Author: alpin


  • Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat  Gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kerja Pimpinan Perserikatan dan Penyusunan Program Prioritas Tahun 2025.

    Acara ini diikuti oleh 19 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten dan Kota se-Sumatera  Barat dan diadakan di Gedung Da’wah Muhammadiyah Sumatera Barat pada Minggu, 2 Februari 2025.

    Utusan dari Pimpinan Daerah  Muhammadiyah  Kabupaten Pesisir Selatan  Adril Maiyanto, M.Pd  sekretaris PDM dan Elpinas, S.Kom Bendahara  PDM Kabupaten Pesisir Selatan.

    Dalam acara tersebut, hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Dr. Bakhtiar M.Ag,  Drs. H. Apris, MM, Dr. Murisal, S.Ag, M.Pd, dan  juga Drs. Jon Misfar sebagai wakil sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sematera Barat

    Buya H. Apris menyampaikan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam kegiatan organisasi.

    Menurut Buya H. Apris, unsur pimpinan yang tidak hadir dalam rapat tiga kali berturut-turut tanpa khabar berita harus disurati oleh ketua  dan sekretaris itulah tugas  dan tanggung  jawab Ketua  Pimpinan Daerah Muhammadiyah  untuk memenag organisasi,  Jika mereka masih tidak hadir setelah disurati, maka mereka dapat di non jobkan atau  diberhentikan melalui sidang pleno. Hal ini penting untuk menjaga kedisiplinan dan keefektifan organisasi, ujar Buya Apris dengan tegas. (Alpin)



  • MTsN 7 Pesisir Selatan Gelar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan Khidmat

    Lumpo, 31 Januari 2025 – MTsN 7 Pesisir Selatan menggelar acara peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW di lapangan madrasah pada Jumat, 31 Januari 2025. Acara tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, dihadiri oleh para guru, siswa/imadrasah setempat.

    Dalam sambutannya, Kepala MTsN 7 Pesisir Selatan, Metriadi, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini terasa spesial karena dilaksanakan secara mandiri. “Tahun ini MTsN 7 Pessel melaksanakan kegiatan secara mandiri. Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana kami selalu bergabung dengan madrasah lain di sekitar Lumpo. Semoga acara ini menjadi momentum berharga untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa,” ujar Metriadi. Beliau juga berpesan agar seluruh siswa mengikuti acara ini dengan khidmat dan penuh perhatian.

    Sebagai penceramah, hadir Ustaz Adril Maiyanto, M.Pd., seorang mubaligh sekaligus Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan. Dalam ceramahnya, Ustaz Adril menyampaikan sejumlah pesan penting yang berkaitan dengan hikmah Isra’ dan Mi’raj. Beliau menekankan tiga poin utama:

    Kekuasaan Mutlak Milik Allah SWT: Ustaz Adril mengingatkan bahwa manusia hanyalah makhluk yang dikuasai oleh Allah, sehingga keimanan kepada-Nya harus senantiasa terjaga.

    Indahnya Shalat: Shalat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan setiap Muslim.

    Risalah Akhlak dan Rahmatan lil ‘Alamin: Rasulullah SAW membawa misi besar berupa akhlak mulia dan kasih sayang bagi seluruh alam, yang harus dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

    Acara ini ditutup dengan doa bersama dan antusiasme dari para siswa yang berharap dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang telah disampaikan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

    Dengan terselenggaranya acara ini, MTsN 7 Pesisir Selatan berharap dapat memperkuat iman dan semangat beribadah para siswa, sekaligus menjadi pengingat pentingnya meneladani perjuangan Rasulullah SAW.(Alpin)



  • PTUN Padang Mengabulkan Gugatan Andre Saputra, Pemda  Pesisir Selatan  Diperintahkan  Lantik  Andre Saputra Sebagai Wali Nagari Nanggalo, Rabu 15/1/2025

    Andre Saputra telah terpilih sebagai Wali Nagari Nanggalo pada tanggal 27 November 2023, namun pelantikannya masih saja di tunda oleh Pemda  Pesisir Selatan.  Masyarakat Nanggalo telah menunggu kepastian pelantikan Wali Nagari selama beberapa bulan belakangan ini.

