Author: alpin


  • Komwil Pessel Perguruan SMI Raih 5 Medali di Kejuaraan Satria Muda Indonesia Sumbar 2026

    Bukittinggi – nrtvnews.info Komando Wilayah (Komwil) Pesisir Selatan Perguruan Satria Muda Indonesia (SMI) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 5 medali pada Kejuaraan Satria Muda Indonesia (SMI) tingkat Sumatera Barat yang digelar di Bukittinggi, pada 23–25 tahun 2026.

    Kejuaraan ini diikuti oleh berbagai perguruan dan atlet terbaik dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Kontingen SMI Pessel tampil kompetitif dan mampu bersaing di berbagai kelas yang dipertandingkan.

    Ketua IPSI Pessel Muslim Arif  menyampaikan apresiasi  dan ucapan selamat kepada perguruan SMI  atas prestasi  yang di dapat.

    Lebih lanjut Ketua SMI Pessel, Bendra Haria Putra, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang telah bertanding dengan penuh semangat dan sportivitas. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih, Jemy Pratama, S.Pd., Gr. dan Rion Maulidin Amril, S.Or., Gr., yang telah membina atlet secara konsisten hingga meraih hasil membanggakan.

    Adapun perolehan medali SMI Pessel adalah sebagai berikut : Muhammad Fadhil Ewaldo (SMAN 1 Lengayang) – Medali Perak Febriza Maharani (SMAN 1 Lengayang) – Medali Perak ,Vika Rahmadhani (SMPN 1 Lengayang) – Medali Perak, Akbar Maulana Yusuf (SMAN 2 Lengayang) – Medali Perunggu

    Tri Sakti Ar Nanda (MTsN 11 Pessel) – Medali Perunggu.

    Dengan raihan ini, SMI Pessel berharap dapat terus meningkatkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional, sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih dan berprestasi di bidang olahraga bela diri.(Alpin)



  • Kacabdin Wilayah VII Sumbar Muslim Arif Buka Launching Program Silek Tradisi di SMAN 1 Painan

    PAINAN – nrtvnews.info Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah VII Sumatera Barat, Muslim Arif, secara resmi membuka Launching Program Silek Tradisi yang dilaksanakan di SMAN 1 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu 24/1/2026

    Program Silek Tradisi ini merupakan salah satu upaya pelestarian budaya Minangkabau melalui jalur pendidikan, sekaligus wadah pembinaan karakter dan penguatan jati diri peserta didik di lingkungan sekolah.

    Dalam sambutannya, Muslim Arif menyampaikan apresiasi kepada SMAN 1 Painan yang telah berinisiatif menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler silek tradisi. Menurutnya, silek tidak hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, etika, dan rasa hormat.

    “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa serta menjaga warisan budaya Minangkabau agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

    Kepala SMAN 1 Painan, Raspidarmi, S.Pd, menyampaikan bahwa Program Silek Tradisi akan menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Ia berharap melalui program ini, siswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya daerah.

    “Kami berkomitmen menjadikan sekolah sebagai pusat pembinaan karakter dan pelestarian budaya,” kata Raspidarmi.

    Program ini dibina oleh Ilham Lailatul Kadri, S.Pd selaku pembina ekstrakurikuler, dengan dukungan pelatih Yaldi, CPLA Manti Ahmad Dirajo yang akan membimbing siswa dalam mempelajari teknik serta filosofi silek tradisi Minangkabau.

    Launching program ditandai dengan penampilan silek tradisi oleh para siswa, yang mendapat sambutan antusias dari undangan dan warga sekolah. Diharapkan, Program Silek Tradisi ini dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi sekolah lain di Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Ketua IPSI Pessel Muslim Arif  Berikan Dukungan Penuh  kepala Atlet  Pencak Silat Perguruan Satria Muda Indonesia (SMI) Sumbar 2026 Digelar di Bukittinggi

    Bukittinggi — nrtvnews. info Kejuaraan Pencak Silat Perguruan Satria Muda Indonesia (SMI) Sumatera Barat Tahun 2026 resmi digelar di Kota Bukittinggi. Ajang ini menjadi wadah pembinaan sekaligus seleksi atlet pencak silat SMI dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.

