Author: alpin


  • Diskusi Siang di Masjid Polres Pessel Pendekatan Humanis Jadi Kunci Perangi Narkoba

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Usai pelaksanaan Sholat Zuhur, suasana Masjid di lingkungan Polres Pesisir Selatan tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah tokoh masyarakat dan aparat penegak hukum berkumpul dalam sebuah diskusi santai namun penuh makna, membahas persoalan serius yang tengah dihadapi daerah, maraknya penyalahgunaan narkoba,Selasa 14/4/2026

    Diskusi siang tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Polres (Waka Polres) Pesisir Selatan Kompol.H. Syafrizen,SH Dt. Rang Batuah,   Rahmad Fauzi, S.Ak., M.E. yang dikenal sebagai pengusaha muda di bidang minuman kopi kekinian, serta Drs. Damyursal dan Elpinas, S.Kom dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan, bersama jamaah lainnya.

    Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, isu utama yang diangkat adalah peran penegak hukum dalam menanggulangi penyebaran narkoba di tengah masyarakat.

    Waka Polres  Pessel H.Syafrizen  menekankan bahwa pendekatan yang paling efektif bukan semata-mata tindakan represif, melainkan pendekatan humanis.

    “Pendekatan jembatan hati menjadi langkah paling mujarab. Aparat harus turun langsung ke lapangan, berdialog, dan membangun kedekatan dengan masyarakat,” ungkapnya.

    Gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Elpinas selaku Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Pesisir Selatan. Ia menilai bahwa sinergi antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sosial yang kompleks ini.

    Menurut para peserta diskusi, penyalahgunaan narkoba bukan hanya masalah hukum, tetapi juga persoalan moral dan keimanan. Penyakit masyarakat ini dinilai telah menggerogoti nilai-nilai akhlak dan spiritual, sehingga perlu penanganan yang menyentuh aspek batiniah masyarakat.

    Diskusi yang berlangsung sederhana di rumah ibadah itu justru menghasilkan pemikiran mendalam: bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan menyentuh hati.( Alpin)



  • Olahraga Jadi Solusi Tekan Kekhawatiran Masyarakat terhadap Narkoba di Sumatera Barat

    Padang — nrtvnews.info Kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat semakin meningkat. Berdasarkan data dari Kapolda Sumatera Barat Gatot Tri Suryanta dalam acara Pengkajian Ramadhan 1447 H  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah  yang lalu di Convention Hall Prof.Dr.H. Ahmad Syafii Maarif,  Sumatera Barat  saat ini menempati peringkat kelima secara nasional dalam tingkat pemakaian dan peredaran narkoba. Kondisi ini tentu menjadi alarm serius bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat luas, Senin 13/4/2026

    Namun di tengah situasi tersebut, olahraga muncul sebagai salah satu solusi yang dinilai efektif untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui pembinaan yang terarah serta pencapaian prestasi, olahraga tidak hanya membentuk fisik yang sehat, tetapi juga mental yang kuat dan disiplin.

    Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah konkret untuk memastikan para atlet tetap bersih dari pengaruh narkoba. Sebanyak 190 atlet binaan telah menjalani tes kesehatan sekaligus tes narkoba di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

    “Hasilnya sangat menggembirakan, 100 persen atlet yang kami bina dinyatakan negatif narkoba. Ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga yang serius dapat menjadi benteng kuat terhadap penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

    Menurut Hamdanus, olahraga memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan potensi mereka. Selain itu, target prestasi yang jelas membuat atlet memiliki tujuan hidup yang lebih terarah sehingga tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan negatif.

    Para ahli juga menilai bahwa keterlibatan dalam aktivitas olahraga mampu meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat karakter, serta membangun lingkungan sosial yang sehat. Hal ini menjadi faktor penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

    Dengan kondisi Sumatera Barat yang berada di posisi rawan, kolaborasi antara pemerintah, institusi olahraga, sekolah, dan keluarga sangat diperlukan. Pembinaan olahraga yang berkelanjutan diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi muda yang bebas dari narkoba.

