Author: alpin


  • RUMAH GADANG SUKU JAMBAK ADAKAN KEGIATAN TERAPY KESEHATAN GRATIS BAGI WARGANYA

    Pekanbaru – nrtvnews.info  Rumah Gadang Suku Jambak yang dipimpin Bapak Erwin Agus mengadakan kegiatan Terapi kesehatan gratis dan diikuti oleh puluhan warganya. Kegiatan berlangsung Minggu (18/01/2026) di rumah Bundo Yenni Iskandar Jln Mangga GG SDN 57 Sukajadi Pekanbaru. Demikian keterangan Sekretarisnya Gusman Angga Riawan, Senin (19/01/2026).

    Kegiatan ini diawali dengan pertemuan rutin bulanan dengan agenda Penyuluhan kesehatan, tausiyah menyambut bulan suci Ramadhan dan penyempurnaan pengurus Rumah Gadang Suku Jambak.

    Penyuluhan kesehatan diberikan oleh dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes Bandaro Kayo, dengan tema “Cara Terbaik Mencegah Penyakit Degeneratif di Usia Lanjut”. Tema ini sangat cocok diberikan, karena rata rata Warga Rumah Gadang Suku Jambak yang hadir berumur di atas usia 50 tahun ke atas.

    Penyakit Degeneratif merupakan penyakit yang muncul atau bersumber dari berkurangnya fungsi sel/organ tubuh seseorang disebabkan oleh bertambahnya usia. Jadi jika seseorang telah berumur 40 tahun ke atas, maka potensi penyakit degeneratif ini semakin besar.

    Diantara penyakit degeneratif yang sering muncul adalah Hipertensi, Diabetes Melitus, Stroke, Sakit Jantung, Sakit Ginjal, Reumatik, dan lain sebagainya. Oleh karena itu perlu dicegah dengan berbagai upaya seperti PHBS, olah raga, makanan berimbang, periksa kesehatan secara teratur dan Terapy Olilive.

    Seluruh warga yang hadir sangat antusias mendengarkan penyuluhan dan Terapy kesehatan tersebut. Bahkan Terapy kesehatan telah dimulai satu sebelum acara lain dimulai. Lebih dari 10 orang menikmati Terapy Olilive tersebut secara Gratis.

    Erwin Agus Ketua Rumah Gadang Suku Jambak akan mengusahakan mendapatkan alat Terapy ini secara organisasi dan pribadi pribadi, sehingga bisa kita buat kegiatan Terapy kesehatan ini di setiap kegiatan Rumah Gadang Suku Jambak, bahkan bisa kita buat untuk jemaah masjid setelah Sholat Subuh.

    Menanggapi hal ini, H Jhon Satri,SH.,MH Ketua IKPS Riau memberikan apresiasi besar. Karena dengan adanya alat Terapy Olylive yang dimiliki organisasi akan sangat membantu anggotanya untuk menjaga kesehatan, apa lagi rata rata yang ikut kegiatan berusia di atas lima puluh tahun (MH)



  • Silek Kumango Tampil Memukau di Pelantikan Pengurus IPSI Pessel

    Pesisir Selatan – nrtv news.info Seni bela diri tradisional Minangkabau, Silek Kumango, kembali menarik perhatian publik saat ditampilkan dalam acara Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan. Penampilan tersebut dibawakan oleh Son Sri Malindo bersama Indra Zul Andri, yang sukses menghadirkan atraksi silek tradisi penuh makna adat dan budaya baru – baru ini.

    Silek Kumango merupakan kumpulan dari silek tuo yang berkembang di Painan Timur dan telah diwariskan secara turun-temurun kepada generasi muda sejak sekitar 65 tahun lalu. Guru besar Silek Kumango adalah Almarhum Narudin, seorang tokoh silek yang memiliki peran besar dalam pelestarian bela diri tradisi ini.

    Secara historis, Silek Kumango berasal dari wilayah Darek Padang Panjang. Guru Besar Narudin diketahui memiliki garis keilmuan silek yang bersambung kepada Syekh Burhanuddin Ulakan, Pariaman, salah satu ulama besar Minangkabau yang berpengaruh dalam penyebaran adat dan agama di Sumatera Barat.

