Author: alpin


  • Oleh: Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Bidang Ekonomi dan Pariwisata

    PESISIR SELATAN  DARI PESISIR TANPA HIRARKI MENJADI DESTINASI WISATA YANG MEMBANGKITKAN EKONOMI LOKAL

    Oleh: Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Bidang Ekonomi dan Pariwisata

    Dulunya hanya dikenal sebagai jalur lintas Sumatera Barat yang panjang dan terbentang dari ujung ke ujung, kini Kabupaten Pesisir Selatan perlahan berubah wajah. Bukan lagi sekadar daerah transit, melainkan destinasi wisata yang menawan, dengan potensi alam, budaya, dan ekonomi yang mulai terangkat berkat kepedulian masyarakat dan peluang pariwisata yang dimanfaatkan secara cerdas.

    Dengan garis pantai yang membentang sekitar 234 kilometer, Pesisir Selatan menawarkan kekayaan alam yang luar biasa. Mulai dari Pantai Carocok Painan yang ikonik, Pulau Mandeh yang sering disebut “Raja Ampatnya Sumatera”, Jembatan Akar Bayang yang unik dan menjadi simbol kelestarian hutan bakau, hingga Air Terjun Tambulun, Masjid Terapung Painan, dan Rumah Gadang Made Rubiah yang memadukan nilai budaya dan religi. Tak ketinggalan, destinasi seperti Bayang Sani, Pantai Batu Kalang, Cinto, Family Beach, TPI Kambang, SJW Sumedang di Balai Selasa, hingga konservasi mangrove di Ampiang Parak Surantih, semuanya tersebar dari ujung Kecamatan Koto XI Tarusan hingga Silaut di barat laut.

    Yang menarik, banyak dari tempat-tempat wisata ini muncul secara organik. Bukan hasil proyek besar pemerintah, melainkan lahir dari inisiatif masyarakat yang ingin menciptakan ruang nyaman untuk menenangkan jiwa, menikmati keindahan alam, sekaligus membuka peluang ekonomi. Di sepanjang pesisir—dari Mandeh hingga Sago, Salido, Painan, Batang Kapas, Sutera, hingga Silaut—warga lokal mulai membuka akses jalan, membuat gazebo, warung makanan, hingga menyediakan jasa penyewaan perahu dan aktivitas wisata seperti snorkeling dan pemancingan.

    “Kami buat tempat ini sebaik mungkin supaya pengunjung betah. Kalau mereka senang, kami juga dapat rezeki,” ujar salah seorang pedagang makanan di Pantai Batu Kalang, sambil menyajikan pisang goreng khas lokal.

    Fenomena ini membawa dampak ekonomi yang signifikan. Di pesisir, UMKM tumbuh subur: dari penjual es kelapa muda, makanan ringan, mainan anak-anak, hingga pelaku wisata yang menawarkan jasa pemandu. Bahkan, nelayan yang dulu hanya mengandalkan hasil laut kini memiliki peran ganda. Saat laut tenang dan cuaca mendukung, mereka melaut. Tapi saat ombak besar atau musim gelap, kapal-kapal mereka beralih fungsi menjadi transportasi wisatawan.

    “Dulu harus ke tengah laut, sekarang ikan banyak di dekat pantai. Ekosistem terjaga karena kita jaga bersama. Saat tidak melaut, saya bawa tamu keliling pulau. Penghasilan lebih stabil, tidak fluktuatif lagi,” kata salah seorang nelayan sekaligus operator wisata di kawasan Mandeh.

    Keberhasilan ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Praktik penangkapan ikan merusak seperti bom, racun, dan potas telah ditinggalkan. Kawasan perikanan tradisional 0–4 mil dari pantai dilindungi, sementara kapal besar diarahkan ke zona lebih dari 4 mil. Hasilnya, terumbu karang pulih, ikan berkembang biak, dan ekosistem laut kembali sehat—menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan pariwisata dan perikanan.

    Namun, di balik pertumbuhan yang menggembirakan, tantangan masih mengintai. Banyak objek wisata lokal belum tercatat secara resmi. Tidak ada data komprehensif yang bisa menjadi dasar kebijakan pengembangan infrastruktur, promosi, maupun perlindungan lingkungan.

    “Jika tidak segera diinventarisir, wisata yang lahir dari masyarakat ini bisa mati dengan sendirinya. Tanpa pembinaan, tanpa regulasi, tanpa dukungan, mereka akan kewalahan menghadapi tekanan lingkungan dan kompetisi,” tegas Dr. Mardianton, S.EI., M.Pd, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan yang membidangi Ekonomi dan Pariwisata.

