Author: alpin


  • Pimpinan Redaksi NRTVNews Jalin Silaturahmi dengan Dandim 0311/Pesisir Selatan yang Baru

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Pimpinan Redaksi NRTVNews bersilaturahmi dengan Komandan Kodim (Dandim) 0311/Pesisir Selatan yang baru, Letkol Yudi Eka Pratama, M.Han., dalam suasana hangat dan penuh keakraban di sebuah kafe di kawasan Sago, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu 11/7/2026

    Pertemuan tersebut turut dihadiri Kasdim 0311/Pesisir Selatan, Kapten Inf. Afrizal. Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan itu menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara insan pers dan jajaran TNI dalam mendukung penyampaian informasi yang akurat, edukatif, dan membangun bagi masyarakat.


    Foto Dandim 0311/Pessel Letkol Czi Theodorus Sambua, ST, M.Han bersama Tokoh Masyarakat dan Niniak Mamak Nanggalo Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat

    Letkol Yudi Eka Pratama, M.Han., resmi mengemban amanah sebagai Komandan Kodim 0311/Pesisir Selatan setelah melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) dari pejabat sebelumnya, Letkol Czi Theodorus Sambua, S.T., M.Han.

    Pergantian kepemimpinan di lingkungan Kodim 0311/Pesisir Selatan diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan tugas teritorial, menjaga kondusivitas wilayah, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Pimpinan Redaksi NRTVNews menyampaikan ucapan selamat datang kepada Letkol Yudi Eka Pratama, M.Han., beserta keluarga di Kabupaten Pesisir Selatan. Diharapkan, kepemimpinan beliau dapat membawa semangat baru dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus mempererat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk media massa.

    Pada kesempatan yang sama, apresiasi juga disampaikan kepada Letkol Czi Theodorus Sambua, S.T., M.Han., atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Kodim 0311/Pesisir Selatan.

    “Selamat menjalankan amanah di tempat tugas yang baru. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengemban tanggung jawab serta terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” demikian harapan yang disampaikan keluarga besar NRTVNews.(Alpin)



  • S. Budi Syukur Dt. Bandaro Jambak Kembali Pimpin PKPS Sumbar

    Padang – nrtvnews.info Mengesankan H. S Budi Syukur, SH, MM, MBA Datuk Bandaro Jambak, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (DPW PKPS) Sumatera Barat periode 2021-2026 berhasil diamanahkan kembali menahkodai untuk periode lima tahun kedepan, Minggu (12/7/2026).

    Meskipun melalui proses yang apik dan sedikit hangat, Musyawarah Wilayah (Muswil II) DPW PKPS Sumbad menetapkan H S Budi Syukur sebagai Ketua DPW PKPS Sumbar 2026-2031 dengan raihan suara 14 dan 3 buat Drs Ali Amran Abas.

    Budi Syukur dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh seluruh peserta Muswil II. 

    Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar sebuah jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa organisasi semakin maju, solid, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Pesisir Selatan yang berada di Sumatera Barat.

    Ia menegaskan, berakhirnya proses pemilihan menjadi awal untuk kembali merajut persatuan. Perbedaan pilihan selama Muswil merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat dan harus ditinggalkan demi kepentingan bersama.

    ” Mulai hari ini tidak ada lagi nomor satu atau nomor dua. Yang ada hanyalah keluarga besar PKPS. Mari kita bergandengan tangan, saling menguatkan, dan bersama-sama membesarkan organisasi ini agar semakin berkontribusi bagi masyarakat serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah,” ujar Budi Syukur.

    Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota PKPS di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk menjaga kekompakan, memperkuat silaturahmi, serta melahirkan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan generasi muda.

