Category: Nasional


  • Camat Ranah Pesisir Okta Kurnia Azhar, S.SPT., M.Si Kunjungi Bumnag Gunung Sumedang, Dorong Nagari Mandiri Pangan Lewat Budidaya Itik Petelur

    Balai Selasa. Guna memperkuat program ketahanan pangan nasional di tingkat nagari, Camat Ranah Pesisir, Okta Kurnia Azhar, S.SPT., M.Si melakukan monitoring langsung ke Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) Gunung Sumedang, Nagari Nyiur Melambai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (1/6/2026).

    Kunjungan kerja ini merupakan bentuk perhatian serius pemerintah kecamatan terhadap perkembangan usaha ekonomi nagari yang dinilai strategis dalam mendukung ketersediaan bahan pangan pokok masyarakat setempat.

    Dalam kunjungan tersebut, Camat Okta Kurnia Azhar didampingi oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Ranah Pesisir, Doni Yusra, serta Pendamping Sosial Kementerian Sosial RI yang bertugas di wilayah Balai Selasa.

    Bumnag Gunung Sumedang saat ini fokus mengelola usaha budidaya itik petelur sebagai salah satu unggulan ekonomi nagari. Dari hasil monitoring yang dilakukan, diketahui bahwa pengelolaan usaha tersebut menunjukkan perkembangan yang positif.

    Hingga saat ini, produksi telur itik yang dihasilkan telah mencapai 60 persen dari total populasi itik yang ada. Capaian ini dinilai cukup menggembirakan dan menjadi indikator bahwa manajemen Bumnag berjalan dengan baik serta berpotensi untuk terus ditingkatkan.

    Dalam arahannya, Camat Ranah Pesisir, Okta Kurnia Azhar, berpesan agar Bumnag Gunung Sumedang dapat terus dikembangkan dan dijadikan sebagai pusat ekonomi nagari yang mandiri serta berkelanjutan, dalam rangka menjaga ketahanan pangan sesuai dengan program Pemerintah Pusat.

    “Kami berharap Bumnag ini bisa menjadi contoh bagi nagari-nagari lain di Ranah Pesisir. Dengan pengelolaan yang baik, potensi lokal seperti budidaya itik petelur ini bisa menjadi sumber pendapatan nagari sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ungkap Camat dalam keterangannya.

    Camat juga menyampaikan harapan besar terhadap masa depan Bumnag Gunung Sumedang. Ke depannya, Bumnag ini diharapkan dapat terus meningkatkan skala produksi, memperluas pasar distribusi, serta memberdayakan lebih banyak masyarakat nagari agar terlibat langsung dalam rantai usaha, sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan secara luas.

    Selain itu, sinergi dengan program-program Kementerian Sosial dan pemerintah daerah juga akan terus ditingkatkan agar Bumnag ini tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi bagi masyarakat sekitar.(Alpin)



  • PMI Sumbar Salurkan Bantuan School Kit untuk Anak Terdampak Banjir di Pesisir Selatan

    Pesisir Selatan – Bayang nrtvnews.info  Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat yang dipimpin oleh Buya Zaitul Ikhlas bersama rombongan menyalurkan bantuan School Kit kepada anak-anak korban terdampak bencana banjir tahun 2025 di SD Negeri 09 Teluk Bakung, SDN 24 Tanah Karehdan  SD 32 Gurun Panjang Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa 2/6/2026.

    Bantuan School Kit tersebut merupakan dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Hong Kong Red Cross sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana. Program ini bertujuan membantu siswa agar dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar dengan lebih baik pascabencana yang melanda wilayah tersebut.

    Distribusi bantuan dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Batang Kapas dan Kecamatan Bayang, dengan sasaran anak-anak yang terdampak banjir pada tahun 2025.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus PMI Provinsi Sumatera Barat, yaitu Buya Zaitul Ikhlas, Raflis, Zulhendri, dan Asmon. Dari PMI Pesisir Selatan turut hadir Devi Yuliandri Dt. Rajo Bungsu, Kepala Markas PMI Pessel Aldianto Chan, serta Ketua Humas PMI Pessel Elpinas, S.Kom.

    Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh Kasi SD Bidang Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, Indra Yarmen, serta Kepala SD Negeri 09 Teluk Bakung Warfendi, S.Pd.

