Author: alpin


  • Oleh : Alpin PDM Pessel & Pengiat Medsos dan Media

    Mari kita bercermin dari peristiwa yang terjadi dan jadikan sebagai Instrofeksi kita bersama

    Oleh : Alpin PDM Pessel & Pengiat Medsos dan Media

    Dalam sepekan terakhir, Kabupaten Pesisir Selatan seperti sedang bercermin pada dirinya sendiri. Berbagai peristiwa datang silih berganti ada yang membanggakan, ada yang menyedihkan, bahkan ada yang membuat dahi berkerut dan hati bertanya-tanya. Semua itu seolah menjadi rangkaian cerita yang bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan.

    Di awal pekan, kabar tentang pembangunan jembatan gantung di Lumpo menjadi perbincangan hangat. Jembatan itu bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol harapan. Warga yang selama ini kesulitan akses akhirnya bisa tersenyum. Anak-anak sekolah tak lagi harus menempuh jalan berbahaya, petani lebih mudah membawa hasil panen. Dari sini kita belajar bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi tentang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

    Namun, suasana hangat itu tak berlangsung lama. Kabar duka datang dari seorang warga yang ditemukan meninggal di pinggir sawah. Peristiwa ini menyisakan tanda tanya sekaligus kesedihan mendalam. Dari kejadian ini, kita diingatkan tentang pentingnya kepedulian sosial bahwa kita hidup berdampingan dan tidak boleh abai terhadap kondisi sekitar. Kadang, tragedi terjadi bukan hanya karena keadaan, tetapi juga karena kurangnya perhatian dari lingkungan.

    Belum selesai rasa prihatin itu, muncul lagi data tentang meningkatnya kasus perceraian di daerah ini. Rumah tangga yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi sumber perpecahan. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan rapuhnya komunikasi, ekonomi, dan pemahaman dalam keluarga. Dari sini, kita bisa belajar bahwa membangun keluarga bukan hanya soal cinta di awal, tetapi juga komitmen, kesabaran, dan kemampuan menyelesaikan masalah bersama.

    Di sisi lain, maraknya kasus narkoba juga menjadi alarm keras. Generasi muda yang seharusnya menjadi harapan masa depan justru terjerat dalam lingkaran gelap. Ini bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama orang tua, sekolah, dan masyarakat. Edukasi tentang bahaya narkoba harus terus digaungkan, bukan sekadar sebagai formalitas, tetapi sebagai gerakan nyata.

    Di tengah berbagai kabar berat, berita wisata hadir seperti angin segar. Keindahan alam Pesisir Selatan tetap menjadi daya tarik yang tak terbantahkan. Pantai, pulau, dan budaya lokal terus memikat wisatawan. Namun, di balik itu, ada tanggung jawab besar: menjaga kebersihan, kelestarian, dan citra daerah. Pariwisata yang berkembang tanpa kesadaran justru bisa merusak apa yang seharusnya dijaga.

    Lalu datang kabar dari Mentawai gempa yang mengguncang dan mengingatkan bahwa kita hidup di wilayah yang rawan bencana. Tidak ada yang bisa menghindari alam, tetapi kita bisa bersiap. Edukasi kebencanaan menjadi sangat penting agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan saat situasi darurat.

    Di ranah sosial budaya, larangan organ tunggal juga menjadi perhatian. Bukan tanpa alasan, kebijakan ini hadir untuk menjaga ketertiban dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ini menjadi pelajaran bahwa hiburan pun harus punya batas, dan kebebasan tetap harus berjalan seiring dengan tanggung jawab.

    Fenomena ” cahaya terang yang melintas di langit sempat membuat heboh warga. Ada yang mengaitkannya dengan hal mistis, ada pula yang mencoba menjelaskannya secara ilmiah. Dari sini, kita belajar pentingnya berpikir kritis tidak mudah percaya pada asumsi, tetapi juga terbuka untuk mencari penjelasan yang logis.

    Menariknya, di tengah semua itu, hadir juga edukasi hukum dari owner DOP yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran hukum. Ini menjadi penyeimbang di antara berbagai peristiwa bahwa selain waspada, kita juga perlu cerdas dalam bersikap dan bertindak sesuai aturan.

    Semua rangkaian berita ini seperti potongan puzzle yang membentuk gambaran besar tentang Pesisir Selatan hari ini. Ada kemajuan, ada tantangan, ada peringatan. Tidak semua kabar menyenangkan, tetapi semuanya bermakna.