    Upaya ini menjadi bukti bahwa solusi terhadap masalah sosial tidak selalu harus bersifat represif, tetapi juga bisa melalui pendekatan preventif yang positif salah satunya melalui olahraga (Alpin)



  • Oleh : Alpin PDM Pessel Pengiat  Medsos & Media

    Oleh : Alpin PDM Pessel Pengiat  Medsos & Media

    Sepekan terakhir di Pesisir Selatan terasa seperti potongan-potongan kisah yang saling bertabrakan antara harapan, duka, semangat, dan juga tanda tanya yang belum terjawab. Di tengah riuhnya kabar yang datang silih berganti, masyarakat mencoba mencerna satu per satu, seolah menyusun mozaik besar tentang wajah daerah Pesisir Selatan hari ini.

    Di sudut Nagari Amping Parak, angin laut membawa kabar yang membanggakan. Sosok Haridman Kambang menjadi buah bibir, bukan hanya di kampungnya, tetapi hingga ke tingkat nasional bahkan dunia. Ia dikenal sebagai penggerak ekowisata yang dengan tekun membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Upaya yang dulunya dipandang sederhana, kini berbuah manis. Kawasan Amping Parak diajukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meraih penghargaan internasional dari PBB. Warga pun tersenyum bangga sebuah bukti bahwa kerja tulus dari kampung kecil bisa menggema hingga ke panggung dunia.

    Namun, kebanggaan itu berdampingan dengan kabar pilu. Di aliran Sungai Liku, seorang lansia ditemukan meninggal dunia. Kejadian itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Sungai yang biasanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mendadak menjadi saksi bisu sebuah peristiwa tragis. Banyak yang kemudian merenung, tentang keselamatan, tentang perhatian terhadap para orang tua, dan tentang rapuhnya hidup manusia.

    Di sisi lain, kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan. Sejumlah siswa Pesisir Selatan berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri ternama. Nama-nama mereka menjadi inspirasi baru, terutama bagi generasi muda di kampung-kampung. Di tengah keterbatasan, mereka membuktikan bahwa mimpi tetap bisa diraih. Orang tua, guru, dan masyarakat ikut merasakan kebanggaan yang tak terucapkan.

    Sayangnya, dunia pendidikan di Pesisir Selatan ini juga diselimuti kabut tanda tanya. Muncul isu tentang “aktor luar” yang diduga bermain di balik proyek pendidikan. Publik mulai bertanya-tanya, mempertanyakan transparansi dan keadilan. Kepercayaan yang seharusnya menjadi fondasi, kini diuji oleh bayang-bayang yang belum jelas bentuknya.

    Tak hanya itu, dinamika pemerintahan daerah pun memanas. Seorang mantan pejabat inspektorat merasa dizalimi dan memilih mencari perlindungan ke tingkat yang lebih tinggi. Sementara itu, pemberhentian sementara Kepala Dinas Pertanian juga menjadi misteri yang belum terjawab. Kepala BKPSDM memilih bungkam, membuat spekulasi semakin liar. Di warung kopi hingga ruang diskusi kecil, masyarakat membicarakan hal ini dengan penuh rasa ingin tahu, bahkan kekhawatiran.

    Di tengah berbagai persoalan tersebut, semangat gotong royong tetap hidup. PMI Pesisir Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran. Tanpa banyak bicara, mereka hadir membawa harapan di tengah musibah. Begitu pula Dinas PUPR yang mulai “tancap gas” mendukung gerakan Indonesia Asri dengan langkah sederhana, membersihkan lingkungan kantor. Sebuah langkah kecil, namun diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas.

    Sementara itu, kritik terhadap sektor pariwisata Sumatera Barat terdengar semakin lantang. Banyak pihak menilai masih ada yang perlu dibenahi, mulai dari pengelolaan hingga kebersihan. Bahkan Amping Parak yang sedang naik daun pun tak luput dari sorotan, terutama terkait pengelolaan sampah dalam penilaian Adipura. Ini menjadi pengingat bahwa popularitas harus diiringi dengan tanggung jawab.

    Di bidang olahraga, semangat juang terlihat dari para atlet IPSI Pesisir Selatan yang dilepas untuk mengikuti pemusatan latihan daerah di Padang. Mereka membawa harapan, tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga untuk mengharumkan nama daerah.

