk mengarahkan (Koto Piliang), namun tetap berdiri setara dalam akuntabilitas moral sosial di hadapan rakyatnya (Bodi Caniago).

    3. Sistem Kekerabatan Matrilineal: Kesetaraan Berbasis Fungsi

           Sistem matrilineal menempatkan perempuan (Bundo Kanduang) pada posisi strategis sebagai pemegang limpapeh rumah nan gadang, pemilik harta pusaka tinggi, dan penjaga garis keturunan (suku). Profesor sosiologi dan antropologi sering menggarisbawahi bahwa konsepsi gender di Minangkabau bukanlah perjuangan mencari superioritas posisi kekuasaan layaknya feminisme Barat Barat.

    Kesetaraan dalam adat Minang adalah kesetaraan fungsional (functional complementarity), bukan posisi hierarkis. Diibaratkan seperti tangan kanan dan tangan kiri:

    Perempuan (Bundo Kanduang) berfungsi sebagai pemegang kedaulatan domestik, ekonomi (harta pusaka), dan pelestari nilai.

    Laki-laki (Mamak/Penghulu) berfungsi sebagai pengayom, eksekutif politik, dan perwakilan diplomasi keluar kaum.

    Keduanya memiliki distingsi peran yang mutlak namun setara nilainya demi eksistensi kaum. Hal ini merefleksikan nilai dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menekankan bahwa perbedaan penciptaan dan pembagian kelompok manusia didasarkan pada prinsip li-ta’arafu (saling bersinergi dan mengenal fungsi masing-masing).

    B. Nilai-Nilai Minang dalam Realita Saat Ini (Analisis Deskriptif-Kritis)

    Meskipun konsep idealnya sangat mapan, realitas sosiologis kontemporer menunjukkan terjadinya degradasi struktural dan kultural.

    Dimensi sistem nilai       realita kontemporer (anomali saat ini)    serta dampak sosiologis

    ABS-SBK & Alam Takambang Jadi Guru   telah mengalami kedangkalan makna. ABS-SBK seringkali hanya menjadi jargon politik/seremonial. Penetrasi budaya digital membawa pergeseran nilai sekuler, mengikis pemahaman keislaman dan keadatan generasi muda (Gen Z & Alpha).   

          Dekadensi moral, krisis identitas kultural, dan hilangnya kepekaan ekologis (abai terhadap prinsip alam jadi guru).

    Konsep Koto Piliang & Budi Caniago        bergeser menjadi polarisasi politik pragmatis dan individualisme digital yang mengikis budaya musyawarah. Otoritas kepemimpinan tungganai/mamak melemah karena faktor ketergantungan ekonomi yang bergeser.

           Pengambilan keputusan kolektif macet; muncul konflik internal dalam kaum terkait sengketa tanah ulayat dan kepemimpinan adat.

    Rapuhnya ketahanan keluarga kaum, maraknya sengketa waris, dan disorientasi fungsi perempuan dalam struktur adat modern.

    III. Strategi (Solusi) Revitalisasi Sistemik di Era Digital

    Menghadapi tantangan tersebut, kita tidak bisa lagi menggunakan pendekatan konservatif-indoktrinatif. Diperlukan strategi yang sistemik, adaptif, memanfaatkan teknologi (high-tech), namun tetap menjaga nilai-nilai luhur (high-touch).

    1. Rekayasa Digital Kurikulum Kebudayaan (Platform EdTech)

          Untuk digitalisasi Tambo dan Literasi Adat, diperlukan transformasi narasi lisan adat dan kitab-kitab hukum adat ke dalam e-book interaktif, audiobook, dan platform ensiklopedia digital Minangkabau yang tervalidasi.

    Gamifikasi Nilai Adat: Mengembangkan aplikasi berbasis game edukasi untuk anak-anak sekolah dasar yang menyimulasikan peran musyawarah (Budi Caniago) dan penyelesaian konflik kaum berbasis nilai ABS-SBK.

    2. Penguatan Kelembagaan Adat Melalui Smart Nagari

         Sistem Informasi Manajemen Ulayat (SIM-Ulayat): Menggunakan teknologi blockchain atau Geographic Information System (GIS) untuk memetakan dan mencatat kepemilikan harta pusaka tinggi serta tanah ulayat secara transparan. Hal ini mencegah konflik waris dan memitigasi penjualan aset kaum secara ilegal.

