Author: alpin


  • Forum Pejuang Olahraga Buka Gembok KONI Sumbar Gerakan Damai untuk Menjaga Marwah Olahraga Ranah Minang

    Padang – nrtvnews.live Kisruh yang melanda KONI Sumatera Barat mendapat perhatian serius dari Forum Pejuang Olahraga. Pada Jumat, 1 Agustus 2025, forum yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat ini membuka gembok kantor KONI Sumbar sebagai bagian dari gerakan damai untuk menyelamatkan marwah olahraga di Ranah Minang, Jumat 2/8/2025

    Koordinator Forum, Arfan Rusda, menegaskan bahwa aksi ini bukan untuk menghambat pembinaan atlet, melainkan sebagai respons terhadap macetnya komunikasi internal di tubuh KONI Sumbar. “Kami hanya ingin memperbaiki situasi agar olahraga Sumbar bisa lebih maju,” ujarnya.

    Juru bicara Forum, Septri, menambahkan bahwa pembukaan segel kantor KONI ini bertujuan menciptakan suasana yang lebih kondusif dan memperbaiki komunikasi antara semua pihak yang terlibat. Ia berharap masalah ini bisa diselesaikan tanpa memperburuk keadaan.

    Setelah membuka gembok, Forum mendapati kantor KONI dalam keadaan kosong tanpa petugas. Mereka pun menutup kembali kantor dan menyerahkan kunci gembok kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar untuk menjaga keamanan.

    Aksi damai ini mendapat apresiasi dari tokoh olahraga Sumbar, seperti Prof. Syahrial Bachtiar, yang menilai langkah Forum sebagai sinyal positif untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak. “Penyelesaian dengan kepala dingin lebih baik daripada memperkeruh suasana,” katanya.

    Dengan dibukanya kembali kantor KONI, Forum Pejuang Olahraga berharap semua pihak dapat fokus pada prestasi atlet dan kejayaan olahraga Sumbar dengan mengutamakan semangat kekeluargaan. Kini saatnya untuk memprioritaskan masa depan olahraga Ranah Minang. (Alpin)



  • Dispora Sumbar Surati KONI Pusat, Desak Penunjukan Karateker  Rp1,8 Miliar Cair, Musorprov Tak Jalan

    Padang — nrtvnews live Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat telah mengirimkan surat resmi kepada Ketua Umum KONI Pusat, terkait penunjukan karateker untuk posisi Ketua KONI Sumbar. Surat tersebut, dengan nomor 800/3051/sek/Dispora/2025, tertanggal 28 Juli 2025 dan ditandatangani oleh Kepala Dispora Sumbar, Dra. Maifrizon, M.Si, menyarankan agar langkah cepat diambil mengingat dinamika internal KONI Sumbar yang kian memperburuk situasi perkembangan olahraga di daerah, Jumat 1/8/2025

    Anggaran Rp1,8 Miliar Tak Terealisasi

    Salah satu isu utama yang diangkat dalam surat tersebut adalah alokasi anggaran sebesar Rp1,8 miliar yang dicairkan pada Maret 2025. Anggaran ini bertujuan untuk mendukung berbagai kegiatan KONI Sumbar, termasuk penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov), rapat kerja, serta tiket perjalanan. Namun, meski anggaran telah disetujui dan dicairkan, Musorprov yang seharusnya menjadi kegiatan pokok tak kunjung terlaksana hingga masa jabatan pengurus berakhir pada Mei 2025.

    Dispora Sumbar telah meminta laporan pertanggungjawaban terkait penggunaan dana tersebut, namun tanggapan yang diterima dianggap tidak memadai dan bahkan terkesan mengada-ada. Maifrizon menegaskan, “Tidak mungkin ada dua kali pos anggaran untuk kegiatan yang sama. Anggaran Rp1,8 miliar sudah dicairkan, termasuk untuk Musorprov. Jadi permintaan tambahan anggaran tentu tidak bisa kami kabulkan.”

    Perpanjangan SK Kepengurusan KONI Sumbar Dinilai Bermasalah

    Selain masalah anggaran, Dispora juga menyoroti perpanjangan Surat Keputusan (SK) kepengurusan KONI Sumbar. Perpanjangan tersebut awalnya disepakati hanya untuk satu bulan sebagai masa transisi, namun kenyataannya diperpanjang hingga enam bulan. Ini dianggap tidak sesuai dengan komitmen awal, dan semakin memperkeruh situasi internal KONI Sumbar.

    Aksi Forum Pejuang Olahraga Sumbar

    Ketegangan yang semakin memuncak di tubuh KONI Sumbar juga memicu aksi pengembokan kantor KONI Sumbar oleh Forum Pejuang Olahraga Sumbar. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tekanan agar masalah kepemimpinan segera diselesaikan, tanpa melibatkan tindakan anarkis.