    Namun, satu gelombang besar tampak mulai terbentuk. Para tenaga kesehatan honorer yang dirumahkan berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran ke kantor DPRD. Mereka merasa haknya terabaikan, pengabdiannya tak dihargai. Jika aksi itu benar terjadi, maka akan menjadi ujian lain bagi pemerintah daerah dalam merespons aspirasi rakyatnya.

    Semua peristiwa ini, baik yang membanggakan maupun yang mengkhawatirkan, menjadi cerminan nyata kondisi Pesisir Selatan hari ini. Pemerintah daerah dituntut untuk hadir, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai penentu arah. Masyarakat menunggu langkah nyata bukan sekadar janji.

    Di balik semua itu, Pesisir Selatan tetaplah tanah yang hidup. Dengan lautnya yang luas, sungainya yang mengalir, dan masyarakatnya yang penuh semangat. Kisah sepekan ini mungkin penuh warna, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh, dan setiap harapan selalu punya ruang untuk diperjuangkan.



  • Atlet Pencak Silat Pesisir Selatan Dipanggil Ikuti Pelatda Sumbar Jelang Porprov 2026

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info  Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat resmi memanggil atlet-atlet terbaik untuk mengikuti Pelatihan Daerah (Pelatda) berjalan sebagai persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar Oktober 2026 serta Babak Kualifikasi (BK) PON XXII tahun 2027, Jumat 10/4/2026

    Pemanggilan tersebut tertuang dalam surat bernomor 021.KH/IPSI-SB/IV-2026 yang ditujukan kepada seluruh Ketua Pengcab IPSI kabupaten/kota di Sumatera Barat. Dalam surat itu disebutkan bahwa atlet yang dipanggil merupakan para juara pertama pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) tahun 2025.

    Salah satu atlet yang mendapat panggilan adalah M. Riski Syahputra dari Kabupaten Pesisir Selatan yang akan bertanding di kelas G. Ia diminta hadir di Sekretariat Pengprov IPSI Sumbar di Padang untuk mengikuti Pelatda terpusat yang akan berlangsung mulai 10 April hingga 12 April 2026.

    Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif, S.Pd.I, menyampaikan dukungannya kepada atlet yang akan berangkat. Sebelum keberangkatan, M. Riski Syahputra terlebih dahulu menghadap Ketua IPSI Pessel di ruang kerjanya, didampingi oleh pelatih Hendra serta Humas IPSI Pessel  Elpinas, S.Kom.

    “Ini merupakan kesempatan penting bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membawa nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Muslim Arif.

    Secara resmi, keberangkatan M. Riski Syahputra dilepas oleh Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli, di kantor KONI Pessel. Acara pelepasan tersebut juga dihadiri oleh Ketua I IPSI Pessel Afdalia Melco di dampingi oleh Elpinas, S.Kom selaku Humas IPSI Pesisir Selatan serta pelatih Hendra dan  Atlet M. Riski Syahputra.

    Pelatda ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan pembinaan atlet menuju ajang yang lebih besar. Para atlet diwajibkan membawa kelengkapan administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, dan fotokopi ijazah saat melapor ke panitia.

    Dengan persiapan yang matang melalui Pelatda, diharapkan atlet-atlet Sumatera Barat mampu meraih prestasi maksimal di Porprov 2026 dan melangkah lebih jauh hingga ke PON XXII tahun 2027 mendatang ( Alpin)


     



  • Putra Hadi & Suci Wulandari Resmi Menikah, Resepsi Digelar Meriah di Puluik – Puluik

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews. info Kabar bahagia datang dari pasangan Putra Hadi, ST dan Suci Wulandari, S.Pd yang resmi mengikat janji suci pernikahan pada Jumat, 3 April 2026. Prosesi akad nikah berlangsung khidmat di Masjid Nurul Iman, Calau, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.

    Putra Hadi merupakan putra ketiga dari pasangan Bapak Erwanto, SH dan Ibu Syafnidar, S.Pd. Sementara itu, mempelai wanita, Suci Wulandari, S.Pd adalah putri ketiga dari Bapak Erman dan Ibu Sabarni.

    Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti jalannya akad nikah yang dihadiri keluarga besar, kerabat, serta masyarakat sekitar. Dengan satu tarikan napas, ijab kabul berhasil diucapkan dengan lancar, menandai sahnya kedua mempelai sebagai pasangan suami istri.