    Akhirnya setelah melalui beberapa persidangan,Majelis Hakim PTUN Kota Padang telah mengeluarkan putusan nomor “19/G/TF/2024/PTUN.PDG” yang pada intinya MENGABULKAN GUGATAN PENGGUGAT UNTUK SELURUHNYA.

    Adapun di antaranya seperti  menyatakan tindakan administrasi  pemerintah dari tergugat yang tidak mengesahkan PAW Wali  Nagari terpilih di Nagari Nanggalo Kecamatan  Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan PERBUATAN MELANGGAR HUKUM oleh PEJABAT PEMERINTAH, sehingga mewajibkan tergugat (PEMKAB PESSEL) untuk melakukan tindakan administrasi  pemerintahan berupa pengesahan PAW Wali nagari terpilih di Nagari Nanggalo, Kecamatan Koto XI Tarusan,Kabupaten  Pesisir  Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

    Berdasarkan keputusan Badan Pemursyawaratan Nagari Nanggalo nomor 07 tahun 2023 tentang penetapan Wali Nagari terpilih tertanggal 27 November 2023,terhadap saudara Andre Saputra, S.Psi, M.M., sebagai Wali Nagari Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagaimana diatur dalam peraturan Bupati Pesisir Selatan Nomor 21 Tahun 2016.

    putusan ini merupakan hasil dari gugatan yang diajukan oleh Andre Saputra terkait penundaan pelantikannya  sebagai Wali Nagari Nanggalo sehingga dapat menyelesaikan persoalan yang  dapat memberikan kepastian bagi  masyarakat Nanggalo. Pemda Pesisir Selatan diharapkan dapat segera melaksanakan putusan tersebut dan melantik Andre Saputra sebagai Wali Nagari Nanggalo Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir  Selatan ( Alpin)



  • Oleh: Mardianton

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Bidang Ekonomi dan Pariwisata

    Pesisir Selatan Menjadi Pusat Ekowisata Halal dengan Pendekatan Konservasi Hutan Mangrove, Mardianton Mahasiswa Doktoral UNP Soroti Potensi Lokal

    Oleh: Mardianton

    Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan Bidang Ekonomi dan Pariwisata

    Painan, 11 Januari 2025 – Pesisir Selatan, sebuah daerah yang dijuluki sebagai “negeri sejuta pesona,” kembali menarik perhatian dengan potensi luar biasa dalam bidang pariwisata. Keindahan alam yang menyelimuti kawasan ini, dari pantai yang membentang hingga hutan mangrove yang hijau, membuatnya menjadi tempat yang sangat menjanjikan bagi pengembangan ekowisata. Salah satu figur yang kini terdepan dalam kajian ini adalah Mardianton, seorang mahasiswa doktoral Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang (UNP), yang tengah mengembangkan riset terkait ekowisata konservasi hutan mangrove dalam perspektif pengembangan kapasitas objek wisata berbasis masyarakat.

    Mardianton menyatakan bahwa ekowisata di Pesisir Selatan tidak hanya berfungsi sebagai sektor yang dapat meningkatkan ekonomi, namun juga menjadi media penting untuk melestarikan lingkungan dan kearifan lokal. Fokus penelitiannya lebih mendalam pada bagaimana masyarakat setempat dapat berperan aktif dalam pengelolaan potensi wisata alam, khususnya di sepanjang garis pantai Pesisir Selatan yang membentang dari Kawasan Madeh di Kecamatan Koto XI Tarusan hingga ke Pantar Sambungo di Kecamatan Silaut.

    Ekowisata Sebagai Pilar Pembangunan Berkelanjutan

    Pesisir Selatan, dengan kekayaan alam yang dimilikinya, memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi ekowisata kelas dunia. Salah satu aspek penting dari pengembangan ekowisata di daerah ini adalah konservasi hutan mangrove yang dianggap vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Hutan mangrove di Pesisir Selatan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alam dari erosi dan abrasi, tetapi juga menyediakan habitat yang sangat penting bagi berbagai spesies flora dan fauna, yang tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

    Mardianton menekankan bahwa untuk mengoptimalkan potensi ini, pengelolaan ekowisata harus melibatkan masyarakat secara aktif. “Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pengelolaan ekowisata, karena mereka yang paling tahu tentang kondisi dan kebutuhan lingkungan sekitar,” ujar Mardianton. Masyarakat lokal, menurutnya, harus dilibatkan tidak hanya sebagai pekerja, tetapi juga sebagai pengelola dan pemangku kepentingan utama dalam setiap tahap pengembangan pariwisata.

