Author: alpin


  • Bangunan Bergaya Non-Minangkabau di Tarusan Picu Tanda Tanya Warga

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Keberadaan sebuah bangunan yang disebut-sebut menyerupai rumah ibadah agama Hindu atau Buddha di kawasan Tarusan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat,Jumat  18/4/2026

    Bangunan tersebut dilaporkan berdiri di sekitar wilayah dekat Pulau Cubadak, tepatnya di area yang dikenal warga sebagai Batu Buaya.

    Kemunculan bangunan ini dinilai cukup mengejutkan, terutama karena bentuk arsitekturnya dianggap tidak mencerminkan ciri khas budaya Minangkabau. Sejumlah warga menyampaikan kebingungan sekaligus kekhawatiran terhadap fungsi serta latar belakang pendirian bangunan tersebut.

    “Sebagai daerah yang kuat dengan adat dan budaya Minangkabau, tentu kami berharap setiap pembangunan tetap memperhatikan nilai-nilai lokal,” ujar salah seorang tokoh agama  setempat.

    Tarusan sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Keindahan alamnya yang berpadu dengan kearifan lokal menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Oleh karena itu, masyarakat berharap setiap pembangunan di kawasan ini dapat selaras dengan identitas budaya Minangkabau yang khas, meskipun dikemas dalam konsep modern.

    Di sisi lain, isu ini juga memunculkan pertanyaan mengenai proses perizinan pembangunan. Warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan transparan terkait status bangunan tersebut, sekaligus memastikan bahwa setiap pembangunan telah melalui prosedur yang sesuai.

    Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk meninjau langsung kondisi di lapangan, guna meredam keresahan masyarakat serta menjaga harmoni antara perkembangan pariwisata dan pelestarian budaya lokal.

    Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai fungsi pasti bangunan tersebut.

    Masyarakat pun menunggu klarifikasi lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan.(Alpin)



  • Aisah Putri Salsabila dan Kapten Anggara Dirga Pratama Gelar Pernikahan Khidmat di Lengayang

    Pesisir Selatan –  nrtnews.info  Momen bahagia menyelimuti keluarga besar Dr. Ir. Devi Chandra, ST, MT dan Bidan Yulharni Eka Putri, S.Tr.Keb dalam pernikahan putri tercinta mereka, Aisah Putri Salsabila, S.Ked, dengan Kapten Inf. Anggara Dirga Pratama, S.Tr.(Han) Sabtu,18/4/2026

    Kapten Anggara merupakan putra dari Kapten Inf. Syahdan, SH dan Ibu Jiyanti. Prosesi pernikahan ini menjadi perpaduan nilai tradisi, kehormatan militer, dan kekayaan budaya Minangkabau.

    Acara akad nikah akan dilangsungkan pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di kediaman mempelai wanita di Jalan Pacuan, Lakitan, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Setelah akad nikah, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan.

    Sebelum prosesi akad, tamu undangan akan disuguhi upacara Pedang Pora, sebuah tradisi khas militer yang sarat makna penghormatan, yang menambah nuansa sakral dan istimewa dalam pernikahan ini.

    Pernikahan ini juga mencerminkan keberagaman budaya, di mana mempelai wanita berasal dari suku Melayu, sementara mempelai pria berasal dari suku Sikumbang, salah satu suku dalam tradisi Minangkabau.

    Seluruh rangkaian acara pernikahan ini dipersiapkan dengan matang di bawah koordinasi panitia yang dipimpin oleh Drs. Danyursal, guna memastikan acara berjalan lancar dan penuh khidmat.