    Arfan Rusda, Koordinator Forum Pejuang Olahraga Sumbar, menyatakan bahwa pengembokan ini merupakan langkah terakhir setelah upaya dialog dan komunikasi yang telah dilakukan tidak membuahkan hasil. “Kami sudah berulang kali mengajak Ketua KONI Sumbar untuk duduk bersama membicarakan kondisi olahraga, tapi tidak ada iktikad baik. Maka pengembokan ini kami lakukan sebagai bentuk penyelamatan,” ujarnya.

    Pendapat Mantan Pengurus KONI Sumbar

    Ir. Reri Tanjung, MM, mantan pengurus KONI Sumbar, juga turut menyoroti polemik ini. Ia menganggap perpanjangan SK Nomor 54 Tahun 2025 tentang kepengurusan KONI Sumbar tidak memiliki dasar hukum yang jelas. “Masa jabatan Ketua KONI Sumbar berakhir pada 28 Mei 2025. Perpanjangan jabatan seharusnya hanya dilakukan dalam kondisi darurat atau menjelang event olahraga besar, bukan karena alasan administratif,” kata Reri.

    Reri juga menyatakan dukungannya terhadap sikap tegas Dispora Sumbar dalam menjaga netralitas birokrasi. “Ini langkah maju untuk menyelamatkan marwah olahraga Sumbar dan mengembalikan integritas organisasi,” tambahnya.

    Harapan untuk Masa Depan Olahraga Sumbar

    Forum Pejuang Olahraga Sumbar menegaskan bahwa gerakan mereka murni untuk kepentingan olahraga. “Tidak ada maksud lain. Kami hanya ingin menyelamatkan marwah olahraga Sumbar agar prestasi dan pembinaan kembali ke jalurnya,” ujar Septri, salah seorang anggota forum.

    Dengan adanya ketegangan ini, harapan besar tertuju pada penunjukan karateker yang dapat membawa perubahan dan memperbaiki dinamika organisasi KONI Sumbar, serta menyelamatkan masa depan olahraga di Sumatera Barat (Alpin)



  • Kecelakaan lalu lintas  Tunggal  merenggut Maut,  Mobil Sigra di Gurun Panjang Kapuh, Dua Orang Tewas di Tempat

    Tarusan – Pesisir Selatan  nrtvnews.live Kecelakaan maut terjadi di Gurun Panjang Kapuh, Kenagarian Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pada pukul 01.30 WIB. Sebuah mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi BH 1634 NY yang melaju dari arah Padang menuju Painan menabrak sebuah pohon kayu di pinggir jalan, Kamis 31/7/2025

    Dalam kejadian tragis ini, dua orang penumpang yang berada di dalam mobil dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, mobil tersebut mengalami kecelakaan akibat kehilangan kendali hingga menabrak pohon yang berada di tepi jalan.

    Kapolsek Tarusan, AKP. Donny Putra, SH, MH, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi secara mendadak, dan upaya penyelamatan dilakukan oleh  pihak kepolisian dan masyarakat setempat  Namun, sayangnya kedua korban tidak bisa diselamatkan. “Kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia di tempat, dan identitas korban sedang dalam proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Kapolsek Donny Putra.

    Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan ini. Kendati demikian, dugaan sementara adalah adanya faktor kelalaian pengemudi yang diduga mengantuk atau kondisi jalan yang licin akibat hujan.

    IDENTITAS KORBAN

    1. Nama  M. Rusli, Umur 53 Tahun,  Pekerjaan Swasta, Alamat Pemayung Kabupaten  Batang hari – Jambi. ( Pengemudi ).

    2. Nama  Wahyu Jumardi, Umur 54 Tahun,  pekerjaan Swasta,  Aamat Pematang Sulur  Jambi Kecamatan  Telanai Pura – Jambi.( Penumpang ).

    Kapolsek Tarusan AKP. Donny Putra, Sh, MH  juga  juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama, terlebih pada kondisi jalan yang licin dan rawan kecelakaan.(Alpin)



  • Pengkajian Muhammadiyah Wilayah Sumatera Barat Susun Kebijakan Partisipatif untuk Sumatera Barat yang Berkemajuan

    Padang  Sumatera Barat – nrtvnews.live Pengkajian Muhammadiyah tingkat wilayah Sumatera Barat yang digelar pada Sabtu (26/7) di Auditorium Gubernur Sumbar berhasil menarik perhatian berbagai kalangan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan dunia akademik.

    Mengusung tema “Konstruksi ABS-SBK Pasca UU Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat Strategi Pembentukan Kebijakan Partisipatif untuk Sumatera Barat yang Berkemajuan,” pengkajian ini berfokus pada pembahasan bagaimana nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dapat berperan dalam menyusun kebijakan untuk kemajuan provinsi Sumatera Barat.

    Acara dibuka oleh Sekretaris PWM Sumatera Barat, Drs. H. Apris, MM, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, termasuk Muhammadiyah, untuk mewujudkan Sumatera Barat yang lebih maju. H. Apris juga mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan daerah.