    Dari sini kita bisa mengambil satu kesimpulan sederhana, daerah ini adalah milik kita bersama. Apa pun yang terjadi di dalamnya, baik atau buruk, adalah tanggung jawab kita juga. Kewaspadaan, kepedulian, dan kesadaran adalah kunci agar kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari solusi.

    Pesisir Selatan bukan hanya tempat tinggal ia adalah rumah yang harus dijaga.



  • KETUA DPRD PESSEL DARMANSYAH,S.IP APRESIASI SEMANGAT AFRIANTO WALI NAGARI LUNANG TENGAH DUKUNG PROGRAM 3 JUTA RUMAH

    Painan, Hibah tanah Nagari Lunang Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap program Nasional 3 juta rumah menjadi viral di media sosial. Sejumlah Tokoh, Pejabat, Perantau, Tokoh Nasional memberikan apresiasi dan pujian. Demikian keterangan Ketua LAKAM DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes saat diwawancara awak media, Minggu (05/04/2036).

    Yang memberikan apresiasi kepada Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah diawali dengan Sekda Pesisir Selatan Zainal Arifin,SKM.,M.Kes. saat ini Apresiasi juga diberikan oleh Darmansyah,S.IP ketua DPRD Pesisir Selatan. Alhamdulillah terima kasih banyak atas pertisipasi Wali Nagari Lunang Tengah dan perlu didorong serta dukungan secara bersama, ujar Ketua DPRD Darmansyah.

    Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah secara spontan dalam acara sosialisasi program Nasional 3 Juta Rumah menghibahkan Tanah Nagari untuk program tersebut agar masyarakatnya mendapatkan rumah subsidi, dengan luas 1,5 Ha.

    Setelah acara sosialisasi tersebut Tim Survey LAKAM DPD Pessel yang didampingi oleh Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah dan perangkatnya turun ke lapangan untuk meninjau lokasi tanah tersebut. Berdasarkan hasil survey dan analisa teknis, tanah tersebut memenuhi syarat untuk dibangun perumahan dengan kapasitas 80 – 100 unit rumah type 36 subsidi.(Alpin)



  • DUKUNG PROGRAM NASIONAL 3 JUTA RUMAH, AFRIANTO WALI NAGARI LUNANG TENGAH SIAP HIBAHKAN TANAH

    Lunang, Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah memang sungguh luar biasa, karena ia rela menghibahkan tanah lebih kurang 1,5 Ha demi mendukung program Nasional 3 juta rumah untuk warganya.

    Hal ini terungkap saat kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program Nasional 3 juta rumah di kantor Camat Lunang, Kamis (02/04/2026). Demikian keterangan Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah saat diwawancara awak media, Jumat (03/04/2026). Bahwa ia minta Tim LAKAM DPD Pessel langsung survey lapangan.

    Ketua LAKAM DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes Bandaro Kayo sangat menyambutnya dengan baik, karena sepengetahuan saya ini baru satu satunya di Provinsi Sumatera Barat seorang Wali Nagari Siap menghibahkan Tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta Rumah di Nagarinya. Hal ini segera kami tindaklanjuti dan Insya Allah kami akan fasilitasi secara khusus pula.

    Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin,SKM.,M.Kes setelah mendapat laporan dari Ketua LAKAM DPD Pessel memberikan apresiasi yang besar kepada Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah atas dukungannya memberikan Hibah tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta rumah di Nagarinya.

    Apa yang dilakukan oleh Wali Nagari Lunang Tengah dapat dijadikan motivasi dan contoh bagi seluruh Wali Nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Saya menghimbau kepada seluruh Camat, Wali Nagari, dan Seluruh Perangkat Pemerintah agar dapat mendukung penuh Program Nasional 3 Juta Rumah ini, ujar Sekda Zainal Arifin.

    Apresiasi yang sama juga diberikan Sekda Zainal Arifin kepada Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan karena, atas Prakarsa LAKAM DPD Pessel terhadap peran serta Wali Nagari untuk memajukan Kabupaten Pesisir Selatan. (Alpin)



  • DUKUNG PROGRAM NASIONAL 3 JUTA RUMAH, AFRIANTO WALI NAGARI LUNANG TENGAH SIAP HIBAHKAN TANAH

    Lunang, Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah memang sungguh luar biasa, karena ia rela menghibahkan tanah lebih kurang 1,5 Ha demi mendukung program Nasional 3 juta rumah untuk warganya.