    Dalam sambutannya, Pengurus PMI Pesisir Selatan, Devi Yuliandri Dt. Rajo Bungsu, menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data penerima yang telah diverifikasi sebelumnya.

    “Bantuan ini disalurkan sesuai dengan data yang telah masuk dan diverifikasi. Karena itu, bantuan tidak dapat dipindahtangankan kepada anak lain agar penyalurannya tepat sasaran,” ujarnya.

    Sementara itu, Pengurus PMI Sumatera Barat, Buya Zaitul Ikhlas, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan faktor penting dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak-anak yang terdampak bencana harus menjadi prioritas bersama.

    “Pendidikan sangat menentukan maju mundurnya sebuah negara. Karena itu, kita harus memastikan anak-anak tetap dapat belajar dengan baik meskipun pernah terdampak bencana,” kata Buya Zaitul Ikhlas.

    Ia juga menekankan pentingnya validitas data dalam setiap program bantuan sosial dan kemanusiaan.

    “Data yang lengkap dan akurat menjadi syarat penting agar bantuan dapat disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak menerimanya,” tambahnya.

    Pada kesempatan yang sama, Kasi SD Bidang Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, Indra Yarmen, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI dan Hong Kong Red Cross atas bantuan yang diberikan.

    “Kami dari Dinas Pendidikan sangat berterima kasih atas bantuan School Kit ini. Kualitas tas dan perlengkapan sekolah yang diberikan merupakan produk yang sangat baik dan tentu sangat membantu para orang tua serta siswa dalam memenuhi kebutuhan belajar mereka,” ungkapnya.

    Melalui program ini, PMI berharap dapat membantu meringankan beban keluarga terdampak bencana sekaligus memberikan semangat baru bagi anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan mereka dengan penuh optimisme.(Alpin)



  • Ketua PMI Pesisir Selatan Serahkan Bantuan School Kit untuk Anak Korban Banjir di Bayang Utara

    Pesisir Selatan– Bayang Utara nrtvnews.info Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, menyerahkan bantuan School Kit kepada anak-anak korban terdampak bencana banjir tahun 2025 yang saat ini masih berada di hunian sementara (huntara) di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (1/6/2026).

    Bantuan School Kit tersebut merupakan dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Barat bersama Hong Kong Red Cross sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana alam.

    Program distribusi bantuan ini dilaksanakan di tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Batang Kapas, Kecamatan Bayang, dan Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, dengan tujuan membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak agar tetap semangat melanjutkan pendidikan meskipun berada dalam kondisi pascabencana.

    Acara penyerahan bantuan di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara turut dihadiri oleh Pengurus PMI Provinsi Sumatera Barat Hidayat beserta rombongan, Camat Bayang Bayu Afridal, SH., MM, Wali Nagari Puluik-Puluik Selatan Erwanto, SH, Wali Nagari Pancung Taba Doni Ariadi, Wali Nagari Puluik-Puluik Firdaus, Ketua PMI Pesisir Selatan Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, Sekretaris PMI Pesisir Selatan Reva Linda Asumi, Kepala Markas PMI Pesisir Selatan Aldianto Chan, Ketua Humas PMI Pesisir Selatan Elpinas, S.Kom, serta jajaran sekretariat PMI Pesisir Selatan, yakni Ririn, Fauziah, dan Riko, bersama tokoh masyarakat setempat.

    Dalam sambutannya, Ketua PMI Pesisir Selatan Dr. H. Risnaldi Ibrahim menyampaikan bahwa bantuan School Kit ini dapat terwujud berkat dukungan dan koordinasi PMI Sumatera Barat sehingga PMI Pesisir Selatan memperoleh bantuan dari Hong Kong Red Cross.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Sumbar yang telah memfasilitasi bantuan ini sehingga dapat disalurkan kepada anak-anak terdampak banjir di Pesisir Selatan. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan

    memotivasi anak-anak untuk terus belajar,” ujar Risnaldi.