    Ia menekankan perlunya pendekatan community-based tourism yang melibatkan masyarakat sebagai pengelola utama. “Mereka bukan obyek, tapi subjek pembangunan. Harus ada pembinaan berkelanjutan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan, agar wisata di sini tidak hanya musiman, tapi bisa bertahan dan berkembang dan berkelanjutan.”

    Pemerintah daerah pun hendaknya mulai menyadari pentingnya langkah strategis. Rencana inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh destinasi wisata lokal yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, dijadikan sebagai fondasi perencanaan pariwisata yang terarah. “Kita ingin semua potensi wisata terdata, terkelola, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mardianton.

    Dengan potensi alam yang luar biasa, ditambah kesadaran masyarakat yang tinggi dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan peluang ekonomi, Pesisir Selatan berada di ambang lompatan besar. Jika dikelola secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin kawasan sepanjang pesisir pantai ini akan menjadi destinasi unggulan Sumatera Barat, bahkan nasional.

    Kini, Pesisir Selatan bukan lagi bayang-bayang dari daerah lain. Ia telah menjadi tujuan utama. Dan di balik setiap ombak yang memecah di pantai, terdengar suara harapan—dari nelayan, pedagang kecil, hingga generasi muda—yang mulai percaya bahwa masa depan mereka tidak harus jauh dari rumah. Cukup dengan menjaga alam, membuka hati, dan membagi keindahan, Pesisir Selatan sedang menulis kisah kebangkitannya sendiri.



  • Diskusi Santai Bersama Ketua Cabor Terkait Musyorda Koni Kabupaten Pessel

    Painan – nrtvnews.live Sejak penunjukan M. Adli sebagai Plt. Ketua Koni Kabupaten Pessel oleh Bupati Pessel, langkah ini dianggap sebagai terobosan penting untuk meningkatkan prestasi olahraga di Pesisir Selatan. M. Adli diberikan tanggung jawab besar untuk menyukseskan Musyawarah Olahraga Daerah (Musyorda) yang rencananya akan digelar pada bulan November mendatang, Senin 21/7/2025

    Dalam rangka mempersiapkan acara tersebut, sebuah diskusi santai digelar antara Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Dayung Caul, Ketua Cabor Forki Yulman, serta Epaldi Bahar yang pernah menyandang sabuk hitam dalam cabang olahraga karate. Diskusi ini juga dihadiri oleh David, seorang pemerhati olahraga, serta mantan atlet taekwondo-in, Alpin.

    Tujuan dari diskusi ini adalah untuk saling berbagi pemikiran guna membawa suasana baru dalam pengembangan olahraga di Kabupaten Pessel. Pada kesempatan tersebut, Caul mengungkapkan bahwa siapa pun yang nantinya akan duduk di kepengurusan Koni haruslah orang yang memiliki pemahaman mendalam tentang cabang olahraga yang mereka urus. Ia menegaskan, “Jangan sampai ada yang ditunjuk untuk mengurus Cabor, tetapi mereka tidak paham dengan olahraga itu sendiri.”

    Senada dengan itu, Epaldi Bahar menambahkan bahwa untuk mencapai kemajuan dan prestasi olahraga yang lebih baik, intrik politik harus dijauhkan. “Olahraga harus berjalan dengan lancar seperti air yang mengalir, tanpa ada intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan,” tegasnya.

    Epaldi juga menyoroti sikap pemerintah yang tidak terlalu ikut campur dalam pemilihan ketua Koni, asalkan keputusan tersebut bisa membawa kemajuan dan keselarasan dengan visi pembangunan olahraga di Pessel. “Tidak ada intervensi dari pemerintah terkait siapa yang akan menjadi ketua Koni. Yang terpenting adalah ketua Koni terpilih bisa bekerja sejalan dengan pemerintah dan membawa olahraga Pessel ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

    David, yang hadir dalam diskusi tersebut, memberikan beberapa masukan terkait peran serta masyarakat dalam mendukung kemajuan olahraga. Menurutnya, keberhasilan olahraga Pessel tidak hanya bergantung pada pengurus Koni saja, tetapi juga perlu adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.

    Sebagai penutup, Alpin, mantan atlet taekwondo-in, menegaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk mencetak atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Pessel di ajang nasional dan internasional.

    Diskusi santai ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam memajukan dunia olahraga di Kabupaten Pessel. Dengan komitmen bersama, harapan besar ditujukan untuk membawa Pessel menuju prestasi yang lebih gemilang di masa depan (Alpin)



  • Kerusakan Alam Sariak Bayang,Teriakan dari Masyarakat Bayang untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    Alahan Panjang — nrtvnews.live  Menangis hati ini melihat kerusakan alam yang terjadi di kawasan hulu sungai Batang Bayang, Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Bukan hanya sebuah kerusakan fisik yang terlihat dengan jelas, tetapi juga kerusakan pada masa depan generasi yang akan datang. Kerusakan alam ini bukanlah akibat dari alam itu sendiri, melainkan akibat perbuatan manusia yang begitu serakah dan merusak.