    Hal ini terungkap saat kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Program Nasional 3 juta rumah di kantor Camat Lunang, Kamis (02/04/2026). Demikian keterangan Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah saat diwawancara awak media, Jumat (03/04/2026). Bahwa ia minta Tim LAKAM DPD Pessel langsung survey lapangan.

    Ketua LAKAM DPD Pessel dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes Bandaro Kayo sangat menyambutnya dengan baik, karena sepengetahuan saya ini baru satu satunya di Provinsi Sumatera Barat seorang Wali Nagari Siap menghibahkan Tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta Rumah di Nagarinya. Hal ini segera kami tindaklanjuti dan Insya Allah kami akan fasilitasi secara khusus pula.

    Sekda Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin,SKM.,M.Kes setelah mendapat laporan dari Ketua LAKAM DPD Pessel memberikan apresiasi yang besar kepada Afrianto Wali Nagari Lunang Tengah atas dukungannya memberikan Hibah tanah untuk mendukung program Nasional 3 Juta rumah di Nagarinya.

    Apa yang dilakukan oleh Wali Nagari Lunang Tengah dapat dijadikan motivasi dan contoh bagi seluruh Wali Nagari yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Saya menghimbau kepada seluruh Camat, Wali Nagari, dan Seluruh Perangkat Pemerintah agar dapat mendukung penuh Program Nasional 3 Juta Rumah ini, ujar Sekda Zainal Arifin.

    Apresiasi yang sama juga diberikan Sekda Zainal Arifin kepada Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan karena, atas Prakarsa LAKAM DPD Pessel terhadap peran serta Wali Nagari untuk memajukan Kabupaten Pesisir Selatan. (Alpin)



  • LAKAM DPD PESSEL ADAKAN ADVOKASI & SOSIALISASI PROGRAM NASIONAL 3 JUTA RUMAH DI DUA KECAMATAN PASCA LEBARAN

    Painan, Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) DPD Pesisir Selatan memenuhi undangan Camat Linggo Sari Baganti dan Camat Lunang, Kamis (02/04/2026) di masing masing kantor camat.

    Undangan Camat tersebut dalam rangka Advokasi dan Sosialisasi Program Nasional 3 Juta rumah, dimana LAKAM DPD Pessel diundang sebagai Narasumbernya. Demikian keterangan Narahubung Program Bobi Nofriadi,SH.,CPLA saat diwawancara awak media, Jumat (03/04/2026).

    Kegiatan Advokasi & Sosialisasi diadakan di kantor Camat Linggo Sari Baganti jam 09.00 wib – 11.00 wib dan kantor Camat Lunang jam 14.00 wib – 16.00 wib. Tim LAKAM DPD Pessel yang turut hadir diantaranya dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes, Yaldi Manti Ahmad Dirajo, Bobi Nofriadi,SH.,CPLA, Nori Yulitha,S.IP, Pufima Casro,SE, & Fransisko.

    Peserta Sosialisasi dihadiri oleh Camat, Sekcam, Perangkat Kecamatan, Kepala UPT Puskesmas, Kepala Sekolah, tokoh masyarakat, KUA, dan Pegiat UMKM. Masing masing dihadiri sekitar 40 orang peserta.

    Program Nasional 3 juta rumah merupakan program Strategis Presiden Pribowo Subianto yang berlaku di seluruh wilayah RI, dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan mendapatkan banyak kemudahan seperti Subsidi Bantuan Uang Muka sebesar 4 Juta per unit rumah.

    Selanjutnya dibebaskan dari Pajak PPn & PPh, suku bunga KPR yang rendah (5% flat per tahun), dan Tenor (lamanya kredit) KPR hingga 20 tahun. Spesifikasi rumahnya tunggal Type 36, bangunannya berkualitas, Status kepemilikan SHM, dan harganya 166 juta per unit.

    Sasaran kelompok MBR ini, diantaranya : PNS (golongan tertentu), Pegawai PPPK, Pedagang Pasar, karyawan swasta, pelaku UMKM dan lainnya, ujar Narasumber dr H Misri Hasanto,SH.,M.Kes sekaligus Ketua LAKAM DPD Pessel.