    Selain menyerahkan bantuan pendidikan, Risnaldi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pesisir Selatan menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana di wilayah tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah saat ini tengah mengupayakan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

    “Untuk pembangunan hunian tetap saat ini sedang diupayakan oleh Pemerintah Daerah dan telah memasuki tahap appraisal. Proses administrasi terus berjalan agar pembangunan dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Limau-Limau yang menghubungkan wilayah Ngalau Gadang akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat guna memperlancar akses transportasi masyarakat.

    Sementara itu, Pengurus PMI Provinsi Sumatera Barat, Hidayat, dalam sambutannya menjelaskan bahwa bantuan dari Hong Kong Red Cross di Sumatera Barat hanya disalurkan kepada tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

    “Setiap kabupaten menerima sebanyak 500 paket School Kit. Bantuan yang diberikan kepada Pesisir Selatan ini merupakan salah satu dari beberapa bentuk bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan PMI Sumbar untuk masyarakat terdampak bencana,” kata Hidayat.

    Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan mendukung proses belajar mereka di tengah upaya pemulihan pascabencana.

    Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan antusiasme. Para penerima manfaat tampak gembira menerima perlengkapan sekolah yang diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk kembali belajar dan meraih cita-cita di tengah proses pemulihan kehidupan pascabencana yang masih berlangsung.(Alpin)



  • Pilu di Usia 14 Tahun, Akbar Siswa MTsN Salido Berjuang Melawan Tumor Mediastinum di RSUP M. Jamil Padang

    PESISIR SELATAN — nrtvnews.info Di usia yang seharusnya dipenuhi semangat belajar dan bermain bersama teman-teman sekolah, Akbar (14), siswa kelas 10 MTsN Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, kini hanya bisa terbaring lemah di ruang perawatan intensif RSUP M. Jamil Padang. Remaja asal Sungai Salak, Nagari Koto Rawang itu tengah berjuang melawan penyakit Tumor Mediastinum yang dideritanya sejak satu tahun terakhir.

    Akbar merupakan anak pertama dari dua bersaudara, buah hati pasangan Muja dan Ratnawilis. Di balik senyum polosnya, tersimpan perjuangan panjang yang menguras tenaga, air mata, dan harapan kedua orang tuanya.

    Menurut penuturan Ratnawilis, gejala sakit awalnya dirasakan Akbar berupa nyeri di bagian perut. Namun, seiring waktu kondisi kesehatannya terus memburuk. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan keluarga demi kesembuhan sang anak.

    “Sebelum dirujuk ke M. Jamil Padang, Akbar sudah beberapa kali keluar masuk dirawat di RSUD M. Zein Painan dan RS BKM Sago. Tapi kondisinya belum juga membaik,” ujar Ratnawilis dengan suara lirih saat dihubungi pada Minggu (24/5/2026).

    Satu minggu setelah Lebaran lalu, Akbar akhirnya dirujuk ke RSUP M. Jamil Padang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kini sudah dua bulan lamanya Akbar menjalani perawatan intensif di rumah sakit terbesar di Sumatera Barat itu.

    Selama mendampingi putranya menjalani pengobatan, Ratnawilis dan suaminya tinggal di Rumah Singgah milik Lisda Hendrajoni, anggota DPR RI sekaligus istri Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni.

    “Alhamdulillah biaya pengobatan ditanggung BPJS. Tapi untuk biaya hidup sehari-hari selama di Padang sangat berat bagi kami,” tutur Ratnawilis sambil menahan tangis.

    Muja, ayah Akbar, hanyalah seorang buruh tani di kampungnya. Penghasilan yang tidak menentu membuat keluarga kecil itu kini harus berjuang lebih keras demi bertahan hidup selama proses pengobatan Akbar berlangsung.

    Kesedihan keluarga semakin terasa ketika Muja mengaku hingga kini belum ada kunjungan dari pihak sekolah sejak Akbar dirawat di RSUP M. Jamil Padang. Menurutnya, terakhir kali pihak sekolah datang menjenguk adalah saat Akbar sakit di rumah pada Desember 2025 lalu.

    “Belum ada lagi datang sejak Akbar dirawat di Padang,” kata Muja pelan.

    “Sementara itu, Kepala MTsN Salido, Suardi Nasution, saat dikonfirmasi mengenai kondisi siswanya tersebut mengaku baru menerima informasi terbaru tentang keadaan Akbar.