    Momen ini diharapkan menjadi awal perjalanan rumah tangga yang harmonis, serta mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar kedua mempelai.(Alpin)



  • Petani Sawit Pesisir Selatan Terjepit, Harga TBS Terendah dan Potongan Timbangan Tertinggi di Sumbar

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Kondisi petani kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kian memprihatinkan. Di tengah usia daerah yang telah mencapai 78 tahun, para petani sawit justru dinilai belum menikmati kesejahteraan yang layak. Harga tandan buah segar (TBS) dari kebun rakyat tercatat sebagai yang terendah di provinsi, sementara potongan timbangan di pabrik justru paling tinggi, Rabu 16/4/2026

    Berdasarkan data terbaru per 14 April 2026 yang diperoleh oleh Novermal anggota DPRD Pesisir Selatan dari  Fraksi PAN, harga TBS yang ditetapkan pemerintah untuk kebun plasma dan mitra mencapai Rp4.180 per kilogram. Namun, harga TBS kebun rakyat di Pesisir Selatan hanya berada di angka Rp3.000 per kilogram. Angka ini jauh di bawah Kabupaten Sijunjung yang sudah mencapai Rp3.600 per kilogram.

    Tak hanya harga yang rendah, petani juga menghadapi potongan timbangan yang besar di tingkat pabrik. Jika di Sijunjung potongan berkisar 4–5 persen, di Pesisir Selatan justru mencapai 9–12 persen. Kondisi ini semakin memperparah kerugian yang ditanggung petani.

    Dengan luas kebun rakyat mencapai sekitar 41 ribu hektare, kerugian petani diperkirakan mencapai Rp41 miliar per bulan atau Rp492 miliar per tahun. Perhitungan ini didasarkan pada produktivitas minimal 1.000 kilogram per hektare, selisih harga Rp500 per kilogram, serta frekuensi panen dua kali dalam sebulan.

    Ironisnya, persoalan ini telah berlangsung lama dan berulang kali diperjuangkan, termasuk melalui dua kali hearing di DPRD setempat. Namun hingga kini, belum terlihat solusi konkret dari pemerintah daerah.

    Regulasi sebenarnya telah tersedia melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 yang mengatur pembelian TBS kelapa sawit pekebun mitra, termasuk kebun rakyat. Namun, hingga saat ini Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai turunan kebijakan tersebut belum juga diterbitkan di Sumatera Barat.

    Selain itu, ketimpangan juga terlihat pada struktur kepemilikan lahan. Dari total perkebunan sawit di Pesisir Selatan, sekitar 41 ribu hektare merupakan kebun rakyat, 36 ribu hektare berstatus HGU milik perusahaan, dan kebun plasma baru mencapai sekitar 700 hektare—jauh dari target ideal 7.200 hektare.

    Sejumlah pihak mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten untuk segera bertindak. Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Pesisir Selatan diminta segera menerbitkan Pergub terkait penetapan harga TBS kebun rakyat, melakukan pengecekan rendemen di wilayah Surantih hingga Silaut, serta membentuk kelembagaan petani yang kuat.

    Langkah lain yang diusulkan adalah menjadikan pedagang pengumpul sebagai pengurus kelompok tani atau koperasi, sehingga petani memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam bermitra dengan pabrik kelapa sawit.

    Selain itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) juga diminta turun tangan untuk mengawasi dugaan praktik usaha yang merugikan petani.

    Para petani berharap adanya keberpihakan nyata dari pemerintah. Jika harga TBS kebun rakyat di Pesisir Selatan dapat disetarakan dengan daerah lain seperti Sijunjung, maka potensi peningkatan pendapatan petani bisa mencapai Rp41 miliar per bulan atau Rp492 miliar per tahun.

    Di tengah dorongan investasi di sektor perkebunan, masyarakat menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama di lapangan(Alpin)



  • PMI Pesisir Selatan Gelar Donor Darah, Terkumpul 27 Kantong dalam Rangka Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar kegiatan donor darah yang berlangsung di Aula Rutan Kelas IIB Painan, Rabu (15/4/2026).

    Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari lima personel. Dari PMI Kabupaten Pesisir Selatan, hadir satu staf dan tiga relawan, yakni Fauziah, Masri, Edwin, serta Vido Tri Arlin. Sementara itu, dukungan juga datang dari Pusdatin yang diwakili oleh Riri Tri Utami.