    Tokoh Muhammadiyah dan Akademisi Memperkuat Diskusi

    Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah dan akademisi, di antaranya Sekretaris PWM Sumatera Barat Drs. H. Apris, MM, Bendahara PWM Dr. Murisal, M.Pd, dan Ketua LKHP PWM Drs. Hansastri, MM. Mereka turut memeriahkan diskusi mengenai bagaimana filosofi ABS-SBK yang mengedepankan kearifan lokal, adat, dan agama bisa diintegrasikan dengan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan partisipatif.

    Diskusi dipandu oleh moderator, Rozidateno Putri Hanida, S.IP, M.PA, yang berhasil mengarahkan jalannya acara dengan lancar. Sejumlah pembicara lainnya, seperti Ki Jal Atri Tanjung, S.Pd, SH, MH  yang menyampaikan tentang  Prespektif hukum  serta  Tenaga Ahli DPRD Sumbar Prof. H. M. Syayuti Dt. Rajo Pangulu, M.Pd, dan  Prof. Dr. Ir. Puti Reno Raudha Thaib, M.P,  menyampaikan wawasan tentang pentingnya kebijakan berbasis riset dan teknologi serta perlunya partisipasi masyarakat dalam setiap tahap pembangunan. Partisipasi Muhammadiyah dalam Pembangunan Sumatera Barat

    Hadir pula perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan, Elpinas, S.Kom, yang menyampaikan aspirasi dari tingkat daerah mengenai peran aktif Muhammadiyah dalam pembangunan Sumatera Barat yang berkemajuan.

    Diskusi dalam pengkajian ini menegaskan pentingnya kebijakan yang partisipatif sebagai kunci untuk menciptakan perubahan yang lebih baik. Kolaborasi yang solid antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan diharapkan dapat mewujudkan Sumatera Barat sebagai provinsi yang lebih maju dan berkeadilan, selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh Muhammadiyah dan masyarakat setempat.

    Pentingnya Pembelajaran Filsafat ABS-SBK untuk Anak-Anak

    Setelah pemaparan materi dari para pembicara, sesi tanya jawab pun berlangsung. Salah satu peserta, Dr. Murisal, M.Pd, mengangkat isu terkait kesenjangan informasi tentang filosofi ABS-SBK di kalangan anak-anak. Menurut Dr. Murisal, perlu ada upaya untuk mengenalkan filosofi ABS-SBK kepada anak-anak melalui media yang lebih menarik, seperti video singkat, agar mereka dapat dengan mudah memahami dan menyenangi materi tersebut.

    Dengan semangat kebersamaan, pengkajian Muhammadiyah kali ini menjadi titik tolak yang penting untuk membangun Sumatera Barat yang berkemajuan. Melalui kolaborasi, pemikiran kritis, dan tindakan nyata, Sumatera Barat diharapkan dapat mencapai tujuannya sebagai provinsi yang makmur dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.(Alpin)



  • Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pessel Hendrajoni Tekankan Pentingnya Integritas

    Painan – nrtvnews.live Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pessel. Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut diadakan di Ruangan Pertemuan Dinas Pendidikan Pessel pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Tiga pejabat baru yang dilantik adalah Gunawan, S.Sos, M.Si ( Staf Ahli), Suhandri, SE, MM ( Kepala DKPD Pessel) , dan Ilham Rachmadsyah Putra, S.STP. ( Kepala Dinas Sosial PPrPA Pessel ) Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam penyegaran birokrasi dan peningkatan kinerja di berbagai sektor pemerintahan Kabupaten Pessel.

    Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat terkemuka

    Bupati Pessel, H. Hendrajoni, SH, MH, turut hadir dalam pelantikan tersebut, didampingi Wakil Bupati Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, dan Sekda Mawardi Roska, SIP. Selain itu, Kepala BKSDM Pessel, Yoski Wandri, S.P, M.Si, serta kepala OPD Pessel juga hadir memberikan dukungan.

    Dalam kesempatan ini, juga hadir Owner NRTVNews.Live, Novridol Rahman, SH, M.Kn, yang turut serta meramaikan acara sebagai bentuk apresiasi terhadap langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Pessel.

    Dalam sambutannya, Bupati H. Hendrajoni mengingatkan pentingnya sumpah jabatan dan fakta integritas yang telah diucapkan oleh pejabat yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa kedua hal tersebut bukan hanya sekadar formalitas, tetapi sebuah komitmen untuk menjalankan tugas dan amanah dengan penuh tanggung jawab.

    “Sebagai pejabat yang baru dilantik, saya berharap saudara-saudara dapat memahami dan menjalankan sumpah serta fakta integritas ini dengan sebaik-baiknya. Tanggung jawab yang diemban sangat besar, maka dari itu mari kita jaga integritas, profesionalisme, dan komitmen dalam bekerja demi kemajuan Kabupaten Pessel,” ujar Hendrajoni.

    Tantangan Baru, Harapan Baru

    Pelantikan ini tidak hanya menjadi ajang rotasi jabatan, tetapi juga membawa harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Pessel. Dengan pejabat yang baru, diharapkan pelayanan publik dan kinerja pemerintahan semakin meningkat, terutama dalam hal transparansi, akuntabilitas, dan inovasi di berbagai sektor.

