Author: alpin


  • Hari Kedua FGD ( Forum Gruop Discussion) yang di Gelar KPU Kabupaten Pesisir Selatan menuai  Kritikan dan Saran  untuk perbaikan ke Depan.

    Pada hari  ini rabu,12 Februari 2025 para peserta yang terdiri dari  perwakilan  berbagai komunitas, aktivis  dan pemangku kepentingan  lokal berkesempatan untuk menyampaikan  pandangan serta pendapat mereka  mengenai tahapan – tahapan  penting dalam proses  Pilkada.

    FGD dibagi menjadi lima  kelompok dalam kelompok  tersebut  membahas beberapa  problem  yang berkaitan  dengan Proses Pilkada mulai dari rekrutmen anggota  Ad-hoc  sampai dengan  perhingan suara

    Diskusi malam sebelumnya menyentuh berbagai isu krusial yang terjadi selama proses Pilkada , mulai dari pengkrekrutan dan penempatan anggota Ad-hoc hingga tantangan yang muncul dalam proses penghitungan suara, beberapa peserta menekankan  pentingnya transparansi dan akuntabilitas  dalam setiap langkah yang diambil oleh penyelenggara  pemilu dapat terjaga, tidak hanya itu para peserta juga  mendiskusikan  perlunya edukasi politik dan penyuluhan yang lebih baik untuk petugas pemilu di lapangan agar mereka  dapat melaksanakan  tugasnya  dengan efektif dan profesional dengan mengidentifikasi  berbagai hal yang perlu di perbaiki, diharapkan dapat muncul langkah – langkah konkret  yang mampu meningkatkan  kualitas penyelenggaraan pemilu di masa depan .

    Dengan demikian masyarakat tidak hanya akan merasakan hasil yang lebih positif dari kinerja penyelenggara pemilu, tetapi juga semangat dalam berpartisipasi  baik dalam pemilihan umum legislatif ( Pileg) maupun pemilihan kepala daerah.( Alpin)



  • Pembangunan Pariwisata Halal Mesti dilakukan di Pesisir Selatan: Menuju Destinasi Wisata Berbasis Syariah yang Menjanjikan

    Painan, 11 Februari 2025 – Pengembangan pariwisata halal di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini menjadi perhatian serius. Mardianton, Wakil Ketua PD. Muhammadiyah Pesisir Selatan Bidang Ekonomi dan Pariwisata, menegaskan bahwa langkah-langkah strategis untuk memajukan sektor pariwisata halal harus segera dilakukan oleh pemangku kepentingan. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan bahwa sektor pariwisata di daerah tersebut berkembang dengan mengedepankan prinsip-prinsip syariah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.

    Mardianton mengungkapkan bahwa sektor pariwisata halal dapat membawa dampak positif, tidak hanya bagi pariwisata itu sendiri, tetapi juga bagi perekonomian masyarakat setempat. Salah satu langkah pengembangannya adalah dengan melibatkan pelaku usaha lokal serta masyarakat dalam pengelolaan pariwisata halal dengan memanfaatkan kapasitas masyarakat kolal. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat lokal bisa meningkat seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata.

    Salah satu hal penting yang penting untuk dilakukan adalah penyusunan panduan dan regulasi yang jelas terkait pelaksanaan wisata halal bagi DPRD Pesisir Selatan, yang nantinya dapat dijadikan acuan bagi para pelaku usaha dan wisatawan. Panduan ini perlu dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda), yang juga diharapkan dapat menjadi standar bagi pengelolaan wisata halal di Pesisir Selatan. Keberadaan Perda tersebut diyakini dapat menciptakan iklim pariwisata yang sehat dan sesuai dengan tuntutan zaman.

    Hal senada juga disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesisir Selatan dan DPRD Pesisir Selatan. Dalam pertemuan tersebut, PDM menyampaikan harapannya agar Perda Pariwisata Halal (halal tourism) dapat segera terwujud dan menjadi daya tarik yang membedakan pariwisata di Pesisir Selatan dengan pariwisata yang ada di kabupaten atau kota lainnya di Sumatera Barat.