    Pada kejuaraan tersebut, kontingen SMI Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menunjukkan performan yang cukup membanggakan. Berdasarkan hasil sementara pertandingan, dua atlet SMI Pessel berhasil melaju ke babak final, sementara dua atlet lainnya menembus babak semifinal.

    Ketua IPSI Pessel Muslim Arif menyampaikan Apresiasi dan dukungan penuh kepada para atlet yang ikut dalam kejuaraan Pencak silat SMI Sumbar 2026 dan kami doakan semoga  atlet  selalu dalam keadaan sehat wal afiat, ujar Muslim Arif.  

    Ketua rombongan SMI Pessel, Bendra, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang telah bertanding dengan penuh semangat dan sportivitas. Ia didampingi oleh Jemy dan Rion yang turut mendampingi serta memberikan dukungan langsung kepada para atlet selama pertandingan berlangsung.

    “Alhamdulillah, hasil sementara ini menunjukkan kerja keras atlet dan pelatih. Semoga di partai final nanti atlet-atlet kita bisa memberikan hasil terbaik,” ujar Bendra.

    Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga mempererat silaturahmi antarperguruan SMI se-Sumatera Barat serta melestarikan seni dan budaya pencak silat di kalangan generasi muda(Alpin)



  • PERUM BULOG WILAYAH RIAU KEPRI SIAP DUKUNG KEGIATAN PASAR MURAH SAAT PENGUKUHAN DPD-DPD IKM KAB/KOTA SE-RIAU

    Pekanbaru nrtvnews.info Setelah ditetapkannya waktu dan tempat Pengukuhan DPD-DPD IKM Kabupaten/Kota oleh DPW IKM, maka saat ini Panitia Pelaksana mulai melakukan koordinasi dengan pihak terkait, diantaranya dengan Perum Bulog Wilayah Riau Kepri.

    Koordinasi dengan Bulog Wilayah Riau Kepri langsung dilakukan Ketua Panitia H Jhon Satri,SH.,MH dan Sekretarisnya di kantor Bulog Jln Cut Nyak Dien Pekanbaru. Koordinasi Panitia diterima langsung oleh Faldi Divisi distribusi bahan pokok, seperti beras, gula, dan minyak goreng.

    Secara prinsip kami mendukung kegiatan Panitia Pengukuhan DPD-DPD IKM, terkait dengan pasar murah, ujar Faldi. Namun tentu harus sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Koordinasi selanjutnya melalui Dinas Pangan, Ketahanan Pangan, & Holtikultura dan Dinas Perdagangan Provinsi Riau.

    Kami minta Panitia Pelaksana bersurat kepada Dinas terkait dan minta daftar kebutuhan yang diperlukan saat kegiatan pasar murah tersebut. Setelah itu Dinas akan bersurat kepada Perum Bulog Wilayah Riau Kepri, ujar Faldi saat diwawancara awak media, Rabu (21/01/2026).

    H Jhon Satri,SH.,MH Ketua Penitia Pelaksana menjelaskan bahwa acara Pengukuhan DPD-DPD IKM Kabupaten/Kota dan Pasar murah akan dilaksanakan di GOR Tribuana Jln Diponegoro Pekanbaru, Sabtu (04/04/2026). Pasar Murah boleh dibeli oleh Pengurus & Anggota DPD IKM Kab/Kota se-Riau, IKA-IKA Daerah Sumbar yang Ado di Riau, dan masyarakat umum, melalui Voucher yang disiapkan Panitia.(MH)



  • Kepala SMAN 1 Bayang Utara Dorong Silat Tradisi Jadi Kegiatan Ekstrakurikuler

    Bayang Utara — Pesisir Selatan nrtvnews.info Upaya pelestarian budaya Minangkabau terus dilakukan melalui dunia pendidikan. Kepala SMAN 1 Bayang Utara, Elsa Ferda, S.Pd, mendorong Silat Tradisi untuk dijadikan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah yang dipimpinnya, Rabu 21/1/2026

    Program ini sejalan dengan pembinaan yang dilakukan Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido, binaan LAKAM Pessel, yang selama ini aktif mengembangkan silat tradisi melalui latihan di berbagai sekolah.

