Author: alpin


  • Terseret Arus Sungai, Warga Koto XI Tarusan Ditemukan Meninggal Dunia

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews info Seorang warga Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terseret arus sungai. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Koto XI Tarusan, Polres Pesisir Selatan, pada Minggu (14/12/2025).

    Kejadian itu berlangsung di aliran Sungai Lubuk Lenong, Sungai Tanuak, tepatnya di belakang SD Negeri 42, Kenagarian Barung-Barung Balantai Tengah. Korban diketahui bernama Gustimar (65), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Lubuk Buaya, Kenagarian Barung-Barung Balantai.

    Berdasarkan Laporan Tuntas Nomor: LT/54/XII/2025/POLSEK KOTO XI TARUSAN/POLRES PESSEL/POLDA SUMBAR, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, saksi bernama Jasman melihat korban menyeberangi sungai dengan membawa seekor sapi. Namun hingga pukul 16.00 WIB, korban tidak kunjung pulang ke rumah.

    Merasa khawatir, suami korban kemudian melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 WIB, keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat. Warga pun bersama-sama melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Barung-Barung Balantai.

    Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 20.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Lubuk Lenong, Sungai Tanuak, dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal korban terlihat menyeberang sungai.

    Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Koto XI Tarusan IPTU Irfan Chandra, SH, bersama anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta rumah duka. Korban selanjutnya dievakuasi, dan pihak kepolisian melakukan pendataan terhadap para saksi.

    Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga membuat surat pernyataan tidak akan menuntut secara hukum di kemudian hari.

    Kapolsek Koto XI Tarusan menjelaskan bahwa langkah-langkah kepolisian yang diambil meliputi mendatangi TKP, mengevakuasi korban, mencatat keterangan saksi, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan.

    Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat debit air meningkat dan arus cukup deras(Alpin)



  • Lazismu Kota Sungai Penuh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Bayang Utara

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info Ketua Lazismu Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi, Dr. M. Hariya Toni, menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sembako dan pakaian layak pakai kepada korban banjir dan longsor di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Minggu (14/12)

    Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Ketua Posyan PDM Pessel, Elpinas, S.Kom, yang didampingi oleh Ketua PCM Bayang Utara, Fakhrizal Amir, B.Sc. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Lazismu terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

    Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut turut hadir anggota Koramil Bayang Serka Dodi Indra, Tim MDMC Kota Sungai Penuh yang diwakili oleh Arfad Haikal Sirag, serta Suprio Jaya Putra, selaku Bendahara Lazismu Kota Sungai Penuh.

    Selanjutnya, bantuan sembako secara simbolis diterima oleh Plt. Wali Nagari Puluik-Puluik Selatan, Evi Asman, untuk didistribusikan kepada warga Nagari Puluik-Puluik Selatan yang hingga saat ini belum sepenuhnya mendapatkan bantuan.

    “Pada kesempatan tersebut, Ketua Posyan PDM Pessel, Elpinas, S.Kom, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Sungai Penuh serta masyarakat Kota Sungai Penuh atas kepedulian dan bantuan yang diberikan.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Sungai Penuh dan seluruh masyarakat Sungai Penuh. Semoga bantuan ini menjadi ladang amal bagi kita semua dan membawa keberkahan,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Lazismu Kota Sungai Penuh Dr. M. Hariya Toni berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak serta memperkuat solidaritas antar daerah dalam menghadapi bencana.

    Lazismu bersama Muhammadiyah dan MDMC berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat dan kegiatan kemanusiaan.(Alpin)



  • Kapolsek Koto XI Tarusan Turun Langsung Bagikan 125 Paket Sembako kepada Warga Terdampak Banjir

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Irfan Chandra, S.H., yang turun langsung ke lapangan membagikan bantuan sembako kepada masyarakat Kenagarian Kapuh Utara, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

    Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 13 Desember 2025, bertempat di kampung seberang Balai Kenagarian Kapuh Utara. Dalam kegiatan ini, Kapolsek didampingi oleh Waka Polsek Iptu Meryanto, Kanit Sabhara, Kanit Provost, serta seluruh personel Polsek Koto XI Tarusan.

    Sebanyak 125 paket sembako disalurkan kepada warga yang terdampak banjir beberapa hari lalu. Bantuan yang diberikan berupa berbagai kebutuhan pokok, di antaranya beras, mie instan, minyak goreng, serta bahan pangan lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat pascabencana.

    Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Irfan Chandra, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana alam.

    “Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari pascabanjir,” ujarnya.