    “Terima kasih atas informasinya, kami akan segera menindaklanjuti kondisi Akbar,” ujarnya singkat.

    Di tengah keterbatasan ekonomi dan perjuangan panjang melawan penyakit ganas yang dideritanya, Akbar masih menyimpan harapan untuk sembuh dan kembali mengenakan seragam sekolahnya. Namun kini, yang paling dibutuhkan keluarga sederhana itu bukan hanya doa, melainkan juga perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak agar perjuangan Akbar tidak dilalui sendirian.(DAM)

    [19.42, 24/5/2026] Alpin: “Sementara itu, Kepala MTsN Salido, Suardi Nasution, saat dikonfirmasi mengenai kondisi siswanya tersebut mengaku baru menerima informasi terbaru tentang keadaan Akbar.

    “Terima kasih atas informasinya, kami akan segera menindaklanjuti kondisi Akbar,” ujarnya singkat.

    Di tengah keterbatasan ekonomi dan perjuangan panjang melawan penyakit ganas yang dideritanya, Akbar masih menyimpan harapan untuk sembuh dan kembali mengenakan seragam sekolahnya. Namun kini, yang paling dibutuhkan keluarga sederhana itu bukan hanya doa, melainkan juga perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak agar perjuangan Akbar tidak dilalui sendirian.(Dam)



  • IPSI Pessel Sukses Gelar Seleksi Porprov Sumbar 2026, Lahirkan Atlet-Atlet Potensial

    PESISIR SELATAN — Kambang nrtvnews.info  Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan sukses menggelar seleksi atlet untuk menghadapi Porprov Sumbar 2026. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 23.00 WIB tersebut, berhasil menjaring atlet-atlet terbaik dari berbagai kelas pertandingan, Minggu 24/5/26

    Seleksi ini diikuti oleh berbagai perguruan silat yang ada di Pesisir Selatan, termasuk nomor tanding dan seni tunggal putra-putri. Antusiasme peserta maupun masyarakat terlihat tinggi sepanjang jalannya pertandingan.

    Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

    “Terima kasih kepada ketua panitia dan seluruh stakeholder yang telah membantu pelaksanaan seleksi Porprov ini. Kerja keras kita bersama mudah-mudahan menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT dan mampu memberikan hasil terbaik untuk Pesisir Selatan,” ujar Muslim Arif.

    Ia juga menegaskan bahwa para atlet yang berhasil lolos dalam seleksi ini nantinya akan menjadi wakil Kabupaten Pesisir Selatan pada ajang Porprov Sumbar 2026.

    Salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian penonton datang dari kelas A. Atlet Perguruan Tapak Suci, Raken, tampil memukau sejak babak penyisihan hingga final. Meski mengalami cedera serius di bagian pipi akibat pukulan lawan, Raken tetap menunjukkan semangat juang tinggi dan berhasil meraih juara pertama di kelasnya.

    Selain itu, penampilan Rangga Firnando dari Perguruan Harimau Samudera di kelas D juga mendapat apresiasi dari penonton. Rangga tampil impresif dengan permainan terbaiknya sepanjang pertandingan.

    Disamping itu ada juga Nadia Mar’atush Shaliha  Kelas A Putri, M. Wahyu Darmawan Kelas B Putra , Farezi Anugerah Kelas C  dan Zetri Ilahi kelas F dari Perguruan Harimau Samudera.

    Tak hanya para atlet, perhatian masyarakat juga tertuju kepada wasit juri asal Sumbar, Nurul Elmira. Sikapnya yang tegas, disiplin, dan berwibawa saat memimpin pertandingan menjadi perbincangan positif di tengah masyarakat Pesisir Selatan.

    Dengan suksesnya pelaksanaan seleksi ini, IPSI Pesisir Selatan optimistis dapat melahirkan atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah pada ajang Porprov Sumbar 2026 mendatang.(Alpin)



  • Ketua IPSI Pessel Muslim Arif Buka Seleksi Porprov 2026 di  Kambang

    PESISIR SELATAN — Kambang  nrtvnews.info Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan, Muslim Arif, resmi membuka kegiatan Seleksi Atlet Pencak Silat menuju Porprov Sumbar 2026 di Lapangan Futsal Keluarga Pasar Kambang, Kecamatan Lenggayang, Minggu (24/5/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Lenggayang Novri, SE, Ketua KONI Pesisir Selatan yang diwakili Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Bimpres) Wawan Kurniawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Ketua IPSI Pessel Muslim Arif menegaskan bahwa pencak silat harus menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan prestasi bagi generasi muda Pesisir Selatan.

    Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti seleksi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

    “Pencak silat harus menjadi prestasi bagi adik-adik semua. Ikuti seleksi ini dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat,” ujarnya.

    Muslim Arif juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang telah mempersiapkan kegiatan seleksi secara maksimal dan profesional.

    “Seleksi ini dilaksanakan secara profesional tanpa ada titipan dari siapa pun. Semua murni berdasarkan prestasi,” tegasnya.

    Sementara itu, perwakilan KONI Pesisir Selatan, Wawan Kurniawan, meminta para atlet agar mampu membawa nama baik daerah pada ajang Porprov Sumbar 2026 mendatang.

    “Adik-adik harus mampu membanggakan Pesisir Selatan di ajang Porprov nanti,” katanya.

    Di kesempatan yang sama, Camat Lenggayang Novri, SE, juga memberikan motivasi kepada para peserta agar serius menjalani proses latihan dan seleksi.

    “Lakukan latihan secara maksimal. Seleksi ini membutuhkan keseriusan agar bisa tampil di Porprov nanti,” ungkap Novri.

    Ia juga berharap seluruh dewan juri dan perangkat pertandingan dapat memberikan penilaian secara profesional dan objektif.

    “Kepada para juri, berikanlah penilaian yang profesional dan terbaik, jangan sampai merugikan atlet kita. Selamat bertanding,” tutupnya.

    Dalam struktur kepanitiaan dan perangkat pertandingan, Technical Delegate dipercayakan kepada Dodi Eka Putra. Sementara Dewan Hakim dipimpin oleh Afdalia Melico dan Ketua Pertandingan dijabat oleh Kiki Gusnaidi.

    Adapun susunan dewan juri dan wasit yang bertugas pada seleksi tersebut yakni Aldi Wirnata, Aldi Goes, Nova, Rino Yuhanda, Fauzi Abadi, Zico Yahya Pratama, Nurul Elmira, Noli Anjalka Putra, serta Zendri.(Alpin)



  • Sosialisasi Aturan Baru Pencak Silat dan Technical Meeting Seleksi Porprov XVI Sumbar Digelar di Kambang

    Pesisir Selatan – Kambang nrtvnews.info Dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap regulasi terbaru pertandingan pencak silat, kegiatan Sosialisasi Aturan Baru Pencak Silat bersama Wasit Nasional Bung Riki sukses digelar di Lapangan Futsal Keluarga Pasar Kambang, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan Technical Meeting Seleksi Porprov XVI Sumatera Barat.

    Acara tersebut dihadiri oleh seluruh wasit juri, pelatih, serta insan pencak silat dari berbagai perguruan dan daerah yang akan mengikuti proses seleksi menuju Porprov XVI Sumbar 2026. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias, karena materi yang disampaikan menjadi pedoman penting dalam pelaksanaan pertandingan resmi ke depan.

    Dalam pemaparannya, Wasit Nasional Bung Riki menjelaskan berbagai perubahan aturan terbaru pencak silat yang akan diterapkan pada ajang resmi, termasuk sistem penilaian, ketegasan terhadap pelanggaran, hingga mekanisme pertandingan modern yang mengedepankan sportivitas dan profesionalisme.

    “Kegiatan ini sangat penting agar seluruh pelatih dan wasit memiliki pemahaman yang sama terhadap aturan terbaru, sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi saat pertandingan berlangsung,” ujar Bung Riki di hadapan peserta.

    Selain sosialisasi aturan, technical meeting juga membahas teknis pelaksanaan Seleksi Porprov XVI Sumbar, mulai dari jadwal pertandingan, kategori tanding, administrasi atlet, hingga kesiapan perangkat pertandingan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi Porprov Sumbar 2026 yang tengah dimatangkan oleh KONI Sumbar.

    Para peserta berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas SDM pencak silat di Sumatera Barat, baik dari sisi atlet, pelatih, maupun perangkat pertandingan.