    LAKAM DPD PESSEL ADAKAN PRAKTEK HOME INDUSTRI PADA 4 KELOMPOK UMKM SEKALIGUS DIPANDU SECARA VIRTUAL

    Painan – nrtvnews.info Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan membuat terobosan praktek Home Industri pada 4 kelompok UMKM melalui virtual. Demikian keterangan Sekretarisnya Ir Febrianes,MT, Kamis (22/01/2026).

    Praktek ini telah diprogramkan, dimana sebelumnya masing masing kelompok UMKM telah diadakan pelatihan secara tatap muka di tempatnya masing masing, diantaranya kelompok UMKM Kampung Sungai Nipah, Bayang Utara, Kampung Laban Salido, dan Nagari Salido.

    Tahap selanjutnya LAKAM DPD Pesisir Selatan telah mengirimkan bahan bahan praktek membuat Deterjen cair ke masing masing kelompok UMKM. Mereka telah mendapat arahan tentang waktu dan prosedur prakteknya, bahkan telah diberikan juga berupa vidio panduannya.

    Direncanakan Prakteknya pada hari Minggu, tanggal 25 Januari 2026 di rumah masing masing. Para Ketua kelompok UMKM Binaan LAKAM DPD Pessel telah menerima bahan bahan praktek dengan baik. Hal ini telah terkonfirmasi melalui ketua kelompok UMKM-nya. Undangan untuk praktek pun telah dilayangkan kepada Kelompok UMKM melalui WAG.

    Kami siap mengikuti arahan, bimbingan, dan praktek membuat sabun deterjen cair serba guna berbahan nabati dari Master of Instruktur Deterjen LAKAM, ujar Mila Dewi ketua kelompok UMKM Bayang Utara, saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Kamis 22/01/2026 (MH)



  • RUMAH GADANG SUKU JAMBAK ADAKAN KEGIATAN TERAPY KESEHATAN GRATIS BAGI WARGANYA

    Pekanbaru – nrtvnews.info  Rumah Gadang Suku Jambak yang dipimpin Bapak Erwin Agus mengadakan kegiatan Terapi kesehatan gratis dan diikuti oleh puluhan warganya. Kegiatan berlangsung Minggu (18/01/2026) di rumah Bundo Yenni Iskandar Jln Mangga GG SDN 57 Sukajadi Pekanbaru. Demikian keterangan Sekretarisnya Gusman Angga Riawan, Senin (19/01/2026).

    Kegiatan ini diawali dengan pertemuan rutin bulanan dengan agenda Penyuluhan kesehatan, tausiyah menyambut bulan suci Ramadhan dan penyempurnaan pengurus Rumah Gadang Suku Jambak.

    Penyuluhan kesehatan diberikan oleh dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes Bandaro Kayo, dengan tema “Cara Terbaik Mencegah Penyakit Degeneratif di Usia Lanjut”. Tema ini sangat cocok diberikan, karena rata rata Warga Rumah Gadang Suku Jambak yang hadir berumur di atas usia 50 tahun ke atas.

    Penyakit Degeneratif merupakan penyakit yang muncul atau bersumber dari berkurangnya fungsi sel/organ tubuh seseorang disebabkan oleh bertambahnya usia. Jadi jika seseorang telah berumur 40 tahun ke atas, maka potensi penyakit degeneratif ini semakin besar.

    Diantara penyakit degeneratif yang sering muncul adalah Hipertensi, Diabetes Melitus, Stroke, Sakit Jantung, Sakit Ginjal, Reumatik, dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu dicegah dengan berbagai upaya seperti PHBS, olah raga, makanan berimbang, periksa kesehatan secara teratur dan Terapy Olilive.

    Seluruh warga yang hadir sangat antusias mendengarkan penyuluhan dan Terapy kesehatan tersebut. Bahkan Terapy kesehatan telah dimulai satu sebelum acara lain dimulai. Lebih dari 10 orang menikmati Terapy Olilive tersebut secara Gratis.