    Dengan berakhirnya acara pelantikan ini, diharapkan pejabat yang baru dilantik dapat segera menjalankan tugasnya dan berkontribusi maksimal dalam mewujudkan visi misi Pemerintah Kabupaten Pessel ( Alpin)



  • Oleh: Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Bidang Ekonomi dan Pariwisata

    PESISIR SELATAN  DARI PESISIR TANPA HIRARKI MENJADI DESTINASI WISATA YANG MEMBANGKITKAN EKONOMI LOKAL

    Oleh: Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Bidang Ekonomi dan Pariwisata

    Dulunya hanya dikenal sebagai jalur lintas Sumatera Barat yang panjang dan terbentang dari ujung ke ujung, kini Kabupaten Pesisir Selatan perlahan berubah wajah. Bukan lagi sekadar daerah transit, melainkan destinasi wisata yang menawan, dengan potensi alam, budaya, dan ekonomi yang mulai terangkat berkat kepedulian masyarakat dan peluang pariwisata yang dimanfaatkan secara cerdas.

    Dengan garis pantai yang membentang sekitar 234 kilometer, Pesisir Selatan menawarkan kekayaan alam yang luar biasa. Mulai dari Pantai Carocok Painan yang ikonik, Pulau Mandeh yang sering disebut “Raja Ampatnya Sumatera”, Jembatan Akar Bayang yang unik dan menjadi simbol kelestarian hutan bakau, hingga Air Terjun Tambulun, Masjid Terapung Painan, dan Rumah Gadang Made Rubiah yang memadukan nilai budaya dan religi. Tak ketinggalan, destinasi seperti Bayang Sani, Pantai Batu Kalang, Cinto, Family Beach, TPI Kambang, SJW Sumedang di Balai Selasa, hingga konservasi mangrove di Ampiang Parak Surantih, semuanya tersebar dari ujung Kecamatan Koto XI Tarusan hingga Silaut di barat laut.

    Yang menarik, banyak dari tempat-tempat wisata ini muncul secara organik. Bukan hasil proyek besar pemerintah, melainkan lahir dari inisiatif masyarakat yang ingin menciptakan ruang nyaman untuk menenangkan jiwa, menikmati keindahan alam, sekaligus membuka peluang ekonomi. Di sepanjang pesisir—dari Mandeh hingga Sago, Salido, Painan, Batang Kapas, Sutera, hingga Silaut—warga lokal mulai membuka akses jalan, membuat gazebo, warung makanan, hingga menyediakan jasa penyewaan perahu dan aktivitas wisata seperti snorkeling dan pemancingan.

    “Kami buat tempat ini sebaik mungkin supaya pengunjung betah. Kalau mereka senang, kami juga dapat rezeki,” ujar salah seorang pedagang makanan di Pantai Batu Kalang, sambil menyajikan pisang goreng khas lokal.

    Fenomena ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Di pesisir, UMKM tumbuh subur: dari penjual es kelapa muda, makanan ringan, mainan anak-anak, hingga pelaku wisata yang menawarkan jasa pemandu. Bahkan, nelayan yang dulu hanya mengandalkan hasil laut kini memiliki peran ganda. Saat laut tenang dan cuaca mendukung, mereka melaut. Tapi saat ombak besar atau musim gelap, kapal-kapal mereka beralih fungsi menjadi transportasi wisatawan.

    “Dulu harus ke tengah laut, sekarang ikan banyak di dekat pantai. Ekosistem terjaga karena kita jaga bersama. Saat tidak melaut, saya bawa tamu keliling pulau. Penghasilan lebih stabil, tidak fluktuatif lagi,” kata salah seorang nelayan sekaligus operator wisata di kawasan Mandeh.

    Keberhasilan ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Praktik penangkapan ikan merusak seperti bom, racun, dan potas telah ditinggalkan. Kawasan perikanan tradisional 0–4 mil dari pantai dilindungi, sementara kapal besar diarahkan ke zona lebih dari 4 mil. Hasilnya, terumbu karang pulih, ikan berkembang biak, dan ekosistem laut kembali sehat—menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan pariwisata dan perikanan.

    Namun, di balik pertumbuhan yang menggembirakan, tantangan masih mengintai. Banyak objek wisata lokal belum tercatat secara resmi. Tidak ada data komprehensif yang bisa menjadi dasar kebijakan pengembangan infrastruktur, promosi, maupun perlindungan lingkungan.

    “Jika tidak segera diinventarisir, wisata yang lahir dari masyarakat ini bisa mati dengan sendirinya. Tanpa pembinaan, tanpa regulasi, tanpa dukungan, mereka akan kewalahan menghadapi tekanan lingkungan dan kompetisi,” tegas Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan yang membidangi Ekonomi dan Pariwisata.