    Kegiatan pembagian sembako berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 11.10 WIB dan berjalan dengan lancar, aman, serta terkendali. Masyarakat setempat menyambut baik bantuan tersebut dan mengaku sangat terbantu dengan perhatian yang diberikan oleh jajaran Polsek Koto XI Tarusan.

    Warga berharap kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat maupun sosial.(Alpin)



  • Ketua MdMC PWM Bengkulu Kolaborasi dengan Dandim 0311 Pessel Salurkan Bantuan ke Bayang Utara

    Painan – nrtvnews info Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MdMC) PWM Bengkulu, Donni Fahlevi, berkolaborasi dengan Dandim 0311 Pesisir Selatan, Letkol Czi Theodurus Sambua, S.T., M.Han, dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Kecamatan Bayang Utara Kabupaten  Pesisir Selatan, Jumat (12/12)

    Pada Jumat pagi, Tim MdMC Bengkulu menurunkan tambahan 25 personel relawan menuju Nagari Pancung Taba, setelah sebelumnya menyiapkan berbagai kebutuhan logistik bagi warga terdampak.

    Sebelum pemberangkatan, rombongan MdMC Bengkulu diterima langsung oleh Ketua Tim Penanggulangan Bencana PDM Pessel, Elpinas, S.Kom, bersama Dandim 0311 Pessel di Posko Bantuan Daerah Painan. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memastikan koordinasi penyaluran bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.

    Di lokasi terdampak, jumlah relawan MdMC Bengkulu yang bertugas mencapai 34 orang, terdiri dari dr. Muhammad Vero Syatia dan 4 tenaga perawat,Tim Respon Suryadi Jaya, Meldhan Ade Putra

    Tim Pelaporan Popi Putri Pratama, dan Tim Asesmen berpengalaman nasional di bidang kebencanaan

    Kehadiran para relawan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di Nagari Pancung Taba, baik dari sisi kesehatan, pendataan kebutuhan, maupun pendistribusian logistik.

    MdMC Bengkulu menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini akan terus berlanjut hingga keadaan masyarakat Bayang Utara kembali stabil. Kolaborasi lintas lembaga, termasuk dukungan penuh dari TNI melalui Kodim 0311 Pessel, menjadi kunci percepatan penanganan bencana di Pesisir Selatan (Alpin)



  • MDMC Gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di Sumatera Barat

    Sumatera Barat – nrtvnews.info Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menggelar rapat koordinasi regional untuk memperkuat langkah penanggulangan bencana di wilayah Sumatera Barat. Rapat ini menghadirkan jajaran MDMC dari tingkat pusat, regional, hingga provinsi, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Barat (GDM) Kamis sore (11/12)

    Pertemuan koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh perwakilan MDMC Pusat, Naibul Umam, dan dihadiri oleh perwakilan MDMC dari beberapa wilayah, yaitu MDMC Bengkulu Heri, Arum Sekar, Ayu Diliani, MDMC Sumatera Selatan, MDMC Lampung, serta tuan rumah MDMC Sumatera Barat yang di pimpin oleh Portito.

    Rapat membahas strategi kesiapsiagaan, sinergi lintas wilayah, serta langkah cepat dalam menghadapi potensi bencana di kawasan Sumatera yang dikenal rawan gempa, banjir, dan longsor.

    Selain perwakilan MDMC, tampak hadir pula Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Agam, Buya Mursidi, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya koordinasi dan penguatan respons kebencanaan di daerah.

    Melalui pertemuan ini, MDMC berharap mampu memperkuat jaringan dan mempercepat proses respons di lapangan, sehingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih efektif, terkoordinasi, dan tepat sasaran.(Alpin)



  • Oleh : Prof.Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

    Kesabaran dalam Budaya Minangkabau, Kekuatan Bangkit dari Musibah

    Oleh : Prof.Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

    Musibah yang kembali menimpa sejumlah wilayah di Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pesisir Selatan, menyisakan luka yang tidak kecil bagi masyarakat. Gempa, banjir, dan longsor yang terjadi beberapa waktu terakhir bukan hanya merusak rumah dan fasilitas publik, tetapi juga menguji keteguhan hati warga dalam menghadapi situasi sulit. Namun di balik kepedihan itu, ada satu nilai yang tetap bertahan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau: kesabaran.

    Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) yang hadir di nagari-nagari terdampak bencana, saya menyaksikan langsung bagaimana masyarakat mempertahankan ketenangan dan kebijaksanaan khas Minangkabau dalam menghadapi musibah. Kesabaran bagi orang Minang bukanlah sekadar menahan diri, tetapi sebuah kekuatan budaya yang mengakar dan diwariskan sejak nenek moyang.