    Pada Sabtu, 19 Juli 2025, sebuah video yang menunjukkan pembalakan liar di Sariak Bayang tersebar luas di media sosial. Video ini menjadi seruan hati untuk pemerintah, terutama Menteri Kehutanan @rajaantoni, yang diharapkan membuka mata hati untuk segera turun tangan.

    “STOP Pembalakan di Sariak Bayang!”

    Itulah seruan keras yang disampaikan oleh Novermal, anggota DPRD Pesisir Selatan dari Partai Amanat Nasional. “Kami harus melindungi hutan-hutan di hulu sungai Batang Bayang ini. Jika tidak, bencana banjir bandang yang merugikan masyarakat Bayang akan semakin sering terjadi. Bukan hanya kerusakan alam yang harus kita tanggung, tetapi juga bencana yang menanti setiap saat,” ungkapnya.

    Hutan dan Kehidupan Hutan di kawasan ini memiliki peranan vital sebagai daerah tangkapan air dan sumber kehidupan bagi banyak pihak. Namun, kini kawasan yang seharusnya dijaga dengan baik justru menjadi sasaran pembalakan liar yang tak terkendali. Menurut data yang dihimpun, kawasan Sariak Bayang, yang terletak di Alahan Panjang, merupakan salah satu daerah dengan potensi bencana alam yang cukup besar jika hutan di hulu sungainya terus dihancurkan.

    Masa Depan yang Suram bagi masyarakat Bayang, kondisi ini bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Mereka sudah merasakan dampak langsung dari kerusakan hutan ini, dengan banjir bandang yang kerap terjadi setiap musim hujan. Bahkan, beberapa wilayah di sekitar Sariak Bayang dilanda longsor dan banjir yang menyebabkan kerugian materiil dan korban jiwa.

    “Kami ingin hidup aman. Kami ingin anak cucu kami bisa merasakan kesejahteraan yang sama seperti kami dulu,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya. “Kami berharap pemerintah mendengar jeritan kami.”

    Seruan untuk Menteri Kehutanan

    Seruan untuk segera menghentikan pembalakan liar ini semakin keras terdengar. Tak hanya masyarakat, namun juga aktivis dan organisasi lingkungan mendesak Menteri Kehutanan untuk mengambil langkah nyata dalam menghentikan kerusakan alam yang semakin parah ini. Menteri @rajaantoni diminta untuk memprioritaskan perlindungan terhadap kawasan hutan yang sudah terancam punah demi masa depan yang lebih baik.

    “Jangan biarkan kerakusan mereka merusak alam. Kawasan ini adalah daerah tangkapan air yang harus kita rawat. Jika tidak, bencana yang jauh lebih besar akan menimpa kita semua,” tambah Novermal, yang juga menjadi kader terdepan dalam upaya pelestarian lingkungan di daerah tersebut. Saatnya Bertindak Kebijakan dan keputusan yang diambil oleh pihak berwenang kini akan menentukan masa depan kawasan ini. Jika dibiarkan berlarut-larut, bencana ekologis yang lebih parah akan menimpa bukan hanya masyarakat Bayang, tetapi juga wilayah-wilayah lainnya yang bergantung pada keberlanjutan ekosistem hulu sungai Batang Bayang.

    Sariak Bayang bukan hanya milik kita hari ini. Tapi juga milik generasi mendatang. Mari kita jaga dan rawat alam ini untuk masa depan yang lebih baik ( Alpin)



  • Kecelakaan Mengerikan di Jembatan Koto Rawang Salido Saribulan 2 Korban Terjatuh dan  satu orang meninggal dunia.

    Pesisir Selatan – nrtvnews.live  Sebuah kecelakaan tragis kembali terjadi di Jembatan Koto Rawang Salido Saribulan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Sekitar pukul 13.00  wib siang tadi, dua orang perempuan terjatuh dari jembatan gantung darurat yang telah lama diperbincangkan sebagai sarana yang tak layak untuk dilewati, Minggu 20/7/2025

    Kedua korban, Dini Ermawati (19) dan Nuhayati (46), dilaporkan dalam kondisi kritis setelah terjatuh ke bawah jembatan. Kejadian ini membuat warga setempat panik dan segera membawa kedua korban ke Rumah Sakit M Zein Painan. Namun, kondisi korban sangat memprihatinkan. Salah satu dari mereka, Nuhayati, dilaporkan meninggal dunia  di ruang UGD, sementara Dini menderita luka serius  dan  retak tulang kaki akibat terkena batu-batuan tajam yang ada di bawah jembatan.

    Salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Saya melihat mereka jatuh begitu cepat. Tanpa ada peringatan, mereka sudah terjatuh dan tak sadarkan diri. Keadaan di bawah jembatan juga sangat berbahaya, banyak batu besar yang membuat luka mereka semakin parah.”

    Hingga berita ini diterbitkan, salah satu dari  korban yang meninggal dunia Nurhayati  telah  dibawa pulang oleh keluarga, sedangkan Dini Ermawati masih  terus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden yang terjadi di jembatan tersebut. Banyak warga yang mengeluhkan buruknya kondisi infrastruktur yang sudah tak layak pakai, dan mempertanyakan mengapa jembatan gantung darurat tersebut masih digunakan untuk akses sehari-hari.

    Tokoh masyarakat  setempat yang tidak mau disebutkan namanya  menyatakan bahwa jembatan tersebut sudah lama menjadi perhatian pemerintah. “Kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan untuk perbaikan kepada pemerintah daerah, namun hingga saat ini belum ada tindakan konkret. Kejadian ini menjadi bukti nyata betapa mendesaknya perbaikan infrastruktur ini,” ujar  tokoh masyarakat dengan nada tegas.

    Sementara itu, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan ini. Masyarakat setempat berharap kejadian tragis ini menjadi momentum untuk segera memperbaiki dan mengganti jembatan gantung darurat tersebut dengan yang lebih aman, demi mencegah jatuhnya korban-korban lain di masa depan.

    Warga Pesisir Selatan, khususnya yang tinggal di sekitar koto rawang salido saribulan Kecamatan IV Jurai, meminta perhatian lebih dari pemerintah daerah agar tragedi serupa tidak terulang kembali (Alpin)



  • Pemda Kabupaten Pessel Gelar Temu Pendidikan Nusantara XII 2025 di Painan Convention Center (PCC)

    Painan – nrtvnews.live Pemda Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar acara Temu Pendidikan Nusantara (TPN) XII di Painan Convention Center (PCC) Sabtu, 19 /7/2025.

    Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh lpendidikan dan pejabat penting di Kabupaten Pessel. Temu Pendidikan Nusantara kali ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, yaitu “Iklim Pendidikan dan Pendidikan Iklim”, yang menjadi simbol semangat perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

    TPN XII merupakan forum yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi para guru yang inovatif, inisiatif, dan berdedikasi dalam menciptakan perubahan positif di dunia pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pemicu terwujudnya transformasi pendidikan yang lebih baik, khususnya di Kabupaten Pessel.

    Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Pessel, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, yang memberikan sambutan hangat serta dukungannya terhadap kegiatan ini. Acara langsung di buka oleh Wakil Bupati Dr.H.Risnaldi.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pessel juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai kondisi infrastruktur pendidikan di Pessel. Beliau menyebutkan bahwa sekitar 60% infrastruktur pendidikan di Pessel masih dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan segera. Meskipun begitu, beliau menegaskan bahwa hal tersebut tidak menghalangi semangat para pendidik untuk terus berupaya memberikan yang terbaik untuk murid-murid mereka.

    Wakil Bupati Pessel juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam dunia pendidikan. Beliau mengingatkan agar para guru tidak terlibat dalam politik praktis dan lebih fokus pada tugas utama mereka, yaitu mengajar dan mendidik. “Mari kita fokus pada pendidikan. Agar Pessel dapat menjadi daerah yang lebih maju melalui pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

    Selain itu, ada juga anggota DPR-RI dari Fraksi Nasdem, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni dan juga menjadi narasumber  serta sejumlah pejabat lainnya, termasuk Sekda Pessel, Mawardi Roska, S.IP.

    Tak ketinggalan, hadir juga Kacabdin Wilayah VII Sumbar, Muslim Arif, yang dikenal sebagai tokoh pendidikan dan sekaligus kader Muhammadiyah yang banyak memberikan perubahan pada sistem pendidikan di Sumatera Barat  bersama dengan anggota DPR-RI, Dr.Hj. Lisda Hendrajoni, beliau berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Pessel, melalui berbagai kolaborasi yang inovatif.

    Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat Pessel, Buya Zaitul Ikhlas dan juga sebagai narasumber, Drs. Jamalus, MM,  MUI Pessel,  Ketua PDM Pessel, Buya Aprizal, M.Pd, serta ketua TP-PPD Pessel H.Saidal Masfiuddin, SH yang turut memberi dukungan dan harapan besar terhadap agenda perubahan pendidikan ini.

    Temu Pendidikan Nusantara XII bukan sekadar ajang berkumpul, namun juga sebagai titik awal bagi kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan untuk menciptakan iklim pendidikan yang lebih baik, tidak hanya untuk Pessel tetapi juga untuk seluruh Sumbar. Semoga, melalui forum ini, kita dapat bersama-sama mewujudkan pendidikan yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan di masa depan.