    Ia menekankan perlunya pendekatan community-based tourism yang melibatkan masyarakat sebagai pengelola utama. “Mereka bukan obyek, tapi subjek pembangunan. Harus ada pembinaan berkelanjutan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan, agar wisata di sini tidak hanya musiman, tapi bisa bertahan dan berkembang dan berkelanjutan.”

    Pemerintah daerah pun hendaknya mulai menyadari pentingnya langkah strategis. Rencana inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh destinasi wisata lokal yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, dijadikan sebagai fondasi perencanaan pariwisata yang terarah. “Kita ingin semua potensi wisata terdata, terkelola, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mardianton.

    Dengan potensi alam yang luar biasa, ditambah kesadaran masyarakat yang tinggi dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan peluang ekonomi, Pesisir Selatan berada di ambang lompatan besar. Jika dikelola secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin kawasan sepanjang pesisir pantai ini akan menjadi destinasi unggulan Sumatera Barat, bahkan nasional.

    Kini, Pesisir Selatan bukan lagi bayang-bayang dari daerah lain. Ia telah menjadi tujuan utama. Dan di balik setiap ombak yang memecah di pantai, terdengar suara harapan—dari nelayan, pedagang kecil, hingga generasi muda—yang mulai percaya bahwa masa depan mereka tidak harus jauh dari rumah. Cukup dengan menjaga alam, membuka hati, dan membagi keindahan, Pesisir Selatan sedang menulis kisah kebangkitannya sendiri.



  • Diskusi Santai Bersama Ketua Cabor Terkait Musyorda Koni Kabupaten Pessel

    Painan – nrtvnews.live Sejak penunjukan M. Adli sebagai Plt. Ketua Koni Kabupaten Pessel oleh Bupati Pessel, langkah ini dianggap sebagai terobosan penting untuk meningkatkan prestasi olahraga di Pesisir Selatan. M. Adli diberikan tanggung jawab besar untuk menyukseskan Musyawarah Olahraga Daerah (Musyorda) yang rencananya akan digelar pada bulan November mendatang, Senin 21/7/2025

    Dalam rangka mempersiapkan acara tersebut, sebuah diskusi santai digelar antara Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Dayung Caul, Ketua Cabor Forki Yulman, serta Epaldi Bahar yang pernah menyandang sabuk hitam dalam cabang olahraga karate. Diskusi ini juga dihadiri oleh David, seorang pemerhati olahraga, serta mantan atlet taekwondo-in, Alpin.

    Tujuan dari diskusi ini adalah untuk saling berbagi pemikiran guna membawa suasana baru dalam pengembangan olahraga di Kabupaten Pessel. Pada kesempatan tersebut, Caul mengungkapkan bahwa siapa pun yang nantinya akan duduk di kepengurusan Koni haruslah orang yang memiliki pemahaman mendalam tentang cabang olahraga yang mereka urus. Ia menegaskan, “Jangan sampai ada yang ditunjuk untuk mengurus Cabor, tetapi mereka tidak paham dengan olahraga itu sendiri.”

    Senada dengan itu, Epaldi Bahar menambahkan bahwa untuk mencapai kemajuan dan prestasi olahraga yang lebih baik, intrik politik harus dijauhkan. “Olahraga harus berjalan dengan lancar seperti air yang mengalir, tanpa ada intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan,” tegasnya.

    Epaldi juga menyoroti sikap pemerintah yang tidak terlalu ikut campur dalam pemilihan ketua Koni, asalkan keputusan tersebut bisa membawa kemajuan dan keselarasan dengan visi pembangunan olahraga di Pessel. “Tidak ada intervensi dari pemerintah terkait siapa yang akan menjadi ketua Koni. Yang terpenting adalah ketua Koni terpilih bisa bekerja sejalan dengan pemerintah dan membawa olahraga Pessel ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

    David, yang hadir dalam diskusi tersebut, memberikan beberapa masukan terkait peran serta masyarakat dalam mendukung kemajuan olahraga. Menurutnya, keberhasilan olahraga Pessel tidak hanya bergantung pada pengurus Koni saja, tetapi juga perlu adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.

    Sebagai penutup, Alpin, mantan atlet taekwondo-in, menegaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk mencetak atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Pessel di ajang nasional dan internasional.

    Diskusi santai ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam memajukan dunia olahraga di Kabupaten Pessel. Dengan komitmen bersama, harapan besar ditujukan untuk membawa Pessel menuju prestasi yang lebih gemilang di masa depan (Alpin)



  • Kerusakan Alam Sariak Bayang,Teriakan dari Masyarakat Bayang untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    Alahan Panjang — nrtvnews.live  Menangis hati ini melihat kerusakan alam yang terjadi di kawasan hulu sungai Batang Bayang, Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Bukan hanya sebuah kerusakan fisik yang terlihat dengan jelas, tetapi juga kerusakan pada masa depan generasi yang akan datang. Kerusakan alam ini bukanlah akibat dari alam itu sendiri, melainkan akibat perbuatan manusia yang begitu serakah dan merusak.