    Masyarakat Minangkabau mengenal ungkapan sabar itu indak baranti, sakik itu indak basuo. Petuah ini menegaskan bahwa kesabaran tidak memiliki batas, karena cobaan hidup tidak akan hilang selamanya. Di saat kesedihan hadir, kesabaran menjadi pegangan untuk tetap teguh berdiri, sementara semangat gotong royong menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat.

    Bencana, bagi orang Minang, bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian batin. Dalam tambo Minangkabau disebutkan bahwa cobaan harus dihadapi dengan pikiran jernih dan hati yang lapang  mambasuah aia nan janiah, mambasuah hati nan luko. Oleh karena itu, ketika wilayah Pesisir Selatan mengalami kerusakan parah, masyarakat tetap mampu mengatur langkah dengan tertib dan saling membantu tanpa kehilangan kendali emosi.

    FIB Unand, melalui kegiatan pengabdian dan penyaluran donasi kepada warga terdampak, berupaya memperkuat nilai-nilai ini dengan mengangkat kembali kearifan lokal dalam literasi kebencanaan. Pendekatan budaya, seperti menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat informasi komunitas, penggunaan alat tradisional seperti kentongan dalam peringatan dini, hingga diskusi adat mengenai solidaritas nagari, menjadi bagian dari strategi memulihkan kehidupan sosial masyarakat.

    Dalam setiap tenda pengungsian yang kami kunjungi, nilai badunsanak terlihat hidup: warga berbagi makanan, membantu tetangga yang lebih membutuhkan, dan menguatkan satu sama lain tanpa keluhan berlebih. Prinsip barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang bukan hanya slogan adat, tetapi benar-benar menjadi energi pemulihan setelah bencana.

    Kesabaran masyarakat Minangkabau bukan sikap pasif. Ia adalah pilihan sadar untuk menghadapi musibah dengan keteguhan, menjaga martabat diri, dan tetap membuka ruang untuk harapan.Itulah yang membuat masyarakat kita mampu bangkit berulang kali meski berkali-kali diguncang bencana.

    Pada akhirnya, kekuatan terbesar Sumatera Barat bukan terletak pada alamnya, tetapi pada manusianya  pada budaya yang menjaga ketahanan mental dan ketangguhan sosial. Dengan menjaga kesabaran sebagai nilai inti, dan gotong royong sebagai wujud praktiknya, masyarakat akan selalu memiliki kemampuan untuk memulai kembali, betapapun besarnya ujian yang datang.

    Semoga masyarakat Pesisir Selatan dan seluruh Sumatera Barat diberikan ketabahan dan keselamatan, serta diberi jalan untuk bangkit dengan lebih kuat. Budaya Minangkabau telah mengajarkan kita bahwa selama kesabaran dan kebersamaan tidak hilang, nagari-nagari kita akan selalu kembali tegak.

    Profil  singkat  Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., CRP

    Prof.Dr. Ike Revita, S.S,,M.Hum.,CRP adalah Guru Besar Linguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Beliau dikenal sebagai peneliti senior dalam bidang linguistic, budaya, pragmatik, serta kajian kearifan lokal Minangkabau. Sekarang ini beliau adalah Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas yang aktif mengembangkan riset berbasis data lapangan dan berfokus pada bahasa, identitas, dan pemanfaatan linguistik dalam konteks sosial dan kebencanaan.

    Di lingkungan akademik, Prof. Ike telah menghasilkan puluhan buku, ratusan artikel ilmiah, serta berbagai karya pengabdian masyarakat. Penelitiannya banyak berkontribusi pada revitalisasi bahasa daerah, penguatan literasi budaya, dan pengembangan model komunikasi kebencanaan berbasis kearifan lokal.

    Selain sebagai akademisi, beliau juga aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya pendampingan nagari di Sumatera Barat dalam bidang literasi kebencanaan, dokumentasi budaya, serta pelatihan komunikasi efektif bagi pemangku adat dan pemerintah nagari.

    Dengan rekam jejak akademik dan sosial yang kuat, Prof. Ike Revita menjadi salah satu figur penting dalam pengembangan  linguistik dan pelestarian budaya di Indonesia.



  • Anggota DPD RI Cerint Irraloza Tasya, S.Ked Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Organda Sumbar

    Padang — nrtvnews.info Anggota DPD RI, Cerint Irraloza Tasya, S.Ked, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama jajaran Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat pada Senin, 29 September 2025  bertempat di Kantor Organda Sumbar.

    Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pengurus Organda Sumbar. Dalam sosialisasi tersebut, Cerint Irraloza Tasya menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Ia juga menyampaikan bahwa peran pelaku transportasi darat sangat strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan, serta menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Ketua Organda Sumbar  Imral Adenansi,SH,MH menyambut baik kegiatan ini dan berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan para anggota Organda di masa mendatang

    Imral juga menyampaikan Pelaku transportasi berada di garis depan mobilitas masyarakat. Karena itu, penguatan nilai kebangsaan seperti ini sangat kami butuhkan agar Organda tetap solid, profesional, dan berkontribusi untuk negeri,” ungkap Ketua Organda Sumbar.(Alpin)



  • MdMC Bengkulu Gelar Healing Trauma bagi Pengungsi Bencana di Pancung Taba, Bayang Utara

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info Relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MdMC) Bengkulu menggelar kegiatan healing trauma bagi para pengungsi bencana di Nagari Pancung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan ini bertujuan membantu pemulihan psikologis warga, khususnya anak-anak yang terdampak bencana, Rabu (10/12)

    Tim MdMC Bengkulu yang terlibat merupakan relawan berpengalaman secara nasional, di antaranya Arum Sekar, Ayu Diliani, Popy Putri Prananda, Ibnu Abbas Hery, Wiyono Aji Saputra, dan Danang Widiyatmoko. Mereka berbagi peran dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta aktivitas pemulihan trauma bagi anak-anak.

    Salah satu fokus kegiatan adalah trauma healing untuk siswa SD Negeri 03 Pancung Taba. Sesi pendampingan diberikan mulai dari kelas 3 hingga kelas 6 dengan pendekatan permainan edukatif, konseling ringan, serta kegiatan kreatif yang dirancang untuk mengembalikan rasa aman dan keceriaan anak-anak.

    Menurut para relawan, kegiatan ini penting dilakukan agar anak-anak dapat kembali beraktivitas dan belajar tanpa beban psikologis yang berkepanjangan setelah menghadapi situasi darurat.

    Program trauma healing ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan mental masyarakat sekaligus membangun kembali semangat warga yang terdampak bencana. MdMC Bengkulu berkomitmen melanjutkan pendampingan sesuai kebutuhan lapangan (Alpin)



  • Bupati Pessel Bersama Forkopimda Gerak Cepat Tangani Banjir di Bayang Utara

    Bayang Utara -Pesisir Selatan nrtvnews.info Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama jajaran Forkopimda mendapat perhatian publik. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, turun langsung ke lokasi bencana banjir di Kecamatan Bayang Utara bersama Dandim 0311/Pessel Letkol Czi Theodurus Sambua, S.T., M.Han., serta Kapolres Pessel AKBP Derry Indra, S.I.K., Rabu (10/12)

    Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Bayang Utara sejak kemaren menyebabkan debit air sungai meningkat dan memicu banjir di sejumlah titik. Pemerintah daerah bergerak sigap untuk memastikan keselamatan warga dan distribusi bantuan berjalan lancar.

    Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa tidak boleh ada keterlambatan dalam penyaluran bantuan, terutama bahan pokok untuk masyarakat yang terdampak banjir. “Saya pastikan tidak ada bantuan yang tertunda. Semua harus cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya saat meninjau lokasi bencana.

    Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga memberikan instruksi langsung kepada para operator alat berat di lapangan. Ia meminta agar penataan ulang jalur air segera dilakukan demi mengendalikan arus sungai yang berpotensi merusak badan jalan yang telah dibangun sebelumnya. Langkah ini dinilai sangat tepat mengingat kondisi cuaca yang masih tidak stabil.

    Kolaborasi cepat antara Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam penanganan bencana di Pesisir Selatan. Kehadiran langsung para pimpinan daerah di lokasi turut memberikan rasa aman serta dukungan moral bagi warga yang sedang menghadapi musibah.

    Upaya pemerintah daerah ini diharapkan mampu meminimalisir dampak banjir dan mempercepat proses pemulihan di Bayang Utara. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.(Alpin)



  • MdMC Bengkulu Gelar Sosialisasi Edukasi Kesehatan dan Bantu Dapur Umum di Lokasi Bencana Pancung Taba

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info Muhammadiyah Disaster Management Center (MdMC) Bengkulu di bawah koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesisir Selatan menggelar kegiatan Sosialisasi Edukasi Kesehatan di SD Negeri 3 Pancung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Selasa (9/12).

    Kegiatan edukasi kesehatan tersebut dipimpin langsung oleh Arum Sekar dan Ayu Diliani, dua relawan yang telah berpengalaman dalam memberikan pembinaan kesehatan dan mengajar mengaji  kepada anak-anak. Materi edukasi disampaikan secara interaktif dan bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, terutama di tengah kondisi daerah yang sedang terdampak bencana.

