Oleh : Alpin PDM Pessel & Pengiat Medsos dan Media

Mari kita bercermin dari peristiwa yang terjadi dan jadikan sebagai Instrofeksi kita bersama
Oleh : Alpin PDM Pessel & Pengiat Medsos dan Media
Dalam sepekan terakhir, Kabupaten Pesisir Selatan seperti sedang bercermin pada dirinya sendiri. Berbagai peristiwa datang silih berganti ada yang membanggakan, ada yang menyedihkan, bahkan ada yang membuat dahi berkerut dan hati bertanya-tanya. Semua itu seolah menjadi rangkaian cerita yang bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan.
Di awal pekan, kabar tentang pembangunan jembatan gantung di Lumpo menjadi perbincangan hangat. Jembatan itu bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol harapan. Warga yang selama ini kesulitan akses akhirnya bisa tersenyum. Anak-anak sekolah tak lagi harus menempuh jalan berbahaya, petani lebih mudah membawa hasil panen. Dari sini kita belajar bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi tentang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Namun, suasana hangat itu tak berlangsung lama. Kabar duka datang dari seorang warga yang ditemukan meninggal di pinggir sawah. Peristiwa ini menyisakan tanda tanya sekaligus kesedihan mendalam. Dari kejadian ini, kita diingatkan tentang pentingnya kepedulian sosial bahwa kita hidup berdampingan dan tidak boleh abai terhadap kondisi sekitar. Kadang, tragedi terjadi bukan hanya karena keadaan, tetapi juga karena kurangnya perhatian dari lingkungan.
Belum selesai rasa prihatin itu, muncul lagi data tentang meningkatnya kasus perceraian di daerah ini. Rumah tangga yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi sumber perpecahan. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan rapuhnya komunikasi, ekonomi, dan pemahaman dalam keluarga. Dari sini, kita bisa belajar bahwa membangun keluarga bukan hanya soal cinta di awal, tetapi juga komitmen, kesabaran, dan kemampuan menyelesaikan masalah bersama.
Di sisi lain, maraknya kasus narkoba juga menjadi alarm keras. Generasi muda yang seharusnya menjadi harapan masa depan justru terjerat dalam lingkaran gelap. Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama orang tua, sekolah, dan masyarakat. Edukasi tentang bahaya narkoba harus terus digaungkan, bukan sekadar sebagai formalitas, tetapi sebagai gerakan nyata.
Di tengah berbagai kabar berat, berita wisata hadir seperti angin segar. Keindahan alam Pesisir Selatan tetap menjadi daya tarik yang tak terbantahkan. Pantai, pulau, dan budaya lokal terus memikat wisatawan. Namun, di balik itu, ada tanggung jawab besar: menjaga kebersihan, kelestarian, dan citra daerah. Pariwisata yang berkembang tanpa kesadaran justru bisa merusak apa yang seharusnya dijaga.
Lalu datang kabar dari Mentawai gempa yang mengguncang dan mengingatkan bahwa kita hidup di wilayah yang rawan bencana. Tidak ada yang bisa menghindari alam, tetapi kita bisa bersiap. Edukasi kebencanaan menjadi sangat penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat situasi darurat.
Di ranah sosial budaya, larangan organ tunggal juga menjadi perhatian. Bukan tanpa alasan, kebijakan ini hadir untuk menjaga ketertiban dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ini menjadi pelajaran bahwa hiburan pun harus punya batas, dan kebebasan tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab.
Fenomena ” cahaya terang yang melintas di langit sempat membuat heboh warga. Ada yang mengaitkannya dengan hal mistis, ada pula yang mencoba menjelaskannya secara ilmiah. Dari sini, kita belajar pentingnya berpikir kritis tidak mudah percaya pada asumsi, tetapi juga terbuka untuk mencari penjelasan yang logis.
Menariknya, di tengah semua itu, hadir juga edukasi hukum dari owner DOP yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran hukum. Ini menjadi penyeimbang di antara berbagai peristiwa bahwa selain waspada, kita juga perlu cerdas dalam bersikap dan bertindak sesuai aturan.
Semua rangkaian berita ini seperti potongan puzzle yang membentuk gambaran besar tentang Pesisir Selatan hari ini. Ada kemajuan, ada tantangan, ada peringatan. Tidak semua kabar menyenangkan, tetapi semuanya bermakna.
Dari sini kita bisa mengambil satu kesimpulan sederhana, daerah ini adalah milik kita bersama. Apa pun yang terjadi di dalamnya, baik atau buruk, adalah tanggung jawab kita juga. Kewaspadaan, kepedulian, dan kesadaran adalah kunci agar kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari solusi.
Pesisir Selatan bukan hanya tempat tinggal ia adalah rumah yang harus dijaga.

