    Sementara itu, suasana penuh kekeluargaan menutup rangkaian Muswil II DPW PKPS Sumbar. Kedua kandidat, H. S. Budi Syukur, SH, MM, MBA Datuk Bandaro Jambak dan H. Ali Amran Abbas, M.Si, saling berjabat tangan, berpelukan, serta menyampaikan komitmen untuk bersama-sama membesarkan PKPS. Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah para peserta sebagai simbol berakhirnya kontestasi dan menguatnya semangat persatuan dalam keluarga besar PKPS Sumatera Barat. (Agm)



  • Oleh: Alpin ( Pengiat Media & Medsos)

    Antrean BBM di Pesisir Selatan, Ketika Negara Memaksa Rakyat Mengantre untuk Hak Dasarnya

    Oleh: Alpin ( Pengiat Media & Medsos)

    Di negeri yang mengaku kaya sumber daya alam, ironi terbesar justru terjadi ketika rakyat harus menghabiskan berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter bahan bakar. Pemandangan antrean panjang di SPBU Kabupaten Pesisir Selatan kini bukan lagi kejadian luar biasa, melainkan telah menjadi rutinitas yang memalukan.

    Pertanyaan yang patut diajukan adalah,  di mana negara ketika masyarakat kehilangan waktu, penghasilan, bahkan kesabaran hanya demi mendapatkan BBM ???

    Pemerintah tidak bisa terus berlindung di balik alasan distribusi terganggu, kemacetan jalur logistik, atau meningkatnya konsumsi. Semua alasan itu mungkin benar, tetapi tidak boleh dijadikan pembenaran atas lemahnya tata kelola. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sendiri mengakui bahwa antrean BBM telah mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah hingga membentuk Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi.

    Namun rakyat tidak membutuhkan rapat yang panjang. Mereka membutuhkan solusi yang nyata.

    Setiap jam yang dihabiskan masyarakat di dalam antrean adalah kerugian ekonomi yang tidak pernah dihitung. Sopir angkutan kehilangan penumpang. Nelayan terlambat melaut. Pedagang terlambat membuka usaha. Petani tertunda mengangkut hasil panen. Pegawai datang terlambat bekerja. Semua itu adalah biaya sosial yang harus ditanggung rakyat akibat buruknya pengelolaan distribusi energi.

    Lebih menyedihkan lagi, persoalan ini terus berulang tanpa penyelesaian yang benar-benar tuntas. Setiap kali terjadi antrean, alasan yang muncul hampir selalu sama. Jalur distribusi macet. Pasokan terlambat. Permintaan meningkat.

    Sampai kapan rakyat harus menerima alasan yang sama?

    Jika pemerintah mengetahui titik-titik rawan distribusi BBM, mengapa tidak ada sistem mitigasi yang mampu mencegah kelangkaan? Jika jalur distribusi memang rentan terganggu, mengapa tidak disiapkan skenario alternatif jauh sebelum krisis terjadi? Pemerintah bahkan menyebut kemacetan di sejumlah ruas jalan sebagai penyebab keterlambatan distribusi BBM ke berbagai daerah di Sumatera Barat.

    Masalah yang lebih serius adalah dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sendiri pernah mengungkap dugaan bahwa sebagian BBM subsidi mengalir ke aktivitas tambang ilegal. Jika dugaan tersebut benar, maka yang sedang dirampas bukan sekadar BBM, melainkan hak masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama subsidi negara.

    Ironisnya, rakyat kecil justru menjadi pihak yang paling menderita. Mereka yang bekerja keras setiap hari harus rela mengantre berjam-jam, sementara jika benar terjadi penyelewengan, keuntungan justru dinikmati oleh segelintir pihak yang bermain di balik lemahnya pengawasan.

    Pemerintah daerah tidak boleh hanya sibuk membentuk satgas, menggelar rapat koordinasi, lalu mengeluarkan pernyataan di media. Ukuran keberhasilan bukanlah banyaknya rapat atau konferensi pers, melainkan apakah antrean di SPBU benar-benar berkurang.

    Sudah saatnya pemerintah berhenti memadamkan api ketika kebakaran sudah terjadi. Yang dibutuhkan adalah sistem distribusi yang transparan, pengawasan digital yang ketat, penindakan tanpa kompromi terhadap mafia BBM apabila ditemukan, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi pasokan.