    Sebagai bentuk syukur dan berbagi kebahagiaan, resepsi pernikahan digelar pada Rabu, 8 April 2026 di Kampung Puluik, tepatnya di kawasan Puluik Jembatan Akar, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan. Acara resepsi berlangsung meriah dengan kehadiran tamu undangan dari berbagai daerah.

    Masyarakat setempat turut memberikan doa dan harapan terbaik bagi kedua mempelai agar senantiasa diberi kebahagiaan, keharmonisan, serta keberkahan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

    Pernikahan ini menjadi momen istimewa yang tidak hanya mempererat dua keluarga besar, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.(Alpin)



  • PMI Pesisir Selatan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batangkapas

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah yang terjadi di Kampung Anakan, Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Kecamatan Batangkapas, Selasa 6/4/2026

    Dalam kegiatan distribusi bantuan yang dilakukan pada Senin (6/4), tim yang diterjunkan berjumlah enam orang, terdiri dari empat staf dan dua relawan PMI. Selain itu, turut terlibat dua personel dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), yakni Kepala Markas Aldianto Chan dan staf Riri Tri Utami.

    Proses distribusi bantuan di lapangan dilaksanakan oleh empat petugas, yaitu Riko Leo Nardo, Fauziah, Edwin, dan Maizon April. Mereka menyalurkan berbagai kebutuhan mendesak bagi korban terdampak kebakaran.

    Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, hygiene kit, pakaian layak pakai, baskom, serta peralatan seperti sekop dan cangkul. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakejadian.

    Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran tersebut mengakibatkan satu unit rumah hangus terbakar dan berdampak pada dua kepala keluarga (KK).

    Dalam mendukung kegiatan ini, PMI juga mengerahkan satu unit ambulans gawat darurat sebagai kendaraan operasional. Sementara itu, posko penanganan didirikan di Markas PMI Kabupaten Pesisir Selatan dengan dukungan tiga personel. Posko tersebut dilengkapi fasilitas seperti laptop, printer, jaringan internet, serta alat tulis kantor guna menunjang kelancaran administrasi dan koordinasi.

    PMI Pesisir Selatan memastikan akan terus memantau kondisi korban dan siap memberikan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.(Alpin)



  • 24 Siswa SMAN 1 Tarusan Lolos SNBP 2026, Alami Penurunan dari Tahun Sebelumnya

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Sebanyak 24 siswa SMAN 1 Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026.

    SNBP merupakan jalur seleksi yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik siswa, khususnya nilai rapor dari semester 1 hingga semester 5.

    Dari total 24 siswa yang diterima, beberapa di antaranya berhasil menembus perguruan tinggi ternama di Indonesia. Salah satunya adalah Amanda Jumalia Putri yang diterima di Institut Pertanian Bogor. Amanda merupakan putri dari Bapak Jumawel Fafitoma dan Ibu Leli Maisarah, cucu dari Syafril Aciak Gurun Panjang Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan.

    Selain itu, beberapa siswa lainnya juga diterima di berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Jambi (Unja), Poltekkes Kemenkes Padang, dan Universitas Sumatera Utara (USU). Di antaranya adalah Zahra Nurhaliza, Keysa Khairatunisa, dan Lira Finasari.

    Kepala SMAN 1 Tarusan, Ageung Sopian, S.Pd., menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa, meskipun jumlah yang diterima tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Pada tahun lalu, jumlah siswa yang diterima melalui jalur SNBP mencapai 28 orang, sementara tahun ini sebanyak 24 orang. Meski menurun, ini tetap menjadi pencapaian yang patut diapresiasi,” ujarnya.

    Pihak sekolah berharap ke depan jumlah siswa yang diterima di PTN melalui jalur prestasi dapat terus meningkat, seiring dengan peningkatan kualitas akademik dan prestasi siswa.(Alpin)



  • Oleh : Alpin PDM Pessel & Pengiat Medsos dan Media

    Mari kita bercermin dari peristiwa yang terjadi dan jadikan sebagai Instrofeksi kita bersama

    Oleh : Alpin PDM Pessel & Pengiat Medsos dan Media

    Dalam sepekan terakhir, Kabupaten Pesisir Selatan seperti sedang bercermin pada dirinya sendiri. Berbagai peristiwa datang silih berganti ada yang membanggakan, ada yang menyedihkan, bahkan ada yang membuat dahi berkerut dan hati bertanya-tanya. Semua itu seolah menjadi rangkaian cerita yang bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan.