    Pengembangan pariwisata halal ini juga selaras dengan potensi wisata alam yang ada di Pesisir Selatan, seperti ekowisata hutan mangrove, wisata alam Jembatan Akar, dan Bayang Sani dan ekowisata sepanjang pesisir kabupaten Pesisir Selatan. Kawasan-kawasan ini memiliki daya tarik luar biasa, baik dari segi keindahan alam maupun keberagaman hayati yang ada. Wisatawan yang datang bisa menikmati keindahan hutan mangrove yang masih alami, sambil belajar tentang pentingnya konservasi alam. Begitu pula dengan Jembatan Akar yang menjadi objek wisata alam yang memikat dengan pemandangan yang menakjubkan dan udara segar yang menenangkan.

    Penerapan konsep pariwisata halal pada objek-objek wisata ini diharapkan tidak hanya akan memperkenalkan Pesisir Selatan sebagai destinasi wisata halal yang nyaman dan aman, tetapi juga mengangkat potensi ekonomi lokal. Diharapkan, sektor pariwisata ini mampu memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkenalkan budaya serta keindahan alam Pesisir Selatan ke tingkat nasional dan internasional.

    Dengan adanya regulasi yang jelas dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Pesisir Selatan dapat menjadi salah satu daerah yang sukses dalam mengembangkan pariwisata halal, yang pada gilirannya akan berperan penting dalam meningkatkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat (Alpin)



  • KPU Kabupaten Pesisir Selatan Gelar FGD Evaluasi Pilkada Serentak Nasional 2024 Bersama Pihak Eksternal.

    KPU Kabupaten Pesisir Selatan gelar FGD ( Forum Gruop Discussion) yang diadakan oleh KPU Kabupaten Pesisir Selatan  11-12 Februari 2025 di ZHM Premiere hotel padang

    Kegiatan ini merupakan forum penting yang melibatkan berbagai elemen vital dalam proses demokrasi

    Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Pessel, Kapolres Pessel, Dandim  Pessel, Kejaksaan Negeri  Pessel, Pengadilan Negeri Pessel, SKPD, Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Pessel, PD NU Pessel,  Camat se Kabupaten Pessel, LO Pasangan Calon, Ormas kemasyarakatan, serta media.

    Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukan betapa seriusnya KPU dalam meninjau kembali pelaksanaan  pemilukada yang baru saja berlangsung.

    Ketua KPU  Pesisir Selatan Aswandi menyampaikan kepada awak media  bahwa tujuan dari FGD ini tidak hanya untuk mengetahui kepuasan masyarakat  terkait pemilukada yang telah dilaksanakan baru – baru ini  tetapi juga berfungsi sebagai flatfrom untuk mengumpulkan umpan balik yang kontruktif

    Dalam diskusi tersebut diharapkan terjalin komunikasi yang efektif antar penyelenggara pemilu dan masyarakat agar setiap pandangan dan saran  dari masyarakat dapat tertampung dengan baik

    Hal ini menjadi sangat penting agar evaluasi yang dilakukan  dapat mengarah kepada perbaikan sistem pemilu dimasa yang akan datang.

    Lebih jauh lagi Aswandi menjadikan bahwa hasil dari diskusi ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk menciptakan suasana pemilu yang lebih transparan dan akuntabel

    Dengan demikian masyarakat dapat merasakan  kepuasan dari pelayanan penyelenggara pemilu serta memastikan bahwa  proses demokrasi  berjalan dengan baik

    Tanpa adanyanya interprensi  yang merusak seperti tekanan, ataupun praktek money politics, kesadaran akan pentingnya Partisipasi  aktif  dan pengawasan dari  masyarakat  diharapkan dapat memperkuat pondasi demokrasi di Pesisir Selatan. Sehingga kedepan setiap gelaran pemilu dapat berlangsung lebih aman, adil dan berintegritas (Alpin)



  • Persatuan Wanita Pesisir Selatan (PWPS) Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Kabupaten Pesisir.

    Rapat dengan pendapat  PWPS  dengan DPRD Kabupaten Pessel dihadiri oleh Ketua PWPS Dr.Hj. Wiwik Mairawita Marlis Rahman, M.Si dan juga dosen Unand berserta pengurus lainnya, Senin 10/2/2025

    Dalam rapat  Dengar Pendapat tersebut banyak hal – hal yang disampaikan oleh ketua PWPS Dr. Hj.Wiwik  terkait permasalahan penyakit masyarakat dan kekerasan dalam rumah tangga.