    Rakyat tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin mengisi tangki kendaraan tanpa harus mengorbankan setengah hari hidupnya.

    Antrean BBM bukan sekadar persoalan bensin. Ini adalah cermin kualitas pelayanan negara kepada rakyatnya. Ketika mendapatkan bahan bakar saja menjadi perjuangan, maka wajar jika masyarakat mulai mempertanyakan sejauh mana pemerintah benar-benar hadir untuk melayani.

    Pesisir Selatan hanyalah satu potret. Di berbagai daerah Sumatera Barat, masyarakat juga merasakan dampak yang sama. Karena itu, persoalan ini harus dipandang sebagai alarm serius bahwa tata kelola distribusi energi membutuhkan pembenahan menyeluruh, bukan solusi sementara.

    Negara tidak boleh membiarkan antrean panjang menjadi hal yang dianggap biasa. Sebab ketika rakyat dipaksa terbiasa dengan pelayanan yang buruk, sesungguhnya yang sedang dinormalisasi adalah kegagalan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

    Dan sejarah selalu mencatat, bukan seberapa banyak janji yang diucapkan pemerintah, melainkan seberapa cepat penderitaan rakyat berhasil diakhiri.



  • Dra. Suryami, M.Pd, Bundo Kanduang DPP PKPS Siap Berkolaborasi dengan Bundo Kanduang Pesisir Selatan Majukan Adat dan Budaya Minangkabau

    Pesisir Selatan – nrtvnrws.info Ketua Bundo Kanduang DPP PKPS, Dra. Suryami, M.Pd., menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Bundo Kanduang Kabupaten Pesisir Selatan dalam upaya melestarikan serta memajukan kebudayaan dan adat istiadat Minangkabau.

    Suryami menegaskan bahwa peran Bundo Kanduang tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai adat, tetapi juga sebagai penggerak dalam membangun karakter generasi muda agar tetap berpegang teguh pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

    Lahir di Kenagarian Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Dra. Suryami menempuh pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga SLTA di kampung halamannya. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Kota Padang sebelum merantau ke Jakarta untuk mengembangkan karier dan pengabdiannya.

    Di tengah masyarakat, Dra. Suryami dikenal sebagai sosok perempuan yang memiliki integritas, moral yang baik, serta mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan berbagai kalangan. Pengalaman panjang di dunia pendidikan dan penelitian turut membentuk kepemimpinannya yang mengedepankan nilai kebersamaan, ilmu pengetahuan, dan pelestarian budaya.

    Dalam kunjungannya ke kampung halaman untuk menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Perempuan Pasisie, Dra. Suryami mengaku bangga dapat kembali bertemu dengan masyarakat Pesisir Selatan. Perempuan Pasisie yang pernah berkiprah sebagai peneliti di BRIN ( Badan Riset dan Inovasi Nasional ) dan kini mengabdikan diri sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta tersebut berharap kaum perempuan Pesisir Selatan, baik yang berada di ranah maupun di rantau, senantiasa menjaga marwah diri serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

    Menurutnya, perempuan Minangkabau di era modern harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Modernisasi tidak boleh mengikis nilai-nilai adat, budaya, dan agama yang telah diwariskan oleh para leluhur.


    Foto Dra. Suryami,M.Pd bersama Drs. Armen Rachmad dan Elpinas, S.Kom, CCNA di Pandan View

    “Sebagai perempuan masa kini, kita harus mampu mengembangkan potensi diri, berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa, namun tetap menjadikan adat, agama, dan akhlak sebagai pedoman dalam setiap langkah kehidupan,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa perempuan Minangkabau memiliki kedudukan yang sangat mulia sebagai limpapeh rumah nan gadang, penjaga kehormatan keluarga, sekaligus suri teladan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, perempuan Minang dituntut tidak hanya cerdas dan mandiri, tetapi juga memiliki kepribadian yang luhur.

    “Elok budi, ramah tamah, santun bakato, kuek ibadah, pandai mamasak, pantang maninggakan tanggung jawab. Itulah jati diri padusi Minang yang harus terus kita wariskan kepada generasi penerus,” tutup Dra. Suryami.