    Di awal pekan, kabar tentang pembangunan jembatan gantung di Lumpo menjadi perbincangan hangat. Jembatan itu bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol harapan. Warga yang selama ini kesulitan akses akhirnya bisa tersenyum. Anak-anak sekolah tak lagi harus menempuh jalan berbahaya, petani lebih mudah membawa hasil panen. Dari sini kita belajar bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi tentang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Namun, suasana hangat itu tak berlangsung lama. Kabar duka datang dari seorang warga yang ditemukan meninggal di pinggir sawah. Peristiwa ini menyisakan tanda tanya sekaligus kesedihan mendalam. Dari kejadian ini, kita diingatkan tentang pentingnya kepedulian sosial bahwa kita hidup berdampingan dan tidak boleh abai terhadap kondisi sekitar. Kadang, tragedi terjadi bukan hanya karena keadaan, tetapi juga karena kurangnya perhatian dari lingkungan.

    Belum selesai rasa prihatin itu, muncul lagi data tentang meningkatnya kasus perceraian di daerah ini. Rumah tangga yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi sumber perpecahan. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan rapuhnya komunikasi, ekonomi, dan pemahaman dalam keluarga. Dari sini, kita bisa belajar bahwa membangun keluarga bukan hanya soal cinta di awal, tetapi juga komitmen, kesabaran, dan kemampuan menyelesaikan masalah bersama.

    Di sisi lain, maraknya kasus narkoba juga menjadi alarm keras. Generasi muda yang seharusnya menjadi harapan masa depan justru terjerat dalam lingkaran gelap. Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama orang tua, sekolah, dan masyarakat. Edukasi tentang bahaya narkoba harus terus digaungkan, bukan sekadar sebagai formalitas, tetapi sebagai gerakan nyata.

    Di tengah berbagai kabar berat, berita wisata hadir seperti angin segar. Keindahan alam Pesisir Selatan tetap menjadi daya tarik yang tak terbantahkan. Pantai, pulau, dan budaya lokal terus memikat wisatawan. Namun, di balik itu, ada tanggung jawab besar: menjaga kebersihan, kelestarian, dan citra daerah. Pariwisata yang berkembang tanpa kesadaran justru bisa merusak apa yang seharusnya dijaga.

    Lalu datang kabar dari Mentawai gempa yang mengguncang dan mengingatkan bahwa kita hidup di wilayah yang rawan bencana. Tidak ada yang bisa menghindari alam, tetapi kita bisa bersiap. Edukasi kebencanaan menjadi sangat penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat situasi darurat.

    Di ranah sosial budaya, larangan organ tunggal juga menjadi perhatian. Bukan tanpa alasan, kebijakan ini hadir untuk menjaga ketertiban dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ini menjadi pelajaran bahwa hiburan pun harus punya batas, dan kebebasan tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab.

    Fenomena ” cahaya terang yang melintas di langit sempat membuat heboh warga. Ada yang mengaitkannya dengan hal mistis, ada pula yang mencoba menjelaskannya secara ilmiah. Dari sini, kita belajar pentingnya berpikir kritis tidak mudah percaya pada asumsi, tetapi juga terbuka untuk mencari penjelasan yang logis.

    Menariknya, di tengah semua itu, hadir juga edukasi hukum dari owner DOP yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran hukum. Ini menjadi penyeimbang di antara berbagai peristiwa bahwa selain waspada, kita juga perlu cerdas dalam bersikap dan bertindak sesuai aturan.

    Semua rangkaian berita ini seperti potongan puzzle yang membentuk gambaran besar tentang Pesisir Selatan hari ini. Ada kemajuan, ada tantangan, ada peringatan. Tidak semua kabar menyenangkan, tetapi semuanya bermakna.

    Dari sini kita bisa mengambil satu kesimpulan sederhana, daerah ini adalah milik kita bersama. Apa pun yang terjadi di dalamnya, baik atau buruk, adalah tanggung jawab kita juga. Kewaspadaan, kepedulian, dan kesadaran adalah kunci agar kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari solusi.