    Erwin Agus Ketua Rumah Gadang Suku Jambak akan mengusahakan mendapatkan alat Terapy ini secara organisasi dan pribadi pribadi, sehingga bisa kita buat kegiatan Terapy kesehatan ini di setiap kegiatan Rumah Gadang Suku Jambak, bahkan bisa kita buat untuk jemaah masjid setelah Sholat Subuh.

    Menanggapi hal ini, H Jhon Satri,SH.,MH Ketua IKPS Riau memberikan apresiasi besar. Karena dengan adanya alat Terapy Olylive yang dimiliki organisasi akan sangat membantu anggotanya untuk menjaga kesehatan, apa lagi rata rata yang ikut kegiatan berusia di atas lima puluh tahun (MH)



  • Silek Kumango Tampil Memukau di Pelantikan Pengurus IPSI Pessel

    Pesisir Selatan – nrtv news.info Seni bela diri tradisional Minangkabau, Silek Kumango, kembali menarik perhatian publik saat ditampilkan dalam acara Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan. Penampilan tersebut dibawakan oleh Son Sri Malindo bersama Indra Zul Andri, yang sukses menghadirkan atraksi silek tradisi penuh makna adat dan budaya baru – baru ini.

    Silek Kumango merupakan kumpulan dari silek tuo yang berkembang di Painan Timur dan telah diwariskan secara turun-temurun kepada generasi muda sejak sekitar 65 tahun lalu. Guru besar Silek Kumango adalah Almarhum Narudin, seorang tokoh silek yang memiliki peran besar dalam pelestarian bela diri tradisi ini.

    Secara historis, Silek Kumango berasal dari wilayah Darek Padang Panjang. Guru Besar Narudin diketahui memiliki garis keilmuan silek yang bersambung kepada Syekh Burhanuddin Ulakan, Pariaman, salah satu ulama besar Minangkabau yang berpengaruh dalam penyebaran adat dan agama di Sumatera Barat.

    Penampilan Silek Kumango dalam pelantikan pengurus IPSI Pessel dinilai sangat cemerlang dan sarat nilai filosofi, sehingga mampu membangkitkan ingatan kolektif masyarakat terhadap tradisi adat Minangkabau yang menjunjung tinggi keseimbangan antara adat, agama, dan budaya.

    Upaya pelestarian Silek tradisi ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum IPSI Sumatera Barat, Bapak Vasko Ruseimy, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Barat. Ke depan, Silek tradisi direncanakan akan diwajibkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMA dan SMK se-Sumatera Barat, sebagai langkah strategis menjaga warisan budaya daerah.

    Langkah tersebut disambut positif oleh Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif, dan juga Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah VII Sumatera Barat, yang menilai kebijakan ini sebagai terobosan penting dalam membina generasi muda agar tetap berakar pada nilai-nilai budaya Minangkabau.

    Dengan sinergi antara IPSI, pemerintah daerah, dan pelaku seni tradisi, Silek Kumango diharapkan terus hidup dan berkembang sebagai identitas budaya serta kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.(Alpin)



  • Oleh: Hirdamli

    (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Pesisir Selatan / ASN Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ

    Oleh: Hirdamli

    (Koordinator Bidang Dakwah Badan Kontak Majelis Ta’lim Pesisir Selatan / ASN Bagian Kesra Setda)

    Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling agung dan penuh makna dalam sejarah Islam. Peristiwa luar biasa ini terjadi pada bulan Rajab, sekitar tahun 621 Masehi, setahun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Isra’ adalah perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, sementara Mi’raj adalah perjalanan Nabi SAW naik ke langit hingga Sidratul Muntaha untuk bertemu Allah SWT.

    Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra ayat 1, yang menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj adalah tanda kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Rasulullah SAW sebagai manusia pilihan.