    Melalui semangat kolaborasi antara Bundo Kanduang DPP PKPS dan Bundo Kanduang Pesisir Selatan, diharapkan pelestarian adat istiadat serta budaya Minangkabau dapat terus berkembang dan menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai-nilai agama.(Alpin)



  • Viral! Suara Merdu Ketua DPW PKPS Kalimantan Selatan Martius, SH Bikin Hadirin Terpukau

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Sosok Ketua DPW PKPS Kalimantan Selatan, Martius, SH, mendadak menjadi perbincangan di media sosial dan masyarakat. Bukan karena aktivitas organisasinya, melainkan lantunan suara merdunya saat tampil dalam sebuah acara malam perpisahan Rakernas I PKPS di Pandan View Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan  yang sukses mencuri perhatian para hadirin.

    Penampilan Martius membuat suasana acara semakin semarak. Banyak tamu yang mengaku terkejut ketika mendengar kualitas vokalnya. Beberapa di antaranya bahkan memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi atas penampilannya.

    Sejumlah warga yang hadir menilai suara Martius memiliki karakter yang khas dan merdu. Tak sedikit pula yang membandingkannya dengan suara seorang penyanyi ternama yang belum lama ini memutuskan untuk pensiun dari dunia tarik suara. Meski demikian, perbandingan tersebut merupakan pendapat dan kesan dari sebagian hadirin.

    Video penampilan Martius pun mulai beredar di berbagai platform media sosial dan menuai beragam komentar positif. Banyak warganet memuji penampilannya yang dinilai mampu menghibur serta menciptakan suasana hangat di tengah acara.

    Momen tersebut membuktikan bahwa seorang tokoh organisasi tidak hanya dikenal melalui kiprah kepemimpinannya, tetapi juga dapat menarik perhatian publik melalui bakat yang dimiliki.

    Penampilan Martius menjadi warna tersendiri yang membuat acara tersebut semakin berkesan bagi para tamu yang hadir.( Alpin)



  • Roja Yesi, M.M. Sukses Pimpin Panitia Rakernas I PKPS di Pesisir Selatan, Masyarakat Berharap Jadi Agenda Tahunan

    Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I DPP Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) di Kabupaten Pesisir Selatan berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja keras Ketua Panitia, Roja Yesi, S.E., M.M., bersama seluruh jajaran panitia, Jumat 10/7/2026

    Foto Roja Yesi, MM bersama Ketum PKPS Adi Karsyaf, SH, MH dan Sekjend Bakri Maulana, SE, MP

    Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, Rakernas I PKPS berjalan lancar sejak awal hingga penutupan. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Ketua Panitia Lokal, M. Adli, beserta seluruh panitia daerah yang turut memastikan setiap rangkaian acara terlaksana dengan baik.

    Roja Yesi yang dikenal aktif dalam kegiatan organisasi dan pemberdayaan masyarakat dinilai mampu membangun sinergi antara pengurus PKPS, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan para perantau asal Pesisir Selatan. Kepemimpinannya dalam menyukseskan Rakernas I PKPS menjadi salah satu faktor penting keberhasilan kegiatan tersebut.


    Foto Ketum PKPS Adi Karsyaf, SH, MH bersama Sekjend Bakri Maulana, SE, MP, Roja Yesi, MM dan Sekda H. Zainal Arifin, M.Kes dan Anggota PKPS lainnya

    Selain menjadi forum strategis untuk memperkuat organisasi PKPS, Rakernas juga membawa dampak positif bagi masyarakat Pesisir Selatan. Kehadiran peserta dari berbagai daerah memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro dan kecil.

    Masyarakat Pesisir Selatan pun berharap Rakernas PKPS dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun di daerah tersebut. Menurut mereka, kegiatan seperti ini mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara perantau dengan kampung halaman.