    Dengan terlaksananya sosialisasi dan technical meeting ini, diharapkan pelaksanaan seleksi berjalan lancar, sportif, dan mampu melahirkan atlet-atlet terbaik yang akan membawa nama daerah pada ajang Porprov XVI Sumbar mendatang.(Alpin)



  • Seleksi Porprov XVI Sumbar Tingkat Pesisir Selatan Siap Digelar, Persiapan Capai 85 Persen

    PESISIR SELATAN — Kambang nrtvnews.info Panitia pelaksana Seleksi Porprov XVI Sumatera Barat cabang olahraga pencak silat tingkat Kabupaten Pesisir Selatan memastikan seluruh persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 85 persen. Kegiatan seleksi tersebut akan digelar di Lapangan Futsal Keluarga Pasar Kambang, Minggu (24/5/2026).

    Koordinator acara, Syafridon, menyampaikan bahwa panitia terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis demi kelancaran jalannya seleksi atlet menuju ajang Porprov XVI Sumbar.

    Dalam struktur kepanitiaan dan perangkat pertandingan, Technical Delegate dipercayakan kepada Dodi Eka Putra. Sementara Dewan Hakim dipimpin oleh Afdalia Melico dan Ketua Pertandingan dijabat Kiki Gusnaidi.

    Adapun susunan dewan juri dan wasit yang akan bertugas pada seleksi tersebut yakni Aldi Wirnata, Aldi Goes, Nova, Rino Yuhanda, Fauzi Abadi, Zico Yahya Pratama, Nurul Elmira, Noli Anjalka Putra, serta Zendri.

    Seleksi kali ini diikuti sejumlah perguruan silat yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, di antaranya Tapak Suci, SMI, Tribela, Pat Banbu, PSHT, IKS Pi Kera Sakti, Anak Nagari, Harimau Tongga, Harimau Sumatera, Saraso, dan HCKH.

    Panitia juga memastikan kesiapan tim pendukung, termasuk tim medis yang dibantu langsung oleh Kepala Puskesmas Kambang, Fitri Armanita, S.Tr.Keb. Sedangkan pengamanan kegiatan turut mendapat dukungan dari Kapolsek Lengayang beserta jajaran.

    Untuk memantapkan pelaksanaan pertandingan, panitia menjadwalkan technical meeting pada malam hari sebelum kegiatan berlangsung. Pertemuan tersebut akan diikuti oleh seluruh wasit dan juri guna menyamakan persepsi terkait aturan dan teknis pertandingan.

    Rencananya, acara seleksi akan dibuka langsung oleh Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif.

    Melalui seleksi ini, diharapkan akan lahir atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Pesisir Selatan pada ajang Porprov XVI Sumatera Barat mendatang.(Alpin)



  • O2SN Tingkat SLTA Wilayah VII Sumbar Resmi Ditutup, Atlet Terbaik Siap Berlaga ke Tingkat Provinsi

    Painan — nrtvnews.info Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SLTA yang digelar di GOR Zenizen Painan resmi berakhir hari ini, Jumat 22/5/2026

    Kegiatan yang berada di bawah naungan Kacabdin Wilayah VII Sumatera Barat, Muslim Arif, berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas dari para peserta.

    Acara penutupan turut dihadiri Wakil Ketua I IPSI, Afdalia Melico, bersama para official, guru pendamping, dan atlet dari berbagai sekolah di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Ketua Panitia Pelaksana, Aswil Yuli Zikri menyampaikan bahwa cabang olahraga yang diperlombakan dalam O2SN tahun ini terdiri dari pencak silat, bulu tangkis, renang, Atletic dan panjat tebing. Menurutnya, para juara yang berhasil meraih prestasi terbaik nantinya akan mewakili daerah untuk bertanding di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

    “Melalui O2SN ini kita berharap lahir atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Aswil saat penutupan kegiatan.

    Pada cabang pencak silat kategori jurus tunggal putra, persaingan berlangsung ketat hingga akhirnya Muhammad Rhazes Algani dari SMA 2 Bayang berhasil meraih Juara 1. Posisi Juara 2 diraih Fazli Nurkamal dari SMA 3 Painan. Sementara Muhammad Razwan dari SMA 1 Painan serta Muhammad Rendi Arizky dari SMA 1 BAB sama-sama meraih Juara 3.