    Temu Pendidikan Nusantara (TPN) XII ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah prioritas utama, dan Kabupaten Pessel berkomitmen untuk terus bergerak maju dengan mendukung segala bentuk inovasi di dunia pendidikan (Alpin)



  • BPDAS Agam Kuantan UPT Kementerian Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Kunjungi PDM Pessel, Serahkan 5.000 Bibit Tanaman

    Painan – nrtvnews.live Rombongan BPDAS Agam Kuantan UPT Kementerian Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan kunjungan ke Sekretariat PDM Pessel di Painan. Kedatangan tim ini disambut langsung oleh Bendahara PDM Pessel, Elpinas, S.Kom, serta Ketua PDA Pessel, Ibu Dra. Hj. Nasrida, pada hari Kamis, 17/7/ 2025.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Manager Persemaian Permanen Solok, Bapak Samirun, bertujuan untuk menyerahkan bantuan berupa bibit durian dan alpukat. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ibu Manisa (Seksi Perencanaan dan Evaluasi BPDAS),  serta Ibu Veny dari Seksi Penguatan Kelembagaan BPDAS.

    Bantuan yang diberikan berupa 2.500 bibit durian dan 2.500 bibit alpukat, yang totalnya mencapai 5.000 bibit, merupakan hasil upaya dari PWM Sumbar melalui Koordinator Daerah Pessel, Bapak Ir. Yosmeri Yusuf, yang bekerja sama dengan Pokir Anggota DPR-RI, Bapak Alexander Indra Lukman.

    Ibu Nasrida dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada BPDAS Agam Kuantan dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung program pemberdayaan pertanian dan kehutanan di Pessel,” ujar Ibu Nasrida.

    Bantuan bibit ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Pessel, khususnya dalam sektor pertanian. Para petani di wilayah ini diharapkan dapat memanfaatkan bibit durian dan alpukat yang diberikan untuk memperluas area tanam, serta mengembangkan sektor pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Bantuan Bibit Durian dan Alpukat sebagai Solusi Ekonomi Masyarakat

    Pemberian bibit durian dan alpukat ini bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap sektor kehutanan dan pertanian, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pessel. Tanaman durian dan alpukat, yang memiliki nilai jual tinggi, diyakini dapat membantu petani lokal meningkatkan pendapatan mereka dalam beberapa tahun ke depan.

    Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh keuntungan jangka panjang dari hasil panen durian dan alpukat, yang juga berpotensi menarik perhatian pasar lokal maupun nasional.

    Sinergi untuk Meningkatkan Keberlanjutan Pertanian

    Kunjungan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk meningkatkan keberlanjutan pertanian di Sumbar. Selain itu, pemberian bibit ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program pengembangan pertanian berbasis komoditas unggulan yang ramah lingkungan.

    BPDAS Agam Kuantan juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai daerah lain untuk memperkuat sektor pertanian dan kehutanan yang berkelanjutan di Provinsi Sumatera Barat.

    Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi singkat mengenai pengelolaan sumber daya alam dan keberlanjutan program pertanian yang dapat memberi manfaat lebih bagi masyarakat setempat(Alpin)



  • Diskusi Kemajuan Pessel Ketum Hipmi Pessel Hafiz Anderson Gagas Program Terobosan untuk Kabupaten Pesisir Selatan

    Painan – nrtvnews.live  Bertempat di Hotel Hanna Painan, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pesisir Selatan, Hafiz Anderson, S.KP, menggelar diskusi dengan sejumlah pihak terkait untuk merumuskan langkah-langkah strategis demi kemajuan ekonomi daerah. Dalam pertemuan tersebut, Hafiz membahas berbagai program yang sudah digagas untuk meningkatkan sektor investasi dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat Pessel Diskusi berlangsung di Hotel Hanna Painan, Kamis 17/7/2025

    Hafiz Anderson menyampaikan bahwa salah satu program unggulan yang akan diimplementasikan adalah “Gerbang Investasi”, yang bertujuan untuk menarik investor luar negeri ke Pessel. Beberapa proyek besar yang sudah dalam tahap perencanaan meliputi pusat perikanan di Carocok Tarusan, pembangunan pembangkit tenaga surya di Bukit Emas Batu Kalang Kecamatan Koto XI Tarusan, serta pengolahan sampah di Lumpo. Menurut Hafiz, proyek-proyek ini tidak hanya akan meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga memberikan solusi untuk berbagai permasalahan sosial dan lingkungan.

    “Salah satu terobosan yang sedang kami upayakan adalah kerja sama dengan investor asal Jepang. Pada tanggal 25 Juli 2025, mereka akan melakukan survei lapangan di beberapa lokasi yang kami tawarkan. Kami harap ini bisa membuka peluang baru bagi Pessel, khususnya dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran,” ungkap Hafiz Anderson dengan penuh optimisme.