    “Perantau dapat melihat secara langsung kondisi riil Pesisir Selatan, sehingga diharapkan semakin banyak perhatian dan kontribusi yang diberikan untuk pembangunan daerah,” ujar  Ust. Syafrizen Dt. Rang Batuah seorang Penghulu dan juga  Ustaz dari  Kecamatan lengayang.


    Foto Roja Yesi,MM bersama Sekjend Bakri Maulana, SE, M.P dan Ust. H. Syafrizen, SH Dt. Rang Batuah

    Selain meningkatkan aktivitas ekonomi, Rakernas juga menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata Pesisir Selatan yang memiliki beragam destinasi unggulan. Para peserta berkesempatan menikmati keindahan alam, budaya, dan kuliner khas daerah, sehingga diharapkan dapat menjadi promosi positif yang menarik lebih banyak wisatawan.

    Diketahui, Roja Yesi, S.E., M.M. merupakan lulusan Magister Manajemen yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan. Sebagai Ketua Panitia Rakernas I DPP PKPS Tahun 2026, ia memiliki fokus pada pengembangan organisasi, pemberdayaan masyarakat, serta mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Pesisir Selatan.

    Keberhasilan Rakernas I PKPS di Pesisir Selatan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para perantau dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Alpin)



  • Adri Yahya Chan, Bos Dedak  atau Sekam Asal Sutra, Sukses Bangun Bisnis Hingga Lintas Provinsi

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Ketekunan, kerja keras, dan keberanian berinvestasi menjadi kunci kesuksesan Adri Yahya Chan dalam membangun usaha penjualan dedak atau sekam di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat 10/7/2026

    Usaha yang dirintis dengan modal sendiri tersebut kini terus berkembang. Produk dedak atau sekam yang dipasarkan tidak lagi hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi telah menjangkau berbagai daerah di luar Sumatera Barat. Jaringan pemasarannya bahkan telah menembus lintas provinsi, membuktikan daya saing usaha yang dibangunnya.

    Seiring meningkatnya permintaan, Adri Yahya Chan juga telah memiliki armada truk sendiri untuk menunjang distribusi barang kepada para pelanggan. Kepemilikan armada tersebut membuat proses pengiriman menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen dalam jumlah besar.

    Meski merupakan putra asli Kota Padang, Adri memilih membangun keluarga dan mengembangkan usahanya di Sariak Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Keputusannya menjadi bukti bahwa daerah memiliki potensi besar untuk melahirkan pengusaha-pengusaha sukses yang mampu bersaing di pasar regional.

    Dedak atau sekam merupakan komoditas yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun kebutuhan pertanian, sehingga permintaannya terus meningkat di berbagai daerah. Kecamatan Sutera sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas pertanian yang cukup kuat, sehingga memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha berbasis hasil sampingan pertanian.

    Keberhasilan Adri Yahya Chan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani membangun usaha dari sektor pertanian dan peternakan. Dengan kerja keras, pengelolaan yang baik, serta keberanian mengembangkan jaringan pemasaran, usaha lokal pun mampu tumbuh menjadi bisnis yang menjangkau pasar lintas provinsi dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah.(Nando)



  • Disco PKPS di Pandan View Mandeh, Drs. Armen Rachmad Bagikan Strategi Memajukan UMKM Pesisir Selatan

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Suasana hangat penuh keakraban mewarnai kegiatan Disco (Diskusi Sambil Ngopi) yang digelar pada malam perpisahan pengurus dan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PKPS di Caffe Pandan View Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis malam 9/7/2026

    Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Bisnis dan UMKM DPP PKPS, Drs. Armen Rachmad, menjadi narasumber utama yang membahas berbagai peluang, harapan, serta tantangan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pesisir Selatan.

    Berbekal pengalaman panjang sebagai pelaku usaha di Jakarta, Armen menyampaikan bahwa kemajuan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan semangat berwirausaha, tetapi juga membutuhkan inovasi, peningkatan kualitas produk, penguasaan pemasaran digital, serta kemampuan membangun jaringan bisnis yang lebih luas.