    Penampilan Silek Kumango dalam pelantikan pengurus IPSI Pessel dinilai sangat cemerlang dan sarat nilai filosofi, sehingga mampu membangkitkan ingatan kolektif masyarakat terhadap tradisi adat Minangkabau yang menjunjung tinggi keseimbangan antara adat, agama, dan budaya.

    Upaya pelestarian Silek tradisi ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum IPSI Sumatera Barat, Bapak Vasko Ruseimy, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Barat. Ke depan, Silek tradisi direncanakan akan diwajibkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMA dan SMK se-Sumatera Barat, sebagai langkah strategis menjaga warisan budaya daerah.

    Langkah tersebut disambut positif oleh Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif, dan juga Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah VII Sumatera Barat, yang menilai kebijakan ini sebagai terobosan penting dalam membina generasi muda agar tetap berakar pada nilai-nilai budaya Minangkabau.

    Dengan sinergi antara IPSI, pemerintah daerah, dan pelaku seni tradisi, Silek Kumango diharapkan terus hidup dan berkembang sebagai identitas budaya serta kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.(Alpin)



  • Oleh: Hirdamli

    (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Pesisir Selatan / ASN Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ

    Oleh: Hirdamli

    (Koordinator Bidang Dakwah Badan Kontak Majelis Ta’lim Pesisir Selatan / ASN Bagian Kesra Setda)

    Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling agung dan penuh makna dalam sejarah Islam. Peristiwa luar biasa ini terjadi pada bulan Rajab, sekitar tahun 621 Masehi, setahun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Isra’ adalah perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, sementara Mi’raj adalah perjalanan Nabi SAW naik ke langit hingga Sidratul Muntaha untuk bertemu Allah SWT.

    Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Isra ayat 1, yang menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj adalah tanda kebesaran Allah SWT dan kemuliaan Rasulullah SAW sebagai manusia pilihan.

    Isra’ Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Nabi SAW. Beliau baru saja kehilangan dua sosok yang sangat dicintai dan menjadi pelindung dakwahnya, yakni istri tercinta Khadijah RA dan pamannya Abu Thalib. Di tengah duka itulah Allah SWT menghibur Nabi dengan perjalanan spiritual yang luar biasa. Malaikat Jibril membersihkan hati Nabi dan membawanya menembus langit demi langit hingga menerima perintah shalat lima waktu langsung dari Allah SWT.

    Di Indonesia dan dunia Islam, Isra’ Mi’raj diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Tahun ini bertepatan dengan 16 Januari 2026. Peringatan ini sejatinya bukan sekadar mengenang kisah perjalanan Nabi, tetapi menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan spiritual.

    Isra’ Mi’raj mengajak kita untuk “naik derajat”, bukan secara fisik, tetapi secara rohani. Di tengah hiruk-pikuk era digital, marilah sejenak menjauh dari gawai, menundukkan diri dalam shalat, dan menghadirkan Allah dalam setiap langkah hidup. Sebagaimana Nabi SAW kembali dari Mi’raj dengan membawa hidayah, semoga kita pun kembali kepada fitrah sebagai hamba yang taat.

    Namun yang paling penting, peringatan Isra’ Mi’raj tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata. Jika hanya diperingati tanpa diamalkan, maka esensi Isra’ Mi’raj akan hilang. Setidaknya, dari peristiwa ini kita dapat mengambil tiga pelajaran penting.

    Pertama, Isra’ Mi’raj menegaskan kedudukan shalat sebagai tiang agama. Shalat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT tanpa perantara. Awalnya diwajibkan 50 kali sehari, lalu diringankan menjadi lima waktu dengan pahala setara 50 kali. Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Jika shalat dijaga dengan baik, insya Allah kehidupan pribadi dan sosial akan ikut membaik.

    Kedua, Isra’ Mi’raj mengajarkan keteguhan iman di tengah ujian dan keraguan. Kisah ini sempat diragukan banyak orang, namun Abu Bakar Ash-Shiddiq langsung membenarkannya tanpa ragu. Di tengah maraknya hoaks dan kebingungan informasi saat ini, umat Islam diajak untuk kembali berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta tidak mudah goyah oleh opini sesaat.

