
Terseret Arus Sungai, Warga Koto XI Tarusan Ditemukan Meninggal Dunia
Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews info Seorang warga Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terseret arus sungai. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Koto XI Tarusan, Polres Pesisir Selatan, pada Minggu (14/12/2025).
Kejadian itu berlangsung di aliran Sungai Lubuk Lenong, Sungai Tanuak, tepatnya di belakang SD Negeri 42, Kenagarian Barung-Barung Balantai Tengah. Korban diketahui bernama Gustimar (65), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Lubuk Buaya, Kenagarian Barung-Barung Balantai.
Berdasarkan Laporan Tuntas Nomor: LT/54/XII/2025/POLSEK KOTO XI TARUSAN/POLRES PESSEL/POLDA SUMBAR, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, saksi bernama Jasman melihat korban menyeberangi sungai dengan membawa seekor sapi. Namun hingga pukul 16.00 WIB, korban tidak kunjung pulang ke rumah.
Merasa khawatir, suami korban kemudian melakukan pencarian namun tidak membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00 WIB, keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat. Warga pun bersama-sama melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Barung-Barung Balantai.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 20.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Lubuk Lenong, Sungai Tanuak, dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal korban terlihat menyeberang sungai.
Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Koto XI Tarusan IPTU Irfan Chandra, SH, bersama anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta rumah duka. Korban selanjutnya dievakuasi, dan pihak kepolisian melakukan pendataan terhadap para saksi.
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga membuat surat pernyataan tidak akan menuntut secara hukum di kemudian hari.
Kapolsek Koto XI Tarusan menjelaskan bahwa langkah-langkah kepolisian yang diambil meliputi mendatangi TKP, mengevakuasi korban, mencatat keterangan saksi, serta melaporkan kejadian kepada pimpinan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat debit air meningkat dan arus cukup deras(Alpin)










