    Pariwisata Halal: Sinergi Ekowisata dan Kearifan Lokal

    Dalam risetnya, Mardianton juga mengangkat pentingnya pengembangan pariwisata halal di Pesisir Selatan. Pariwisata halal, yang kini semakin diminati oleh wisatawan domestik dan internasional, tidak hanya melibatkan penyediaan fasilitas yang sesuai dengan prinsip syariah, tetapi juga mendukung pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan potensi wisata yang ada. Mardianton mengusulkan agar Pemerintah Daerah Pesisir Selatan menyusun regulasi yang jelas mengenai pariwisata halal dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda), yang dapat dijadikan pedoman bagi pelaku usaha dan wisatawan.

    Pengembangan sektor pariwisata halal di Pesisir Selatan diyakini dapat memberikan dampak positif yang besar, baik bagi ekonomi lokal maupun bagi citra daerah sebagai destinasi wisata yang ramah dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Hal ini juga akan memperkuat keberadaan Pesisir Selatan sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan alam, tetapi juga kaya akan budaya dan kearifan lokal yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

    Menuju Pariwisata Berkelanjutan

    Mardianton berharap, melalui riset dan kontribusinya, Pesisir Selatan dapat menjadi model pengembangan ekowisata berbasis masyarakat yang mengutamakan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal. “Keberlanjutan adalah kunci utama dalam pengembangan pariwisata di Pesisir Selatan. Dengan memadukan ekowisata, konservasi hutan mangrove, dan pariwisata halal, kita dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan budaya setempat,” ujarnya.

    Dengan berbagai potensi yang ada, Pesisir Selatan semakin dipandang sebagai kawasan wisata yang menjanjikan bagi para wisatawan yang mencari pengalaman berbeda, yakni yang menggabungkan keindahan alam, kearifan lokal, dan prinsip-prinsip keberlanjutan. Inovasi dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, seperti yang digagas oleh Mardianton, tentunya akan menjadi langkah penting menuju masa depan pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan di kawasan ini (Alpin)



  • Oleh: Adril Maiyanto,S.Pd.,M.Pd. (Guru MTsN 7  Pesisir Selatan)

    Meningkatkan Mutu Pendidikan di Tengah Tantangan Era Digital

    Oleh: Adril Maiyanto,S.Pd.,M.Pd. (Guru MTsN 7  Pesisir Selatan)

    Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa. Namun, tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan di Indonesia semakin kompleks, terutama di era digital ini. Transformasi teknologi telah mengubah cara belajar dan mengajar, tetapi apakah sistem pendidikan kita mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut?

    Salah satu isu utama adalah kesenjangan digital. Meskipun pemerintah telah meluncurkan program digitalisasi sekolah, banyak wilayah di Indonesia, terutama daerah terpencil, masih belum memiliki akses internet yang memadai. Akibatnya, siswa dan guru di daerah ini sulit memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan yang harus segera diatasi.

    Selain itu, kurikulum Merdeka yang dicanangkan untuk mendukung pembelajaran berbasis proyek dan kreativitas masih menghadapi hambatan implementasi. Banyak guru yang belum siap secara teknis dan pedagogis untuk menjalankan kurikulum ini. Pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan perlu diperkuat agar guru benar-benar mampu menerapkannya dengan efektif.

    Di sisi lain, perhatian terhadap pendidikan karakter juga menjadi isu yang tak kalah penting. Era digital memberikan kemudahan akses informasi, tetapi juga membawa ancaman seperti penyebaran hoaks, radikalisme, dan degradasi moral. Pendidikan harus mampu menyeimbangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembentukan karakter mulia.

    Langkah nyata yang dapat diambil adalah dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Pemerintah harus mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang merata. Masyarakat perlu mendukung pendidikan dengan memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak. Pihak swasta juga dapat berperan melalui penyediaan program beasiswa atau pelatihan teknologi.

    Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Untuk menghasilkan generasi emas Indonesia 2045, kita membutuhkan sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. Era digital menawarkan peluang besar, tetapi tanpa persiapan yang matang, peluang itu bisa menjadi ancaman. Mari bersama-sama memastikan pendidikan Indonesia mampu menjawab tantangan zaman ( Alpin))



  • Komisi IV Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan  mengadakan Kunjungan ke Rumah Sakit  Umum Daerah M.Zein  Painan.

    Rumah Sakit Umum  Daerah  Kabupaten Pesisir Selatan yang merupakan salah satu fasilitas kesehatan utama di Daerah Kabupaten Pesisir Selatan.

    Kunjungan  Komisi IV DPRD Kabupaten Pesisir Selatan ini bertujuan  untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan  yang diberikan  serta mendiskusikan  berbagai tantangan dan  peluang yang dihadapi oleh RSUD M.Zein Painan dalam meningkatkan  kualitas layanan  kepada masyarakat Pesisir Selatan.

    Kunjungan  Komisi IV  Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan  ke RSUD  M.Zein Painan di sambut langsung oleh Direktur RSUD M.Zein Painan  dr.  M. Fahrizal , SA. MARS,

    yang menjelaskan  tentang berbagai  program  yang sedang berjalan  termasuk inisiatif baru  untuk meningkatkan fasilitas dan pelatihan bagi tenaga medis

    Kepala tata usaha RSUD M.Zein Painan  Ns. Adek Imelda Syam, S.Kep  juga turut memberikan penjelasan  terkait administrasi dan pengelolaan  Rumah sakit yang crucial dalam  mendukung operasional sehari – hari.

    Anggota Komisi IV DPRD  Kabupaten Pesisir Selatan yang hadir Baslianti Iliyas, Afrianto, Zulfian, Jepri Zamko, Muhammad Darda, Nasrul  dan Andra Respati.

    Selama kunjungan tersebut  para anggota DPRD kabupaten Pessel  banyak  mendengarkan  masukan dari pihak  Rumah Sakit  tentang kebutuhan dan  dukungan anggaran  yang lebih baik untuk memenuhi standar kesehatan  yang di  laporkan dalam kegiatan ini.

    Kegiatan ini berlangsung  kamis 9/1/2025 dan diharapkan dapat memperkuat  kerja sama  antara pemerintah  dan DPRD  Kabupaten Pesisir Selatan terkait fasilitas  kesehatan demi  kesejahteraan  masyarakat Pessel. ( Alpin)



  • Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat Buya Zaitul Ikhlas Silaturahim  dengan Kapolda Sumatera Barat yang baru Irjen Pol Dr. Gatot Tri Suryanta, CSFA, M.Si.

    Bertemuan yang sangat  penting ini  berlangsung diruang kerja Kapolda Sumatera Barat, Kamis 9/1/2025

    Pertemuan ini bukan hanya sekedar kunjungan formil namun juga mencerminkan kerja sama antar Institusi keagamaan dengan  Kepolisian  dalam menciptakan keamanan dan ketertiban diwilayah Sumatera Barat.

    Dalam pertemuan tersebut hadir juga Wakapolda Brigjen Pol Gupuh Setiyono yang memiliki komitmen kuat terhadap penguatan Institusi kepolisian, serta Karo  SDM Kombes Pol. Achmad Muchtarom, S.Sos,MH,  yang tentunya membawa perspektif  dalam  manajemen SDM  di Kepolisian, kehadiran para pejabat penting ini menunjukan keseriusan untuk  membagun kolaborasi dan dialog yang konstruktif dalam pencegahan kantibmas dan penyakit masyarakat serta  pelaksanaan program – program sosial lainnya.

    Kunjungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar  tersebut  membawa tujuan yang sangat strategis  yaitu untuk mendiskusikan  tentang pembinaan anggota  dan program strategis  yang dirancang untuk  meningkatkan  kepedulian pelayanan  kepada masyarakat Sumatera Barat.

    Selain itu buya Zaitul Ikhlas menyampaikan  beberapa  inisiatif yang bisa di jalankan secara sinergis antara kepolisian dan organisasi Muhammadiyah guna menghadapi tantangan yang ada di lapangan termasuk masalah sosial untuk  perhatian yang serius.