    Secara prinsip Camat, seluruh Wali Nagari, Kepala UPT dan seluruh peserta sosialisasi yang hadir siap mendukung penuh program Nasional 3 juta rumah di masing masing Kecamatan, ujar camat Linggo Sari Baganti dan Sekcam Lunang.(Alpin)



  • Pernikahan Penuh Kehangatan, Vivi Aliyah Putri Handzah & Ariq Novardi Putra Resmi Bersatu, Dihadiri Tokoh Penting

    Painan – nrtvnews.info Kebahagiaan tengah menyelimuti dua keluarga besar dalam momen sakral dan penuh makna, saat Vivi Aliyah Putri Handzah resmi dipersunting oleh Ariq Novardi Putra. Pernikahan pasangan ini menjadi sorotan karena berlangsung khidmat sekaligus meriah, serta dihadiri sejumlah tokoh penting.

    Vivi, putri dari Suhandri dan Zahasanah Fitri, dipersunting oleh Ariq, putra dari Faisal dan Ratna Sari Dewi. Prosesi akad nikah dilangsungkan pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Gedung Graha Pena Pekanbaru dalam suasana khidmat dan penuh haru.

    Sementara itu, acara resepsi digelar dengan meriah pada Kamis, 2 April 2026 di Painan Convention Centre yang berlokasi di Jalan Agus Salim No. 1, Painan. Resepsi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus perayaan kebahagiaan kedua mempelai bersama keluarga, kerabat, dan para undangan.

    Menambah istimewa acara tersebut, turut hadir tokoh penting daerah Yakni Wakil Bupati Pesisir Selatan H.Risnaldi Ibrahim  bersama Istri tercinta, Ketua DPRD Pesisir Selatan H.Darmasyah, S.Ag, Sekretaris Daerah H.Zainal Arifin, Ketua MUI Pessel  Buya H. Mukrizal, Buya H. Mardani, Buya Hirdamli serta Ketua  Dewan Penasehat MUI Pessel  Buya Asli Saan, dan pengurus lainnya. Hadir juga  Pimpinan Daerah  Muhammadiyah Pessel Buya Dr. Lukman Nurhakim, M.Pd,  Elpinas, S.Kom , Adril Maiyanto, M.Pd,  dan Dr. Mardianton, M.Pd

    Terlihat juga  ketua Tim Percepatan Pembangunan Pessel H.Syaidal Masfiudin.

    Suasana resepsi berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan nilai kekeluargaan yang kental. Ucapan selamat dan doa mengalir dari para tamu yang hadir, berharap agar rumah tangga Vivi dan Ariq senantiasa dilimpahi kebahagiaan, keberkahan, serta keharmonisan.

    Pernikahan ini tidak hanya menjadi momen penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi simbol eratnya hubungan keluarga besar serta kebersamaan masyarakat yang turut merayakan hari bahagia tersebut.(Alpin)



  • DPW IKM RIAU KOLABORASI DENGAN BANK NAGARI SEGERA LUNCURKAN KTA YANG MULTI MANFAAT & BERLAKU SECARA NASIONAL

    Pekanbaru – nrtvnews.info DPW Ikatan Keluarga Minangkabau Provinsi (IKM) Riau & Bank Nagari Cabang Pekanbaru berkolaborasi untuk membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) yang bermanfaat secara Nasional. Demikian keterangan H Agus Sikumbang,SH.,MH saat diwawancara awak media, Rabu (01/04/2026).

    Kebijakan tersebut tertuang dalam kebijakan surat Edaran DPW IKM Riau Nomor : 30.1/DPWIKM/III/2026, tanggal 30 Maret 2026, Tentang Kartu Tanda Anggota (KTA), ujar Agus Sikumbang.

    Ada beberapa hal yang diatur dalam surat edaran tersebut, diantaranya : Kartu Tanda Anggota Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau (KTA DPW IKM) Riau adalah : Kartu Tanda Anggota (KTA) yang dikeluarkan Resmi oleh Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minangkabau Provinsi Riau, sesuai dengan aturan, syarat, prosedur, dan Azas manfaat yang telah disepakati, selanjutnya disebut dengan KTA.

    Sebagai dasar hukum dari kebijakan surat edaran tersebut adalah Anggaran Dasar IKM, Anggaran Rumah Tangga IKM, Peraturan Organisasi (PO) IKM, Program Kerja DPW IKM Riau, dan Rapat Pengurus tanggal 30 Maret 2026, bertempat di Warkop Agam Jln Arifin Achmad.