    Kepedulian  dan perhatian dari  Perkumpulan Wanita Pesisir Selatan ini perlu kita acungkan jempol dengan semangat  dan pengorbanan materil maupun non materil tanpa lelah perkumpulan wanita Pessel ini mampu eksis dan memberikan kontribusi yang luar biasa untuk masyarakat Pesisir Selatan.

    Ketua Perkumpulan Wanita Pessel Dr.Hj.Wiwik menyampaikan dihadapan Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan  Darmansyah, S.Ag, bahwa   dalam menjalankan operasionalnya perkumpulan wanita Pessel ini  menyisihkan sedikit riskinya untuk membiayai operasional demi membangun moral dan akhlak masyarakat Pesisir Selatan.

    Lebih lanjut di sampaikan Hj.Wiwik  “kita merasa malu” di Pesisir Selatan  banyak beredar informasi  yang negatif tentang moral  dan Akhlak  masyarakat Pesisir Selatan.

    Rapat dengar pendapat tersebut mendapat respon positif dari ketua dan anggota DPRD Kabupaten Pessel

    Rapat Dengar Pendapat ini menjadi sebuah forum strategis dimana ketua PWPS menyampaikan program kerjanya yang fokus pada moral dan akhlak.

    Melalui pertemuan ini diharapkan terciptanya kolaborasi yang erat  antara lembaga pemerintah dan Perkumpulan Wanita Pesisir Selatan guna membangun Pesisir Selatan menjadi daerah yang lebih sejahtera dan berakhlakul kharimah yang mulia ( Alpin)



  • Sekolah Dasar Negeri 02 Gurun Panjang Kapuh terletak di kenagarian Kapuh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Tampil Beda

    Gagasan dan Inovasi Kepala Sekolah SD Negeri 02 Gurun Panjang  Kapuh Nursamayati S.Pd dan didukung oleh guru  wali kelas Cheni Mayora S.Pd.I sedang menunjukan kebanggaan mereka dengan penampilan yang nyata dan istimewa

    Kegiatan ini tidak hanya menonjolkan  identitas sekolah tetapi juga membentuk karakter dan disiplin siswa

    Dengan cara berpakaian yang elegan anak – anak SD Negeri 02 Gurun Panjang Kapuh memancarkan pesona yang  khas dan menawan dalam seragam sekolah yang mereka kenakan, kombinasi antara seragam yang rapi dan tambahan rompi yang modis memberikan nuansa ekslusif serta meningkatkan kepercayaan diri para siswa.

    Setiap rompi dilengkapi dengan dasi  yang serasi menambah kesan formal dan terencana.

    Hal ini tidak hanya mencerminkan nilai estetika tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan moral yang diajarkan kepada mereka bahwa penampilan yang rapi adalah cerminan sikap dan penghormatan pada diri sendiri serta orang lain, ujar Ibu Nursamayati S.Pd. Dengan penampilan yang rapi  mereka tidak hanya siap menimba ilmu tetapi juga belajar mengenai pentingnya  disiplin dan kerja sama dalam menjaga citra sekolah mereka dengan baik.(Alpin)



  • Rapat Dengar Pendapat DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel.

    Rapat Dengar Pendapat tersebut  murupakan sebuah kegiatan yang penting yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kabupaten Pessel, Senin 10/2/2025.

    Pertemuan ini dihadiri oleh tokoh muhammadiyah, termasuk ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Buya Aprizal M.Pd  bersama dengan sejumlah anggota penting lainya seperti Adril Maiyanto,M.Pd, Elpinas,SKom, Dr (c) Mardianton, M.Pd dan Buya Dr Afrianto M.Ag, selain itu hadir pula Buya Dr. Lukman Hakim M.Pd, Buya Hadis, S Ag dan Buya Ermawan Saputra, S.Ag  yang merupakan bagian dari struktur kepemimpinan muhammadiyah yang berperan signifikan dalam pengembangan Lembaga  Pimpinan Cabang dan Ranting muhammadiyah masyarakat Pesisir Selatan, juga hadir Aliamran,M.Pd, Buya Sapta Kardeni,S Ag dan Novrial Bahrun, SH,M.Kn menambah kekuatan dan keberagaman perspektif yang akan dibahas dalam rapat tersebut.