    Selain memberikan edukasi, Arum dan Ayu juga turut membantu masyarakat di dapur umum yang didirikan untuk warga terdampak bencana di Pancung Taba.

    Debit Air Naik, Warga Khawatir Banjir Susulan

    Dari lokasi bencana, Marli Alfikri, salah satu Relawan MdMC Bengkulu, melaporkan bahwa hujan turun deras sejak waktu Zuhur hingga malam hari dan menyebabkan debit air sungai meningkat, Aliran listrik mati. Kondisi ini membuat warga Pancung Taba waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

    TNI Turun Membantu Bersihkan Rumah Warga

    Di lokasi yang sama, sejumlah personel TNI dari satuan Batalyon turut dikerahkan untuk membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah yang masih dipenuhi lumpur akibat banjir.

    Dandim 0311 Pesisir Selatan, Letkol Czi Theodurus Sambua, S.T., M.Han, membenarkan adanya penambahan personel dari Batalyon untuk memperkuat proses penanganan bencana di wilayah Pancung Taba.

    “Memang betul ada tambahan personel yang diperbantukan untuk membantu masyarakat di Pancung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan,” ujarnya.(Alpin)



  • Diskusi Siang Bersama Prof. Wilchandry di Hotel Viony Painan, Tekankan Pentingnya Pembangunan SDM Indonesia

    Painan  –  nrtvnews.info Suasana hangat mewarnai diskusi siang bersama Prof. Wilchandry, atau yang akrab disapa Prof. Wily, di Ruang Tamu Hotel Viony Painan, Selasa siang. Sosok yang dikenal sebagai motivator senior ini telah banyak melanglang buana dan saat ini juga aktif sebagai Penasehat BPH Lidik Krimsus RI serta anggota MPO Forum Komunikasi Bela Negara (FKBN) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (9/12)

    Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat tersebut, Prof. Wily menyampaikan pandangan penting mengenai kondisi Indonesia saat ini. Ia menegaskan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan program kesadaran diri merupakan kunci utama bagi kemajuan bangsa.

    “Apabila dua hal ini sudah kuat dan berjalan dengan baik, Insya Allah Indonesia akan sejahtera dan berkemajuan,” ujar Prof. Wily ketika diwawancarai awak media.

    Menurutnya, meskipun Indonesia dianugerahi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, hal itu tidak akan memberi manfaat optimal apabila tidak dikelola oleh SDM yang kompeten.

    “Betapapun banyaknya SDA kita, namun jika yang mengolah tidak memiliki SDM yang baik, semuanya akan lari keluar Indonesia dalam tanda kutip,” tambahnya.

    Diskusi tersebut turut dihadiri oleh tokoh masyarakat Pesisir Selatan Drs. Damyursal serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pessel, Elpinas, S.Kom. Keduanya ikut menyimak dan berkontribusi dalam pembahasan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan tersebut.

    Tanpa terasa, waktu Zuhur pun tiba. Diskusi  ditutup dan melanjutkan kegiatan dengan shalat Zuhur berjamaah, sebagai penutup yang penuh kebersamaan.(Alpin)



  • PCM Bayu dan MdMC PWM Bengkulu Gelar Edukasi Kesehatan dan Gotong Royong di Nagari Pancung Taba

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews.info Ketua Pimpinan Cabang  Muhammadiyah (PCM) Bayang Utara Fakhrial Amir dan Pimpinan lainnya bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MdMC) PWM Bengkulu melaksanakan kegiatan edukasi bagi anak-anak terdampak banjir dan longsor di Nagari Pancung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Senin (8/12/2025).

    Kegiatan ini berfokus pada penyuluhan kesehatan mengenai cara mencuci tangan yang baik dan benar. Edukasi tersebut diberikan oleh Tim Kesehatan MdMC Bengkulu, yakni Arum Sekar dan Ayu Diliani, yang mengajarkan langkah-langkah cuci tangan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit pascabencana.

    Selain edukasi kesehatan, Tim MdMC laki-laki  Buya Agus, Hery, Marli dan Yadi  juga turut melakukan gotong royong bersama TNI dan masyarakat Nagari Pancung Taba. Kegiatan ini meliputi pengerjaan pengecoran Jembatan area terdampak, membantu perbaikan fasilitas umum, serta mendukung percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah pancung taba.

    PCM Bayang Utara dan MdMC Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama dalam aspek kesehatan dan pemulihan lingkungan. Mereka berharap kegiatan kolaboratif ini dapat meringankan beban warga serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang (Alpin)