    Ketiga, Isra’ Mi’raj adalah panggilan untuk memperbaiki akhlak dan meningkatkan spiritualitas. Nabi SAW menyaksikan langsung gambaran surga dan neraka. Ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Oleh karena itu, mari perbanyak taubat, sedekah, silaturahmi, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

    Akhirnya, peringatan Isra’ Mi’raj hendaknya menjadi momentum perubahan diri. Bukan hanya mengingat tanggal 27 Rajab, tetapi menjadikannya pedoman hidup: shalat lebih disiplin, iman semakin kuat, dan akhlak semakin mulia. Semoga kita semua termasuk umat yang mampu mengambil hikmah dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata.

    Wallahu a’lam bish-shawab.



  • Oleh: Hirdamli

    (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Pesisir Selatan / ASN Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    Zakat untuk Penanggulangan Kemiskinan

    Oleh: Hirdamli

    (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Pesisir Selatan / ASN Bagian Kesra Sekretariat Daerah)

    Zakat berasal dari kata zakka yang bermakna suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Ia dinamakan zakat karena di dalamnya terkandung harapan akan keberkahan, pembersihan jiwa, serta pemupukan kebaikan. Makna “tumbuh” menunjukkan bahwa zakat menjadi sebab bertambah dan berkembangnya harta, sekaligus melipatgandakan pahala bagi yang menunaikannya.

    Sementara makna “suci” menegaskan fungsi zakat sebagai sarana pensucian jiwa dari sifat kikir, kebatilan, dan dosa-dosa.

    Al-Mawardi dalam al-Hâwî mendefinisikan zakat sebagai pengambilan bagian tertentu dari harta tertentu, dengan syarat tertentu, untuk diberikan kepada golongan tertentu.

    Definisi ini menegaskan bahwa zakat bukan sekadar pemberian sukarela, melainkan instrumen sosial-keagamaan yang memiliki aturan, sasaran, dan tujuan yang jelas.

    Dalam perspektif agama, zakat merupakan salah satu kewajiban keuangan dalam Islam yang memiliki fungsi strategis.

    Selain sebagai ibadah, zakat juga mengandung dimensi sosial yang kuat. Dana zakat dapat menjadi instrumen penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan, pengurangan kesenjangan sosial, serta penguatan solidaritas umat.

    Dalam praktik penanggulangan kemiskinan, pemerintah daerah setidaknya memiliki dua jalur utama.

    Pertama, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang berlandaskan antara lain pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta sejumlah peraturan pemerintah terkait pengelolaan keuangan daerah dan standar akuntansi pemerintahan.

    Jalur ini menempatkan penanggulangan kemiskinan sebagai bagian dari program pembangunan yang direncanakan secara formal dan sistematis.

    Kedua, melalui dana zakat, infak, dan sedekah umat yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pengelolaan zakat memiliki dasar hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, serta berbagai peraturan pemerintah, peraturan menteri agama, dan peraturan Baznas yang mengatur tata kelola, perencanaan, hingga pelaporan keuangan zakat secara akuntabel.

    Dalam praktiknya, eksekusi program penanggulangan kemiskinan melalui Baznas cenderung lebih cepat dan fleksibel dibandingkan melalui APBD.

    Pertama, dari sisi sumber dana, dana Baznas berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang bersifat sukarela, sementara APBD bersumber dari pajak, retribusi, dan transfer pemerintah yang harus melalui proses legislasi dan birokrasi yang panjang.

    Kedua, dari sisi penganggaran, Baznas tidak terikat pada siklus anggaran tahunan sebagaimana APBD yang harus dibahas bersama DPRD dan diverifikasi berlapis. Hal ini membuat penggunaan dana zakat lebih responsif terhadap kebutuhan mendesak, seperti bantuan sosial, bencana, dan kondisi darurat lainnya.

    Ketiga, pengelolaan dana Baznas relatif lebih independen dari dinamika politik. Penggunaan dana zakat tidak terpengaruh tarik-menarik kepentingan politik, sementara realisasi APBD kerap mengalami keterlambatan akibat perbedaan pandangan antara eksekutif dan legislatif.

    Keempat, dalam penyaluran dana, Baznas memiliki fleksibilitas yang lebih besar. Dana dapat langsung disalurkan kepada penerima sesuai kategori asnaf tanpa harus melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa yang kompleks. Sebaliknya, APBD terikat pada prosedur ketat, termasuk lelang dan audit berjenjang, yang sering kali memperlambat pelaksanaan program.