    Kerapatan Adat Nagari (KAN) perlu memanfaatkan platform konferensi video terenkripsi untuk memfasilitasi musyawarah antara ninik mamak di kampung halaman dengan para perantau (nan jauah di mato) guna menyatukan visi pembangunan nagari.

    3. Pemberdayaan Ruang Digital untuk Bundo Kanduang Cyber

         Komunitas Digital

    Limpapeh Modern membentuk jaringan digital Bundo Kanduang global sebagai ruang edukasi pranikah bagi perempuan muda Minang mengenai tata kelola harta pusaka, pendidikan karakter anak, dan strategi penguatan ekonomi domestik tanpa mengorbankan fungsi adatnya.

           Content kreasi berbasis Adat dapat memproduksi konten kreatif (Podcast, micro-video Tiktok/Instagram Reels) berdurasi pendek yang mengulas filsafat Minang dengan bahasa kontemporer yang relevan untuk generasi muda.

    IV. Kesimpulan

           Tiga sistem nilai Minangkabau (ABS-SBK, Dualisme Kelarasan, dan Matrilineal) merupakan mahakarya sosiologis yang menyeimbangkan antara syariat vertikal, tata kelola sosial yang adil, serta kesetaraan gender fungsional. Eksistensi nilai-nilai ini saat ini sedang mengalami disrupsi serius akibat gelombang digitalisasi dan modernisme.

    Revitalisasi kebudayaan tidak berarti kembali ke masa lalu secara rigid, melainkan melakukan re-kontekstualisasi nilai-nilai luhur tersebut ke dalam instrumen teknologi modern agar tetap fungsional dan relevan bagi generasi penerus.

    Rekomendasi

    Kepada Pemerintah Daerah (Provinsi & Kabupaten/Kota di Sumbar): Diperlukan regulasi yang tegas untuk mengintegrasikan pendidikan adat Minangkabau berbasis digital ke dalam muatan lokal wajib di seluruh jenjang sekolah.

           Kepada Pemuka Adat (LKAAM, KAN, Bundo Kanduang): Diharapkan mulai membuka diri terhadap literasi digital dan mengadopsi teknologi komunikasi sebagai media dakwah adat dan penyelesaian perkara komunal.

           Kepada Lembaga Akademis/Perguruan Tinggi: Menggalakkan riset multidisiplin yang mempertemukan hukum Islam, hukum adat Minang, dan hukum positif dalam menyelesaikan problem sosiologis kontemporer, termasuk perlindungan hak-hak perempuan dalam sistem matrilineal di era modern.

    Perlu dipahami dan diyakini, sistem nilai Minangkabau dapat diselamatkan dari kepunahan di era digital melalui strategi transformasi digital kebudayaan, digitalisasi pemetaan harta pusaka berbasis Geographic Information System (GIS) serta re-kontekstualisasi peran Bundo Kanduang dan Ninik Mamak sebagai kreator konten edukasi nilai luhur yang adaptif, substantif, dan solutif bagi generasi milenial dan Gen Z. (ZIS)



  • Cerint Irraloza Tasya, S.Ked Bersilaturahmi dengan Paguyuban Pandowo di Bayang, Serahkan Bantuan Sosial

    Bayang, – nrtvnews.info Anggota DPD RI, Cerint Irraloza Tasya, S.Ked, menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Perkumpulan Paguyuban Pandowo (Persatuan Sumando Jowo) di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (26/7/2026).

    Kedatangan Cerint disambut hangat oleh Ketua Paguyuban Pandowo, Tarwono, WD, beserta seluruh anggota yang hadir. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai pertemuan tersebut.

    Dalam kesempatan itu, Cerint menegaskan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat yang beragam. Ia juga dikenal sebagai sosok yang tidak membeda-bedakan suku maupun agama, serta selalu merangkul seluruh etnis dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sosial masyarakat, Cerint menyerahkan bantuan berupa tenda kematian beserta perlengkapan pendukung lainnya kepada Paguyuban Pandowo. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Paguyuban Pandowo, Tarwono, WD, di hadapan seluruh anggota yang hadir.

    Ketua Paguyuban Pandowo, Tarwono, WD, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan Cerint.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Cerint Irraloza Tasya, S.Ked atas bantuan tenda kematian beserta perlengkapannya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kegiatan sosial dan akan digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Tarwono.