    Registrasi Nomor KTA mempunyai kode khusus, diantaranya : KTA IKM Riau terdiri dari 10 digit dan mempunyai Nomor Register tersendiri dan mempunyai kode khusus tahun pembuatan KTA dan kode khusus Wilayah & Daerah Kabupaten/Kota. Sebagai Contoh Nomor KTA : XX.YY.ZZZZZZ, dimana

    XX : Kode Tahun Pembuatan KTA

    YY : Kode Khusus Wilayah dan Daerah Kab/Kota, sedangkan ZZZZZZ : Nomor Register sesuai dengan urutan pembuatan KTA

    Sasaran KTA ini meliputi :  seluruh Pengurus DPW, Pengurus DPD, Pengurus DPC, & Pengurus DPAC se-Provinsi Riau dan seluruh Anggota IKM yang berdomisili di Provinsi Riau dengan potensi puluhan ribu Kepala Keluarga (KK).

    Masa berlakunya KTA tersebut : adalah berlaku KTA selama 5 tahun, terhitung mulai sejak tanggal pembuatan KTA dan dapat diperpanjang kembali sesuai dengan Peraturan Organisasi IKM.

    Sebagai Syarat untuk mendapatkan KTA IKM Riau adalah harus membuka tabungan pada Bank Nagari Syariah Cabang Pekanbaru dengan saldo minimal Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah), Foto KTP dan Foto diri untuk KTA.

    Azas manfaat KTA ini sangat luar biasa, diantaranya : Bermanfaat sebagai e money, Bermanfaat untuk e Tol, e Parkir, e MRT, e Mall, dan lainnya, Mendapat Discount khusus menginap di Hotel Khusus dan berlaku secara Nasional.

    Selanjutnya Mendapatkan Discount khusus untuk belanja Sembako di gerai sembako UMKM Langkisau Bersama, Mendapatkan harga khusus untuk Pembelian Rumah Subsidi dan Rumah Komersil melalui Akademi Property Indonesia (API). Mendapatkan discount khusus untuk belanja Tekstil, Pakaian, dan sejenisnya.

    Selanjutnya Mendapatkan discount khusus untuk belanja barang elektronik, Otomotif (Motor & Mobil), dan keperluan lainnya, Mendapatkan Discount khusus untuk cucian mobil di Pekanbaru dan Kab/Kota lain se-Riau, Mendapatkan discount khusus untuk perawatan muka dan perawatan kulit, dan Mendapatkan Discount khusus untuk kebutuhan lain sesuai harapan anggota IKM Riau.

    Sebagai mitra strategis KTA IKM ini terdiri dari : Pemetintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, Asosiasi Profesi, Perhotelan, Pegiat/Pelaku UMKM, Lembaga Pendidikan, Bank Nagari Cabang Pekanbaru dan Koperasi, ujar Agus Sikumbang.

    Ketua Panitia Pengukuhan H Jhon Satri,SH.,MH sangat menyambut baik adanya kebijakan DPW IKM Riau untuk membuat edaran tentang Kartu Tanda Anggota (KTA) ini. Yang minat segera hubungi nomor Kontak WA 08136405861.

    Secara prinsip kami dari Panitia Pelaksana siap mengeksekusi kebijakan ini dan kami telah mulai melakukan Pendataan Pengurus dan Anggota IKM, mulai dari DPW, DPD, DPC, & DPAC. Beberapa diantaranya sudah mulai berproses pada Bank Nagari Cabang Pekanbaru sebagai Mitra.

    Di sisi lain, Kepala Cabang Bank Nagari Pekanbaru, Helfiyanrika, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh DPW IKM Riau. Ia menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung penerbitan KTA hingga puluhan ribu kartu secara bertahap sesuai skala prioritas.

    Dengan kolaborasi ini, DPW IKM Riau berharap KTA tidak hanya menjadi identitas organisasi, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan anggotanya di seluruh Indonesia.” (Alpin)



  • Disko UMKM di Pesisir Selatan, Soroti Lonjakan Wisata dan Polemik Dukungan Pemerintah

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Kegiatan Disco (diskusi sambil ngopi) digelar di rumah kediaman Ketua KAN Tambang, menghadirkan sejumlah tokoh penting daerah dan pelaku usaha muda. Diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan terkait perkembangan sektor wisata dan UMKM yang tengah menjadi sorotan di Pesisir Selatan, Kamis 26/3/2026

    Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Elpinas, S.Kom. Damyursal, Rahmad Fauzi, serta Firman Joni.