    Langkah yang diambil oleh HIPMI Pessel mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari tokoh media senior Pessel, Damyursal. Dalam kesempatan yang sama, Damyursal menyatakan dukungannya terhadap upaya Hafiz dalam mendatangkan investor asing untuk berinvestasi di Kabupaten Pessel. “Ini adalah langkah yang luar biasa dan harus diapresiasi. Jika program ini berhasil, selain meningkatkan sektor ekonomi, ini juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah ini,” ujar Damyursal.

    Diskusi yang berlangsung hangat ini juga mengungkapkan berbagai potensi lainnya yang dimiliki Pessel, mulai dari sektor pariwisata hingga produk unggulan lokal yang dapat dioptimalkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan semangat kolaborasi antara pengusaha muda, pemerintah daerah, dan investor, diharapkan Kabupaten Pessel akan semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

    Diharapkan, dengan adanya program-program inovatif ini, Pessel dapat meraih kemajuan yang lebih pesat dan membuka lebih banyak peluang bagi warganya ( Alpin)



  • Dinas Sosial PPrPA Kabupaten Pessel Gelar Pelatihan Parenting dan Peran Orang Tua, Tema “Ayah Hebat, Perempuan Kuat, Anak Selamat” di Hotel Triza Painan

    Painan – nrtvnews.live Dinas Sosial PPrPA Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar acara pelatihan bertajuk Parenting dan Peran Orang Tua dengan tema “Ayah Hebat, Perempuan Kuat, Anak Selamat” di Hotel Triza Painan. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk memperkuat peran orang tua dalam mendidik dan membimbing anak, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran bersama antara ayah dan ibu dalam keluarga, Rabu 16/7/2025

    Pelatihan ini menggunakan anggaran yang bersumber dari Pokir (Pokok Pikiran) Anggota DPRD Kabupaten Pessel, Baslianti, SE dari Fraksi PAN. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pessel, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, yang membuka acara secara langsung, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Pessel, khususnya dalam hal meningkatkan kualitas pengasuhan anak.

    “Semoga dengan adanya pelatihan ini, orang tua di Pessel dapat semakin memahami peran penting mereka dalam mendidik anak-anak. Tidak hanya ibu, tetapi juga ayah memiliki peran yang sangat vital dalam membentuk karakter anak,” ungkap Wakil Bupati Pessel dalam pidatonya.

    Baslianti, SE, yang juga merupakan kader Asyiah Kabupaten Pessel, turut hadir dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan zaman, di mana banyak orang tua, terutama ayah, yang masih kurang aktif dalam proses pengasuhan. “Melalui pelatihan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya peran ayah dan ibu bersama-sama dalam mendidik anak akan semakin meningkat,” ujarnya.

    Selain Wakil Bupati dan Baslianti, acara ini juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait, antara lain Kepala Dinas Sosial PPrPA Kabupaten Pessel, Junaidi, S.Kom, ME,  Sekretaris Dinas Sosial  PPrPA Pessel  Irwan Fahlifi, SH,  Kader Posyandu, dan beberapa narasumber yang berkompeten di bidang parenting dan pendidikan anak. Para tamu undangan lainnya juga turut menyemarakkan acara ini.

    Dengan berbagai materi yang disampaikan oleh para narasumber, peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan baru tentang cara mendidik anak dengan penuh kasih sayang, disiplin, dan perhatian, serta mengajak orang tua untuk berkolaborasi dalam membentuk generasi yang lebih baik.

    Acara ini mendapat sambutan hangat dari peserta yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, baik itu orang tua, kader posyandu, maupun perwakilan kecamatan. Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara orang tua dan anak di Kabupaten Pessel, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis bagi tumbuh kembang anak-anak di daerah tersebut.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Pessel dapat mencetak generasi penerus yang berkualitas, memiliki karakter kuat, serta memiliki hubungan yang sehat antara orang tua dan anak(Alpin)



  • Bupati Pessel Hendrajoni Buka Sosialisasi Perda No.1 Tahun 2025 tentang Hak Penyandang Disabilitas

    Painan – nrtvnews.live Bertempat di Hotel Triza Painan, Bupati Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni, SH, MH, secara resmi membuka acara sosialisasi terkait Peraturan Daerah (Perda) No.1 Tahun 2025 tentang penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Acara yang berlangsung Rabu, 16/7/2025 ini mengusung tema “Menuju Pessel yang Inklusif”.

    Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat terkemuka, di antaranya Sekda Pessel Mawardi Roska, Asisten Daerah Pessel, serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPrPA) Junaidi, S.Kom, ME. Selain itu, sejumlah penyandang disabilitas dan tamu undangan lainnya turut hadir untuk mendalami lebih jauh mengenai kebijakan dan implementasi Perda yang bertujuan memberikan ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas di Pessel.

    Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni mengungkapkan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Pessel yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas. “Melalui Perda ini, kami ingin memastikan bahwa hak-hak penyandang disabilitas tidak hanya dihormati tetapi juga dilindungi dan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

    Hendrajoni juga menyampaikan harapan agar sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman di kalangan masyarakat dan pemangku kebijakan mengenai pentingnya keberadaan penyandang disabilitas dalam pembangunan daerah. “Kita semua harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana setiap individu, tanpa terkecuali, dapat merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tambahnya.

    Sosialisasi Perda No.1 Tahun 2025 ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas. Diharapkan, dengan adanya peraturan ini, Kabupaten Pessel dapat menjadi daerah yang lebih ramah, adil, dan terbuka bagi semua lapisan masyarakat.

    Selain penyampaian materi oleh sejumlah narasumber, acara ini juga dirangkai dengan diskusi interaktif antara pejabat daerah, masyarakat, serta penyandang disabilitas, guna menggali lebih dalam permasalahan dan kebutuhan yang ada di lapangan(Alpin)



  • Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI 2025 oleh Anggota DPD-RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked Bersama Persatuan Orang Melayu Sumatera Barat (POMSB)

    Padang – nrtvnews live Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Cerint Irraloza Tasya, S.Ked menggelar sosialisasi mengenai 4 Pilar MPR-RI 2025 di Kota Padang baru – baru ini, Sumatera Barat. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Persatuan Orang Melayu Sumatera Barat (POMSB) dan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, termasuk tokoh adat dan budayawan.

    Acara sosialisasi yang berlangsung di Caffe Raja Minas, Kuranji, Kota Padang dibuka dengan sambutan dari Ketua Harian POMSB, Zulkifli Malay, yang menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemahaman terhadap empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Hadirnya Tokoh-Tokoh Penting

    Selain Zulkifli Malay, acara ini juga dihadiri oleh Syafruddin, S.Pd M.Pd, serta sejumlah datuk dan penghulu Melayu yang memberikan pandangan serta dukungan terhadap pentingnya sosialisasi ini. Tokoh-tokoh adat Melayu tersebut memberikan pesan yang sangat bermakna terkait nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar MPR-RI dan bagaimana hal tersebut dapat dijaga serta dilestarikan oleh generasi muda.

    Tak kalah menarik, komedian Sumatera Barat, Ciwel Kumis, yang pernah tampil di tingkat nasional, juga turut hadir untuk memberikan hiburan kepada para tamu undangan. Dengan gaya khasnya, Ciwel Kumis berhasil mencairkan suasana dan membawa tawa ke tengah acara yang penuh dengan informasi penting ini.

    Pentingnya Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

    Dalam kesempatan tersebut, Cerint Irraloza Tasya menekankan bahwa sosialisasi 4 Pilar MPR-RI sangat penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai anggota DPD-RI, Cerint berkomitmen untuk terus menyosialisasikan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat di seluruh daerah, khususnya di Sumatera Barat.

    “4 Pilar MPR-RI adalah landasan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami ingin memastikan bahwa generasi muda dan masyarakat Sumatera Barat dapat lebih memahami serta mengamalkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Cerint.

    Tanggapan Positif dari Peserta

    Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak yang hadir. Para peserta menyatakan bahwa sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat, mengingat pentingnya pemahaman terhadap 4 Pilar MPR-RI sebagai dasar negara Indonesia.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Sumatera Barat, khususnya kalangan muda, dapat semakin mencintai dan mempertahankan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Penutupan dan Harapan

    Acara ditutup dengan pemberian cinderamata kepada tokoh-tokoh yang hadir dan diikuti dengan foto bersama. Harapan besar diungkapkan oleh Cerint Irraloza Tasya agar sosialisasi seperti ini dapat terus dilakukan di berbagai daerah lain untuk memastikan bahwa semangat 4 Pilar MPR-RI tetap hidup di hati masyarakat Indonesia.

    Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan masyarakat Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya dapat menjaga dan mengamalkan 4 Pilar MPR-RI dalam kehidupan sehari-hari demi terciptanya bangsa yang kuat, bersatu, dan maju.(Alpin)



  • Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala MTS Muhammadiyah Surantih, dihadiri Oleh Ka Kemenag Pessel

    Surantih – nrtvnews.live MTS Muhammadiyah Surantih menggelar acara pelantikan dan serah terima jabatan kepala sekolah yang baru pada Selasa, 15 Juli 2025. Acara yang berlangsung khidmat tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Bapak Ajis, S.Ag.MA, dan dilanjutkan dengan dilantiknya Ibu Gusnelli, S.Pd sebagai Kepala Sekolah yang baru.