    Silaturahmi tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara Anggota DPD RI dengan masyarakat serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun latar belakang budaya.(Alpin)



  • Waaster Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Hadiri Penanaman Mangrove Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Amping Parak

    Pesisir Selatan– nrtvnews.info Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol yang diwakili oleh Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Letkol Kav. Mahpuzh, S.Pd., M.M., turut mengikuti kegiatan penanaman mangrove dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia di kawasan konservasi Amping Parak, Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (26/7/2026).

    Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked., Bupati Pesisir Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah H. Zainal Arifin, M.Kes., unsur Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), insan media, serta berbagai elemen masyarakat dan tamu undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Sekda Pesisir Selatan H. Zainal Arifin, M.Kes., yang mewakili Bupati, mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) untuk memberikan perhatian lebih terhadap upaya pelestarian kawasan konservasi mangrove dan penyu di Amping Parak. Menurutnya, keberhasilan menjaga ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

    Sementara itu, Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked., menyampaikan bahwa lingkungan yang terjaga dan asri akan menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa mendatang, khususnya melalui sektor pariwisata dan perikanan yang berkelanjutan.

    Pada kesempatan tersebut, Cerint juga mengungkapkan bahwa dirinya terus memperjuangkan kepentingan Sumatera Barat, termasuk terkait Transfer ke Daerah (TKD). Ia menyampaikan rasa syukur karena perjuangan tersebut telah mendapat perhatian khusus dari Menteri Keuangan.

    Ketua Panitia, Soni, S.H., M.H., M.Ling., mengatakan bahwa peringatan Hari Mangrove Sedunia tidak hanya menjadi momentum penanaman pohon mangrove, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai benteng alami dari abrasi, habitat berbagai biota laut, serta penyangga kehidupan masyarakat pesisir.

    Kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove secara simbolis oleh seluruh tamu undangan, termasuk Waaster Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Letkol Kav. Mahpuzh, S.Pd., M.M., Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked., Sekda Pesisir Selatan H. Zainal Arifin, M.Kes., unsur Forkopimda, serta para peserta lainnya sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Usulan Loly Sri Laura Berbuah Hasil, Tim PKH Ranah Pesisir Salurkan Bantuan bagi Warga Ekonomi Ekstrem

    PESISIR SELATAN – nrtvnews.info Kepedulian terhadap sesama kembali membuahkan aksi nyata di Kecamatan Ranah Pesisir. Berawal dari usulan Loly Sri Laura yang melaporkan kondisi memprihatinkan seorang warga dengan kategori ekonomi ekstrem di Kampung Kurao, Nagari Sungai Liku, Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Ranah Pesisir bergerak cepat melakukan verifikasi dan menyalurkan bantuan sosial, Sabtu (25/7/2026).

    Penyaluran bantuan yang mengusung tema “Menebar Kepedulian, Menghadirkan Harapan” tersebut dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB. Bantuan diserahkan langsung oleh Pendamping PKH Kecamatan Ranah Pesisir, Izen Maryono dan Doni Yusra, kepada keluarga penerima manfaat di kediamannya.

    Usulan yang disampaikan Loly Sri Laura bermula dari kepeduliannya terhadap kondisi warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Tim PKH Ranah Pesisir untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

    Pendamping PKH Kecamatan Ranah Pesisir, Izen Maryono, mengatakan bahwa laporan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan pendamping sosial mampu mempercepat penanganan terhadap warga yang membutuhkan.

    “Kami mengapresiasi kepedulian Ibu Loly Sri Laura yang telah menyampaikan informasi mengenai kondisi warga yang membutuhkan bantuan. Setelah dilakukan verifikasi di lapangan, bantuan segera kami salurkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga penerima dan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial akan selalu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Izen.

    Ia menambahkan, pendamping PKH tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga membangun kolaborasi dengan masyarakat agar setiap persoalan sosial dapat direspons secara cepat, tepat, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Sementara itu, Loly Sri Laura menyampaikan bahwa kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan ekonomi merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, setiap warga memiliki peran untuk saling membantu dengan menyampaikan informasi apabila mengetahui ada masyarakat yang membutuhkan perhatian.

    “Saya berharap kepedulian seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan saling peduli dan saling mengingatkan, kita dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi kesulitan sehingga mereka tidak merasa sendiri,” katanya.

    Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Keluarga penerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan serta berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga di tengah masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, Tim PKH Kecamatan Ranah Pesisir menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendampingan sosial serta membangun sinergi dengan masyarakat dalam menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Penyaluran bantuan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian yang diwujudkan melalui aksi nyata mampu menghadirkan harapan bagi warga yang sedang menghadapi keterbatasan ekonomi.(Red)