    Untuk kategori jurus tunggal putri, Fadila Agnof dari SMA 1 Lunang tampil gemilang dan keluar sebagai Juara 1. Juara 2 diraih Chikita Anindya Diza dari SMA 1 Ampek Balai. Sedangkan Juara 3 bersama diraih oleh Syafirah Hayatun Nisa dari SMA 1 Painan dan Cavela Marsalira dari MAN 2 Pessel.

    Kegiatan O2SN ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet pelajar sekaligus mempererat silaturahmi antar sekolah di Wilayah VII Sumatera Barat. Dengan berakhirnya ajang ini, para pemenang akan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat provinsi.(Alpin)



  • Heboh di Nagari Lumpo, Mantan TNI Buat Kapal Fiber 12 Meter di Samping Kantor Wali Nagari

    Pesisir Selatan – Lumpo  nrtvnews.info  Warga Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, dibuat terkejut dengan aktivitas yang tidak biasa di daerah mereka. Seorang mantan anggota TNI AL Lanal Ternate Maluku Utara bernama Yefri Putra Utama, yang akrab dipanggil Jefri, terlihat sedang membuat sebuah kapal berbahan fiber dengan panjang mencapai 12 meter di samping Kantor Wali Nagari Lumpo, Kamis 21/5

    Aktivitas pembuatan kapal tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat sekitar. Pasalnya, selama ini warga setempat lebih sering melihat pembuatan kapal dilakukan di kawasan pinggir pantai, bukan di tengah lingkungan pemukiman dan dekat kantor pemerintahan nagari.

    Jefri yang pernah bertugas sebagai anggota TNI AL di Ternate mengaku kegiatan tersebut dilakukan untuk mengisi waktu luang setelah tidak lagi aktif berdinas. Namun, siapa sangka, kegiatan sederhana itu justru memunculkan rasa kagum dan kebanggaan di tengah masyarakat.

    “Baru pertama kali ini ada warga yang membuat kapal sebesar ini di Nagari Lumpo. Biasanya orang membuat kapal di tepi pantai,” ujar salah seorang warga yang ikut menyaksikan proses pembuatan kapal tersebut.

    Keberadaan kapal fiber itu bahkan mengingatkan sebagian masyarakat pada kisah Nabi Nuh AS yang membangun kapal di tempat yang tidak biasa. Bedanya, jika Nabi Nuh membuat kapal di atas gunung, maka Jefri membangun kapal di tengah kampung yang jauh dari bibir pantai.

    Semangat dan kreativitas mantan prajurit TNI tersebut mendapat apresiasi dari warga. Banyak yang menilai bahwa kegiatan positif seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi para pensiunan lainnya agar tetap produktif dan berkarya.

    Masyarakat berharap kreativitas Jefri tidak hanya menjadi kebanggaan Nagari Lumpo, tetapi juga mampu membuka motivasi baru bagi generasi muda dan para pensiunan untuk memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

    Dengan ketekunan dan semangat berkarya, Jefri membuktikan bahwa masa pensiun bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal untuk terus menciptakan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.(Alpin)



  • Aliansi Peduli Masyarakat Nagari Siap Kawal Rekomendasi DPRD Pessel Terkait Isu Klenteng

    PESISIR SELATAN — nrtvnews.info Isu pembangunan klenteng yang belakangan berkembang di Kabupaten Pesisir Selatan terus menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Aliansi Peduli Masyarakat Nagari menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap proses dan keputusan yang diambil pemerintah daerah sesuai rekomendasi DPRD Pessel, Kamis (21/5)

    Hal itu disampaikan Ketua Aliansi Peduli Masyarakat Nagari, Maulana Makmun, dalam sebuah diskusi santai yang berlangsung di kawasan Tarusan.

    Dalam keterangannya, Maulana Makmun atau yang akrab disapa Simon Tanjung menyampaikan tiga poin penting sikap aliansi terhadap persoalan yang tengah berkembang di tengah masyarakat.

