Category: Nasional


  • Kadis Kesehatan Pessel Luncurkan Terobosan Program “Nagari Sehat”

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan yang baru saja dilantik, Ibu Agustina Rahmadani, gerak cepat  dan menghadirkan terobosan baru dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pelaksanaan Program Nagari Sehat. Program ini menjadi inisiatif strategis Dinas Kesehatan Pesisir Selatan yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat hingga ke tingkat nagari, Selasa 6/1/2026

    Program Nagari Sehat dirancang sebagai pendekatan kesehatan yang terintegrasi, mencakup deteksi dini penyakit, intervensi kesehatan, serta pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Sejumlah indikator utama menjadi fokus program, antara lain cakupan imunisasi, ketersediaan air bersih yang layak, serta penanganan anak zero dose atau anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar.

    Menurut Agustina Rahmadani, Program Nagari Sehat bertujuan untuk mewujudkan nagari yang sehat dan sejahtera serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Pesisir Selatan secara menyeluruh. “Kesehatan masyarakat harus dimulai dari nagari. Dengan intervensi yang tepat dan data yang akurat, kita dapat mencegah penyakit sejak dini,” ujarnya.

    Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan mengedepankan berbagai aktivitas utama. Salah satunya adalah deteksi dini melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar seluruh kelompok usia. Selain itu, dilakukan intervensi kesehatan berupa penanganan anak zero dose serta peningkatan cakupan imunisasi di setiap nagari.

    Aspek kualitas lingkungan juga menjadi perhatian penting. Dinas Kesehatan melakukan pengawalan kualitas air minum masyarakat melalui surveilans dan digitalisasi data air bersih. Saat ini, telah dilakukan peningkatan surveilans dan digitalisasi kualitas air minum masyarakat di wilayah Tapan sebagai salah satu contoh implementasi program.

    Sebagai dasar evaluasi, Program Nagari Sehat menetapkan 16 indikator penilaian, termasuk ketersediaan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) di nagari. Pelaksanaan program ini dilakukan melalui UPT Puskesmas di setiap kecamatan, dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

    Melalui Program Nagari Sehat, Dinas Kesehatan Pesisir Selatan berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera, sejalan dengan visi pembangunan kesehatan daerah yang berkelanjutan.(Alpin)



  • Disdukcapil yang baru saja dilantik Bariskhan menegaskan Pesisir Selatan Siap Bahagiakan Masyarakat Lewat Pelayanan Prima

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pesisir Selatan komitmennya untuk terus membahagiakan masyarakat melalui pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, mudah, dan transparan, Selasa 6/1/2026

    Berbagai terobosan layanan terus dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan pengurusan dokumen kependudukan tanpa ribet. Mulai dari layanan berbasis digital hingga pelayanan jemput bola langsung ke rumah warga, Kepala Disdukcapil Pesisir Selatan Bariskhan berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dalam diskusi bersama tokoh media senior  Damyursal.

    Salah satu program unggulan adalah Sidalinmas (Sistem Informasi Layanan Kependudukan). Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen penting seperti Akta Kelahiran, Akta Kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga permohonan pindah datang tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.

    Selain itu, Disdukcapil juga menghadirkan program Dukcapil Menyapa Masyarakat (DMM), yakni layanan interaksi langsung dengan warga melalui Zoom Meeting. Program ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi, edukasi, sekaligus pelayanan administrasi secara daring.

    Tak hanya berbasis digital, Kepala Disdukcapil Pesisir Selatan  Bariskhan juga mengembangkan layanan jemput bola melalui program SALAM SAPA KE PINTU RUMAH. Program ini mencakup layanan berputar ke nagari-nagari, layanan turut berduka bagi keluarga yang mengalami kematian, hingga layanan Pass Nikah untuk kelengkapan dokumen perkawinan.

    Program inovatif lainnya adalah LADO KUTU, layanan terpadu yang mencakup berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari layanan Selamat Lahir yang langsung mengurus dokumen bayi baru lahir, layanan Sehat, layanan THR (Tunjangan Hari Raya), hingga Jebol Per Siswa untuk membantu kelengkapan dokumen kependudukan bagi pelajar.