    Pesisir Selatan bukan hanya tempat tinggal ia adalah rumah yang harus dijaga.



  • KETUA DPRD PESSEL DARMANSYAH,S.IP APRESIASI SEMANGAT AFRIANTO WALI NAGARI LUNANG TENGAH DUKUNG PROGRAM 3 JUTA RUMAH

    Painan, Hibah tanah Nagari Lunang Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap program Nasional 3 juta rumah menjadi viral di media sosial. Sejumlah Tokoh, Pejabat, Perantau, Tokoh Nasional memberikan apresiasi dan pujian. Demikian keterangan Ketua LAKAM DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes saat diwawancara awak media, Minggu (05/04/2036).

    Yang memberikan apresiasi kepada Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah diawali dengan Sekda Pesisir Selatan Zainal Arifin,SKM.,M.Kes. saat ini Apresiasi juga diberikan oleh Darmansyah,S.IP ketua DPRD Pesisir Selatan. Alhamdulillah terima kasih banyak atas pertisipasi Wali Nagari Lunang Tengah dan perlu didorong serta dukungan secara bersama, ujar Ketua DPRD Darmansyah.

    Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah secara spontan dalam acara sosialisasi program Nasional 3 Juta Rumah menghibahkan Tanah Nagari untuk program tersebut agar masyarakatnya mendapatkan rumah subsidi, dengan luas 1,5 Ha.

    Setelah acara sosialisasi tersebut Tim Survey LAKAM DPD Pessel yang didampingi oleh Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah dan perangkatnya turun ke lapangan untuk meninjau lokasi tanah tersebut. Berdasarkan hasil survey dan analisa teknis, tanah tersebut memenuhi syarat untuk dibangun perumahan dengan kapasitas 80 – 100 unit rumah type 36 subsidi.(Alpin)



  • DUKUNG PROGRAM NASIONAL 3 JUTA RUMAH, AFRIANTO WALI NAGARI LUNANG TENGAH SIAP HIBAHKAN TANAH

    Lunang, Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah memang sungguh luar biasa, karena ia rela menghibahkan tanah lebih kurang 1,5 Ha demi mendukung program Nasional 3 juta rumah untuk warganya.

    Hal ini terungkap saat kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program Nasional 3 juta rumah di kantor Camat Lunang, Kamis (02/04/2026). Demikian keterangan Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah saat diwawancara awak media, Jumat (03/04/2026). Bahwa ia minta Tim LAKAM DPD Pessel langsung survey lapangan.

    Ketua LAKAM DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes Bandaro Kayo sangat menyambutnya dengan baik, karena sepengetahuan saya ini baru satu satunya di Provinsi Sumatera Barat seorang Wali Nagari Siap menghibahkan Tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta Rumah di Nagarinya. Hal ini segera kami tindaklanjuti dan Insya Allah kami akan fasilitasi secara khusus pula.

    Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin,SKM.,M.Kes setelah mendapat laporan dari Ketua LAKAM DPD Pessel memberikan apresiasi yang besar kepada Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah atas dukungannya memberikan Hibah tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta rumah di Nagarinya.

    Apa yang dilakukan oleh Wali Nagari Lunang Tengah dapat dijadikan motivasi dan contoh bagi seluruh Wali Nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Saya menghimbau kepada seluruh Camat, Wali Nagari, dan Seluruh Perangkat Pemerintah agar dapat mendukung penuh Program Nasional 3 Juta Rumah ini, ujar Sekda Zainal Arifin.

    Apresiasi yang sama juga diberikan Sekda Zainal Arifin kepada Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan karena, atas Prakarsa LAKAM DPD Pessel terhadap peran serta Wali Nagari untuk memajukan Kabupaten Pesisir Selatan. (Alpin)



  • DUKUNG PROGRAM NASIONAL 3 JUTA RUMAH, AFRIANTO WALI NAGARI LUNANG TENGAH SIAP HIBAHKAN TANAH

    Lunang, Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah memang sungguh luar biasa, karena ia rela menghibahkan tanah lebih kurang 1,5 Ha demi mendukung program Nasional 3 juta rumah untuk warganya.