    Menurutnya, Pesisir Selatan memiliki potensi besar, mulai dari sektor kuliner, perikanan, pertanian, hingga pariwisata yang dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional.

    “Potensi yang dimiliki Pesisir Selatan sangat luar biasa. Yang diperlukan saat ini adalah membangun pola pikir kewirausahaan, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat akses pasar agar UMKM mampu bersaing di tingkat nasional,” ungkap Armen di hadapan peserta diskusi.

    Sebagai putra asli Tarusan yang berasal dari Nagari Barung-Barung Belantai, Armen mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi membangun kampung halaman. Ia berharap pengalaman yang diperolehnya selama bertahun-tahun mengembangkan usaha di perantauan dapat menjadi inspirasi sekaligus bekal bagi para pelaku UMKM di Pesisir Selatan.

    Diskusi berlangsung santai namun penuh makna. Para peserta antusias menyampaikan berbagai pertanyaan dan gagasan mengenai pengembangan usaha, akses permodalan, pemasaran digital, hingga kolaborasi antara perantau dan masyarakat di kampung halaman.

    Melalui kegiatan Disco (Diskusi Sambil Ngopi) ini, DPP PKPS berharap lahir berbagai ide dan langkah nyata untuk memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Pesisir Selatan, sekaligus mempererat sinergi antara potensi ranah dan rantau dalam membangun daerah(Alpin)



  • Malam Perpisahan Rakernas I PKPS Berlangsung Meriah, Peserta Terhibur dengan Permainan KIM di Pandan View Mandeh

    Tarusan –  Pesisir Selatan nrtvnews.info Suasana penuh keakraban dan kebersamaan mewarnai malam perpisahan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) yang digelar di Pandan View Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kamis malam (9/7/2026).

    Kegiatan penutup tersebut berlangsung meriah dengan hiburan permainan KIM (Kesenian Irama Minang) yang dipandu oleh Leni Iwana KIM dari Padang. Gelak tawa dan antusiasme para peserta memenuhi lokasi acara saat mereka mengikuti permainan yang sarat hiburan sekaligus mempererat silaturahmi antar perantau dan masyarakat Pesisir Selatan.

    Malam kebersamaan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PKPS Adi Karsyaf,  SH, MH, didampingi Sekretaris Jenderal Bakri Maulana, SE, M.P, Tokoh Masyarakat Sumbar H.Alir Mansori, SH,M.Hum, Sekretaris Dinas Pertanian Hendro, Ketua Panitia Rakernas Roja Yesi, MM, serta Ketua Panitia Lokal M. Adli.

    Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan H. Darmansyah, S.Ag, Wakapolres Pesisir Selatan Kompol H. Syafrizen, SH, Datuak Rang Batuah, jajaran pengurus DPD dan DPW PKPS dari berbagai provinsi di Indonesia, serta para tokoh masyarakat yang selama ini aktif mendukung pembangunan daerah.

    Malam perpisahan juga dihadiri sejumlah tokoh profesional asal Pesisir Selatan, di antaranya pengacara kondang Martius, SH, Bobbi Syafri Chan, SH, MH, Deddy, serta para profesional lainnya yang turut memeriahkan suasana.

    Ketua Umum PKPS Adi Karsyaf menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan rangkaian Rakernas I PKPS. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menjadi modal penting dalam memperkuat sinergi antara masyarakat ranah dan rantau untuk kemajuan Kabupaten Pesisir Selatan.

    Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak hingga penghujung acara. Para peserta saling bersalaman, berfoto bersama, dan berjanji untuk terus menjaga komunikasi serta mempererat persaudaraan dalam wadah PKPS.

    Malam perpisahan tersebut menjadi penutup yang berkesan bagi seluruh peserta Rakernas I PKPS 2026, sekaligus mempertegas semangat persatuan, silaturahmi, dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Pesisir Selatan di masa mendatang.(Alpin)



  • Hj. Asbeni Sabral dan Hendri IKAPSO Jakarta Bersilaturahmi dengan Bupati Hendrajoni di Tengah Rakernas I PKPS

    PAINAN – nrtvnews.info Suasana hangat penuh keakraban mewarnai Rumah Dinas Bupati Pesisir Selatan saat Penasehat DPP PKPS yang juga Bendahara Umum DPP IKAPSO Jakarta, Hj. Asbeni Sabral, bersama Hendri, Wakil Ketua DPP IKAPSO (Ikatan Air Pura Pancung Soal) Jakarta, melakukan kunjungan silaturahmi dengan Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, SH, MH.

    Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela kehadiran mereka untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I DPP PKPS yang digelar di Gedung PCC Painan. Rakernas ini menjadi momentum penting yang mempertemukan para perantau Pesisir Selatan dari berbagai daerah di Indonesia guna memperkuat sinergi antara ranah dan rantau dalam mendukung pembangunan daerah.

    Dalam suasana penuh kekeluargaan, Hj. Asbeni Sabral dan Hendri menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kepada seluruh peserta Rakernas. Menurut mereka, perhatian pemerintah daerah menjadi energi positif bagi para perantau untuk terus berkontribusi dalam pembangunan kampung halaman.

    Hj. Asbeni Sabral yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus pemilik sejumlah SPBU di Kota Padang dan Jakarta berharap hubungan baik antara pemerintah daerah dengan masyarakat perantauan semakin erat. Kolaborasi tersebut diyakini mampu melahirkan berbagai program yang berdampak bagi kemajuan Pesisir Selatan.

    Sementara itu, Bupati H. Hendrajoni menyambut baik kunjungan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian para perantau yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan selalu membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh dan pengusaha yang berada di perantauan.

    Rakernas I PKPS sendiri menjadi tonggak bersejarah karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di kampung halaman, Pesisir Selatan. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi sekaligus menghasilkan gagasan dan program strategis untuk mempercepat pembangunan daerah melalui sinergi antara pemerintah dan para perantau.(Alpin)



  • Oleh : Alpin ( Pengiat Media & Medsos)

    Ketika Antrean BBM Menjadi Potret Kegagalan Pelayanan Publik di Pesisir Selatan

    Oleh : Alpin ( Pengiat Media & Medsos)

    PESISIR SELATAN – Di saat Kabupaten Pesisir Selatan menjadi tuan rumah kegiatan besar Rakernas I Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) yang dihadiri perantau dari berbagai provinsi di Indonesia, masyarakat justru disuguhi pemandangan yang memprihatinkan. Bukan sambutan yang membanggakan, melainkan antrean panjang kendaraan di hampir setiap SPBU.

    Ratusan peserta Rakernas, masyarakat, hingga pelaku usaha harus berjibaku mencari BBM. Tidak sedikit yang mengaku menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan hingga puluhan jam secara bergantian, hanya untuk mendapatkan beberapa liter bahan bakar. Kondisi ini tentu menjadi ironi di tengah semangat membangun daerah dan mempererat hubungan ranah dengan rantau.

    Yang lebih memprihatinkan, persoalan ini bukan terjadi sehari atau dua hari. Antrean BBM telah berlangsung cukup lama dan hampir menjadi pemandangan sehari-hari. Artinya, persoalan tersebut bukan lagi keadaan darurat sesaat, melainkan masalah sistemik yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

    Masyarakat berhak bertanya, di mana kehadiran negara ketika kebutuhan paling mendasar seperti BBM saja begitu sulit diperoleh? Mengapa persoalan yang terus berulang ini belum juga menemukan solusi yang nyata? Publik tentu berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak sekadar mengetahui persoalan ini, tetapi hadir dengan langkah konkret untuk menyelesaikannya.

    Kritik masyarakat bukan lahir dari kebencian, melainkan dari rasa kecewa karena pelayanan publik belum mampu menjawab kebutuhan mereka. Ketika antrean BBM terus mengular tanpa kepastian, wajar jika muncul anggapan bahwa pemerintah terkesan tidak cukup tanggap terhadap penderitaan masyarakat. Yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar pernyataan atau janji, melainkan tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung.