    Dari pelaksanaan donor darah tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak 27 kantong darah yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Pesisir Selatan.

    Untuk mendukung kelancaran kegiatan, PMI juga menyiapkan satu unit ambulans gawat darurat sebagai sarana transportasi medis. Selain itu, posko operasional didirikan di Markas PMI Kabupaten Pesisir Selatan dengan dukungan tiga personel yang dilengkapi fasilitas seperti laptop, printer, jaringan internet, serta alat tulis kantor.

    Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin. PMI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna membantu sesama yang membutuhkan (Alpin)



  • Pesisir Selatan Rayakan Hari Jadi ke-78, Rapat Paripurna Digelar di PCC

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pesisir Selatan ke-78 Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gedung Painan Convention Center (PCC).

    Peringatan hari jadi tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 2 Tahun 1995 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Pesisir Selatan. Momentum ini menjadi ajang refleksi perjalanan panjang daerah sekaligus memperkuat komitmen dalam melanjutkan pembangunan ke depan.

    Rapat Paripurna dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya, Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan, serta Ketua DPRD Pesisir Selatan beserta jajaran wakil Dani Syafian dan anggota. Turut hadir pula para pejabat eselon II dan III, unsur Forkopimda, camat dan wali nagari se-Kabupaten Pesisir Selatan.

    Terlihat juga hadir tokoh Fundamental Pesisir Selatan Dr. H.Alirman Sori, SH,M.Hum.,MM , Novrial Bahrun, SH, M.Kn Dt. Suri Maharajo  dan tokoh  penting lainnya.

    Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, perwakilan LSM, insan media, serta berbagai undangan lainnya yang turut menyemarakkan peringatan hari bersejarah tersebut.

    Suasana berlangsung penuh semangat kebersamaan, mencerminkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah. Peringatan hari jadi ke-78 ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pesisir Selatan di masa yang akan datang.(Alpin)



  • GARSUS 08 DPD RIAU ADAKAN RAPAT KONSOLIDASI PERDANA BENTUK PENGURUS LENGKAP & POKJA STRATEGIS

    Pekanbaru – nrtvnews.info Menindaklanjuti arahan Ketum DPN Garsus 08 Raden Pujianto Sasmito, Garsus 08 DPD Riau mengadakan rapat konsolidasi perdana, di sekretariat Garsus 08 Riau Selasa (14/04/2026).

    Rapat dipimpin oleh Ketua dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes dan Sekretaris H Jhon Satri,SH.,MH bertempat di Sekretariat Garsus 08 Riau, Jln Sudirman Ujung, Sudirman Business Park Pekanbaru.

    Rapat dihadiri oleh Tim inti Garsus 08 Riau sebanyak 11 orang. Agenda rapat menyangkut konsolidasi Kepengurusan Garsus 08 DPD Riau, sekretariat Garsus 08 DPD Riau, membentuk Pokja strategis dan Panitia Pelantikannya.

    Disepakati bahwa untuk sekretariat Garsus 08 DPD Riau menempati Ruko 4 lantai di Jalan Sudirman Ujung Nomor 12, Sudirman Business Park Pekanbaru.

    Panitia Pelaksana Pengukuhan Pengurus Garsus 08 DPD Riau disepakai Ketuanya Mardun,SH, Wakil Ketua Rusdi Rajo Intan, Sekretaris Baikal,S.Sos.,M.Si, dan Bendahara Yoga Pratama,ST serta dilengkapi dengan beberapa orang Panitia Pelaksana lainnya.

    Pengukuhan Pengurus Garsus 08 Riau direncanakan pada tanggal 20 Juni 2026, bersamaan dengan Pengukuhan DPD IKM se-Riau, namun tempatnya berbeda. Pengukuhannya akan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting TNI & Polri, Kepala Daerah dan Tokoh masyarakat.

    Garsus 08 DPD Riau langsung akan dilantik oleh Ketum dan Sekjen DPN Garsus serta sejumlah pengurus DPN lainnya. Mulai saat ini diharapkan panitia telah mulai melakukan sejumlah persiapan, koordinasi dengan sejumlah pihak, ujar Ketua dr H Misri.

    Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Strategis dipimpin oleh H Suharmansyah,SH.,MH. Tugas pokok Pokja adalah menjaring 100 orang calon pengurus potensial di Provinsi Riau dan calon pengurus potensial di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau.

    Ketum DPN Garsus 08 Raden Pujianto Sasmito sangat menyambut baik apa yang dilakukan oleh Garsus 08 DPD Riau, karena sudah gerak cepat untuk memenuhi harapan kita semua agar kepengurusan ditingkat Daerah hingga kecamatan segera terbentuk pada tahun ini, ujar Ketum DPN 08.(Alpin)



  • Diskusi Siang di Masjid Polres Pessel Pendekatan Humanis Jadi Kunci Perangi Narkoba

    Pesisir Selatan — nrtvnews.info Usai pelaksanaan Sholat Zuhur, suasana Masjid di lingkungan Polres Pesisir Selatan tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah tokoh masyarakat dan aparat penegak hukum berkumpul dalam sebuah diskusi santai namun penuh makna, membahas persoalan serius yang tengah dihadapi daerah, maraknya penyalahgunaan narkoba,Selasa 14/4/2026

    Diskusi siang tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Polres (Waka Polres) Pesisir Selatan Kompol.H. Syafrizen,SH Dt. Rang Batuah,   Rahmad Fauzi, S.Ak., M.E. yang dikenal sebagai pengusaha muda di bidang minuman kopi kekinian, serta Drs. Damyursal dan Elpinas, S.Kom dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan, bersama jamaah lainnya.

    Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, isu utama yang diangkat adalah peran penegak hukum dalam menanggulangi penyebaran narkoba di tengah masyarakat.

    Waka Polres  Pessel H.Syafrizen  menekankan bahwa pendekatan yang paling efektif bukan semata-mata tindakan represif, melainkan pendekatan humanis.

    “Pendekatan jembatan hati menjadi langkah paling mujarab. Aparat harus turun langsung ke lapangan, berdialog, dan membangun kedekatan dengan masyarakat,” ungkapnya.

    Gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Elpinas selaku Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Pesisir Selatan. Ia menilai bahwa sinergi antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sosial yang kompleks ini.

    Menurut para peserta diskusi, penyalahgunaan narkoba bukan hanya masalah hukum, tetapi juga persoalan moral dan keimanan. Penyakit masyarakat ini dinilai telah menggerogoti nilai-nilai akhlak dan spiritual, sehingga perlu penanganan yang menyentuh aspek batiniah masyarakat.

    Diskusi yang berlangsung sederhana di rumah ibadah itu justru menghasilkan pemikiran mendalam: bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan menyentuh hati.( Alpin)



  • Olahraga Jadi Solusi Tekan Kekhawatiran Masyarakat terhadap Narkoba di Sumatera Barat

    Padang — nrtvnews.info Kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat semakin meningkat. Berdasarkan data dari Kapolda Sumatera Barat Gatot Tri Suryanta dalam acara Pengkajian Ramadhan 1447 H  Pimpinan Wilayah Muhammadiyah  yang lalu di Convention Hall Prof.Dr.H. Ahmad Syafii Maarif,  Sumatera Barat  saat ini menempati peringkat kelima secara nasional dalam tingkat pemakaian dan peredaran narkoba. Kondisi ini tentu menjadi alarm serius bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat luas, Senin 13/4/2026

    Namun di tengah situasi tersebut, olahraga muncul sebagai salah satu solusi yang dinilai efektif untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui pembinaan yang terarah serta pencapaian prestasi, olahraga tidak hanya membentuk fisik yang sehat, tetapi juga mental yang kuat dan disiplin.

    Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah konkret untuk memastikan para atlet tetap bersih dari pengaruh narkoba. Sebanyak 190 atlet binaan telah menjalani tes kesehatan sekaligus tes narkoba di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

    “Hasilnya sangat menggembirakan, 100 persen atlet yang kami bina dinyatakan negatif narkoba. Ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga yang serius dapat menjadi benteng kuat terhadap penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

    Menurut Hamdanus, olahraga memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan potensi mereka. Selain itu, target prestasi yang jelas membuat atlet memiliki tujuan hidup yang lebih terarah sehingga tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan negatif.

    Para ahli juga menilai bahwa keterlibatan dalam aktivitas olahraga mampu meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat karakter, serta membangun lingkungan sosial yang sehat. Hal ini menjadi faktor penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

    Dengan kondisi Sumatera Barat yang berada di posisi rawan, kolaborasi antara pemerintah, institusi olahraga, sekolah, dan keluarga sangat diperlukan. Pembinaan olahraga yang berkelanjutan diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi muda yang bebas dari narkoba.

    Upaya ini menjadi bukti bahwa solusi terhadap masalah sosial tidak selalu harus bersifat represif, tetapi juga bisa melalui pendekatan preventif yang positif salah satunya melalui olahraga (Alpin)



  • Oleh : Alpin PDM Pessel Pengiat  Medsos & Media

    Oleh : Alpin PDM Pessel Pengiat  Medsos & Media

    Sepekan terakhir di Pesisir Selatan terasa seperti potongan-potongan kisah yang saling bertabrakan antara harapan, duka, semangat, dan juga tanda tanya yang belum terjawab. Di tengah riuhnya kabar yang datang silih berganti, masyarakat mencoba mencerna satu per satu, seolah menyusun mozaik besar tentang wajah daerah Pesisir Selatan hari ini.

    Di sudut Nagari Amping Parak, angin laut membawa kabar yang membanggakan. Sosok Haridman Kambang menjadi buah bibir, bukan hanya di kampungnya, tetapi hingga ke tingkat nasional bahkan dunia. Ia dikenal sebagai penggerak ekowisata yang dengan tekun membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Upaya yang dulunya dipandang sederhana, kini berbuah manis. Kawasan Amping Parak diajukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meraih penghargaan internasional dari PBB. Warga pun tersenyum bangga sebuah bukti bahwa kerja tulus dari kampung kecil bisa menggema hingga ke panggung dunia.

    Namun, kebanggaan itu berdampingan dengan kabar pilu. Di aliran Sungai Liku, seorang lansia ditemukan meninggal dunia. Kejadian itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Sungai yang biasanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mendadak menjadi saksi bisu sebuah peristiwa tragis. Banyak yang kemudian merenung, tentang keselamatan, tentang perhatian terhadap para orang tua, dan tentang rapuhnya hidup manusia.

    Di sisi lain, kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan. Sejumlah siswa Pesisir Selatan berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri ternama. Nama-nama mereka menjadi inspirasi baru, terutama bagi generasi muda di kampung-kampung. Di tengah keterbatasan, mereka membuktikan bahwa mimpi tetap bisa diraih. Orang tua, guru, dan masyarakat ikut merasakan kebanggaan yang tak terucapkan.

    Sayangnya, dunia pendidikan di Pesisir Selatan ini juga diselimuti kabut tanda tanya. Muncul isu tentang “aktor luar” yang diduga bermain di balik proyek pendidikan. Publik mulai bertanya-tanya, mempertanyakan transparansi dan keadilan. Kepercayaan yang seharusnya menjadi fondasi, kini diuji oleh bayang-bayang yang belum jelas bentuknya.

    Tak hanya itu, dinamika pemerintahan daerah pun memanas. Seorang mantan pejabat inspektorat merasa dizalimi dan memilih mencari perlindungan ke tingkat yang lebih tinggi. Sementara itu, pemberhentian sementara Kepala Dinas Pertanian juga menjadi misteri yang belum terjawab. Kepala BKPSDM memilih bungkam, membuat spekulasi semakin liar. Di warung kopi hingga ruang diskusi kecil, masyarakat membicarakan hal ini dengan penuh rasa ingin tahu, bahkan kekhawatiran.