    Tidak hanya itu, rapat dengar pendapat juga dihadiri oleh ketua pimpinan  Aisyiah Muhammadiyah Kabupaten Pessel Dra.Hj.Nasrida, serta ketua Pemuda Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel yang memiliki peran krusial dalam menarik generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan dalam rangka menciptakan sinergi antara semua elemen masyarakat.

    Ketua  dan  berbagai elemen organisasi seperti IMM, NA dan IPM tampil dengan membawa aspirasi dan harapan pemuda Pessel.

    Rapat Dengar Pendapat ini menjadi sebuah forum strategis dimana Pimpinan Daerah Muhammadiyah menyampaikan program kerja yang berfokus pada penguatan nilai – nilai keagamaan dan sosial serta rekomendasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel. Rekomendasi itu bertujuan untuk memberikan masukan yang konstruktif sekaligus saran – saran  yang realistis kepada DPRD Kabupaten Pessel agar dapat dibahas dan di implementasikan  demi mencapai perkembangan  dan kemajuan umat dimasa depan.

    Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Buya Aprizal menyampaikan  lima point  penting 1. Sekolah formal harus sejalan dengan  surau 2. Imam Masjid   disejahterakan 3. Ekonomi berbasis Masjid 4. Kenakalan remaja yang sangat memprihatinkan 5. Perlu rasanya di bentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) Pessel dan Buya Aprizal menegaskan  Pimpinan Daerah Muhammadiyah siap menjadi aktornya karena SDM Muhammadiyah sangat mumpuni,  disamping itu Buya menekankan Ulama harus sejalan dengan adat, kalau tidak itu akan menambah kehancuran, ujar Buya Aprizal dengan lantang.

    Masukan dan saran yang disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel  mendapat respon yang baik dari ketua DPRD maupun Ketua dan Anggota Fraksi yang hadir.

    Melalui pertemuan ini diharapkan  terciptanya kolaborasi yang erat antara lembaga pemerintah dan organisasi Muhammadiyah, guna membangun Pessel menjadi Daerah yang lebih sejahtera dan berkeadilan. (Alpin)



  • Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan Minggu   hari ini di tutup dengan Resmi.

    Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan  yang diselenggarakan dari  hari Jumat sampai hari minggu (7-9/2/2025)  dan hari ini penutupan secara resmi.

    Pada acara penutupan  Pelatihan Mubaligh dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat  Wakil Sekretaris Jon Misfar, Hendri Navigator  dan pimpinan lainnya.

    Sedangkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pessel yang  hadir Buya Afrianto, Buya  Lukman Hakim, Mardiaton, Elpinas, Adril  Maiyanto dan  buya Hadis

    Dalam acara penutupan Mubaligh Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan  ada pesan dan kesan dari peserta Randi Putra dari PCM  Barung – barung belantai  menyampaikan kepada hadiran yang hadir bahwa penutupan hari ini bukan berakhirnya  pelatihan mubaligh ini, namun  kita akan terus  mengembangkan pelatihan mubaligh ini   di Cabang – cabang dan ranting Muhammadiyah di tempat wilayah masing – masing, sehingga muhammadiyah terus berkembang  di Pesisir Selatan.

    Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyerahan peserta Pelatihan Mubaligh  dari Master of Training Hendri Navigator  kepada  ketua Panitia  Mubaligh Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan  Mardianton dan sekaligus pelepasan Cocarde peserta oleh ketua Panitia Pelatihan Mubaligh (Alpin)



  • Ketua Askab PSSI Pessel Kedepan Harus Maniak Bola dan Paham Dengan Sepak Bola.

    Mario Rosy mantan Ketua Seksi Wartawan Olahraga ( SISWO ) Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI), Kabupaten Pesisir Selatan angkat bicara tentang nasib organisasi sepak bola Kabupaten Pesisir Selatan.

    Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Indonesia( ASKAB PSSI) Kabupaten Pesisir Selatan  menurut Mario ke depan harus di isi orang – orang berkompeten di bidang sepak bola, minimal yang gila bola, dan mengerti serta paham dengan seluk beluk dengan sepak bola.

    ” Ya, minimal calon ketua ASKAB PSSI Pessel harus memikiki wawasan yang luas tentang kemajuan sepak bola, relasi yang luas di luar. Jangan hanya seperti memasukan kucing dalam karun,” ungkap Mario.