    Acara pelantikan yang diadakan di aula MTS Muhammadiyah Surantih ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan (Kemenag Pessel) H. Yufrizal, S.Ag, MHI, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pessel Buya H. Aprizal, M.Pd, serta unsur  Pimpinan  Daerah  Muhammadiyah Pessel lainya,  PCM Sutera,  Camat Sutera, Kapolsek Sutra, dan Kepala KUA Sutera. Hadir pula seluruh majelis guru dan tamu undangan yang turut memeriahkan acara ini.

    Sambutan Ketua PDM Pessel, Buya H. Aprizal, M.Pd

    Dalam sambutannya, Ketua PDM Pessel, Buya H. Aprizal, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ajis, S.Ag.MA atas pengabdian dan kontribusinya selama menjabat sebagai kepala sekolah. Beliau juga memberikan ucapan selamat kepada Ibu Gusnelli, S.Pd yang kini dipercaya untuk memimpin MTS Muhammadiyah Surantih.

    “Jangan pernah mengungkit masa lalu, tetapi mari kita jalin silaturahim dengan seluruh majelis guru dan masyarakat. Saling mendukung untuk kemajuan sekolah ini,” pesan Buya H. Aprizal dalam sambutannya.

    Sambutan Kemenag Pessel, H. Yufrizal, S.Ag, MHI

    H. Yufrizal, S.Ag, MHI, yang hadir sebagai Kemenag Pessel, turut memberikan apresiasi kepada Bapak Ajis atas kepemimpinannya yang sukses selama ini. Beliau juga memberikan ucapan selamat kepada Ibu Gusnelli yang telah dilantik sebagai kepala sekolah yang baru.

    “Saya sengaja datang langsung untuk menghadiri pelantikan ini karena dalam diri saya mengalir darah Muhammadiyah sejak kecil. Kuliah saya dulu juga di Muhammadiyah, dan saya tinggal di mushola Muhammadiyah. Saya bangga menjadi warga Muhammadiyah,” ujar H. Yufrizal dengan penuh semangat.

    Kemenag Pessel juga menekankan pentingnya pendidikan untuk masa depan bangsa. “Pendidikan adalah penghubung antara masa depan dengan masa kini. Oleh karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian utama kita, terutama dalam mendidik anak-anak kita untuk menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas,” tambahnya.

    Pesan-Pesan Penting

    Dalam acara tersebut, Ibu Gusnelli, S.Pd selaku kepala sekolah yang baru dilantik, berjanji untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah ada di sekolah ini serta mempererat hubungan dengan semua pihak terkait. Beliau berharap bisa bekerja sama dengan semua pihak, terutama majelis guru dan orang tua murid, dalam mewujudkan visi dan misi MTS Muhammadiyah Surantih.

    Dengan pelantikan ini, diharapkan MTS Muhammadiyah Surantih akan semakin maju dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan(Alpin)



  • Mahasiswa KKN Universitas Tamansiswa Padang  Resmi Diterima di Nagari Lubuk Alung, Padang Pariaman

    Lubuk Alung – nrtvnews.live  Universitas Tamansiswa Padang kembali melepas mahasiswanya untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Senin 14/7/2025. Pada kesempatan ini, sebanyak sejumlah mahasiswa secara resmi diserahkan ke Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman untuk menjalankan KKN yang berlangsung dari tanggal 14 Juli hingga 22 Agustus 2025.

    Penyerahan mahasiswa dilakukan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Dr. Yuni Candra, SE., MM. dan Yunimar Oemar, SH., MH., bertempat di Kantor Wali Nagari Lubuk Alung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf pemerintah nagari, serta Wali Korong Ganting, yang juga menjadi lokasi pengabdian mahasiswa.

    Dalam sambutannya, Dr. Yuni Candra, SE , M.M menyampaikan bahwa KKN merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi yang bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat serta melatih kepekaan dan kemampuan problem solving di lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh untuk membantu memajukan nagari melalui berbagai program kerja yang telah disusun.

    Sementara itu, pihak Nagari Lubuk Alung menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN dan menyatakan komitmennya untuk mendukung serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan selama lebih dari satu bulan ke depan. Kerja sama ini menjadi peluang besar untuk membangun sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan nagari dalam rangka mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

    Program KKN tahun ini juga menitikberatkan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, edukasi lingkungan, serta peningkatan literasi digital dan administrasi nagari. Dengan semangat kebersamaan, mahasiswa Universitas Tamansiswa Padang siap berkontribusi aktif dalam pembangunan dan kemajuan Nagari Lubuk Alung (Alpin)