    Di tengah berbagai persoalan tersebut, semangat gotong royong tetap hidup. PMI Pesisir Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran. Tanpa banyak bicara, mereka hadir membawa harapan di tengah musibah. Begitu pula Dinas PUPR yang mulai “tancap gas” mendukung gerakan Indonesia Asri dengan langkah sederhana, membersihkan lingkungan kantor. Sebuah langkah kecil, namun diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat luas.

    Sementara itu, kritik terhadap sektor pariwisata Sumatera Barat terdengar semakin lantang. Banyak pihak menilai masih ada yang perlu dibenahi, mulai dari pengelolaan hingga kebersihan. Bahkan Amping Parak yang sedang naik daun pun tak luput dari sorotan, terutama terkait pengelolaan sampah dalam penilaian Adipura. Ini menjadi pengingat bahwa popularitas harus diiringi dengan tanggung jawab.

    Di bidang olahraga, semangat juang terlihat dari para atlet IPSI Pesisir Selatan yang dilepas untuk mengikuti pemusatan latihan daerah di Padang. Mereka membawa harapan, tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga untuk mengharumkan nama daerah.

    Namun, satu gelombang besar tampak mulai terbentuk. Para tenaga kesehatan honorer yang dirumahkan berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran ke kantor DPRD. Mereka merasa haknya terabaikan, pengabdiannya tak dihargai. Jika aksi itu benar terjadi, maka akan menjadi ujian lain bagi pemerintah daerah dalam merespons aspirasi rakyatnya.

    Semua peristiwa ini, baik yang membanggakan maupun yang mengkhawatirkan, menjadi cerminan nyata kondisi Pesisir Selatan hari ini. Pemerintah daerah dituntut untuk hadir, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai penentu arah. Masyarakat menunggu langkah nyata bukan sekadar janji.

    Di balik semua itu, Pesisir Selatan tetaplah tanah yang hidup. Dengan lautnya yang luas, sungainya yang mengalir, dan masyarakatnya yang penuh semangat. Kisah sepekan ini mungkin penuh warna, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh, dan setiap harapan selalu punya ruang untuk diperjuangkan.



  • Atlet Pencak Silat Pesisir Selatan Dipanggil Ikuti Pelatda Sumbar Jelang Porprov 2026

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info  Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat resmi memanggil atlet-atlet terbaik untuk mengikuti Pelatihan Daerah (Pelatda) berjalan sebagai persiapan menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar Oktober 2026 serta Babak Kualifikasi (BK) PON XXII tahun 2027, Jumat 10/4/2026

    Pemanggilan tersebut tertuang dalam surat bernomor 021.KH/IPSI-SB/IV-2026 yang ditujukan kepada seluruh Ketua Pengcab IPSI kabupaten/kota di Sumatera Barat. Dalam surat itu disebutkan bahwa atlet yang dipanggil merupakan para juara pertama pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) tahun 2025.

    Salah satu atlet yang mendapat panggilan adalah M. Riski Syahputra dari Kabupaten Pesisir Selatan yang akan bertanding di kelas G. Ia diminta hadir di Sekretariat Pengprov IPSI Sumbar di Padang untuk mengikuti Pelatda terpusat yang akan berlangsung mulai 10 April hingga 12 April 2026.

    Ketua IPSI Pesisir Selatan, Muslim Arif, S.Pd.I, menyampaikan dukungannya kepada atlet yang akan berangkat. Sebelum keberangkatan, M. Riski Syahputra terlebih dahulu menghadap Ketua IPSI Pessel di ruang kerjanya, didampingi oleh pelatih Hendra serta Humas IPSI Pessel  Elpinas, S.Kom.

    “Ini merupakan kesempatan penting bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membawa nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Muslim Arif.