    “Pertama, kami siap mengawal rekomendasi DPRD Pesisir Selatan agar berjalan sebagaimana mestinya. Kedua, kami mendorong Pemerintah Daerah untuk mempercepat realisasi rekomendasi tersebut. Ketiga, kami menghimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan bersabar menunggu keputusan resmi dari pemerintah daerah,” ujar Simon Tanjung.

    Menurutnya, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia menilai, penyelesaian persoalan harus dilakukan melalui jalur hukum dan mekanisme pemerintahan yang berlaku.

    Diskusi tersebut juga dihadiri oleh pengacara kondang asal Pesisir Selatan, Nof Erika,  bersama sejumlah praktisi hukum lainnya. Kehadiran para praktisi hukum dinilai penting untuk memberikan pandangan objektif terkait langkah-langkah hukum dan administrasi yang sedang berlangsung.

    Dalam suasana penuh keakraban, para peserta diskusi sepakat bahwa stabilitas sosial dan persatuan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama di tengah berkembangnya berbagai isu di daerah.

    Aliansi Peduli Masyarakat Nagari berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan kepastian dan keputusan yang bijaksana demi menjaga ketertiban serta keharmonisan masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan (Alpin)



  • RDP PPNI dengan DPRD Pessel Berlangsung Tegang, DPRD Tegaskan Bangunan Mirip Klenteng Harus Disikapi

    Pesisir Selatan — nertvnews.info Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PPNI dengan DPRD Kabupaten Pesisir Selatan berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Pessel, Senin (18/5). Pertemuan tersebut membahas polemik bangunan yang disebut masyarakat menyerupai klenteng dan dinilai tidak sesuai dengan kearifan lokal.

    RDP dihadiri perwakilan PPNI, Rafi Ariansyah, bersama niniak mamak Datuk Ice, Ketua  Aliansi Peduli Masyarakat Nagari Simon Tanjung dan sejumlah rekan lainnya. Turut hadir Penasehat Hukum PPNI, Nof Erika.

    Dari unsur DPRD hadir Ketua DPRD Pessel Darmasyah, Wakil Ketua Dani Syofian dan Ermizen, serta sejumlah anggota DPRD lainnya.

    Sementara dari pihak Pemerintah Daerah hadir Asisten I Setdakab Pessel H. Syarial Antoni bersama Kepala Dinas PUPR, Kadispora Ronal, Kadis Perizinan Hidayat, Kepala Kesbangpol Marzan, Kadis Satpol PP, serta perwakilan Kapolres Pessel yang diwakili Kabag Ops dan sejumlah undangan lainnya.

    Sempat Terjadi Ketegangan

    Sebelum rapat dimulai, suasana sempat memanas antara Ketua DPRD dengan Ketua PPNI. Ketegangan terjadi setelah Ketua PPNI menyinggung ketidakkonsistenan jadwal rapat yang sebelumnya ditetapkan pukul 10.00 WIB, namun baru dimulai hampir pukul 11.10 WIB.

    Sejumlah awak media yang mengikuti jalannya rapat menilai DPRD Pessel belum siap menerima kritik terkait pelaksanaan tugas dan fungsi mereka.

    DPRD Bangunan Itu Memang Klenteng

    Dalam kesimpulan RDP, anggota DPRD dari Komisi IV Nasrul menegaskan bahwa bangunan yang dipersoalkan masyarakat memang merupakan klenteng dan harus segera disikapi oleh pemerintah daerah.

    Ketua DPRD Pessel menyatakan pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap bangunan tersebut.

    “Kalau bangunan itu tidak sesuai dengan kearifan lokal dan tidak diterima masyarakat, maka harus segera dirubah,” tegas Ketua DPRD.

    Ketua DPRD Kecewa dengan Jawaban Investor

    Dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Pessel juga mengaku kecewa terhadap jawaban dari pihak investor yang dinilai tidak mampu memberikan kepastian terkait tenggang waktu perubahan bangunan tersebut.

    “Kalau investor tidak bisa menjawab kapan bangunan klenteng itu dirubah, kenapa saudara datang ke sini?” ucap Ketua DPRD dengan nada tegas.

    Ia juga menegaskan bahwa dirinya sebagai wakil rakyat harus berpihak kepada masyarakat.

    “Saya ini perwakilan rakyat dan harus berpihak kepada rakyat,” tutupnya ( Alpin)