    Kelima, dana Baznas sejak awal memang diarahkan untuk kepentingan sosial dan keagamaan sesuai prinsip zakat. Sementara APBD harus membiayai berbagai sektor pembangunan yang luas, sehingga penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu dari sekian banyak prioritas

    Berangkat dari berbagai aspek tersebut, dana zakat yang dikelola Baznas terbukti menjadi instrumen yang relatif cepat dan efektif dalam mendukung program penanggulangan kemiskinan.

    Hal ini menjadi peluang strategis bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan program-program sosial yang sejalan dengan nilai-nilai agama dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

    Ke depan, penguatan lembaga-lembaga zakat, khususnya Baznas yang di daerah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, perlu terus dilakukan. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan pengelolaan zakat yang profesional diharapkan mampu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan serta menghadirkan keadilan sosial yang lebih merata.



  • LAKAM DPD PESISIR SELATAN SIAP DUKUNG PROGRAM IKATAN PENCAK SILAT SELURUH INDONESIA (IPSI) DPD PESSEL

    Painan – nrtvnews.info Ketua Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes siap mendukung program Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) DPD Pessel. Demikian keterangan Ir Feberianes,MT Sekretaris LAKAM Pessel saat diwawancara awak media, Sabtu (17/01/2026).

    Hari ini, Sabtu (17/01/2026) segenap pengurus IPSI DPD Pessel dilantik oleh Ketua IPSI Sumbar Vasko Ruseimy St Nagari Sati yang juga Wakil Gubernur Sumbar di Gedung Painan Convention Center (PCC) Jln H Agus Salim Painan.

    Secara khusus ketua LAKAM DPD Pessel dr. H Misri Hasanto,SH.,M.Kes mengucapkan Selamat & Sukses atas Pelantikan bapak Muslim Arif, S.Pdi sebagai ketua IPSI Pessel 2025-2029. Program kerja LAKAM yang utama salah satunya melestarikan Kebudayaan, diantaranya Seni Bela Diri Pencak Silat. Secara prinsip LAKAM siap berkolaborasi.

    Pencak Silat bukan sekedar Seni bela diri, tetapi jauh lebih dalam dari itu. Pencak silat merupakan jati diri urang Minangkabau, Pencak silat filosofi Budaya Minangkabau, serta Pencak Silat membentuk karakter, disiplin, & kehormaran masyarakat Adat.

    Ketua Umum IPSI H Prabowo Subianto yang juga Presiden RI, siap mengembangkan Pencak Silat di Seluruh Nusantara, termasuk di Provinsi Sumbar & Kabupaten Pesisir Selatan ( Alpin)



  • Perguruan Tapak Suci Hadir pada Pelantikan Pengurus IPSI Pessel

    Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Perguruan Tapak Suci turut hadir  dalam acara Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan yang digelar di Painan Convention Center, Sabtu (17/1/2026).

    Perguruan Tapak Suci yang berada di bawah binaan Syafridon hadir memenuhi undangan sebagai bentuk dukungan terhadap kepengurusan IPSI Pessel yang baru dilantik. Kehadiran Tapak Suci menjadi salah satu sorotan dalam acara tersebut dan mendapat apresiasi dari para undangan.

    Perguruan Tapak Suci binaan Syafridon dikenal aktif mengikuti berbagai kejuaraan pencak silat, baik di tingkat daerah maupun provinsi, bahkan nasional serta kerap menorehkan prestasi gemilang. Konsistensi dalam pembinaan atlet menjadi salah satu kekuatan utama perguruan ini.

    Partisipasi Tapak Suci dalam pelantikan Pengurus IPSI Pessel dinilai sebagai momentum kebangkitan seluruh perguruan silat yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan untuk terus bersinergi memajukan olahraga pencak silat.

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan, Elpinas, S.Kom, menyampaikan bahwa terpilihnya Muslim Arif sebagai Ketua Umum IPSI Pessel membawa semangat baru bagi dunia persilatan di Pesisir Selatan. Ia menilai kepiawaian Muslim Arif dalam mengelola dan memimpin organisasi tidak diragukan lagi.