    Untuk meningkatkan cakupan kepemilikan KIA, Disdukcapil juga menjalankan SILPIA (Sistem Informasi Layanan Penerbitan Akta) yang fokus mendorong anak-anak agar memiliki identitas resmi sejak dini. Selain itu, tersedia pula Layanan Registrasi Online yang memudahkan masyarakat dalam melakukan pendaftaran dan pengambilan antrean secara daring.

    Adapun dokumen yang dilayani oleh Disdukcapil Kabupaten Pesisir Selatan   meliputi:

    Kartu Keluarga (KK)

    Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el)

    Akta Kelahiran dan Akta Kematian

    Kartu Identitas Anak (KIA)

    Surat Keterangan Pindah WNI (SKPWNI)

    Pengesahan dan Pengakuan Anak

    Perkawinan dan Perceraian bagi non-muslim

    Dengan berbagai inovasi tersebut, Disdukcapil Pesisir Selatan  berharap pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah diakses, cepat, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.(Alpin)



  • Kak Seto Kunjungi Bayang Utara, Beri Trauma Healing dan Bantuan untuk Anak Terdampak Banjir dan Longsor

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info  Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Kak Seto Mulyadi, dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Bayang Utara pada Rabu, 7 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi anak-anak yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah  Bayang Utara.

    Kedatangan Kak Seto akan didampingi oleh Ketua LPAI Sumbar Hery Gusman, SH,MH , Ketua Umum Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Pessel, dr. H. Misri Harsanto, SH,M.Kes bersama Damyursal, Lahardi Piterson, ST, dan Elpinas, S.Kom.

    Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyambut baik agenda kunjungan tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Zainal Arifin, S.KM, M.Kes, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian Kak Seto terhadap anak-anak di Pesisir Selatan, khususnya di Bayang Utara.

    “Kehadiran Kak Seto tentu menjadi motivasi dan penyemangat bagi anak-anak kita yang terdampak bencana banjir dan longsor. Ini bentuk perhatian yang luar biasa terhadap pemulihan psikologis anak,” ujar Zainal Arifin.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LAKAM Pessel dr.H.Misri Harsanto, SH, M.Kes yang merespons positif kunjungan tersebut. Ia berharap kehadiran Kak Seto dapat memberikan sitawa sidingin atau ketenangan dan kesejukan batin bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana.

    Selain melakukan peninjauan, dalam kunjungan ini Kak Seto juga akan memberikan trauma healing kepada anak-anak terdampak serta menyalurkan bantuan berupa school kit atau peralatan sekolah, guna mendukung keberlangsungan pendidikan mereka pascabencana.

    Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam pemulihan psikososial anak-anak sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga perlindungan anak, tokoh adat, dan pemerintah daerah.( Alpin)



  • Oleh : Hirdamli (Penerima Beasiswa S3 Pendidikan Kader Ulama/ASN, Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    Pendayagunaan Zakat untuk Ketahanan Pangan Pesisir Selatan

    Oleh : Hirdamli (Penerima Beasiswa S3 Pendidikan Kader Ulama/ASN, Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    Ketahanan pangan masih menjadi persoalan krusial di banyak daerah Indonesia, termasuk Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

    Wilayah ini memiliki karakter geografis yang unik: bentang pesisir yang panjang, perbukitan, serta ketergantungan besar pada sektor pertanian dan perikanan. Namun, di balik potensi tersebut, masyarakat Pesisir Selatan juga menghadapi kerentanan akibat bencana alam, perubahan iklim, fluktuasi cuaca ekstrem, keterbatasan akses lahan produktif, serta rendahnya kapasitas produksi pangan yang berkelanjutan.

    Dalam konteks tersebut, zakat sebagai instrumen filantropi Islam sesungguhnya memiliki potensi strategis untuk berkontribusi lebih jauh dalam mewujudkan ketahanan pangan.

    Selama ini, zakat cenderung dipahami dan dipraktikkan sebatas bantuan konsumtif. Padahal, jika dikelola secara produktif dan terarah, zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat sekaligus solusi jangka panjang bagi persoalan pangan dan kemiskinan.

    Pendayagunaan zakat untuk ketahanan pangan setidaknya dapat diformulasikan melalui tiga pilar utama: peningkatan produksi pangan, penguatan sistem distribusi, dan pengembangan kapasitas masyarakat.

    Pertama, peningkatan produksi pangan. Zakat dapat dialokasikan untuk mendukung program pertanian dan perikanan berkelanjutan, seperti pengadaan bibit unggul, pupuk organik, sarana produksi sederhana, hingga pembangunan irigasi skala kecil.