    Isra’ Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Nabi SAW. Beliau baru saja kehilangan dua sosok yang sangat dicintai dan menjadi pelindung dakwahnya, yakni istri tercinta Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib. Di tengah duka itulah Allah SWT menghibur Nabi dengan perjalanan spiritual yang luar biasa. Malaikat Jibril membersihkan hati Nabi dan membawanya menembus langit demi langit hingga menerima perintah shalat lima waktu langsung dari Allah SWT.

    Di Indonesia dan dunia Islam, Isra’ Mi’raj diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Tahun ini bertepatan dengan 16 Januari 2026. Peringatan ini sejatinya bukan sekadar mengenang kisah perjalanan Nabi, tetapi menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan spiritual.

    Isra’ Mi’raj mengajak kita untuk “naik derajat”, bukan secara fisik, tetapi secara rohani. Di tengah hiruk-pikuk era digital, marilah sejenak menjauh dari gawai, menundukkan diri dalam shalat, dan menghadirkan Allah dalam setiap langkah hidup. Sebagaimana Nabi SAW kembali dari Mi’raj dengan membawa hidayah, semoga kita pun kembali kepada fitrah sebagai hamba yang taat.

    Namun yang paling penting, peringatan Isra’ Mi’raj tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata. Jika hanya diperingati tanpa diamalkan, maka esensi Isra’ Mi’raj akan hilang. Setidaknya, dari peristiwa ini kita dapat mengambil tiga pelajaran penting.

    Pertama, Isra’ Mi’raj menegaskan kedudukan shalat sebagai tiang agama. Shalat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara. Awalnya diwajibkan 50 kali sehari, lalu diringankan menjadi lima waktu dengan pahala setara 50 kali. Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Jika shalat dijaga dengan baik, insya Allah kehidupan pribadi dan sosial akan ikut membaik.

    Kedua, Isra’ Mi’raj mengajarkan keteguhan iman di tengah ujian dan keraguan. Kisah ini sempat diragukan banyak orang, namun Abu Bakar Ash-Shiddiq langsung membenarkannya tanpa ragu. Di tengah maraknya hoaks dan kebingungan informasi saat ini, umat Islam diajak untuk kembali berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta tidak mudah goyah oleh opini sesaat.

    Ketiga, Isra’ Mi’raj adalah panggilan untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan spiritualitas. Nabi SAW menyaksikan langsung gambaran surga dan neraka. Ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Oleh karena itu, mari perbanyak taubat, sedekah, silaturahmi, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

    Akhirnya, peringatan Isra’ Mi’raj hendaknya menjadi momentum perubahan diri. Bukan hanya mengingat tanggal 27 Rajab, tetapi menjadikannya pedoman hidup: shalat lebih disiplin, iman semakin kuat, dan akhlak semakin mulia. Semoga kita semua termasuk umat yang mampu mengambil hikmah dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

    Wallahu a’lam bish-shawab.



  • Oleh: Hirdamli

    (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Pesisir Selatan / ASN Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    Zakat untuk Penanggulangan Kemiskinan

    Oleh: Hirdamli

    (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Pesisir Selatan / ASN Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    Zakat berasal dari kata zakka yang bermakna suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Ia dinamakan zakat karena di dalamnya terkandung harapan akan keberkahan, pembersihan jiwa, serta pemupukan kebaikan. Makna “tumbuh” menunjukkan bahwa zakat menjadi sebab bertambah dan berkembangnya harta, sekaligus melipatgandakan pahala bagi yang menunaikannya.

    Sementara makna “suci” menegaskan fungsi zakat sebagai sarana pensucian jiwa dari sifat kikir, kebatilan, dan dosa-dosa.

    Al-Mawardi dalam al-Hâwî mendefinisikan zakat sebagai pengambilan bagian tertentu dari harta tertentu, dengan syarat tertentu, untuk diberikan kepada golongan tertentu.

    Definisi ini menegaskan bahwa zakat bukan sekadar pemberian sukarela, melainkan instrumen sosial-keagamaan yang memiliki aturan, sasaran, dan tujuan yang jelas.

    Dalam perspektif agama, zakat merupakan salah satu kewajiban keuangan dalam Islam yang memiliki fungsi strategis.