    Hal ini terungkap saat kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program Nasional 3 juta rumah di kantor Camat Lunang, Kamis (02/04/2026). Demikian keterangan Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah saat diwawancara awak media, Jumat (03/04/2026). Bahwa ia minta Tim LAKAM DPD Pessel langsung survey lapangan.

    Ketua LAKAM DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes Bandaro Kayo sangat menyambutnya dengan baik, karena sepengetahuan saya ini baru satu satunya di Provinsi Sumatera Barat seorang Wali Nagari Siap menghibahkan Tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta Rumah di Nagarinya. Hal ini segera kami tindaklanjuti dan Insya Allah kami akan fasilitasi secara khusus pula.

    Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin,SKM.,M.Kes setelah mendapat laporan dari Ketua LAKAM DPD Pessel memberikan apresiasi yang besar kepada Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah atas dukungannya memberikan Hibah tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta rumah di Nagarinya.

    Apa yang dilakukan oleh Wali Nagari Lunang Tengah dapat dijadikan motivasi dan contoh bagi seluruh Wali Nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Saya menghimbau kepada seluruh Camat, Wali Nagari, dan Seluruh Perangkat Pemerintah agar dapat mendukung penuh Program Nasional 3 Juta Rumah ini, ujar Sekda Zainal Arifin.

    Apresiasi yang sama juga diberikan Sekda Zainal Arifin kepada Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan karena, atas Prakarsa LAKAM DPD Pessel terhadap peran serta Wali Nagari untuk memajukan Kabupaten Pesisir Selatan. (Alpin)



  • LAKAM DPD PESSEL ADAKAN ADVOKASI & SOSIALISASI PROGRAM NASIONAL 3 JUTA RUMAH DI DUA KECAMATAN PASCA LEBARAN

    Painan, Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan memenuhi undangan Camat Linggo Sari Baganti dan Camat Lunang, Kamis (02/04/2026) di masing masing kantor camat.

    Undangan Camat tersebut dalam rangka Advokasi dan Sosialisasi Program Nasional 3 Juta rumah, dimana LAKAM DPD Pessel diundang sebagai Narasumbernya. Demikian keterangan Narahubung Program Bobi Nofriadi,SH.,CPLA saat diwawancara awak media, Jumat (03/04/2026).

    Kegiatan Advokasi & Sosialisasi diadakan di kantor Camat Linggo Sari Baganti jam 09.00 wib – 11.00 wib dan kantor Camat Lunang jam 14.00 wib – 16.00 wib. Tim LAKAM DPD Pessel yang turut hadir diantaranya dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes, Yaldi Manti Ahmad Dirajo, Bobi Nofriadi,SH.,CPLA, Nori Yulitha,S.IP, Pufima Casro,SE, & Fransisko.

    Peserta Sosialisasi dihadiri oleh Camat, Sekcam, Perangkat Kecamatan, Kepala UPT Puskesmas, Kepala Sekolah, tokoh masyarakat, KUA, dan Pegiat UMKM. Masing masing dihadiri sekitar 40 orang peserta.

    Program Nasional 3 juta rumah merupakan program Strategis Presiden Pribowo Subianto yang berlaku di seluruh wilayah RI, dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan mendapatkan banyak kemudahan seperti Subsidi Bantuan Uang Muka sebesar 4 Juta per unit rumah.

    Selanjutnya dibebaskan dari Pajak PPn & PPh, suku bunga KPR yang rendah (5% flat per tahun), dan Tenor (lamanya kredit) KPR hingga 20 tahun. Spesifikasi rumahnya tunggal Type 36, bangunannya berkualitas, Status kepemilikan SHM, dan harganya 166 juta per unit.

    Sasaran kelompok MBR ini, diantaranya : PNS (golongan tertentu), Pegawai PPPK, Pedagang Pasar, karyawan swasta, pelaku UMKM dan lainnya, ujar Narasumber dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes sekaligus Ketua LAKAM DPD Pessel.

    Secara prinsip Camat, seluruh Wali Nagari, Kepala UPT dan seluruh peserta sosialisasi yang hadir siap mendukung penuh program Nasional 3 juta rumah di masing masing Kecamatan, ujar camat Linggo Sari Baganti dan Sekcam Lunang.(Alpin)