    Sudah saatnya persoalan BBM diperlakukan sebagai isu strategis, bukan sekadar gangguan sementara. Pemerintah daerah, penyedia BBM, regulator, serta aparat pengawas harus duduk bersama untuk membedah akar persoalan secara terbuka. Distribusi, kecukupan kuota, kapasitas SPBU, pola konsumsi, hingga dugaan penyimpangan harus dievaluasi secara menyeluruh dan transparan.

    Rakernas I PKPS membawa semangat membangun Pesisir Selatan melalui sinergi antara ranah dan rantau. Namun semangat itu akan kehilangan makna apabila persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat setiap hari justru dibiarkan berlarut-larut.

    Masyarakat tidak menuntut hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin memperoleh haknya sebagai warga negara, pelayanan yang baik, distribusi BBM yang lancar, dan pemerintah yang cepat bertindak ketika rakyat menghadapi kesulitan. Jika persoalan sederhana ini saja belum mampu diselesaikan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan terus terkikis.

    Kritik ini hendaknya dipandang sebagai pengingat bahwa ukuran keberhasilan pemerintah bukan semata banyaknya kegiatan seremonial, tetapi sejauh mana masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantre untuk mendapatkan kebutuhan pokok seperti bahan bakar.



  • Wakapolres Pesisir Selatan Ajak PKPS Perkuat Persatuan dan Sinergi Membangun Nagari di Rakernas I 2026

    PAINAN – nrtvnews.info Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Pesisir Selatan, Kompol Syafrizen, S.H., Datuk Rang Batuah, mengajak seluruh keluarga besar Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) untuk terus memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta membangun sinergi antara perantau dan kampung halaman dalam momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PKPS Tahun 2026.

    Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada Rakernas I PKPS yang mengusung tema “Sinergi Membangun Nagari, Merajut Persatuan di Perantauan” di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

    Mengawali sambutannya, Kompol Syafrizen menyampaikan pantun khas Minangkabau sebagai bentuk penghormatan kepada seluruh tamu undangan dan peserta Rakernas.

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas nama Kapolres beserta jajaran Polres Pesisir Selatan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan Rakernas I PKPS.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, Ketua Umum PKPS Pusat Adi Karsyaf, SH., MH., Sekretaris Jenderal PKPS Bakri Maulana, SE., M.P., Ketua Panitia Roja Yesi, MM., Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan H. Darmansyah, S.Ag., unsur Forkopimda, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta peserta Rakernas PKPS dari berbagai daerah di Indonesia.

    Menurut Kompol Syafrizen, Rakernas bukan hanya menjadi forum penyusunan program kerja organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Pesisir Selatan yang berada di ranah maupun di rantau.

    “Semoga Rakernas ini menjadi wadah mempererat tali silaturahmi dunsanak Pasisia, memperkuat persatuan di ranah dan rantau, serta melahirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan seperti PKPS memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Menurutnya, sinergi antara PKPS, pemerintah daerah, dan aparat keamanan merupakan modal utama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif, sekaligus menjadi kekuatan bersama untuk membangkitkan potensi daerah demi kemajuan kampung halaman.

    Lebih lanjut, Wakapolres berharap Rakernas I PKPS mampu melahirkan berbagai gagasan dan langkah nyata dalam meningkatkan kontribusi organisasi di bidang sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, serta pelestarian nilai-nilai adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah “Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.”

    Ia juga mengajak seluruh keluarga besar PKPS untuk terus menjaga persatuan, mengamalkan semangat barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang, serta bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak mudah terpengaruh maupun menyebarkan informasi yang belum tentu benar atau hoaks.

    Menutup sambutannya, Kompol Syafrizen menyampaikan pantun penutup sebagai simbol kerendahan hati dan mempererat rasa persaudaraan.

    “Selamat melaksanakan Rapat Kerja Nasional. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan terbaik, serta membawa kemajuan bagi PKPS, kemajuan bagi Pesisir Selatan, dan manfaat bagi bangsa Indonesia,” tutupnya (Alpin)