    Diskusi mengangkat isu yang tengah viral, yakni lonjakan kunjungan wisatawan ke Pesisir Selatan, terutama menjelang dan pasca Lebaran. Para peserta menyoroti kesiapan masyarakat, baik dari segi fasilitas maupun mentalitas, dalam menyambut membludaknya wisatawan.

    Selain itu, pembahasan juga berfokus pada perkembangan UMKM yang kian menjamur, khususnya tren minuman kopi yang diwakili oleh usaha Kopi Amour milik Rahmad Fauzi. Produk lokal ini dinilai menjadi salah satu ikon baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

    Namun, dalam diskusi terungkap adanya persoalan di lapangan. Meski pemerintah disebut mendukung UMKM dan berupaya menyediakan wadah usaha yang profesional, kenyataannya beberapa pelaku UMKM di Painan justru menerima surat peringatan (SP) dari pemerintah daerah dalam hal ini Satpol PP.

    Kondisi ini dinilai bertentangan dengan semangat program pemerintah yang ingin memajukan UMKM sebagai pilar kesejahteraan masyarakat.

    Menurut Elpinas, pemerintah seharusnya hadir memberikan ruang dan porsi yang tepat bagi pelaku UMKM sesuai aturan yang berlaku. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak dan konsisten agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

    Diskusi santai tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memaksimalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif di Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Perantau Pasia Pelangai harapkan pemimpin nagari ke depan Arif dan Bijaksana

    Pesisir Selatan – nrtvnews.info Helat pemilihan walinagari tahap kedua di Kabupaten Pesisir Selatan yang akan segera digelar mendapat perhatian serius dari para perantau, khususnya asal Pasia Pelangai. Mereka berharap proses demokrasi di tingkat nagari ini dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan jauh dari praktik politik uang.

    Pemilihan walinagari dinilai sebagai salah satu bentuk demokrasi paling mendasar di Indonesia. Namun, lebih dari sekadar pesta demokrasi, proses ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar berkualitas dan berkarakter.

    Seorang walinagari, menurut para perantau, tidak hanya sekadar memegang jabatan administratif, tetapi juga harus memiliki kepedulian tinggi terhadap kampung halaman, memahami nilai-nilai agama, serta mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, baik yang berada di kampung maupun di perantauan.

    Salah seorang perantau, Jafri Usman, menegaskan pentingnya integritas dalam pelaksanaan pemilihan tersebut. Ia berharap seluruh tahapan pemilihan berjalan dengan prinsip kejujuran, keadilan, amanah, serta keterbukaan.

    “Pemilihan walinagari harus bersih dari praktik politik uang. Ini penting agar pemimpin yang terpilih benar-benar lahir dari kehendak masyarakat,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh perantau lainnya, Murisal praktisi Pendidikan  Ia menekankan bahwa pemilihan walinagari seharusnya menjadi ajang demokrasi yang sehat, bukan ajang transaksional.

    “Jangan memilih karena uang. Pilihlah calon yang benar-benar memiliki visi untuk memajukan nagari. Pemimpin yang baik akan mampu bersinergi dengan perantau demi kemajuan bersama,” katanya.

    Para perantau juga menilai pentingnya membangun sinergi antara pemerintah nagari dan masyarakat, termasuk perantau, sebagai salah satu kunci utama dalam mendorong pembangunan daerah.

    Dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilihan walinagari tahap kedua, harapan besar pun disematkan agar proses ini dapat menjadi contoh demokrasi yang berkualitas, bermartabat, dan membawa kemajuan nyata bagi nagari di Kabupaten Pesisir Selatan.(Alpin)



  • Oleh : Elpinas,S.Kom PDM Pessel

    Lebaran Idul Fitri 1447 H / 2026 menghadirkan cerita yang beragam, penuh warna, sekaligus menjadi cermin dinamika sosial di tengah masyarakat.

    Oleh : Elpinas,S.Kom PDM Pessel

    Tahun ini, suasana hari raya tidak hanya identik dengan silaturahmi dan tradisi pulang kampung, tetapi juga diwarnai oleh geliat sektor pariwisata yang mengalami lonjakan luar biasa, khususnya di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.