    Di Pesisir Selatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dapat bermitra dengan pemerintah nagari, kelompok tani, dan nelayan untuk mengembangkan usaha produktif berbasis zakat. Pembentukan dan penguatan Koperasi Merah Putih di nagari/desa, sebagaimana menjadi perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dapat menjadi wahana kolektif untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah hasil pangan masyarakat.

    Kedua, penguatan distribusi pangan. Masalah pangan tidak semata terletak pada produksi, tetapi juga pada distribusi yang tidak merata. Pendayagunaan zakat berbasis teknologi, seperti pemanfaatan aplikasi digital untuk pemantauan stok dan distribusi bahan pangan, dapat memastikan kebutuhan pokok—seperti beras, ikan, dan pangan lokal—tersalurkan secara tepat sasaran kepada rumah tangga miskin dan rentan.

    Di era digital, transparansi dan efisiensi distribusi zakat menjadi prasyarat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik.

    Ketiga, pengembangan kapasitas masyarakat. Zakat juga dapat digunakan untuk membiayai pelatihan dan pendampingan keterampilan bagi petani dan nelayan. Diversifikasi usaha, seperti pengolahan hasil pertanian, budidaya rumput laut, perikanan terpadu, atau pengembangan pangan lokal berbasis kearifan lokal, akan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga dalam jangka panjang.

    Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada satu sumber penghasilan.

    Secara normatif, pendayagunaan zakat produktif memiliki landasan yang kuat. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2003 tentang Penggunaan Zakat untuk Istitsmar (investasi) memberikan ruang pemanfaatan zakat secara produktif.

    Hal ini diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang menegaskan bahwa zakat dapat didayagunakan untuk usaha produktif dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas umat.

    Implementasi formulasi ini juga perlu diukur dengan indikator yang jelas, seperti penurunan angka kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan pendapatan petani dan nelayan, serta bertambahnya jumlah mustahik yang bertransformasi menjadi muzaki dalam beberapa tahun ke depan. Di sinilah zakat tidak lagi diposisikan semata sebagai sedekah, melainkan sebagai investasi sosial strategis untuk kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.

    Harapannya, pendayagunaan zakat yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah akan melahirkan sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengelola zakat, penerima zakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Ketika semua pihak merasa dilibatkan, maka ketahanan pangan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama.

    Dengan demikian, zakat dapat berfungsi sebagai instrumen transformasi sosial: mengurangi kemiskinan, menekan pengangguran, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan siklus kebaikan di mana mustahik hari ini berpeluang menjadi muzaki di masa depan. Inilah esensi zakat sebagai pilar keadilan sosial dalam pembangunan daerah, termasuk di Pesisir Selatan.



  • Asisten I Buka Seminar Mediator LAKAM, Bahas Penyelesaian Sengketa Sako dan Pusako di Minangkabau

    Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Bupati Pesisir Selatan  yang diwakili oleh Asisten I, dr. Syahrizal Antoni, secara resmi membuka Seminar Mediator dengan tema “Peran Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) sebagai Mediator dalam Menyelesaikan Sengketa Sako dan Pusako di Minangkabau”, di Caffe Dena Carocok Painan Minggu, 4/1/2026

    Dalam sambutannya, dr. Syahrizal Antoni menyampaikan bahwa keberadaan LAKAM sangat strategis dalam menjaga kelestarian adat Minangkabau, khususnya dalam penyelesaian konflik adat seperti sengketa sako dan pusako. Menurutnya, penyelesaian melalui jalur adat dan mediasi merupakan langkah bijak untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

    Seminar ini menghadirkan Adv. Azwar Siri, SH, Med, CPL sebagai narasumber utama. Ia juga merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LAKAM. Dalam pemaparannya, Azwar Siri menjelaskan pentingnya peran mediator adat yang memahami nilai-nilai budaya Minangkabau, hukum adat, serta pendekatan keadilan restoratif dalam menyelesaikan sengketa warisan adat.