    Pada Sabtu, 19 Juli 2025, sebuah video yang menunjukkan pembalakan liar di Sariak Bayang tersebar luas di media sosial. Video ini menjadi seruan hati untuk pemerintah, terutama Menteri Kehutanan @rajaantoni, yang diharapkan membuka mata hati untuk segera turun tangan.

    “STOP Pembalakan di Sariak Bayang!”

    Itulah seruan keras yang disampaikan oleh Novermal, anggota DPRD Pesisir Selatan dari Partai Amanat Nasional. “Kami harus melindungi hutan-hutan di hulu sungai Batang Bayang ini. Jika tidak, bencana banjir bandang yang merugikan masyarakat Bayang akan semakin sering terjadi. Bukan hanya kerusakan alam yang harus kita tanggung, tetapi juga bencana yang menanti setiap saat,” ungkapnya.

    Hutan dan Kehidupan Hutan di kawasan ini memiliki peranan vital sebagai daerah tangkapan air dan sumber kehidupan bagi banyak pihak. Namun, kini kawasan yang seharusnya dijaga dengan baik justru menjadi sasaran pembalakan liar yang tak terkendali. Menurut data yang dihimpun, kawasan Sariak Bayang, yang terletak di Alahan Panjang, merupakan salah satu daerah dengan potensi bencana alam yang cukup besar jika hutan di hulu sungainya terus dihancurkan.

    Masa Depan yang Suram bagi masyarakat Bayang, kondisi ini bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Mereka sudah merasakan dampak langsung dari kerusakan hutan ini, dengan banjir bandang yang kerap terjadi setiap musim hujan. Bahkan, beberapa wilayah di sekitar Sariak Bayang dilanda longsor dan banjir yang menyebabkan kerugian materiil dan korban jiwa.

    “Kami ingin hidup aman. Kami ingin anak cucu kami bisa merasakan kesejahteraan yang sama seperti kami dulu,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya. “Kami berharap pemerintah mendengar jeritan kami.”

    Seruan untuk Menteri Kehutanan

    Seruan untuk segera menghentikan pembalakan liar ini semakin keras terdengar. Tak hanya masyarakat, namun juga aktivis dan organisasi lingkungan mendesak Menteri Kehutanan untuk mengambil langkah nyata dalam menghentikan kerusakan alam yang semakin parah ini. Menteri @rajaantoni diminta untuk memprioritaskan perlindungan terhadap kawasan hutan yang sudah terancam punah demi masa depan yang lebih baik.

    “Jangan biarkan kerakusan mereka merusak alam. Kawasan ini adalah daerah tangkapan air yang harus kita rawat. Jika tidak, bencana yang jauh lebih besar akan menimpa kita semua,” tambah Novermal, yang juga menjadi kader terdepan dalam upaya pelestarian lingkungan di daerah tersebut. Saatnya Bertindak Kebijakan dan keputusan yang diambil oleh pihak berwenang kini akan menentukan masa depan kawasan ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, bencana ekologis yang lebih parah akan menimpa bukan hanya masyarakat Bayang, tetapi juga wilayah-wilayah lainnya yang bergantung pada keberlanjutan ekosistem hulu sungai Batang Bayang.

    Sariak Bayang bukan hanya milik kita hari ini. Tapi juga milik generasi mendatang. Mari kita jaga dan rawat alam ini untuk masa depan yang lebih baik ( Alpin)



  • Kecelakaan Mengerikan di Jembatan Koto Rawang Salido Saribulan 2 Korban Terjatuh dan  satu orang meninggal dunia.

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live  Sebuah kecelakaan tragis kembali terjadi di Jembatan Koto Rawang Salido Saribulan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Sekitar pukul 13.00  wib siang tadi, dua orang perempuan terjatuh dari jembatan gantung darurat yang telah lama diperbincangkan sebagai sarana yang tak layak untuk dilewati, Minggu 20/7/2025

    Kedua korban, Dini Ermawati (19) dan Nuhayati (46), dilaporkan dalam kondisi kritis setelah terjatuh ke bawah jembatan. Kejadian ini membuat warga setempat panik dan segera membawa kedua korban ke Rumah Sakit M Zein Painan. Namun, kondisi korban sangat memprihatinkan. Salah satu dari mereka, Nuhayati, dilaporkan meninggal dunia  di ruang UGD, sementara Dini menderita luka serius  dan  retak tulang kaki akibat terkena batu-batuan tajam yang ada di bawah jembatan.

    Salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Saya melihat mereka jatuh begitu cepat. Tanpa ada peringatan, mereka sudah terjatuh dan tak sadarkan diri. Keadaan di bawah jembatan juga sangat berbahaya, banyak batu besar yang membuat luka mereka semakin parah.”

    Hingga berita ini diterbitkan, salah satu dari  korban yang meninggal dunia Nurhayati  telah  dibawa pulang oleh keluarga, sedangkan Dini Ermawati masih  terus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden yang terjadi di jembatan tersebut. Banyak warga yang mengeluhkan buruknya kondisi infrastruktur yang sudah tak layak pakai, dan mempertanyakan mengapa jembatan gantung darurat tersebut masih digunakan untuk akses sehari-hari.