    “Dengan pengalaman serta jaringan yang telah beliau bangun dan rawat selama ini, kami optimistis pencak silat di Pesisir Selatan akan berkembang lebih pesat dan berprestasi di masa depan,” ujar Elpinas.

    Pelantikan Pengurus IPSI Pessel ini diharapkan menjadi awal baru bagi kemajuan pencak silat serta mempererat persatuan antarperguruan di Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Sanggar Silek Batu Ampa Laban Tampil Memukau di Pelantikan Pengurus IPSI Pessel

    Painan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido binaan Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Kabupaten Pesisir Selatan  turut ambil bagian dalam acara Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pessel yang berlangsung khidmat di Painan Convention Center, Sabtu 17/1/2026

    Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido yang dibimbing oleh pelatih Yaldi,CPLA Manti Ahmad Dirajo menampilkan pertunjukan silek yang memukau para tamu undangan. Penampilan pesilat perempuan dari sanggar tersebut menjadi sorotan utama dan mendapat apresiasi tinggi dari hadirin yang hadir.

    Gerakan yang ditampilkan menunjukkan kekuatan, keluwesan, serta nilai-nilai budaya Minangkabau yang masih terjaga dengan baik. Penampilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa silek tradisi tidak hanya lestari, tetapi juga mampu tampil membanggakan di berbagai acara resmi.

    Dalam kegiatan tersebut turut hadir pengurus Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido, di antaranya Yaldi, Padris, Nori, serta pengurus dan anggota lainnya yang memberikan dukungan penuh terhadap penampilan para pesilat.

    Keikutsertaan Sanggar Silek Batu Ampa Laban Salido dalam acara pelantikan ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran seni bela diri tradisional Minangkabau dalam pembinaan atlet pencak silat serta pelestarian budaya daerah di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Ketua IPSI Sumbar Lantik Pengurus IPSI Pessel di Painan

    PAINAN – Pesisir Selatan nrtvnews.info Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Painan Convention Center (PCC), Sabtu (17/1/2026).

    Pelantikan dilakukan oleh Ketua IPSI Sumatera Barat Vasko Ruseimy, ST. Nagari Sati, yang diwakili oleh Jasril, SH, MH Dt. Pintu Langik. Dalam kesempatan tersebut, Muslim Arif, S.Pd.I secara resmi dilantik sebagai Ketua IPSI Pessel bersama jajaran pengurus lainnya untuk masa bakti 2025 – 2029

    Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus, Ketua KONI Pessel M. Adli, Wakil Bupati Pessel Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, Wakil Ketua DPRD Pessel, unsur Forkopimda Pessel, kepala SMA/SMK se-Kabupaten Pessel, seluruh perguruan silat se-Pessel, serta tamu undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Ketua IPSI Pessel Muslim Arif, S.Pd.I menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau ajang adu fisik semata. Menurutnya, silat memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan mental generasi muda.

    “Pencak silat bukan hanya soal laga atau adu jotos, tetapi sarana membangun karakter anak-anak kita agar berdisiplin, berakhlak, dan bermental tangguh,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan yang telah memfasilitasi dan mendukung terselenggaranya pelantikan pengurus IPSI Pessel. Ia berharap sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan IPSI dapat terus ditingkatkan demi prestasi olahraga silat di Pesisir Selatan.

    Ketua IPSI Sumbar yang diwakili oleh Jasril, SH, MH Dt. Pintu Langik dalam sambutannya menyebutkan bahwa Pesisir Selatan dikenal sebagai gudang atlet pencak silat di Sumatera Barat. Ia optimistis, dengan kepengurusan yang baru, IPSI Pessel mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dan menorehkan hasil gemilang pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) mendatang.

    “Pessel memiliki potensi besar. Kami berharap pada Kejurprov nanti IPSI Pessel mampu menyabet medali emas dan mengharumkan nama Pessel,” pungkasnya.

    “Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Daerah terhadap pengembangan olahraga pencak silat di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Ia menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dilestarikan, sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda agar memiliki karakter, disiplin, dan semangat sportivitas.

    “Pencak silat bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga bagian dari budaya dan jati diri bangsa. Melalui silat, kita dapat membina generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan berdisiplin,” ujar Wakil Bupati.

    Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, lanjutnya, akan terus mendukung program pembinaan dan pengembangan pencak silat demi kemajuan olahraga dan pembinaan generasi muda di daerah.

    Dengan dilantiknya pengurus baru ini, diharapkan IPSI Pessel semakin solid dalam pembinaan atlet serta mampu berkontribusi bagi kemajuan olahraga pencak silat di Sumatera Barat(Alpin)



  • Hari Pertama Bertugas, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Pesisir Selatan Langsung Tancap Gas

    Pesisir Selatan –  nrtvnews.info Hari pertama masuk kerja di tempat tugas yang baru, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Selatan, Muh. Sanusi, S.H., langsung menunjukkan komitmen kerja dengan melaksanakan agenda penting, Kamis 15/1/2026

    Pada hari pertama tersebut, Muh. Sanusi, S.H. langsung menggelar pertemuan dengan ASN PPPK Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Pesisir Selatan yang berjumlah 61 orang. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat PKH, Salido.

    Dalam pertemuan itu, Muh. Sanusi menekankan pentingnya sinergi, kedisiplinan, serta peningkatan kinerja pendamping PKH dalam upaya pemberdayaan sosial dan penanganan fakir miskin di Kabupaten Pesisir Selatan. Ia juga mengajak seluruh pendamping PKH untuk bekerja secara profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

    “PKH memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat kurang mampu. Karena itu, koordinasi dan komitmen bersama sangat dibutuhkan agar program ini benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

    Pertemuan ini menjadi langkah awal Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Pesisir Selatan dalam memperkuat pelaksanaan program-program sosial, khususnya PKH, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Kepala SMK Negeri Kelautan Sago Dukung Penuh Ekskul Silat Tradisional

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info  Kepala SMK Negeri Kelautan Sago menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ekstrakurikuler Silat Tradisional yang dilaksanakan bekerja

    sama dengan Sanggar Silat Bantu Ampa Laban Salido, binaan DPD Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minang Kabau (LAKAM) Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat 16/1/2026

    Kepala SMK Negeri Kelautan Sago, Drs. Rafuddin, M.Pd.T, menegaskan bahwa kegiatan silat tradisional merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa, sekaligus upaya pelestarian budaya Minangkabau di kalangan generasi muda.

    “Kami sangat mendukung kegiatan ekskul Silat Tradisional ini. Selain meningkatkan kedisiplinan dan kesehatan jasmani, silat juga mengajarkan nilai-nilai adat, etika, dan jati diri budaya Minangkabau kepada para siswa,” ujar Rafuddin.

    Kegiatan ekstrakurikuler tersebut diikuti dengan antusias oleh para siswa SMK Negeri Kelautan Sago. Latihan silat dilaksanakan secara rutin di lingkungan sekolah dengan bimbingan pelatih berpengalaman dari Sanggar Silat Bantu Ampa Laban Salido.

    Pelatih silek, Yaldi, CPLA Manti Ahmad Dirajo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan penuh dari pihak sekolah. Menurutnya, dukungan kepala sekolah menjadi motivasi besar bagi pelatih dan siswa dalam mengembangkan silat tradisional di sekolah.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala SMK Negeri Kelautan Sago yang telah memberikan dukungan penuh. Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias mengikuti latihan silek, dan ini menjadi harapan besar bagi keberlanjutan silat tradisional di kalangan pelajar,” ungkap Yaldi.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan silat tradisional tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga sarana edukasi budaya dan pembentukan karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai adat dan kearifan lokal Minangkabau.(Alpin)



  • Sekretaris DPD ASPRUMNAS Riau Abdul Rasyid Terima Penghargaan dari Wali Kota Pekanbaru

    Pekanbaru – nrtvnews.info  DPD ASPRUMNAS Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan sebagai salah satu organisasi pengembang perumahan terbaik di Provinsi Riau. Sekretaris DPD ASPRUMNAS Riau, Abdul Rasyid, menerima penghargaan dari Wali Kota Pekanbaru atas kontribusi dan kinerjanya di sektor pengembangan perumahan, Jumat 16/1/2026

    Hal tersebut disampaikan Ketua DPD ASPRUMNAS Riau, H. Jhon Satri, SH., MH, saat ditemui di Kantor DPD ASPRUMNAS Riau, Jalan Sudirman Ujung No.12, Komplek Sudirman Business Park, Kamis (15/01/2026).