    Dikatakan Mario, Pesisir Selatan memilki segudang talenta emas bibit – bibit muda sepak bola,  potensi yang ada ini harus bisa bisa di kembangkan. Tentuhnya dengan melibatkan para coach ada di sekolah sepak bola ( SBB) di Kabupaten Pesisir Selatan.

    Pembinaan usia muda dari tingkatan umur secara berjenjang harus di laksanakan olh ASKAB PSSI Pessel  dalam memberikan jam terbang dan pengalaman, serta mental bermain. 

    Dan, pertandingan antar SSB , antar nagari dan antar kecamatan harus terus di gulirkan, baik dari level yunior sampai senior harus terus diadakan,” sambungnya

    ” Membangun sepak bola yang profesional untuk mencapai prestasi memang harus dilakukan dari tingkatan bawah yang berjenjang,  butuh anggaran cukup besar. Dan, butuh sosok leader yang benar – benar ahli di bidang nya. Itu menjadi pekerjaan rumah calon ketua Askab PSSI Pessel,” kata mantan Ketua SISWO PSSI Pessel .

    Lebih lanjut, fasilitas Gor H.Ilyas Yakub Rawang Painan Mario berharap bisa dipercayakan pengelolaan oleh ASKAB PSSI Pessel. Dan tidak lagi dikelolah oleh dinas terkait saja (Rio)



  • Direktorat PSKBA Kemensos Verivali Usulan BBR 18 Unit Rumah Korban Bencana Alam di Kecamatan Sutera dan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan.

    Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial RI, Kamis yang lalu (06/02),

    melakukan verivali usulan 18 Unit rumah korban bencana alam yang terjadi pertengahan Desembar 2024 dan awal Januari 2025 lalu,  sesuai surat tugas Plt.Direktur PSKBA Kemensos No. 309/3.2/B.S00.01/2/2025, tanggal 3 Februari 2025, kepada stafnya Indra Bismantara, Pekerja Sosial Ahli Muda Direktorat PSKBA dan Ammar Hanif Al Banna, ikut mendampingi staf Dinsos dan Tagana Propinsi Sumatera Barat,  Bidang Linjamsos Dinsos PPrPA Kabupaten Pesisir Selatan.

    Verivali  ( Verifikasi dan Validasi ) ini menindaklanjuti Surat Sekretaris Daerah Pesisir Selatan No.400.9.10/2055/Dinsospprpa/2024 tanggal 16 Desember 2024,  hal Permohonan Bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR) akibat bencana alam abrasi pantai dan Longsor, pohon tumbang yang terjadi di Kecamatan Sutera dan Lengayang dimana ada 7 unit rumah rusak berat, 3 rusak sedang dan 8 rusak ringan.

    Kepala Dinas Sosial PPrPA Pesisir Selatan, Wendra Rovikto didampingi bid Linjamsos, mengucapkan terimakasih kepada Tim Kemensos RI dan Dinsos Propinsi, “Kedatangan bapak-bapak sebelumnya sudah kami sampaikan kepada Bapak Sekda, Camat dan Walinagari terkait, terimakasih atas atensi dan quick responnya, semoga seluruh usulan dikabulkan, ungkapknya saat menerima tim diruang kerjanya, Kamis yang lalu (06/2)

    Verivali BBR di diawali di lokasi Nagari Koto Taratak Sutera, dihadiri oleh Walinagari dan jajaran serta keluarga terdampak yang masuk usulan BBR (3 KK), dilanjutkan di Nagari Surantih, dihadiri oleh Kasi Kesos kecamatan Sutera, Walinagari, Sekretaris dan Bendaharawan Nagari Surantih, Kepala Kampung serta beberapa keluarga terdampak (14 KK), terakhir di Nagari Lakitan dihadiri Kasi Kesos, Pj.Wali Nagari, Sekretaris Nagari, Kepala Kampung serta keluarga terdampak   (1 KK).

    Indra Bismantara, Pekerja Sosial Ahli Muda

    Direktorat PSKBA dan Ammar Hanif Al Banna menyampaikan, program BBR Kemensos adalah program sosial diselenggarakan Dirjen Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial melalui Direktorat PSKBA Kemensos, bertujuan memberikan bantuan kepada korban bencana alam yang rumahnya rusak akibat bencana, memulihkan kondisi rumah, membantu korban bencana alam untuk memperbaiki atau membangun kembali rumah yang rusak serta meringankan beban ekonomi korban, akibat kerusakan rumahnya.