    Pesisir Selatan (Pessel) tampil sebagai bintang baru dalam peta destinasi wisata Sumatera Barat. Jika selama ini perhatian wisatawan lebih banyak tertuju pada Bukittinggi, maka pada Lebaran tahun ini, arus kunjungan justru beralih dan menyebar secara signifikan ke Pessel. Lonjakan jumlah wisatawan bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa Pesisir Selatan tidak lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan telah menjadi destinasi utama yang diminati oleh masyarakat luas.

    Kondisi ini sejatinya sudah diprediksi sebelumnya. Melalui analisa yang dituangkan dalam tulisan berjudul

     “Siasati Kemacetan Pasca Bencana, Pesisir Selatan Jadi Primadona Wisata Lebaran 1447 H” tertanggal 3 Maret 2026, Dr. Mardianton, M.Pd telah melihat potensi besar yang dimiliki wilayah ini. Ia menyoroti bagaimana perubahan arus mobilitas wisatawan, ditambah dengan faktor infrastruktur dan kondisi pasca bencana, mendorong pergeseran minat wisata ke daerah yang menawarkan pengalaman baru. Prediksi tersebut terbukti akurat, terlihat dari membludaknya pengunjung di berbagai objek wisata Pesisir Selatan sepanjang masa libur Lebaran.

    Keindahan alam Pesisir Selatan memang tidak terbantahkan. Pantai-pantai yang memikat, gugusan pulau yang eksotis, serta suasana yang relatif lebih tenang dibandingkan destinasi lain menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan tidak hanya datang dari dalam daerah, tetapi juga dari luar provinsi, bahkan luar pulau. Kehadiran mereka membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal mulai dari pelaku usaha kuliner, penginapan, hingga pedagang kecil yang merasakan peningkatan pendapatan secara signifikan.

    Namun, di balik euforia tersebut, terdapat fenomena lain yang turut mencuat ke permukaan. Tradisi hiburan rakyat yang marak digelar selama Lebaran menjadi sorotan, khususnya keberadaan pertunjukan organ tunggal di berbagai sudut kampung. Hiburan ini pada dasarnya menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk memeriahkan suasana hari raya. Akan tetapi, dalam praktiknya, tidak sedikit pertunjukan yang menampilkan unsur yang dinilai kurang sesuai dengan nilai budaya lokal.

    Penampilan penyanyi dengan busana yang dianggap terlalu terbuka, serta gaya panggung yang mengumbar sensualitas, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Fenomena ini bahkan sempat viral di media sosial, memicu berbagai reaksi dari yang menganggapnya sebagai hiburan biasa, hingga yang menilai hal tersebut sebagai penyimpangan dari norma adat dan budaya Pesisir Selatan.

    “Hampir di setiap sudut kampung, hiburan ini digelar sebagai bagian dari perayaan Lebaran. Di satu sisi, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersenang-senang dan melepas penat setelah menjalani ibadah Ramadan. Namun di sisi lain, kurangnya pengawasan membuat acara-acara tersebut berpotensi melanggar norma sosial dan nilai budaya yang selama ini dijaga.

    Peran pemerintah dan aparat setempat menjadi sangat penting dalam menyikapi fenomena ini. Pengawasan yang lebih ketat, regulasi yang jelas, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat perlu dilakukan agar hiburan yang ada tetap berada dalam koridor yang sesuai. Selain itu, perlu juga upaya untuk mengangkat kembali kesenian tradisional lokal sebagai alternatif hiburan yang lebih edukatif dan berbudaya.

    Lebaran seharusnya menjadi momen untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, dan identitas budaya. Oleh karena itu, perkembangan pariwisata yang pesat di Pesisir Selatan hendaknya diimbangi dengan pelestarian nilai-nilai lokal yang menjadi jati diri masyarakatnya.

    Dengan pengelolaan yang tepat, Pesisir Selatan tidak hanya akan dikenal sebagai destinasi wisata yang indah, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kearifan budaya. Lebaran 1447 H menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki potensi besar tinggal bagaimana semua pihak bersama-sama menjaganya agar tetap berada di jalur yang semestinya.