    Alhamdulillah semua saran dan masukan yang disampaikan  oleh buya Zaitul  mendapat  respon yang sangat baik dari pihak kepolisian, akan tetapi juga mencerminkan harapan yang besar untuk membangun kerja sama yang  erat antara kepolisian dengan Organisasi Muhammadiyah ke depan.

    Tentunya harapan kita semua  agar kepolisian  dan masyarakat bisa bersinergi bersama – sama dalam menangani persoalan sosial seperti  peredaran narkoba dan masalah lainnya yang sudah merusak moral di Sumatera Barat. Sehingga tercipta  suasana yang aman , nyaman  dan damai  bagi seluruh warga Sumatera Barat ( Alpin)



  • Kapolsek Tarusan AKP. Dony Putra, SH, MH bersama jajarannya secara aktif memantau kondisi  terkini pasca banjir yang melanda Tarusan pada malam tadi.
    Tim Polsek Tarusan  telah membagi menjadi beberapa kelompok untuk memastikan bahwa semua area terdampak terpantau dengan baik. Keberadaan petugas dilapangan memberikan rasa aman bagi warga yang mungkin masih merasakan trauma akhibat petisriwa banjir.
    Meskipun air banjir  sudah mulai surut situasi cuaca saat ini menunjukan  tanda – tanda yang kurang menguntungkan  dengan langit yang mendung dan hujan  gerimis yang terus menerus.
     Fenomena cuaca ini membuat  potensi hujan lebat yang bisa mengakibatkan resiko banjir susulan.
    Oleh karena itu pihak kepolisian  menghimbau kepada masyarakat koto XI Tarusan  dan sekitarnya  untuk selalu waspada terhadap kemingkinan cuaca ekstrem  yang dapat terjadi secara tiba – tiba.
    Bagi masyarakat yang mengunakan  kendaraan roda empat maupun roda dua  sangat penting untuk berhati – hati saat melintasi jalan raya, kondisi jalan yang basah dan licin akhibat air tetapi juga ada kemungkinan  genangan air yang tidak terlihat.
     Pengemudi diharapkan untuk memgurangi kecepatan kendaraannya dan memperhatikan  tanda – tanda peringatan di sepanjang jalan.
     Keselamatan adalah prioritas utama dan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan  untuk menghadapi situasi ini  dengan bijak ucap , “Dony Putra”   Kapolsek Tarusan. (Alpin)


  • Kapolsek Tarusan, AKP. Dony Putra, SH, MH, melakukan pemantauan langsung kondisi banjir di lokasi, Senin (6/1/2025).

    Hujan lebat yang mengguyur Tarusan dan sekitarnya  dari sore menyebabkan sungai di Kenagarian Duku meluap hingga ke jalan raya.

    Peringatan untuk Pengendara

    Pengendara dihimbau untuk berhati-hati saat melintasi jalan raya di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, karena air sungai telah meluap. Hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

    Sampai berita ini di turunkan belum ada tanda- tanda air akan surut, bagi masyarakat kenagarian duku dan sekitarnya di minta untuk selalu waspada terhadap  banjir, dan masyarakat yang mempunyai ternak sapi, kambing dan lainnya  untuk  dapat di pindahkan ketempat yang aman, ungkap Kapolsek Tarusan AKP. Dony Putra,  SH,MH. (Alpin)



  • Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Muhayatul, SE,M.Si berkunjung ke Panti Asuhan  Muhammadiyah Pessel

    Kunjungan Muhayatul ke Panti Asuhan  Muhamadiyah Pesisir Selatan di dampingi oleh Rifaldi Makriwal.

    Dalam  kunjungan tersebut Muhayatul di sambut langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Adril Maiyanto M.Pd, Elpinas, S.Kom dan Kepala Panti Buya Aprinal,  pengurus  panti, Ibu Asuh  serta anak – anak Panti Asuhan Muhammadiyah, Sabtu 4/1/2025

    Muhayatul adalah ketua Fraksi PAN  dan juga  kader Muhammadiyah tulen yang berkunjung ke rumahnya sendiri.

    Kehadiran Muhayatul ke Panti  Asuhan  ingin memastikan  semua apa yang telah disepakati di anggaran  DPRD Provinsi Sumatera Barat sesuai dengan apa yang telah di sepakati  oleh steak holder yang ada dan sekaligus memastikan  bantuan dari Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan  Provinsi Sumatera Barat  sampai ke anak- anak Panti Asuhan.