    Tokoh masyarakat  setempat yang tidak mau disebutkan namanya  menyatakan bahwa jembatan tersebut sudah lama menjadi perhatian pemerintah. “Kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan untuk perbaikan kepada pemerintah daerah, namun hingga saat ini belum ada tindakan konkret. Kejadian ini menjadi bukti nyata betapa mendesaknya perbaikan infrastruktur ini,” ujar  tokoh masyarakat dengan nada tegas.

    Sementara itu, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan ini. Masyarakat setempat berharap kejadian tragis ini menjadi momentum untuk segera memperbaiki dan mengganti jembatan gantung darurat tersebut dengan yang lebih aman, demi mencegah jatuhnya korban-korban lain di masa depan.

    Warga Pesisir Selatan, khususnya yang tinggal di sekitar koto rawang salido saribulan Kecamatan IV Jurai, meminta perhatian lebih dari pemerintah daerah agar tragedi serupa tidak terulang kembali (Alpin)



  • Pemda Kabupaten Pessel Gelar Temu Pendidikan Nusantara XII 2025 di Painan Convention Center (PCC)

    Painan – nrtvnews.live Pemda Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar acara Temu Pendidikan Nusantara (TPN) XII di Painan Convention Center (PCC) Sabtu, 19 /7/2025.

    Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh lpendidikan dan pejabat penting di Kabupaten Pessel. Temu Pendidikan Nusantara kali ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, yaitu “Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim”, yang menjadi simbol semangat perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

    TPN XII merupakan forum yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi para guru yang inovatif, inisiatif, dan berdedikasi dalam menciptakan perubahan positif di dunia pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pemicu terwujudnya transformasi pendidikan yang lebih baik, khususnya di Kabupaten Pessel.

    Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pessel, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, yang memberikan sambutan hangat serta dukungannya terhadap kegiatan ini. Acara langsung di buka oleh Wakil Bupati Dr.H.Risnaldi.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pessel juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai kondisi infrastruktur pendidikan di Pessel. Beliau menyebutkan bahwa sekitar 60% infrastruktur pendidikan di Pessel masih dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera. Meskipun begitu, beliau menegaskan bahwa hal tersebut tidak menghalangi semangat para pendidik untuk terus berupaya memberikan yang terbaik untuk murid-murid mereka.

    Wakil Bupati Pessel juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam dunia pendidikan. Beliau mengingatkan agar para guru tidak terlibat dalam politik praktis dan lebih fokus pada tugas utama mereka, yaitu mengajar dan mendidik. “Mari kita fokus pada pendidikan. Agar Pessel dapat menjadi daerah yang lebih maju melalui pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

    Selain itu, ada juga anggota DPR-RI dari Fraksi Nasdem, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni dan juga menjadi narasumber  serta sejumlah pejabat lainnya, termasuk Sekda Pessel, Mawardi Roska, S.IP.

    Tak ketinggalan, hadir juga Kacabdin Wilayah VII Sumbar, Muslim Arif, yang dikenal sebagai tokoh pendidikan dan sekaligus kader Muhammadiyah yang banyak memberikan perubahan pada sistem pendidikan di Sumatera Barat  bersama dengan anggota DPR-RI, Dr.Hj. Lisda Hendrajoni, beliau berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Pessel, melalui berbagai kolaborasi yang inovatif.

    Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat Pessel, Buya Zaitul Ikhlas dan juga sebagai narasumber, Drs. Jamalus, MM,  MUI Pessel,  Ketua PDM Pessel, Buya Aprizal, M.Pd, serta ketua TP-PPD Pessel H.Saidal Masfiuddin, SH yang turut memberi dukungan dan harapan besar terhadap agenda perubahan pendidikan ini.

    Temu Pendidikan Nusantara XII bukan sekadar ajang berkumpul, namun juga sebagai titik awal bagi kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan untuk menciptakan iklim pendidikan yang lebih baik, tidak hanya untuk Pessel tetapi juga untuk seluruh Sumbar. Semoga, melalui forum ini, kita dapat bersama-sama mewujudkan pendidikan yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan di masa depan.

    Temu Pendidikan Nusantara (TPN) XII ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah prioritas utama, dan Kabupaten Pessel berkomitmen untuk terus bergerak maju dengan mendukung segala bentuk inovasi di dunia pendidikan (Alpin)



  • BPDAS Agam Kuantan UPT Kementerian Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Kunjungi PDM Pessel, Serahkan 5.000 Bibit Tanaman

    Painan – nrtvnews.live Rombongan BPDAS Agam Kuantan UPT Kementerian Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan kunjungan ke Sekretariat PDM Pessel di Painan. Kedatangan tim ini disambut langsung oleh Bendahara PDM Pessel, Elpinas, S.Kom, serta Ketua PDA Pessel, Ibu Dra. Hj. Nasrida, pada hari Kamis, 17/7/ 2025.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Manager Persemaian Permanen Solok, Bapak Samirun, bertujuan untuk menyerahkan bantuan berupa bibit durian dan alpukat. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ibu Manisa (Seksi Perencanaan dan Evaluasi BPDAS),  serta Ibu Veny dari Seksi Penguatan Kelembagaan BPDAS.