  • PWM Sumbar Gelar Pengkajian Ramadhan 1447 H Bahas Akidah Islam Berkemajuan

    Padang – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat (PWM Sumbar) menggelar Pengkajian Ramadhan 1447 Hijriah dengan tema “Akidah Islam Berkemajuan, Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis dan Praksis”. Kegiatan ini berlangsung di Convention Hall Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif pada 24–25 Ramadhan 1447 H atau 14–15 Maret 2026.

    Pengkajian ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat serta berbagai tokoh masyarakat. Tampak hadir Ketua PWM Sumbar Buya Bakhtiar, Sekretaris PWM Sumbar Buya Apris, Wakil Ketua PWM Sumbar Buya Yosmeri, Buya Marhadi Efendi, dan Buya  Ki Jal Atri Tanjung.

    Turut hadir pula Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Buya  Riki Saputra, Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Barat, para Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sumatera Barat, narasumber, serta tamu undangan lainnya.

    Ketua PWM Sumbar, Buya Bakhtiar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengkajian Ramadhan ini merupakan tindak lanjut dari agenda pengkajian yang sebelumnya dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

    Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman akidah Islam berkemajuan di lingkungan Muhammadiyah, khususnya dalam memperluas pemahaman tauhid murni dari perspektif ideologis, filosofis, hingga praksis dalam kehidupan umat.

    Dalam pemaparannya, Buya Bakhtiar juga mengulas sejarah perkembangan Islam berkemajuan yang digerakkan oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah di masa lalu. Menurutnya, para tokoh tersebut dikenal memiliki kehidupan yang sederhana, namun memiliki komitmen kuat dalam memajukan dakwah dan organisasi Muhammadiyah.

    “Tokoh-tokoh Muhammadiyah terdahulu hidup dengan kesederhanaan, tetapi memiliki semangat besar dalam menggerakkan persyarikatan sehingga Muhammadiyah mampu berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa,” ujarnya.

    Melalui pengkajian Ramadhan ini, PWM Sumbar berharap nilai-nilai tauhid murni dan semangat Islam berkemajuan dapat terus diperkuat serta diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam dakwah, pendidikan, maupun pengabdian kepada masyarakat.(Alpin)



  • Malam ke-25  Ramadhan  Masjid Jabal Nur, Ustad Dasral Chan,S.Pd.I Ceramah tentang Hati dan Karakter Manusia

    Tarusan – Pesisir Selatan nrtvnews.info Suasana religius semakin terasa pada malam ke-25 Ramadhan di Masjid Jabal Nur, Gurun Panjang Kapuh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Jamaah memadati masjid untuk mengikuti ceramah agama yang disampaikan oleh Ustad Dasral Chan, S.Pd.I dengan tema “Hati dan Karakter Hati”.

    Dalam ceramahnya, Ustad Dasral Chan menekankan bahwa baik dan buruknya perilaku seseorang sangat bergantung pada kondisi hatinya. Hati, menurutnya, menjadi pusat dari niat, sikap, dan tindakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

    Untuk memudahkan jamaah memahami makna tersebut, ia memberikan ilustrasi sederhana. Hati diibaratkan seperti air di dalam sebuah ceret. Jika air di dalam ceret itu jernih atau putih, maka ketika dituangkan yang keluar juga akan tetap jernih. Begitu pula dengan hati manusia, jika hatinya baik dan bersih, maka perilaku yang muncul juga akan baik.

    Ustad Dasral Chan juga menjelaskan bahwa nafsu merupakan bagian dari diri manusia yang tidak bisa dihilangkan. Namun demikian, nafsu dapat dikendalikan agar tidak membawa manusia kepada perbuatan yang buruk.

    Mengutip pemikiran ulama besar Islam, Imam Al-Ghazali, ia menyampaikan bahwa terdapat tiga karakter hati manusia.

    Pertama, hati yang dekat dengan Allah, yaitu hati yang selalu mengingat Allah, mudah menerima kebaikan, dan senantiasa terdorong untuk melakukan amal saleh.

    Kedua, hati yang sakit, yakni hati yang masih memiliki iman namun sering terpengaruh oleh godaan nafsu dan perbuatan dosa.

    Ketiga, hati yang mati, yaitu hati yang sudah tertutup dari kebenaran dan bahkan disebut sebagai hati yang dikunci oleh Allah karena terus-menerus melakukan keburukan.

    Ceramah tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan mendapat perhatian serius dari para jamaah yang hadir. Diharapkan, melalui ceramah ini masyarakat dapat semakin memperbaiki hati dan memperkuat keimanan, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.(Alpin)