    Secara resmi, keberangkatan M. Riski Syahputra dilepas oleh Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli, di kantor KONI Pessel. Acara pelepasan tersebut juga dihadiri oleh Ketua I IPSI Pessel Afdalia Melco di dampingi oleh Elpinas, S.Kom selaku Humas IPSI Pesisir Selatan serta pelatih Hendra dan  Atlet M. Riski Syahputra.

    Pelatda ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi dan pembinaan atlet menuju ajang yang lebih besar. Para atlet diwajibkan membawa kelengkapan administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, dan fotokopi ijazah saat melapor ke panitia.

    Dengan persiapan yang matang melalui Pelatda, diharapkan atlet-atlet Sumatera Barat mampu meraih prestasi maksimal di Porprov 2026 dan melangkah lebih jauh hingga ke PON XXII tahun 2027 mendatang ( Alpin)


     



  • Putra Hadi & Suci Wulandari Resmi Menikah, Resepsi Digelar Meriah di Puluik – Puluik

    Bayang Utara – Pesisir Selatan nrtvnews. info Kabar bahagia datang dari pasangan Putra Hadi, ST dan Suci Wulandari, S.Pd yang resmi mengikat janji suci pernikahan pada Jumat, 3 April 2026. Prosesi akad nikah berlangsung khidmat di Masjid Nurul Iman, Calau, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.

    Putra Hadi merupakan putra ketiga dari pasangan Bapak Erwanto, SH dan Ibu Syafnidar, S.Pd. Sementara itu, mempelai wanita, Suci Wulandari, S.Pd adalah putri ketiga dari Bapak Erman dan Ibu Sabarni.

    Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti jalannya akad nikah yang dihadiri keluarga besar, kerabat, serta masyarakat sekitar. Dengan satu tarikan napas, ijab kabul berhasil diucapkan dengan lancar, menandai sahnya kedua mempelai sebagai pasangan suami istri.

    Sebagai bentuk syukur dan berbagi kebahagiaan, resepsi pernikahan digelar pada Rabu, 8 April 2026 di Kampung Puluik, tepatnya di kawasan Puluik Jembatan Akar, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan. Acara resepsi berlangsung meriah dengan kehadiran tamu undangan dari berbagai daerah.

    Masyarakat setempat turut memberikan doa dan harapan terbaik bagi kedua mempelai agar senantiasa diberi kebahagiaan, keharmonisan, serta keberkahan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

    Pernikahan ini menjadi momen istimewa yang tidak hanya mempererat dua keluarga besar, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.(Alpin)



  • PMI Pesisir Selatan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Batangkapas

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pesisir Selatan bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah yang terjadi di Kampung Anakan, Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilie, Kecamatan Batangkapas, Selasa 6/4/2026

    Dalam kegiatan distribusi bantuan yang dilakukan pada Senin (6/4), tim yang diterjunkan berjumlah enam orang, terdiri dari empat staf dan dua relawan PMI. Selain itu, turut terlibat dua personel dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), yakni Kepala Markas Aldianto Chan dan staf Riri Tri Utami.

    Proses distribusi bantuan di lapangan dilaksanakan oleh empat petugas, yaitu Riko Leo Nardo, Fauziah, Edwin, dan Maizon April. Mereka menyalurkan berbagai kebutuhan mendesak bagi korban terdampak kebakaran.

    Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, hygiene kit, pakaian layak pakai, baskom, serta peralatan seperti sekop dan cangkul. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakejadian.

    Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran tersebut mengakibatkan satu unit rumah hangus terbakar dan berdampak pada dua kepala keluarga (KK).

    Dalam mendukung kegiatan ini, PMI juga mengerahkan satu unit ambulans gawat darurat sebagai kendaraan operasional. Sementara itu, posko penanganan didirikan di Markas PMI Kabupaten Pesisir Selatan dengan dukungan tiga personel. Posko tersebut dilengkapi fasilitas seperti laptop, printer, jaringan internet, serta alat tulis kantor guna menunjang kelancaran administrasi dan koordinasi.

    PMI Pesisir Selatan memastikan akan terus memantau kondisi korban dan siap memberikan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.(Alpin)