    Bantuan yang diberikan berupa 2.500 bibit durian dan 2.500 bibit alpukat, yang totalnya mencapai 5.000 bibit, merupakan hasil upaya dari PWM Sumbar melalui Koordinator Daerah Pessel, Bapak Ir. Yosmeri Yusuf, yang bekerja sama dengan Pokir Anggota DPR-RI, Bapak Alexander Indra Lukman.

    Ibu Nasrida dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada BPDAS Agam Kuantan dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung program pemberdayaan pertanian dan kehutanan di Pessel,” ujar Ibu Nasrida.

    Bantuan bibit ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Pessel, khususnya dalam sektor pertanian. Para petani di wilayah ini diharapkan dapat memanfaatkan bibit durian dan alpukat yang diberikan untuk memperluas area tanam, serta mengembangkan sektor pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Bantuan Bibit Durian dan Alpukat sebagai Solusi Ekonomi Masyarakat

    Pemberian bibit durian dan alpukat ini bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap sektor kehutanan dan pertanian, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pessel. Tanaman durian dan alpukat, yang memiliki nilai jual tinggi, diyakini dapat membantu petani lokal meningkatkan pendapatan mereka dalam beberapa tahun ke depan.

    Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh keuntungan jangka panjang dari hasil panen durian dan alpukat, yang juga berpotensi menarik perhatian pasar lokal maupun nasional.

    Sinergi untuk Meningkatkan Keberlanjutan Pertanian

    Kunjungan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk meningkatkan keberlanjutan pertanian di Sumbar. Selain itu, pemberian bibit ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program pengembangan pertanian berbasis komoditas unggulan yang ramah lingkungan.

    BPDAS Agam Kuantan juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai daerah lain untuk memperkuat sektor pertanian dan kehutanan yang berkelanjutan di Provinsi Sumatera Barat.

    Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi singkat mengenai pengelolaan sumber daya alam dan keberlanjutan program pertanian yang dapat memberi manfaat lebih bagi masyarakat setempat(Alpin)



  • Diskusi Kemajuan Pessel Ketum Hipmi Pessel Hafiz Anderson Gagas Program Terobosan untuk Kabupaten Pesisir Selatan

    Painan – nrtvnews.live  Bertempat di Hotel Hanna Painan, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pesisir Selatan, Hafiz Anderson, S.KP, menggelar diskusi dengan sejumlah pihak terkait untuk merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan ekonomi daerah. Dalam pertemuan tersebut, Hafiz membahas berbagai program yang sudah digagas untuk meningkatkan sektor investasi dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat Pessel Diskusi berlangsung di Hotel Hanna Painan, Kamis 17/7/2025

    Hafiz Anderson menyampaikan bahwa salah satu program unggulan yang akan diimplementasikan adalah “Gerbang Investasi”, yang bertujuan untuk menarik investor luar negeri ke Pessel. Beberapa proyek besar yang sudah dalam tahap perencanaan meliputi pusat perikanan di Carocok Tarusan, pembangunan pembangkit tenaga surya di Bukit Emas Batu Kalang Kecamatan Koto XI Tarusan, serta pengolahan sampah di Lumpo. Menurut Hafiz, proyek-proyek ini tidak hanya akan meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga memberikan solusi untuk berbagai permasalahan sosial dan lingkungan.

    “Salah satu terobosan yang sedang kami upayakan adalah kerja sama dengan investor asal Jepang. Pada tanggal 25 Juli 2025, mereka akan melakukan survei lapangan di beberapa lokasi yang kami tawarkan. Kami harap ini bisa membuka peluang baru bagi Pessel, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran,” ungkap Hafiz Anderson dengan penuh optimisme.

    Langkah yang diambil oleh HIPMI Pessel mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari tokoh media senior Pessel, Damyursal. Dalam kesempatan yang sama, Damyursal menyatakan dukungannya terhadap upaya Hafiz dalam mendatangkan investor asing untuk berinvestasi di Kabupaten Pessel. “Ini adalah langkah yang luar biasa dan harus diapresiasi. Jika program ini berhasil, selain meningkatkan sektor ekonomi, ini juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah ini,” ujar Damyursal.

    Diskusi yang berlangsung hangat ini juga mengungkapkan berbagai potensi lainnya yang dimiliki Pessel, mulai dari sektor pariwisata hingga produk unggulan lokal yang dapat dioptimalkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan semangat kolaborasi antara pengusaha muda, pemerintah daerah, dan investor, diharapkan Kabupaten Pessel akan semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    Diharapkan, dengan adanya program-program inovatif ini, Pessel dapat meraih kemajuan yang lebih pesat dan membuka lebih banyak peluang bagi warganya ( Alpin)