    Selain sebagai ibadah, zakat juga mengandung dimensi sosial yang kuat. Dana zakat dapat menjadi instrumen penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan sosial, serta penguatan solidaritas umat.

    Dalam praktik penanggulangan kemiskinan, pemerintah daerah setidaknya memiliki dua jalur utama.

    Pertama, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang berlandaskan antara lain pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta sejumlah peraturan pemerintah terkait pengelolaan keuangan daerah dan standar akuntansi pemerintahan.

    Jalur ini menempatkan penanggulangan kemiskinan sebagai bagian dari program pembangunan yang direncanakan secara formal dan sistematis.

    Kedua, melalui dana zakat, infak, dan sedekah umat yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pengelolaan zakat memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, serta berbagai peraturan pemerintah, peraturan menteri agama, dan peraturan Baznas yang mengatur tata kelola, perencanaan, hingga pelaporan keuangan zakat secara akuntabel.

    Dalam praktiknya, eksekusi program penanggulangan kemiskinan melalui Baznas cenderung lebih cepat dan fleksibel dibandingkan melalui APBD.

    Pertama, dari sisi sumber dana, dana Baznas berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang bersifat sukarela, sementara APBD bersumber dari pajak, retribusi, dan transfer pemerintah yang harus melalui proses legislasi dan birokrasi yang panjang.

    Kedua, dari sisi penganggaran, Baznas tidak terikat pada siklus anggaran tahunan sebagaimana APBD yang harus dibahas bersama DPRD dan diverifikasi berlapis. Hal ini membuat penggunaan dana zakat lebih responsif terhadap kebutuhan mendesak, seperti bantuan sosial, bencana, dan kondisi darurat lainnya.

    Ketiga, pengelolaan dana Baznas relatif lebih independen dari dinamika politik. Penggunaan dana zakat tidak terpengaruh tarik-menarik kepentingan politik, sementara realisasi APBD kerap mengalami keterlambatan akibat perbedaan pandangan antara eksekutif dan legislatif.

    Keempat, dalam penyaluran dana, Baznas memiliki fleksibilitas yang lebih besar. Dana dapat langsung disalurkan kepada penerima sesuai kategori asnaf tanpa harus melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa yang kompleks. Sebaliknya, APBD terikat pada prosedur ketat, termasuk lelang dan audit berjenjang, yang sering kali memperlambat pelaksanaan program.

    Kelima, dana Baznas sejak awal memang diarahkan untuk kepentingan sosial dan keagamaan sesuai prinsip zakat. Sementara APBD harus membiayai berbagai sektor pembangunan yang luas, sehingga penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu dari sekian banyak prioritas

    Berangkat dari berbagai aspek tersebut, dana zakat yang dikelola Baznas terbukti menjadi instrumen yang relatif cepat dan efektif dalam mendukung program penanggulangan kemiskinan.

    Hal ini menjadi peluang strategis bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan program-program sosial yang sejalan dengan nilai-nilai agama dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

    Ke depan, penguatan lembaga-lembaga zakat, khususnya Baznas yang di daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, perlu terus dilakukan. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan pengelolaan zakat yang profesional diharapkan mampu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan serta menghadirkan keadilan sosial yang lebih merata.



  • LAKAM DPD PESISIR SELATAN SIAP DUKUNG PROGRAM IKATAN PENCAK SILAT SELURUH INDONESIA (IPSI) DPD PESSEL

    Painan – nrtvnews.info Ketua Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes siap mendukung program Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) DPD Pessel. Demikian keterangan Ir Feberianes,MT Sekretaris LAKAM Pessel saat diwawancara awak media, Sabtu (17/01/2026).

    Hari ini, Sabtu (17/01/2026) segenap pengurus IPSI DPD Pessel dilantik oleh Ketua IPSI Sumbar Vasko Ruseimy St Nagari Sati yang juga Wakil Gubernur Sumbar di Gedung Painan Convention Center (PCC) Jln H Agus Salim Painan.