    “Kunci penyelesaian sengketa sako dan pusako adalah musyawarah, pemahaman adat, serta keadilan yang berlandaskan nilai-nilai Minangkabau,” ujar Azwar Siri.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bendahara DPP LAKAM, Ibu Sari Wulandari, CPK, Ketua Umum LAKAM Pessel dr. H. Misri Hasanto, M.Kes, Ketua Harian H. Ikhlas Razuki, Sekretaris Ir. Febrianes, Wakil Sekretaris Elpinas, S.Kom serta Bendahara Liliy Karlina, SH, CAPLA, bersama jajaran pengurus LAKAM lainnya.

    Seminar ini dipandu oleh Kasril, SH sebagai moderator dan diikuti oleh peserta dari berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, serta pemerhati hukum dan budaya.

    Melalui seminar ini, diharapkan para mediator LAKAM semakin memiliki kapasitas dan pemahaman yang kuat dalam menyelesaikan sengketa adat secara damai, adil, dan bermartabat, demi menjaga keutuhan nilai-nilai adat Minangkabau di Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Ketua KONI Sumbar Bersilaturahmi dengan Pengurus IPSI Pessel di Painan

    PAINAN — nrtvnews.info Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus, bersilaturahmi dengan jajaran Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) di sebuah warung kopi di Painan, Sabtu 3/1/2026

    Silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Turut hadir dalam pertemuan itu Sekretaris IPSI Pessel Syafridon, Ketua I Afdalia Malico, Buya Sapta Kardeni, serta sejumlah pengurus IPSI Pessel lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyampaikan komitmennya untuk mendukung kegiatan IPSI Pessel. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung di Kabupaten Pesisir Selatan dalam rangka pelantikan Pengurus IPSI Pessel yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Januari 2026 mendatang.

    Hamdanus berharap kepengurusan IPSI Pessel ke depan dapat semakin solid dan mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

    Sementara itu, pengurus IPSI Pessel menyambut baik perhatian dan dukungan dari Ketua KONI Sumbar tersebut. Mereka berharap sinergi antara KONI Sumbar dan IPSI Pessel dapat terus terjalin demi kemajuan olahraga pencak silat di daerah.(Alpin)



  • Ketua Umum LAKAM DPD Pessel Gelar Rapat Persiapan Seminar Mediator di Carocok Painan

    Painan – nrtnews.info Ketua Umum Lembaga Advokasi dan Kerapatan Adat  Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan, dr. H. Misri Hasanto, menggelar rapat persiapan pelaksanaan Seminar Mediator yang akan dilaksanakan esok hari Minggu 4/1/2026. Rapat berlangsung di Caffe Dena Carocok, Painan, dan dihadiri oleh jajaran pengurus LAKAM DPD Pessel, Sabtu (3/1/2026)

    Rapat tersebut membahas kesiapan teknis dan substansi acara Seminar Mediator yang direncanakan akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum LAKAM Pusat, Azwar Siri, sejumlah pejabat daerah Kabupaten Pesisir Selatan, undangan dari Provinsi Sumatera Barat, serta para narasumber yang kompeten di bidangnya.

    Dalam keterangannya, Ketua Umum LAKAM DPD Pessel dr. H. Misri Hasanto menjelaskan bahwa Seminar Mediator ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran dan fungsi LAKAM ke depan, khususnya di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.

    “LAKAM hadir untuk memperkuat peran adat di tengah masyarakat. Seminar ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami fungsi LAKAM secara menyeluruh,” ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa LAKAM memiliki tiga fungsi utama, yakni advokasi, edukasi, dan mediasi di tengah-tengah masyarakat nagari. Ketiga fungsi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan adat secara musyawarah dan mufakat.

    Rapat persiapan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Umum LAKAM DPD Pessel Ir. Febrianes, serta pengurus lainnya yakni Liliy Karlina, Kasril, Elpinas, Fadris,  Damyursal, Rio dan Bachtra Julian. Seluruh peserta rapat menyatakan kesiapan untuk menyukseskan pelaksanaan Seminar Mediator agar berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pesisir Selatan.

    Dengan digelarnya seminar ini, LAKAM DPD Pessel berharap peran lembaga adat semakin dikenal dan dipercaya sebagai mitra strategis dalam menjaga keharmonisan dan kearifan lokal di daerah.(Alpin)



  • LAKAM DPD PESSEL Koordinasi dengan Sekda, Bahas Persiapan dan Pembukaan Seminar Mediator LAKAM

    Painan – nrtvnews.info Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan melakukan koordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Selatan terkait persiapan dan rencana pembukaan Seminar Mediator LAKAM, Jumat (02/01/2026).

    Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Bupati Pesisir Selatan, Painan. Pimpinan LAKAM DPD Pessel yang hadir yakni Ketua Umum dr. H. Misri Hasanto, SH., M.Kes dan Ketua Harian H. Ikhlas Razuki, yang diterima langsung oleh Sekda Pesisir Selatan Zainal Arifin, SKM., M.Kes di ruang kerjanya.

    Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah agenda penting, di antaranya persiapan teknis pelaksanaan Seminar Mediator serta peran LAKAM dalam penanganan dampak musibah banjir bandang yang melanda beberapa nagari di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Ketua Umum LAKAM DPD Pessel, dr. H. Misri Hasanto, menjelaskan bahwa Seminar Mediator bertujuan untuk mensosialisasikan peran dan fungsi LAKAM ke depan, khususnya di Pesisir Selatan. Ia menegaskan bahwa LAKAM memiliki tiga fungsi utama, yaitu advokasi, edukasi, dan mediasi di tengah masyarakat nagari.

    “Secara prinsip, Seminar Mediator ini merupakan bentuk sosialisasi peran dan fungsi LAKAM di setiap nagari. Oleh karena itu, wali nagari wajib memahami perannya sebagai juru damai di wilayahnya masing-masing,” ujar Sekda Zainal Arifin dalam pertemuan tersebut.

    Sekda Pesisir Selatan juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan LAKAM DPD Pessel. Ia memastikan kehadiran unsur pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut.

    “Insya Allah kami akan hadir dan membawa beberapa kepala dinas, badan, serta kepala instansi vertikal. Untuk acara pembukaan Seminar Mediator, kami siap memfasilitasi kehadiran Bupati atau Wakil Bupati Pesisir Selatan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Umum DPP LAKAM Adv. Azwar Siri, SH., Med, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sekda Pesisir Selatan atas dukungan yang diberikan kepada LAKAM DPD Pessel.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang besar dari Pemerintah Daerah. Insya Allah, LAKAM DPD Pessel akan terus berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di setiap nagari,” ujar Azwar Siri melalui sambungan telepon seluler, (Alpin)



  • Ruas Jalan Padang–Painan Tak Bisa Dilalui Akibat Banjir, Tigo Tungku Sajarangan Turun Langsung ke Lokasi

    Tarusan –  Pesisir Selatan nrtvnews.info  Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pesisir Selatan sejak pagi hingga menjelang magrib dini hari, menyebabkan banjir di sejumlah titik. Akibatnya, ruas Jalan Padang–Painan di kenagarian duku utara pada sore tadi tidak dapat dilalui oleh kendaraan, Jumat 2/1/2026

    Menanggapi kondisi tersebut, Camat Koto XI Tarusan, Ibu Nurlaini, M.Si, bersama Danramil Tarusan Lettu Jahasmadi, S.H., dan Kapolsek Tarusan Iptu Irfan Chandra, S.H., langsung turun ke lokasi banjir untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak.

    Ketiga unsur pimpinan wilayah tersebut menunjukkan sinergi yang solid dalam penanganan bencana banjir. Kolaborasi antara Camat, Danramil, dan Kapolsek yang dikenal dengan sebutan “Tigo Tungku Sajarangan” dinilai sebagai contoh teladan dalam pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat.

    Gerak cepat dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh tiga institusi ini menjadi langkah konkret dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Koto XI Tarusan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik.

    Pemerintah kecamatan bersama unsur TNI dan Polri juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama (Alpin)



  • Ketua IPSI Pessel Gelar Rapat Perdana Persiapan Pelantikan Pengurus Periode 2025–2029

    Painan — nrtvnews.info Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan Muslim Arif, S.Pd.I, menggelar rapat perdana pengurus dalam rangka persiapan pelantikan pengurus IPSI Pessel periode 2025–2029. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah VII Sumatera Barat, Painan Rabu (31/12)

    Rapat dihadiri oleh jajaran pengurus inti IPSI Pessel, di antaranya Ketua IPSI Pessel Muslim Arif, S.Pd.I, Sekretaris Syafridon, SHI, K.Ka, Bendahara Zicrie Ramadhan, S.Pd, Wakil Ketua I Afdalia Melico, S.Si, M.Pd, Wakil Ketua II Rino Yuhanda, S.HI, Wakil Ketua III Shobirin, SH, serta para ketua bidang. Turut hadir pula perwakilan lembaga, yakni Ketua Lembaga Wasit Juri Dodi Eka Putra, S.Pd dan Ketua Lembaga Pelatih Joni Hendra.