    Indra menambahkan, bantuan yang diberikan berupa bahan-bahan bangunan yag dibutuhkan sesuai tingkat kerusakannya, maksimal bantuan Rp.25 juta akan disalurkan ke korban bencana alam, diharapkan dapat membantunya segera pulih dan memiiki tempat tinggal yang layak. 

    Selesai verivali lapangan, Tim PSKBA, Dinsos Prop dan Kabupaten melanjutkan dengan pembahasan sementara hasil verivali dengan penandatanganan berita acara hasil verivali di Dinas Sosial Kabupaten, dari 7 yang rusak berat,  6 layak dibantu, dari 3 rusak sedang, 1 layak dibantu, sedangkan dari 8 rusak ringan  tidak ada yang layak dibantu. Hasil berita acara ini sekembalinya ke Jakarta (Senin red) dilaporkan ke Direktur untuk rekomendasi persetujuan  (Alpin)



  • Datang Ke SPKT Polres Pessel, Pemilik Tangki CPO Bikin Laporan Polisi.

    Pesisir Selatan

    Merasa dirugikan, dan tidak terima dengan atas dugaan pemggelapan minyak CPO pelapor Robi Junaidi melaporkan peristiwa itu ke SPKT Polres Pesisir Selatan. Sabtu (8/2/2025).

    Kepada media, Robi menunjukan hasil laporan polisi LP /B/ 19/II/ 2025/ Polres Pessel tanggal 8 Februari 2025 .

    Dalam laporan tersebut Ia melaporkan perkara dugaan Tindak Pidana Penggelapan Minyak CPO satu unit truk tangki dengan nopol BA. 9392 BIJ merek Hino milik PT. Erlimaem Lestari Abadi dengan DO no 2025 MM – CPO/ DO/17/LDS angkutan PT. Lestari Buana Sakti.

    ” Kejadian itu baru kita ketahui pada hari Sabtu 8 Februari 2025 pukul 05.30 Wib, bertempat di jalan raya Air Haji, Kenagarian Ilalang Panjang, Kecamatan Air Pura, Kecamatan Air Pura, Kabupaten Pesisir Selatan,” ucap Robi Junaidi.

    Ia mengatakan, dalam laporan ke SPKT Polres Pessel sebagai pelapor ZA sopir tangki CPO. Diduga melakukan tindak Pidana Penggelapan minyak CPO.

    Lebih lanjut, tentunya pihaknya menyerahkan hasil pelaporan ke SPKT Polres Pessel untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut (Rio)



  • Pimpinan  Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan Gelar Pelatihan  Mubaligh Muhammadiyah PDM Pessel, Jumat 7 – 9 Februari di Kator PDM Pesisir Selatan.

    Pelatihan Mubaligh Muhammadiyah di ikuti oleh  seluruh Pimpinan Cabang  dan Pimpinan Cabang Aisyiah  se Kabupaten Pesisir Selatan.

    Pelatihan Mubaligh  Muhammadiyah mengambil Tema Mewujudkan  Dakwah Inclusif  dan Berkemajuan  untuk Kemaslahatan Umat.

    Acara Pelatihan  Mubaligh  dihadiri  oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Dr. Bakhtiar, M.Ag, Drs.H.Apris, MM, Dr. Murisal, M.Pd, Drs.Jon Misfar M.Pd, Dr. Firdaus,M.Ag, Hendri Navigator,M.Pd,  Dr Syafril Nalus, MA, Maspeng, MA, Endrio Febrianda, dan Jasrizal.

    Sebelum acara pelatihan  Mubaligh dilaksanakan  diawali dengan sambutan – sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia Pelatihan Mubaligh  Dr.(C) Mardianton, M.Pd dalam sambutannya Mardianton menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi  dalam acara tersebut.

    Selanjutnya sambutan  disampaikan oleh  Wakil  Ketua yang membidangi  Majelis Tabligh Dr.Afrianto,M.Ag menyampaikan  kepada semua hadirin yang hadir bahwa  pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kopetensi Mubaligh dan diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti dengan sungguh – sungguh  pelatiahan ini samapai selesai.