    Secara khusus ketua LAKAM DPD Pessel dr. H Misri Hasanto,SH.,M.Kes mengucapkan Selamat & Sukses atas Pelantikan bapak Muslim Arif, S.Pdi sebagai ketua IPSI Pessel 2025-2029. Program kerja LAKAM yang utama salah satunya melestarikan Kebudayaan, diantaranya Seni Bela Diri Pencak Silat. Secara prinsip LAKAM siap berkolaborasi.

    Pencak Silat bukan sekedar Seni bela diri, tetapi jauh lebih dalam dari itu. Pencak silat merupakan jati diri urang Minangkabau, Pencak silat filosofi Budaya Minangkabau, serta Pencak Silat membentuk karakter, disiplin, & kehormaran masyarakat Adat.

    Ketua Umum IPSI H Prabowo Subianto yang juga Presiden RI, siap mengembangkan Pencak Silat di Seluruh Nusantara, termasuk di Provinsi Sumbar & Kabupaten Pesisir Selatan ( Alpin)



  • Perguruan Tapak Suci Hadir pada Pelantikan Pengurus IPSI Pessel

    Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Perguruan Tapak Suci turut hadir  dalam acara Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan yang digelar di Painan Convention Center, Sabtu (17/1/2026).

    Perguruan Tapak Suci yang berada di bawah binaan Syafridon hadir memenuhi undangan sebagai bentuk dukungan terhadap kepengurusan IPSI Pessel yang baru dilantik. Kehadiran Tapak Suci menjadi salah satu sorotan dalam acara tersebut dan mendapat apresiasi dari para undangan.

    Perguruan Tapak Suci binaan Syafridon dikenal aktif mengikuti berbagai kejuaraan pencak silat, baik di tingkat daerah maupun provinsi, bahkan nasional serta kerap menorehkan prestasi gemilang. Konsistensi dalam pembinaan atlet menjadi salah satu kekuatan utama perguruan ini.

    Partisipasi Tapak Suci dalam pelantikan Pengurus IPSI Pessel dinilai sebagai momentum kebangkitan seluruh perguruan silat yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan untuk terus bersinergi memajukan olahraga pencak silat.

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan, Elpinas, S.Kom, menyampaikan bahwa terpilihnya Muslim Arif sebagai Ketua Umum IPSI Pessel membawa semangat baru bagi dunia persilatan di Pesisir Selatan. Ia menilai kepiawaian Muslim Arif dalam mengelola dan memimpin organisasi tidak diragukan lagi.

    “Dengan pengalaman serta jaringan yang telah beliau bangun dan rawat selama ini, kami optimistis pencak silat di Pesisir Selatan akan berkembang lebih pesat dan berprestasi di masa depan,” ujar Elpinas.

    Pelantikan Pengurus IPSI Pessel ini diharapkan menjadi awal baru bagi kemajuan pencak silat serta mempererat persatuan antarperguruan di Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Sanggar Silek Batu Ampa Laban Tampil Memukau di Pelantikan Pengurus IPSI Pessel

    Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido binaan Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Kabupaten Pesisir Selatan  turut ambil bagian dalam acara Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pessel yang berlangsung khidmat di Painan Convention Center, Sabtu 17/1/2026

    Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido yang dibimbing oleh pelatih Yaldi,CPLA Manti Ahmad Dirajo menampilkan pertunjukan silek yang memukau para tamu undangan. Penampilan pesilat perempuan dari sanggar tersebut menjadi sorotan utama dan mendapat apresiasi tinggi dari hadirin yang hadir.

    Gerakan yang ditampilkan menunjukkan kekuatan, keluwesan, serta nilai-nilai budaya Minangkabau yang masih terjaga dengan baik. Penampilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa silek tradisi tidak hanya lestari, tetapi juga mampu tampil membanggakan di berbagai acara resmi.

    Dalam kegiatan tersebut turut hadir pengurus Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido, di antaranya Yaldi, Padris, Nori, serta pengurus dan anggota lainnya yang memberikan dukungan penuh terhadap penampilan para pesilat.

    Keikutsertaan Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido dalam acara pelantikan ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran seni bela diri tradisional Minangkabau dalam pembinaan atlet pencak silat serta pelestarian budaya daerah di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)