    Menurutnya, penghargaan tersebut diberikan kepada 16 developer berprestasi oleh Wali Kota Pekanbaru Dr. H. Agung Nugroho, SE., MM, dalam acara yang digelar pada Rabu (14/01/2026) di Aula Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Pekanbaru.

    “DPD ASPRUMNAS Riau melalui Sekretarisnya Abdul Rasyid memperoleh dua kategori penghargaan sekaligus,” ujar Jhon Satri.

    Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan pengembangan Perumahan Al Fatih Regency 1, Al Fatih Regency 2, dan Al Fatih Regency 4, serta Sertifikat Apresiasi Serah Terima Aset Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari Pemerintah Kota Pekanbaru.

    Acara penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan tersebut turut dihadiri oleh Kepala OPD terkait, instansi vertikal, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, tujuh asosiasi perumahan, serta ratusan developer yang berkiprah di Kota Pekanbaru.

    Ketua DPD ASPRUMNAS Riau berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota ASPRUMNAS untuk terus berkontribusi dalam penyediaan perumahan yang berkualitas dan mendukung pembangunan daerah, khususnya di Kota Pekanbaru(Alpin)



  • LAKAM DPD Pessel Kolaborasi dengan Pihak Terkait Usulkan 1.050 Unit Rumah Bersubsidi Tahap Awal

    Painan — nrtvnews.info Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan mulai menyusun rencana program pembangunan rumah bersubsidi tahap awal sebanyak 1.050 unit. Program ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi rumah bersubsidi bersama Kepala Sekolah SMAN dan SMKN se-Pessel yang digelar di Painan.

    Hal tersebut disampaikan oleh Elpinas, S.Kom, pada Rabu (14/01/2026). Menurutnya, setelah sosialisasi dilakukan, LAKAM DPD Pessel bersama pihak terkait langsung melakukan analisis kebutuhan, alokasi, serta penentuan titik lokasi perumahan agar program berjalan tepat sasaran dan tepat lokasi.

    “Ini adalah tindak lanjut dari pertemuan dengan seluruh Kepala Sekolah SMAN dan SMKN se-Pesisir Selatan pada Selasa (13/01/2026). Setelah dilakukan analisis alokasi dan titik lokasi, untuk sementara direncanakan pembangunan 1.050 unit rumah bersubsidi,” jelas Elpinas.

    Adapun rencana distribusi rumah bersubsidi tipe 36 tersebut dibagi ke sejumlah kecamatan. Untuk Kecamatan Koto XI Tarusan, Bayang, dan Bayang Utara dialokasikan sebanyak 200 unit. Kecamatan IV Jurai mendapatkan alokasi 150 unit.

    Selanjutnya, Kecamatan Batang Kapas, Lengayang, dan Sutera dialokasikan 200 unit rumah bersubsidi. Kecamatan Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, dan Pancung Soal juga memperoleh alokasi 200 unit.

    Untuk wilayah selatan, Kecamatan Basa IV Balai Tapan dan Ranah IV Hulu Tapan dialokasikan 150 unit. Sementara itu, Kecamatan Lunang, Air Pura, dan Silaut mendapatkan alokasi sebanyak 150 unit rumah bersubsidi. Dengan demikian, total keseluruhan mencapai 1.050 unit rumah bersubsidi tipe 36.

    Menanggapi rencana tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Muslim Arif, S.Pd.I, bersama para Kepala Sekolah SMAN dan SMKN menyambut baik dan mengaku bersyukur atas program tersebut. Mereka menilai program ini memiliki potensi besar untuk membantu para guru ASN maupun PPPK dalam memiliki rumah layak huni sesuai lokasi dan alokasi masing-masing.

    “Ini tentu menjadi kabar baik bagi para guru, karena peluang untuk memiliki rumah bersubsidi semakin terbuka,” ujar Muslim Arif saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Rabu (14/01/2026).

    Program rumah bersubsidi ini diharapkan dapat segera terealisasi melalui kolaborasi berkelanjutan antara LAKAM DPD Pessel, instansi terkait, serta pemerintah daerah demi meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan masyarakat di Pesisir Selatan.”(Alpin)