    Pada kesempatan itu hadir juga Wakil Bupati Pessel terpilih  Dr. H. Risnaldi Ibrahim, M.Ag memberikan dukungan yang luar biasa  kepada peserta Pelatihan  Mubaligh yang hadir.

    Ketua PWM Sumatera Barat  Buya Dr. Bakhtiar, M.Ag  menyampaikan target Mubaligh  untuk Sumbar adalah  2000 Mubaligh  se Sumatera Barat, sehingga mampu melayani   masyarakat dan  masjid – masjid yang ada di Sumbar.

    Harapan ketua PWM Sumbar Buya Dr. Bakhtiar semoga kedepanya muncul mubaligh yang andal dan terorganisir dan terkonsulidasi

    dengan baik di bawah komando Majelis Tabligh Muhammadiyah ( Alpin)



  • Direktorat PSKBA Kemensos  Salurkan Santunan Tiga Korban Bencana Alam Pesisir Selatan

    Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA)  Salurkan Santunan 3 (tiga) Korban Bencana Alam Pesisir Selatan tahun 2024 melalui rekening masing-masing ahli waris, Kamis lalu (30/01).

    Alhamdulillah Direktorat PSKBA melalui Tim koordinatornya Dika Yudhistira Rizqy menginformasikan via Whats Ap, “usulan santunan kematian 3 korban bencana alam sudah dicairkan dan meminta Dinas Sosial Pesisir Selatan memfasilitasi penandatanganan Berita Acara Serah  Terima (BAST) dan dokumentasinya”.

    Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial PPrPA Kab. Pesisir Selatan, diwakili Kabid Linjamsos dan PFM, Dinsos hari itu juga  langsung fasilitasi penandatanganan BAST santunan kematian oleh masing-masing ahliwaris, yaitu Dini Tri Defia Anak Kandung Almh Siti Hasnah di rumah keluarganya Lakitan Kec. Lengayang, dihadiri Sekretaris Nagari merangkap Plh. Wali Nagari  Yeni Rozalinda, Walikampung dan keluarga yang bersangkutan, Rita Mardiani Ibu Kandung Alm. Ikhsan Ranadi (Surantih Kec. Sutera) di Nagari Surantih Kec. Sutera, dihadiri Wali Nagari Amsuardi dan Kasi Pelayanan Nagari dan  Hendrizal Anak Kandung Almh Tunek (Aurduri Surantih Kec. Sutera) bertempat di Kantor Wali Nagari Aurduri Surantih Kec Sutera, dihadiri Sekretaris Nagari, Indra. Nominal bantuan masing-masing sebesar Rp.15 juta dan sudah masuk ke rekening masing-masing ahli waris.

    Sebelumnya, usulan bantuan santunan kematian 3 (tiga) ahli waris korban bencana alam Pesisir Selatan ini diajukan  ke Direktur PSKBA RI melalui Surat Sekretaris Daerah No.400.9.10/1986/DinsosPPrpa/2024 tanggal 10 Desember tahun 2024 lalu, menindaklanjuti laporan Wali Nagari Lakitan Kecamatan Lengayang kejadian bencana alam korban Hasnah Dewi tertimpa pohon kelapa akibat badai, Ikhsan Ranadi korban tenggelam di laut akibat diterjang ombak badai besar dari Laporan Walinagari Sutera tanggal 10 September 2024 , serta Almh.Tunek korban banjir besar 7 Maret 2024 di Aurduri Sutera yang terlambat dilaporkan tanggal 17 September 2024.

    Kabid Linjamsos menambahkan Pemda juga telah mengusulkan santunan kematian 5 (lima) korban bencana alam banjir dan tenggelam tanggal 24 Januari 2025 yang terjadi di wilayah kecamatan Lengayang, Linggosari Baganti dan Silaut diawal tahun 2025. Hasil konfirmasi dengan PSKBA Kemensos hari ini (Selasa 3/2), sedang proses verifikasi permintaan pencairan dana.

    Sekretaris Daerah atas nama Pemerintah daerah menyampaikan ucapan terimakasih banyak kepada PSKBA Kemensos RI, Dinas Sosial Propinsi Sumatera Barat, Camat beserta Walinagari terkait atas bantuan dan fasilitasinya serta berharap  agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, untuk ahli waris korban bencana alam yang terjadi di awal tahun 2025, Insyahallah dalam waktu dekat juga segera cair, imbuhnya.(Alpin)