    Rapat perdana pengurus ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris IPSI Pessel, Syafridon, SHI, K.Ka. Dalam sambutannya, Ketua IPSI Pessel Muslim Arif menegaskan bahwa pelantikan pengurus direncanakan akan dilaksanakan pada 17 Januari 2026 mendatang.

    “Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pengurus untuk membangun koordinasi yang baik dengan masing-masing bidang agar seluruh rangkaian pelantikan dapat berjalan lancar,” ujar Muslim Arif.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa panitia pelantikan dikoordinatori oleh Wakil Ketua II, Rino Yuhanda, S.HI, dan akan dibantu oleh seluruh pengurus IPSI Pessel sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

    Selain membahas teknis pelantikan, Ketua IPSI Pessel juga mengajak seluruh perguruan pencak silat tradisional atau sasaran yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan untuk segera mendaftarkan diri ke Pengcab IPSI Pessel. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka pendataan dan penguatan organisasi pencak silat di daerah.

    “Pendataan ini penting agar IPSI Pessel memiliki data yang valid terkait perguruan silat yang ada, sehingga pembinaan dan pengembangan pencak silat di Pesisir Selatan dapat dilakukan secara terarah,” tutupnya.

    Rapat perdana ini menjadi awal konsolidasi kepengurusan IPSI Pessel periode 2025–2029, sekaligus komitmen bersama untuk memajukan pencak silat di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Muhammadiyah Pessel

    Pesisir Selatan – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Cerint Irraliza Tasya, S.Ked, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan warga Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Kegiatan ini berlangsung di Caffe Dapur Arsyio, Salido, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah dan Aisyiah setempat.

    Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

    Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel, di antaranya Adril Maiyanto, M.Pd, Elpinas, S.Kom, Dr. Lukman, M.Pd, Dr. Mardianton, M.Pd, dan Dr. Syamsi Yusrizal, M.Ag, serta warga Muhammadiyah lainnya yang antusias mengikuti kegiatan.

    Turut hadir pula Pimpinan Daerah Aisyiyah Pessel, Dra. Hj. Nasrida, bersama jajaran pimpinan Aisyiyah lainnya, yang menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, Cerint Irraloza Tasya berharap sosialisasi Empat Pilar MPR RI dapat menjadi sarana dialog dan penguatan komitmen kebangsaan, khususnya di lingkungan organisasi kemasyarakatan, agar nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebhinekaan terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.(Alpin)



  • Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya Ajak Masyarakat Sumbar Maknai Tahun Baru dengan Bijak

    Padang — nrtvnews.info Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Cerint Irraloza Tasya, S.Ked, mengimbau masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), agar menyambut Tahun Baru dengan penuh kesadaran dan kepedulian sosial, Selasa (30/12)

    Menurut Cerint, pergantian tahun sebaiknya dijadikan sebagai momentum refleksi diri dan perencanaan kehidupan yang lebih baik ke depan. “Tahun baru bukan sekadar perayaan, tetapi juga waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri serta merancang langkah-langkah positif demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

    Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dari euforia berlebihan dalam merayakan Tahun Baru. Hal ini penting mengingat masih banyak masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan dan kesedihan akibat bencana alam yang terjadi di berbagai daerah. “Mari kita jaga empati dan solidaritas sosial terhadap saudara-saudara kita yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana,” tambahnya.

    Selain itu, Cerint mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), terutama saat berkendara. Ia menekankan bahwa sejumlah ruas jalan di Sumatera Barat rawan longsor dan membutuhkan kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan. “Keselamatan harus menjadi prioritas utama selama liburan,” tegasnya.

    Tak lupa, Anggota DPD RI tersebut juga mendorong masyarakat untuk mendukung perekonomian lokal dengan membeli produk-produk UMKM setempat selama masa liburan. Menurutnya, langkah sederhana ini dapat memberikan dampak besar bagi keberlangsungan usaha kecil dan menengah di daerah.

    “Dengan berbelanja produk UMKM lokal, kita turut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah,” tutup Cerint.(Alpin)