    Lebih lanjut Muhayatul menyampaikan kepada kepala Panti, bagi anak – anak Panti Asuhan Muhammadiyah  yang akan melanjutkan  pendidikan ke Universitas Muhammadiyah, Muhayatul mengransi akan membebaskan  semua biaya kuliah selama delapan semester, ucapnya sambil menutup  sambutannya.(Alpin)



  • Lembaga  Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Pesisir Selatan  Mebagikan Alqur’an dan Sembako.

     Lazismu Pessel menyalurkan bantuan Al-Quran dan beras bagi masyarakat yang menjadi korban dalam banjir bandang di daerah Langgai, Kecamatan Sutera, Sabtu 4/1/2025

    Ketua Lazismu Pesisir Selatan, Iswandi Amri mengatakan, bantuan yang disalurkan berupa 75 karung beras plus tambahan 10 kilogram. Ditambah 100 mushaf Al-Qur’an.

    “Alhamdulillah, hari ini Tim Lazismu Pessel menyalurkan dana ZIS berupa beras kepada masyarakat Nagari Langgai Ganting Mudik Utara, Sutera. Kemudian juga ada 100 mushaf Al-Quran,” ungkap Iswandi Amri.

    Kedatangan tim Lazismu Pessel  ke nagari tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat. Masyarakat dengan wajah bahagia menerima bantuan beras dan mushaf Al-Quran yang diberikan.

    Amri bersama Koorlap  Lazismu Pessel  Hayatul Fadli juga menyampaikan terimakasih terhadap muzaki yang menyalurkan zakatnya melalui lembaga Muhammadiyah. ZIS yang diterima Lazismu disalurkan sesuai dengan peruntukan kepada masyarakat.

    Kepada tim  Lazismu, masyarakat setempat juga mengharapkan adanya bantuan untuk pembelian tikar masjid agar bisa dimanfaatkan pada Ramadhan nanti.

    “Saat ini masyarakat tengah membangun masjid  baru. Dan tikarnya belum ada. Tikar masjid sebelumnya hanyut saat banjir bandang pada Maret 2024 lalu,” ucapnya.

    Lebih lanjut ketua  LAZISMU  Iswandi  Amri  menghimbau  kepada masyarakat bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat mal bisa melalui Lazismu Pesisir Selatan di  nomor rekening BSI : 7073881824 dan BRI 027001016086534. Bisa menghubungi Iswandi Amri (08126720214) atau Rici Alfauza 0822-8487-5289. (Alpin)



  • Kepala Cabang BPR Lengayang Cabang Sago, Indra Wadi, A.Md, Berkunjung ke Panti Asuhan Muhammadiyah Pessel

    Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari komitmen BPR Lengayang untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak yang kurang beruntung. Pada hari Jumat, 3 Januari 2025.

    Acara ini diadakan dengan penuh khidmat dan turut disaksikan oleh berbagai pihak yang peduli terhadap kesejahteraan anak-anak di panti asuhan muhammadiyah Pesisir Selatan.

    Santunan yang diberikan langsung diterima dengan penuh rasa syukur oleh Kepala Panti Muhammadiyah Pessel, Buya Aprinal, yang merasa sangat berterima kasih atas perhatian yang ditunjukkan.

    Dalam acara penyerahan santunan tersebut, hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel, Adril Maiyanto, M.Pd, dan Elpinas S.Kom, yang turut memberikan dukungan moral, serta harapan agar kolaborasi seperti ini dapat terus berlangsung di masa mendatang.

    Dalam sambutannya, Indra Wadi menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan lembaga keuangan dalam mendukung anak-anak di panti asuhan, yang merupakan generasi penerus bangsa. Beliau berharap bahwa santunan yang diberikan dapat meringankan beban dan memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus belajar dan bermimpi.

    Kami, atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pessel, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga kerjasama yang telah terjalin ini dapat memperkuat komitmen kita bersama untuk menjadikan Pesisir Selatan sebagai tempat yang lebih baik bagi anak-anak, dan mendorong BPR yang ada di wilayah ini untuk terus peduli dan aktif dalam memperhatikan kebutuhan anak-anak di panti asuhan (Alpin)